MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 5 (Fase C) Topik: Menyusun Adegan Sederhana INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Menyusun Adegan Sederhana |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mengenal dan memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
- Murid mampu mengidentifikasi properti sederhana berdasarkan cerita yang akan dimainkan
- Murid mampu menyusun adegan sederhana secara berkelompok dengan alur yang jelas
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja yang kalian lihat ketika menonton pertunjukan teater atau drama di televisi?
- Benda-benda apa saja yang digunakan oleh pemain untuk mendukung perannya?
- Bagaimana cara menyusun cerita sederhana menjadi adegan yang menarik?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid menonton pertunjukan teater atau drama
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menyusun adegan sederhana dengan mengenal peran dan properti
- Guru menampilkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid mengamati video singkat atau contoh adegan sederhana yang dibawakan guru
- Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mengidentifikasi: tokoh dalam adegan, sifat tokoh, dan properti yang digunakan
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya secara singkat
- Guru memberikan penguatan tentang konsep peran (tokoh dan karakternya) serta properti sederhana dalam teater
- Murid mencatat poin-poin penting tentang cara mengenal peran dan properti
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan cerita sederhana (misalnya: petani yang menolong binatang, anak yang kehilangan mainan) kepada setiap kelompok
- Setiap kelompok mendiskusikan dan menentukan: tokoh-tokoh dalam cerita, sifat masing-masing tokoh, dan properti sederhana yang dibutuhkan
- Murid menyusun adegan sederhana (3-5 menit) berdasarkan cerita yang diberikan dengan pembagian peran yang jelas
- Kelompok merancang gerakan, dialog singkat, dan penggunaan properti sederhana (dapat menggunakan barang-barang di sekitar kelas)
- Setiap kelompok berlatih memainkan adegan yang telah disusun
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan adegan sederhana yang telah disusun di depan kelas
- Kelompok lain mengamati dan memberikan apresiasi serta masukan konstruktif
- Guru memfasilitasi diskusi reflektif: Apa yang berhasil dalam penyusunan adegan? Apa tantangannya? Bagaimana kerja sama kelompok?
- Murid menuliskan refleksi pribadi tentang pengalaman menyusun dan memainkan adegan sederhana
- Guru memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan untuk setiap kelompok
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: pentingnya mengenal peran dan properti dalam menyusun adegan sederhana
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan satu hal baru yang dipelajari hari ini
- Guru memberikan penguatan positif atas kerja keras dan kreativitas murid
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat dapat diberikan cerita dengan konflik yang lebih kompleks, sedangkan murid yang lambat diberikan cerita dengan alur yang lebih sederhana dan linier
- Proses: Guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang membutuhkan (misalnya: memberikan contoh dialog, membantu pembagian peran). Kelompok yang cepat didorong untuk mengeksplorasi variasi gerakan dan intonasi
- Produk: Murid yang cepat dapat menambahkan narasi atau mengembangkan properti lebih kreatif. Murid yang lambat cukup fokus pada dialog dan gerakan dasar dengan 1-2 properti sederhana
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang pengalaman murid menonton pertunjukan teater atau drama
- Menanyakan pemahaman awal murid tentang peran dan properti dalam teater
Proses:- Observasi saat murid berdiskusi mengidentifikasi tokoh dan properti dari contoh adegan
- Memantau proses penyusunan adegan: pembagian peran, pemilihan properti, dan kerja sama kelompok
- Memberikan umpan balik langsung saat kelompok berlatih
Akhir:- Penilaian presentasi adegan sederhana menggunakan rubrik
- Murid menyebutkan satu hal baru yang dipelajari tentang menyusun adegan
- Refleksi tertulis murid tentang pengalaman belajar hari ini
Formatif:- Observasi selama diskusi kelompok dan latihan menyusun adegan
- Tanya jawab saat presentasi hasil pengamatan
- Catatan anekdotal tentang partisipasi dan kerja sama murid
Sumatif:- Penilaian kinerja saat presentasi adegan sederhana
- Penilaian kemampuan mengidentifikasi peran dan properti
- Rubrik penilaian adegan kelompok
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenal dan memainkan peran | Murid belum dapat mengidentifikasi tokoh dan sifatnya, serta belum dapat memainkan peran dengan jelas | Murid dapat mengidentifikasi tokoh tetapi masih kesulitan memainkan peran sesuai karakter | Murid dapat mengidentifikasi tokoh dan sifatnya, serta memainkan peran dengan cukup sesuai karakter | Murid dapat mengidentifikasi tokoh dan sifatnya dengan detail, serta memainkan peran dengan sangat sesuai karakter dan ekspresif | | Mengidentifikasi properti sederhana | Murid belum dapat mengidentifikasi properti yang dibutuhkan dalam adegan | Murid dapat menyebutkan 1 properti yang dibutuhkan tetapi kurang relevan dengan cerita | Murid dapat mengidentifikasi 2-3 properti sederhana yang relevan dengan cerita | Murid dapat mengidentifikasi lebih dari 3 properti sederhana yang sangat mendukung adegan dan menggunakannya dengan tepat | | Menyusun adegan sederhana | Adegan yang disusun belum memiliki alur yang jelas dan sulit dipahami | Adegan memiliki alur sederhana tetapi masih terputus-putus | Adegan memiliki alur yang cukup jelas dengan awal, tengah, dan akhir | Adegan memiliki alur yang sangat jelas, menarik, dengan transisi yang halus antar bagian | | Kolaborasi kelompok | Murid belum dapat bekerja sama dalam kelompok, cenderung bekerja sendiri | Murid mulai bekerja sama tetapi kontribusinya masih minimal | Murid aktif bekerja sama, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi dalam kelompok | Murid sangat aktif bekerja sama, menghargai pendapat teman, dan membantu teman yang kesulitan |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif dalam penyusunan adegan?
- Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid memahami konsep peran dan properti?
- Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk setiap tahapan pembelajaran?
- Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan menyusun adegan hari ini?
- Apa tantangan yang kalian hadapi saat bekerja dalam kelompok?
- Apa yang kalian pelajari tentang peran dan properti dalam teater?
- Bagaimana perasaan kalian saat memainkan peran di depan kelas?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru Seni Teater Kelas 5 Kurikulum Merdeka
- Video contoh adegan sederhana (dapat diakses dari YouTube atau sumber digital lainnya)
- Cerita sederhana yang sesuai dengan usia murid (cerita rakyat, fabel, atau cerita buatan guru)
- Properti sederhana: benda-benda di sekitar kelas (buku, pensil, kain, kardus, dll)
- Ruang kelas atau aula yang cukup untuk bermain peran
- Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin-poin penting
|