Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 6: Mempresentasikan Tokoh Cerita Rakyat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Mempresentasikan Tokoh Cerita Rakyat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 6: Mempresentasikan Tokoh Cerita Rakyat

Seni Teater - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mempresentasikan Tokoh Cerita Rakyat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMempresentasikan Tokoh Cerita Rakyat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mempresentasikan hasil analisis tokoh cerita rakyat dengan percaya diri di depan kelompok lain.
  2. Memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok lain secara santun dan konstruktif.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat tokoh dalam cerita rakyat pilihanmu berbeda dari tokoh cerita lainnya?
  2. Bagaimana cara kamu meyakinkan orang lain bahwa analisismu tentang tokoh itu tepat?
  3. Mengapa mendengar dan menanggapi pendapat orang lain secara santun itu penting, terutama saat berdiskusi tentang seni?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (5 menit)
  • Guru menanyakan kabar dan mengondisikan suasana kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Siapa di antaramu yang sudah pernah mempresentasikan sesuatu di depan kelas? Apa yang paling menantang?' — catat respons murid untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mempresentasikan hasil analisis tokoh cerita rakyat dan saling memberi tanggapan antarkelompok.
  • Guru memunculkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan kesiapan murid.
  • Guru mengingatkan kesepakatan kelas selama sesi presentasi: berbicara bergantian, mendengarkan dengan hormat, dan menanggapi dengan kalimat yang santun.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menuliskan di papan tulis kriteria presentasi yang baik: kejelasan isi analisis tokoh (ciri fisik, karakter, motivasi, peran dalam cerita), kepercayaan diri saat berbicara, dan penggunaan bahasa yang lugas. (5 menit)
  • Guru mengajak murid mengingat kembali hasil analisis tokoh yang telah mereka siapkan pada pertemuan sebelumnya — setiap kelompok diberikan waktu 2 menit untuk memeriksa kembali catatan atau lembar kerja analisis tokoh mereka.
  • Guru memodelkan secara singkat cara membuka presentasi dengan percaya diri: postur tubuh tegak, suara jelas, kontak mata dengan penonton, dan kalimat pembuka yang kuat.
  • Guru menjelaskan aturan sesi tanya jawab: setiap kelompok penonton wajib menyiapkan minimal satu pertanyaan atau tanggapan yang disampaikan dengan kalimat santun, misalnya 'Menurut kami...' atau 'Kami ingin menambahkan...'.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Sesi presentasi kelompok dimulai. Setiap kelompok mendapat waktu 5–6 menit untuk mempresentasikan hasil analisis tokoh cerita rakyat pilihan mereka. (±20 menit total, sesuaikan dengan jumlah kelompok)
  • Kelompok yang presentasi menyampaikan: nama tokoh, asal cerita rakyat, ciri fisik dan karakter tokoh, motivasi atau peran tokoh dalam cerita, serta hal menarik atau unik dari tokoh tersebut.
  • Kelompok lain yang mendengarkan aktif mencatat minimal satu hal menarik dan menyiapkan satu pertanyaan atau tanggapan pada lembar 'Kartu Tanggapan' (selembar kertas kecil yang disiapkan guru).
  • Setelah setiap kelompok selesai presentasi, guru memandu sesi tanya jawab singkat (2–3 menit): kelompok penonton menyampaikan tanggapan atau pertanyaan menggunakan kalimat santun yang sudah dilatih.
  • Kelompok penyaji merespons tanggapan/pertanyaan dengan percaya diri. Guru memberi umpan balik singkat setelah setiap sesi.
  • Diferensiasi proses: Murid yang kurang percaya diri diizinkan membaca catatan analisis tokoh saat presentasi. Murid yang sudah percaya diri didorong untuk mempresentasikan tanpa teks dan menambahkan ekspresi tubuh atau suara untuk menggambarkan karakter tokoh.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok selesai presentasi, guru mengajak murid duduk melingkar atau tetap di tempat masing-masing untuk masuk ke sesi refleksi bersama. (10 menit)
  • Guru melontarkan pertanyaan refleksi: 'Apa yang menurutmu sudah berjalan baik dari presentasimu hari ini?' dan 'Satu hal apa yang ingin kamu perbaiki jika presentasi lagi?'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan tertulis): (1) Bagaimana tingkat kepercayaan dirimu saat presentasi tadi? (2) Apakah kamu sudah memberikan tanggapan secara santun? (3) Apa yang kamu pelajari dari presentasi kelompok lain?
  • Beberapa murid sukarela berbagi refleksinya secara lisan. Guru merespons dengan apresiasi dan penguatan positif.
  • Guru mengaitkan pengalaman hari ini dengan pentingnya komunikasi dan sikap menghargai pendapat orang lain dalam kehidupan sehari-hari — tidak hanya dalam seni teater.

