MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 4 (Fase B) Topik: Refleksi dan Apresiasi Pentas INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Refleksi dan Apresiasi Pentas |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mengungkapkan perasaan tentang pengalaman bermain teater menggunakan kalimat sederhana yang santun.
- Murid mampu memberikan pendapat positif dan konstruktif tentang penampilan kelompok lain secara lisan maupun tertulis dengan bahasa yang sopan.
- Murid mampu mengenali hal-hal yang sudah baik dan hal-hal yang ingin diperbaiki dari pengalaman bermain teater yang telah dilakukan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana perasaanmu setelah tampil di depan teman-teman tadi? Apa yang paling kamu ingat dari pentas kita?
- Menurutmu, apa yang membuat penampilan sebuah kelompok menjadi menarik untuk ditonton?
- Bagaimana caranya kita memberikan pendapat kepada teman tanpa menyakiti perasaannya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid duduk melingkar di lantai atau di kursi membentuk lingkaran penuh sehingga semua wajah saling berhadapan.
- Guru mengajak murid melakukan ice-breaking ringan: tepuk 'Teater Kita' — guru memimpin, murid meniru — untuk menciptakan suasana santai dan gembira.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik secara lisan: meminta 2–3 murid menjawab pertanyaan pemantik (pertanyaan pertama) secara spontan untuk mengetahui kesiapan emosional dan pemahaman awal murid tentang refleksi.
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: 'Hari ini kita akan berbagi perasaan tentang pentas kita dan belajar memberi pendapat yang baik kepada teman.' (kurang lebih 5 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan dua contoh kalimat di papan tulis: satu contoh pendapat yang tidak santun ('Penampilan kalian jelek sekali!') dan satu contoh pendapat yang santun ('Menurut saya, penampilan kelompok ini sudah bagus, dan akan lebih keren kalau suaranya lebih keras.'). Guru meminta murid mengamati perbedaan kedua kalimat tersebut.
- Guru memandu diskusi singkat: 'Apa bedanya kedua kalimat ini? Mana yang membuatmu nyaman mendengarnya?' Murid diajak menjawab secara bergantian.
- Guru menjelaskan tiga kunci memberi pendapat santun: (1) mulai dengan hal positif, (2) sampaikan saran dengan kalimat 'menurut saya' atau 'mungkin bisa dicoba', (3) akhiri dengan semangat/pujian.
- Guru meminta murid menyebut satu contoh kalimat santun secara lisan sebagai latihan cepat sebelum masuk ke kegiatan berikutnya.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kegiatan 5 (LK 5: 'Ayo, Memberi Pendapat dengan Santun!') kepada setiap murid.
- Murid mengisi bagian pertama LK 5: memilih emoji (senang/biasa saja/sedih) untuk mengungkapkan perasaan mereka setelah pentas, lalu menulis satu kalimat alasannya di bawah emoji tersebut.
- Murid mengisi tabel pendapat pada LK 5: menuliskan pendapat mereka tentang penampilan setiap kelompok yang telah tampil. Guru mengingatkan untuk menggunakan tiga kunci pendapat santun yang sudah dipelajari.
- Setelah selesai mengisi, murid diajak berbagi secara lisan: setiap murid membacakan pendapat untuk satu kelompok pilihannya. Guru mendampingi dan memberikan umpan balik positif bila ada kalimat yang belum sepenuhnya santun, dengan cara mencontohkan ulang kalimat yang lebih tepat.
- Guru mencatat hasil pengamatan proses sebagai asesmen formatif: memperhatikan kualitas kalimat yang diucapkan (kelancaran, kesantunan, kejelasan).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengajak murid masih dalam formasi melingkar untuk sesi 'Bicara Dari Hati'. Guru menggunakan bola kecil atau benda simbolis yang dipegang pemilik giliran bicara.
- Setiap murid secara bergantian menjawab dua pertanyaan refleksi: (1) 'Satu hal yang paling kamu suka dari pengalaman bermain teater di bab ini?' dan (2) 'Satu hal yang ingin kamu coba perbaiki kalau bermain teater lagi?'. Jawaban boleh singkat, satu kalimat.
