Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 6: Merancang Pementasan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Merancang Pementasan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 6: Merancang Pementasan

Seni Teater - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Merancang Pementasan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMerancang Pementasan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang jadwal latihan dan pembagian tugas produksi serta artistik secara berkelompok dengan mempertimbangkan peran dan kemampuan masing-masing anggota.
  2. Murid dapat mengidentifikasi properti sederhana yang dibutuhkan berdasarkan cerita yang akan dimainkan, disertai penjelasan alasan pemilihan properti tersebut.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kalian akan mementaskan sebuah cerita minggu depan — apa saja yang perlu disiapkan agar pementasan berjalan lancar dan tidak ada yang keteteran?
  2. Kalau kalian menjadi sutradara, bagaimana cara kalian membagi tugas kepada teman-teman agar semua bagian tertangani dengan baik?
  3. Properti apa saja yang menurut kalian paling penting ada di atas panggung supaya penonton langsung paham adegan yang sedang berlangsung?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak seluruh kelas berdiri sejenak untuk melakukan peregangan ringan selama 1–2 menit agar tubuh segar dan siap berkegiatan.
  • Guru menyampaikan topik hari ini: merancang pementasan — mulai dari membagi tugas tim hingga menentukan properti yang dibutuhkan.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta setiap murid menuliskan di secarik kertas kecil dua hal — (1) satu tugas dalam pementasan teater yang paling mereka kuasai, dan (2) satu properti yang menurut mereka paling dibutuhkan dalam cerita kelompok mereka. Kertas dikumpulkan dan guru membaca sekilas untuk mengetahui pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi waktu 2–3 menit untuk murid berdiskusi singkat berpasangan sebelum satu atau dua pasang berbagi jawaban ke kelas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan membuat jadwal latihan, membagi tugas tim produksi dan artistik, serta menentukan properti yang dibutuhkan untuk pementasan kita.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis dua daftar: (1) contoh tugas tim artistik (sutradara, pemain, penata properti, penata kostum/riasan) dan (2) contoh tugas tim produksi (koordinator latihan, pembawa acara, perlengkapan panggung, dokumentasi). Guru menjelaskan fungsi singkat setiap peran.
  • Guru membagikan Lembar Kerja 1 berisi tabel dua kolom: 'Peran/Tugas' dan 'Apa yang Dikerjakan'. Murid mengisi secara mandiri terlebih dahulu selama 3 menit berdasarkan pemahaman mereka sendiri (berkesadaran — murid diajak mengenali apa yang sudah dan belum mereka ketahui).
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat (5 menit): murid membandingkan isian mereka dengan penjelasan guru, guru meluruskan konsep yang keliru dan menegaskan bahwa setiap peran sama pentingnya untuk keberhasilan pementasan (bermakna — murid memahami relevansi setiap tugas dalam konteks nyata).
  • Guru menjelaskan struktur jadwal latihan sederhana: komponen yang perlu ada (tanggal/hari, sesi latihan, kegiatan, penanggung jawab) dengan memberi contoh satu baris jadwal di papan tulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bergabung ke kelompok pementasan masing-masing (sudah terbentuk dari pertemuan sebelumnya). Guru membagikan Lembar Kerja 2 yang berisi: (a) tabel jadwal latihan kosong, (b) tabel pembagian tugas artistik dan produksi, serta (c) daftar periksa properti.
  • Langkah Pembagian Tugas (10 menit): Setiap kelompok berdiskusi dan mengisi tabel pembagian tugas. Setiap anggota memilih atau disepakati mendapat satu peran utama. Guru berkeliling dan mendampingi, memastikan tidak ada anggota yang tidak mendapat peran (bermakna — setiap anak berkontribusi nyata).
  • Langkah Penyusunan Jadwal Latihan (8 menit): Kelompok merancang jadwal latihan mulai dari pertemuan ini hingga hari pementasan. Mereka menentukan kapan latihan penuh, latihan per adegan, dan gladi bersih. Guru mengingatkan murid untuk menyesuaikan jadwal dengan hari sekolah yang realistis (bermakna — terhubung ke kehidupan nyata).
  • Langkah Identifikasi Properti (7 menit): Kelompok membaca kembali ringkasan cerita mereka, lalu mengisi daftar periksa properti — menuliskan nama properti, fungsinya dalam adegan, dan dari mana bisa diperoleh (buat sendiri, bawa dari rumah, atau pinjam). Guru mengarahkan murid untuk berpikir kritis: 'Apakah properti ini benar-benar perlu, atau bisa digantikan dengan cara lain?' (penalaran kritis).
  • Setiap kelompok menuliskan hasil rancangan di kertas besar atau lembar kerja yang bisa ditempelkan — ini menjadi 'Rencana Pementasan' kelompok mereka (menggembirakan — ada produk nyata yang dihasilkan bersama).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mendapat waktu 3 menit untuk presentasi singkat: menyebutkan pembagian tugas utama anggota, satu keputusan jadwal yang paling penting, dan dua properti utama yang sudah diidentifikasi. Kelompok lain boleh memberi satu pertanyaan atau saran singkat (komunikasi dan kolaborasi antarpeserta didik).
  • Asesmen Proses — Penilaian Sejawat: Setelah semua kelompok presentasi, murid mengisi lembar penilaian sejawat singkat (3 aspek: kelengkapan pembagian tugas, kesesuaian properti dengan cerita, dan kerja sama tim) untuk kelompok yang baru saja presentasi. Ini dilakukan secara jujur dan saling menghargai (berkesadaran).
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat per kelompok — menyebut satu hal yang sudah kuat dan satu hal yang perlu diperkuat dari rancangan mereka.
  • Murid secara individu mengisi refleksi diri di bagian bawah Lembar Kerja 2 dengan menjawab dua pertanyaan: 'Peran apa yang kamu ambil dan mengapa kamu merasa cocok dengan peran itu?' dan 'Properti apa yang paling menantang untuk disiapkan dan apa rencanamu?' (berkesadaran — murid mengevaluasi proses belajarnya sendiri).

