MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 6 (Fase C) Topik: Membuat Adegan Adaptasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Membuat Adegan Adaptasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Memahami pengertian babak dan adegan dalam konteks teater serta perbedaan keduanya.
- Menyusun adegan sederhana yang mengandung aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun berdasarkan cerita adaptasi kelompok.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian menonton film atau sinetron yang dibagi menjadi beberapa bagian? Menurut kalian, kenapa ceritanya perlu dipotong-potong?
- Jika kalian harus memilih satu momen paling seru dari cerita adaptasi kelompok kalian, bagian mana yang kalian pilih dan mengapa?
- Bagaimana caranya membuat penonton merasa tegang lalu lega saat menonton sebuah adegan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid, memimpin doa, dan mengecek kehadiran.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami pengertian babak dan adegan, serta menyusun adegan sederhana dengan struktur aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun.
- Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan diagnostik secara lisan, 'Siapa yang bisa menjelaskan apa itu adegan? Apa bedanya dengan babak?' Guru mencatat pemahaman awal murid.
- Perwakilan setiap kelompok membacakan ulang alur cerita adaptasi yang telah disempurnakan pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan saran tambahan jika diperlukan sebelum mengunci alur cerita.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan secara singkat pengertian lakon, babak, dan adegan dalam teater. Babak adalah bagian besar cerita yang terdiri dari beberapa adegan; adegan adalah peristiwa kecil yang terikat pada babak dan selalu merujuk pada waktu serta lokasi tertentu.
- Guru memberikan contoh konkret menggunakan cerita Timun Mas: babak berisi seluruh rangkaian peristiwa, sedangkan adegan misalnya momen Mbok Srini meminta saran kepada sesepuh desa.
- Guru menjelaskan struktur adegan: aksi meningkat (ketegangan naik), klimaks (puncak ketegangan), dan aksi menurun (penyelesaian). Gunakan diagram sederhana di papan tulis.
- Murid diminta menyebutkan contoh aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun dari film atau cerita yang mereka kenal untuk memastikan pemahaman.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru meminta setiap kelompok berdiskusi memilih bagian paling penting dari cerita adaptasi mereka yang memiliki aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun. Bagian tersebut harus melibatkan tokoh-tokoh yang telah dianalisis pada pertemuan sebelumnya.
- Setiap kelompok menyusun satu adegan sederhana secara tertulis di kertas besar, mencantumkan: judul adegan, latar waktu dan tempat, tokoh yang terlibat, serta urutan peristiwa (aksi meningkat → klimaks → aksi menurun).
- Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberikan umpan balik langsung (asesmen proses), dan membantu kelompok yang kesulitan mengidentifikasi struktur adegannya.
- Setelah selesai menulis, setiap kelompok mempraktikkan adegan secara singkat (improvisasi ringan) untuk menguji apakah struktur aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun sudah terasa saat dimainkan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Dua hingga tiga kelompok mempresentasikan adegan mereka di depan kelas.
- Kelompok lain memberikan tanggapan: apakah aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun terasa jelas? Apa saran perbaikannya?
- Murid secara individu menuliskan satu hal baru yang dipelajari tentang adegan dan satu hal yang masih ingin dipahami lebih lanjut.
- Guru memberikan apresiasi dan umpan balik umum terhadap kualitas adegan yang disusun.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan perbedaan babak dan adegan serta komponen struktur adegan (aksi meningkat, klimaks, aksi menurun).
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: menyempurnakan adegan dan mulai berlatih dialog.
- Guru menutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bantuan lebih diberikan lembar kerja berisi kerangka adegan dengan petunjuk langkah demi langkah dan contoh terisi. Murid cepat diberikan tantangan menyusun dua adegan berbeda dari cerita adaptasi mereka.
- Proses: Kelompok dengan kemampuan beragam dipasangkan secara heterogen. Guru mendampingi kelompok yang kesulitan lebih intensif, sementara kelompok cepat boleh langsung mempraktikkan improvisasi adegan.
- Produk: Murid yang memerlukan bantuan cukup menyusun adegan dalam bentuk poin-poin urutan peristiwa. Murid mahir dapat menulis adegan dalam format naskah sederhana lengkap dengan dialog singkat.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan di awal: 'Apa yang kalian ketahui tentang adegan dan babak dalam cerita atau pertunjukan?' Guru mencatat tingkat pemahaman awal setiap murid secara ringkas.
