Modul AjarPertemuan 11Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Gladi Bersih Pementasan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Gladi Bersih Pementasan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Gladi Bersih Pementasan

Seni Teater - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Gladi Bersih Pementasan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikGladi Bersih Pementasan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu melakukan gladi bersih pementasan dengan urutan adegan yang benar.
  2. Murid mampu memperbaiki kekurangan dalam gladi bersih berdasarkan masukan guru dan teman.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, apa yang membedakan gladi bersih dengan latihan biasa yang sudah kita lakukan sebelumnya?
  2. Apa yang harus kamu persiapkan dalam dirimu — pikiran, perasaan, dan tubuhmu — agar penampilan saat gladi bersih berjalan lancar?
  3. Kalau kamu melihat temanmu melakukan sesuatu yang kurang tepat saat gladi bersih, bagaimana cara kamu menyampaikannya dengan baik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan seluruh anggota tim pementasan hadir.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada murid, 'Coba sebutkan urutan adegan dalam cerita yang akan kalian pentaskan!' untuk mengecek kesiapan mereka.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: melakukan gladi bersih pementasan secara penuh dan memperbaiki kekurangan berdasarkan masukan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apa yang membedakan gladi bersih dengan latihan biasa?' dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk menjawab.
  • Guru mengingatkan peran dan tanggung jawab tiap tim: Tim Narator, Tim Aktor, dan Tim Musik, serta memastikan properti dan kostum telah disiapkan.
  • Guru menata ruang kelas atau mengajak murid ke area yang cukup luas untuk gladi bersih (aula, lapangan, atau ruang kelas yang diatur ulang).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memimpin sesi tinjauan singkat (5 menit): bersama murid, guru membacakan urutan adegan pementasan dari awal hingga akhir secara lisan, mulai dari adegan pembuka, adegan tengah, hingga adegan penutup.
  • Murid menyimak dan secara sadar mengingat kembali posisi, dialog, dan ekspresi karakter masing-masing dalam setiap adegan (prinsip Berkesadaran).
  • Guru mengingatkan murid tentang tiga hal yang perlu diperhatikan selama gladi bersih: (1) urutan adegan yang benar, (2) kesesuaian gerak tubuh dan ekspresi dengan karakter, dan (3) kerja sama antaranggota tim.
  • Guru memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya singkat jika masih ada yang belum dipahami tentang urutan adegan atau peran masing-masing.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melaksanakan gladi bersih pementasan secara penuh dari adegan pertama hingga adegan terakhir tanpa henti di tengah jalan, layaknya penampilan sesungguhnya (prinsip Menggembirakan).
  • Tim Narator membawakan narasi sesuai urutan cerita; Tim Aktor memainkan peran dengan gerak, suara, dan ekspresi yang sesuai karakter; Tim Musik mengiringi pementasan pada bagian yang telah ditentukan.
  • Guru mengamati jalannya gladi bersih secara menyeluruh dan mencatat kekurangan pada lembar observasi (urutan adegan, kesesuaian dialog, ekspresi, blocking panggung, dan kerja sama tim).
  • Setelah gladi bersih pertama selesai, guru memimpin sesi jeda refleksi singkat (3 menit): guru menyampaikan 2–3 catatan perbaikan utama secara konstruktif dan positif kepada seluruh kelompok.
  • Murid dalam tim berdiskusi singkat (3 menit) untuk membicarakan bagian mana yang perlu diperbaiki dan menyepakati perbaikannya bersama.
