Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Menebak Karakter pada Cerita Dongeng

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Menebak Karakter pada Cerita Dongeng". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Menebak Karakter pada Cerita Dongeng

Seni Teater - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menebak Karakter pada Cerita Dongeng

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenebak Karakter pada Cerita Dongeng
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menebak karakter tokoh berdasarkan gerak tubuh, suara, dan emosi yang diperagakan teman.
  2. Murid mampu mendeskripsikan gerak tubuh, suara, dan emosi karakter yang diamati.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau ada teman yang tiba-tiba berjalan pelan, membungkuk, dan bersuara berat, kira-kira ia sedang memerankan tokoh apa?
  2. Bagaimana cara kita tahu bahwa seseorang sedang memerankan tokoh yang marah, takut, atau gembira — tanpa ia berbicara?
  3. Menurutmu, apa yang paling membedakan cara bergerak seekor semut dengan seekor singa dalam sebuah cerita fabel?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid berdiri dan melakukan peregangan ringan selama 2 menit — gerakkan kepala, bahu, tangan, dan kaki — untuk menyiapkan tubuh sebelum beraktivitas.
  • Guru menyapa murid dan menyampaikan bahwa hari ini mereka akan bermain tebak-tebakan karakter, seperti detektif yang mencari petunjuk dari gerak tubuh, suara, dan ekspresi.
  • Guru melakukan asesmen awal: mengajukan pertanyaan lisan kepada beberapa murid — 'Sebutkan satu tokoh fabel atau legenda yang kamu ingat, dan ceritakan cara ia bergerak atau bersuara!' — untuk mengecek ingatan murid terhadap cerita yang sudah dibaca di pertemuan sebelumnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar menebak karakter dari gerak, suara, dan emosi yang diperagakan teman, lalu mendeskripsikannya.'
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat: mengamati peragaan teman → menebak tokohnya → mendeskripsikannya → berbagi refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bertanya: 'Apa saja ciri-ciri yang bisa kita amati saat seseorang memerankan tokoh?' Guru menampung jawaban murid di papan tulis dalam tiga kolom: Gerak Tubuh | Suara/Vokal | Emosi.
  • Guru memberikan contoh langsung: memeragakan dua tokoh berbeda (misalnya kura-kura yang lambat dan pendiam vs. kancil yang lincah dan cerdik) tanpa menyebut nama tokoh, lalu bertanya, 'Tokoh siapa yang baru saja Bapak/Ibu peragakan? Apa petunjuknya?'
  • Murid mendiskusikan petunjuk yang mereka tangkap bersama pasangan duduknya selama 2 menit, kemudian beberapa pasang berbagi jawaban ke kelas.
  • Guru menegaskan tiga elemen kunci yang akan menjadi 'kunci tebakan' sepanjang kegiatan: (1) Gerak tubuh — postur, kecepatan, cara berjalan; (2) Suara — tinggi/rendah, keras/pelan, cepat/lambat; (3) Emosi — ekspresi wajah dan perasaan yang ditampilkan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (4–5 murid). Setiap kelompok mendapat satu set kartu tokoh berisi nama-nama karakter dari fabel dan legenda yang sudah dibaca (misalnya: Kancil, Buaya, Malin Kundang, Bawang Merah, Lutung Kasarung, dll.).
  • Satu murid dalam kelompok mengambil satu kartu tokoh secara diam-diam, kemudian memeragakan tokoh tersebut hanya menggunakan gerak tubuh, suara, dan ekspresi emosi — tanpa mengucapkan nama tokoh atau dialog cerita.
  • Anggota kelompok lain mengamati peragaan dan menebak nama tokohnya. Murid yang menebak benar mendapat giliran berikutnya untuk memeragakan.
  • Setiap murid yang menebak wajib mengisi kolom singkat di Lembar Kerja Murid: (a) Nama tokoh yang ditebak, (b) Gerak tubuh yang diamati, (c) Suara/vokal yang didengar, (d) Emosi yang terlihat.
  • Rotasi dilakukan hingga setiap anggota kelompok mendapat minimal satu giliran memeragakan.
  • Guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik singkat kepada murid yang kesulitan memeragakan atau mendeskripsikan, misalnya: 'Coba pikirkan, bagaimana postur tubuh tokoh ini saat ia merasa takut?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Seluruh murid kembali ke posisi duduk. Guru meminta dua atau tiga sukarelawan dari kelompok berbeda untuk berbagi: 'Tokoh apa yang paling mudah ditebak tadi? Apa yang membuat gerak/suaranya mudah dikenali?'
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Tokoh mana yang paling sulit ditebak? Mengapa? Apa yang bisa dilakukan agar peragaannya lebih jelas?'
  • Murid mengisi bagian refleksi di Lembar Kerja: (a) Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang gerak/suara/emosi karakter, (b) Satu hal yang ingin aku coba lebih baik saat memeragakan tokoh.
  • Guru menutup tahap refleksi dengan menegaskan: 'Gerak tubuh, suara, dan emosi adalah bahasa tubuh seorang aktor. Semakin kita mengenal karakter, semakin kita bisa memerankannya dengan nyata.'

