Modul AjarPertemuan 10Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Menyiapkan Properti dan Kostum Pementasan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Menyiapkan Properti dan Kostum Pementasan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Menyiapkan Properti dan Kostum Pementasan

Seni Teater - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menyiapkan Properti dan Kostum Pementasan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenyiapkan Properti dan Kostum Pementasan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memilih dan menyiapkan properti yang sesuai dengan tokoh dan cerita fabel atau legenda yang akan dipentaskan.
  2. Murid mampu membuat atau menyiapkan kostum sederhana yang mencerminkan karakter tokoh yang diperankannya dalam pementasan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat pertunjukan teater atau film? Apa saja yang dipakai para pemain untuk terlihat seperti tokoh dalam cerita?
  2. Jika kalian memerankan seekor kucing dalam cerita fabel, benda apa yang ingin kalian bawa atau pakai agar penonton tahu kalian adalah seekor kucing?
  3. Mengapa kostum dan properti penting dalam sebuah pertunjukan — apa jadinya jika pemain tampil tanpa keduanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak seluruh kelas berdiri sejenak untuk melakukan peregangan ringan agar suasana segar dan siap belajar (±2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini murid akan memilih dan menyiapkan properti serta membuat atau menyiapkan kostum sederhana sesuai tokoh masing-masing.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar karakter (misalnya karakter kancil dan harimau), lalu bertanya kepada murid, 'Properti dan kostum apa yang cocok untuk tokoh ini?' — jawaban lisan dicatat guru sebagai peta pemahaman awal.
  • Guru memandu murid berkumpul bersama kelompok pementasannya masing-masing yang sudah terbentuk pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru mempersilakan tiap kelompok mengeluarkan properti dan bahan kostum yang sudah dibawa dari rumah, lalu menaruhnya di atas meja masing-masing.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik pertama untuk membuka diskusi singkat (±3 menit), kemudian mengaitkan jawaban murid dengan kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan secara singkat pengertian properti teater: benda-benda pendukung yang digunakan aktor sebagai aksesori pementasan agar peran dapat dimainkan lebih maksimal (contoh: tongkat untuk kakek, keranjang untuk petani, mahkota untuk raja).
  • Guru menunjukkan contoh nyata atau gambar sederhana di papan tulis — membedakan properti (benda yang dipegang/digunakan saat bermain) dengan kostum (pakaian yang dikenakan sesuai karakter).
  • Setiap kelompok diminta mendiskusikan bersama: tokoh apa yang mereka perankan, ciri-ciri fisik dan kepribadian tokoh tersebut, dan properti atau kostum apa yang paling mencerminkan karakter itu. (Berkesadaran — murid diajak menyadari hubungan antara benda/pakaian dan makna karakter.)
  • Guru berkeliling mendampingi diskusi kelompok, memastikan setiap anggota memahami perbedaan properti dan kostum serta kaitannya dengan tokoh cerita mereka.
  • Setiap kelompok mencatat daftar properti dan kostum yang diperlukan pada lembar perencanaan sederhana yang disediakan guru (dapat berupa tabel dua kolom: Tokoh | Properti & Kostum).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mulai berkreasi: membuat atau menyusun properti dari bahan yang telah dibawa (kardus bekas, kertas, kain perca, tutup botol, atau bahan daur ulang lainnya) sesuai rencana yang telah dibuat. (Menggembirakan — suasana workshop kreatif, boleh memutar musik latar ringan.)
  • Anggota kelompok yang bertugas sebagai pemeran mencoba mengenakan atau memegang kostum dan properti yang telah disiapkan, lalu mempraktikkan postur atau gerakan singkat sesuai karakter (contoh: berjalan seperti kancil, melayang seperti burung).
  • Guru memandu setiap kelompok mempresentasikan hasil persiapan properti dan kostumnya dalam waktu singkat (1–2 menit per kelompok) di depan kelas atau antar-kelompok terdekat.
  • Kelompok lain diberi kesempatan memberikan pendapat secara santun: apakah properti dan kostum sudah mencerminkan karakter tokoh? Apa yang sudah bagus dan apa yang bisa ditambah? (Bermakna — umpan balik nyata dari teman sebagai cermin artistik.)
  • Guru memberikan umpan balik formatif kepada tiap kelompok: menunjukkan satu hal yang sudah tepat dan satu saran konkret untuk disempurnakan.
  • Kelompok menyempurnakan properti atau kostum berdasarkan umpan balik yang diterima.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap murid secara individu mengisi lembar refleksi singkat (3 pertanyaan tertulis): (1) Properti atau kostum apa yang sudah saya siapkan dan mengapa saya memilihnya? (2) Apa kesulitan yang saya temui dan bagaimana saya mengatasinya? (3) Apa yang ingin saya perbaiki sebelum pementasan? (Berkesadaran — murid melihat kembali proses dan pilihan kreatifnya.)
  • Guru mengajak 2–3 sukarelawan berbagi jawaban refleksinya secara lisan kepada kelas, lalu guru merangkum poin-poin penting yang muncul.
  • Guru mengaitkan hasil refleksi dengan nilai artistik: bahwa pilihan properti dan kostum yang tepat membantu penonton memahami cerita dan membantu aktor menghidupkan perannya.