Penutup:

  • Guru mengajak murid melihat kembali tujuan pembelajaran hari ini dan bertanya secara klasikal: 'Mana yang terasa lebih mudah: membagi tugas atau menentukan properti? Mengapa?'
  • Asesmen Akhir: Guru mengumpulkan Lembar Kerja 2 (Rencana Pementasan kelompok) sebagai bukti asesmen sumatif pertemuan ini.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: kelompok diminta melengkapi atau memperbaiki Rencana Pementasan mereka di rumah jika ada bagian yang belum selesai, dan membawa properti sederhana yang sudah disepakati pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid bertepuk tangan untuk kerja keras hari ini dan mengingatkan bahwa rancangan yang baik adalah kunci pementasan yang sukses.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan istilah artistik/produksi mendapat kartu bantuan bergambar yang berisi ilustrasi sederhana setiap peran (misalnya gambar kamera untuk dokumentasi, gambar mahkota untuk penata kostum). Murid yang sudah memahami konsep dasar dapat langsung membaca panduan lebih lengkap tentang tugas tim teater profesional yang disiapkan guru.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berpasangan dengan teman sebaya dalam mengisi tabel pembagian tugas sebelum bergabung ke diskusi kelompok penuh. Murid yang lebih cepat dapat diminta menjadi 'konsultan kelompok' — berkeliling membantu kelompok lain yang kesulitan menentukan properti.
  • Produk: Kelompok dengan kemampuan beragam dapat menyerahkan Rencana Pementasan dalam bentuk tabel tertulis sederhana. Kelompok yang ingin tantangan lebih dapat membuat Rencana Pementasan yang lebih rinci, termasuk sketsa tata letak properti di atas panggung.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di kertas kecil: (1) satu tugas pementasan yang paling mereka kuasai, dan (2) satu properti yang menurut mereka paling dibutuhkan dalam cerita kelompok mereka. Guru membaca sekilas untuk memetakan pemahaman awal sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat kelompok berdiskusi: apakah semua anggota terlibat, apakah pembagian tugas merata, apakah alasan pemilihan properti logis sesuai cerita.
  • Penilaian sejawat antarkelompok saat presentasi singkat menggunakan lembar dengan 3 aspek: kelengkapan pembagian tugas, kesesuaian properti dengan cerita, dan kerja sama tim (skala 1–4).
  • Pertanyaan pancingan guru saat berkeliling: 'Mengapa kalian memilih properti ini untuk adegan tersebut?' untuk mengecek penalaran murid.

