MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 2 (Fase A) Topik: Menyusun Cerita Sederhana INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Menyusun Cerita Sederhana |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Membuat cerita sederhana berdasarkan pengalaman atau imajinasi (2-3 kalimat)
- Menceritakan kembali cerita yang dibuat dengan runtut
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa yang pernah punya pengalaman seru yang ingin diceritakan?
- Bagaimana cara kita menyusun cerita agar orang lain mudah memahaminya?
- Apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk didengarkan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan hangat dan mengajak bernyanyi bersama untuk membangun suasana menyenangkan
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid bercerita di rumah atau di sekolah
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menyusun cerita sederhana dan menceritakannya kembali
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
- Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan secara singkat
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memberikan contoh cerita sederhana (2-3 kalimat) berdasarkan pengalaman, misalnya: 'Pagi ini aku sarapan nasi goreng. Nasi gorengnya enak sekali. Aku senang sekali.'
- Murid mengamati struktur cerita: ada awal, tengah, dan akhir yang runtut
- Guru menjelaskan bahwa cerita bisa dibuat dari pengalaman nyata atau imajinasi/khayalan
- Murid diajak berdiskusi: apa bedanya cerita yang runtut dan tidak runtut
- Guru memberikan contoh kedua dari imajinasi: 'Ada seekor kucing kecil. Kucing itu suka bermain bola. Bola itu warnanya merah.'
- Murid mengidentifikasi bagian-bagian cerita bersama guru
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid diminta memikirkan satu pengalaman atau imajinasi yang ingin dijadikan cerita (waktu: 2 menit, dengan musik latar yang menenangkan)
- Murid menyusun cerita sederhana (2-3 kalimat) di kertas atau buku tulis mereka
- Guru berkeliling memberikan pendampingan kepada murid yang membutuhkan bantuan
- Murid yang sudah selesai diminta membaca ceritanya dalam hati dan memastikan ceritanya runtut
- Murid berlatih menceritakan kembali cerita mereka dengan suara yang cukup keras (berbisik dulu untuk latihan)
- Murid berpasangan dan saling menceritakan cerita masing-masing
- Beberapa murid maju ke depan kelas untuk menceritakan cerita mereka dengan ekspresif (volume, artikulasi, intonasi yang jelas)
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid diajak duduk melingkar untuk refleksi bersama
- Guru mengajukan pertanyaan refleksi: Apa yang kamu rasakan saat menyusun cerita? Bagian mana yang paling mudah? Bagian mana yang sulit?
- Murid berbagi pengalaman mereka secara bergantian
- Guru memberikan apresiasi terhadap semua usaha murid
- Murid menuliskan satu hal yang mereka pelajari hari ini di kertas lipat kecil
- Murid menempelkan kertas refleksi mereka di papan refleksi kelas
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menceritakan kembali cerita mereka
- Guru menyimpulkan pembelajaran: hari ini kita belajar menyusun cerita sederhana yang runtut dan menceritakannya kembali
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka
- Guru memberikan motivasi: cerita kalian sangat menarik, terus berlatih bercerita ya
- Guru menutup pembelajaran dengan bernyanyi bersama dan salam penutup
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat dapat membuat cerita dengan 4-5 kalimat atau menambahkan detail tokoh. Murid yang lambat dapat membuat cerita dengan 2 kalimat sederhana atau menggunakan gambar sebagai bantuan.
- Proses: Murid yang cepat dapat langsung menulis sendiri. Murid yang lambat mendapat scaffolding dari guru dengan pertanyaan pemandu: Siapa tokohnya? Sedang apa? Bagaimana perasaannya?
- Produk: Murid yang cepat dapat menceritakan dengan gerakan dan ekspresi yang lebih lengkap. Murid yang lambat dapat bercerita dengan media gambar atau berbisik ke telinga guru.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan: Siapa yang pernah bercerita? Ceritanya tentang apa?
- Observasi kemampuan awal murid merespons pertanyaan tentang pengalaman bercerita
Proses:- Observasi saat murid menyusun cerita: apakah cerita runtut, apakah ada awal-tengah-akhir
- Penilaian sejawat: teman mendengarkan dan memberi jempol jika cerita runtut
- Catatan anekdotal guru terhadap murid yang memerlukan dukungan tambahan
Akhir:- Penilaian kinerja bercerita menggunakan rubrik: keruntutan, teknik bercerita, ekspresi dan percaya diri
- Penilaian produk cerita tertulis: kesesuaian dengan pengalaman/imajinasi, keruntutan 2-3 kalimat
- Refleksi diri murid: tulisan singkat tentang apa yang dipelajari
Formatif:- Observasi selama murid menyusun cerita
- Penilaian sejawat saat bercerita berpasangan
- Pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman
Sumatif:- Penilaian kinerja saat murid menceritakan kembali cerita yang dibuat
- Penilaian hasil tulisan cerita sederhana (2-3 kalimat)
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keruntutan Cerita | Cerita tidak runtut, hanya berupa kalimat acak tanpa urutan yang jelas | Cerita mulai runtut tetapi masih ada bagian yang melompat-lompat | Cerita runtut dengan urutan awal-tengah-akhir yang cukup jelas | Cerita sangat runtut, memiliki urutan yang jelas dan mudah dipahami dengan detail yang menarik | | Teknik Bercerita (Volume, Artikulasi, Intonasi) | Volume sangat pelan, artikulasi tidak jelas, intonasi datar | Volume cukup terdengar tetapi artikulasi dan intonasi masih kurang | Volume cukup terdengar, artikulasi cukup jelas, intonasi mulai bervariasi | Volume jelas terdengar, artikulasi sangat jelas, intonasi bervariasi dan menarik | | Ekspresi dan Percaya Diri | Tidak ekspresif, tidak percaya diri, sangat tergantung bimbingan guru | Mulai ekspresif tetapi masih ragu-ragu, percaya diri masih kurang | Cukup ekspresif, percaya diri dalam menyampaikan cerita | Sangat ekspresif dengan mimik wajah dan gestur yang mendukung, sangat percaya diri | | Kreativitas Isi Cerita | Cerita sangat sederhana, belum menunjukkan pengalaman atau imajinasi yang jelas | Cerita sederhana, mulai menunjukkan pengalaman atau imajinasi tetapi masih terbatas | Cerita menunjukkan pengalaman atau imajinasi yang jelas dan menarik | Cerita sangat kreatif, menunjukkan pengalaman atau imajinasi yang kaya dengan detail yang unik |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat menyusun cerita sederhana sesuai kemampuan mereka?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif membantu murid memahami keruntutan cerita?
- Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
- Apakah strategi diferensiasi yang saya gunakan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
- Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan menyusun cerita hari ini?
- Bagian mana yang kamu rasa paling mudah?
- Bagian mana yang kamu rasa masih sulit?
- Apa yang kamu pelajari tentang cara bercerita yang baik?
- Apa yang ingin kamu perbaiki dalam bercerita?
SUMBER BELAJAR- Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Bab 4
- Kertas HVS atau buku tulis murid
- Pensil dan penghapus
- Kertas lipat kecil untuk refleksi
- Papan refleksi kelas
- Musik instrumental yang menenangkan untuk sesi menulis
- Contoh cerita sederhana yang dibuat guru
- Spidol warna untuk papan tulis
|