Penutup:

  • Guru meminta tiap kelompok menyimpan properti dan kostum yang telah disiapkan dengan rapi di tempat yang aman untuk digunakan pada pementasan.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: setiap murid menunjukkan satu properti atau item kostum miliknya dan menyebutkan satu alasan mengapa benda tersebut sesuai dengan tokoh yang diperankannya (asesmen lisan/demonstrasi ±1 menit per kelompok).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelas atas kreativitas dan kerja sama yang ditunjukkan hari ini.
  • Guru menyampaikan informasi pertemuan berikutnya: murid akan berlatih berdialog sambil mengenakan kostum dan properti yang telah disiapkan.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid bertepuk tangan atas pencapaian hari ini dan berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan cerita fabel atau tokoh yang diperankan dapat diberi kartu karakter bergambar yang memuat ciri fisik dan kepribadian tokoh sebagai panduan memilih properti dan kostum.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat dipasangkan dengan teman sebaya yang lebih percaya diri dalam kelompok, atau guru mendampingi langsung saat membuat properti. Murid yang lebih cepat dapat diminta membuat dua versi properti (versi sederhana dan versi lebih detail) dan menjelaskan perbedaannya.
  • Produk: Murid yang mengalami kesulitan motorik halus cukup memilih dan menyusun properti dari bahan yang sudah tersedia tanpa harus membuatnya dari awal. Murid yang sudah sangat siap dapat membuat properti tambahan untuk tokoh lain dalam kelompoknya atau menambahkan elemen dekoratif pada kostumnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar karakter tokoh cerita, lalu bertanya secara lisan kepada beberapa murid: 'Properti dan kostum apa yang cocok untuk tokoh ini dan mengapa?' — respons dicatat untuk memetakan pemahaman awal tentang hubungan antara benda/pakaian dan karakter tokoh.
  • Guru meminta murid mengeluarkan properti dan bahan kostum yang sudah dibawa, sebagai diagnostik kesiapan bahan dan pemahaman awal tugas.

Proses:

  • Observasi langsung saat diskusi kelompok (tahap Memahami): guru berkeliling dan mencatat kemampuan murid menghubungkan ciri tokoh dengan pilihan properti/kostum.
  • Umpan balik formatif dari guru setelah presentasi kelompok (tahap Mengaplikasi): satu hal positif dan satu saran konkret disampaikan kepada tiap kelompok.
  • Penilaian sejawat antar-kelompok: kelompok penilai menggunakan pertanyaan panduan — 'Apakah properti/kostum ini mencerminkan karakter tokoh? Apa yang sudah baik? Apa saran kamu?'
  • Lembar refleksi individu (tahap Merefleksi): guru membaca dan memberikan tanda centang atau catatan singkat untuk mengecek pemahaman dan kesadaran diri murid.

Akhir:

  • Setiap murid menunjukkan satu properti atau item kostum yang telah disiapkan dan menyebutkan satu alasan konkret mengapa pilihan tersebut sesuai dengan tokoh yang diperankannya.
  • Guru menilai hasil produk akhir (properti dan kostum yang telah selesai disiapkan) menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek kesesuaian dengan karakter tokoh dan kualitas kreatif hasil kerja.

Formatif:

  • Observasi guru saat diskusi kelompok (tahap Memahami): guru mencatat apakah murid mampu mengidentifikasi properti dan kostum yang sesuai tokohnya.
  • Umpan balik antar-kelompok saat presentasi properti dan kostum (tahap Mengaplikasi): komentar teman sebagai asesmen sejawat.
  • Lembar refleksi individu tertulis (tahap Merefleksi): guru membaca dan memberikan catatan singkat pada lembar refleksi setiap murid.

