MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 4 — Mengadaptasi Cerita INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Mengadaptasi Cerita |
|---|
| Alokasi Waktu | 28 JP (28 x 35 menit = 980 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.4.1 Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana yang diadaptasi
- TP 5.4.2 Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi cerita adaptasi
- TP 5.4.3 Mengidentifikasi properti sederhana berdasarkan cerita yang akan dimainkan
- TP 5.4.4 Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
- TP 5.4.5 Memerankan lakon secara berkelompok berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalaman
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana sebuah cerita rakyat kuno bisa diubah latarnya menjadi cerita di lingkungan sekolah kita saat ini?
- Menurutmu, mengapa peran tokoh utama dan tokoh pendukung harus jelas perbedaannya di dalam sebuah cerita adaptasi?
- Bagaimana kita bisa mengetahui sifat atau watak seseorang hanya dari cara dia berbicara dan bertindak?
- Jika tokoh Malin Kundang diubah menjadi anak zaman sekarang yang sibuk bermain gawai hingga mengabaikan ibunya, bagaimana sifat atau watak tokoh tersebut menurut pendapatmu?
- Apa yang biasanya kamu lakukan jika temanmu tiba-tiba menjatuhkan barang di depanmu?
- Bagaimana caramu merespons aksi spontan teman tanpa direncanakan dalam permainan peran?
- Bagaimana caramu merespons secara spontan jika lawan mainmu tiba-tiba mengubah alur percakapan dalam sebuah cerita?
- Mengapa dalam bermain peran kelompok kita harus saling menyimak aksi lawan main sebelum memberikan reaksi?
- Mengapa sebuah benda yang dibawa atau dipegang oleh seorang tokoh cerita dapat membantu penonton mengenali siapa tokoh tersebut?
- Benda sederhana apa saja di sekitarmu yang bisa dijadikan properti pegangan tokoh utama agar penonton langsung paham karakternya?
- Bagaimana penonton bisa tahu suatu adegan teater berlangsung di hutan atau di dalam rumah hanya dengan melihat panggung?
- Benda apa saja yang dapat kita letakkan di panggung untuk menunjukkan suasana latar adegan cerita kita?
- Bagaimana kebiasaan gerak atau cara bersuara orang-orang di sekitar kita saat sedang bekerja atau beraktivitas?
- Bagaimana cara kita memainkan peran seorang tokoh dalam cerita agar terasa nyata seperti orang yang pernah kita amati dalam kehidupan sehari-hari?
- Bagaimana caramu mengubah cara berjalan dan bersikap saat bertukar peran menjadi orang tua yang sabar lalu menjadi anak kecil yang lincah?
- Bagaimana caramu memainkan peran tokoh yang berbeda agar orang lain langsung mengenali karakter tersebut dari hasil pengamatanmu?
- Bagaimana caramu dan teman kelompok menyatukan peran agar cerita adaptasi yang dimainkan mengalir lancar dari awal sampai akhir?
- Pengalaman atau pengamatan apa yang kamu masukkan saat memerankan tokohmu dalam latihan utuh hari ini?
- Bagaimana kita menunjukkan watak tokoh yang kita adaptasi secara meyakinkan di depan penonton?
- Mengapa kelengkapan properti sederhana dan kepekaan aksi-reaksi antartokoh sangat penting saat mementaskan lakon bersama kelompok?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Pendapat tentang Penokohan dalam Cerita Sederhana yang Diadaptasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.1 Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana yang diadaptasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid secara hangat (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan pendapat tentang penokohan dalam cerita sederhana yang diadaptasi (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan cuplikan singkat: 'Budi dan Dito berteman di sekolah. Budi selalu membagi bekalnya, sementara Dito suka meminjam pensil tanpa mengembalikan.' Guru bertanya: 'Siapa saja tokoh dalam kutipan tersebut dan apa peran mereka?' (kunci acuan: Budi sebagai tokoh yang suka berbagi/penolong, Dito sebagai tokoh yang pelupa/suka meminjam) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak teks adaptasi fabel tradisional ke lingkungan modern berjudul 'Kelinci Cepat dan Kura-Kura Santai di Lapangan Sekolah' yang dibagikan guru, memuat 3 tokoh: Kiki Kelinci (pelari cepat yang sombong), Koko Kura-kura (pejalan kaki yang tekun), dan Pak Beruang (wasit lomba yang adil) (10 menit).
- Guru memandu murid membedah penokohan dalam cerita adaptasi tersebut dengan mengidentifikasi tokoh utama, tokoh penentang/pendukung, serta peran masing-masing dalam alur cerita (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan 'Tebak Peran Tokoh': guru membacakan 3 kartu tindakan tokoh adaptasi, lalu murid secara ceria menebak siapa tokohnya berdasarkan naskah adaptasi (Kartu 1: 'Berlari mendahului lawan sambil mengejek' -> acuan: Kiki Kelinci; Kartu 2: 'Tetap melangkah perlahan tanpa menyerah' -> acuan: Koko Kura-kura; Kartu 3: 'Meniup peluit dan mencatat waktu di garis akhir' -> acuan: Pak Beruang) (10 menit).
- Secara berpasangan, murid berlatih menceritakan pendapatnya mengenai penokohan dalam cerita adaptasi tersebut, mencakup siapa tokoh yang disukai/tidak disukai dan alasan penokohannya berdasarkan peristiwa dalam cerita (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Beberapa perwakilan murid secara bergiliran menceritakan pendapatnya secara mandiri di hadapan kelas tentang peran tokoh Kiki Kelinci dan Koko Kura-kura dalam cerita adaptasi tersebut (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana peran penokohan membangun cerita adaptasi yang menarik (3 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa pengecekan pemahaman lisan singkat mengenai penokohan pada cerita adaptasi dan memberikan apresiasi atas partisipasi murid tanpa mengakhiri keseluruhan bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks adaptasi dengan penandaan warna khusus pada nama tokoh dan peranannya; murid yang cepat diberikan teks adaptasi tambahan dengan 4 tokoh.
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan dipandu dengan kalimat pemantik pendapat (contoh: 'Saya berpendapat tokoh ... memiliki peran ... karena ...'); murid yang mandiri langsung menceritakan pendapatnya secara leluasa.
- Produk: Penyampaian pendapat dilakukan secara lisan dalam diskusi berpasangan atau di depan kelas sesuai tingkat kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan berdasarkan kutipan 2 kalimat cerita: 'Budi selalu membagi bekalnya, sementara Dito suka meminjam pensil tanpa mengembalikan.' Pertanyaan: 'Sebutkan 2 tokoh dan peran atau tindakan masing-masing!' (Acuan jawaban benar: Tokoh Budi berperan sebagai teman yang suka berbagi bekal, Tokoh Dito berperan sebagai teman yang meminjam barang/pensil tanpa mengembalikan).
Proses:- Pengamatan performa saat murid berpasangan dan bergantian menceritakan pendapat tentang penokohan Kiki Kelinci, Koko Kura-kura, dan Pak Beruang (Kriteria: menyebutkan nama tokoh, peran tokoh dalam cerita adaptasi, dan pendapat pribadi yang didukung bukti tindakan tokoh dalam teks).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk murid secara acak untuk menjawab: 'Menurut pendapatmu, apa peran tokoh Pak Beruang dalam cerita adaptasi tadi?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan peran Pak Beruang sebagai wasit/penengah yang adil dalam perlombaan).
Formatif:- Observasi partisipasi dan lembar ceklis lisan saat murid menceritakan pendapat tentang penokohan cerita adaptasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Pendapat tentang Penokohan Cerita Adaptasi | Belum mampu menceritakan pendapat tentang tokoh; belum dapat menyebutkan nama tokoh dan peranannya dalam cerita adaptasi. | Mampu menyebutkan nama tokoh dalam cerita adaptasi, namun pendapat tentang peran tokoh belum didasari peristiwa dalam cerita atau masih membutuhkan bimbingan penuh. | Mampu menceritakan pendapat tentang penokohan 2 tokoh (Kiki Kelinci dan Koko Kura-kura) dengan menyertakan peran dan bukti peristiwa dari cerita secara runtut. | Mampu menceritakan pendapat tentang seluruh penokohan (3 tokoh: Kiki Kelinci, Koko Kura-kura, dan Pak Beruang) beserta peran dan alasan pendukungnya secara mandiri dan komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks adaptasi fabel yang disajikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh seluruh murid kelas 5?
- Bagaimana respons murid saat menyampaikan pendapat tentang karakter para tokoh cerita adaptasi?
Murid:- Tokoh mana dalam cerita adaptasi tadi yang perannya paling kamu sukai? Mengapa?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat menceritakan pendapatmu tentang sifat tokoh di depan teman?
