Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Pantomim: Bercerita Tanpa Kata

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Pantomim: Bercerita Tanpa Kata". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 5: Pantomim: Bercerita Tanpa Kata

Seni Teater - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pantomim: Bercerita Tanpa Kata

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPantomim: Bercerita Tanpa Kata
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memerankan adegan pendek menggunakan pantomim secara berkelompok dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang jelas
  2. Murid mampu mengamati dan meniru gerakan orang atau makhluk hidup di sekitarnya untuk dijadikan karakter dalam pantomim
  3. Murid mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun dan mementaskan cerita sederhana tanpa kata-kata

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat orang berkomunikasi tanpa suara? Bagaimana caranya?
  2. Apa yang bisa kalian ceritakan hanya dengan gerakan tubuh dan ekspresi wajah?
  3. Mengapa seorang aktor pantomim harus melatih pengamatan terhadap gerakan di sekitarnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang pantomim atau pertunjukan tanpa kata
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memerankan adegan pendek menggunakan pantomim secara berkelompok
  • Guru menayangkan video singkat atau gambar pantomim untuk membangun konteks
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara bercerita tanpa menggunakan kata-kata?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pengertian pantomim sebagai seni bercerita tanpa kata-kata menggunakan gestur, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat tentang elemen-elemen penting dalam pantomim: ekspresi wajah, gestur tangan, postur tubuh, dan timing
  • Murid diajak mengamati demonstrasi sederhana dari guru: meniru kegiatan sehari-hari (menyapu, minum, membaca) tanpa properti dan tanpa suara
  • Murid diminta mengidentifikasi apa yang membuat gerakan tersebut mudah atau sulit dipahami
  • Guru membagikan lembar pengamatan sederhana untuk mencatat detail gerakan yang akan diamati

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diajak keluar kelas untuk mengeksplorasi lingkungan sekolah selama 8 menit
  • Murid mengamati orang-orang atau makhluk hidup yang menarik perhatiannya: penjaga sekolah, tukang kebun, kucing, burung, teman yang sedang bermain
  • Murid mencatat atau menghafalkan detail gerakan: bagaimana bergeraknya, posisi tubuh, ekspresi, reaksi terhadap lingkungan
  • Setelah kembali ke ruangan, murid diberi waktu 2 menit untuk melatih gerakan yang diamatinya secara individual
  • Murid duduk melingkar dan secara bergiliran memperagakan kegiatan atau tokoh yang diamati tanpa bersuara
  • Murid lain menebak kegiatan atau tokoh yang diperagakan, memberikan apresiasi dan masukan konstruktif
  • Guru membagi murid dalam kelompok 4-5 orang
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menyusun adegan pendek sederhana (2-3 menit) menggunakan pantomim berdasarkan hasil pengamatan masing-masing anggota
  • Kelompok berlatih adegan pantomim dengan fokus pada kejelasan gestur, ekspresi, dan koordinasi antar anggota
  • Setiap kelompok mementaskan adegan pantomim di depan kelompok lain

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi sesi apresiasi dan diskusi reflektif
  • Murid berbagi pengalaman: tantangan yang dihadapi saat berkomunikasi tanpa kata, strategi yang berhasil, perasaan saat tampil
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang membuat pantomim kalian mudah dipahami penonton? Apa yang perlu diperbaiki?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan tentang pembelajaran hari ini
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif untuk setiap kelompok

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan 3 hal penting dalam pantomim yang telah dipelajari
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: pantomim melatih kepekaan observasi, ekspresi non-verbal, dan kolaborasi
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan dapat memilih gerakan sederhana (kegiatan sehari-hari), sementara murid yang lebih cepat dapat mengeksplorasi karakter kompleks (emosi, profesi spesifik)
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berlatih dengan bimbingan guru sebelum tampil, sementara murid yang lebih mahir dapat mengembangkan alur cerita lebih detail dalam kelompok
  • Produk: Kelompok dapat memilih durasi adegan sesuai kesiapan: 1-2 menit untuk pemula, 2-3 menit untuk yang lebih percaya diri, dengan kompleksitas cerita yang disesuaikan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid terkait pantomim atau komunikasi non-verbal
  • Observasi respons murid terhadap video/gambar pantomim yang ditayangkan

