MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 1 — Eksplorasi Gerak dan Suara INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Eksplorasi Gerak dan Suara |
|---|
| Alokasi Waktu | 26 JP (26 x 35 menit = 910 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.1.1 Melakukan pengenalan karakter melalui pengamatan kebiasaan tokoh yang diperankan
- TP 5.1.2 Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi tokoh
- TP 5.1.3 Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
- TP 5.1.4 Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana kita bisa mengenali pekerjaan atau karakter seseorang hanya dengan melihat cara berjalannya?
- Gerakan tubuh seperti apa yang membedakan orang yang sedang terburu-buru dengan orang yang santai?
- Bagaimana kita bisa mengenali profesi atau karakter seseorang hanya dari cara dia berbicara dan nada suaranya?
- Mengapa penjual keliling, kakek tua, dan petugas upacara memiliki kebiasaan wicara yang berbeda saat bersuara?
- Apa yang tubuhmu lakukan secara spontan saat ada teman yang tiba-tiba mengulurkan tangan untuk bersalaman?
- Bagaimana gerakan tubuh seseorang ketika terkejut melihat sesuatu yang tiba-tiba jatuh di dekatnya?
- Bagaimana caramu merespons secara tiba-tiba jika teman kelompokmu memberikan aksi atau gerakan tokoh tanpa direncanakan sebelumnya?
- Mengapa dalam permainan peran berkelompok kita harus selalu memerhatikan aksi teman agar reaksi tokoh kita tetap tersambung?
- Bagaimana ciri khas gerak dan suara seseorang saat menjalankan profesinya dalam kehidupan sehari-hari?
- Bagaimana cara kita membawakan peran manusia dan profesi tersebut ke dalam sebuah cerita sederhana?
- Bagaimana caramu memainkan peran seekor hewan atau makhluk fantasi agar penonton langsung mengenali siapa yang sedang kamu perankan?
- Ciri fisik dan gerak khas apa yang dapat kamu tiru dari hasil mengamati perilaku hewan di sekitarmu saat memainkan peran fabel?
- Mengapa dalam sebuah cerita biasanya ada tokoh yang kita sukai perilakunya dan ada tokoh yang tindakannya merugikan orang lain?
- Bagaimana caramu menyampaikan pendapat mengenai tindakan tokoh utama dan tokoh yang menentangnya dalam sebuah cerita?
- Apakah watak atau sifat seseorang dalam cerita bisa berubah dari awal hingga akhir cerita?
- Peristiwa apa yang biasanya membuat watak seorang tokoh dalam cerita berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya?
- Bagaimana kebiasaan gerak dan suara yang khas membantu penonton langsung mengenali watak tokoh yang kita perankan?
- Mengapa aksi dan reaksi spontan antartokoh sangat menentukan kelancaran jalannya peran sebuah cerita?
- Bagaimana cara kita menyampaikan pendapat mengenai penokohan dan perwatakan tokoh setelah selesai bermain peran?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Pengenalan Karakter Tokoh Melalui Pengamatan Kebiasaan Gerak Tubuh — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Melakukan pengenalan karakter melalui pengamatan kebiasaan tokoh yang diperankan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin: Guru memeragakan 1 gaya gerak tubuh berjalan membungkuk perlahan sambil memegang punggung, lalu murid mengidentifikasi karakter tokoh tersebut (acuan jawaban: kakek/nenek tua yang lemah fisiknya) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali karakter tokoh melalui pengamatan kebiasaan gerak tubuh (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi 3 kartu karakter mengenai detail kebiasaan gerak tubuh (postur, langkah kaki, tempo gerak): Tokoh 1 (Penjaga gerbang sigap: postur tegap, langkah tegas, mata memindai); Tokoh 2 (Kucing malas: tubuh melingkar santai, menggeliat lambat); Tokoh 3 (Petani mencangkul: punggung condong membungkuk, ayunan tangan ritmis teratur) (10 menit).
- Murid mencatat dan mengidentifikasi ciri pembeda kebiasaan gerak tubuh dari masing-masing tokoh berdasarkan detail postur dan tempo gerak yang dicontohkan guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid diajak bermain 'Tebak Patung dan Gerak': Guru membagikan lembar pilihan 4 profil tokoh untuk diamati dan dilatih geraknya: (1) Pedagang pikul pasar berjalan berat; (2) Anak kecil lari riang melompat-lompat; (3) Burung bangau berdiri satu kaki waspada; (4) Tukang kebun menyapu halaman dengan ayunan berulang (15 menit).
- Setiap murid memilih salah satu tokoh dan memperagakan kebiasaan gerak tubuh tokoh pilihannya tanpa suara di hadapan pasangannya, lalu pasangannya menebak tokoh yang diperagakan berdasarkan ciri kebiasaan geraknya (acuan ketepatan: pasangan berhasil mengenali tokoh sesuai 4 pilihan profil) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas kebiasaan gerak tubuh apa yang paling mudah dan paling sulit dikenali saat diperagakan teman serta alasan detail gerak yang membuatnya terbaca jelas (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bahwa kebiasaan gerak tubuh (postur tubuh, langkah, dan tempo gerak) adalah kunci utama pengenalan karakter tokoh tanpa wicara (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses latihan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi 2 pilihan profil tokoh dengan gambar petunjuk postur tubuh konkret, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan 4 profil tokoh penuh.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan berlatih menirukan gerak bersama guru sebelum menebak, sedangkan murid yang mahir langsung mencoba variasi tempo gerak yang berbeda (cepat/lambat) pada tokoh yang sama.
- Produk: Semua murid menunjukkan pengenalan karakter melalui peragaan kebiasaan gerak tubuh, dengan tingkat kemandirian eksplorasi gerak disesuaikan kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan gerak: Murid mengamati guru berjalan perlahan membungkuk sambil memegang pinggang. Kunci acuan: kakek/nenek usia lanjut yang sakit pinggang/lemah fisiknya. Murid yang menjawab benar menunjukkan kesiapan mengenali karakter melalui pengamatan gerak tubuh.
Proses:- Pengamatan formatif saat permainan 'Tebak Patung dan Gerak': Guru mengamati kemampuan murid mengidentifikasi kebiasaan gerak tokoh dari 4 pilihan profil: (1) Pedagang pikul berjalan berat; (2) Anak kecil lari riang melompat-lompat; (3) Burung bangau berdiri satu kaki waspada; (4) Tukang kebun menyapu halaman dengan ayunan berulang. Kriteria: ketepatan postur tubuh dan ketepatan tempo gerak khas tokoh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid menyebutkan 2 unsur pengamatan kebiasaan gerak tubuh yang membantu mengenali karakter tokoh (acuan: bentuk postur tubuh dan tempo/cara melangkah).
Formatif:- Unjuk kerja dan pengamatan: Ketepatan mengenali dan menirukan kebiasaan gerak tubuh tokoh (postur, tempo, dan gestur khas).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengenalan karakter melalui kebiasaan gerak tubuh tokoh | Belum mampu mengenali maupun memperagakan kebiasaan gerak tubuh tokoh sesuai ciri khasnya walau diberikan bimbingan. | Mengenali dan memperagakan 1 dari 4 pilihan profil kebiasaan gerak tubuh tokoh secara tepat dengan bimbingan guru. | Mengenali dan memperagakan minimal 2 dari 4 pilihan profil kebiasaan gerak tubuh tokoh dengan postur dan tempo yang tepat secara mandiri. | Mengenali dan memperagakan seluruh 4 pilihan profil kebiasaan gerak tubuh tokoh dengan konsisten, detail postur jelas, dan tempo gerak tepat tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif mengeksplorasi kebiasaan gerak tubuh saat permainan tebak patung berlangsung?
- Bagian pengamatan gerak mana yang paling menantang bagi murid untuk diwujudkan dalam bentuk postur tubuh?
Murid:- Kebiasaan gerak tokoh mana yang paling mudah kamu kenali dan peragakan hari ini?
