Modul AjarPertemuan 10Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 6: Gladi Bersih Monolog

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Gladi Bersih Monolog". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 6: Gladi Bersih Monolog

Seni Teater - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Gladi Bersih Monolog

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikGladi Bersih Monolog
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan gladi bersih pertunjukan monolog secara utuh dari awal hingga akhir tanpa henti dengan memperhatikan blocking yang telah dirancang sebelumnya.
  2. Murid dapat menampilkan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang sesuai dengan karakter dan emosi tokoh dalam monolog yang diperankan.
  3. Murid dapat mengevaluasi penampilan diri sendiri dan teman berdasarkan aspek blocking dan ekspresi untuk persiapan pementasan akhir.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa perbedaan antara latihan biasa dan gladi bersih? Mengapa gladi bersih dilakukan sedekat mungkin seperti pertunjukan sesungguhnya?
  2. Ketika kamu memerankan tokoh di atas panggung, bagian mana yang paling menantang: blocking, ekspresi, atau hafalan teks? Mengapa?
  3. Menurutmu, apa yang membuat seorang pemeran terlihat meyakinkan di mata penonton meskipun ia tampil sendirian di atas panggung?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid dan memastikan ruang kelas atau aula sudah ditata menyerupai panggung pertunjukan: ada area pentas yang jelas, kursi penonton, dan penanda blocking di lantai (bisa dengan selotip berwarna).
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan tubuh dan vokal selama 5 menit: peregangan leher, bahu, tangan; latihan pernapasan diafragma; dan vokal 'ma-me-mi-mo-mu' dengan variasi keras-pelan.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta murid menuliskan di secarik kertas kecil dua hal — (1) satu blocking penting dalam monolog mereka dan (2) satu ekspresi kunci tokoh mereka — lalu dikumpulkan untuk dibaca guru sebagai peta kesiapan.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: melakukan gladi bersih monolog secara penuh layaknya pertunjukan nyata, dengan fokus pada blocking dan ekspresi.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan memberi waktu 2 menit untuk murid berdiskusi singkat berpasangan sebelum beberapa pasangan berbagi jawaban.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membacakan dua hal kunci gladi bersih: (1) definisi blocking — posisi dan pergerakan pemain di atas pentas yang sudah dirancang agar cerita tersampaikan secara visual; (2) definisi ekspresi — perpaduan mimik wajah, gestur, dan intonasi suara yang mencerminkan emosi tokoh.
  • Guru mencontohkan secara langsung satu adegan pendek monolog (bisa dari naskah salah satu murid atau contoh singkat buatan guru) dengan dua versi: versi tanpa perhatian blocking dan ekspresi (datar, berdiri di satu tempat) versus versi dengan blocking dan ekspresi yang tepat.
  • Murid diminta mengamati perbedaan dua versi tersebut dan secara lisan menyebutkan minimal dua perbedaan yang mereka lihat — guru mencatat jawaban di papan sebagai pengingat kriteria gladi bersih hari ini.
  • Guru mengingatkan kembali 'peta blocking' yang sudah dibuat murid pada pertemuan sebelumnya: murid diminta mengecek ulang catatan atau sketsa blocking masing-masing selama 2 menit sebelum naik ke area pentas.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Gladi bersih dilaksanakan satu per satu. Setiap murid naik ke area pentas dan membawakan monolog secara penuh dari awal hingga akhir tanpa dihentikan guru di tengah jalan — ini mensimulasikan kondisi pertunjukan nyata.
  • Sementara satu murid tampil, murid lain berperan sebagai penonton aktif: masing-masing memegang lembar observasi sederhana berisi dua kolom — 'Blocking yang sudah baik' dan 'Ekspresi yang berkesan' — untuk mencatat satu poin per aspek bagi temannya.
  • Guru melakukan observasi sambil mencatat pada lembar penilaian proses: memperhatikan konsistensi blocking (apakah sesuai rancangan), kesesuaian ekspresi dengan emosi tokoh, dan kepercayaan diri murid di atas pentas.
  • Setelah setiap murid selesai tampil, diberikan jeda 1 menit: satu murid penonton menyampaikan satu apresiasi spesifik secara lisan ('Aku melihat ekspresi marahmu saat adegan X sangat meyakinkan karena...'), dan guru menambahkan satu catatan umpan balik singkat yang konstruktif.
  • Apabila waktu memungkinkan dan ada murid yang membutuhkan, guru mempersilakan satu kali pengulangan singkat pada bagian blocking yang tadi kurang tepat — bukan mengulang seluruh monolog, hanya bagian spesifik yang perlu diperbaiki.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua murid selesai tampil, guru memandu refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Apa satu hal yang kamu lakukan lebih baik dari latihan sebelumnya?' dan 'Apa satu hal yang ingin kamu perbaiki sebelum pertunjukan sesungguhnya?'
  • Murid mengisi Jurnal Refleksi Gladi Bersih (selembar kertas atau buku catatan seni): menuliskan jawaban atas dua pertanyaan di atas, ditambah satu rencana tindak lanjut konkret yang akan mereka latih mandiri sebelum hari pertunjukan.
  • Guru mengumpulkan lembar observasi yang diisi murid (penilaian sejawat) dan jurnal refleksi sebagai bukti asesmen proses.
  • Guru memfasilitasi murid untuk membandingkan catatan diagnostik awal (kertas kecil di pendahuluan) dengan jurnal refleksi akhir: 'Apakah blocking dan ekspresi yang kamu tulis tadi sudah berhasil kamu tunjukkan dalam gladi bersih?'

