Modul AjarPertemuan 8Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Latihan Ekspresi dan Percaya Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Latihan Ekspresi dan Percaya Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Latihan Ekspresi dan Percaya Diri

Seni Teater - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Latihan Ekspresi dan Percaya Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikLatihan Ekspresi dan Percaya Diri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menampilkan cerita pendek di depan kelas dengan percaya diri menggunakan ekspresi wajah, gerak tubuh, dan suara yang sesuai
  2. Murid mampu memberikan saran atau pendapat tentang penampilan teman dengan santun dan menggunakan bahasa yang baik

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa gugup saat berbicara di depan teman-teman? Apa yang kalian rasakan?
  2. Bagaimana cara kita membuat cerita menjadi lebih menarik saat diceritakan?
  3. Apa yang membuat kalian senang saat mendengarkan teman bercerita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah bercerita di depan kelas? Bagaimana perasaannya?' (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: berlatih bercerita dengan percaya diri dan memberi pendapat dengan santun (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid (3 menit)
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan sederhana: peregangan tubuh, latihan pernapasan, dan membuat ekspresi wajah (senang, sedih, kaget, marah) di depan cermin atau menghadap teman (7 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara bercerita dengan percaya diri: berdiri tegak, menatap pendengar, berbicara dengan volume jelas, menggunakan ekspresi wajah dan gerak tubuh (5 menit)
  • Guru menjelaskan elemen penting dalam bercerita: volume suara, artikulasi (kejelasan ucapan), intonasi (nada suara naik-turun), ekspresi wajah, dan gerak tubuh (5 menit)
  • Guru memberikan contoh cerita pendek sederhana (3-5 kalimat) tentang pengalaman sehari-hari, misalnya: 'Pagi ini aku bangun kesiangan. Aku terburu-buru mandi dan sarapan. Di jalan, aku melihat kucing lucu. Aku sampai sekolah tepat waktu. Aku senang!' (3 menit)
  • Murid diminta mengamati dengan saksama dan mengenali perbedaan antara bercerita dengan percaya diri dan tanpa percaya diri (2 menit)
  • Guru menjelaskan cara memberikan pendapat yang santun: menggunakan kata 'menurut saya', 'saya rasa', memuji hal baik terlebih dahulu, lalu memberi saran dengan lembut (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap murid menyiapkan cerita pendek (3-5 kalimat) tentang pengalaman pribadi atau cerita sederhana yang mereka ingat. Guru berkeliling membantu murid yang membutuhkan bantuan (5 menit)
  • Murid berlatih bercerita secara berpasangan: satu bercerita, satu mendengarkan dan memberikan pendapat. Guru membimbing murid menggunakan volume, ekspresi, dan gerak tubuh (10 menit)
  • Secara bergantian, 5-7 murid tampil bercerita di depan kelas (1-2 menit per anak). Murid lain menyimak dengan baik (10 menit)
  • Setelah setiap penampilan, 2-3 murid memberikan pendapat atau saran dengan santun, misalnya: 'Aku suka ceritamu, tapi suaramu agak kecil. Coba lebih keras lagi ya!' (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi refleksi dengan bertanya: 'Bagaimana perasaan kalian saat bercerita tadi? Apa yang paling sulit? Apa yang paling menyenangkan?' (3 menit)
  • Murid diminta menyampaikan satu hal yang sudah mereka lakukan dengan baik dan satu hal yang ingin diperbaiki saat bercerita (4 menit)
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan usaha semua murid (2 menit)
  • Murid menuliskan atau menggambar perasaan mereka saat bercerita di lembar refleksi sederhana (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: bercerita dengan percaya diri membutuhkan latihan, ekspresi, dan keberanian; memberikan pendapat harus dengan santun (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyebutkan satu tips bercerita percaya diri dan satu cara memberikan pendapat santun (2 menit)
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: berlatih bercerita di rumah kepada keluarga (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan refleksi singkat, apresiasi, dan doa bersama (4 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diberikan cerita yang lebih panjang atau kompleks dengan alur cerita yang lebih detail. Murid yang lambat dapat menggunakan cerita sangat sederhana (2-3 kalimat) atau bercerita dengan bantuan gambar.
  • Proses: Murid yang percaya diri dapat tampil duluan dan menjadi contoh. Murid yang pemalu dapat berlatih lebih lama berpasangan atau dalam kelompok kecil sebelum tampil di depan kelas, atau boleh duduk saat bercerita terlebih dahulu.
  • Produk: Murid yang cepat dapat diminta bercerita dengan tambahan properti sederhana atau menambahkan dialog tokoh. Murid yang lambat dapat bercerita dengan durasi lebih singkat atau didampingi guru saat tampil.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: pengalaman murid bercerita di depan umum dan perasaan yang muncul
  • Observasi informal: sikap dan respons murid terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi selama latihan berpasangan: partisipasi, usaha, dan perkembangan keterampilan
  • Observasi saat penampilan di depan kelas: penerapan elemen bercerita dan sikap percaya diri
  • Observasi saat memberikan pendapat: penggunaan bahasa santun dan sikap menghargai teman

