MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 2 (Fase A) Topik: Membaca Cerita dengan Ekspresi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Membaca Cerita dengan Ekspresi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu membacakan cerita pendek dengan artikulasi, intonasi, dan volume yang jelas
- Murid mampu menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai dengan isi cerita saat membacakan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana perasaan tokoh dalam cerita yang kalian dengarkan tadi?
- Bagaimana cara kita menunjukkan perasaan sedih, senang, atau marah lewat wajah kita?
- Apakah suara kita bisa berubah-ubah ketika bercerita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid mendengarkan cerita dan mengamati bagaimana mereka merespons dengan ekspresi wajah
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar membaca cerita dengan suara jelas dan ekspresi wajah yang sesuai
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan cerita pendek Nusantara dengan penuh ekspresi, artikulasi jelas, intonasi bervariasi, dan volume yang cukup keras, sambil menunjukkan ekspresi wajah sesuai emosi tokoh
- Murid mengamati dan mendengarkan dengan saksama cara guru membaca cerita
- Guru menghentikan bacaan di beberapa bagian penting dan menanyakan perasaan tokoh, lalu menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai (sedih, senang, marah, takut)
- Murid bersama guru mengidentifikasi perbedaan intonasi saat tokoh sedih, senang, atau marah
- Guru menjelaskan pentingnya artikulasi (mengucapkan kata dengan jelas), intonasi (naik-turun suara), dan volume (keras-lembutnya suara) saat membaca cerita
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid berpasangan dan memberikan cerita pendek yang sama kepada setiap pasangan
- Murid berlatih membaca cerita bersama pasangannya, bergantian membaca kalimat demi kalimat dengan memperhatikan artikulasi, intonasi, dan volume
- Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik langsung kepada murid yang membutuhkan bantuan
- Murid berlatih menunjukkan ekspresi wajah sesuai emosi dalam cerita di depan pasangannya
- Beberapa murid maju ke depan kelas secara sukarela untuk membacakan cerita dengan ekspresi wajah dan teknik membaca yang sudah dipelajari
- Murid lain mengamati dan memberikan apresiasi dengan tepuk tangan
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan menanyakan: Bagaimana perasaan kalian saat membaca cerita tadi? Bagian mana yang paling mudah? Bagian mana yang masih sulit?
- Murid berbagi pengalaman dan perasaan mereka selama berlatih membaca cerita
- Guru meminta murid menyebutkan satu hal yang sudah mereka kuasai dan satu hal yang ingin mereka perbaiki untuk latihan berikutnya
- Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi atas usaha semua murid
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid membacakan satu paragraf cerita dan mengamati artikulasi, intonasi, volume, serta ekspresi wajah mereka
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: membaca cerita menjadi lebih menarik jika kita menggunakan suara yang jelas dan ekspresi wajah yang sesuai
- Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas keberanian dan usaha mereka
- Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah lancar membaca mendapat cerita yang lebih panjang dengan variasi emosi lebih banyak. Murid yang belum lancar membaca mendapat cerita lebih pendek dengan kalimat sederhana
- Proses: Murid yang kesulitan mendapat bimbingan intensif dari guru saat berlatih berpasangan. Murid yang cepat menguasai diminta menjadi tutor sebaya untuk membantu temannya
- Produk: Murid yang sudah mahir dapat membacakan cerita di depan kelas dengan durasi lebih lama. Murid yang masih berlatih dapat membaca sebagian cerita atau satu paragraf saja
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang pengalaman mendengarkan cerita
- Observasi respons dan ekspresi wajah murid saat mendengarkan cerita
Proses:- Observasi aktivitas murid saat berlatih berpasangan
- Catatan anekdot tentang artikulasi, intonasi, volume, dan ekspresi wajah murid
- Umpan balik verbal langsung dari guru
Akhir:- Penilaian kinerja membaca cerita dengan rubrik
- Penilaian diri murid tentang kemampuan membaca dan berekspresi
Formatif:- Observasi selama murid berlatih berpasangan
- Umpan balik langsung saat guru berkeliling membimbing
- Penilaian sejawat saat murid mengamati teman yang maju
Sumatif:- Penilaian kinerja saat murid membacakan cerita di depan kelas
- Rubrik penilaian teknik membaca dan ekspresi wajah
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Artikulasi, Intonasi, dan Volume | Murid belum dapat menyampaikan cerita dengan jelas, volume sangat pelan, dan intonasi datar | Murid dapat menyampaikan cerita tetapi artikulasi kurang jelas, volume pelan, dan intonasi masih datar | Murid dapat menyampaikan cerita dengan artikulasi cukup jelas, volume cukup keras, dan intonasi mulai bervariasi | Murid dapat menyampaikan cerita dengan artikulasi sangat jelas, volume keras dan tepat, serta intonasi bervariasi sesuai isi cerita | | Ekspresi Wajah dan Kepercayaan Diri | Murid tidak menunjukkan ekspresi wajah dan terlihat tidak percaya diri | Murid menunjukkan sedikit ekspresi wajah tetapi masih ragu-ragu dan kurang percaya diri | Murid menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai dengan beberapa bagian cerita dan cukup percaya diri | Murid menunjukkan ekspresi wajah yang sangat sesuai dengan isi cerita di semua bagian dan sangat percaya diri | | Keruntutan Cerita | Murid tidak dapat menyampaikan cerita secara runtut, banyak bagian yang terlewat atau terbalik | Murid dapat menyampaikan cerita tetapi beberapa bagian tidak runtut atau terlewat | Murid dapat menyampaikan cerita secara runtut dengan sedikit kesalahan urutan | Murid dapat menyampaikan cerita secara runtut dari awal hingga akhir tanpa kesalahan |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan membaca cerita?
- Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk membantu murid yang kesulitan?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan kepercayaan diri murid yang masih malu untuk tampil?
- Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk semua tahapan pembelajaran?
Refleksi Murid:- Bagaimana perasaanmu saat membaca cerita di depan teman-teman?
- Apa yang paling mudah bagimu: mengatur suara atau membuat ekspresi wajah?
- Apa yang ingin kamu perbaiki saat membaca cerita lain nanti?
- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi)
- Cerita pendek rakyat Nusantara yang sesuai untuk anak kelas 2
- Kartu gambar emosi (senang, sedih, marah, takut, terkejut)
- Cermin kecil untuk murid berlatih ekspresi wajah
- Ruang kelas yang cukup untuk murid bergerak dan berlatih
|