Pertemuan 2 — Menceritakan Pendapat tentang Perwatakan Tokoh Cerita Adaptasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.1 Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana yang diadaptasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan pendapat tentang perwatakan tokoh dalam cerita sederhana yang diadaptasi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membacakan satu cuplikan adegan adaptasi fabel 'Kancil dan Kura-kura Versi Modern' di mana Kancil menggunakan sepatu roda dan mengejek Kura-kura, lalu meminta murid menyebutkan sifat Kancil dalam adegan tersebut (acuan jawaban: sombong/angkuh/suka meremehkan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan teks cerita adaptasi sederhana berjudul 'Si Malin Zaman Sekarang' ( Malin yang malu mengakui ibunya yang bekerja sebagai penjual kue keliling di depan teman-teman komunitas daringnya, sementara sang ibu tetap sabar dan penuh kasih mengantarkan bekal) (10 menit).
- Guru memberikan penjelasan konsep tentang perwatakan (sifat batiniah tokoh, misalnya: sabar, sombong, penyayang, keras kepala) yang terlihat melalui tindakan, dialog, dan keputusan tokoh dalam cerita adaptasi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Sifat Tokoh': guru membacakan 3 kutipan tindakan tokoh adaptasi, murid mengangkat kartu label sifat yang sesuai: (1) 'Ibu Malin tetap tersenyum dan mendoakan anaknya meski dibentak' -> label: Sabar/Penyayang; (2) 'Malin pura-pura tidak kenal ibunya demi dipuji teman-temannya' -> label: Sombong/Keras Hati; (3) 'Riko, teman Malin, menasihati Malin agar menghormati orang tua' -> label: Bijaksana/Peduli (kunci: 1-Sabar/Penyayang, 2-Sombong/Keras Hati, 3-Bijaksana/Peduli) (15 menit).
- Murid secara berpasangan membaca Lembar Cerita Adaptasi yang memuat 2 tokoh: Tokoh A (Bawang Merah Versi Sekolah: suka memamerkan barang dan menyuruh teman) dan Tokoh B (Bawang Putih Versi Sekolah: tekun belajar dan suka menolong teman yang kesulitan) (15 menit).
- Setiap murid menyusun dan menceritakan pendapatnya secara lisan kepada pasangannya mengenai perwatakan Tokoh A dan Tokoh B disertai bukti tindakan tokoh dalam teks (kriteria penerimaan: pendapat menyebutkan sifat tokoh secara tepat serta menyertakan minimal 1 bukti perilaku yang ada di teks cerita) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Beberapa perwakilan murid menceritakan pendapatnya di hadapan kelas tentang perwatakan tokoh cerita adaptasi yang telah dibahas dan guru memberikan penguatan formatif (15 menit).
- Murid merefleksikan bagaimana cara mengenali perwatakan tokoh melalui tindakan nyata dalam cerita adaptasi (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa perwatakan tokoh dalam cerita adaptasi dapat diketahui dari ucapan, sikap, dan perbuatannya (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan reflektif lisan untuk mengecek pemahaman: 'Apa watak Bawang Putih versi sekolah dan apa alasannya?' (acuan jawaban: rajin/tekun/penolong, alasan: tekun belajar atau membantu teman kesulitan) (2 menit).
- Guru menyampaikan topik untuk pertemuan berikutnya dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Disediakan teks cerita adaptasi berilustrasi visual untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan daftar pilihan kata sifat perwatakan (panduan kata sifat); bagi murid yang cepat menguasai, diminta menceritakan pendapat tentang perubahan watak tokoh jika akhir ceritanya dimodifikasi.
- Produk: Penyampaian cerita pendapat perwatakan dapat disampaikan secara lisan langsung atau dengan bantuan kartu kata sifat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menanyakan perwatakan tokoh pada kutipan lisan cerita 'Kancil dan Kura-kura Versi Modern' saat Kancil mengejek Kura-kura karena berjalan lambat dibanding sepatu rodanya. Instrumen: tanya jawab lisan. Acuan jawaban benar: menyebutkan sifat sombong, angkuh, atau tinggi hati.
Proses:- Pengamatan ketercapaian saat murid menceritakan pendapat tentang perwatakan Tokoh A (Bawang Merah modern) dan Tokoh B (Bawang Putih modern). Kriteria: ketepatan menyebutkan sifat watak (Tokoh A: sombong/iri/suka memerintah; Tokoh B: rajin/sabar/penolong) dan kelengkapan bukti tindakan pendukung dari cerita.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Sebutkan perwatakan Tokoh B (Bawang Putih modern) dan buktinya dalam cerita!' Acuan jawaban: watak baik/tekun/penolong, dengan bukti suka membantu teman yang kesulitan atau tekun belajar.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai pengenalan sifat tokoh pada cuplikan fabel adaptasi.
- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan pendapat tentang perwatakan tokoh A dan tokoh B berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Pendapat tentang Perwatakan Tokoh Cerita Adaptasi | Belum mampu menceritakan pendapat tentang perwatakan tokoh cerita adaptasi, atau perwatakan yang disebutkan tidak sesuai dengan isi cerita meski telah dibimbing guru. | Mampu menceritakan pendapat tentang perwatakan 1 tokoh cerita adaptasi secara tepat sesuai acuan sifat watak, namun belum disertai bukti tindakan tokoh. | Mampu menceritakan pendapat tentang perwatakan 2 tokoh cerita adaptasi (Tokoh A dan B) secara tepat sesuai acuan watak dengan menyertakan bukti tindakan tokoh secara terbimbing. | Mampu menceritakan pendapat tentang perwatakan kedua tokoh cerita adaptasi (Tokoh A dan B) secara tepat, runtut, dan lengkap beserta bukti tindakan pendukung secara mandiri tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan penokohan (nama/peran tokoh) dengan perwatakan (sifat tokoh) dalam cerita adaptasi?
- Apakah instruksi dan teks adaptasi yang disajikan cukup mudah dipahami oleh murid dalam menemukan bukti watak tokoh?
Murid:- Apakah kamu dapat menemukan sifat baik atau sifat buruk dari tokoh dalam cerita yang dibaca hari ini?
- Bagian mana dari cerita yang paling jelas menunjukkan sifat tokoh tersebut?
Pertemuan 3 — Melakukan Permainan Peran Berkelompok Melalui Improvisasi Aksi dan Reaksi Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.2 Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi cerita adaptasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan menyapa kesiapan ruang gerak murid di kelas (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui permainan pemanasan respons cepat berpasangan: satu murid memberikan aksi tepuk tangan dan pasangannya wajib merespons seketika dengan aksi melompat pelan (acuan: respons langsung diberikan tanpa jeda berhenti lebih dari 3 detik) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan konsep dasar 'aksi dan reaksi' dalam teater menggunakan stimulus sederhana: satu orang pura-pura melempar bola khayalan yang berat (aksi) dan pasangannya memperagakan tubuh menangkap beban berat yang meluncur (reaksi) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mengamati 2 contoh skenario aksi-reaksi sederhana: Skenario 1 = 'Tokoh A kedinginan menggigil -> Tokoh B memberikan kain/sarung'; Skenario 2 = 'Tokoh C mencium aroma makanan sedap -> Tokoh D datang membawa piring imajiner' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Setiap kelompok mengambil satu dari 3 kartu tantangan situasi improvisasi adaptasi cerita rakyat sederhana: Kartu 1 = 'Melihat jejak raksasa di hutan (Aksi: Tokoh 1 menunjuk jejak dan berbisik cemas; Reaksi: Tokoh 2 dan 3 mendekat lalu bersembunyi di balik pohon)'; Kartu 2 = 'Perahu terombang-ambing badai (Aksi: Tokoh 1 mendayung panik ke kiri; Reaksi: Tokoh 2 menyeimbangkan badan ke kanan dan Tokoh 3 membuang air imajiner)'; Kartu 3 = 'Menemukan kendi misterius di ladang (Aksi: Tokoh 1 mengetuk kendi; Reaksi: Tokoh 2 mundur waspada dan Tokoh 3 mengintip isi kendi)' (15 menit).
- Murid secara berkelompok memainkan peran melalui improvisasi aksi dan reaksi langsung bergiliran di panggung kelas sesuai kartu situasi yang diperoleh, dengan aturan merespons setiap tindakan teman secara spontan dan berkesinambungan tanpa dialog teks hafalan (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Kelompok yang menyaksikan memberikan tanda jempol jika reaksi yang diperagakan langsung menyambung aksi teman mainnya, dan guru memandu murid mengevaluasi kelancaran sambung-respons aksi-reaksi peran (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa kunci improvisasi peran adalah saling peka mengamati aksi teman dan langsung memberikan reaksi yang selaras (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang butuh bimbingan menggunakan Kartu 1 dengan 2 aksi terarah; kelompok yang lebih mandiri menggunakan Kartu 2 atau 3 yang melibatkan aksi simultan tiga tokoh.
