Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Bermain Peran dengan Benda Ajaib

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Bermain Peran dengan Benda Ajaib". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Bermain Peran dengan Benda Ajaib

Seni Teater - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bermain Peran dengan Benda Ajaib

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBermain Peran dengan Benda Ajaib
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memerankan tokoh dengan menggunakan kertas sebagai properti imajinatif dalam adegan kelompok
  2. Murid mampu menggunakan seluruh anggota tubuh untuk menunjang perannya dalam permainan drama
  3. Murid mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk menciptakan adegan singkat dengan properti sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, selembar kertas bisa menjadi benda apa saja dalam sebuah cerita?
  2. Bagaimana cara tubuhmu menunjukkan bahwa kamu sedang membawa benda yang berat atau ringan?
  3. Pernahkah kalian bermain pura-pura dengan benda di sekitar? Apa yang paling seru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan hangat dan mengajak bernyanyi pendek untuk membangun suasana gembira
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: bermain peran menggunakan kertas sebagai properti ajaib dan menggunakan tubuh untuk menunjang peran
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bermain pura-pura di rumah
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid tentang properti dalam teater

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan konsep properti dalam teater dengan contoh sederhana (misalnya: tongkat bisa jadi pedang, sapu bisa jadi kuda)
  • Guru mendemonstrasikan cara menggunakan kertas sebagai properti: dilipat menjadi kipas, digulung menjadi tongkat, diremas menjadi bola
  • Guru menunjukkan pentingnya gerak tubuh yang mendukung imajinasi, misalnya cara memegang kertas sebagai tas berat vs. kertas sebagai surat ringan
  • Murid mengamati dan mengidentifikasi perbedaan ekspresi tubuh guru saat memegang benda berbeda
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi sela: 'Apa yang membuat kalian percaya bahwa kertas tadi adalah tas berat?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang
  • Setiap kelompok menerima 1 lembar kertas A4 sebagai properti utama
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan: (1) kertas akan menjadi benda apa, (2) situasi/alur cerita singkat, (3) pembagian peran
  • Guru memberikan waktu 5 menit untuk diskusi dan latihan, berkeliling ke tiap kelompok untuk melakukan observasi formatif
  • Guru mengingatkan murid untuk menggunakan seluruh tubuh (tangan, kaki, ekspresi wajah, postur) dalam menunjang peran tanpa dialog verbal
  • Setiap kelompok tampil di depan kelas menampilkan adegan singkat (sekitar 1-2 menit per kelompok)
  • Kelompok lain mengamati dan menebak benda apa yang diwujudkan melalui kertas tersebut

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pengalaman bermain peran
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang paling menarik bagimu dari kegiatan ini?', 'Hal apa yang sulit dilakukan saat bermain dengan properti?'
  • Murid berbagi perasaan saat teman berhasil menebak objek yang mereka peragakan
  • Guru memberikan apresiasi untuk setiap kelompok dengan menyebutkan kekuatan penampilan masing-masing (misalnya: kerja sama yang baik, gerak tubuh yang ekspresif)
  • Murid menuliskan refleksi pribadi singkat di buku catatan tentang apa yang dipelajari hari ini

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: pentingnya properti dan gerak tubuh dalam teater
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyebutkan satu hal baru yang dipelajari hari ini
  • Guru memberikan penguatan positif dan mengaitkan pembelajaran hari ini dengan pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur dan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan berimajinasi diberikan pilihan benda konkret yang lebih familiar (tas, surat, kipas); murid yang cepat dapat diminta mengubah properti menjadi 2 benda berbeda dalam satu adegan
  • Proses: Kelompok dengan kemampuan beragam dibentuk heterogen agar saling mendukung; guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang kesulitan dengan memberikan contoh situasi sederhana
  • Produk: Murid dapat memilih menampilkan adegan dengan durasi lebih pendek atau lebih panjang sesuai kesiapan; murid yang lebih percaya diri dapat diminta menambahkan ekspresi wajah yang lebih detail

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid bermain pura-pura atau menonton pertunjukan
  • Pengamatan respon murid terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok: partisipasi, ide yang diajukan, kemampuan bernegosiasi
  • Catatan anekdot saat murid berlatih: penggunaan tubuh, kreativitas dalam mengolah properti
  • Pertanyaan refleksi sela untuk mengecek pemahaman murid

Akhir:

  • Penilaian penampilan kelompok berdasarkan rubrik (penggunaan properti imajinatif dan gerak tubuh)
  • Tanya jawab lisan: 2-3 murid menyebutkan pembelajaran hari ini
  • Refleksi tertulis singkat di buku catatan murid

Formatif:

  • Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok: kerja sama, ide kreatif, pembagian peran
  • Pengamatan saat murid tampil: penggunaan properti, gerak tubuh, ekspresi

Sumatif:

  • Penilaian penampilan kelompok menggunakan rubrik
  • Refleksi tertulis murid tentang pembelajaran hari ini

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Properti ImajinatifMurid tidak menggunakan kertas sebagai properti atau tidak menunjukkan imajinasi terhadap benda yang diwakiliMurid menggunakan kertas sebagai properti tetapi masih belum jelas benda apa yang diimajinasikanMurid menggunakan kertas dengan jelas sebagai properti tertentu dan cukup konsisten dalam adeganMurid menggunakan kertas sebagai properti dengan sangat jelas, konsisten, dan kreatif sehingga penonton mudah memahami benda yang diimajinasikan
Penggunaan Gerak TubuhMurid hanya menggunakan tangan atau tidak menggunakan tubuh untuk menunjang peranMurid menggunakan beberapa anggota tubuh tetapi gerakannya masih kaku atau tidak mendukung peranMurid menggunakan seluruh anggota tubuh (tangan, kaki, postur) dengan cukup baik untuk menunjang peranMurid menggunakan seluruh anggota tubuh secara ekspresif, luwes, dan sangat mendukung karakter/peran yang dimainkan
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi atau penampilan kelompokMurid berpartisipasi tetapi belum aktif memberikan ide atau mendukung temanMurid berpartisipasi aktif dalam diskusi dan penampilan, serta mendukung teman sekelompokMurid berpartisipasi sangat aktif, memberikan ide kreatif, mendengarkan teman, dan membantu kelompok mencapai tujuan bersama

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan kelompok?
  • Diferensiasi apa yang perlu ditingkatkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk setiap tahapan kegiatan?
  • Kelompok mana yang membutuhkan dukungan tambahan pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik bagimu dari kegiatan bermain peran hari ini?
  • Hal apa yang sulit kamu lakukan saat menggunakan kertas sebagai properti?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman dalam kelompok?
  • Apa yang ingin kamu coba di kegiatan teater berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kemdikbud
  2. Kertas A4 (1 lembar per kelompok, bisa kertas polos, bergaris, atau kertas bekas)
  3. Ruang kelas atau area luas untuk penampilan kelompok
  4. Buku catatan murid untuk refleksi tertulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.