Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Menyiapkan Properti dan Kostum Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Menyiapkan Properti dan Kostum Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Menyiapkan Properti dan Kostum Sederhana

Seni Teater - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menyiapkan Properti dan Kostum Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenyiapkan Properti dan Kostum Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memilih minimal dua properti dan satu kostum sederhana dari benda-benda di sekitar yang sesuai dengan tokoh cerita kehidupan sehari-hari yang akan diperankan.
  2. Murid dapat menggunakan properti dan kostum yang telah dipilih untuk mendukung peran yang dimainkan dalam latihan kelompok secara ekspresif dan percaya diri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu menjadi seorang dokter dalam sebuah pertunjukan, benda apa dari rumah atau kelas yang bisa kamu pakai agar penonton langsung tahu kamu dokter?
  2. Mengapa aktor di televisi atau panggung memakai kostum dan membawa benda-benda tertentu saat berakting? Apa bedanya dengan tidak memakainya?
  3. Benda bekas apa saja yang menurut kalian bisa diubah menjadi properti yang keren untuk pertunjukan kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • ASESMEN AWAL — Guru mengajukan pertanyaan singkat secara lisan: 'Siapa yang tahu apa itu properti dalam sebuah pertunjukan teater? Sebutkan satu contoh!' Guru mencatat respons murid untuk mengetahui pemahaman awal tentang properti dan kostum. (3 menit)
  • Guru mengaitkan pertemuan ini dengan pertemuan sebelumnya: mengingatkan murid bahwa mereka sudah memilih peran dan menulis dialog. Sekarang saatnya melengkapi peran tersebut dengan properti dan kostum. (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan memilih dan membuat properti serta kostum sederhana agar tokoh yang kalian perankan terasa nyata dan menarik.' (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan memberi kesempatan 2-3 murid menjawab untuk membangun rasa ingin tahu dan semangat belajar. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan dua buah benda sederhana (misalnya topi kertas dan penggaris) dan bertanya: 'Menurut kalian, kalau seorang tokoh guru memakai benda ini saat main peran, apa yang berubah?' Murid menjawab secara bergantian. (5 menit)
  • Guru menjelaskan konsep properti (benda pendukung akting) dan kostum (pakaian/aksesori yang mencirikan tokoh) menggunakan contoh nyata dari benda di kelas. Guru menekankan bahwa properti tidak harus mahal — bisa dari benda bekas atau bahan sederhana. (5 menit)
  • Murid dalam kelompok mengamati kartu tokoh (kartu bergambar tokoh sehari-hari: pedagang, petani, dokter, guru, dll.) yang dibagikan guru, lalu mendiskusikan: 'Properti dan kostum apa yang cocok untuk tokoh ini? Ada tidak benda di sekitar kita yang bisa mewakilinya?' (5 menit)
  • Perwakilan tiap kelompok menyampaikan hasil diskusi singkat kepada kelas. Guru memberikan umpan balik dan menambahkan contoh bila ada kekurangan. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berkumpul bersama kelompok masing-masing. Guru menginstruksikan setiap murid untuk mengeluarkan benda-benda yang dibawa dari rumah (benda bekas/sederhana) dan meletakkannya di atas meja kelompok. (2 menit)
  • Setiap kelompok mendiskusikan dan memilih benda-benda yang paling sesuai dengan tokoh masing-masing anggota. Mereka boleh saling bertukar benda antar anggota kelompok bila ada yang lebih cocok. (5 menit)
  • Murid yang memerlukan kreasi lebih lanjut (misalnya membuat topi dari kertas, lencana dari karton, atau ikat kepala dari kain perca) mulai membuat properti sederhana dengan bahan yang tersedia. Guru berkeliling membimbing dan memberi semangat. (10 menit)
  • Setiap murid mencoba menggunakan properti dan kostum pilihannya sambil memperagakan satu gerakan atau satu kalimat dialog dari tokohnya. Anggota kelompok lain memberikan komentar singkat: 'Sudah cocok tidak?' (5 menit)
  • ASESMEN PROSES — Guru mengamati dan mencatat pada lembar observasi: apakah murid dapat memilih properti yang sesuai tokoh, dan apakah properti tersebut mendukung peran saat dicoba. Guru memberikan umpan balik langsung bila ada yang perlu diperbaiki. (dilakukan bersamaan dengan langkah di atas)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok melakukan 'mini showcase' selama 1-2 menit: tampil di depan kelas menggunakan properti dan kostum yang sudah disiapkan, memperagakan satu adegan pendek dari cerita kelompok mereka. (10 menit total untuk semua kelompok)
  • Setelah setiap kelompok tampil, kelompok lain memberikan satu komentar positif dan satu saran menggunakan kalimat santun: 'Yang sudah bagus adalah... Mungkin bisa ditambah...' (3 menit)
  • Guru memimpin refleksi lisan dengan pertanyaan: 'Apa yang paling sulit saat memilih properti? Apakah properti yang kalian pilih membuat kalian lebih mudah masuk ke dalam peran? Apa yang ingin kalian perbaiki sebelum pementasan?' Murid menjawab secara bergantian. (3 menit)

