Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Menyusun Adegan Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Menyusun Adegan Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Menyusun Adegan Sederhana

Seni Teater - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menyusun Adegan Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenyusun Adegan Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengenal dan memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
  2. Murid mampu mengidentifikasi properti sederhana berdasarkan cerita yang akan dimainkan
  3. Murid mampu menyusun adegan sederhana secara berkelompok dengan alur yang jelas

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja yang kalian lihat ketika menonton pertunjukan teater atau drama di televisi?
  2. Benda-benda apa saja yang digunakan oleh pemain untuk mendukung perannya?
  3. Bagaimana cara menyusun cerita sederhana menjadi adegan yang menarik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid menonton pertunjukan teater atau drama
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menyusun adegan sederhana dengan mengenal peran dan properti
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati video singkat atau contoh adegan sederhana yang dibawakan guru
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mengidentifikasi: tokoh dalam adegan, sifat tokoh, dan properti yang digunakan
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya secara singkat
  • Guru memberikan penguatan tentang konsep peran (tokoh dan karakternya) serta properti sederhana dalam teater
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang cara mengenal peran dan properti

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan cerita sederhana (misalnya: petani yang menolong binatang, anak yang kehilangan mainan) kepada setiap kelompok
  • Setiap kelompok mendiskusikan dan menentukan: tokoh-tokoh dalam cerita, sifat masing-masing tokoh, dan properti sederhana yang dibutuhkan
  • Murid menyusun adegan sederhana (3-5 menit) berdasarkan cerita yang diberikan dengan pembagian peran yang jelas
  • Kelompok merancang gerakan, dialog singkat, dan penggunaan properti sederhana (dapat menggunakan barang-barang di sekitar kelas)
  • Setiap kelompok berlatih memainkan adegan yang telah disusun

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan adegan sederhana yang telah disusun di depan kelas
  • Kelompok lain mengamati dan memberikan apresiasi serta masukan konstruktif
  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif: Apa yang berhasil dalam penyusunan adegan? Apa tantangannya? Bagaimana kerja sama kelompok?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi tentang pengalaman menyusun dan memainkan adegan sederhana
  • Guru memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan untuk setiap kelompok

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: pentingnya mengenal peran dan properti dalam menyusun adegan sederhana
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan satu hal baru yang dipelajari hari ini
  • Guru memberikan penguatan positif atas kerja keras dan kreativitas murid
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diberikan cerita dengan konflik yang lebih kompleks, sedangkan murid yang lambat diberikan cerita dengan alur yang lebih sederhana dan linier
  • Proses: Guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang membutuhkan (misalnya: memberikan contoh dialog, membantu pembagian peran). Kelompok yang cepat didorong untuk mengeksplorasi variasi gerakan dan intonasi
  • Produk: Murid yang cepat dapat menambahkan narasi atau mengembangkan properti lebih kreatif. Murid yang lambat cukup fokus pada dialog dan gerakan dasar dengan 1-2 properti sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid menonton pertunjukan teater atau drama
  • Menanyakan pemahaman awal murid tentang peran dan properti dalam teater

Proses:

  • Observasi saat murid berdiskusi mengidentifikasi tokoh dan properti dari contoh adegan
  • Memantau proses penyusunan adegan: pembagian peran, pemilihan properti, dan kerja sama kelompok
  • Memberikan umpan balik langsung saat kelompok berlatih

Akhir:

  • Penilaian presentasi adegan sederhana menggunakan rubrik
  • Murid menyebutkan satu hal baru yang dipelajari tentang menyusun adegan
  • Refleksi tertulis murid tentang pengalaman belajar hari ini

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok dan latihan menyusun adegan
  • Tanya jawab saat presentasi hasil pengamatan
  • Catatan anekdotal tentang partisipasi dan kerja sama murid

Sumatif:

  • Penilaian kinerja saat presentasi adegan sederhana
  • Penilaian kemampuan mengidentifikasi peran dan properti
  • Rubrik penilaian adegan kelompok

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenal dan memainkan peranMurid belum dapat mengidentifikasi tokoh dan sifatnya, serta belum dapat memainkan peran dengan jelasMurid dapat mengidentifikasi tokoh tetapi masih kesulitan memainkan peran sesuai karakterMurid dapat mengidentifikasi tokoh dan sifatnya, serta memainkan peran dengan cukup sesuai karakterMurid dapat mengidentifikasi tokoh dan sifatnya dengan detail, serta memainkan peran dengan sangat sesuai karakter dan ekspresif
Mengidentifikasi properti sederhanaMurid belum dapat mengidentifikasi properti yang dibutuhkan dalam adeganMurid dapat menyebutkan 1 properti yang dibutuhkan tetapi kurang relevan dengan ceritaMurid dapat mengidentifikasi 2-3 properti sederhana yang relevan dengan ceritaMurid dapat mengidentifikasi lebih dari 3 properti sederhana yang sangat mendukung adegan dan menggunakannya dengan tepat
Menyusun adegan sederhanaAdegan yang disusun belum memiliki alur yang jelas dan sulit dipahamiAdegan memiliki alur sederhana tetapi masih terputus-putusAdegan memiliki alur yang cukup jelas dengan awal, tengah, dan akhirAdegan memiliki alur yang sangat jelas, menarik, dengan transisi yang halus antar bagian
Kolaborasi kelompokMurid belum dapat bekerja sama dalam kelompok, cenderung bekerja sendiriMurid mulai bekerja sama tetapi kontribusinya masih minimalMurid aktif bekerja sama, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi dalam kelompokMurid sangat aktif bekerja sama, menghargai pendapat teman, dan membantu teman yang kesulitan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam penyusunan adegan?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid memahami konsep peran dan properti?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk setiap tahapan pembelajaran?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan menyusun adegan hari ini?
  • Apa tantangan yang kalian hadapi saat bekerja dalam kelompok?
  • Apa yang kalian pelajari tentang peran dan properti dalam teater?
  • Bagaimana perasaan kalian saat memainkan peran di depan kelas?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Seni Teater Kelas 5 Kurikulum Merdeka
  2. Video contoh adegan sederhana (dapat diakses dari YouTube atau sumber digital lainnya)
  3. Cerita sederhana yang sesuai dengan usia murid (cerita rakyat, fabel, atau cerita buatan guru)
  4. Properti sederhana: benda-benda di sekitar kelas (buku, pensil, kain, kardus, dll)
  5. Ruang kelas atau aula yang cukup untuk bermain peran
  6. Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin-poin penting

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.