Modul AjarPertemuan 12Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 2 — Bermain Peran dari Cerita Kehidupan Sehari-Hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2 — Bermain Peran dari Cerita Kehidupan Sehari-Hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 2 — Bermain Peran dari Cerita Kehidupan Sehari-Hari

Seni Teater - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 2 — Bermain Peran dari Cerita Kehidupan Sehari-Hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab 2 — Bermain Peran dari Cerita Kehidupan Sehari-Hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan kemampuan bermain peran dari cerita kehidupan sehari-hari melalui unjuk kerja secara ekspresif dan percaya diri di depan kelas.
  2. Murid dapat menjelaskan pengalaman dan kesan selama proses bermain peran dan pementasan dengan bahasa yang runtut dan jujur.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari semua peran yang kalian mainkan selama Bab 2, peran mana yang paling berkesan dan mengapa?
  2. Apa hal paling sulit yang kalian rasakan saat bermain peran, dan bagaimana kalian mengatasinya?
  3. Kalau kalian bisa mengulang pementasan ini, apa satu hal yang ingin kalian perbaiki?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan hangat dan memimpin doa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan puncak Bab 2, yaitu unjuk kerja pementasan dan refleksi bersama.
  • Asesmen awal: Guru meminta setiap murid menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka hari ini tentang bermain peran (misalnya: 'excited', 'nervous', 'siap') — dilakukan dengan cara setiap murid mengacungkan tangan atau menjawab serempak.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan semangat: 'Dari semua latihan yang sudah kalian lakukan, cerita kehidupan sehari-hari mana yang paling menyenangkan untuk kalian mainkan?'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: (1) Persiapan singkat kelompok, (2) Unjuk kerja pementasan tiap kelompok, (3) Refleksi individu dan kelas.
  • Guru menyampaikan kriteria penilaian secara sederhana agar murid tahu apa yang akan dinilai: ekspresi wajah dan tubuh, suara yang jelas, kesesuaian dengan cerita, dan kekompakan tim.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali elemen penting bermain peran: ekspresi wajah, gerak tubuh, vokal/suara, dan penghayatan emosi tokoh — dilakukan dalam diskusi singkat 5 menit.
  • Guru menampilkan kartu visual sederhana di papan tulis bertuliskan 4 elemen tersebut sebagai pengingat selama unjuk kerja berlangsung.
  • Tiap kelompok diberi waktu 5 menit untuk persiapan akhir: mengecek pembagian peran, props/topeng/kostum sederhana, dan urutan adegan yang akan ditampilkan.
  • Guru berkeliling memastikan setiap kelompok sudah siap dan menjawab pertanyaan terakhir jika ada yang bingung.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok maju ke depan kelas secara bergiliran untuk mementaskan adegan cerita kehidupan sehari-hari yang telah mereka siapkan (durasi tiap kelompok ±3-4 menit).
  • Murid penonton diminta menyaksikan dengan tenang dan sportif; mereka memegang lembar pengamatan sederhana (bintang untuk hal yang bagus, tanda tanya untuk hal yang ingin mereka tanyakan).
  • Guru mengamati dan mengisi rubrik unjuk kerja selama pementasan berlangsung untuk tiap kelompok.
  • Setelah setiap kelompok selesai, guru memberikan satu kalimat apresiasi spesifik (misal: 'Kelompok ini hebat dalam menjaga ekspresi wajah!') sebelum kelompok berikutnya maju.
  • Jika ada kelompok yang mengalami hambatan saat tampil (lupa dialog, grogi), guru mendampingi dengan isyarat lembut atau bisikan singkat tanpa menghentikan penampilan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru mengajak seluruh kelas duduk melingkar untuk sesi refleksi bersama selama 10 menit.
  • Guru melontarkan pertanyaan refleksi: 'Apa yang paling berkesan dari pementasan hari ini?' dan 'Apa yang ingin kalian perbaiki jika tampil lagi?'
  • Murid mengisi Lembar Refleksi Diri (2-3 pertanyaan tertulis sederhana) secara mandiri selama 5 menit: (1) Apa peranmu hari ini? (2) Satu hal yang berhasil kamu lakukan dengan baik? (3) Satu hal yang ingin kamu tingkatkan?
  • Beberapa murid (3-4 orang secara sukarela) berbagi hasil refleksi mereka di depan kelas secara lisan.
  • Guru merangkum poin-poin penting dari refleksi murid dan menghubungkannya dengan perjalanan belajar di Bab 2 secara keseluruhan.

