Modul AjarPertemuan 8Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Latihan Adegan Berkelompok

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Latihan Adegan Berkelompok". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Latihan Adegan Berkelompok

Seni Teater - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Latihan Adegan Berkelompok

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikLatihan Adegan Berkelompok
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memerankan lakon secara berkelompok dengan menunjukkan karakter tokoh berdasarkan pengamatan dan pengalaman
  2. Murid mampu berkolaborasi dengan anggota kelompok dalam menyusun dan mementaskan adegan sederhana
  3. Murid mampu memberikan dampak positif melalui peran yang dimainkan dalam kelompok

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bermain peran bersama teman? Bagaimana rasanya?
  2. Apa yang membuat sebuah adegan teater menarik untuk ditonton?
  3. Bagaimana cara kalian bekerja sama agar adegan kelompok berjalan lancar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bermain peran secara berkelompok
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memerankan lakon berkelompok berdasarkan pengamatan dan pengalaman
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Guru melakukan pemanasan fisik ringan: peregangan tubuh dan vokal bersama-sama

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pentingnya kolaborasi dalam adegan berkelompok dan elemen-elemen adegan (tokoh, konflik, setting)
  • Murid mengamati contoh video atau demonstrasi guru tentang adegan kelompok sederhana (2-3 menit)
  • Murid berdiskusi dalam kelompok (4-5 orang) untuk mengidentifikasi peran masing-masing anggota dalam adegan yang diamati
  • Guru membimbing murid memahami bahwa setiap peran penting dan saling mendukung dalam adegan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok memilih satu situasi sederhana dari kehidupan sehari-hari (misal: di pasar, di sekolah, di taman bermain) berdasarkan minat dan pengamatan mereka
  • Murid dalam kelompok mendiskusikan dan membagi peran: siapa menjadi apa, karakter seperti apa, dan alur cerita singkat
  • Murid melakukan latihan improvisasi adegan selama 10 menit dengan bimbingan guru yang berkeliling
  • Guru memberikan umpan balik singkat tentang kerja sama dan karakter yang dimunculkan
  • Setiap kelompok mementaskan adegan hasil latihan mereka di depan kelompok lain (3-4 menit per kelompok)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, murid duduk melingkar dan diminta merefleksikan pengalaman mereka
  • Guru memfasilitasi diskusi: Apa yang mudah dan sulit saat berkolaborasi? Bagaimana rasanya memerankan tokoh berdasarkan pengamatan?
  • Murid saling memberikan apresiasi positif terhadap penampilan kelompok lain
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan tentang pembelajaran hari ini

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: pentingnya kolaborasi dan kreativitas dalam adegan berkelompok
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan mengamati penampilan dan refleksi murid
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap usaha dan kreativitas setiap kelompok
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah mahir, dapat memilih situasi yang lebih kompleks dengan lebih banyak tokoh. Untuk murid yang membutuhkan dukungan, guru menyediakan pilihan situasi yang lebih sederhana dan familiar
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung menyusun alur cerita, sementara murid yang membutuhkan waktu lebih mendapat scaffolding berupa pertanyaan pemandu dari guru
  • Produk: Murid dapat memilih cara mementaskan: dengan dialog improvisasi penuh atau dengan dialog sederhana yang sudah disepakati bersama

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid bermain peran berkelompok sebelumnya
  • Identifikasi tingkat kesiapan murid dalam bekerja sama

Proses:

  • Observasi kerja sama dan pembagian peran dalam kelompok
  • Pengamatan kreativitas murid dalam menyusun karakter dan alur adegan
  • Catatan kemampuan improvisasi dan komunikasi antar anggota kelompok

Akhir:

  • Penilaian penampilan adegan kelompok dengan rubrik (kolaborasi, kreativitas karakter, kejelasan peran)
  • Refleksi tertulis murid tentang proses dan hasil pembelajaran
  • Umpan balik dari teman sebaya (peer assessment) secara lisan

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok dan latihan improvisasi
  • Tanya jawab saat proses memahami dan mengaplikasi
  • Catatan anekdot tentang kolaborasi dan kreativitas murid

Sumatif:

  • Penilaian penampilan adegan kelompok menggunakan rubrik
  • Refleksi tertulis murid tentang pengalaman memerankan lakon berkelompok

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kolaborasi dalam kelompokMurid belum mampu bekerja sama, cenderung bekerja sendiri atau mengganggu anggota lainMurid mulai bekerja sama namun masih memerlukan banyak bimbingan dan belum konsistenMurid mampu bekerja sama dengan baik, mendengarkan ide teman, dan berkontribusi dalam kelompokMurid aktif berkolaborasi, menginisiasi ide, membantu teman, dan memastikan semua anggota terlibat
Kreativitas karakter berdasarkan pengamatanKarakter yang dimainkan tidak jelas dan tidak menunjukkan hasil pengamatanKarakter mulai terlihat namun masih sangat sederhana dan kurang detailKarakter cukup jelas dengan detail hasil pengamatan seperti gerak atau cara bicara yang khasKarakter sangat jelas, detail, dan menunjukkan hasil pengamatan mendalam yang kreatif dan meyakinkan
Kejelasan peran dalam adeganPeran tidak jelas, murid terlihat bingung atau tidak mengikuti alurPeran mulai terlihat namun eksekusinya masih ragu-ragu dan kurang konsistenPeran jelas dan konsisten sepanjang adegan, mudah dipahami penontonPeran sangat jelas, ekspresif, dan memberikan dampak kuat terhadap keseluruhan adegan
Komunikasi dalam adeganMurid tidak mampu berkomunikasi dengan anggota kelompok, dialog tidak terhubungKomunikasi ada namun masih terputus-putus dan kurang responsif terhadap lawan mainKomunikasi lancar, responsif terhadap lawan main, dialog mengalir dengan baikKomunikasi sangat baik, natural, responsif, dan menunjukkan aksi-reaksi yang dinamis

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kelompok? Strategi apa yang perlu saya tambahkan?
  • Bagaimana efektivitas pembagian kelompok? Apakah ada yang perlu disesuaikan?
  • Apakah waktu yang dialokasikan cukup untuk setiap tahap pembelajaran?
  • Apa tantangan yang muncul saat murid berkolaborasi dan bagaimana saya bisa memfasilitasi lebih baik?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan saat latihan adegan berkelompok hari ini?
  • Apa tantangan yang kamu hadapi saat bekerja sama dengan teman kelompokmu?
  • Bagaimana perasaanmu saat memerankan tokoh di depan teman-teman?
  • Apa yang ingin kamu perbaiki untuk penampilan kelompokmu di lain waktu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka
  2. Video contoh adegan sederhana (dapat dari YouTube atau arsip guru)
  3. Ruang kelas atau aula untuk area bermain peran
  4. Alat tulis untuk refleksi murid
  5. Properti sederhana sesuai kebutuhan (opsional, dapat dari barang di sekitar)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.