- Proses: Guru memberikan aba-aba penanda ketukan untuk membantu kelompok yang lambat merespons aksi lawan main; kelompok yang mahir berimprovisasi mandiri tanpa aba-aba guru.
- Produk: Variasi bentuk respons aksi-reaksi gerak tubuh imajiner antarkelompok disesuaikan dengan eksplorasi gerak spontan masing-masing anggota.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan respons motorik spontan berpasangan: satu murid melakukan aksi menepuk tangan sekali, pasangannya wajib merespons seketika dengan aksi melompat pelan di tempat (acuan ketercapaian: reaksi spontan dilakukan dalam waktu kurang dari 3 detik tanpa terdiam bingung).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan respons murid saat berimprovisasi memainkan peran: apakah murid merespons aksi pemicu lawan main sesuai situasi kartu (acuan: pada Kartu 1 bereaksi cemas/sembunyi; pada Kartu 2 bereaksi menyeimbangkan/menguras; pada Kartu 3 bereaksi waspada/mengintip).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman aksi-reaksi peran: setiap murid menyebutkan 1 reaksi spontan tubuh jika lawan main tiba-tiba memperagakan gerakan 'terantuk batu' (acuan jawaban: langsung menahan/membantu memegang teman, atau ikut terkejut melangkah mundur waspada).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan peran improvisasi aksi dan reaksi berkelompok menggunakan lembar amatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan improvisasi aksi dan reaksi dalam permainan peran berkelompok | Belum mampu memberikan reaksi terhadap aksi teman dalam kelompok saat berimprovisasi peran, cenderung diam atau pasif. | Mampu memberikan reaksi terhadap aksi teman dalam permainan peran improvisasi berkelompok namun membutuhkan jeda waktu lama atau aba-aba dari guru. | Mampu melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi aksi dan reaksi secara spontan dan saling menyambung dengan konsisten. | Mampu melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi aksi dan reaksi secara spontan, lancar, berkesinambungan penuh dari awal hingga akhir tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berani merespons aksi spontan teman sekelompoknya tanpa rasa takut salah?
- Bagaimana pengelolaan alur pergantian kartu situasi improvisasi agar suasana kelas tetap tertib dan menggembirakan?
Murid:- Bagian mana dari permainan peran improvisasi aksi dan reaksi tadi yang paling seru?
- Apakah kamu merasa terbantu ketika temanmu memberikan aksi gerak yang jelas saat bermain peran?
Pertemuan 4 — Melakukan Permainan Peran Berkelompok Melalui Improvisasi untuk Mengelaborasi Cerita Adaptasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.2 Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi cerita adaptasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru mengondisikan ruang kelas agar memiliki area lapang dan aman untuk bergerak bebas dalam latihan improvisasi peran (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi aksi dan reaksi dalam mengelaborasi cerita adaptasi 'Bawang Merah Bawang Putih versi Modern' (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes diagnostik respons spontan berpasangan: Murid A melakukan satu aksi kejutan ('menawarkan kue buatan sendiri'), Murid B memberikan reaksi spontan ('menerima dengan gembira' atau 'menolak karena kenyang') untuk memetakan kesiapan spontanitas aksi-reaksi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memberikan pemodelan elaborasi cerita adaptasi Bawang Merah Bawang Putih di lingkungan sekolah: Adegan dasar Bawang Merah meminta Bawang Putih merapikan loker sekolah dielaborasi melalui improvisasi aksi menjatuhkan tumpukan buku secara tidak sengaja dan reaksi Bawang Putih membantunya tanpa mengeluh (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mencermati skenario elaborasi adaptasi dan mengidentifikasi rantai aksi-reaksi: Aksi awal pemantik -> Reaksi tanggapan langsung -> Aksi lanjutan untuk memperluas adegan cerita (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru membagikan lembar panduan adegan kepada 4 kelompok dengan skenario elaborasi cerita Bawang Putih dan Bawang Merah di Kantin Sekolah: Kelompok 1 & 2 memainkan Skenario A (Aksi: Bawang Merah menghilangkan kupon makan siang Bawang Putih; Reaksi: Bawang Putih mencari solusi bersama teman kantin); Kelompok 3 & 4 memainkan Skenario B (Aksi: Bawang Merah memamerkan bekal mewah namun jatuh berantakan; Reaksi: Bawang Putih menawarkan sebagian bekal sederhananya) (10 menit).
- Setiap kelompok melakukan latihan permainan peran melalui improvisasi aksi dan reaksi secara bertahap tanpa teks tertulis, berfokus merespons tawaran gerak dan dialog spontan teman sekelompok (15 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran menampilkan permainan peran improvisasi elaborasi cerita adaptasi berdurasi 3-4 menit di area panggung kelas (20 menit).
- Kelompok yang sedang tidak tampil mengamati dan mencatat aksi serta reaksi spontan yang terjadi antaranggota kelompok penampil (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkelompok mendiskusikan keberhasilan aksi dan reaksi spontan yang telah dimainkan: adegan mana yang terelaborasi lancar dan adegan mana yang sempat terhenti karena reaksi terlambat (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kemampuan aksi-reaksi spontan seluruh kelompok selama permainan peran (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya saling mendukung aksi lawan main agar improvisasi cerita adaptasi berkembang hidup (1 menit).
- Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai properti sederhana tokoh utama dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan skenario situasi adaptasi dengan tingkat kompleksitas konflik berbeda: situasi konflik sederhana (menghilangkan barang) untuk kelompok yang butuh bimbingan, dan situasi konflik bertingkat (menolak tuduhan palsu) untuk kelompok mahir.
- Proses: Memberikan petunjuk aksi pemicu bertahap bagi kelompok yang kesulitan memulai reaksi, serta membebaskan alur aksi-reaksi improvisasi penuh bagi kelompok yang sudah lancar.
- Produk: Kelompok pemula menampilkan minimal 2 rangkaian aksi-reaksi spontan dalam adegan, sedangkan kelompok mahir menampilkan minimal 4 rangkaian aksi-reaksi spontan yang saling menyambung memperluas cerita.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji diagnostik kesiapan aksi-reaksi spontan berpasangan: Pasangan murid diberikan pemicu aksi lisan oleh guru: 'Temanmu menjatuhkan botol minumnya hingga tumpah ke sepatumu'. Kriteria penilaian: Murid langsung bereaksi spontan (verbal atau tindakan non-verbal) dalam waktu kurang dari 3 detik (acuan reaksi yang diterima: menolong membersihkan, menegur ramah, atau terkejut lalu mengambil kain lap; reaksi ditolak jika diam membeku > 3 detik atau tertawa keluar peran).
Proses:- Observasi formatif saat pementasan kelompok pada tahap Mengaplikasi menggunakan rubrik penilaian unjuk kerja keterpaduan aksi-reaksi improvisasi untuk mengelaborasi adegan cerita adaptasi (Skenario A dan Skenario B).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan konfirmasi peran di penutup: Murid menyebutkan 1 aksi lawan main dan 1 bentuk reaksi spontan yang ia berikan selama pementasan kelompok tadi (kriteria penerimaan: reaksi yang disebutkan relevan langsung dengan aksi lawan main dalam adegan kelompoknya).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja permainan peran berkelompok melalui lembar observasi ketepatan aksi dan reaksi spontan dalam mengelaborasi cerita adaptasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Improvisasi Aksi dan Reaksi Berkelompok | Hanya melakukan aksi sendiri tanpa merespons tawaran peran lawan main, atau membeku saat lawan main melakukan aksi dalam permainan peran cerita adaptasi. | Merespons aksi lawan main secara lambat (membutuhkan jeda lama atau arahan guru) dengan 1 rangkaian aksi-reaksi spontan dalam mengelaborasi cerita adaptasi. | Melakukan minimal 2-3 rangkaian aksi dan reaksi spontan secara runtut dan saling terhubung bersama lawan main untuk mengelaborasi adegan cerita adaptasi. | Melakukan 4 atau lebih rangkaian aksi dan reaksi spontan secara lancar, tanggap, dan konsisten sehingga adegan cerita adaptasi terelaborasi mendalam secara mandiri tanpa jeda terputus. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan ruang kelas sudah cukup leluasa untuk memfasilitasi gerakan improvisasi seluruh kelompok?
- Bagaimana respons dan keaktifan murid yang biasanya pasif saat diminta memberikan reaksi spontan terhadap lawan mainnya?