- Apa yang kamu perhatikan dari tubuh temanmu saat kamu mencoba menebak tokoh yang diperankannya?
Pertemuan 2 — Pengenalan Karakter Tokoh Melalui Pengamatan Kebiasaan Suara dan Wicara — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Melakukan pengenalan karakter melalui pengamatan kebiasaan tokoh yang diperankan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan vokal sederhana berupa pelafalan vokal a-i-u-e-o dengan berbagai warna suara (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengenal karakter tokoh melalui pengamatan kebiasaan suara dan wicara (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan memperdengarkan 3 contoh tiruan suara tokoh: (1) seruan lantang 'Siap, grak!', (2) suara bergetar dan lambat 'Aduh cucuku, tolong ambilkan tongkat', dan (3) teriakan berirama 'Tahu bulat, digoreng dadakan!'. Murid menebak karakter masing-masing (acuan: 1 = komandan/petugas upacara; 2 = kakek/nenek tua; 3 = penjual keliling) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara mengenali karakter tokoh dari kebiasaan suara dan wicaranya (tinggi-rendah nada, tempo cepat-lambat, dan kata-kata khas yang sering diulang) (10 menit).
- Guru memperdengarkan rekaman audio/memperagakan 4 contoh kebiasaan wicara tokoh: Tokoh A: Dokter anak ('Buka mulutnya ya sayang, pintar sekali'), Tokoh B: Petugas stasiun ('Perhatian, kereta api segera tiba di jalur dua'), Tokoh C: Dalang wayang ('Hahaha, wani piro hayo'), Tokoh D: Guru olahraga ('Ayo lari satu putaran lagi, jangan berhenti!') (10 menit).
- Murid mengidentifikasi ciri kebiasaan suara dan wicara dari keempat tokoh tersebut secara terpimpin, mencocokkan ciri suara dengan profesi/karakternya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan tebak suara 'Suara Siapakah Aku?'. Satu murid menirukan kebiasaan wicara satu tokoh pilihan dari daftar (Kakek pelupa, Penjual bakso, Pembawa berita, Pelatih senam) dan pasangannya menebak karakter tersebut berdasarkan ciri suara yang didengar (5 menit).
- Setiap murid memilih 1 karakter tokoh nyata dari lingkungan sekitar (misalnya: pedagang kantin, satpam sekolah, petugas kebersihan, atau dokter) yang telah diamati kebiasaan wicaranya (10 menit).
- Secara bergiliran dalam kelompok kecil (3-4 orang), murid melakukan pengenalan karakter tersebut dengan menirukan kebiasaan suara dan wicaranya (frasa khas, tempo bicara, dan warna vokal tokoh) di hadapan teman kelompoknya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Teman sekelompok memberikan umpan balik langsung dengan menyebutkan karakter apa yang mereka tangkap dari suara yang baru saja diperagakan (10 menit).
- Murid menyimpulkan bagaimana perubahan tempo, nada, dan pilihan kata khas dapat secara langsung mencerminkan karakter seseorang (5 menit).
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir berupa kuis cepat lisan: guru menyebutkan 2 kebiasaan suara/wicara, murid menyebutkan karakter yang sesuai secara serentak (5 menit).
- Guru mengapresiasi keaktifan seluruh murid dalam mengeksplorasi wicara tokoh dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan daftar kartu berisi frasa panduan dan petunjuk tempo suara karakter sederhana (misal: 'Bakso... bakso!' dengan tempo lambat dan nada panjang). Untuk murid yang cepat paham, disediakan karakter dengan kebiasaan wicara yang lebih kompleks (misal: komentator sepak bola yang bertempo sangat cepat dan bernada tinggi).
- Proses: Murid yang masih ragu diberi contoh langsung oleh guru dan berlatih secara berpasangan tertutup sebelum bersuara di kelompok kecil.
- Produk: Pengenalan karakter melalui peniruan wicara dapat berdurasi 1 kalimat sederhana bagi murid yang butuh bimbingan, hingga 3-4 kalimat beruntun bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tebak suara tokoh: Murid mendengarkan 3 contoh tiruan suara dan menyebutkan karakternya. Butir dan acuan jawaban: (1) Seruan lantang 'Siap, grak!' -> acuan: petugas upacara/komandan; (2) Suara lambat dan bergetar 'Aduh cucuku, tolong ambilkan tongkat' -> acuan: kakek/nenek tua; (3) Teriakan berirama 'Tahu bulat, digoreng dadakan!' -> acuan: penjual keliling.
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat melakukan peniruan kebiasaan suara dan wicara tokoh (frasa khas, nada, tempo) dalam permainan peran berpasangan dan kelompok kecil.
Akhir Pertemuan:- Kuis lisan cepat penutup: Murid menyebutkan karakter berdasarkan 2 ciri suara yang diperagakan guru. Butir dan acuan jawaban: (1) Wicara santun, lembut, menenangkan: 'Buka mulutnya ya sayang, kita periksa giginya' -> acuan: dokter/perawat; (2) Wicara tegas, cepat, lantang: 'Satu... dua... ayo ayunkan tangannya!' -> acuan: instruktur senam/guru olahraga.
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengenalan karakter melalui kebiasaan suara dan wicara tokoh dalam kelompok kecil
- Kuis diagnostik tebak suara tokoh di awal pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengenalan Karakter Melalui Kebiasaan Suara dan Wicara | Belum mampu menirukan kebiasaan suara dan wicara tokoh; suara yang dikeluarkan masih menggunakan gaya bicara diri sendiri tanpa ciri karakter tokoh. | Mampu menirukan kebiasaan suara dan wicara tokoh dengan menampilkan 1 ciri suara (hanya meniru frasa kata khas atau tempo saja) dengan bimbingan penuh dari guru. | Mampu menirukan kebiasaan suara dan wicara tokoh secara tepat dengan memadukan 2 ciri (frasa khas dan tempo/nada suara) sehingga karakter tokoh dapat dikenali oleh teman. | Mampu menirukan kebiasaan suara dan wicara tokoh secara sangat tepat dan konsisten dengan memadukan seluruh ciri (frasa khas, tempo bicara, dan warna vokal) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berani mengeluarkan suara dan berekspresi vokal di depan teman-temannya?
- Bagian mana dari kegiatan pengamatan suara tokoh yang paling menarik minat murid?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat menirukan suara tokoh tadi?
- Ciri suara tokoh apa yang menurutmu paling mudah dan paling sulit ditirukan?
Pertemuan 3 — Permainan Peran Berkelompok Melalui Latihan Aksi dan Reaksi Gerak Tokoh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi tokoh
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru memimpin pemanasan tubuh sederhana untuk melenturkan otot dan menyiapkan fokus gerak tubuh (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih aksi dan reaksi gerak tokoh dalam permainan peran berkelompok tanpa naskah tertulis (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui stimulus gerak cepat berpasangan: guru meminta salah satu murid memberi aksi gerak sederhana (misalnya pura-pura melempar bola imajiner) dan pasangannya menunjukkan reaksi gerak tubuh spontan (menangkap atau menghindar) untuk memetakan kesiapan gerak aksi-reaksi murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru memberikan demonstrasi konsep aksi dan reaksi gerak tubuh dalam teater: satu gerakan (aksi) akan memicu gerakan balasan (reaksi) dari tokoh lain (7 menit).
- Guru memperkenalkan permainan pemanasan teater 'Cermin Ajaib': berpasangan, Murid A melakukan gerakan lambat dan Murid B mengikuti secara persis sebagai bayangan cermin untuk melatih kepekaan melihat dan merespons gerak lawan main (13 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil beranggotakan 3-4 murid dan membagikan 1 kartu skenario stimulus gerak aksi-reaksi tanpa kata kepada setiap kelompok. Terdapat 4 pilihan skenario: (Skenario 1) Tokoh A menabrak Tokoh B hingga barang bawaan imajiner terjatuh, Tokoh C datang membantu memungut; (Skenario 2) Tokoh A ketakutan melihat bayangan misterius, Tokoh B memeriksa dengan berani, Tokoh C gemetar bersembunyi di belakang Tokoh B; (Skenario 3) Tokoh A menemukan peti harta karun berat dan mencoba mengangkatnya, Tokoh B dan C ikut membantu menarik bersama; (Skenario 4) Tokoh A bersin sangat keras saat berjalan, Tokoh B terlonjak kaget dan melompat mundur, Tokoh C menawarkan saputangan imajiner (10 menit).
