Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Monolog Karakterku (Bagian 1): Menulis Naskah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Monolog Karakterku (Bagian 1): Menulis Naskah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Monolog Karakterku (Bagian 1): Menulis Naskah

Seni Teater - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Monolog Karakterku (Bagian 1): Menulis Naskah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMonolog Karakterku (Bagian 1): Menulis Naskah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menulis monolog sederhana untuk karakter yang dikembangkan, dengan struktur alur cerita yang jelas
  2. Murid mampu mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam naskah monolog (tokoh, latar, konflik, dan penyelesaian)
  3. Murid mampu mengekspresikan pemikiran dan emosi karakter melalui tulisan dialog yang autentik

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang akan dikatakan karaktermu jika dia sedang sendirian dan menceritakan masalahnya?
  2. Bagaimana caranya agar orang yang mendengar monologmu bisa merasakan emosi karaktermu?
  3. Apa perbedaan antara berbicara biasa dengan berbicara dalam monolog?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang pernah mendengar kata monolog? Apa yang kalian bayangkan?'
  • Guru menayangkan video singkat contoh penampilan monolog (3-5 menit) untuk membangun konteks
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menulis naskah monolog untuk karakter yang telah kalian kembangkan sebelumnya
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan pengertian monolog: pertunjukan teater yang diperankan oleh satu orang yang berbicara sendirian, mengungkapkan pikiran dan perasaan karakternya
  • Guru menjelaskan struktur alur cerita sederhana dalam monolog: pembukaan (pengenalan situasi), tengah (konflik/masalah), dan penutup (penyelesaian atau refleksi karakter)
  • Murid membaca bahan bacaan tentang monolog dari buku siswa dan mengidentifikasi ciri-ciri monolog yang baik
  • Guru menunjukkan contoh naskah monolog sederhana dan mengajak murid menganalisis bagian-bagiannya: siapa tokohnya, apa masalahnya, di mana kejadiannya, bagaimana perasaan tokoh
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk berbagi pemahaman tentang elemen-elemen monolog
  • Guru memfasilitasi tanya jawab untuk memastikan pemahaman murid tentang konsep monolog dan strukturnya

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengambil lembar profil karakter yang telah mereka isi pada pertemuan sebelumnya
  • Guru membagikan Lembar Kerja Monolog Karakterku dan menjelaskan panduan pengisiannya
  • Murid secara mandiri menentukan situasi atau peristiwa yang akan diceritakan oleh karakternya dalam monolog (misalnya: saat karakter menghadapi masalah, membuat keputusan penting, atau merefleksikan pengalaman)
  • Murid mulai menulis draf naskah monolog dengan struktur: pembukaan (karakter mengenalkan situasi), tengah (karakter menceritakan konflik/masalahnya), dan penutup (karakter menyampaikan penyelesaian atau refleksinya)
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, membantu murid yang kesulitan dengan pertanyaan arahan seperti: 'Apa yang sedang dirasakan karaktermu?', 'Mengapa dia merasa seperti itu?', 'Apa yang ingin dia katakan?'
  • Murid menulis minimal 1 halaman naskah monolog (sekitar 8-12 kalimat) yang menunjukkan alur jelas dan emosi karakter
  • Murid yang sudah selesai dapat membaca ulang dan memperbaiki tulisannya, memastikan dialog terdengar natural seperti cara bicara karakternya

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diminta untuk membaca kembali naskah monolog yang telah mereka tulis dalam hati
  • Beberapa murid (3-5 orang) secara sukarela membacakan cuplikan monolog mereka di depan kelas
  • Setelah setiap pembacaan, murid lain memberikan apresiasi dan tanggapan: apa yang menarik dari monolog tersebut, emosi apa yang terasa, bagian mana yang paling berkesan
  • Guru memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan dengan fokus pada kejelasan alur dan kesesuaian dengan karakter
  • Murid secara individu merefleksikan proses menulis mereka dengan menjawab pertanyaan refleksi di lembar kerja: 'Apa yang paling sulit saat menulis monolog?', 'Apa yang kamu pelajari tentang karaktermu hari ini?', 'Bagian mana dari monologmu yang paling kamu sukai?'
  • Guru mengajak murid merefleksikan pentingnya memahami karakter secara mendalam agar bisa menulis dialog yang autentik dan menyentuh

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: monolog adalah pertunjukan satu orang yang mengungkapkan pikiran dan perasaan karakter dengan struktur alur yang jelas
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu hal yang masih ingin mereka perbaiki dari naskah mereka
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha mereka menulis monolog
  • Guru menginformasikan rencana pertemuan berikutnya: murid akan merevisi dan mempraktikkan monolog mereka
  • Guru meminta murid membawa naskah monolog yang telah ditulis untuk pertemuan selanjutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memiliki profil karakter lengkap dapat menggunakan karakter sederhana dari kehidupan sehari-hari (teman, keluarga, atau tokoh kesukaan). Murid yang sudah mahir dapat mengeksplorasi konflik yang lebih kompleks atau menambahkan dialog batin karakter.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat bekerja berpasangan atau mendapat scaffolding tambahan dari guru (template kalimat pembuka, pertanyaan pemandu tiap bagian alur). Murid yang cepat dapat diminta menulis versi lebih panjang atau membuat dua alternatif penyelesaian untuk karakternya.
  • Produk: Murid dapat memilih format penyampaian yang sesuai: menulis tangan di lembar kerja, mengetik di komputer, atau merekam audio ide mereka terlebih dahulu sebelum menuliskan. Panjang naskah disesuaikan: minimal 8 kalimat untuk murid yang membutuhkan dukungan, hingga 1-2 halaman untuk yang sudah mahir.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah mendengar kata monolog? Apa yang kalian bayangkan?'
  • Mengamati respons murid saat menonton video contoh monolog untuk mengukur pengetahuan awal mereka