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan 'tos bintang': setiap murid menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaannya hari ini (misal: seru, bangga, penasaran) sebelum duduk.
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan secara acak: meminta 3–4 murid mendeskripsikan ulang satu tokoh yang mereka amati hari ini menggunakan tiga elemen (gerak, suara, emosi).
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif atas partisipasi murid secara keseluruhan.
  • Guru menyampaikan kaitan materi hari ini dengan pertemuan berikutnya: 'Karena kalian sudah tahu ciri-ciri gerak, suara, dan emosi tokoh, di pertemuan berikutnya kita akan mulai berdialog sesuai adegan.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan mengingat tokoh diberikan kartu tokoh yang dilengkapi gambar ilustrasi karakter dan satu petunjuk singkat (misal: 'tokoh ini bergerak lambat dan hidup di air'). Murid yang sudah mahir diberikan kartu tokoh tanpa petunjuk dan diminta memeragakan lebih dari satu tokoh sekaligus.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat memeragakan tokoh bersama satu teman sebelum tampil sendiri di kelompok. Murid yang cepat dapat diminta memberikan umpan balik kepada temannya tentang aspek mana yang sudah tepat dan mana yang bisa diperkuat.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi dua kolom di LKPD (gerak tubuh dan emosi). Murid yang sudah mahir diminta menulis deskripsi lengkap tiga elemen dan menambahkan satu kalimat pendapat: 'Menurutku, peragaan tokoh ini berhasil/kurang berhasil karena...'

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di pendahuluan kepada beberapa murid secara acak: 'Sebutkan satu tokoh dari cerita fabel atau legenda yang sudah kamu baca. Bagaimana cara tokoh itu bergerak atau bersuara?' — untuk mengecek ingatan dan pemahaman awal murid sebelum masuk ke kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi langsung saat kegiatan peragaan dalam kelompok: guru mencatat murid yang dapat dan belum dapat memeragakan gerak, suara, dan emosi tokoh dengan tepat menggunakan lembar observasi sederhana (checklist).
  • Pengecekan LKPD bagian deskripsi selama rotasi kelompok: guru mengecek apakah murid mampu menuliskan ciri gerak, suara, dan emosi tokoh yang diamati.
  • Umpan balik sejawat ringan: murid yang menebak diminta menyebutkan satu alasan mengapa mereka bisa menebak, sehingga pemeran mendapat informasi tentang efektivitas peragaannya.

Akhir:

  • Deskripsi lisan acak di penutup: 3–4 murid dipilih secara acak untuk mendeskripsikan satu tokoh yang mereka amati menggunakan tiga elemen (gerak tubuh, suara/vokal, emosi). Guru menilai ketepatan dan kelengkapan deskripsi menggunakan rubrik 4 level.
  • LKPD bagian refleksi dikumpulkan sebagai portofolio: murid menuliskan satu hal yang dipelajari dan satu hal yang ingin ditingkatkan, yang dinilai sebagai bukti kemampuan merefleksikan pengalaman belajar.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid memeragakan tokoh dalam kelompok: kesesuaian gerak tubuh, suara, dan emosi dengan karakter.
  • Pengecekan isian Lembar Kerja Murid selama kegiatan mengaplikasi: kelengkapan dan ketepatan deskripsi tiga elemen (gerak, suara, emosi).
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami untuk mengecek pemahaman awal murid tentang elemen karakter.