- Setiap kelompok melakukan eksplorasi dan latihan permainan peran berantai aksi dan reaksi gerak tubuh berdasarkan kartu skenario yang diperoleh, memastikan setiap aksi fisik dari satu tokoh langsung disambut dengan reaksi fisik tokoh berikutnya (25 menit).
- Setiap kelompok menampilkan giliran permainan peran aksi dan reaksi gerak tokoh di hadapan kelompok lain (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses permainan peran: mengidentifikasi bagaimana gerak aksi teman berhasil memicu respons fisik lawan main secara tepat waktu dan sesuai situasi karakter (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap keterhubungan gerak aksi dan reaksi tokoh yang telah dipraktikkan seluruh kelompok (3 menit).
- Guru memandu murid melakukan pendinginan fisik untuk merilekskan otot-otot tubuh setelah beraktivitas gerak (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan stimulus skenario gerak dengan tingkat kompleksitas interaksi berbeda (gerak sederhana langsung berhadapan hingga gerak berantai melibatkan 3-4 tokoh).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan ketukan ritme atau aba-aba aksi terlebih dahulu; murid yang lebih mahir diberi tantangan variasi tempo gerak (aksi cepat - reaksi lambat atau sebaliknya).
- Produk: Variasi kedalaman respons fisik tokoh dalam merespons aksi spontan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik respons gerak spontan berpasangan: Murid A melakukan 1 aksi gerak imajiner (pilihan: melempar bola, mengulurkan tangan bersalaman, atau melambaikan tangan) dan Murid B merespons dengan 1 reaksi gerak tubuh yang selaras (acuan penerimaan: aksi melempar direspons menangkap/menghindar; aksi bersalaman direspons menyambut jabat tangan; aksi melambai direspons membalas lambaian/menoleh).
Proses:- Observasi formatif unjuk kerja permainan peran kelompok: guru mengamati ketepatan waktu respons fisik (tidak macet/membeku) dan kesesuaian gerak reaksi tokoh terhadap aksi lawan main berdasarkan skenario yang dimainkan (Skenario 1, 2, 3, atau 4).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/peragaan singkat penutup: Murid diminta memperagakan 1 contoh pasangan aksi dan reaksi gerak tubuh yang paling jelas saat latihan kelompok tadi (kriteria penerimaan: murid dapat menunjukkan satu gerakan aksi dan satu gerakan reaksi tubuh yang saling terhubung secara logis).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja permainan peran berkelompok menggunakan lembar observasi aksi dan reaksi gerak tokoh
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Reaksi Gerak Tokoh terhadap Aksi Lawan Main | Belum menunjukkan reaksi gerak tubuh saat lawan main memberikan aksi fisik (hanya diam atau menunggu instruksi eksplisit). | Menunjukkan reaksi gerak tubuh setelah diberi jeda lama atau memerlukan pancingan/bantuan arahan dari guru/teman. | Menunjukkan reaksi gerak tubuh secara mandiri dan langsung merespons aksi fisik dari tokoh lawan main sesuai konteks skenario. | Menunjukkan reaksi gerak tubuh secara konsisten, spontan, luwes, dan memperkaya elaborasi karakter tokoh dalam merespons setiap aksi lawan main. | | Keterlibatan dalam Permainan Peran Berkelompok | Belum terlibat aktif dalam rangkaian aksi-reaksi gerak bersama kelompok. | Terlibat dalam sebagian kecil rangkaian aksi-reaksi gerak kelompok, namun masih sering kehilangan fokus gerak. | Terlibat aktif mengikuti seluruh alur gerak aksi dan reaksi bersama kelompok dari awal hingga akhir penampilan. | Terlibat aktif dan konsisten menjaga keterhubungan gerak aksi-reaksi antar-anggota kelompok secara berkesinambungan tanpa kehilangan fokus. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan permainan cermin dan skenario aksi-reaksi gerak efektif membantu murid memahami hubungan sebab-akibat dalam gerak tokoh?
- Bagaimana tingkat kepekaan murid dalam merespons stimulus fisik dari teman kelompoknya tanpa bergantung pada dialog kata-kata?
Murid:- Bagian mana dari permainan gerak aksi dan reaksi tadi yang paling seru saat kamu lakukan bersama teman?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit untuk langsung menggerakkan tubuh begitu melihat gerakan temanmu?
Pertemuan 4 — Permainan Peran Berkelompok Melalui Improvisasi Aksi dan Reaksi Spontan dalam Mengelaborasi Tokoh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi tokoh
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan ruang kelas agar lapang dan aman untuk bergerak (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi spontan untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi tokoh (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik cepat 'Tebak Aksi-Reaksi': Guru memberikan stimulus aksi 'melempar bola imajiner yang sangat berat' dan meminta 3 orang murid memberikan reaksi spontan tokoh (acuan: murid merespons dengan menangkap terhuyung/menghindar terkejut; bukan diam tanpa respons) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi singkat dari guru dan satu perwakilan murid mengenai konsep aksi dan reaksi spontan dalam elaborasi tokoh tanpa naskah tertulis (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mengamati 3 kartu situasi improvisasi yang disiapkan guru: (1) 'Pedagang pasar kaget didatangi pembeli yang terburu-buru', (2) 'Petugas kebersihan taman menemukan koper misterius di dekat pengunjung', dan (3) 'Koki dapur kedatangan pengantar bahan makanan yang salah membawa pesanan' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berkelompok memainkan permainan pemanasan 'Lempar Tangkap Aksi-Reaksi': satu murid melakukan aksi fisik spontan sebagai tokoh tertentu, lalu murid di sebelahnya memberikan reaksi gerak spontan yang menyambung aksi tersebut secara bergiliran (15 menit).
- Setiap kelompok memilih salah satu dari 3 kartu situasi improvisasi yang disediakan, kemudian melakukan permainan peran berkelompok secara spontan tanpa menghafal naskah, saling merespons aksi teman untuk mengelaborasi peran tokoh masing-masing (20 menit).
- Kelompok bergantian menampilkan permainan peran improvisasi aksi-reaksi spontan mereka di hadapan kelompok lain dalam durasi 2-3 menit per kelompok (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompok duduk melingkar untuk merefleksikan pengalaman melakukan reaksi spontan saat ada aksi tak terduga dari kawan bermain peran (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kepekaan aksi dan reaksi spontan dalam permainan peran berkelompok agar elaborasi karakter tokoh tetap hidup (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap keberanian murid dalam berimprovisasi dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi dengan stimulus visual sederhana bagi kelompok yang membutuhkan panduan konkret, dan kartu situasi terbuka bagi kelompok yang siap dengan tantangan cerita bebas.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan memantik aksi awal bagi kelompok yang ragu memulai respons spontan, sementara kelompok mahir diberikan tantangan pergantian situasi mendadak di tengah adegan.
- Produk: Elaborasi tokoh dinilai dari kesinambungan aksi-reaksi improvisasi kelompok, baik melalui respons gerak sederhana maupun variasi reaksi tokoh yang lebih kompleks.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji diagnostik peragaan langsung satu-satu: Guru memberikan satu stimulus aksi spontan (misalnya 'menawarkan payung saat hujan deras imajiner') kepada murid. Murid diminta memberikan 1 reaksi spontan tokoh (acuan respons tepat: murid menerima dengan gestur kedinginan, menolak karena sudah memakai jas hujan, atau berteduh bersama; acuan respons belum siap: murid terdiam mematung atau tidak bereaksi terhadap aksi guru).