- Guru merangkum jawaban murid di papan tulis dalam dua kolom: 'Yang sudah kami banggakan' dan 'Yang ingin kami tingkatkan' — sebagai rekam jejak kelas bersama.
- Guru mengapresiasi keberanian setiap murid berbicara dengan tepuk tangan atau kalimat penyemangat.
Penutup:- Guru meminta murid mengumpulkan LK 5 yang sudah diisi lengkap. Guru memberikan paraf dan catatan motivasi singkat di lembar kerja.
- Guru melakukan asesmen akhir singkat secara lisan: menunjuk 3–4 murid secara acak untuk menyebutkan satu pendapat santun tentang pentas yang baru saja mereka alami.
- Guru menyampaikan simpulan pembelajaran: 'Hari ini kita sudah belajar bahwa mengungkapkan perasaan dan pendapat yang santun adalah cara kita saling menghargai sebagai seniman cilik.'
- Guru memberikan pesan penutup dan motivasi: mengaitkan pentingnya berani berpendapat dengan kehidupan sehari-hari di luar kelas.
- Guru menutup kegiatan dengan tepuk semangat bersama.
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca dan menulis, guru boleh memperbolehkan mereka mengisi LK 5 hanya dengan gambar wajah/emoji dan menyampaikan pendapatnya secara lisan saja. Bagi murid yang sudah lancar, guru mendorong mereka menuliskan pendapat lebih dari satu kalimat untuk setiap kelompok.
- Proses: Murid yang masih ragu berbicara di depan kelas dapat menyampaikan pendapatnya lebih dulu secara berbisik kepada guru, yang kemudian membantu membacakannya. Murid yang percaya diri didorong untuk menjadi 'pemimpin sesi' dalam segmen berbagi lisan.
- Produk: Murid yang membutuhkan tantangan lebih dapat membuat satu paragraf refleksi singkat (3–4 kalimat) sebagai tambahan LK 5, berisi cerita singkat tentang pengalaman paling berkesan dari keseluruhan bab bermain peran.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan sebelum kegiatan inti: 'Bagaimana perasaanmu setelah tampil?' dan 'Pernahkah kamu memberi tahu teman bahwa kamu suka atau tidak suka penampilannya? Bagaimana caranya?' untuk mengetahui kesiapan emosional dan pengalaman awal murid dalam memberi pendapat.
Proses:- Selama murid mengisi LK 5, guru berkeliling dan mengamati: apakah murid mampu memilih emoji yang sesuai perasaan dan menulis alasan, serta apakah pendapat yang ditulis menggunakan kalimat yang sopan dan bermakna.
- Saat sesi berbagi lisan, guru mengamati kelancaran bicara, penggunaan kalimat santun, dan kemampuan murid memilih hal yang positif untuk disebutkan terlebih dahulu.
Akhir:- Guru menilai LK 5 yang dikumpulkan menggunakan rubrik: aspek yang dinilai adalah (1) pengungkapan perasaan dan (2) kualitas pendapat yang ditulis.
- Guru melakukan cek lisan akhir kepada 3–4 murid: meminta mereka menyebutkan satu pendapat santun tentang pentas — dinilai berdasarkan rubrik kesantunan dan kejelasan.
Formatif:- Observasi lisan saat murid menjawab pertanyaan pemantik di pendahuluan (kesiapan emosional dan pemahaman awal).
- Pengamatan proses saat murid mengisi LK 5 dan berbagi pendapat lisan: dicatat apakah kalimat yang digunakan sudah santun, jelas, dan relevan.
- Catatan anekdot guru selama sesi 'Bicara Dari Hati' tentang kemampuan murid mengidentifikasi hal yang ingin diperbaiki.
