Modul AjarPertemuan 12Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Pementasan Cerita Fabel dan Legenda

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Pementasan Cerita Fabel dan Legenda". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Pementasan Cerita Fabel dan Legenda

Seni Teater - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Pementasan Cerita Fabel dan Legenda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPementasan Cerita Fabel dan Legenda
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mementaskan cerita fabel atau legenda dengan menggunakan kostum dan properti yang sesuai.
  2. Murid mampu menunjukkan sikap percaya diri dan kerja sama saat pentas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, apa yang membuat sebuah pementasan teater terasa hidup dan menyenangkan untuk ditonton?
  2. Bagaimana kostum dan properti bisa membantu penonton memahami siapa tokoh yang sedang kamu perankan?
  3. Apa yang kamu rasakan saat harus tampil di depan orang banyak, dan bagaimana kamu bisa membantu teman satu timmu agar tampil percaya diri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah hari pementasan — hasil kerja keras seluruh tim akan ditampilkan di depan kelas (1 menit).
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan singkat secara lisan, 'Siapa yang sudah siap dengan kostum dan propertinya? Siapa yang masih punya rasa gugup?' — murid mengangkat tangan untuk memetakan kesiapan awal (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan mementaskan cerita fabel atau legenda dengan kostum dan properti yang sesuai, serta menunjukkan percaya diri dan kerja sama (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan semangat: 'Apa yang membuat penonton merasa ikut terbawa suasana cerita yang kalian pentaskan?' (2 menit).
  • Guru memberi waktu 5 menit untuk setiap kelompok melakukan persiapan akhir: mengenakan kostum, memeriksa properti, dan berdiskusi singkat bersama anggota tim (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap kelompok berkumpul di area persiapan dan melakukan 'cek bersama' (2 menit): setiap anggota menyebutkan satu hal yang menjadi tanggung jawabnya dalam pementasan — dialog, gerak tubuh, suara, atau pengelolaan properti.
  • Guru mengingatkan secara singkat tiga hal utama yang harus diperhatikan saat pentas: (1) ekspresi wajah dan gerak tubuh sesuai karakter, (2) suara yang jelas dan cukup keras, (3) penggunaan kostum dan properti yang tepat waktu dan tepat cara (3 menit).
  • Murid diberi waktu 3 menit untuk latihan singkat dalam kelompok (gladi resik mini) sebelum tampil — guru berkeliling memberi umpan balik cepat jika ada hal yang perlu diperbaiki (3 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok maju secara bergiliran untuk mementaskan cerita fabel atau legenda pilihannya di depan kelas. Urutan tampil ditentukan melalui undian atau kesepakatan kelas (durasi per kelompok ±5-7 menit, disesuaikan jumlah kelompok dalam alokasi waktu yang tersedia).
  • Selama pentas, kelompok yang menonton berperan sebagai penonton aktif: mereka diminta memperhatikan dengan seksama dan mencatat satu hal yang mereka sukai dari penampilan kelompok yang tampil (asesmen sejawat).
  • Guru mengamati jalannya pementasan dan mengisi lembar observasi sederhana untuk setiap kelompok: kesesuaian kostum/properti, kepercayaan diri anggota, dan kerja sama tim.
  • Setelah setiap kelompok selesai tampil, guru memberi satu kalimat apresiasi singkat untuk menjaga semangat dan kepercayaan diri murid sebelum kelompok berikutnya naik.