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan dan penampilan kelompok terhadap 3 kartu situasi: (1) Pedagang-pembeli terburu-buru, (2) Petugas kebersihan-pengunjung dengan koper misterius, (3) Koki-pengantar salah barang. Guru mencatat keterhubungan aksi tokoh pemantik dan kesesuaian reaksi spontan tokoh penyambut dalam elaborasi peran.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman ketercapaian di akhir sesi: Setiap murid menyebutkan 1 aksi teman dalam kelompoknya dan 1 reaksi spontan yang telah dilakukannya untuk merespons aksi tersebut (kriteria penerimaan: reaksi yang disebutkan relevan secara logis dan menyambung aksi pasangan main dalam elaborasi tokoh).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan peran berkelompok melalui improvisasi aksi dan reaksi spontan dalam mengelaborasi tokoh menggunakan lembar amatan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Improvisasi Aksi dan Reaksi Spontan dalam Mengelaborasi Tokoh | Belum mampu memberikan reaksi spontan terhadap aksi tokoh teman sekelompok (hanya diam atau menunggu arahan/naskah tertulis). | Mampu memberikan reaksi spontan terhadap aksi tokoh teman sekelompok tetapi masih sering ragu, jeda lama, atau membutuhkan dorongan guru. | Mampu melakukan permainan peran berkelompok dengan memberikan aksi dan reaksi spontan yang terhubung secara runtut dalam mengelaborasi tokoh. | Mampu melakukan permainan peran berkelompok dengan memberikan aksi dan reaksi spontan secara konsisten, lancar, dan mengalir dinamis serta mampu mengembangkan elaborasi tokoh tanpa jeda ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup efektif untuk memberikan kesempatan setiap kelompok berimprovisasi aksi-reaksi secara spontan?
- Bagaimana tingkat kepekaan murid dalam merespons aksi tak terduga dari lawan mainnya tanpa naskah tertulis?
Murid:- Apa hal paling menantang ketika harus merespons gerakan atau aksi temanmu secara tiba-tiba tanpa berdiskusi terlebih dahulu?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil membuat reaksi peran yang menyambung aksi teman dalam kelompok?
Pertemuan 5 — Memainkan Ragam Peran Manusia dan Profesi dari Cerita Sederhana Berdasarkan Pengamatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu pemanasan olah tubuh serta vokal ringan selama 5 menit (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tebak peran: guru memperagakan 2 contoh aktivitas profesi sederhana (dokter memeriksa detak jantung dan petani mencangkul sawah), lalu meminta murid menebak profesi tersebut beserta ciri khas aktivitas yang diamati (acuan: peran 1 = dokter yang memeriksa dengan stetoskop; peran 2 = petani yang mengayunkan cangkul) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cerita sederhana berjudul 'Pagi Hari di Pasar Desa' yang memuat 4 peran manusia/profesi: (1) Penjual Sayur (menata sayur, memanggil pembeli), (2) Tukang Becak (mengayuh becak, mengusap peluh), (3) Guru Sekolah (membawa buku, menyapa murid), dan (4) Petugas Kebersihan (menyapu jalan, mengangkut sampah) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mengidentifikasi dan mendiskusikan hasil pengamatan mereka tentang ciri khas gerak fisik dan cara berbicara dari 4 profesi yang terdapat di dalam cerita tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan peran pemanasan 'Tiru Profesi Kilat': guru menyebutkan salah satu dari 4 profesi ('Penjual Sayur', 'Tukang Becak', 'Guru Sekolah', atau 'Petugas Kebersihan'), dan seluruh murid secara spontan memperagakan kebiasaan peran tersebut secara serempak dan gembira (15 menit).
- Setiap kelompok memilih atau membagi peran tokoh manusia/profesi dari teks cerita sederhana 'Pagi Hari di Pasar Desa' dan berlatih memainkan peran tokoh tersebut sesuai rincian tindakan dalam cerita (20 menit).
- Setiap kelompok memainkan ragam peran profesi dari cerita sederhana 'Pagi Hari di Pasar Desa' secara bergantian di hadapan kelas sesuai peristiwa cerita: pertemuan tukang becak mengantar guru ke pasar dan transaksi pembeli dengan penjual sayur di jalan yang sedang disapu petugas kebersihan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan kesesuaian peran profesi yang dimainkan dengan perilaku nyata hasil pengamatan dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang cara memainkan ragam peran profesi dalam cerita sederhana melalui observasi kebiasaan nyata (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa pengecekan lisan: meminta 2 murid menyebutkan 1 ciri kebiasaan profesi yang berhasil diperankan kelompoknya hari ini (kriteria: murid menyebutkan tindakan peran yang sesuai dengan profesi penjual, tukang becak, guru, atau petugas kebersihan) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan aksi peran sederhana berisi contoh kebiasaan profesi (misal: penjual sayur menawarkan dagangan) bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan.
- Proses: Kelompok yang sudah lancar diberikan tantangan memainkan interaksi profesi dengan variasi tindakan spontan, sementara kelompok yang butuh bantuan dipandu guru dalam urutan dialog peran.
- Produk: Kelompok menampilkan adegan cerita dengan durasi peran minimal 2 menit dan memperagakan minimal 1 tindakan khas profesi per tokoh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pendidik meminta murid menebak 2 peran profesi yang diperagakan guru: dokter memeriksa pasien dan petani mencangkul (acuan jawaban: peran 1 = dokter; peran 2 = petani) untuk memetakan kesiapan murid mengaitkan pengamatan dengan pemeranan peran manusia/profesi.
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja memainkan ragam peran profesi dalam cerita sederhana 'Pagi Hari di Pasar Desa' (mengamati ketepatan tindakan peran dari 4 pilihan profesi: penjual sayur, tukang becak, guru sekolah, petugas kebersihan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir pertemuan: murid menyebutkan minimal 1 ciri tindakan/kebiasaan peran profesi yang telah dimainkan dalam cerita (acuan: penjual menata/menawarkan barang; tukang becak mengayuh/menawarkan jasa; guru menyapa/membawa buku; petugas menyapu jalan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan peran manusia dan profesi dalam cerita sederhana
- Pemeriksaan keaktifan keterlibatan murid dalam memerankan tokoh profesi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memainkan ragam peran profesi dalam cerita sederhana | Belum mampu memainkan peran profesi dalam cerita; tindakan yang ditampilkan tidak mencerminkan ciri khas profesi yang diperankan meski dibimbing. | Memainkan peran profesi dalam cerita sederhana dengan menampilkan 1 ciri tindakan khas profesi berdasarkan pengamatan dengan bantuan dan arahan guru. | Memainkan peran profesi dalam cerita sederhana dengan menampilkan 2 ciri tindakan khas profesi berdasarkan pengamatan secara tepat dan mandiri. | Memainkan peran profesi dalam cerita sederhana dengan menampilkan lebih dari 2 ciri tindakan khas profesi secara konsisten, luwes, dan tepat sesuai konteks cerita secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur cerita sederhana 'Pagi Hari di Pasar Desa' memudahkan seluruh murid memainkan peran profesi yang dipilih?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok saat berlatih dan memainkan peran profesi di depan kelas?
Murid:- Peran profesi apa yang paling menarik untuk kamu mainkan hari ini, dan apa ciri khas gerakannya?
- Bagian mana dari memerankan tokoh profesi tadi yang paling seru kamu lakukan bersama kelompok?