Murid:- Apa tantangan terbesarmu saat harus langsung bereaksi terhadap aksi teman tanpa membaca naskah hafalan?
- Bagian adegan improvisasi mana yang paling membuat kelompokmu merasa seru dan kompak?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Properti Sederhana Tokoh Utama Berdasarkan Cerita yang Akan Dimainkan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.3 Mengidentifikasi properti sederhana berdasarkan cerita yang akan dimainkan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu mengidentifikasi properti sederhana (hand-props) untuk tokoh utama cerita adaptasi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat berbekal 2 kartu petunjuk peran untuk memeriksa pemahaman dasar murid mengenai fungsi benda bagi tokoh: Kartu 1 'Pak Tani hendak ke sawah' dan Kartu 2 'Tabib/Dokter desa hendak memeriksa pasien'; murid diminta menunjuk atau menyebutkan benda sederhana yang dipegang (acuan jawaban: Kartu 1 = cangkul/caping/sabit; Kartu 2 = tas obat/stetoskop/botol ramuan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai konsep properti pegangan (hand-props) sederhana tokoh utama teater serta fungsinya untuk memperjelas aktivitas dan ciri tokoh dalam cerita (10 menit).
- Murid secara interaktif memainkan permainan tebak cepat 'Benda Milik Siapa': guru menunjukkan 4 gambar benda sederhana dan murid mengidentifikasi tokoh utama yang paling tepat membawanya. Benda 1: buku catatan lusuh & pensil (acuan: detektif cilik/wartawan); Benda 2: tongkat kayu melengkung (acuan: kakek pengembara/gembala); Benda 3: sapu lidi (acuan: anak pembantu/petugas kebersihan); Benda 4: keranjang anyaman kecil (acuan: gadis penjual kue/pemetik bunga) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati cuplikan naskah cerita adaptasi sederhana kelompok masing-masing (misalnya adaptasi 'Bawang Putih Bawang Merah Masa Kini' atau 'Kancil yang Rajin Belajar') untuk menemukan daftar adegan tokoh utama (15 menit).
- Murid secara mandiri atau berpasangan mengisi lembar identifikasi properti tokoh utama dengan menentukan minimal 3 benda pegangan (hand-props) sederhana yang dibutuhkan tokoh utama beserta fungsinya dalam adegan, serta menentukan opsi pengadaannya (apakah memanfaatkan benda siap pakai di kelas/rumah atau dibuat dari kardus/kertas bekas) (25 menit).
- Guru berkeliling mengamati pengisian lembar kerja, memeriksa ketepatan identifikasi properti terhadap adegan tokoh utama, dan memberikan bimbingan langsung bagi murid yang membutuhkan bantuan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar kerja dengan teman sebangku untuk saling memeriksa kesesuaian antara properti sederhana yang dicatat dengan adegan tokoh utama dalam cerita adaptasi (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa properti sederhana tokoh utama harus sesuai dengan karakter dan tindakan tokoh dalam adegan cerita agar pementasan menjadi jelas (3 menit).
- Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan identifikasi properti latar adegan panggung, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang masih kesulitan, guru menyediakan daftar pilihan kartu benda konkret untuk dicocokkan dengan tokoh; bagi murid yang cepat, guru menantang murid mengidentifikasi alternatif pengganti bahan di sekitar bila benda asli tidak ditemukan.
- Proses: Bimbingan terarah secara individual untuk murid yang ragu menentukan properti tokoh utama; pendampingan mandiri untuk murid yang telah memahami.
- Produk: Murid dapat menuliskan nama properti secara langsung atau disertai gambar sketsa sederhana benda yang diidentifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu peran sederhana: Kartu 1 'Pak Tani ke sawah' dan Kartu 2 'Tabib desa memeriksa pasien'. Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan benda pegangan tokoh utama yang tepat (acuan: Kartu 1 = cangkul/caping/sabit/bakul bibit; Kartu 2 = tas obat/stetoskop/botol ramuan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan lembar identifikasi properti sederhana tokoh utama. Tugas: murid mengidentifikasi minimal 3 properti sederhana tokoh utama berdasarkan cerita adaptasi yang dimainkan. Acuan kriteria: (1) Benda merupakan hand-props (bisa dipegang/dibawa tokoh utama), (2) Relevan dengan adegan tokoh utama dalam cerita, (3) Memuat keterangan cara pengadaan sederhana (memanfaatkan barang bekas atau benda yang ada di sekitar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui 1 butir pertanyaan lisan/tulisan singkat: 'Sebutkan 1 properti utama yang wajib dibawa tokoh ceritamu di adegan puncak dan apa fungsinya?' (Kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan nama 1 benda fisik spesifik dan fungsi/keterkaitannya langsung dengan tindakan tokoh pada adegan tersebut).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian lembar identifikasi properti sederhana tokoh utama berdasarkan cerita adaptasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi properti sederhana tokoh utama | Mengidentifikasi kurang dari 2 properti sederhana tokoh utama, atau properti yang didaftar tidak sesuai dengan tindakan tokoh utama dalam adegan cerita. | Mengidentifikasi 2 properti sederhana tokoh utama secara tepat sesuai dengan tindakan tokoh dalam adegan cerita, namun belum mencantumkan cara perolehan/pengadaan sederhana. | Mengidentifikasi minimal 3 properti sederhana tokoh utama secara tepat sesuai dengan adegan tokoh dalam cerita dan menyertakan keterangan cara pengadaan sederhana (membuat dari bahan sekitar atau meminjam benda siap pakai). | Mengidentifikasi 4 atau lebih properti sederhana tokoh utama secara tepat dan rinci sesuai alur adegan cerita serta menguraikan alternatif bahan sederhana di lingkungan sekitar untuk mewujudkannya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu membedakan properti pegangan (hand-props) tokoh utama dengan benda latar panggung?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi properti yang paling memancing kreativitas murid dalam memanfaatkan barang sekitar?
Murid:- Apakah aku sudah menemukan benda sederhana di sekitarku yang cocok dijadikan perlengkapan tokoh utamaku?
- Apa kesulitan yang aku hadapi saat membayangkan benda yang harus dibawa tokoh utama di panggung?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Properti Sederhana Latar Adegan Berdasarkan Cerita yang Akan Dimainkan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.3 Mengidentifikasi properti sederhana berdasarkan cerita yang akan dimainkan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa kabar murid, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 deskripsi cuplikan latar adegan cerita di papan tulis: (1) Halaman belakang rumah Pak Tani di tepi desa, (2) Ruang tamu istana megah, (3) Tepi sungai di dalam hutan. Murid diminta menuliskan masing-masing 1 benda latar yang tepat untuk tiap lokasi (acuan jawaban: 1 = cangkul/pagar bambu/tumpukan jerami; 2 = kursi takhta/karpet mewah/vas emas; 3 = batu besar/semak tiruan/pohon tiruan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan perbedaan hand-prop (properti yang dipegang tokoh) dengan stage-prop / properti panggung (benda penunjang latar adegan di panggung) mengacu pada Buku Guru Bab 4 (10 menit).
- Guru memodelkan cara mengidentifikasi properti latar adegan menggunakan cuplikan naskah cerita adaptasi sederhana: 'Adegan 1: Pekarangan Rumah Nenek di Tepi Hutan' dan memilah benda yang dibutuhkan (misal: bebatuan latar, batang kayu, pagar tiruan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Menggembirakan 'Tebak Latar Kilat': Guru menyebutkan 3 setelan properti panggung di papan tulis, murid secara beregu adu cepat menebak latar tempat cerita yang diwakilinya: Set A (pohon kardus, ranting, bebatuan -> hutan), Set B (meja kecil, kendi, tikar pandan -> dapur pedesaan), Set C (meja hakim, palu kayu, papan bertuliskan pengadilan -> ruang sidang) (15 menit).
- Murid duduk berkelompok sesuai kelompok adaptasi lakon masing-masing dan menerima Lembar Kerja Daftar Properti Panggung (Tabel Setting Panggung, Daftar Properti Panggung, Status: Buat/Pinjam) (10 menit).
- Murid dalam kelompok berdiskusi mengidentifikasi dan mencatat minimal 4 properti panggung latar adegan yang dibutuhkan untuk adegan cerita adaptasi mereka (contoh acuan identifikasi naskah kelompok: pohon tiruan, batu taman tiruan, pagar kertas, tumpukan jerami/kardus) dan menandai status pengadaannya (Buat/Pinjam) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling menukarkan lembar daftar properti latar adegan dengan kelompok lain untuk saling memeriksa apakah properti yang didaftar sudah relevan dengan latar adegan yang diceritakan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil identifikasi properti latar adegan kelompok dan menyimpulkan pentingnya properti panggung dalam menghidupkan ruang lakon (10 menit).