  • Diferensiasi proses: Bagi murid yang tampak sangat gugup atau kesulitan, guru memperbolehkan mereka membawa 'kartu dialog' kecil sebagai pengingat — bukan dibaca penuh, melainkan sebagai pegangan. Bagi murid yang sudah sangat fasih, guru mendorong mereka untuk mengimprovisasi ekspresi atau gerak tubuh yang lebih kaya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok selesai tampil, guru mengajak seluruh kelas duduk melingkar (circle time) selama 5 menit.
  • Setiap murid berbagi satu kalimat: 'Satu hal yang aku bangga lakukan hari ini adalah...' dan 'Satu hal yang ingin aku tingkatkan jika tampil lagi adalah...' (penilaian diri/self-assessment).
  • Beberapa murid (3-4 orang secara sukarela) menyampaikan catatan apresiasi mereka untuk kelompok lain yang tadi ditonton — membangun budaya saling menghargai (penilaian sejawat/peer-assessment).
  • Guru merangkum hasil refleksi kelas dengan menekankan dua pesan utama: keberanian tampil adalah bentuk kerja keras, dan kerja sama tim membuat pentas menjadi lebih kuat.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pementasan teater membutuhkan kostum dan properti yang sesuai karakter, serta kepercayaan diri dan kerja sama seluruh tim (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap keseluruhan pementasan — hal yang sudah bagus dan satu saran untuk pengembangan ke depan (2 menit).
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat (dapat berupa emotikon + satu kalimat): 'Seberapa percaya diri aku saat tampil hari ini?' dan 'Bagaimana kerja samaku dengan teman satu tim?' (3 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan apresiasi kepada seluruh kelas atas usaha dan keberanian tampil, lalu mengajak berdoa bersama dan mengucapkan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat memilih peran dengan dialog lebih sedikit (misalnya tokoh narator atau tokoh pendukung), sehingga fokus mereka lebih pada gerak dan ekspresi. Murid yang sudah mahir dapat diberikan tantangan untuk menambahkan improvisasi dialog singkat yang masih sesuai alur cerita.
  • Proses: Bagi murid yang mengalami kesulitan mengingat dialog, diperbolehkan menggunakan kartu dialog kecil sebagai alat bantu selama pentas. Bagi murid yang cepat, guru mendorong mereka untuk mengeksplorasi ekspresi dan gerak tubuh yang lebih detail dan bervariasi.
  • Produk: Semua murid mementaskan cerita yang sama dalam kelompoknya. Namun, penilaian disesuaikan: untuk murid yang memerlukan pendampingan, keberanian tampil dan usaha berpartisipasi lebih diutamakan daripada kesempurnaan dialog. Untuk murid yang sudah berkembang, kedalaman penghayatan karakter dan konsistensi penggunaan properti menjadi fokus penilaian tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang sudah siap dengan kostum dan propertinya?' dan 'Siapa yang masih merasa gugup?' — murid mengangkat tangan. Hasil digunakan untuk memetakan kesiapan awal dan menentukan murid mana yang memerlukan dukungan tambahan sebelum tampil.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar observasi selama pementasan berlangsung: mencatat kesesuaian kostum dan properti, tingkat kepercayaan diri (kontak mata, suara, ekspresi), dan kerja sama antar anggota tim.
  • Penilaian sejawat terstruktur: setiap murid menuliskan satu apresiasi untuk kelompok yang ditonton, untuk melatih kemampuan mengamati dan memberikan umpan balik konstruktif.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat setelah setiap kelompok selesai tampil sebagai asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning).