Pertemuan 6 — Memainkan Ragam Peran Fabel dan Fantasi dari Cerita Sederhana Berdasarkan Pengamatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu pemanasan tubuh ringan terarah untuk menyiapkan kelenturan fisik sebelum bermain peran (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 murid secara bergantian memperagakan gerak khas 1 tokoh fabel atau fantasi (opsi acuan: Katak melompat jongkok, Burung Elang merentangkan sayap lebar melayang, atau Raksasa melangkah berat menghentak), lalu guru mencatat kesiapan murid dalam memainkan peran berbasis pengamatan fisik (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cerita fabel sederhana berjudul 'Kelinci Cerdik dan Serigala Pohon Tua' yang memiliki 3 tokoh dengan ciri peran spesifik: (1) Kelinci: langkah melompat lincah pendek, kedua tangan di dekat dada menekuk seperti cakar kelinci, kepala waspada menoleh ke kanan-kiri; (2) Serigala: melangkah mengendap dengan tubuh condong membungkuk, jari tangan mencengkeram tajam, pandangan mata tajam lurus mengincar; (3) Pohon Penjaga Tua (tokoh fantasi): berdiri tegak kokoh dengan kaki melebar, kedua lengan terentang kaku meliuk lambat seperti dahan tertiup angin (15 menit).
- Murid secara mandiri memilih 1 tokoh dari cerita tersebut dan melakukan eksplorasi gerak tubuh sesuai ciri peran hasil pengamatan narasi cerita (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan peran fabel atau fantasi yang dipilihnya dalam permainan simulasi 'Taman Cerita Satwa dan Peri' di mana setiap murid bergerak bebas di area ruang kelas memainkan peran tokohnya secara konsisten (misalnya Kelinci melompat lincah menghindari Serigala, Serigala mengendap membidik mangsa, Pohon Tua berdiri kokoh menaungi) saat musik pengiring dibunyikan (25 menit).
- Murid secara bergantian menampilkan fragmen adegan pendek 1 menit di depan kelas memainkan peran yang dipilihnya (Kelinci, Serigala, atau Pohon Penjaga Tua) dari adegan pertemuan di tepi hutan sederhana dengan menerapkan seluruh ciri gerak tubuh tokoh tersebut sesuai hasil pengamatan cerita (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan menyadari kesesuaian antara gerak tubuh yang baru saja mereka mainkan dengan ciri fisik peran fabel/fantasi yang diamati (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya pengamatan ciri fisik dalam memainkan ragam peran fabel dan fantasi agar perannya hidup dan meyakinkan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap unjuk kerja memainkan peran hari ini, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu pengamatan bergambar berisi 3 ciri gerak utama peran Kelinci, Serigala, atau Pohon Tua; murid yang telah mahir diarahkan memilih peran fantasi dengan kombinasi gerak yang lebih dinamis.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan mempraktikkan gerak peran secara terbimbing bersama guru di depan cermin kelas sebelum unjuk kerja; murid mahir langsung berlatih mandiri.
- Produk: Murid menampilkan ragam peran fabel atau fantasi melalui peragaan gerak tubuh peran sesuai pilihan tingkat kompleksitas tokoh dalam cerita sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Peragaan diagnostik singkat: murid diminta memperagakan 1 gerak khas tokoh fabel/fantasi acuan (Katak: jongkok dan melompat; Burung Elang: merentangkan kedua tangan dan melayang; Raksasa: melangkah berat menghentakkan kaki ke lantai) untuk memetakan kesiapan awal memainkan peran berdasarkan pengamatan.
Proses:- Observasi formatif saat simulasi 'Taman Cerita Satwa dan Peri' dan fragmen unjuk kerja: mengamati ketepatan dan konsistensi murid dalam memainkan ciri fisik peran tokoh yang dipilih (Kelinci: lompatan lincah dan posisi tangan di dada; Serigala: langkah mengendap bungkuk dan jemari mencakar; Pohon Tua: pijakan kokoh dan dahan meliuk lambat).
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja akhir di akhir sesi fragmen: murid memperagakan pose diam (freeze pose) selama 5 detik dari tokoh yang dimainkan untuk membuktikan ketepatan bentuk tubuh peran sesuai ciri tokoh (acuan: Kelinci membentuk pose jongkok-siap melompat dengan tangan di dada; Serigala membentuk pose mengendap-mencakar; Pohon Tua membentuk pose tegak-dahan merentang).
Formatif:- Unjuk kerja memainkan peran fabel/fantasi dalam fragmen adegan 1 menit dinilai menggunakan lembar observasi ciri fisik peran.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memainkan peran fabel/fantasi berdasarkan pengamatan cerita | Belum mampu memainkan ciri fisik tokoh fabel/fantasi yang dipilih (belum menampilkan ciri gerak tubuh tokoh Kelinci, Serigala, atau Pohon Tua sesuai cerita acuan). | Memainkan peran fabel/fantasi dengan menampilkan 1 ciri fisik gerak tubuh tokoh (Kelinci, Serigala, atau Pohon Tua) namun belum konsisten dan masih membutuhkan arahan guru. | Memainkan peran fabel/fantasi dengan menampilkan seluruh ciri fisik gerak tubuh tokoh yang dipilih (Kelinci: lompat lincah & tangan di dada; Serigala: mengendap & jemari mencakar; atau Pohon Tua: kaki kokoh & tangan meliuk) secara tepat dan konsisten dari awal hingga akhir adegan. | Memainkan peran fabel/fantasi dengan menampilkan seluruh ciri fisik gerak tubuh tokoh yang dipilih secara konsisten, luwes, dan mandiri tanpa bimbingan guru sepanjang penampilan fragmen adegan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi gerak pengamatan tokoh fabel dan fantasi cukup jelas dan mudah dipraktikkan oleh seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi ragam peran secara mandiri saat kegiatan simulasi berlangsung?
Murid:- Bagian gerak tubuh mana dari tokoh fabel atau fantasi yang paling menantang saat kamu mainkan tadi?
- Apakah kamu merasa sudah berhasil memerankan tokoh pilihanmu dengan ciri fisik yang sesuai dengan cerita?
Pertemuan 7 — Menceritakan Pendapat tentang Penokohan Protagonis dan Antagonis dalam Cerita Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap mengikuti pembelajaran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan pendapat mengenai penokohan protagonis dan antagonis dari sebuah cerita sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan peran dua tokoh pada cuplikan cerita: 'Kancil yang membagikan buah secara adil' dan 'Serigala yang merampas buah milik kelinci', di mana murid diminta menyebutkan tokoh mana yang mendukung kebaikan dan mana penentang (acuan jawaban: Kancil = protagonis/pembawa nilai kebaikan; Serigala = antagonis/penentang nilai kebaikan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pembacaan teks cerita sederhana 'Perselisihan di Hutan Bakau' oleh guru: Bangau Putih selalu membersihkan bibir pantai dari sampah ranting agar ikan kecil bisa berenang aman, sementara Kepiting Bakau sengaja menimbun sampah ranting untuk menjebak ikan demi kepentingannya sendiri (10 menit).
- Guru memandu murid mengonstruksi pemahaman konsep penokohan: tokoh protagonis (tokoh yang mengemban kebaikan/tujuan utama cerita) dan tokoh antagonis (tokoh yang menentang atau menghambat kebaikan tersebut) berdasarkan bukti perilaku tokoh dalam cerita (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menyenangkan 'Tebak Sisi Tokoh': guru membacakan 4 kutipan tindakan tokoh, murid mengangkat kartu hijau jika tindakan mencerminkan protagonis dan kartu merah jika mencerminkan antagonis. Butir 1: 'Bangau rela sayapnya basah demi menyingkirkan kayu runcing yang menghalangi jalan kepiting kecil' (kunci: protagonis). Butir 2: 'Kepiting mencapit sirip ikan kecil agar tidak bisa melarikan diri dari lumpurnya' (kunci: antagonis). Butir 3: 'Bangau menyapa dan mengarahkan rombongan udang menuju tempat perlindungan' (kunci: protagonis). Butir 4: 'Kepiting merusak jembatan batu kecil yang baru saja ditata oleh hewan-hewan lain' (kunci: antagonis) (15 menit).
