Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Membaca dan Memahami Cerita Legenda

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Membaca dan Memahami Cerita Legenda". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Membaca dan Memahami Cerita Legenda

Seni Teater - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Membaca dan Memahami Cerita Legenda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMembaca dan Memahami Cerita Legenda
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membaca cerita legenda 'Kisah Raja Ampat dan Telur Naga' dengan lancar.
  2. Murid mampu mengidentifikasi tokoh dan karakter dalam cerita legenda yang dibaca.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar cerita tentang asal-usul suatu tempat di Indonesia? Tempat apa itu dan bagaimana ceritanya?
  2. Menurutmu, apa bedanya cerita legenda dengan cerita yang kamu alami sendiri sehari-hari?
  3. Kalau kamu bisa menjadi salah satu tokoh dalam cerita legenda, kamu mau jadi tokoh seperti apa — pahlawan, raja, atau makhluk ajaib? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa sebelum memulai kegiatan.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan diagnostik lisan — 'Siapa yang sudah pernah mendengar cerita tentang Raja Ampat?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang legenda?' — untuk mengukur pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat: hari ini kita akan membaca cerita legenda 'Kisah Raja Ampat dan Telur Naga' dan mencari tahu siapa saja tokoh-tokohnya serta bagaimana sifat mereka.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru menunjukkan peta Indonesia dan menunjuk lokasi Papua/Raja Ampat agar murid mendapatkan konteks geografis cerita yang akan dibaca.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita legenda 'Kisah Raja Ampat dan Telur Naga' sekali secara ekspresif dan lantang, sementara murid menyimak dengan penuh perhatian. (Berkesadaran)
  • Guru meminta murid untuk menutup teks, kemudian bertanya secara lisan: 'Siapa saja tokoh yang muncul dalam cerita tadi?' — murid menjawab secara bergantian. (Berkesadaran)
  • Murid membuka teks cerita dan membacanya secara mandiri dalam hati selama ±7 menit. Guru mengingatkan murid untuk menandai (dengan jari atau pensil) setiap kali menemukan nama tokoh. (Bermakna)
  • Guru memandu sesi tanya-jawab singkat untuk memastikan pemahaman dasar: alur cerita, latar tempat, dan peristiwa utama dalam cerita.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengisi Lembar Kerja Murid (LKPD) dengan tabel dua kolom: 'Nama Tokoh' dan 'Karakter/Sifat Tokoh'. Mereka menuliskan minimal 3 tokoh yang ditemukan dalam cerita beserta sifatnya berdasarkan bukti teks. (Bermakna)
  • Setelah mengisi tabel, murid berpasangan (pair-share) dan saling membandingkan hasil identifikasi tokoh mereka — apakah ada tokoh atau sifat yang berbeda dari yang ditemukan pasangannya? (Menggembirakan)
  • Beberapa pasang murid diminta mempresentasikan satu tokoh pilihan mereka kepada kelas: menyebutkan nama tokoh, sifatnya, dan satu kutipan atau bukti dari cerita yang mendukung sifat tersebut. (Bermakna)
  • Guru memberikan penguatan dan menambahkan informasi tentang tokoh yang mungkin terlewat, serta mengaitkan karakter tokoh dengan kemungkinan cara memerankannya di panggung (gerak tubuh, ekspresi, suara). (Bermakna)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak dan merenungkan: 'Dari semua tokoh yang sudah kamu temukan, tokoh mana yang paling berkesan bagimu dan mengapa?' — murid menjawab secara lisan bergantian atau menuliskan jawabannya di buku. (Berkesadaran)
  • Guru memancing refleksi lebih dalam: 'Kalau kamu harus memerankan salah satu tokoh itu di atas panggung, kira-kira bagaimana cara kamu menunjukkan sifat tokoh itu lewat suara dan gerakanmu?' — beberapa murid boleh langsung mencoba berekspresi singkat. (Menggembirakan)
  • Murid menuliskan satu kalimat kesimpulan pribadi di buku catatan: 'Cerita ini mengajarkanku bahwa...' sebagai bentuk pemaknaan nilai dari legenda. (Bermakna)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: siapa saja tokoh dalam cerita 'Kisah Raja Ampat dan Telur Naga' dan bagaimana karakter masing-masing tokoh.
  • Asesmen akhir: Guru meminta setiap murid menyebutkan satu tokoh dan satu sifat tokoh tersebut secara lisan (teknik 'tiket keluar' lisan) sebelum meninggalkan tempat duduk.
  • Guru memberikan umpan balik singkat atas proses hari ini dan mengapresiasi keaktifan murid.
  • Guru menyampaikan gambaran kegiatan berikutnya (Pertemuan 4): murid akan mulai mencoba menirukan gerak tubuh, suara, dan emosi tokoh yang sudah diidentifikasi hari ini.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan versi cerita yang telah disederhanakan kosakatanya atau diperbolehkan menggunakan rekaman audio cerita yang diputar melalui perangkat guru.
  • Proses: Murid yang cepat selesai mengisi LKPD diminta menambahkan kolom ketiga pada tabelnya: 'Bagaimana cara memerankan tokoh ini?' (deskripsi singkat gestur atau suara). Murid yang mengalami kesulitan mendapat pendampingan guru dengan pertanyaan pancingan: 'Di halaman berapa kamu menemukan tokoh ini? Apa yang tokoh itu lakukan?'
  • Produk: Murid yang sudah sangat memahami dapat membuat sketsa wajah atau ilustrasi sederhana tokoh pilihan mereka di buku catatan sebagai gambaran visual karakter yang akan diperankan nanti.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal: 'Siapa yang sudah pernah mendengar cerita Raja Ampat?' dan 'Apa yang kalian tahu tentang legenda?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang cerita legenda.
  • Guru mencatat secara cepat (mental map atau tanda di daftar hadir) murid yang sudah familiar dan yang belum pernah mendengar cerita legenda, untuk menyesuaikan tingkat bantuan selama kegiatan.