- Guru menginformasikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya (latihan peran) serta menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan bergambar contoh-contoh latar adegan (desa, istana, hutan) beserta daftar benda pendukungnya; kelompok mahir mengidentifikasi properti latar untuk lebih dari 1 adegan cerita.
- Proses: Kelompok bertingkat pemahaman awal rendah didampingi langsung guru saat memilah properti latar; kelompok mandiri mendiskusikan pemilahan properti panggung secara otonom.
- Produk: Kelompok boleh menyajikan identifikasi properti latar adegan dalam bentuk tabel tertulis terperinci atau disertai sketsa tata letak panggung sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat: Murid mengidentifikasi 1 benda properti latar untuk 3 deskripsi cuplikan tempat: (1) Halaman belakang rumah Pak Tani di tepi desa, (2) Ruang tamu istana megah, (3) Tepi sungai di dalam hutan. Acuan jawaban benar: (1) cangkul/pagar bambu/tumpukan jerami/ember sumur; (2) kursi takhta/karpet merah/vas emas; (3) batu sungai/semak rimbun/pohon tiruan.
Proses:- Observasi formatif saat kelompok mengisi Lembar Kerja Daftar Properti Latar Adegan. Acuan: Keterpaduan antara nama latar adegan dalam cerita dengan daftar minimal 4 properti panggung yang diidentifikasi (misal: Latar Hutan -> properti: pohon kardus, bebatuan latar, tanaman semak hias, ranting kering; kolom Buat/Pinjam terisi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara lisan atau tertulis cepat menyebutkan 2 perbedaan fungsi antara hand-prop (properti tokoh) dan stage-prop (properti panggung latar adegan). Acuan jawaban: hand-prop dibawa/dipegang tokoh untuk menunjang aksi tokoh; stage-prop diletakkan di area panggung untuk menggambarkan tempat/suasana adegan cerita.
Formatif:- Penilaian proses diskusi kelompok dan Lembar Kerja Identifikasi Properti Latar Adegan Panggung
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Properti Sederhana Latar Adegan | Mengidentifikasi 1 properti latar panggung, namun belum sesuai dengan konteks latar cerita adegan yang dimainkan. | Mengidentifikasi 2 properti sederhana latar panggung yang sesuai dengan latar cerita yang dimainkan dengan bimbingan penuh guru. | Mengidentifikasi 3-4 properti sederhana latar panggung yang tepat dan relevan dengan latar cerita yang dimainkan secara berkelompok. | Mengidentifikasi lebih dari 4 properti sederhana latar panggung secara tepat, relevan dengan seluruh perpindahan adegan cerita, dan mengklasifikasikan status pembuatannya (buat/pinjam) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara properti tokoh (hand-props) dan properti latar panggung?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kelompok saat menentukan benda-benda pendukung latar cerita adaptasi mereka?
Murid:- Benda properti panggung apa yang paling menarik yang berhasil kelompokmu temukan untuk menggambarkan suasana ceritamu?
- Apakah kamu menemui kesulitan saat menentukan benda mana yang harus dibuat sendiri atau dipinjam?
Pertemuan 7 — Memainkan Ragam Peran Tokoh Berdasarkan Pengamatan Karakter Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.4 Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan fisik dan kehadiran murid di dalam ruang kelas (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memainkan ragam peran tokoh dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan karakter sehari-hari (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menirukan 1 dari 3 karakter profesi sehari-hari berikut (Karakter A: Petani mencangkul lelah; Karakter B: Pedagang sayur keliling bersemangat; Karakter C: Petugas pos tergesa-gesa membawa surat). Guru memeriksa kesiapan murid memainkan ciri khas fisik/gerak karakter yang dipilih (acuan minimal: menampilkan ciri gerak tubuh yang sesuai dengan aktivitas profesi tersebut) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cerita adaptasi sederhana berjudul 'Kelinci dan Kura-Kura di Pasar Desa' yang memuat 3 tokoh dengan latar pengamatan sehari-hari: Tokoh 1 (Kelinci si Pedagang Buah yang lincah dan terburu-buru), Tokoh 2 (Kura-kura si Kakek Penjaga Warung yang tenang dan lamban), dan Tokoh 3 (Pak Beruang si Pembeli yang ramah dan gemar menawar) (8 menit).
- Murid menghubungkan ciri fisik dan kebiasaan gerak ketiga tokoh tersebut dengan pengamatan nyata orang-orang di lingkungan sekitar mereka melalui contoh peragaan singkat dari guru (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan pemanasan peran 'Tebak Siapa Aku': guru membunyikan ketukan rebana/tangan, murid secara bergantian memperagakan gerak khas salah satu dari 3 tokoh (Kelinci pedagang, Kura-kura kakek warung, Pak Beruang pembeli) dalam 10 detik dan teman sebangku menebak peran yang dimainkan (5 menit).
- Setiap murid memilih secara mandiri 2 dari 3 peran yang tersedia dalam cerita 'Kelinci dan Kura-Kura di Pasar Desa' untuk dimainkan secara bergantian (10 menit).
- Murid berlatih memainkan peran pertama secara individu di area ruang kelas yang telah ditentukan dengan mengaplikasikan gerak tubuh dan ekspresi hasil pengamatan (15 menit).
- Murid berganti memainkan peran kedua yang berbeda karakternya untuk mengeksplorasi ragam peran tokoh dalam cerita yang sama (15 menit).
- Secara bergantian, setiap murid unjuk kerja memainkan kedua peran tokoh pilihannya di hadapan guru atau kelas secara singkat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan merefleksikan pengalaman memainkan dua tokoh yang memiliki karakter berbeda berdasarkan pengamatan karakter nyata (5 menit).
- Guru memberikan penguatan formatif atas keberagaman cara murid memainkan peran tokoh cerita dari hasil pengamatan mereka (3 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang pentingnya pengamatan karakter sehari-hari dalam memainkan ragam peran cerita (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat: 3 murid sukarela mendemonstrasikan satu pose beku (freeze pose) dari tokoh cerita yang mencerminkan pengamatan karakter (Kunci acuan ketepatan: pose Kelinci = tubuh condong membungkuk bersiap lari/menimbang cepat; pose Kura-kura = pundak turun, langkah lambat tenang; pose Pak Beruang = dada tegap, tangan menenteng keranjang belanja) (3 menit).
- Guru menyampaikan topik untuk pertemuan berikutnya (memainkan ragam peran antartokoh dari cerita sederhana) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih peran dari tokoh cerita yang paling dekat dengan pengamatan mereka sehari-hari (Kelinci si pedagang lincah, Kura-kura kakek warung tenang, atau Pak Beruang pembeli ramah).
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan contoh pengamatan gestur konkret sebelum murid memainkan peran; bagi murid yang sudah lancar, diberikan tantangan memainkan transisi perubahan langsung antara kedua peran peran yang dipilih.
- Produk: Unjuk kerja memainkan peran dibedakan pada tingkat eksplorasi variasi gerak: murid yang membutuhkan bimbingan memainkan 1 variasi gerak per tokoh, sedangkan murid yang mahir memainkan 2-3 variasi gerak khas per tokoh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan diagnostik gerak karakter: murid diminta memperagakan ciri gerak tubuh 1 dari 3 karakter profesi sehari-hari (Petani lelah mencangkul: punggung membungkuk bertumpu pada alat; Pedagang sayur keliling: berjalan cepat sambil melambaikan tangan; Petugas pos: langkah panjang tergesa-gesa membawa barang). Acuan ketercapaian: murid mampu menunjukkan minimal 1 ciri gerak khas fisik yang merepresentasikan profesi tersebut.
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat murid memainkan 2 ragam peran dalam cerita 'Kelinci dan Kura-Kura di Pasar Desa' (Kelinci pedagang buah, Kura-kura kakek penjaga warung, Pak Beruang pembeli). Indikator amatan: (1) Menampilkan ciri gerak tubuh khas tokoh berdasarkan hasil pengamatan; (2) Membedakan cara memainkan antara peran pertama dan peran kedua secara mandiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman demonstratif pose beku (freeze pose) di akhir sesi: murid memperagakan pose beku satu tokoh cerita. Kriteria penerimaan operasional: bentuk pose memperlihatkan ciri fisik tokoh yang sesuai dengan pengamatan (Acuan: Tokoh Kelinci berpose condong lincah/tergesa-gesa; Tokoh Kura-kura berpose bungkuk lamban/tenang; Tokoh Pak Beruang berpose tegap ramah/membawa barang).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja pemeranan ragam peran tokoh berdasarkan daftar periksa (checklist) kesesuaian gerak dengan pengamatan karakter
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memainkan ragam peran tokoh cerita berdasarkan pengamatan | Belum mampu memainkan ragam peran tokoh; gerak tubuh yang ditampilkan masih kaku dan belum mencerminkan ciri karakter dari hasil pengamatan walau telah diberi bimbingan guru. | Mampu memainkan 1 peran tokoh cerita dengan ciri gerak yang sesuai hasil pengamatan, namun belum mampu membedakan ciri gerak saat diminta memainkan peran tokoh kedua. | Mampu memainkan 2 ragam peran tokoh cerita secara bergantian dengan menunjukkan ciri gerak tubuh yang berbeda dan sesuai dengan hasil pengamatan karakter sehari-hari. | Mampu memainkan seluruh (3) peran tokoh cerita secara bergantian dengan perubahan gerak tubuh dan ekspresi karakter yang sangat jelas serta konsisten berdasarkan hasil pengamatan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan contoh pengamatan karakter sehari-hari mempermudah murid dalam memainkan peran tokoh dalam cerita sederhana?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi ragam peran yang berbeda tingkat energinya (lincah vs tenang)?