- Murid secara berpasangan menerima lembar cerita 'Kisah Kejujuran Tukang Kayu' (Pak Rama tukang kayu yang jujur mengembalikan kapak emas yang bukan miliknya, dan Pak Barda yang serakah sengaja membuang kapak berkaratnya ke sungai lalu berbohong meminta kapak emas). Setiap pasangan berdiskusi merumuskan pendapat mereka mengenai penokohan kedua tokoh tersebut berdasarkan perbuatannya (15 menit).
- Secara bergantian, setiap murid menceritakan secara lisan pendapatnya tentang penokohan Pak Rama sebagai protagonis dan Pak Barda sebagai antagonis dengan menyebutkan bukti perbuatan tokoh dari teks cerita (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan proses belajar dengan menyimpulkan kembali ciri-ciri tokoh protagonis dan antagonis serta bagaimana bukti perilaku dalam cerita mendukung pendapat yang mereka sampaikan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif secara menyeluruh terhadap penyampaian pendapat murid mengenai penokohan protagonis dan antagonis yang didukung bukti tekstual (3 menit).
- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan pembahasan pendapat tentang perwatakan tokoh dan perubahannya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks cerita berilustrasi dengan kalimat tindakan tokoh yang diberi tanda garis bawah penegas; murid yang siap diberikan teks cerita utuh tanpa penanda visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan panduan pertanyaan bertahap (siapa yang berbuat jujur, siapa yang berbuat curang); murid yang mahir diberikan kesempatan menceritakan perbandingan tindakan kedua tokoh secara langsung dan mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menceritakan pendapat menggunakan pola kalimat pemandu: 'Menurut saya, tokoh X adalah protagonis karena tindakannya ... dan tokoh Y adalah antagonis karena tindakannya ...'; murid yang mahir menceritakan pendapat dengan bahasa sendiri secara mandiri dan lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Dalam cuplikan cerita tentang Kancil yang membagikan buah secara adil dan Serigala yang merampas buah milik kelinci, tokoh manakah yang membela kebaikan (protagonis) dan tokoh manakah penentangnya (antagonis)?' (Acuan jawaban: Kancil adalah protagonis karena membela kebaikan/berbagi adil; Serigala adalah antagonis karena menentang kebaikan/merampas milik orang lain).
Proses:- Penilaian performa lisan saat murid menceritakan pendapat tentang penokohan Pak Rama (protagonis) dan Pak Barda (antagonis) dalam cerita 'Kisah Kejujuran Tukang Kayu' berdasarkan bukti perilaku tokoh (Acuan: Pak Rama protagonis karena jujur tidak mengakui kapak yang bukan miliknya; Pak Barda antagonis karena serakah dan sengaja berbohong demi keuntungan pribadi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan inti: meminta murid menyebutkan kembali alasan mengapa seorang tokoh disebut protagonis atau antagonis dalam cerita yang telah dianalisis (Kriteria penerimaan: pendapat menyebutkan status peran tokoh disertai tindakan konkrit tokoh dalam cerita).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan penentuan jenis tokoh pembawa kebaikan vs penentang pada bagian pendahuluan
- Pengamatan unjuk kerja penyampaian pendapat lisan mengenai penokohan protagonis dan antagonis menggunakan instrumen rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Pendapat tentang Penokohan Protagonis dan Antagonis | Belum mampu menceritakan pendapat mengenai penokohan protagonis maupun antagonis, atau keliru mengidentifikasi peran kedua tokoh meskipun dibimbing. | Mampu menceritakan pendapat tentang salah satu penokohan saja (hanya protagonis atau hanya antagonis) dengan menyebutkan bukti tindakannya, atau menyebutkan kedua peran tokoh tetapi tanpa menyertakan bukti tindakan dari teks cerita. | Mampu menceritakan pendapat tentang penokohan kedua tokoh (protagonis Pak Rama dan antagonis Pak Barda) secara tepat disertai bukti tindakan masing-masing tokoh dari teks cerita dengan sedikit arahan guru. | Mampu menceritakan pendapat tentang penokohan kedua tokoh (protagonis Pak Rama dan antagonis Pak Barda) secara mandiri, runtut, dan tepat disertai bukti tindakan yang jelas dari teks cerita. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks cerita sederhana yang disajikan mempermudah murid membedakan peran tokoh protagonis dan antagonis?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menceritakan pendapatnya secara lisan selama kegiatan pembelajaran?
Murid:- Bagian mana dari cerita yang paling membantumu menentukan bahwa seorang tokoh adalah protagonis atau antagonis?
- Apakah kamu merasa mudah saat menceritakan alasan pilihan peran tokoh tersebut kepada teman dan guru?
Pertemuan 8 — Menceritakan Pendapat tentang Perwatakan Tokoh dan Perubahannya dalam Cerita Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menceritakan pendapat tentang perwatakan tokoh dan perubahannya dalam cerita sederhana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan membacakan cuplikan singkat: 'Reno awalnya suka mengejek temannya yang jatuh. Namun, setelah ia sendiri jatuh dan dibantu oleh teman yang diejeknya, Reno tersadar lalu meminta maaf dan menjadi anak yang suka menolong.' Guru meminta murid menyebutkan watak awal Reno dan watak akhirnya. Acuan jawaban diagnostik: watak awal = sombong/suka mengejek; watak akhir = sadar/penolong/rendah hati (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memperdengarkan cerita sederhana berjudul 'Perubahan Kancil Emas': (1) Awal cerita: Kancil Emas memiliki watak kikir dan sombong karena tidak mau berbagi buah manis dengan hewan lain; (2) Peristiwa pengubah: Kancil Emas terjebak lumpur hisap dan tidak bisa keluar sendiri hingga ditolong beramai-ramai oleh Kelinci dan Burung Pipit; (3) Akhir cerita: Kancil Emas berubah watak menjadi dermawan, ramah, dan suka berbagi makanan kepada teman-temannya (10 menit).
- Secara berpasangan melalui permainan kartu tebak watak yang menyenangkan ('Kuis Cepat Watak Tokoh'), murid mencocokkan 3 kartu kutipan cerita dengan 3 kartu watak tokoh. Tiga kutipan dan pasangan wataknya: Kartu 1 'Kancil Emas melarang siapa pun mendekati pohon buahnya' berpasangan dengan watak Kikir; Kartu 2 'Kancil menangis meminta tolong dan berjanji akan memperbaiki diri' berpasangan dengan watak Sadar/Menyesal; Kartu 3 'Kancil membagikan buah ranum kepada Kelinci dan Burung Pipit' berpasangan dengan watak Dermawan (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan teks cerita sederhana kedua berjudul 'Batu Kejujuran Pak Raka': 'Pak Raka adalah pedagang sayur yang awalnya serakah dan suka mengurangi timbangan sayurnya demi keuntungan banyak. Suatu hari, seorang nenek tua membayar sayurnya dengan koin warisan terakhir yang sangat berharga secara tidak sengaja. Pak Raka melihat kesedihan nenek itu dan teringat pesan ibunya tentang kejujuran. Hatinya tersentuh, lalu ia mengembalikan koin tersebut, meminta maaf, dan sejak saat itu Pak Raka menjadi pedagang yang jujur serta adil dalam menimbang' (15 menit).
- Secara mandiri, murid menyusun lembar catatan pendapat tentang perwatakan tokoh Pak Raka berdasarkan 3 unsur acuan: (1) Watak awal Pak Raka (acuan: serakah/curang), (2) Peristiwa penyebab perubahan watak (acuan: melihat kesedihan nenek tua dan teringat pesan ibu tentang kejujuran), dan (3) Watak akhir Pak Raka (acuan: jujur/adil) (20 menit).
- Murid secara bergiliran menceritakan pendapatnya secara lisan di depan kelas atau dalam kelompok kecil mengenai perwatakan Pak Raka dan perubahannya sesuai ketiga unsur acuan tersebut (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses belajar dengan mengidentifikasi kembali bagaimana peristiwa penting dalam alur cerita dapat mengubah perwatakan tokoh (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan asesmen akhir singkat dengan meminta 2 orang murid secara acak merangkum kembali pendapatnya tentang alasan mengapa watak seorang tokoh cerita bisa berubah (acuan kriteria: menyebutkan bahwa perubahan watak terjadi karena adanya peristiwa atau pengalaman tertentu yang dialami tokoh) (3 menit).
