Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Mengenal Dialog Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Mengenal Dialog Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 4: Mengenal Dialog Sehari-hari

Seni Teater - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Dialog Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Dialog Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi dialog sederhana dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamatan dan diskusi.
  2. Murid dapat menirukan dialog dan gerak tubuh dari aktivitas sehari-hari yang diamati.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Coba ingat, tadi pagi kamu berbicara dengan siapa saja? Kira-kira apa saja yang kalian bicarakan?
  2. Menurutmu, kenapa cara bicara seorang ibu kepada anaknya bisa berbeda dengan cara bicara seorang guru kepada muridnya?
  3. Kalau kamu ingin memerankan seseorang, hal apa yang paling pertama kamu perhatikan dari orang itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan kondisi kelas siap untuk aktivitas bergerak (meja/kursi digeser ke pinggir agar ada ruang gerak).
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Siapa tadi pagi yang bicara dengan ayah, ibu, atau tetangga? Ceritakan satu kalimat yang diucapkan!' Guru mencatat keberagaman jawaban sebagai data awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mengenal dialog sehari-hari, lalu mencoba menirukannya lengkap dengan gerakan tubuhnya.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid dan memberi waktu 2 menit murid berpikir dan berbagi dengan teman sebangku (think-pair).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 3–4 kartu gambar situasi sehari-hari (misalnya: ibu memanggil anak makan, penjual dan pembeli di warung, guru memberi tugas, dua teman bermain). Kartu dapat berupa gambar sederhana buatan tangan atau cetak.
  • Murid mengamati setiap kartu gambar secara bergantian selama 1–2 menit. Guru memandu dengan pertanyaan: 'Siapa saja yang ada di gambar ini? Apa yang sedang mereka lakukan? Apa kira-kira yang mereka katakan?'
  • Guru mencontohkan satu dialog pendek dari kartu gambar pertama, sekaligus menunjukkan gerak tubuh yang menyertai dialog tersebut (misalnya menunjuk dengan tangan, mengangkat piring, melambaikan tangan).
  • Murid berdiskusi berpasangan selama 3 menit: memilih satu kartu gambar dan menebak dialog apa yang mungkin diucapkan tokoh dalam gambar tersebut, lalu mencatatnya di buku tulis masing-masing.
  • Beberapa pasang murid diminta membacakan hasil tebakan dialognya di depan kelas. Guru memberi umpan balik positif dan mencatat pola dialog yang muncul (sapaan, perintah, pertanyaan, jawaban).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat satu kartu situasi sehari-hari yang berbeda.
  • Setiap kelompok berdiskusi selama 5 menit untuk: (1) menentukan siapa saja tokoh dalam situasi tersebut, (2) menyusun 2–3 baris dialog sederhana yang akan diperagakan, dan (3) memikirkan gerak tubuh apa yang akan menyertai setiap dialog.
  • Murid berlatih menirukan dialog dan gerak tubuh dalam kelompok masing-masing selama 7 menit. Guru berkeliling membimbing dan memberi dorongan agar murid memperhatikan intonasi suara dan ekspresi wajah.