Proses:

  • Observasi aktivitas pengamatan murid di lingkungan sekolah: fokus, detail yang dicatat
  • Observasi saat murid memperagakan hasil pengamatan individual: kejelasan gestur dan ekspresi
  • Observasi diskusi dan latihan kelompok: kolaborasi, kreativitas, pembagian peran
  • Umpan balik langsung selama proses latihan

Akhir:

  • Penilaian penampilan pantomim kelompok dengan rubrik: kejelasan gestur, ekspresi wajah, alur cerita, kolaborasi
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang pembelajaran
  • Murid menyebutkan 3 hal penting dalam pantomim yang telah dipelajari

Formatif:

  • Observasi saat murid melakukan pengamatan di lingkungan sekolah
  • Observasi saat murid berlatih individual dan kelompok
  • Tanya jawab selama diskusi tentang elemen pantomim

Sumatif:

  • Penilaian penampilan pantomim kelompok menggunakan rubrik
  • Penilaian refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kejelasan Gestur dan Gerakan TubuhGerakan tubuh tidak jelas, sulit dipahami maksudnya, tidak konsistenGerakan tubuh mulai terlihat namun masih ragu-ragu dan kurang detailGerakan tubuh cukup jelas dan dapat dipahami dengan beberapa petunjuk tambahanGerakan tubuh sangat jelas, detail, dan mudah dipahami penonton tanpa bantuan kata-kata
Ekspresi WajahEkspresi wajah datar, tidak menunjukkan emosi atau karakter yang diperankanEkspresi wajah mulai muncul namun masih terbatas dan kurang sesuai dengan karakterEkspresi wajah cukup bervariasi dan sesuai dengan karakter yang diperankanEkspresi wajah sangat hidup, bervariasi, dan konsisten dengan karakter serta situasi dalam adegan
Kolaborasi dalam KelompokTidak berkoordinasi dengan anggota kelompok, bekerja sendiri-sendiriMulai berusaha berkoordinasi namun masih sering tidak sinkron dengan anggota lainBerkoordinasi dengan cukup baik, ada kerjasama dalam menyusun dan mementaskan adeganBerkolaborasi dengan sangat baik, saling mendukung, timing dan koordinasi antar anggota sangat kompak
Kreativitas dan Alur CeritaTidak ada alur cerita yang jelas, gerakan acak dan tidak terhubungAlur cerita mulai terlihat namun masih sederhana dan kurang berkembangAlur cerita cukup jelas dengan awal, tengah, dan akhir yang dapat dipahamiAlur cerita jelas, kreatif, menarik, dengan pengembangan situasi yang logis dan menghibur

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai pada semua murid? Apa indikatornya?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk mengakomodasi keberagaman murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling membuat murid antusias dan terlibat aktif?
  • Apa tantangan yang dihadapi selama pembelajaran dan bagaimana solusinya untuk pertemuan selanjutnya?
  • Apakah asesmen yang digunakan cukup mengukur kemampuan pantomim murid secara komprehensif?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang pantomim hari ini?
  • Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat memerankan pantomim tanpa kata-kata?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan kelompok untuk mementaskan adegan?
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika diminta tampil pantomim lagi?
  • Ketrampilan apa dari pantomim yang bisa kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  2. Video pantomim sederhana dari Youtube atau sumber digital lainnya
  3. Lingkungan sekolah sebagai sumber pengamatan
  4. Lembar pengamatan untuk mencatat detail gerakan
  5. Ruang terbuka atau aula untuk latihan dan penampilan
  6. Musik instrumental lembut untuk mengiringi penampilan (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.