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran hari ini: murid telah berlatih mempresentasikan analisis tokoh dengan percaya diri dan memberikan tanggapan secara santun — dua keterampilan penting dalam berteater maupun kehidupan nyata. (5 menit)
  • Asesmen akhir: Guru mengumpulkan Kartu Tanggapan dan Lembar Refleksi Diri murid sebagai bukti asesmen proses dan asesmen akhir.
  • Guru memberikan penguatan motivasi: 'Setiap orang punya cara berbeda dalam memahami dan menampilkan tokoh. Itulah yang membuat seni teater kaya dan menarik.'
  • Guru mengajak murid bersyukur atas kelancaran pembelajaran hari ini dan menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum sepenuhnya memahami analisis tokoh dapat menggunakan lembar kerja bergambar (visual prompt) berisi pertanyaan panduan: Siapa tokohnya? Bagaimana sifatnya? Apa yang dia lakukan?
  • Proses: Murid dengan kepercayaan diri rendah diperbolehkan membaca teks presentasi atau menyampaikan secara bergantian dengan anggota kelompok. Murid dengan kepercayaan diri tinggi didorong mempresentasikan tanpa teks dan menambahkan gestur atau intonasi suara yang memperkuat karakter tokoh.
  • Produk: Kelompok yang selesai lebih cepat dapat menambahkan demonstrasi singkat (30–60 detik) dengan memerankan salah satu adegan tokoh yang mereka analisis sebagai bonus presentasi.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Siapa yang sudah pernah presentasi di depan kelas? Apa yang paling menantang?' — untuk memetakan tingkat kepercayaan diri murid sebelum kegiatan presentasi dimulai.
  • Guru meminta murid menunjukkan lembar analisis tokoh yang disiapkan dari pertemuan sebelumnya untuk memastikan kesiapan bahan presentasi.

Proses:

  • Observasi langsung selama presentasi berlangsung menggunakan lembar ceklis guru (aspek: kepercayaan diri, kejelasan isi, kontak mata/postur tubuh).
  • Kartu Tanggapan yang ditulis murid untuk kelompok penyaji — guru menilai kesantunan bahasa dan relevansi isi tanggapan.
  • Guru memberikan umpan balik verbal segera setelah setiap kelompok selesai presentasi.

Akhir:

  • Lembar Refleksi Diri murid (3 pertanyaan tertulis) dikumpulkan di akhir pembelajaran — menilai kemampuan murid mengevaluasi proses belajarnya sendiri.
  • Rekap observasi guru terhadap seluruh kelompok menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: kualitas presentasi tokoh dan kualitas tanggapan antarkelompok.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi presentasi: kepercayaan diri, kejelasan isi analisis tokoh, dan kualitas tanggapan antarkelompok.
  • Kartu Tanggapan: murid menulis pertanyaan/tanggapan untuk kelompok lain — dinilai dari kesantunan bahasa dan relevansi isi.
  • Umpan balik lisan guru setelah setiap sesi presentasi kelompok.