Murid:- Peran tokoh mana yang paling mudah atau menantang untuk aku mainkan dari cerita tadi?
- Pengamatan orang seperti apa di sekitarku yang paling membantuku saat menirukan gerak tokoh tadi?
Pertemuan 8 — Memainkan Ragam Peran Antartokoh dari Cerita Sederhana Berdasarkan Hasil Pengamatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.4 Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, serta memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memainkan ragam peran antartokoh dari cerita sederhana berdasar pengamatan ciri perilaku tokoh (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui permainan tebak tiruan gerak peran: guru menirukan cara jalan membungkuk lambat pedagang keliling lansia dan cara jalan tegap cepat polisi pamong praja, lalu meminta murid menyebutkan ciri gerak pengamatan yang membedakan kedua peran tersebut (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai 2 tokoh berpasangan dalam cerita sederhana adaptasi 'Persahabatan Kancil dan Kerbau Budiman' beserta kartu ciri peran hasil pengamatan: Peran 1 (Kancil Cerdik: langkah ringan melompat kecil, kepala menoleh lincah, selalu waspada) dan Peran 2 (Kerbau Budiman: langkah mantap lambat, punggung sedikit membungkuk berat, gerakan kepala tenang) (10 menit).
- Murid secara klasikal menirukan kedua ragam peran tersebut secara bergantian dengan memperhatikan perubahan ciri fisik dan gerak tubuh hasil pengamatan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan peran interaktif bertajuk 'Tukar Peran Kilat': pada putaran pertama, Murid A memainkan peran Kancil Cerdik dan Murid B memainkan peran Kerbau Budiman saat adegan bertemu di persimpangan jalan desa (15 menit).
- Ketika guru membunyikan lonceng penanda waktu, kedua murid dalam pasangan bertukar peran secara bergantian (Murid A berganti memainkan peran Kerbau Budiman dan Murid B memainkan peran Kancil Cerdik) dengan menerapkan kembali ciri gerak dan sikap peran yang diamati (15 menit).
- Setiap pasangan murid secara bergiliran tampil di area panggung kelas memainkan interaksi kedua peran tersebut selama 1–2 menit, sementara guru melakukan observasi ketercapaian memainkan ragam peran (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan merefleksikan perubahan sikap tubuh dan gerak yang mereka alami ketika harus berganti dari memerankan satu tokoh ke tokoh lainnya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa memainkan ragam peran memerlukan penyesuaian gerak dan sikap tubuh sesuai hasil pengamatan karakter tokoh (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap keberhasilan murid membedakan kedua peran secara fisik dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi daftar ciri gerak peran (langkah ringan/cepat vs. langkah lambat/berat) bagi murid yang membutuhkan panduan konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan aba-aba hitungan guru terlebih dahulu, sedangkan murid yang mahir langsung melakukan improvisasi transisi pertukaran peran tanpa jeda aba-aba.
- Produk: Bagi murid pemula cukup membedakan cara melangkah dan postur tubuh kedua peran; bagi murid mahir menampilkan variasi reaksi kontak antartokoh saat berganti peran.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan: Guru memperagakan gerak peran pedagang tua dan polisi, lalu meminta murid menyebutkan ciri perbedaan gerak tubuh kedua peran tersebut. Kriteria acuan penerimaan jawaban: Murid tepat menyebutkan minimal 2 ciri fisik teramati (pedagang: membungkuk/langkah lambat; polisi: tegap/langkah mantap).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat permainan peran berpasangan: Mengamati apakah murid mampu memainkan kedua ragam peran (Kancil Cerdik dan Kerbau Budiman) dengan membedakan ciri gerak tubuh sesuai bahan cerita adaptasi (acuan: Peran Kancil = langkah ringan lincah, pandangan aktif; Peran Kerbau = langkah berat perlahan, posisi bahu kokoh dan tenang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid menunjukkan kembali secara langsung satu perbedaan sikap tubuh antara peran Kancil dan peran Kerbau berdasarkan pengalaman latihan hari ini (kriteria acuan: peragaan postur lincah melompat kecil untuk Kancil vs postur lambat tegap/kokoh untuk Kerbau).
Formatif:- Observasi unjuk kerja memainkan ragam peran berpasangan menggunakan rubrik pengamatan ciri fisik dan sikap peran antartokoh.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan pengamatan | Belum mampu membedakan sikap tubuh atau gerak saat memainkan 2 peran tokoh (masih memainkan kedua peran dengan gerak tubuh diri sendiri yang sama tanpa ciri pembeda peran). | Mampu memainkan 1 peran tokoh dengan ciri gerak tubuh hasil pengamatan, namun belum menunjukkan perbedaan ciri gerak ketika beralih memainkan peran tokoh pasangannya. | Mampu memainkan kedua peran tokoh (Kancil dan Kerbau) dengan membedakan sikap tubuh dan gerak fisik masing-masing peran sesuai ciri pengamatan yang ditetapkan. | Mampu memainkan kedua peran tokoh secara konsisten dan menunjukkan peralihan ciri sikap tubuh serta gerak fisik secara jelas dan mandiri tanpa keraguan atau arahan berulang. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pertukaran peran berpasangan cukup memberikan kesempatan bagi setiap murid memainkan kedua karakter?
- Bagian instruksi mana yang perlu disederhanakan agar murid lebih cepat menyesuaikan perubahan gerak fisik antartokoh?
Murid:- Peran tokoh mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu mainkan hari ini?
- Ciri gerak tubuh apa yang paling membantumu merasakan perbedaan antara kedua tokoh tersebut?
Pertemuan 9 — Memerankan Lakon secara Berkelompok Berdasarkan Minat, Pengamatan, dan Pengalaman dalam Latihan Utuh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.5 Memerankan lakon secara berkelompok berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalaman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan latihan utuh (run-through) untuk memerankan lakon cerita adaptasi secara berkelompok berdasarkan minat peran, pengamatan karakter, dan pengalaman kelompok (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru meminta setiap kelompok menyebutkan secara lisan kesiapan 3 komponen latihan utuh mereka: (1) urutan adegan yang dimainkan (babak awal, tengah, akhir), (2) pembagian peran seluruh anggota berdasarkan minat, dan (3) satu ciri khas perilaku tokoh hasil pengamatan/pengalaman yang diterapkan pada peran masing-masing. Guru mencatat kesiapan kelompok (kriteria siap: menyebutkan lengkap ketiga komponen tersebut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama kelompoknya menyimak arahan pemodelan singkat dari guru mengenai alur latihan utuh (run-through) lakon teater tanpa jeda buatan, di mana murid memerankan lakon kelompok secara terpadu sesuai urutan peristiwa adaptasi yang disepakati (5 menit).
- Dalam kelompok kerja masing-masing (4-5 murid), murid melakukan tinjauan naskah alur dan menyelaraskan peralihan peran antarbabak berdasarkan pengalaman latihan sebelumnya agar setiap anggota memahami saat giliran memerankan tokohnya (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok memainkan permainan pemanasan peran menggembirakan 'Estafet Karakter Bergerak': secara bergiliran dalam lingkaran kelompok, satu murid memerankan satu aksi khas tokohnya selama 5 detik berdasarkan pengamatan/pengalamannya, disambut tawa dan tiruan serentak oleh anggota lain sebelum beralih ke murid berikutnya (6 menit).
- Murid dalam kelompok menjalankan latihan utuh (gladi kotor) babak pertama dan kedua dari lakon adaptasi mereka secara mandiri, memainkan tokoh masing-masing berdasarkan minat dan hasil pengamatan tanpa terhenti di tengah adegan (15 menit).