  • Setiap kelompok maju ke depan kelas secara bergantian untuk memperagakan dialog dan gerak tubuh mereka (kurang lebih 1–2 menit per kelompok). Kelompok yang belum tampil mengamati dan diberi lembar pengamatan sederhana berisi kolom: 'Dialog yang terdengar jelas' dan 'Gerak tubuh yang tampak'.
  • Setelah setiap kelompok tampil, guru memberikan umpan balik singkat dan mengajak kelas memberikan apresiasi dengan tepuk tangan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (circle time). Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Dari semua dialog yang tadi kita peragakan, mana yang paling terasa seperti kejadian nyata? Mengapa?'
  • Murid diberi kesempatan 3 menit untuk mengisi jurnal refleksi sederhana di buku tulis dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang dialog sehari-hari adalah…' dan (2) 'Gerak tubuh yang paling sulit aku tirukan adalah… karena…'
  • Beberapa murid secara sukarela berbagi hasil jurnal refleksinya. Guru merespons dengan menghubungkan pengalaman murid pada konsep yang dipelajari: bahwa dialog sehari-hari selalu disertai gerak tubuh dan ekspresi yang membuat komunikasi lebih hidup.
  • Guru mendorong murid untuk mengamati dialog nyata di rumah atau lingkungan sekitar sebagai pengalaman belajar yang berkelanjutan.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman bersama secara lisan: 'Apa itu dialog? Apa saja contoh dialog sehari-hari yang kita temukan hari ini? Mengapa gerak tubuh penting dalam dialog?'
  • Asesmen akhir: Murid secara individu diminta menuliskan satu contoh dialog pendek (2 baris) dari situasi sehari-hari di buku tulis, lengkap dengan deskripsi singkat gerak tubuh yang menyertai dialog tersebut.
  • Guru memberikan penghargaan verbal kepada seluruh kelas atas partisipasi aktif hari ini.
  • Guru menyampaikan tugas observasi sederhana: 'Amati satu percakapan yang terjadi di rumahmu malam ini. Catat siapa yang berbicara, apa yang dikatakan, dan apa gerakan tubuh yang menyertainya. Bawa catatanmu untuk pertemuan berikutnya.'
  • Guru menutup kegiatan dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu situasi dengan gambar yang lebih detail dan dialog contoh satu baris sebagai panduan awal. Murid yang sudah cepat menangkap materi diberikan kartu situasi yang lebih kompleks dengan tiga tokoh dan diminta memikirkan variasi dialog.
  • Proses: Murid yang kesulitan menyusun dialog dapat bekerja berpasangan dengan teman yang lebih percaya diri. Guru mendampingi kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih intensif saat sesi latihan, sementara kelompok mandiri diberi kebebasan berlatih sendiri.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat menambahkan variasi ekspresi emosi (senang, kaget, sedih) pada peragaan dialognya. Murid yang masih dalam tahap awal cukup menyelesaikan satu dialog dua baris dengan satu gerak tubuh yang konsisten.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal kegiatan: 'Siapa tadi pagi yang bicara dengan ayah, ibu, atau tetangga? Ceritakan satu kalimat yang diucapkan!' — guru mencatat variasi dan kedalaman jawaban untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang dialog sehari-hari.
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik sebagai indikator kesiapan belajar.