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas kerja keras semua murid dalam gladi bersih, menyebutkan satu kekuatan kolektif yang tampak hari ini (misalnya: 'Ekspresi kalian jauh lebih hidup dibanding latihan pertama').
  • Guru menyampaikan rangkuman singkat: hal-hal yang sudah kuat secara umum dan dua hal yang perlu diperhatikan bersama menjelang pertunjukan.
  • Guru memberikan tugas mandiri: latihan mandiri di rumah minimal satu kali penampilan monolog penuh sambil berdiri di depan cermin, fokus pada ekspresi yang sudah diidentifikasi perlu diperbaiki.
  • Guru menginformasikan jadwal dan teknis pertunjukan monolog pada pertemuan berikutnya: kostum, properti, urutan tampil, dan ekspektasi penonton.
  • Penutup dengan tepuk tangan bersama sebagai penanda berakhirnya sesi gladi bersih.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum hafal teks sepenuhnya diperbolehkan membawa naskah sebagai 'contekan darurat' yang dipegang di tangan, namun tetap diminta menjaga kontak mata dengan penonton sebisanya. Murid yang sudah sangat fasih diberikan tantangan tambahan: memainkan monolog dengan satu properti tangan yang mendukung ekspresi tokoh.
  • Proses: Murid yang tampak cemas atau kurang percaya diri diberikan opsi untuk tampil pertama (sebelum tekanan menumpuk) atau diberi waktu 2 menit 'backstage' untuk fokus dan bernapas sebelum naik pentas. Guru mendampingi secara personal dengan kata penyemangat spesifik sebelum murid tersebut naik. Murid yang sudah sangat siap diminta berperan sebagai 'buddy pemandu' untuk membantu teman yang masih kesulitan pada sesi umpan balik.
  • Produk: Murid dengan kemampuan tinggi diminta menambahkan minimal satu perpindahan blocking yang dinamis (bukan hanya berdiri di satu titik) dalam penampilannya. Murid yang masih dalam tahap berkembang cukup menyelesaikan monolog penuh dengan minimal dua ekspresi berbeda yang terlihat jelas dan satu perpindahan posisi sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di kertas kecil: (1) satu blocking penting dalam monolog mereka dan (2) satu ekspresi kunci tokoh mereka — untuk memetakan kesiapan dan pemahaman awal sebelum gladi bersih dimulai.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar penilaian proses selama setiap murid tampil: menilai konsistensi blocking dengan rancangan awal, kesesuaian ekspresi dengan emosi tokoh, dan kepercayaan diri di atas pentas.
  • Penilaian sejawat: murid penonton mengisi lembar observasi sederhana dua kolom (blocking baik / ekspresi berkesan) untuk setiap teman yang tampil.
  • Umpan balik lisan konstruktif setelah setiap penampilan sebagai asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning).

Akhir:

  • Jurnal Refleksi Gladi Bersih: murid menulis jawaban atas pertanyaan 'Apa yang sudah lebih baik?' dan 'Apa yang ingin diperbaiki?' beserta satu rencana tindak lanjut konkret.
  • Perbandingan antara catatan awal (diagnostik) dengan jurnal refleksi akhir sebagai bukti perkembangan metakognisi murid tentang penampilan monolognya.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru selama gladi bersih menggunakan lembar observasi dengan fokus pada konsistensi blocking dan kesesuaian ekspresi.
  • Penilaian sejawat melalui lembar observasi yang diisi murid penonton: mencatat satu poin blocking yang baik dan satu ekspresi yang berkesan dari teman yang tampil.
  • Umpan balik lisan singkat setelah setiap murid tampil dari satu murid penonton dan guru.