Akhir:

  • Penilaian unjuk kerja pementasan secara keseluruhan berdasarkan rubrik 4 level untuk dua aspek: (1) kesesuaian kostum dan properti dengan karakter yang diperankan, dan (2) sikap percaya diri dan kerja sama tim saat pentas.
  • Lembar refleksi diri murid (emotikon + satu kalimat) tentang kepercayaan diri dan kontribusi dalam kerja sama tim dikumpulkan sebagai bukti asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru saat pementasan berlangsung menggunakan lembar observasi sederhana (aspek: kostum/properti, kepercayaan diri, kerja sama).
  • Penilaian sejawat: murid mencatat satu hal yang mereka apresiasi dari penampilan kelompok lain.
  • Penilaian diri: murid mengisi lembar refleksi singkat tentang kepercayaan diri dan kerja sama timnya.

Sumatif:

  • Penilaian unjuk kerja pementasan berdasarkan rubrik 4 level mencakup dua aspek utama: (1) penggunaan kostum dan properti yang sesuai karakter, dan (2) kepercayaan diri dan kerja sama saat pentas.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kostum dan PropertiMurid tidak menggunakan kostum atau properti, atau menggunakannya dengan cara yang tidak sesuai dengan karakter yang diperankan.Murid menggunakan kostum atau properti, tetapi hanya sebagian sesuai dengan karakter — masih ada bagian yang tidak tepat atau tidak digunakan pada momen yang seharusnya.Murid menggunakan kostum dan properti yang sesuai dengan karakter, dan menggunakannya pada momen yang tepat selama pementasan.Murid menggunakan kostum dan properti yang sangat sesuai dengan karakter, menggunakannya pada momen yang tepat, dan cara penggunaannya memperkuat penghayatan karakter serta memperindah tampilan pementasan secara keseluruhan.
Kepercayaan Diri saat PentasMurid tampak sangat ragu, banyak diam, atau menolak tampil. Suara tidak terdengar dan kontak mata dengan penonton hampir tidak ada.Murid mau tampil tetapi terlihat gugup — suara kurang jelas, ekspresi terbatas, dan sesekali berhenti tanpa melanjutkan dialog.Murid tampil dengan cukup percaya diri: suara cukup jelas, ekspresi wajah dan gerak tubuh sesuai karakter, meski masih ada momen ragu sesekali.Murid tampil dengan penuh percaya diri: suara jelas dan lantang, ekspresi dan gerak tubuh sangat sesuai karakter, serta mampu menjaga penampilan tetap konsisten dari awal hingga akhir pementasan.
Kerja Sama Tim saat PentasMurid tidak memperhatikan rekan satu tim, tampil sendiri-sendiri tanpa koordinasi, atau mengganggu jalannya pementasan.Murid berusaha bekerja sama tetapi sering melewatkan giliran bicara, tidak merespons reaksi teman, atau tampak bingung saat harus berinteraksi dengan anggota tim lain.Murid bekerja sama dengan baik: memperhatikan giliran, merespons dialog teman, dan saling mendukung saat ada yang lupa atau ragu.Murid menunjukkan kerja sama yang sangat solid: aktif mendukung rekan tim, responsif terhadap setiap interaksi, membantu teman yang kesulitan tanpa merusak alur cerita, dan menciptakan suasana pementasan yang kompak dan menyatu.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan tampil dan merasa dihargai selama pementasan hari ini?
  • Bagian mana dari proses pementasan yang berjalan lancar, dan bagian mana yang perlu saya persiapkan lebih baik di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan (kartu dialog, dorongan improvisasi) efektif membantu murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apakah alokasi waktu per kelompok sudah cukup adil dan efisien dalam satu sesi 2×35 menit?

Refleksi Murid:

  • Satu hal yang aku banggakan dari penampilanku hari ini adalah...
  • Bagian yang paling menantang saat tampil tadi adalah... dan cara aku menghadapinya adalah...
  • Bagaimana aku berkontribusi untuk membantu teman satu timku selama pementasan?
  • Jika aku bisa tampil lagi, satu hal yang ingin aku lakukan lebih baik adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kegiatan 6: Mementaskan Cerita Fabel dan Legenda.
  2. Naskah cerita fabel dan legenda yang telah disiapkan murid pada pertemuan sebelumnya.
  3. Kostum dan properti pementasan yang telah disiapkan murid pada pertemuan sebelumnya (Kegiatan 5).
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) Kegiatan 6 dari Buku Panduan Guru.
  5. Lembar observasi guru (disiapkan guru) untuk penilaian unjuk kerja pementasan.
  6. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, berupa emotikon + isian singkat).
  7. Ruang kelas atau aula yang ditata sebagai panggung sederhana dengan area penonton dan area pentas yang jelas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.