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok tentang elemen monolog
  • Mengamati proses menulis naskah: apakah murid dapat mengembangkan ide, mengikuti struktur alur, dan mengekspresikan emosi karakter
  • Memberikan umpan balik langsung saat berkeliling membimbing murid yang menulis
  • Mendengarkan dan mencatat kualitas pembacaan cuplikan monolog oleh beberapa murid

Akhir:

  • Menilai naskah monolog yang telah diselesaikan menggunakan rubrik dengan aspek: struktur alur cerita, kesesuaian dengan karakter, kejelasan dan keaslian dialog
  • Membaca dan menilai refleksi tertulis murid: satu hal baru yang dipelajari dan satu hal yang ingin diperbaiki
  • Dokumentasi karya murid untuk portofolio

Formatif:

  • Observasi saat murid menganalisis contoh monolog dan berdiskusi kelompok
  • Pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman tentang struktur monolog
  • Monitoring proses menulis naskah dengan berkeliling dan memberikan umpan balik langsung
  • Penilaian sejawat saat murid memberikan tanggapan terhadap pembacaan monolog teman

Sumatif:

  • Penilaian naskah monolog yang telah ditulis menggunakan rubrik (struktur alur, kesesuaian karakter, kejelasan dialog)
  • Refleksi tertulis murid tentang proses dan hasil belajar mereka

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Struktur Alur CeritaNaskah monolog tidak memiliki struktur yang jelas, hanya berisi kalimat acak tanpa pembukaan, tengah, atau penutupNaskah monolog memiliki 1-2 bagian dari struktur (misalnya hanya pembukaan dan tengah), tetapi alurnya kurang jelas atau terputus-putusNaskah monolog memiliki struktur lengkap (pembukaan, tengah, penutup) dengan alur yang cukup jelas, meskipun transisi antar bagian masih kakuNaskah monolog memiliki struktur lengkap dengan alur cerita yang jelas dan lancar, transisi antar bagian natural, serta ada penyelesaian atau refleksi yang bermakna
Kesesuaian dengan KarakterDialog dalam monolog tidak sesuai dengan profil karakter yang telah dibuat, terasa seperti bukan suara karakternyaDialog menunjukkan sedikit ciri karakter, tetapi banyak bagian yang tidak konsisten atau tidak sesuai dengan kepribadian karakterDialog cukup sesuai dengan profil karakter, menunjukkan kepribadian dan cara bicara karakter dengan konsisten di sebagian besar naskahDialog sangat sesuai dan autentik dengan profil karakter, mencerminkan kepribadian, emosi, dan cara bicara khas karakter secara konsisten di seluruh naskah
Kejelasan dan Keaslian DialogDialog sulit dipahami, kalimat tidak lengkap atau membingungkan, tidak terasa seperti ucapan naturalDialog cukup dipahami tetapi masih kaku atau terlalu formal, belum terasa seperti cara bicara yang naturalDialog jelas dan mudah dipahami, cukup natural tetapi ada beberapa bagian yang masih terasa dipaksakanDialog sangat jelas, natural, dan mengalir seperti ucapan spontan, mudah dipahami dan mampu mengkomunikasikan emosi karakter dengan baik
Ekspresi Emosi dan Pikiran KarakterMonolog tidak menunjukkan emosi atau pikiran karakter, terasa datar dan tanpa perasaanMonolog menunjukkan sedikit emosi atau pikiran karakter, tetapi masih sangat terbatas dan kurang terasaMonolog menunjukkan emosi dan pikiran karakter dengan cukup jelas, pembaca/pendengar dapat merasakan apa yang dirasakan karakterMonolog mengekspresikan emosi dan pikiran karakter dengan sangat jelas dan mendalam, mampu membuat pembaca/pendengar benar-benar memahami dan berempati dengan karakter

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Berapa persen murid yang berhasil menulis monolog dengan struktur alur yang jelas?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif membantu murid memahami konsep monolog?
  • Murid mana yang membutuhkan bimbingan tambahan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu yang dialokasikan cukup untuk murid menulis naskah monolog? Perlu penyesuaian di pertemuan selanjutnya?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling berhasil memfasilitasi keberagaman kemampuan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling sulit saat menulis monolog untuk karaktermu?
  • Apa yang kamu pelajari tentang karaktermu hari ini?
  • Bagian mana dari monologmu yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Apa yang ingin kamu perbaiki dari naskah monologmu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menulis monolog pertamamu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) - Bab 3
  2. Buku Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) - Halaman 174
  3. Video contoh penampilan monolog sederhana (durasi 3-5 menit)
  4. Lembar Profil Karakter (yang telah diisi murid di pertemuan sebelumnya)
  5. Lembar Kerja Monolog Karakterku
  6. Contoh naskah monolog sederhana (disiapkan guru)
  7. Laptop dan proyektor untuk menayangkan video
  8. Kertas dan alat tulis untuk menulis naskah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.