Sumatif:

  • Jurnal Refleksi Gladi Bersih yang diisi murid di akhir sesi: berisi evaluasi diri terhadap blocking dan ekspresi, serta rencana tindak lanjut konkret.
  • Catatan diagnostik awal (kertas kecil) dibandingkan dengan jurnal refleksi akhir sebagai bukti perkembangan kesadaran diri murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
BlockingMurid tidak melakukan perpindahan posisi sesuai rancangan; berdiri diam di satu tempat sepanjang monolog tanpa mempertimbangkan ruang pentas.Murid melakukan satu atau dua perpindahan posisi namun tidak konsisten dengan rancangan blocking awal; beberapa gerakan tampak ragu-ragu atau tidak disengaja.Murid melakukan perpindahan posisi yang sebagian besar sesuai rancangan blocking; ruang pentas dimanfaatkan dengan cukup baik meskipun ada beberapa momen yang kurang tepat.Murid melakukan seluruh perpindahan blocking sesuai rancangan secara konsisten; penggunaan ruang pentas terasa natural, memperkuat narasi, dan mendukung ekspresi karakter.
Ekspresi Wajah dan GesturMurid menampilkan ekspresi datar tanpa variasi sepanjang monolog; gestur tubuh kaku atau tidak ada sama sekali.Murid menampilkan satu atau dua ekspresi berbeda namun kurang sesuai dengan emosi tokoh pada momen tersebut; gestur tubuh ada tetapi terasa dipaksakan.Murid menampilkan beberapa ekspresi yang sesuai dengan emosi tokoh; gestur tubuh mendukung ekspresi meskipun belum sepenuhnya menyatu dengan dialog.Murid menampilkan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang beragam, konsisten, dan secara natural mencerminkan emosi tokoh; perpaduan ekspresi dan gestur memperkuat karakter secara meyakinkan.
Kepercayaan Diri dan KelancaranMurid tampak sangat gugup; sering berhenti lama, lupa teks, atau berbicara sangat pelan sehingga sulit didengar penonton.Murid tampil dengan sedikit kepercayaan diri; ada beberapa jeda panjang atau teks yang terlupa, namun murid berusaha melanjutkan penampilan.Murid tampil dengan cukup percaya diri; jeda atau lupa teks minimal dan tidak mengganggu alur keseluruhan monolog.Murid tampil dengan penuh kepercayaan diri dari awal hingga akhir; monolog mengalir lancar, suara terdengar jelas, dan murid mampu menjaga fokus sebagai karakter sepanjang penampilan.
Refleksi DiriMurid tidak mengisi jurnal refleksi atau hanya menuliskan jawaban sangat singkat tanpa mengidentifikasi aspek blocking/ekspresi secara spesifik.Murid mengisi jurnal refleksi dengan jawaban yang masih umum (misal: 'sudah lumayan') tanpa menjelaskan aspek spesifik yang berkembang atau perlu diperbaiki.Murid mengidentifikasi satu aspek blocking atau ekspresi yang sudah baik dan satu yang perlu diperbaiki dengan penjelasan yang cukup jelas.Murid mengisi jurnal refleksi dengan identifikasi spesifik tentang blocking dan ekspresi yang berkembang, aspek yang perlu diperbaiki, dan rencana tindak lanjut yang konkret dan realistis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu gladi bersih cukup untuk semua murid tampil? Jika tidak, strategi apa yang bisa diterapkan pada pertemuan serupa berikutnya?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan paling signifikan dibanding latihan sebelumnya, dan faktor apa yang mendukung perkembangan tersebut?
  • Apakah umpan balik yang diberikan setelah setiap penampilan cukup spesifik dan konstruktif untuk membantu murid mempersiapkan diri menuju pertunjukan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini efektif menjangkau murid dengan kemampuan dan kesiapan yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Satu hal apa yang kamu lakukan dalam gladi bersih hari ini yang terasa lebih baik dari latihan sebelumnya?
  • Bagian mana dari blocking atau ekspresimu yang masih ingin kamu perbaiki sebelum pertunjukan? Apa langkah konkret yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya?
  • Bagaimana perasaanmu saat tampil sendirian di depan teman-teman hari ini? Apa yang membantumu merasa lebih percaya diri?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas VI (Unit 1: Dasar-Dasar Pemeranan, Kegiatan 5 & 6)
  2. Naskah monolog yang telah dipilih murid pada pertemuan sebelumnya
  3. Selotip berwarna untuk menandai area blocking di lantai pentas
  4. Lembar observasi penilaian sejawat (disiapkan guru, 1 lembar per murid)
  5. Jurnal Refleksi Gladi Bersih (buku catatan seni atau selembar kertas A4 berlipat)
  6. Lembar penilaian proses guru (untuk observasi selama gladi bersih)
  7. Artikel referensi: 'Cara Membuat Monolog' — https://id.wikihow.com/Membuat-Monolog
  8. Properti sederhana pilihan murid (opsional, untuk murid dengan kemampuan tinggi)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.