Akhir:

  • Penilaian penampilan bercerita menggunakan rubrik terstruktur
  • Penilaian kemampuan memberikan pendapat santun
  • Refleksi tertulis atau gambar: murid mengungkapkan perasaan dan pembelajaran yang didapat

Formatif:

  • Observasi saat murid berlatih berpasangan: mengamati penggunaan volume, ekspresi, dan sikap percaya diri
  • Observasi saat murid memberikan pendapat: mengamati kesantunan bahasa dan sikap menghargai
  • Catatan anekdot untuk murid yang menunjukkan perkembangan signifikan atau membutuhkan perhatian khusus

Sumatif:

  • Penilaian penampilan bercerita di depan kelas menggunakan rubrik: cara bercerita (volume, artikulasi, intonasi, keruntutan) dan ekspresi percaya diri
  • Penilaian kemampuan memberikan pendapat santun berdasarkan observasi dan rubrik

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Cara Bercerita (Volume, Artikulasi, Intonasi, Keruntutan)Murid tidak dapat menyampaikan cerita, atau cerita tidak runtut dan tidak jelas (volume sangat kecil, artikulasi tidak jelas, intonasi datar)Murid dapat menyampaikan cerita tetapi tidak runtut, volume, artikulasi, dan intonasi masih kurangMurid dapat menyampaikan cerita secara runtut tetapi volume, artikulasi, dan intonasi masih perlu ditingkatkanMurid dapat menyampaikan cerita secara runtut dengan volume, artikulasi, dan intonasi yang jelas dan bervariasi
Ekspresi dan Percaya DiriMurid tidak percaya diri (tidak berani maju, menunduk terus, suara gemetar) dan tidak menunjukkan ekspresiMurid agak percaya diri (mau maju dengan dorongan) tetapi masih kaku, ekspresi wajah dan gerak tubuh sangat terbatasMurid percaya diri (berani maju tanpa dorongan, kontak mata sesekali) tetapi ekspresi wajah dan gerak tubuh masih kurang bervariasiMurid sangat percaya diri (berdiri tegak, kontak mata baik, tidak ragu) dan ekspresif (ekspresi wajah dan gerak tubuh sesuai cerita)
Memberikan Pendapat dengan SantunMurid tidak memberikan pendapat atau memberikan pendapat dengan cara yang tidak santun (langsung mengkritik, nada kasar)Murid memberikan pendapat tetapi masih kurang santun (lupa memuji terlebih dahulu, pilihan kata kurang tepat)Murid memberikan pendapat dengan santun (menggunakan kata yang baik, memuji dulu) tetapi masih ragu-raguMurid memberikan pendapat dengan sangat santun (memuji hal baik, memberi saran dengan lembut, menggunakan kata 'menurut saya'), percaya diri, dan menghargai teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk tampil dan menyampaikan pendapat?
  • Strategi mana yang paling efektif untuk membangun percaya diri murid yang pemalu?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk semua tahapan pembelajaran? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Bagaimana cara saya merespons murid yang belum percaya diri agar mereka tetap termotivasi?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bercerita di depan teman-teman?
  • Apa yang paling sulit saat bercerita tadi? Apa yang paling menyenangkan?
  • Apa yang sudah kamu lakukan dengan baik? Apa yang ingin kamu perbaiki lain kali?
  • Bagaimana perasaanmu saat teman memberikan pendapat tentang ceritamu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
  2. Cermin atau alat untuk melihat ekspresi wajah (dapat diganti dengan berpasangan saling menghadap)
  3. Ruang kelas yang cukup untuk murid bergerak dan tampil
  4. Lembar refleksi sederhana (kertas kosong untuk menulis atau menggambar)
  5. Alat tulis (pensil, crayon, atau spidol warna)
  6. Contoh cerita pendek sederhana dari pengalaman sehari-hari atau cerita rakyat anak yang sudah disederhanakan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.