Sumatif:- Hasil isian LK 5 (bagian emoji + alasan perasaan, dan tabel pendapat kelompok) dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Penilaian lisan akhir: 3–4 murid acak menyebutkan satu pendapat santun — dinilai berdasarkan kriteria kesantunan dan kejelasan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengungkapkan Perasaan | Murid belum mampu mengungkapkan perasaan, hanya mencentang emoji tanpa keterangan atau tidak mengisi sama sekali. | Murid mengungkapkan perasaan dengan mencentang emoji, namun alasan yang ditulis sangat singkat dan kurang jelas (contoh: 'senang karena bagus'). | Murid mengungkapkan perasaan dengan mencentang emoji dan menuliskan alasan yang jelas meskipun kalimatnya masih sederhana (contoh: 'Saya senang karena bisa tampil bersama teman-teman'). | Murid mengungkapkan perasaan secara lengkap dan rinci — mencentang emoji, menulis alasan yang jelas, dan mengaitkan perasaan dengan pengalaman spesifik saat pentas (contoh: 'Saya sangat senang karena bisa memainkan peran singa dan teman-teman bertepuk tangan'). | | Memberi Pendapat Secara Santun | Murid belum memberikan pendapat kepada kelompok lain, atau pendapat yang ditulis/diucapkan bersifat negatif dan tidak santun. | Murid memberikan pendapat kepada 1–2 kelompok dengan kalimat yang masih langsung/kurang santun, tetapi tidak menyinggung (contoh: 'Bagus tapi kurang keras'). | Murid memberikan pendapat kepada sebagian besar kelompok dengan kalimat yang cukup santun: dimulai dari hal positif dan diikuti satu saran (contoh: 'Penampilan kelompok ini sudah seru, mungkin suaranya bisa lebih keras lagi'). | Murid memberikan pendapat kepada semua kelompok secara santun dan lengkap: menyebutkan hal positif secara spesifik, menyampaikan saran dengan kalimat 'menurut saya' atau 'mungkin bisa dicoba', dan mengakhiri dengan kalimat semangat atau apresiasi. | | Mengidentifikasi Hal yang Ingin Diperbaiki (Refleksi Diri) | Murid tidak mampu menyebutkan hal yang ingin diperbaiki, atau hanya menjawab 'tidak tahu'. | Murid menyebutkan hal yang ingin diperbaiki secara sangat umum dan tanpa kaitannya dengan pengalaman konkret (contoh: 'Mau lebih bagus'). | Murid menyebutkan satu hal yang ingin diperbaiki secara spesifik dan berkaitan dengan pengalaman bermain teater yang baru dilakukan (contoh: 'Saya mau belajar lebih hafal dialog supaya tidak gugup'). | Murid menyebutkan satu atau lebih hal yang ingin diperbaiki secara spesifik, disertai alasan yang masuk akal, dan menyatakan langkah yang akan dilakukan untuk memperbaikinya (contoh: 'Saya ingin latihan suara lebih keras karena tadi suaranya kurang jelas. Nanti di rumah saya mau berlatih di depan cermin'). |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid mendapatkan kesempatan yang sama untuk berbicara dan mengungkapkan perasaannya hari ini?
- Apakah contoh kalimat santun yang saya berikan cukup jelas dan mudah ditiru oleh murid kelas 4?
- Murid mana yang tampak kesulitan mengungkapkan pendapat? Apa dukungan yang bisa saya berikan di pertemuan berikutnya?
- Apakah suasana kelas cukup aman dan nyaman sehingga murid berani berbicara jujur tentang perasaannya?
Refleksi Murid:- Bagaimana perasaanmu hari ini setelah berbagi pendapat tentang pentas? Apa yang membuatmu merasa begitu?
- Apakah kamu sudah bisa memberikan pendapat kepada teman dengan cara yang santun? Apa yang masih ingin kamu latih?
- Satu hal apa yang paling kamu ingat dari pengalaman bermain teater di bab ini, dan mengapa hal itu berkesan bagimu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — bagian Bab I, kegiatan penutup dan Lembar Kegiatan 5.
- Lembar Kegiatan Murid (LKPD) 5: 'Ayo, Memberi Pendapat dengan Santun!'
- Papan tulis atau kertas plano untuk mencatat kolom refleksi kelas bersama ('Yang sudah kami banggakan' dan 'Yang ingin kami tingkatkan').
- Bola kecil atau benda simbolis sebagai 'tongkat bicara' pada sesi refleksi 'Bicara Dari Hati'.
- Spidol warna-warni untuk menulis di papan tulis.
- Dokumentasi foto/video pentas murid (bila tersedia) sebagai bahan mengingat kembali penampilan yang sudah dilakukan.
|