- Murid dalam kelompok melanjutkan latihan utuh untuk adegan puncak (klimaks) dan penyelesaian lakon adaptasi, memastikan seluruh peran anggota kelompok saling terhubung dalam jalinan cerita yang utuh (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling memberikan catatan refleksi internal antaranggotanya mengenai kelancaran memerankan lakon secara berkelompok: bagian adegan mana yang sudah mengalir selaras dan bagian peran mana yang masih membutuhkan penguatan keselarasan gerak-dialog (7 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif secara menyeluruh terhadap kedisiplinan alur pemeranan lakon kelompok dan penerapan kebiasaan tokoh berdasarkan pengamatan yang telah dimunculkan selama latihan utuh (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kerja sama dalam mempertahankan keutuhan cerita saat memainkan peran berkelompok, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang memerlukan bimbingan menggunakan panduan lembar urutan adegan ringkas (babak awal-tengah-akhir), sedangkan kelompok yang sudah lancar berlatih langsung mengalirkan naskah adaptasi tanpa melihat lembar panduan.
- Proses: Guru mendampingi secara intensif kelompok yang masih mengalami kendala transisi antartokoh dalam lakon, sedangkan kelompok yang mandiri melakukan latihan mandiri penuh dengan simulasi penonton kelompok kecil.
- Produk: Kelompok menyajikan hasil latihan utuh lakon adaptasi sesuai tingkat kesiapan: minimal 3 adegan berurutan dengan penokohan konsisten sesuai minat dan pengamatan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan kelompok di awal pertemuan: Guru mengecek kesiapan kelompok dengan meminta perwakilan menyebutkan 3 hal: (1) alur 3 babak lakon yang akan dimainkan, (2) pemeran tiap tokoh sesuai minat anggota, dan (3) satu tindakan khas tokoh dari hasil pengamatan yang akan ditampilkan. Kriteria ketercapaian diagnostik: kelompok dinyatakan siap penuh jika mampu menyebutkan ketiga komponen tersebut secara runtut; jika kurang dari 3 komponen, guru memberikan waktu 2 menit pendampingan penyelarasan alur.
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam memerankan lakon secara berkelompok sepanjang latihan utuh adegan 1 hingga adegan penyelesaian, dinilai berdasarkan konsistensi pemeranan peran sesuai minat/pengamatan dan keterpaduan lakon kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek reflektif akhir latihan utuh: Setiap kelompok menyampaikan 1 capaian keberhasilan dalam memerankan lakon secara utuh dan 1 penyesuaian peran antartokoh yang disepakati untuk pemantapan pementasan berikutnya (kriteria: memuat aspek pemeranan diri dan keterpaduan tim).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pemeranan lakon kelompok saat latihan utuh menggunakan lembar amatan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memerankan lakon secara berkelompok berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalaman | Memerankan tokoh dalam lakon kelompok hanya pada sebagian kecil adegan dengan bantuan penuh guru, serta belum memperlihatkan ciri tokoh hasil pengamatan/pengalaman. | Memerankan tokoh dalam lakon kelompok pada sebagian babak alur cerita dengan beberapa jeda keraguan, serta mulai memunculkan perilaku peran berdasarkan minat/pengamatan dengan sesekali arahan guru. | Memerankan lakon secara berkelompok dari babak awal hingga akhir secara runtut, konsisten menampilkan karakter tokoh berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalaman secara mandiri. | Memerankan lakon secara berkelompok secara utuh, runtut, dan mengalir lancar dari awal hingga akhir, secara konsisten serta luwes mengekspresikan karakter peran berdasarkan pengamatan mendalam dan pengalaman nyata tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan utuh 70 menit mencukupi bagi setiap kelompok untuk memerankan lakon adaptasi dari awal hingga akhir?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat memerankan peran yang dipilih berdasarkan minat dan hasil pengamatan mereka?
Murid:- Bagian adegan lakon mana yang paling lancar kamu perankan bersama kelompokmu hari ini?
- Tantangan apa yang kamu rasakan saat menyelaraskan peranmu dengan peran teman lain selama latihan utuh?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.4.1 Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana yang diadaptasi
- TP 5.4.2 Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi cerita adaptasi
- TP 5.4.3 Mengidentifikasi properti sederhana berdasarkan cerita yang akan dimainkan
- TP 5.4.4 Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
- TP 5.4.5 Memerankan lakon secara berkelompok berdasarkan minat, pengamatan, dan pengalaman
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran 28 murid yang telah terbagi rapi ke dalam 6 kelompok kerja adaptasi lakon (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 4, aturan waktu, serta alur pementasan unjuk kerja lakon dan verifikasi identifikasi properti kelompok secara tertib (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok masing-masing menyimak penjelasan guru mengenai pengisian lembar daftar identifikasi properti sederhana dan rubrik unjuk kerja lakon adaptasi (5 menit).
- Murid menerima lembar daftar identifikasi properti dan memastikan pembagian peran serta urutan tampil 6 kelompok telah dipahami tanpa keraguan teknis (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Setiap kelompok secara serentak mengerjakan Tugas 1: mengisi lembar daftar identifikasi properti sederhana yang relevan dengan adegan lakon adaptasi masing-masing (memuat nama properti tokoh, fungsi adegan, serta pemilahan properti latar/tokoh yang valid dan menghindari benda pengalih yang tidak relevan dengan lakon) (15 menit).
- Kelompok 1 dan Kelompok 2 secara bergiliran melaksanakan Tugas 2: mengawali pementasan dengan penyampaian lisan pendapat perwakilan kelompok tentang penokohan dan perwatakan cerita adaptasi (2 menit per kelompok), dilanjutkan pementasan lakon adaptasi kelompok yang menampilkan ragam peran, hasil pengamatan karakter, serta improvisasi aksi-reaksi antartokoh (10 menit per kelompok) (15 menit).
- Kelompok 3 dan Kelompok 4 secara bergiliran melaksanakan Tugas 2: penyampaian lisan analisis penokohan/perwatakan (2 menit per kelompok) dan pementasan lakon adaptasi kelompok dengan improvisasi aksi-reaksi serta ragam peran (10 menit per kelompok) (24 menit).
- Kelompok 5 dan Kelompok 6 secara bergiliran melaksanakan Tugas 2: penyampaian lisan analisis penokohan/perwatakan (2 menit per kelompok) dan pementasan lakon adaptasi kelompok dengan improvisasi aksi-reaksi serta ragam peran (10 menit per kelompok) (24 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Semua murid secara tenang mengumpulkan artefak lembar identifikasi properti dan menyimak umpan balik umum dari guru mengenai kedisiplinan pementasan serta kesiapan karya adaptasi seluruh kelompok (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas dedikasi dan kerja sama seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran dan unjuk kerja Bab 4 Mengadaptasi Cerita (2 menit).
- Guru memandu doa penutup dan mengakhiri sesi sumatif bab dengan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks panduan teknis asesmen dan lembar identifikasi properti disediakan dengan ukuran huruf yang jelas dan terbaca oleh seluruh anggota kelompok tanpa mengubah tuntutan kompetensi.
- Proses: Akomodasi akses: kelompok dengan anggota yang memerlukan dukungan mobilitas diberikan fleksibilitas dalam pengaturan tata letak area pementasan panggung mini kelas.
- Produk: Akomodasi akses: penyampaian lisan pendapat penokohan dapat dibawakan oleh perwakilan juru bicara yang ditunjuk kelompok atau secara bergantian antaranggotanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen sumatif: Guru memeriksa kelengkapan naskah adaptasi kelompok, daftar nama pemeran, serta artefak properti sederhana yang dibawa kelompok sebelum pemanggilan urutan pementasan.
Proses:- Observasi keterlibatan dan kepatuhan waktu saat pengerjaan serentak lembar identifikasi properti sederhana kelompok (25 menit alokasi penugasan terpadu).