- Guru mengapresiasi keaktifan seluruh murid dan menyampaikan pengantar singkat bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen unjuk kerja permainan peran dan refleksi penokohan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks cerita 'Batu Kejujuran Pak Raka' dalam bentuk cetak teks bacaan lengkap dan versi teks berpoin alur cerita bagi murid yang membutuhkan panduan visual.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan format pemandu 3 pertanyaan (Apa watak awalnya? Apa peristiwa yang dialaminya? Apa watak akhirnya?). Bagi murid berkemampuan cepat, murid diminta menceritakan pendapat disertai perbandingan dengan perubahan watak tokoh pada cerita 'Kancil Emas'.
- Produk: Penyampaian pendapat dilakukan secara lisan; murid yang memerlukan scaffolding dapat menggunakan bantuan catatan poin kata kunci watak saat bercerita.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid mendengarkan cerita pendek Reno dan menyebutkan watak awal Reno serta watak akhirnya. Acuan jawaban: watak awal = sombong/suka mengejek; watak akhir = sadar/penolong/rendah hati.
Proses:- Pengamatan saat murid menceritakan pendapat tentang perwatakan tokoh Pak Raka dan perubahannya berdasarkan 3 unsur acuan: (1) Watak awal (serakah/curang), (2) Peristiwa pengubah (tersentuh oleh kesedihan nenek pemilik koin/teringat pesan ibu), dan (3) Watak akhir (jujur/adil).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Menjawab pertanyaan mengapa watak tokoh cerita bisa berubah. Acuan penerimaan: murid menyatakan bahwa perubahan watak tokoh dipicu oleh suatu peristiwa penting atau pengalaman hidup yang menyadarkan tokoh tersebut.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai pengenalan watak awal dan watak akhir tokoh.
- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan pendapat tentang perwatakan tokoh dan perubahannya dalam cerita sederhana 'Batu Kejujuran Pak Raka'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan pendapat tentang perwatakan tokoh dan perubahannya | Belum mampu menceritakan pendapat tentang perwatakan tokoh, atau hanya menyebutkan 1 unsur acuan dengan bimbingan penuh guru (acuan: watak awal serakah, peristiwa pengubah tersentuh kesedihan nenek, watak akhir jujur). | Mampu menceritakan pendapat yang memuat 1 atau 2 dari 3 unsur acuan perwatakan tokoh dan perubahannya (acuan: watak awal serakah, peristiwa pengubah tersentuh kesedihan nenek, watak akhir jujur) dengan bantuan arahan guru. | Mampu menceritakan pendapat yang memuat lengkap ketiga unsur acuan perwatakan tokoh dan perubahannya (watak awal serakah, peristiwa pengubah tersentuh kesedihan nenek, dan watak akhir jujur) secara mandiri. | Mampu menceritakan pendapat yang memuat lengkap ketiga unsur acuan perwatakan tokoh dan perubahannya (watak awal serakah, peristiwa pengubah tersentuh kesedihan nenek, dan watak akhir jujur) secara mandiri serta mengaitkan perbandingan perubahan watak tersebut dengan cerita Kancil Emas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks cerita sederhana yang dipilih berhasil membantu murid mengidentifikasi watak tokoh dan perubahannya dengan jelas?
- Bagaimana keterlibatan murid saat menyampaikan pendapat tentang perwatakan tokoh secara mandiri?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling membantumu mengetahui bahwa watak tokoh telah berubah?
- Apakah kamu dapat menceritakan perbedaan watak awal dan watak akhir tokoh dengan mudah?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Melakukan pengenalan karakter melalui pengamatan kebiasaan tokoh yang diperankan
- TP 5.1.2 Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi tokoh
- TP 5.1.3 Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan
- TP 5.1.4 Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran 28 murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah pelaksanaan asesmen sumatif unjuk kerja bab 1 (2 menit).
- Guru mengundi dan mengumumkan urutan tampil 6 kelompok unjuk kerja teater (Kelompok 1 sampai 4 masing-masing beranggotakan 5 murid, Kelompok 5 dan 6 masing-masing beranggotakan 4 murid; total 28 murid) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan petunjuk pelaksanaan asesmen sumatif teater terpadu: setiap kelompok mendapatkan waktu tampil bermain peran 10 menit (termasuk persiapan panggung) dan dilanjutkan 6 menit presentasi lisan refleksi penokohan (2 menit).
- Guru membagikan lembar panduan pemeranan dan kriteria rubrik penilaian yang memuat 3 pilihan cerita sederhana: (1) Cerita Fabel 'Kancil, Kura-kura, dan Bangau Menyeberang Sungai' (tokoh: Kancil yang lincah/cerdik, Kura-kura yang lamban/tenang, Bangau yang anggun/waspada); (2) Cerita Profesi 'Keriuhan di Pasar Pagi' (tokoh: Pedagang Sayur yang ramah/cekatan, Pembeli Nawar yang cerewet/kritis, Petugas Kebersihan yang lelah/sabar); (3) Cerita Fantasi 'Penjaga Hutan Ajaib dan Pengelana' (tokoh: Raksasa Penjaga yang lamban/tegas, Peri Bunga yang riang/gesit, Pengelana yang takut/penasaran) (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Pelaksanaan unjuk kerja bermain peran cerita sederhana secara berkelompok bergiliran (Kelompok 1 sampai 6 @ 10 menit = 60 menit) di area panggung kelas. Tiap kelompok memeragakan ragam peran cerita pilihan dengan mengeksplorasi kebiasaan gerak dan suara tokoh hasil pengamatan serta improvisasi aksi-reaksi antarperan (55 menit).
- Tugas 2: Pelaksanaan presentasi ulasan lisan penokohan dan perwatakan secara berkelompok bergiliran (Kelompok 1 sampai 6 @ 6 menit = 36 menit) langsung setelah selesai peran atau berurutan di panggung. Setiap anggota kelompok bergantian menceritakan pendapatnya mengenai karakter tokoh (protagonis/antagonis/pendukung), perwatakan, dan alasan kebiasaan gerak-suara yang dipilih (36 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak seluruh murid mengheningkan cipta sejenak dan menyampaikan umpan balik umum yang mengapresiasi keberanian seluruh kelompok dalam mengeksplorasi gerak, suara, dan menyampaikan pendapat tentang watak tokoh selama Bab 1 (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi bahwa seluruh rangkaian pengambilan data sumatif unjuk kerja Bab 1 telah selesai dan mencatat hasil observasi rubrik (2 menit).
- Guru menutup pertemuan sumatif dengan doa bersama dan apresiasi tepuk tangan untuk seluruh murid kelas 5 (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: Menyediakan lembar panduan naskah berhuruf besar dan kartu petunjuk alur cerita visual bagi kelompok yang membutuhkan panduan visual tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Proses: Akomodasi akses: Memberikan keleluasaan urutan giliran bicara dalam kelompok saat refleksi lisan agar murid yang membutuhkan adaptasi dapat berbicara setelah rekan kelompoknya.
- Produk: Akomodasi akses: Penilaian tetap menggunakan rubrik standar unjuk kerja dan presentasi lisan yang sama untuk seluruh kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan fisik dan vokal singkat oleh guru di awal sesi melalui instruksi peregangan gerak dan pelafalan vokal a-i-u-e-o bersama untuk memastikan murid siap tampil (acuan kesiapan: seluruh murid mampu merespons gerak peregangan dan artikulasi vokal dasar tanpa keluhan fisik).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan kedisiplinan murid saat menunggu giliran tampil di ruang penonton kelas teater menggunakan lembar cek observasi partisipasi.