Penutup:

  • ASESMEN AKHIR — Murid mengisi lembar penilaian diri singkat (3 pertanyaan centang): (1) Saya sudah memilih properti yang sesuai tokoh saya. (2) Saya sudah mencoba menggunakan properti saat berakting. (3) Saya merasa properti dan kostum saya membantu saya masuk ke dalam peran. (3 menit)
  • Guru merangkum pembelajaran hari ini: menegaskan bahwa properti dan kostum sederhana dari benda sehari-hari sudah cukup untuk membuat pertunjukan lebih hidup dan meyakinkan. (2 menit)
  • Guru memberikan informasi tindak lanjut: properti dan kostum yang sudah disiapkan hari ini akan digunakan pada pertemuan berikutnya untuk latihan pementasan penuh. Murid diminta menyimpan dan menjaga propertinya. (2 menit)
  • Guru mengajak murid menutup pelajaran dengan yel-yel kelas atau tepuk semangat bersama, lalu berdoa penutup. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan konsep properti diberikan kartu referensi bergambar (contoh tokoh beserta properti khasnya) sebagai panduan visual saat memilih benda. Murid yang sudah paham dapat langsung eksplorasi mandiri tanpa kartu.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat fokus pada satu properti utama saja dan tidak wajib membuat kreasi tambahan. Murid yang cepat selesai ditantang untuk membuat dua variasi properti dan memilih mana yang paling tepat, serta diminta membantu teman sekelompok yang kesulitan.
  • Produk: Murid dapat menampilkan hasil pemilihan properti dalam berbagai bentuk: langsung memperagakan di depan kelas, menggambar sketsa properti yang dipilih beserta alasannya di buku gambar, atau menceritakan secara lisan alasan pemilihan properti kepada guru. Semua bentuk diterima dan dihargai setara.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Apa itu properti dalam pertunjukan teater? Sebutkan satu contoh!' — Guru mencatat respons untuk mengetahui pemahaman awal dan merancang penjelasan yang tepat sasaran.
  • Guru mengamati benda-benda yang dibawa murid dari rumah untuk menilai pemahaman awal tentang hubungan benda dengan tokoh.

Proses:

  • Lembar observasi guru: Guru mencatat nama murid dan memberi tanda (✓ sudah / △ perlu bimbingan) pada dua indikator — (1) memilih properti yang sesuai tokoh, (2) menggunakan properti saat memperagakan tokoh.
  • Umpan balik lisan yang diberikan guru saat berkeliling mendampingi kelompok selama kegiatan membuat dan memilih properti.
  • Peer feedback terstruktur saat mini showcase: setiap kelompok memberi satu pujian dan satu saran kepada kelompok lain.

Akhir:

  • Lembar penilaian diri murid (self-assessment) dengan 3 pernyataan centang yang diisi mandiri di akhir pembelajaran.
  • Penilaian produk akhir oleh guru menggunakan rubrik 4 level terhadap kesesuaian dan penggunaan properti serta kostum yang disiapkan murid.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi kelompok memilih properti: guru mencatat apakah murid dapat menghubungkan ciri tokoh dengan benda yang dipilih.
  • Umpan balik lisan langsung saat murid mencoba memperagakan tokoh dengan properti dan kostumnya.
  • Komentar antarteman (peer feedback) saat mini showcase: apakah properti yang digunakan cocok dengan tokoh.