Sumatif Bab:- Unjuk kerja pementasan lakon kelompok terpadu dan penugasan identifikasi properti: Dokumentasi daftar identifikasi properti kelompok serta lembar observasi pementasan lakon adaptasi kelompok yang memuat analisis lisan karakter/perwatakan, improvisasi aksi-reaksi, dan penghayatan peran
- penugasan tertulis: Lembar daftar identifikasi properti sederhana yang relevan dengan adegan lakon adaptasi, dikerjakan secara serentak per kelompok (5-6 kelompok dalam satu kelas) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar cek kelengkapan dan kesesuaian properti cerita)
- unjuk kerja: Penampilan lakon kelompok berdurasi 10-12 menit per kelompok yang diawali penyampaian lisan pendapat tentang penokohan/perwatakan cerita adaptasi (2 menit), dilanjutkan pementasan lakon kelompok yang menampilkan ragam peran, hasil pengamatan karakter, serta improvisasi aksi-reaksi spontan antartokoh (8-10 menit per kelompok x 6 kelompok = 60-72 menit, muat untuk 28 murid yang terbagi dalam 6 kelompok) (80 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemeranan lakon kelompok dan analisis lisan penokohan)
Sumatif:- Unjuk kerja pementasan lakon kelompok terpadu dan penugasan identifikasi properti: Dokumentasi daftar identifikasi properti kelompok serta lembar observasi pementasan lakon adaptasi kelompok yang memuat analisis lisan karakter/perwatakan, improvisasi aksi-reaksi, dan penghayatan peran
- penugasan tertulis: Lembar daftar identifikasi properti sederhana yang relevan dengan adegan lakon adaptasi, dikerjakan secara serentak per kelompok (5-6 kelompok dalam satu kelas) (25 menit; kelompok; instrumen: lembar cek kelengkapan dan kesesuaian properti cerita)
- unjuk kerja: Penampilan lakon kelompok berdurasi 10-12 menit per kelompok yang diawali penyampaian lisan pendapat tentang penokohan/perwatakan cerita adaptasi (2 menit), dilanjutkan pementasan lakon kelompok yang menampilkan ragam peran, hasil pengamatan karakter, serta improvisasi aksi-reaksi spontan antartokoh (8-10 menit per kelompok x 6 kelompok = 60-72 menit, muat untuk 28 murid yang terbagi dalam 6 kelompok) (80 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemeranan lakon kelompok dan analisis lisan penokohan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Properti Sederhana (TP 5.4.3) | Kelompok mengidentifikasi kurang dari 2 properti sederhana yang tepat, atau mencantumkan 3 atau lebih barang pengalih yang tidak relevan dengan cerita adaptasi. | Kelompok mengidentifikasi 2-3 properti sederhana yang relevan dengan adegan lakon, namun masih menyertakan 1-2 barang pengalih yang tidak mendukung adegan. | Kelompok tepat mengidentifikasi minimal 4 properti sederhana yang relevan dengan adegan (properti tokoh utama dan latar) tanpa memasukkan barang pengalih. | Kelompok tepat mengidentifikasi 5 atau lebih properti sederhana secara lengkap mencakup properti tokoh dan latar beserta fungsi adegannya secara tepat tanpa barang pengalih (Daftar acuan properti valid: tongkat tokoh/caping/keranjang/surat/selendang; daftar pengalih tidak relevan: bola sepak, helm motor, botol parfum modern, raket). | | Penyampaian Pendapat Penokohan dan Perwatakan (TP 5.4.1) | Kelompok menyampaikan pendapat tentang penokohan secara tidak jelas atau keliru mendeskripsikan sifat tokoh utama dan tokoh pendukung cerita adaptasi. | Kelompok menyampaikan pendapat tentang tokoh utama saja secara sederhana tanpa menjelaskan perwatakan tokoh pendukung cerita adaptasi. | Kelompok menyampaikan pendapat tentang penokohan dan perwatakan minimal 2 tokoh cerita adaptasi (protagonis dan antagonis/pendukung) dengan alasan yang logis. | Kelompok menyampaikan pendapat secara komprehensif tentang penokohan dan perwatakan seluruh tokoh (utama dan pendukung) cerita adaptasi disertai alasan keterkaitannya dengan jalan cerita. | | Improvisasi Permainan Peran Aksi dan Reaksi (TP 5.4.2) | Pemeran pasif, dialog terhenti saat ada perubahan dialog teman, serta tidak menunjukkan aksi maupun reaksi yang responsif terhadap situasi adegan. | Pemeran menunjukkan reaksi spontan sederhana sesekali, namun masih canggung dan kaku saat merespons aksi spontan mitra main. | Pemeran konsisten merespons aksi mitra main dengan dialog atau gerak improvisasi yang relevan dalam menjaga kelancaran alur cerita adaptasi. | Pemeran sangat tanggap dan luwes melakukan improvisasi aksi-reaksi yang memperkaya elaborasi konflik cerita adaptasi secara harmonis antartokoh. | | Memainkan Ragam Peran dari Hasil Pengamatan (TP 5.4.4) | Pemeran membawakan peran tanpa ciri khas karakter dan belum memperlihatkan gestur atau cara bertutur hasil pengamatan perilaku sehari-hari. | Pemeran menampilkan gestur atau cara bertutur tokoh namun belum stabil, kerap kembali ke kebiasaan diri sendiri di tengah adegan. | Pemeran konsisten memainkan ragam peran sesuai ciri khas fisik dan kebiasaan karakter hasil pengamatan dari awal hingga akhir lakon. | Pemeran menghidupkan ragam peran dengan detail kebiasaan, gaya bicara, dan ekspresi karakter yang meyakinkan berdasarkan hasil pengamatan mendalam. | | Pemeranan Lakon secara Berkelompok (TP 5.4.5) | Kelompok belum mampu menuntaskan alur cerita lakon adaptasi secara utuh dan terjadi jeda kekosongan panggung yang lama. | Kelompok menuntaskan lakon sederhana namun koordinasi peralihan babak masih terputus-putus dan keterlibatan anggota belum merata. | Kelompok memerankan lakon secara utuh dari awal sampai akhir dengan pembagian peran yang teratur dan kerja sama tim yang solid. | Kelompok menampilkan pertunjukan lakon adaptasi yang utuh, dinamis, mengalir runtut, dan mencerminkan minat serta penghayatan pengalaman yang berdampak kuat bagi penonton. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok memperoleh alokasi waktu yang adil dan memadai untuk menunjukkan kompetensi penokohan, improvisasi, dan pemeranan utuh?
- Bagaimana efektivitas rubrik observasi dan lembar identifikasi properti dalam memotret ketercapaian kelima Tujuan Pembelajaran pada Bab 4 ini?
Murid:- Bagian mana dari pementasan lakon kelompok kami hari ini yang paling berhasil menunjukkan watak tokoh hasil adaptasi?
- Pengalaman berharga apa yang saya dapatkan selama bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan mementaskan lakon teater ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, Edisi Revisi).
- Teks fabel adaptasi sederhana 'Kelinci Cepat dan Kura-Kura Santai di Lapangan Sekolah'.
- Tiga lembar kartu aksi penokohan cerita adaptasi.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Lembar Teks Cerita Adaptasi Sederhana ('Si Malin Zaman Sekarang' dan 'Bawang Merah & Bawang Putih Versi Sekolah').
- Kartu kata sifat perwatakan (Sabar, Sombong, Penolong, Pemarah, Bijaksana).
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kartu situasi tantangan aksi-reaksi improvisasi cerita adaptasi.
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk bergerak.
- Buku Panduan Guru Seni Teater Kelas V SD (Kemendikbudristek RI, Edisi Revisi)
- Teks ringkasan ide adaptasi cerita rakyat 'Bawang Merah Bawang Putih versi Lingkungan Sekolah'
- Kartu petunjuk skenario improvisasi adegan
- Buku Panduan Guru Seni Teater SD Kelas V (Edisi Revisi), Bab IV 'Mengadaptasi Cerita'
- Contoh lembar daftar properti kelompok (LKPD)
- Bahan bacaan naskah cerita adaptasi sederhana yang disusun murid/guru
- Contoh ragam benda sederhana di kelas/lingkungan sekolah (kardus bekas, botol, kain, kertas koran)
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab IV: Mengadaptasi Cerita, Kegiatan 3 (Halaman 223-225).
- Naskah draf adaptasi cerita sederhana yang telah disusun masing-masing kelompok pada pertemuan sebelumnya.
- Lembar Kerja Murid (LKPD): Tabel Setting Panggung dan Daftar Properti Panggung (Tabel 4.5 Buku Guru).
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) Kemendikbudristek
- Naskah/ringkasan cerita adaptasi sederhana 'Kelinci dan Kura-Kura di Pasar Desa'
- Alat bantu ritme gerak (rebana/alat ketuk sederhana)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V.
- Kartu deskripsi ciri peran tokoh 'Kancil Cerdik' dan 'Kerbau Budiman'.
- Lonceng/peluit penanda alih peran.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) Kemendikbudristek 2023
- Naskah/alur cerita adaptasi sederhana yang disusun oleh masing-masing kelompok
- Panggung/area ruang kelas yang ditata sebagai area pentas latihan
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Ruang kelas/panggung mini kelas yang ditata untuk area bermain peran
- Lembar Instrumen Asesmen Sumatif: Lembar Identifikasi Properti dan Format Penilaian Observasi Unjuk Kerja Lakon
- Properti sederhana buatan murid/benda sekitar (tongkat kayu, selendang kain, caping, keranjang, surat)
|