Sumatif:

  • Deskripsi lisan di akhir pembelajaran: murid diminta mendeskripsikan satu tokoh yang diamati menggunakan tiga elemen (gerak tubuh, suara, emosi) secara runtut.
  • Hasil isian LKPD bagian refleksi sebagai bukti pemahaman dan kemampuan mendeskripsikan karakter.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menebak Karakter Tokoh (TP 4.3.5.1)Murid belum mampu menebak tokoh meski sudah melihat peragaan gerak, suara, dan emosi teman.Murid dapat menebak tokoh dengan benar jika mendapat petunjuk tambahan dari guru atau teman.Murid dapat menebak tokoh dengan benar secara mandiri berdasarkan salah satu atau dua elemen (gerak, suara, atau emosi) yang diamati.Murid dapat menebak tokoh dengan benar secara mandiri berdasarkan ketiga elemen (gerak tubuh, suara, dan emosi) dan dapat menjelaskan alasan tebakannya.
Mendeskripsikan Gerak Tubuh, Suara, dan Emosi Karakter (TP 4.3.5.2)Murid belum mampu mendeskripsikan elemen gerak, suara, atau emosi tokoh yang diamati.Murid dapat mendeskripsikan satu elemen (hanya gerak, atau hanya suara, atau hanya emosi) dengan kata-kata sederhana.Murid dapat mendeskripsikan dua dari tiga elemen (gerak, suara, emosi) tokoh yang diamati dengan kata-kata yang cukup jelas.Murid dapat mendeskripsikan ketiga elemen (gerak tubuh, suara/vokal, dan emosi) tokoh yang diamati dengan kata-kata yang jelas, rinci, dan runtut.
Memeragakan Karakter Tokoh (proses kegiatan)Murid belum berani atau belum mampu memeragakan gerak, suara, dan emosi tokoh yang ada di kartu.Murid memeragakan tokoh namun hanya menggunakan satu elemen (misalnya hanya bergerak, tanpa suara dan ekspresi emosi).Murid memeragakan tokoh menggunakan dua dari tiga elemen dengan cukup jelas sehingga teman bisa menebak.Murid memeragakan tokoh menggunakan ketiga elemen (gerak, suara, emosi) secara ekspresif dan konsisten sehingga teman mudah menebak.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan memeragakan dan mengamati tokoh? Jika tidak, apa yang perlu diatur ulang?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau dipersingkat?
  • Murid mana yang masih kesulitan mendeskripsikan karakter? Dukungan apa yang bisa diberikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna?

Refleksi Murid:

  • Tokoh apa yang paling berkesan kamu peragakan atau amati hari ini? Apa yang membuatnya berkesan?
  • Dari tiga elemen (gerak tubuh, suara, emosi), mana yang paling mudah kamu kenali saat mengamati teman, dan mana yang paling sulit?
  • Apa satu hal yang ingin kamu coba lebih baik saat memeragakan atau mengamati tokoh di kegiatan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab 3, Kegiatan 2
  2. Lembar Kerja Murid (LKPD) Kegiatan 2: Menebak Karakter pada Cerita Dongeng
  3. Kartu tokoh bergambar berisi nama karakter dari fabel dan legenda (Kancil, Buaya, Malin Kundang, Bawang Merah, Lutung Kasarung, dll.) — disiapkan guru
  4. Cerita fabel dan legenda yang sudah dibaca pada pertemuan sebelumnya (Kegiatan 1) sebagai referensi karakter
  5. Ruang kelas yang telah diatur lapang atau area luar kelas (lapangan/halaman) agar murid dapat bergerak bebas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.