Sumatif:

  • Lembar penilaian diri murid (3 indikator centang) yang diisi di akhir pembelajaran.
  • Penilaian produk: kesesuaian properti dan kostum yang disiapkan murid dengan tokoh yang diperankan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemilihan Properti yang Sesuai Tokoh (TP 4.2.6.1)Murid belum dapat memilih properti yang berhubungan dengan tokoh yang diperankan, atau memilih benda yang tidak relevan dengan ciri tokoh.Murid memilih properti yang sedikit berhubungan dengan tokoh, namun hubungannya kurang jelas atau memerlukan penjelasan panjang agar dapat dipahami.Murid memilih satu properti yang jelas sesuai dengan ciri utama tokoh dan dapat menjelaskan alasan pemilihannya.Murid memilih dua properti atau lebih yang sesuai dengan berbagai ciri tokoh, dapat menjelaskan alasan pemilihan secara rinci, dan mempertimbangkan kesesuaian dengan cerita kelompok.
Pemilihan Kostum Sederhana yang Sesuai Tokoh (TP 4.2.6.1)Murid belum membawa atau memilih kostum/aksesori apapun yang mencirikan tokoh yang diperankan.Murid membawa kostum/aksesori namun kurang mencirikan tokoh, atau baru bisa memilih setelah mendapat banyak arahan dari guru.Murid memilih satu aksesori atau kostum sederhana yang cukup mencirikan tokoh dan sesuai dengan konteks cerita sehari-hari.Murid memilih kostum/aksesori yang secara keseluruhan mencirikan tokoh dengan kuat, sesuai konteks cerita, dan menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan benda sederhana di sekitar.
Penggunaan Properti dan Kostum saat Berakting (TP 4.2.6.2)Murid tidak menggunakan properti dan kostum saat memperagakan tokoh, atau menggunakannya hanya sebagai hiasan tanpa kaitan dengan akting.Murid menggunakan properti/kostum saat berakting namun terlihat kaku, ragu-ragu, atau penggunaannya belum mendukung ekspresi peran.Murid menggunakan properti dan kostum secara wajar saat berakting sehingga peran terlihat lebih meyakinkan dan mudah dikenali penonton.Murid menggunakan properti dan kostum secara natural dan ekspresif, yang secara aktif memperkuat karakter tokoh, membuat penampilan terasa hidup dan menarik bagi penonton.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memilih minimal satu properti yang sesuai dengan tokohnya? Murid mana yang masih memerlukan bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini efektif menjangkau murid yang cepat maupun yang lambat? Apa yang perlu diubah?
  • Apakah suasana belajar hari ini menggembirakan dan mendukung murid untuk berkreasi dengan bebas dan percaya diri?

Refleksi Murid:

  • Properti apa yang kamu pilih untuk tokohmu? Mengapa kamu memilih benda itu?
  • Apakah menggunakan properti dan kostum membuatmu lebih mudah 'masuk' ke dalam peran tokohmu? Ceritakan pengalamanmu!
  • Apa satu hal yang ingin kamu perbaiki atau tambahkan pada properti dan kostummu sebelum pementasan nanti?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Kegiatan 4: Menyiapkan Properti dan Kostum Pementasan
  2. Kartu tokoh bergambar (kartu referensi properti dan kostum tokoh sehari-hari) — dibuat atau disiapkan guru
  3. Benda-benda bawaan murid dari rumah: benda bekas/sederhana (kertas bekas, topi lama, syal, kacamata mainan, tas kecil, dll.)
  4. Bahan kreasi properti: kertas karton, gunting, lem, selotip, crayon/spidol warna untuk membuat properti sederhana
  5. Lembar observasi guru (format checklist 2 indikator per murid)
  6. Lembar penilaian diri murid (3 pernyataan centang — disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.