Sumatif Bab:- unjuk kerja seni teater terpadu (permainan peran improvisasi dan refleksi lisan penokohan): penampilan kelompok memeragakan ragam peran dari cerita sederhana melalui improvisasi aksi-reaksi gerak dan suara hasil pengamatan kebiasaan tokoh, dilanjutkan penyampaian lisan ulasan penokohan dan perwatakan cerita
- unjuk kerja pemeranan kelompok: penampilan bermain peran cerita sederhana secara berkelompok (6 kelompok @ 4-5 murid, tampil bergiliran masing-masing 10 menit termasuk persiapan masuk-keluar panggung; total 60 menit muat 28 murid) yang memperagakan eksplorasi variasi gerak dan suara tokoh hasil pengamatan serta improvisasi aksi-reaksi antarperan (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemeranan (indikator: kebiasaan gerak dan suara tokoh, ketepatan aksi-reaksi improvisasi, variasi ekspresi peran))
- presentasi lisan kelompok: penyampaian pendapat dan ulasan lisan secara berkelompok bergantian (6 kelompok @ 6 menit; total 36 menit muat 28 murid) mengenai penokohan dan perwatakan dari cerita sederhana yang telah mereka mainkan (36 menit; kelompok; instrumen: rubrik asesmen lisan (indikator: kejelasan pendapat penokohan, ketepatan identifikasi perwatakan tokoh, keruntutan penyampaian lisan))
Sumatif:- unjuk kerja seni teater terpadu (permainan peran improvisasi dan refleksi lisan penokohan): penampilan kelompok memeragakan ragam peran dari cerita sederhana melalui improvisasi aksi-reaksi gerak dan suara hasil pengamatan kebiasaan tokoh, dilanjutkan penyampaian lisan ulasan penokohan dan perwatakan cerita
- unjuk kerja pemeranan kelompok: penampilan bermain peran cerita sederhana secara berkelompok (6 kelompok @ 4-5 murid, tampil bergiliran masing-masing 10 menit termasuk persiapan masuk-keluar panggung; total 60 menit muat 28 murid) yang memperagakan eksplorasi variasi gerak dan suara tokoh hasil pengamatan serta improvisasi aksi-reaksi antarperan (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemeranan (indikator: kebiasaan gerak dan suara tokoh, ketepatan aksi-reaksi improvisasi, variasi ekspresi peran))
- presentasi lisan kelompok: penyampaian pendapat dan ulasan lisan secara berkelompok bergantian (6 kelompok @ 6 menit; total 36 menit muat 28 murid) mengenai penokohan dan perwatakan dari cerita sederhana yang telah mereka mainkan (36 menit; kelompok; instrumen: rubrik asesmen lisan (indikator: kejelasan pendapat penokohan, ketepatan identifikasi perwatakan tokoh, keruntutan penyampaian lisan))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kebiasaan Gerak dan Suara Tokoh Hasil Pengamatan (TP 5.1.1 & TP 5.1.3) | Memeragakan gerak tubuh dan suara yang datar tanpa memunculkan ciri kebiasaan khas dari tokoh yang diperankan (acuan: postur, tempo langkah, dan warna vokal tokoh belum tampak). | Memeragakan 1 ciri kebiasaan tokoh (hanya gerak tubuh atau hanya variasi suara) sesuai hasil pengamatan pada cerita yang dimainkan. | Memeragakan kebiasaan gerak tubuh dan variasi suara khas tokoh secara konsisten sesuai hasil pengamatan pada 1 peran cerita sederhana yang dimainkan. | Memeragakan kebiasaan gerak tubuh dan variasi suara khas tokoh secara sangat detail, konsisten, dan hidup sesuai hasil pengamatan sepanjang memainkan peran cerita sederhana. | | Aksi dan Reaksi Improvisasi Antarperan (TP 5.1.2) | Hanya diam atau terpaku pada teks tanpa melakukan aksi maupun reaksi saat berinteraksi dengan gerak atau dialog lawan main. | Melakukan aksi peran namun terlambat atau canggung dalam memberikan reaksi spontan terhadap respon lawan main. | Melakukan aksi dan reaksi spontan yang tepat melalui gerak dan dialog improvisasi dalam merespons lawan main secara lancar. | Melakukan aksi dan reaksi spontan yang sangat hidup, luwes, dan tanggap dalam mengelaborasi interaksi antartokoh sehingga adegan cerita berkembang dinamis. | | Menceritakan Pendapat tentang Penokohan dan Perwatakan (TP 5.1.4) | Belum mampu menyampaikan pendapat mengenai penokohan maupun watak dari tokoh yang dimainkan dalam cerita (hanya menyebutkan nama diri sendiri). | Menyampaikan pendapat dengan menyebutkan nama tokoh dan statusnya (protagonis/antagonis/pendukung) namun belum mengidentifikasi perwatakan tokoh dengan tepat. | Menyampaikan pendapat secara runtut dengan menyebutkan penokohan dan mengidentifikasi perwatakan tokoh (sifat baik/buruk/kebiasaan) dari cerita yang telah dimainkan. | Menyampaikan pendapat secara mendalam dan runtut dengan menjelaskan alasan penokohan, perwatakan tokoh, serta perubahan sikap tokoh dalam cerita yang telah dimainkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 10 menit tampil bermain peran dan 6 menit presentasi lisan per kelompok berjalan efektif dan mencukupi untuk 6 kelompok (total 28 murid)?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam mengintegrasikan kebiasaan gerak-suara hasil pengamatan ke dalam improvisasi aksi-reaksi di panggung?
- Apakah rubrik penilaian sumatif unjuk kerja dan lisan mampu membedakan pencapaian kompetensi murid secara objektif?
Murid:- Kebiasaan gerak dan suara apa yang paling kamu banggakan saat memerankan tokohmu di depan teman-teman hari ini?
- Bagaimana perasaanmu ketika harus memberikan reaksi spontan terhadap dialog atau gerak tak terduga dari teman satu kelompokmu?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang watak tokoh cerita setelah menyampaikan refleksi lisan bersama kelompok?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Kartu profil karakter tokoh (pedagang pasar, anak kecil, bangau, tukang kebun).
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk aktivitas olah gerak tubuh.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024
- Rekaman audio contoh ragam suara profesi/lingkungan sekitar
- Kartu panduan karakter dan frasa wicara tokoh
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas V
- Ruang kelas/aula yang cukup lapang dan aman untuk pergerakan fisik
- 4 Kartu Skenario Stimulus Gerak Aksi-Reaksi
- Buku Panduan Guru Seni Teater Kelas 5 SD (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek)
- Set 3 Kartu Situasi Improvisasi Tokoh (Pedagang-Pembeli, Petugas Kebersihan-Pengunjung, Koki-Pengantar)
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk olah gerak peran
- Teks narasi cerita sederhana 'Pagi Hari di Pasar Desa'
- Benda/alat di kelas sebagai properti sederhana peran (buku, sapu, tas, keranjang)
- Teks fabel sederhana 'Kelinci Cerdik dan Serigala Pohon Tua'.
- Ruang kelas yang lapang untuk area gerak teater dan musik pengiring instrumen bertema alam.
- Teks fabel 'Perselisihan di Hutan Bakau'
- Lembar cerita sederhana 'Kisah Kejujuran Tukang Kayu'
- Kartu Merah-Hijau untuk permainan interaktif
- Buku Panduan Guru Seni Teater SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021).
- Teks cerita sederhana 'Perubahan Kancil Emas' dan 'Batu Kejujuran Pak Raka'.
- Kartu kutipan cerita dan kartu watak tokoh.
- Lembar Panduan Tugas Asesmen Sumatif Unjuk Kerja Bab 1 (berisi 3 skenario cerita sederhana: Fabel Kancil-Kura-kura-Bangau, Profesi Pasar Pagi, dan Fantasi Hutan Ajaib).
- Ruang kelas/panggung sederhana dengan batas area bermain peran dan area penonton.
- Lembar rubrik observasi penilaian unjuk kerja teater terpadu dan penilaian lisan kelompok.
|