Sumatif:

  • Demonstrasi akhir: setiap murid menunjukkan satu properti atau item kostum dan menjelaskan alasan pemilihannya (asesmen lisan di penutup).
  • Penilaian hasil produk: guru menilai kesesuaian properti dan kostum yang disiapkan dengan karakter tokoh menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemilihan Properti sesuai Tokoh dan CeritaMurid belum dapat memilih properti yang berkaitan dengan tokoh atau cerita; properti yang dipilih tidak relevan atau tidak ada sama sekali.Murid memilih properti dengan bimbingan penuh guru; properti yang dipilih memiliki sedikit keterkaitan dengan tokoh namun penjelasannya belum jelas.Murid secara mandiri memilih properti yang sesuai dengan tokoh dan dapat menjelaskan alasan pemilihannya dengan cukup jelas.Murid secara mandiri memilih dan menyiapkan properti yang sangat sesuai dengan tokoh dan cerita, mampu menjelaskan alasan pemilihan dengan detail, dan menunjukkan inisiatif kreatif dalam penggunaannya.
Pembuatan atau Penyiapan Kostum Sederhana sesuai KarakterMurid belum dapat membuat atau menyiapkan kostum; kostum tidak mencerminkan karakter tokoh sama sekali.Murid membuat atau menyiapkan kostum dengan bimbingan penuh guru; kostum mencerminkan sedikit ciri karakter tokoh.Murid secara mandiri membuat atau menyiapkan kostum sederhana yang cukup mencerminkan karakter tokoh dan dapat menyebutkan ciri karakter yang diwakilinya.Murid secara mandiri membuat atau menyiapkan kostum yang sangat mencerminkan karakter tokoh, menunjukkan kreativitas dalam penggunaan bahan, dan mampu menjelaskan hubungan antara kostum dengan kepribadian tokoh secara detail.
Kerja Sama dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kerja kelompok; tidak berkontribusi pada diskusi atau pembuatan properti dan kostum.Murid terlibat dalam kerja kelompok hanya jika diminta; kontribusinya terbatas dan perlu dorongan terus-menerus dari guru atau teman.Murid aktif berkontribusi dalam kerja kelompok, berbagi tugas dengan adil, dan menghargai pendapat teman.Murid menjadi penggerak kerja sama kelompok: aktif menginisiasi diskusi, membantu teman yang kesulitan, dan memastikan seluruh anggota memahami tugas serta kontribusinya.
Kemampuan Menyampaikan Alasan Pilihan (Komunikasi)Murid tidak dapat menyampaikan alasan pemilihan properti atau kostumnya secara lisan.Murid menyampaikan alasan dengan kata-kata yang sangat terbatas dan membutuhkan banyak pertanyaan pancingan dari guru.Murid menyampaikan alasan pemilihan properti dan kostum dengan cukup jelas dan runut menggunakan kalimat sendiri.Murid menyampaikan alasan pemilihan properti dan kostum secara jelas, rinci, dan percaya diri; mengaitkan pilihan dengan ciri fisik dan kepribadian tokoh serta alur cerita.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah memahami perbedaan antara properti dan kostum serta fungsi masing-masing dalam pementasan?
  • Kelompok mana yang membutuhkan pendampingan lebih intensif dalam menyiapkan properti dan kostum, dan strategi apa yang akan saya terapkan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk seluruh kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah teknik asesmen yang saya gunakan hari ini (observasi, umpan balik, demonstrasi) berhasil memotret kemampuan murid secara akurat?

Refleksi Murid:

  • Properti dan kostum apa yang sudah kamu siapkan hari ini, dan mengapa kamu memilihnya untuk tokohmu?
  • Apa bagian yang paling menyenangkan saat menyiapkan properti dan kostum bersama kelompokmu?
  • Apa yang masih ingin kamu perbaiki atau tambahkan pada properti atau kostummu sebelum hari pementasan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kegiatan 4: Menyiapkan Properti dan Kostum Pementasan.
  2. Gambar atau kartu karakter tokoh fabel dan legenda (disiapkan guru, dapat dicetak atau ditampilkan di layar).
  3. Bahan pembuatan properti: kardus bekas, kertas warna, kain perca, tutup botol, lem, gunting, selotip, pensil warna, cat air (bahan bisa disesuaikan dengan yang tersedia di sekolah atau dibawa murid).
  4. Kostum sederhana: topi, syal, gelang, atau aksesori yang dibawa murid dari rumah sesuai arahan pertemuan sebelumnya.
  5. Lembar perencanaan properti dan kostum (tabel dua kolom: Tokoh | Properti & Kostum) yang disiapkan guru.
  6. Lembar refleksi individu berisi 3 pertanyaan yang disiapkan guru.
  7. Musik latar instrumental ringan (opsional, untuk menciptakan suasana workshop kreatif yang menggembirakan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.