  • Murid melaksanakan gladi bersih kedua dengan menerapkan perbaikan yang telah disepakati; guru kembali mengamati dan mencatat perkembangan.
  • Guru memberikan umpan balik formatif secara langsung (lisan) kepada tim atau individu yang memerlukan bimbingan selama gladi bersih kedua berlangsung.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah gladi bersih kedua selesai, murid duduk membentuk lingkaran bersama guru untuk sesi refleksi kelompok (prinsip Berkesadaran).
  • Guru mengajak murid melakukan penilaian sejawat (peer assessment): setiap tim secara bergantian menyebutkan satu hal yang sudah bagus dari tim lain dan satu hal yang masih bisa ditingkatkan.
  • Setiap murid mengisi lembar refleksi diri (self-assessment) singkat dengan tiga pertanyaan: (1) Bagian mana yang sudah aku lakukan dengan baik? (2) Bagian mana yang masih perlu aku perbaiki? (3) Apa yang akan aku lakukan berbeda saat pementasan nanti?
  • Guru merangkum hasil refleksi bersama dan menegaskan poin-poin perbaikan utama yang perlu dilakukan sebelum pementasan sesungguhnya.
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh murid selama gladi bersih dan memotivasi mereka untuk tampil percaya diri pada pementasan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: gladi bersih telah dilakukan dengan urutan adegan yang benar, dan setiap tim telah mengidentifikasi kekurangan untuk diperbaiki.
  • Guru menyampaikan asesmen akhir: meminta setiap murid menyebutkan secara lisan satu hal konkret yang akan mereka perbaiki sebelum pementasan sesungguhnya.
  • Guru menginformasikan jadwal dan persiapan untuk pementasan pada pertemuan berikutnya: memastikan kostum, properti, dan mental siap.
  • Guru mengingatkan murid untuk berlatih mandiri di rumah pada bagian dialog atau gerakan yang masih terasa kurang lancar.
  • Kegiatan ditutup dengan tepuk tangan bersama sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama tim, lalu berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan mengingat dialog dapat diberikan teks dialog singkat (cue card) yang bisa dipegang saat gladi bersih pertama, namun diusahakan tidak digunakan pada gladi bersih kedua.
  • Proses: Murid yang sudah mahir dan percaya diri diberi tantangan tambahan: memperhatikan blocking dan timing mereka terhadap narator dan musik, serta membantu memberi masukan kepada teman satu timnya. Murid yang masih kurang percaya diri mendapat pendampingan langsung dari guru atau didampingkan bersama teman yang lebih mahir.
  • Produk: Murid yang sudah sangat siap dapat diminta untuk menuliskan catatan refleksi yang lebih rinci (minimal 3 kalimat per pertanyaan), sementara murid yang masih berkembang cukup menjawab dengan 1 kalimat atau gambar ekspresi (emoji) yang merepresentasikan perasaan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pembelajaran: 'Coba sebutkan urutan adegan dalam cerita yang akan kalian pentaskan!' untuk mengecek sejauh mana murid mengingat urutan dan isi cerita yang akan dipentaskan.
  • Guru mengamati kesiapan fisik dan mental murid: apakah kostum dan properti sudah disiapkan, dan apakah murid tampak siap dan bersemangat atau masih terlihat ragu dan belum siap.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar pengamatan selama gladi bersih pertama: mencatat kesesuaian urutan adegan, ketepatan dialog, ekspresi karakter, dan koordinasi antartim.
  • Guru memberikan umpan balik langsung (lisan) di sela jeda antara gladi bersih pertama dan kedua, berfokus pada 2–3 poin perbaikan utama.
  • Observasi guru selama gladi bersih kedua untuk melihat apakah murid telah menerapkan perbaikan yang disepakati.
  • Pelaksanaan penilaian sejawat: guru mengamati kualitas masukan yang diberikan murid kepada tim lain sebagai indikator kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.