Proses:- Observasi aktivitas diskusi kelompok: apakah murid mampu mengidentifikasi bagian cerita yang memiliki aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun.
- Cek hasil kerja tertulis kelompok saat berkeliling: apakah struktur adegan sudah lengkap dan logis.
- Tanya jawab singkat kepada individu: 'Tunjukkan mana bagian klimaks di adegan kelompokmu dan jelaskan alasannya.'
Akhir:- Penilaian produk adegan tertulis kelompok berdasarkan rubrik empat level.
- Penilaian presentasi singkat adegan: kejelasan struktur, ekspresi, dan kerja sama kelompok.
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok memilih bagian cerita.
- Tanya jawab lisan untuk mengecek pemahaman konsep babak, adegan, dan struktur adegan.
- Umpan balik langsung saat guru berkeliling memantau proses penyusunan adegan.
Sumatif:- Penilaian produk tertulis adegan kelompok menggunakan rubrik (aspek: pemahaman konsep, struktur adegan, kreativitas, dan kerja sama).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Konsep Babak dan Adegan | Belum dapat membedakan babak dan adegan; belum mengenal istilah aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun. | Dapat menyebutkan pengertian babak dan adegan tetapi belum konsisten membedakannya; mengenal istilah struktur adegan namun belum tepat menjelaskan. | Mampu menjelaskan perbedaan babak dan adegan dengan benar serta mengidentifikasi aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun dalam contoh. | Mampu menjelaskan perbedaan babak dan adegan secara rinci, memberikan contoh sendiri, dan mengaitkan struktur adegan dengan efek dramatik bagi penonton. | | Struktur Adegan (Aksi Meningkat, Klimaks, Aksi Menurun) | Adegan yang disusun belum menunjukkan urutan aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun; peristiwa tidak berkaitan. | Adegan menunjukkan sebagian struktur tetapi salah satu komponen (aksi meningkat/klimaks/aksi menurun) tidak jelas atau hilang. | Adegan memuat aksi meningkat, klimaks, dan aksi menurun secara berurutan dan logis. | Adegan memuat struktur lengkap dengan transisi yang halus antar komponen, menciptakan ketegangan dan penyelesaian yang meyakinkan. | | Kreativitas dan Orisinalitas | Adegan hanya menyalin ulang cerita asli tanpa adaptasi; tidak ada unsur kekinian atau ide baru. | Ada upaya adaptasi tetapi masih sangat mirip cerita asli; unsur kekinian minimal. | Adegan menunjukkan adaptasi yang kreatif dengan konteks kekinian yang relevan dan ide orisinal. | Adegan sangat kreatif, menghadirkan sudut pandang baru atau konteks kekinian yang segar sekaligus tetap mempertahankan esensi cerita rakyat. | | Kerja Sama Kelompok | Hanya satu atau dua anggota yang bekerja; pembagian tugas tidak terjadi. | Ada pembagian tugas tetapi belum merata; beberapa anggota kurang berkontribusi. | Semua anggota berkontribusi dalam diskusi dan penyusunan adegan dengan pembagian tugas yang jelas. | Semua anggota aktif berkontribusi, saling memberi masukan konstruktif, dan menunjukkan koordinasi yang sangat baik dalam menyusun dan mempraktikkan adegan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid mampu membedakan babak dan adegan setelah penjelasan? Bagian mana yang perlu diperjelas di pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu cukup untuk diskusi kelompok dan presentasi? Perlu penyesuaian apa?
- Kelompok mana yang masih kesulitan menyusun struktur adegan dan memerlukan pendampingan tambahan?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang adegan dalam teater?
- Bagian mana dari proses menyusun adegan yang paling menantang bagiku?
- Apa yang ingin aku perbaiki saat menyempurnakan adegan di pertemuan berikutnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Nano Riantiarno, Kitab Teater: Tanya Jawab Seputar Seni Pertunjukan (2011).
- Modul daring Kemdikbud: Naskah Drama dalam Pementasan Teater Modern (2018), https://emodul.kemdikbud.go.id/C-Seni-9/C-Seni-9.pdf
- Kertas besar (plano) dan spidol warna untuk menulis adegan kelompok.
- Papan tulis dan kapur/spidol untuk diagram struktur adegan.
|