Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Menyusun Cerita Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Menyusun Cerita Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Menyusun Cerita Sederhana

Seni Teater - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menyusun Cerita Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenyusun Cerita Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membuat cerita sederhana berdasarkan pengalaman atau imajinasi (2-3 kalimat)
  2. Menceritakan kembali cerita yang dibuat dengan runtut

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang pernah punya pengalaman seru yang ingin diceritakan?
  2. Bagaimana cara kita menyusun cerita agar orang lain mudah memahaminya?
  3. Apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk didengarkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan hangat dan mengajak bernyanyi bersama untuk membangun suasana menyenangkan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bercerita di rumah atau di sekolah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menyusun cerita sederhana dan menceritakannya kembali
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan secara singkat

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memberikan contoh cerita sederhana (2-3 kalimat) berdasarkan pengalaman, misalnya: 'Pagi ini aku sarapan nasi goreng. Nasi gorengnya enak sekali. Aku senang sekali.'
  • Murid mengamati struktur cerita: ada awal, tengah, dan akhir yang runtut
  • Guru menjelaskan bahwa cerita bisa dibuat dari pengalaman nyata atau imajinasi/khayalan
  • Murid diajak berdiskusi: apa bedanya cerita yang runtut dan tidak runtut
  • Guru memberikan contoh kedua dari imajinasi: 'Ada seekor kucing kecil. Kucing itu suka bermain bola. Bola itu warnanya merah.'
  • Murid mengidentifikasi bagian-bagian cerita bersama guru

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diminta memikirkan satu pengalaman atau imajinasi yang ingin dijadikan cerita (waktu: 2 menit, dengan musik latar yang menenangkan)
  • Murid menyusun cerita sederhana (2-3 kalimat) di kertas atau buku tulis mereka
  • Guru berkeliling memberikan pendampingan kepada murid yang membutuhkan bantuan
  • Murid yang sudah selesai diminta membaca ceritanya dalam hati dan memastikan ceritanya runtut
  • Murid berlatih menceritakan kembali cerita mereka dengan suara yang cukup keras (berbisik dulu untuk latihan)
  • Murid berpasangan dan saling menceritakan cerita masing-masing
  • Beberapa murid maju ke depan kelas untuk menceritakan cerita mereka dengan ekspresif (volume, artikulasi, intonasi yang jelas)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid diajak duduk melingkar untuk refleksi bersama
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: Apa yang kamu rasakan saat menyusun cerita? Bagian mana yang paling mudah? Bagian mana yang sulit?
  • Murid berbagi pengalaman mereka secara bergantian
  • Guru memberikan apresiasi terhadap semua usaha murid
  • Murid menuliskan satu hal yang mereka pelajari hari ini di kertas lipat kecil
  • Murid menempelkan kertas refleksi mereka di papan refleksi kelas

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menceritakan kembali cerita mereka
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: hari ini kita belajar menyusun cerita sederhana yang runtut dan menceritakannya kembali
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka
  • Guru memberikan motivasi: cerita kalian sangat menarik, terus berlatih bercerita ya
  • Guru menutup pembelajaran dengan bernyanyi bersama dan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat membuat cerita dengan 4-5 kalimat atau menambahkan detail tokoh. Murid yang lambat dapat membuat cerita dengan 2 kalimat sederhana atau menggunakan gambar sebagai bantuan.
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung menulis sendiri. Murid yang lambat mendapat scaffolding dari guru dengan pertanyaan pemandu: Siapa tokohnya? Sedang apa? Bagaimana perasaannya?
  • Produk: Murid yang cepat dapat menceritakan dengan gerakan dan ekspresi yang lebih lengkap. Murid yang lambat dapat bercerita dengan media gambar atau berbisik ke telinga guru.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Siapa yang pernah bercerita? Ceritanya tentang apa?
  • Observasi kemampuan awal murid merespons pertanyaan tentang pengalaman bercerita

Proses:

  • Observasi saat murid menyusun cerita: apakah cerita runtut, apakah ada awal-tengah-akhir
  • Penilaian sejawat: teman mendengarkan dan memberi jempol jika cerita runtut
  • Catatan anekdotal guru terhadap murid yang memerlukan dukungan tambahan

Akhir:

  • Penilaian kinerja bercerita menggunakan rubrik: keruntutan, teknik bercerita, ekspresi dan percaya diri
  • Penilaian produk cerita tertulis: kesesuaian dengan pengalaman/imajinasi, keruntutan 2-3 kalimat
  • Refleksi diri murid: tulisan singkat tentang apa yang dipelajari

Formatif:

  • Observasi selama murid menyusun cerita
  • Penilaian sejawat saat bercerita berpasangan
  • Pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Penilaian kinerja saat murid menceritakan kembali cerita yang dibuat
  • Penilaian hasil tulisan cerita sederhana (2-3 kalimat)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keruntutan CeritaCerita tidak runtut, hanya berupa kalimat acak tanpa urutan yang jelasCerita mulai runtut tetapi masih ada bagian yang melompat-lompatCerita runtut dengan urutan awal-tengah-akhir yang cukup jelasCerita sangat runtut, memiliki urutan yang jelas dan mudah dipahami dengan detail yang menarik
Teknik Bercerita (Volume, Artikulasi, Intonasi)Volume sangat pelan, artikulasi tidak jelas, intonasi datarVolume cukup terdengar tetapi artikulasi dan intonasi masih kurangVolume cukup terdengar, artikulasi cukup jelas, intonasi mulai bervariasiVolume jelas terdengar, artikulasi sangat jelas, intonasi bervariasi dan menarik
Ekspresi dan Percaya DiriTidak ekspresif, tidak percaya diri, sangat tergantung bimbingan guruMulai ekspresif tetapi masih ragu-ragu, percaya diri masih kurangCukup ekspresif, percaya diri dalam menyampaikan ceritaSangat ekspresif dengan mimik wajah dan gestur yang mendukung, sangat percaya diri
Kreativitas Isi CeritaCerita sangat sederhana, belum menunjukkan pengalaman atau imajinasi yang jelasCerita sederhana, mulai menunjukkan pengalaman atau imajinasi tetapi masih terbatasCerita menunjukkan pengalaman atau imajinasi yang jelas dan menarikCerita sangat kreatif, menunjukkan pengalaman atau imajinasi yang kaya dengan detail yang unik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyusun cerita sederhana sesuai kemampuan mereka?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif membantu murid memahami keruntutan cerita?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya gunakan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan menyusun cerita hari ini?
  • Bagian mana yang kamu rasa paling mudah?
  • Bagian mana yang kamu rasa masih sulit?
  • Apa yang kamu pelajari tentang cara bercerita yang baik?
  • Apa yang ingin kamu perbaiki dalam bercerita?

SUMBER BELAJAR

  1. Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Bab 4
  2. Kertas HVS atau buku tulis murid
  3. Pensil dan penghapus
  4. Kertas lipat kecil untuk refleksi
  5. Papan refleksi kelas
  6. Musik instrumental yang menenangkan untuk sesi menulis
  7. Contoh cerita sederhana yang dibuat guru
  8. Spidol warna untuk papan tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.