Penutup:

  • Guru mengajak murid memberikan tepuk tangan untuk semua kelompok sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras selama Bab 2.
  • Guru menyampaikan kesimpulan singkat: bahwa bermain peran dari cerita sehari-hari membantu kita memahami perasaan orang lain dan mengembangkan kepercayaan diri.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: hasil penilaian akan dibagikan pada pertemuan berikutnya, dan murid yang belum mencapai KKM dapat melakukan remedial dengan adegan alternatif yang lebih sederhana.
  • Guru meminta satu murid memimpin doa penutup.
  • Guru menutup kelas dengan kalimat semangat: 'Kalian semua sudah berani tampil hari ini — itu adalah langkah besar sebagai seniman muda!'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat menggunakan naskah/dialog tertulis singkat sebagai panduan saat tampil (boleh dipegang), atau memainkan adegan yang lebih pendek (hanya 1 adegan). Murid yang sudah sangat siap dapat memperkaya penampilan dengan menambahkan ekspresi emosi yang lebih kompleks atau improvisasi dialog.
  • Proses: Murid yang grogi atau kesulitan dapat tampil di urutan terakhir setelah melihat kelompok lain tampil sebagai model. Guru memberikan peran yang lebih sederhana (misal: karakter pembantu) kepada murid yang memerlukan dukungan. Murid yang sudah mahir didorong untuk menjadi 'mentor' teman satu kelompoknya saat persiapan.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat melengkapi refleksi tertulis dengan gambar/ilustrasi perasaan mereka selama proses bermain peran. Murid yang memerlukan dukungan cukup menjawab refleksi lisan kepada guru secara langsung jika mengalami kesulitan menulis.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta setiap murid menyebutkan satu kata yang mewakili perasaan mereka tentang unjuk kerja hari ini (teknik: 'satu kata perasaan') untuk memetakan kesiapan emosional dan kepercayaan diri murid sebelum pementasan dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Siapa yang masih ingat 3 elemen penting bermain peran yang kita pelajari di Bab 2?' untuk mengecek retensi pengetahuan awal.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama unjuk kerja pementasan menggunakan rubrik performa (ekspresi wajah/tubuh, vokal, penghayatan peran, kekompakan kelompok).
  • Lembar pengamatan teman sejawat (peer observation): setiap murid penonton mencatat satu hal yang mereka kagumi dari kelompok yang tampil sebagai bukti keterlibatan aktif.
  • Penilaian diri (self-assessment) melalui Lembar Refleksi Diri yang diisi murid secara mandiri setelah semua kelompok tampil.

Akhir:

  • Rubrik unjuk kerja pementasan dinilai oleh guru: mengukur pencapaian TP 4.2.12.1 (kemampuan bermain peran melalui unjuk kerja).
  • Lembar Refleksi Diri tertulis dinilai oleh guru: mengukur pencapaian TP 4.2.12.2 (kemampuan menjelaskan pengalaman dan kesan selama proses bermain peran dan pementasan).
  • Apresiasi lisan singkat oleh guru kepada seluruh kelas sebagai bentuk umpan balik positif yang menutup siklus belajar Bab 2.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi persiapan kelompok: memantau kesiapan, kerja sama, dan kepercayaan diri murid.
  • Lembar pengamatan teman sejawat (peer observation sederhana): murid penonton mencatat satu hal positif dari kelompok yang tampil.
  • Tanya jawab lisan saat sesi refleksi kelas untuk melihat pemahaman murid tentang proses bermain peran.

Sumatif:

  • Unjuk kerja pementasan: dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ekspresi, vokal, kesesuaian peran, dan kekompakan.
  • Lembar Refleksi Diri tertulis: dinilai berdasarkan kemampuan murid menjelaskan pengalaman dan kesan secara runtut dan jujur.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ekspresi Wajah dan Gerak TubuhEkspresi wajah dan gerak tubuh tidak sesuai dengan tokoh/peran yang dimainkan; tampak kaku dan tidak menunjukkan emosi.Ekspresi wajah dan gerak tubuh mulai sesuai dengan tokoh tetapi masih terlihat ragu-ragu dan kurang konsisten sepanjang penampilan.Ekspresi wajah dan gerak tubuh cukup sesuai dengan tokoh dan konsisten; menunjukkan emosi yang dapat dipahami penonton.Ekspresi wajah dan gerak tubuh sangat sesuai, ekspresif, dan konsisten sepanjang penampilan; penonton dapat dengan jelas memahami karakter dan emosi tokoh yang dimainkan.
Vokal dan Kejelasan DialogSuara sangat pelan, tidak terdengar, atau dialog tidak diucapkan; penonton tidak dapat memahami apa yang disampaikan.Suara terdengar tetapi kurang jelas atau terbata-bata; dialog sebagian bisa dipahami penonton.Suara cukup jelas dan lantang; dialog diucapkan dengan lancar dan dapat dipahami sebagian besar penonton.Suara sangat jelas, lantang, dan ekspresif sesuai emosi tokoh; dialog disampaikan dengan lancar dan penuh penghayatan sehingga mudah dipahami seluruh penonton.
Kesesuaian dengan Cerita dan PeranPenampilan tidak sesuai dengan cerita atau peran yang telah ditentukan; alur cerita tidak dapat diikuti.Penampilan sebagian sesuai dengan cerita dan peran, namun ada bagian yang menyimpang atau kurang konsisten.Penampilan sebagian besar sesuai dengan cerita dan peran; alur dapat diikuti dengan baik oleh penonton.Penampilan sepenuhnya sesuai dengan cerita dan peran; alur mengalir dengan baik, runtut, dan penonton dapat mengikuti dengan sangat mudah.
Kolaborasi dan Kekompakan KelompokAnggota kelompok tampil sendiri-sendiri tanpa saling merespons; tidak ada kerja sama yang terlihat.Ada upaya kerja sama antar anggota kelompok, namun sering tidak sinkron atau ada anggota yang pasif.Kelompok cukup kompak; anggota saling merespons dan mendukung satu sama lain selama penampilan berlangsung.Kelompok sangat kompak dan saling mendukung; setiap anggota aktif berkontribusi, saling merespons dengan baik, dan tampil sebagai satu kesatuan yang solid.
Refleksi Diri (menjelaskan pengalaman dan kesan)Murid tidak dapat menjelaskan pengalaman atau kesan selama proses bermain peran; jawaban kosong atau tidak relevan.Murid dapat menyebutkan pengalaman atau kesan secara sangat singkat dengan satu kata atau kalimat pendek tanpa penjelasan.Murid dapat menjelaskan pengalaman dan kesan dengan kalimat yang cukup runtut; menyebutkan hal yang berhasil dilakukan dan hal yang ingin diperbaiki.Murid mampu menjelaskan pengalaman dan kesan secara runtut, jujur, dan terperinci; mengidentifikasi kekuatan diri, tantangan yang dihadapi, dan langkah nyata yang ingin dilakukan untuk berkembang.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang setara untuk tampil dan mengekspresikan diri dalam unjuk kerja hari ini?
  • Bagaimana efektivitas rubrik yang digunakan — apakah sudah merepresentasikan kemampuan murid secara adil dan menyeluruh?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan paling signifikan selama Bab 2, dan apa yang berkontribusi pada perkembangan tersebut?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan cukup membantu murid yang memerlukan dukungan tambahan?
  • Apa yang perlu saya siapkan lebih baik untuk asesmen sumatif di bab-bab berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal yang paling kamu banggakan dari penampilanmu hari ini?
  • Bagian mana dari bermain peran yang masih terasa sulit bagimu, dan apa yang ingin kamu coba lakukan agar lebih baik?
  • Apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri setelah bermain peran selama Bab 2 ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab II: Bermain Peran dari Cerita Kehidupan Sehari-Hari
  2. Naskah/adegan pendek yang telah disiapkan murid selama proses pembelajaran Bab 2 (adegan kehidupan sehari-hari pilihan kelompok)
  3. Topeng dan kostum sederhana dari benda-benda di sekitar kelas (alat kebersihan, aksesori sederhana) yang telah dibuat/dipilih murid
  4. Kartu visual 4 elemen bermain peran (ekspresi wajah, gerak tubuh, vokal, penghayatan emosi) sebagai alat bantu visual di papan tulis
  5. Lembar Refleksi Diri murid (lembar kerja sederhana dengan 3 pertanyaan refleksi)
  6. Lembar pengamatan teman sejawat (peer observation sheet sederhana)
  7. Rubrik unjuk kerja pementasan (cetak untuk guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.