Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Mendongeng dengan Gerak dan Suara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Mendongeng dengan Gerak dan Suara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Mendongeng dengan Gerak dan Suara

Seni Teater - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mendongeng dengan Gerak dan Suara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMendongeng dengan Gerak dan Suara
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menceritakan dongeng sederhana dengan menggunakan gerakan tubuh yang ekspresif
  2. Murid mampu menceritakan dongeng sederhana dengan menggunakan variasi suara yang sesuai karakter tokoh
  3. Murid mampu mengintegrasikan gerak tubuh dan variasi suara dalam menyampaikan cerita dongeng secara utuh

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar dongeng yang diceritakan dengan cara yang menarik? Apa yang membuatnya menarik?
  2. Bagaimana cara kita membuat tokoh dalam dongeng terlihat hidup hanya dengan gerakan tubuh dan suara kita?
  3. Apa yang terjadi jika kita menceritakan dongeng dengan suara yang datar dan tubuh yang kaku?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid bernapas dalam untuk menenangkan diri (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menceritakan dongeng menggunakan gerak tubuh dan variasi suara (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid mendengar atau menceritakan dongeng (3 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang mendongeng (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan bahwa mendongeng adalah menyampaikan cerita dengan cara yang hidup menggunakan gerak tubuh dan suara
  • Guru mendemonstrasikan contoh mendongeng sederhana (1-2 menit), misalnya: 'Si Kancil mencuri timun' dengan gerakan mengendap-endap dan suara berbisik untuk karakter Kancil yang licik
  • Murid mengamati dan mengidentifikasi perbedaan antara bercerita biasa dengan mendongeng yang menggunakan gerak dan suara
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: Apa yang membuat dongeng tadi terlihat hidup? (gerakan, ekspresi wajah, perubahan suara)
  • Guru menjelaskan tiga elemen penting: gerakan tubuh yang ekspresif, variasi suara (keras-pelan, cepat-lambat, tinggi-rendah), dan ekspresi wajah yang sesuai karakter
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang teknik mendongeng di buku catatan mereka

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan dongeng pendek sederhana kepada setiap murid (bisa dongeng Si Kancil, Timun Mas, atau dongeng lokal lainnya, panjang 1-2 paragraf)
  • Murid membaca dongeng dan mengidentifikasi karakter tokoh serta situasi dalam cerita (5 menit)
  • Guru membimbing murid untuk merencanakan: gerakan apa yang cocok untuk tokoh ini? Suara seperti apa yang sesuai?
  • Murid berlatih secara individu mempraktikkan gerakan dan variasi suara untuk dongeng mereka (7 menit)
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik dan asesmen proses: apakah gerakan sudah ekspresif? Apakah variasi suara sudah terdengar?
  • Murid secara sukarela tampil di depan kelas menceritakan dongeng mereka dengan gerak dan suara (5-6 murid, masing-masing 1-2 menit)
  • Teman-teman yang menonton memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan komentar positif

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi sesi refleksi: Apa yang kalian rasakan saat menceritakan dongeng dengan gerak dan suara?
  • Murid berbagi pengalaman mereka: tantangan apa yang dihadapi? Apa yang paling menyenangkan?
  • Guru mengajak murid merefleksi: Bagaimana gerak dan suara membantu menyampaikan cerita dengan lebih hidup?
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan: satu hal yang sudah saya kuasai dan satu hal yang ingin saya tingkatkan
  • Guru memberikan penguatan positif atas keberanian dan kreativitas murid dalam mendongeng

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menyebutkan kembali tiga elemen penting dalam mendongeng (3 menit)
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: Mendongeng yang baik memadukan gerakan tubuh, variasi suara, dan ekspresi wajah untuk menghidupkan cerita (2 menit)
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid mempraktikkan mendongeng kepada adik atau keluarga di rumah (1 menit)
  • Salam penutup (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir dapat memilih dongeng yang lebih panjang atau kompleks. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat memilih dongeng yang sangat singkat (3-4 kalimat) atau bekerja berpasangan.
  • Proses: Murid yang percaya diri dapat tampil lebih dulu untuk memberikan inspirasi. Murid yang pemalu dapat berlatih lebih lama atau tampil di akhir setelah melihat contoh teman-teman. Guru memberikan scaffolding berupa panduan gerakan dan variasi suara untuk murid yang kesulitan.
  • Produk: Murid yang cepat menguasai dapat menambahkan properti sederhana (misalnya topi, selendang) atau berkolaborasi mendongeng berdua. Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat fokus pada satu aspek dulu (gerak atau suara) sebelum mengintegrasikan keduanya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: Siapa yang pernah mendengar dongeng? Bagaimana cara orang tersebut menceritakannya?
  • Guru mengamati respons murid untuk mengukur pengalaman awal mereka dengan mendongeng