Proses:

  • Observasi keaktifan membaca: guru memantau apakah murid membaca secara mandiri dan menandai tokoh yang ditemukan.
  • Penilaian LKPD saat berjalan: guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung jika ada penulisan tokoh atau sifat yang kurang tepat.
  • Observasi saat pair-share: guru mendengarkan percakapan antar pasangan untuk menilai ketepatan identifikasi tokoh dan kemampuan murid memberikan alasan.
  • Pertanyaan pancingan selama kegiatan inti: 'Bagaimana kamu tahu tokoh ini baik atau jahat? Tunjukkan kalimat di teks yang membuktikannya.'

Akhir:

  • Tiket keluar lisan: setiap murid wajib menyebutkan minimal satu nama tokoh dan satu sifat tokoh dari cerita sebelum meninggalkan kelas — digunakan sebagai bukti ketercapaian TP 4.3.3.2.
  • LKPD tabel tokoh dan karakter dikumpulkan dan dinilai berdasarkan rubrik empat level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk kedua TP.
  • Kalimat refleksi pribadi ('Cerita ini mengajarkanku bahwa...') dinilai secara holistik untuk melihat kedalaman pemahaman murid terhadap nilai dalam legenda.

Formatif:

  • Observasi lisan saat sesi tanya-jawab tentang tokoh dan karakter cerita.
  • Pengamatan proses saat murid mengisi LKPD tabel tokoh dan karakter.
  • Pair-share: guru berkeliling memantau kualitas diskusi berpasangan dan mencatat murid yang memerlukan dukungan tambahan.

Sumatif:

  • Tiket keluar lisan: setiap murid menyebutkan satu nama tokoh dan satu sifatnya dari cerita 'Kisah Raja Ampat dan Telur Naga' sebelum mengakhiri pelajaran.
  • LKPD tabel tokoh dan karakter yang telah diisi murid dikumpulkan untuk dinilai menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran Membaca Cerita Legenda (TP 4.3.3.1)Murid belum dapat membaca teks cerita secara mandiri; perlu dibacakan seluruhnya oleh guru atau teman.Murid mampu membaca cerita dengan banyak jeda panjang, pelafalan kurang jelas, dan sering membutuhkan bantuan pada kata-kata tertentu.Murid mampu membaca cerita dengan lancar di sebagian besar bagian; sesekali terhenti pada kata yang kurang familiar namun dapat melanjutkan secara mandiri.Murid membaca cerita legenda dengan sangat lancar, pelafalan jelas, intonasi sesuai isi cerita, dan mampu membaca tanpa bantuan dari awal hingga akhir.
Mengidentifikasi Tokoh dalam Cerita Legenda (TP 4.3.3.2 — Nama Tokoh)Murid tidak dapat menyebutkan tokoh dalam cerita meskipun dengan bantuan.Murid mampu menyebutkan 1 tokoh dari cerita dengan benar.Murid mampu menyebutkan 2–3 tokoh dari cerita dengan benar.Murid mampu menyebutkan semua tokoh utama dan tokoh pendukung dalam cerita dengan benar dan lengkap.
Mengidentifikasi Karakter Tokoh dalam Cerita Legenda (TP 4.3.3.2 — Sifat Tokoh)Murid tidak dapat mendeskripsikan karakter/sifat tokoh.Murid mampu menyebutkan sifat 1 tokoh namun tanpa bukti dari teks.Murid mampu menyebutkan sifat 2–3 tokoh disertai alasan atau bukti singkat dari teks cerita.Murid mampu mendeskripsikan sifat semua tokoh utama secara rinci, disertai kutipan atau bukti dari teks, dan mampu menghubungkan sifat tokoh dengan tindakan yang dilakukan tokoh dalam cerita.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat cukup waktu dan kesempatan untuk membaca cerita secara mandiri? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid terhadap cerita legenda?
  • Seberapa efektif strategi pair-share dalam membantu murid mengidentifikasi tokoh dan karakter? Apakah perlu dimodifikasi?
  • Murid mana yang tampak belum mencapai TP hari ini, dan dukungan apa yang akan diberikan pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Tokoh mana dalam cerita 'Kisah Raja Ampat dan Telur Naga' yang paling kamu ingat? Apa yang membuatmu ingat tokoh itu?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling mudah bagimu, dan bagian mana yang paling sulit?
  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cerita legenda yang belum kamu ketahui sebelumnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Teks cerita legenda 'Kisah Raja Ampat dan Telur Naga' (dari Buku Siswa Seni Teater SD/MI Kelas IV, Kemdikbud Edisi Revisi, Kegiatan 1 Bab III)
  2. Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemdikbud
  3. Peta Indonesia (untuk menunjukkan lokasi Raja Ampat sebagai konteks geografis cerita)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) tabel dua kolom 'Nama Tokoh' dan 'Karakter/Sifat Tokoh' — disiapkan dan digandakan guru sesuai jumlah murid
  5. Sumber cerita digital tambahan (opsional): https://buku.kemdikbud.go.id/katalog dan https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/
  6. Papan tulis atau flipchart untuk menuliskan daftar tokoh secara bersama-sama saat diskusi kelas
  7. Alat tulis (pensil/pulpen) untuk mengisi LKPD dan buku catatan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.