Proses:

  • Observasi aktif guru selama diskusi berpasangan (tahap Memahami): apakah murid mampu menebak dialog dari kartu gambar dengan tepat.
  • Pengamatan guru saat latihan kelompok (tahap Mengaplikasi): apakah murid mampu menyusun dialog sederhana dan menyertakannya dengan gerak tubuh yang relevan.
  • Hasil lembar pengamatan antar kelompok sebagai asesmen sejawat (peer assessment) yang menunjukkan kemampuan murid mengenali dialog dan gerak tubuh orang lain.

Akhir:

  • Tulisan individu di buku tulis: satu dialog pendek dua baris beserta deskripsi gerak tubuh yang menyertai — dinilai menggunakan rubrik aspek kesesuaian konteks dan kejelasan.
  • Jurnal refleksi tertulis murid sebagai bukti pemahaman dan pemaknaan pengalaman belajar hari ini.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi berpasangan dan kelompok menggunakan catatan anekdotal guru.
  • Lembar pengamatan sederhana yang diisi murid saat menyaksikan penampilan kelompok lain (kolom: dialog yang terdengar jelas dan gerak tubuh yang tampak).
  • Umpan balik lisan langsung dari guru selama sesi latihan kelompok.

Sumatif:

  • Tulisan individu di buku tulis: satu contoh dialog pendek dua baris dari situasi sehari-hari disertai deskripsi gerak tubuh yang menyertainya.
  • Penilaian penampilan kelompok saat memperagakan dialog menggunakan rubrik dengan empat aspek: kejelasan dialog, kesesuaian gerak tubuh, kepercayaan diri, dan kerjasama kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Dialog Sehari-hariMurid belum mampu menebak atau menyebutkan dialog yang sesuai dari kartu gambar situasi sehari-hari meskipun sudah diberi panduan.Murid mampu menyebutkan dialog sederhana dari kartu gambar dengan bantuan teman atau guru, meskipun kurang sesuai konteks situasi.Murid mampu mengidentifikasi dialog yang sesuai konteks dari kartu gambar secara mandiri dan dapat menjelaskan siapa yang berbicara.Murid mampu mengidentifikasi dialog yang sesuai konteks, menjelaskan siapa yang berbicara, dan memberikan variasi alternatif dialog lain yang masih relevan dengan situasi.
Menirukan Dialog dengan Intonasi dan EkspresiMurid mengucapkan dialog dengan datar tanpa intonasi dan ekspresi yang sesuai karakter atau situasi.Murid mencoba menirukan dialog dengan intonasi dan ekspresi namun belum konsisten atau belum sesuai situasi.Murid menirukan dialog dengan intonasi dan ekspresi yang cukup sesuai situasi secara konsisten sepanjang penampilan.Murid menirukan dialog dengan intonasi, ekspresi, dan variasi emosi yang sangat sesuai situasi sehingga penampilan terasa natural dan meyakinkan.
Menirukan Gerak Tubuh yang Menyertai DialogMurid tidak menampilkan gerak tubuh atau gerak tubuh yang ditampilkan sama sekali tidak berhubungan dengan dialog yang diucapkan.Murid menampilkan satu gerak tubuh sederhana yang kurang konsisten dengan dialog yang diucapkan.Murid menampilkan gerak tubuh yang relevan dan konsisten dengan dialog yang diucapkan selama penampilan berlangsung.Murid menampilkan kombinasi gerak tubuh yang variatif, relevan, dan konsisten dengan dialog, serta mampu menyesuaikan gerak dengan perubahan situasi atau tokoh.
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi atau latihan kelompok dan perlu dorongan terus-menerus dari guru.Murid terlibat dalam kelompok namun lebih banyak mengikuti tanpa memberikan kontribusi ide atau gagasan.Murid aktif berdiskusi, memberikan ide, dan berlatih bersama anggota kelompok dengan baik.Murid aktif berkontribusi ide, membantu teman yang kesulitan, dan berperan sebagai penggerak diskusi serta latihan dalam kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kegiatan diskusi dan penampilan kelompok? Murid mana yang perlu perhatian lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah contoh kartu gambar situasi yang digunakan cukup dekat dengan kehidupan nyata murid sehingga mudah dipahami?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjawab kebutuhan murid yang cepat dan yang membutuhkan dukungan lebih?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang dialog sehari-hari adalah…
  • Gerak tubuh yang paling sulit aku tirukan adalah… karena…
  • Aku merasa paling percaya diri saat… dan aku masih ingin belajar lebih banyak tentang…
  • Dialog dalam kehidupan sehari-hari yang akan aku amati di rumahku nanti adalah…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemdikbudristek — Bab II: Bermain Peran dari Cerita Kehidupan Sehari-Hari, Kegiatan 1.
  2. Kartu gambar situasi sehari-hari (buatan guru): ibu memanggil anak makan, penjual dan pembeli di warung, guru memberi tugas, dua teman bermain — dapat dicetak atau digambar tangan.
  3. Lembar Kerja Murid Kegiatan 1: Mengingat Dialog pada Aktivitas Sehari-hari (diperbanyak sesuai jumlah murid).
  4. Buku tulis murid sebagai media jurnal refleksi dan pencatatan dialog.
  5. Ruang kelas yang diatur dengan meja dan kursi digeser ke pinggir untuk memberikan ruang gerak yang leluasa.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.