Proses:

  • Observasi guru saat murid membaca dan merencanakan gerakan serta suara untuk dongeng mereka
  • Guru memberikan umpan balik korektif selama murid berlatih: Coba gerakanmu lebih besar, Suaramu bisa lebih keras saat tokoh marah
  • Peer assessment: murid memberikan komentar positif kepada teman yang tampil

Akhir:

  • Penilaian penampilan mendongeng menggunakan rubrik dengan aspek: gerakan tubuh, variasi suara, ekspresi, dan kejelasan cerita
  • Refleksi tertulis murid: Apa yang sudah kamu kuasai dalam mendongeng? Apa yang masih ingin kamu tingkatkan?
  • Guru menanyakan kembali: Apa tiga elemen penting dalam mendongeng? untuk mengecek pemahaman akhir

Formatif:

  • Observasi selama murid berlatih mendongeng: guru mengamati penggunaan gerakan tubuh dan variasi suara
  • Tanya jawab selama diskusi untuk mengecek pemahaman murid tentang elemen mendongeng
  • Umpan balik lisan saat guru berkeliling membimbing murid

Sumatif:

  • Penampilan mendongeng di depan kelas: dinilai dengan rubrik yang mencakup gerakan tubuh, variasi suara, dan ekspresi
  • Refleksi tertulis murid tentang pengalaman belajar mendongeng

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Gerakan TubuhMurid belum menggunakan gerakan tubuh atau gerakan tidak sesuai dengan ceritaMurid menggunakan gerakan tubuh namun masih minimal dan kurang ekspresifMurid menggunakan gerakan tubuh yang sesuai dengan cerita dan cukup ekspresifMurid menggunakan gerakan tubuh yang sangat ekspresif, bervariasi, dan sangat sesuai dengan karakter tokoh serta alur cerita
Variasi SuaraMurid bercerita dengan suara yang datar tanpa variasiMurid mulai menggunakan variasi suara namun masih terbatas (hanya keras-pelan saja)Murid menggunakan variasi suara yang cukup jelas (keras-pelan, tinggi-rendah) dan sesuai dengan tokohMurid menggunakan variasi suara yang sangat beragam (keras-pelan, cepat-lambat, tinggi-rendah, intonasi) dan sangat sesuai dengan karakter tokoh
Ekspresi WajahMurid tidak menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai ceritaMurid menunjukkan ekspresi wajah namun masih kaku atau kurang sesuaiMurid menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai dengan emosi tokoh dalam ceritaMurid menunjukkan ekspresi wajah yang sangat hidup, bervariasi, dan sangat mendukung penyampaian cerita
Kejelasan Penyampaian CeritaAlur cerita tidak jelas dan sulit dipahamiAlur cerita cukup jelas namun ada bagian yang terlewat atau membingungkanAlur cerita jelas dan mudah dipahami dari awal hingga akhirAlur cerita sangat jelas, runtut, dan menarik perhatian pendengar dari awal hingga akhir

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih dan tampil?
  • Diferensiasi mana yang paling efektif membantu murid dengan kebutuhan beragam?
  • Apakah asesmen yang saya lakukan sudah mencerminkan capaian tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya bisa meningkatkan pembelajaran mendongeng di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari belajar mendongeng hari ini?
  • Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat mendongeng dengan gerak dan suara?
  • Apa yang sudah kamu kuasai dengan baik dalam mendongeng?
  • Apa yang masih ingin kamu tingkatkan dalam mendongeng?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) - Kemdikbudristek
  2. Kumpulan dongeng rakyat Indonesia (cerita pendek 1-2 paragraf)
  3. Video referensi mendongeng (opsional, dapat diputar sebelum pembelajaran)
  4. Ruang kelas yang cukup luas dan aman untuk bergerak
  5. Properti sederhana opsional: topi, selendang, atau kain untuk murid yang ingin menambah kreativitas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.