Sumatif:

  • Lembar Refleksi Diri murid dikumpulkan dan diperiksa guru sebagai bukti ketercapaian TP 6.2.4.1 dan 6.2.4.2.
  • Rekap observasi guru menggunakan rubrik 4 level terhadap dua aspek utama: kualitas presentasi tokoh dan kualitas tanggapan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Presentasi Tokoh Cerita Rakyat (TP 6.2.4.1)Murid belum mampu menyampaikan hasil analisis tokoh; presentasi tidak jelas atau tidak muncul/tampil.Murid menyampaikan sebagian hasil analisis tokoh dengan suara pelan dan kurang percaya diri; isi analisis belum lengkap (hanya menyebutkan nama tokoh atau satu ciri saja).Murid menyampaikan hasil analisis tokoh (ciri fisik, karakter, peran) dengan cukup jelas dan percaya diri; sesekali masih membaca teks namun alur presentasi dapat diikuti.Murid mempresentasikan hasil analisis tokoh secara lengkap (ciri fisik, karakter, motivasi, peran dalam cerita) dengan percaya diri, suara jelas, kontak mata dengan penonton, dan mampu menjawab pertanyaan kelompok lain.
Tanggapan terhadap Presentasi Kelompok Lain (TP 6.2.4.2)Murid tidak memberikan tanggapan atau pertanyaan sama sekali terhadap presentasi kelompok lain.Murid memberikan tanggapan singkat namun bahasa kurang santun atau tidak relevan dengan materi presentasi yang ditanggapi.Murid memberikan tanggapan atau pertanyaan yang relevan dengan bahasa yang santun; belum disertai alasan atau penjelasan yang kuat.Murid memberikan tanggapan atau pertanyaan yang relevan, menggunakan bahasa yang santun dan jelas, disertai alasan atau argumen yang mendukung, serta menunjukkan sikap menghargai pendapat kelompok lain.
Refleksi DiriMurid tidak mengisi lembar refleksi atau mengisi dengan jawaban yang tidak berkaitan dengan pembelajaran.Murid mengisi lembar refleksi dengan jawaban singkat yang menunjukkan kesadaran terbatas tentang proses belajarnya.Murid mengisi lembar refleksi dengan jelas dan mampu menyebutkan satu hal yang sudah baik dan satu hal yang ingin diperbaiki.Murid mengisi lembar refleksi dengan jelas, menyebutkan secara spesifik apa yang sudah baik, apa yang ingin diperbaiki, dan apa yang dipelajari dari kelompok lain — menunjukkan kesadaran penuh atas proses belajarnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang setara untuk mempresentasikan dan menanggapi? Jika tidak, apa yang perlu diatur ulang?
  • Apakah alokasi waktu per kelompok sudah cukup atau perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang menunjukkan kesulitan dalam kepercayaan diri atau kesantunan berkomunikasi dan perlu mendapat perhatian lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan umpan balik yang diberikan efektif mendorong murid berpikir lebih dalam tentang karakter tokoh?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu banggakan dari presentasimu hari ini?
  • Satu hal apa yang ingin kamu perbaiki jika kamu presentasi lagi minggu depan?
  • Apa yang paling menarik dari presentasi kelompok lain, dan mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas VI (Kemdikbudristek)
  2. Lembar Kerja Analisis Tokoh (disiapkan dari pertemuan sebelumnya)
  3. Kartu Tanggapan (selembar kertas kecil disiapkan guru untuk setiap murid)
  4. Lembar Refleksi Diri murid (3 pertanyaan, disiapkan guru)
  5. Papan tulis atau proyektor untuk menampilkan kriteria presentasi dan aturan sesi tanya jawab
  6. Koleksi ringkasan cerita rakyat Nusantara sebagai referensi konteks tokoh (dapat berupa buku, fotokopi, atau tayangan gambar)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.