Akhir:

  • Lembar Kerja 2 (Rencana Pementasan) dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: (1) kelengkapan dan kesesuaian jadwal serta pembagian tugas, dan (2) ketepatan identifikasi properti berdasarkan cerita.
  • Refleksi diri individu dibaca guru sebagai bahan tindak lanjut — murid yang menyatakan belum yakin dengan perannya akan didekati di pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengisi Lembar Kerja 1 (pemahaman peran tim) — guru mencatat murid yang tampak bingung untuk didekati saat kegiatan kelompok.
  • Penilaian sejawat antarkelompok menggunakan lembar penilaian 3 aspek saat sesi presentasi singkat.
  • Umpan balik lisan guru kepada setiap kelompok setelah presentasi.

Sumatif:

  • Pengumpulan Lembar Kerja 2 (Rencana Pementasan kelompok) yang memuat: jadwal latihan, tabel pembagian tugas, dan daftar properti beserta alasan pemilihannya.
  • Refleksi diri individu di bagian bawah Lembar Kerja 2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merancang Jadwal Latihan dan Pembagian Tugas (TP 6.4.3.1)Murid belum dapat menyusun jadwal latihan atau pembagian tugas; tabel kosong atau tidak relevan dengan konteks pementasan.Murid menyusun jadwal latihan atau pembagian tugas secara parsial; beberapa bagian terisi tetapi tidak lengkap atau ada peran yang tidak ada penanggung jawabnya.Murid menyusun jadwal latihan yang memuat tanggal/sesi dan kegiatan, serta membagi tugas artistik dan produksi kepada semua anggota kelompok dengan cukup jelas.Murid menyusun jadwal latihan yang lengkap dan realistis (mencakup semua sesi hingga hari pementasan), serta membagi tugas secara merata dan disertai alasan pemilihan peran yang logis untuk setiap anggota.
Mengidentifikasi Properti Berdasarkan Cerita (TP 6.4.3.2)Murid belum dapat menyebutkan properti yang relevan dengan cerita; daftar kosong atau properti yang disebutkan tidak berhubungan dengan adegan manapun.Murid menyebutkan 1–2 properti yang relevan dengan cerita tetapi tanpa menjelaskan fungsinya dalam adegan atau cara memperolehnya.Murid mengidentifikasi 3 atau lebih properti yang sesuai dengan cerita, disertai keterangan fungsi masing-masing properti dalam adegan tertentu.Murid mengidentifikasi properti secara lengkap dan tepat sesuai kebutuhan setiap adegan, menjelaskan fungsi properti, dan menyertakan rencana pengadaan (buat sendiri/bawa dari rumah/pinjam) dengan pertimbangan yang logis.
Kolaborasi dan Keterlibatan dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok; tidak mengambil peran atau tidak berkontribusi pada hasil kerja kelompok.Murid terlibat dalam diskusi kelompok tetapi hanya mengikuti keputusan teman; kontribusi sangat minimal.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menerima masukan; berkontribusi nyata pada minimal satu bagian Rencana Pementasan.Murid memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok secara konstruktif, mendorong partisipasi semua anggota, dan berkontribusi signifikan pada hasil akhir Rencana Pementasan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua kelompok berhasil menyelesaikan jadwal latihan dan pembagian tugas dalam waktu yang tersedia? Jika tidak, apa penyebabnya dan bagaimana saya menyesuaikan alokasi waktu di pertemuan berikutnya?
  • Apakah murid memahami perbedaan antara tugas artistik dan tugas produksi? Kelompok mana yang masih perlu penjelasan tambahan?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing keterlibatan murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah membantu murid yang membutuhkan dukungan dan menantang murid yang lebih cepat?

Refleksi Murid:

  • Peran apa yang kamu ambil dalam tim pementasan dan mengapa kamu merasa cocok dengan peran itu?
  • Properti apa yang paling sulit ditentukan dalam kelompokmu dan bagaimana kalian akhirnya memutuskannya?
  • Hal apa yang paling kamu pelajari hari ini tentang merancang sebuah pementasan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas VI (Kemdikbud) — Unit 4: Melakukan Pementasan Akhir, Kegiatan 3
  2. Lembar Kerja 1: Tabel Peran Tim Produksi dan Artistik (dibuat guru)
  3. Lembar Kerja 2: Template Rencana Pementasan — berisi tabel jadwal latihan, tabel pembagian tugas, dan daftar periksa properti (dibuat guru)
  4. Lembar Penilaian Sejawat Antarkelompok (dibuat guru, 3 aspek dengan skala 1–4)
  5. Kartu Bantuan Bergambar Peran Tim Teater (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan visual)
  6. Papan tulis / whiteboard dan spidol
  7. Kertas besar / karton untuk menulis Rencana Pementasan kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.