Akhir:

  • Murid menyebutkan secara lisan satu hal konkret yang akan diperbaiki sebelum pementasan sesungguhnya — guru mencatat jawaban tiap murid sebagai bukti kemampuan merefleksikan kekurangan.
  • Guru merekap hasil lembar pengamatan gladi bersih kedua dan lembar refleksi diri murid sebagai data perkembangan kompetensi menuju pementasan.

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru selama gladi bersih pertama dan kedua menggunakan lembar pengamatan (checklist urutan adegan, ekspresi, dialog, dan kerja sama tim).
  • Umpan balik lisan guru kepada tim dan individu selama dan setelah gladi bersih.
  • Penilaian sejawat (peer assessment): setiap tim memberikan masukan kepada tim lain setelah gladi bersih selesai.
  • Penilaian diri (self-assessment): murid mengisi lembar refleksi diri singkat di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Penilaian akhir pertemuan: setiap murid menyebutkan secara lisan satu hal konkret yang akan diperbaiki sebelum pementasan sesungguhnya (menunjukkan kemampuan merefleksikan kekurangan diri).
  • Rekap observasi guru dari lembar pengamatan gladi bersih kedua sebagai data kemajuan murid menuju pementasan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Urutan Adegan (TP 4.3.11.1)Murid melakukan gladi bersih dengan urutan adegan yang kacau, melewati lebih dari dua adegan, atau tidak menyelesaikan pementasan.Murid melakukan gladi bersih dengan urutan adegan yang sebagian besar benar, namun masih melewati atau menukar satu atau dua adegan.Murid melakukan gladi bersih dengan urutan adegan yang benar dari awal hingga akhir, meskipun sesekali masih perlu diingatkan oleh guru.Murid melakukan gladi bersih dengan urutan adegan yang benar secara mandiri dari awal hingga akhir, sekaligus membantu mengingatkan teman satu tim jika ada yang keliru.
Ekspresi dan Karakter (TP 4.3.11.1)Murid memerankan karakter tanpa ekspresi, gerak, atau suara yang sesuai dengan tokoh yang diperankan.Murid menampilkan ekspresi atau suara yang sesuai karakter pada beberapa bagian adegan, tetapi masih terlihat ragu dan kurang konsisten.Murid menampilkan ekspresi, gerak, dan suara yang sesuai karakter secara konsisten pada sebagian besar adegan.Murid menampilkan ekspresi, gerak, dan suara yang sesuai karakter secara konsisten di seluruh adegan dengan penuh kepercayaan diri dan kreativitas.
Perbaikan Berdasarkan Masukan (TP 4.3.11.2)Murid tidak menerapkan masukan dari guru maupun teman; kesalahan yang sama terulang pada gladi bersih kedua.Murid menerapkan sebagian kecil masukan dari guru atau teman, tetapi sebagian besar kekurangan masih terulang pada gladi bersih kedua.Murid menerapkan sebagian besar masukan dari guru dan teman; tampak perbaikan yang nyata pada gladi bersih kedua dibandingkan yang pertama.Murid menerapkan seluruh masukan dari guru dan teman secara mandiri, menunjukkan perbaikan yang signifikan, dan mampu menjelaskan apa yang sudah diperbaiki saat sesi refleksi.
Kerja Sama TimMurid tidak menunjukkan kerja sama; mengabaikan isyarat dari narator, aktor lain, atau tim musik selama gladi bersih.Murid sesekali merespons isyarat dari anggota tim lain, tetapi koordinasi masih sering terputus atau tidak sinkron.Murid menunjukkan kerja sama yang baik dengan anggota tim, merespons isyarat dengan tepat, dan menjaga kesinambungan pementasan.Murid aktif mendukung kerja sama tim, secara proaktif menyesuaikan diri dengan ritme tim, memberikan semangat kepada teman, dan menjaga suasana pementasan tetap kondusif.
Refleksi DiriMurid tidak mampu menyebutkan kekurangan diri atau hal yang perlu diperbaiki setelah gladi bersih.Murid mampu menyebutkan kekurangan secara umum dan tidak spesifik (misalnya: 'aku kurang bagus'), tanpa menjelaskan bagian mana yang perlu diperbaiki.Murid mampu menyebutkan kekurangan yang spesifik (misalnya: 'aku perlu memperkuat suara pada adegan dua') dan menentukan langkah perbaikan.Murid mampu menyebutkan kekurangan yang spesifik, menentukan langkah perbaikan, dan juga memberikan masukan yang konstruktif kepada teman dengan cara yang baik dan santun.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu menyelesaikan gladi bersih dengan urutan adegan yang benar? Jika tidak, pada adegan mana mereka paling sering mengalami kesulitan?
  • Apakah umpan balik yang saya berikan di antara gladi bersih pertama dan kedua cukup jelas dan dapat diterapkan oleh murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (cue card, pendampingan, tantangan tambahan) efektif membantu semua murid sesuai kebutuhannya?
  • Apakah alokasi waktu 2×35 menit cukup untuk dua kali gladi bersih, sesi umpan balik, dan refleksi? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah murid sudah siap secara mental dan teknis untuk pementasan sesungguhnya? Apa langkah tindak lanjut yang perlu saya siapkan?

Refleksi Murid:

  • Bagian adegan mana yang sudah aku lakukan dengan baik hari ini? Apa yang membuatku berhasil di bagian itu?
  • Bagian mana yang masih perlu aku perbaiki sebelum pementasan sesungguhnya? Apa yang konkret akan aku lakukan untuk memperbaikinya?
  • Bagaimana perasaanku saat menerima masukan dari guru atau teman? Apakah aku sudah memanfaatkan masukan itu dengan sebaik-baiknya?
  • Apa satu hal yang paling aku pelajari dari gladi bersih hari ini tentang bermain peran dan bekerja sama dalam tim?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab 3: Bermain Peran dari Cerita Fabel dan Legenda
  2. Naskah pementasan cerita fabel dan legenda yang telah disiapkan sebelumnya (hasil kegiatan pertemuan sebelumnya)
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) refleksi diri — berisi tiga pertanyaan refleksi yang diisi di akhir kegiatan inti
  4. Lembar observasi guru (checklist gladi bersih) — untuk mencatat perkembangan tiap murid selama gladi bersih pertama dan kedua
  5. Properti pementasan (sesuai cerita yang dipilih, misalnya mahkota untuk Raja Kura-Kura, bunga untuk Nyi Rengganis, dsb.)
  6. Kostum sederhana sesuai karakter masing-masing murid
  7. Kertas bertuliskan label tim: 'Tim Narator', 'Tim Aktor', 'Tim Musik'
  8. Alat musik sederhana untuk Tim Musik (perkusi, tamborin, atau instrumen lokal sesuai ketersediaan sekolah)
  9. Ruang yang cukup luas (aula, lapangan, atau kelas yang ditata ulang) sebagai panggung gladi bersih

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.