Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Petualangan Imajinasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Petualangan Imajinasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Petualangan Imajinasi

Seni Teater - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Petualangan Imajinasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikPetualangan Imajinasi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui cerita imajinatif 'Petualangan Mendaki Gunung', murid mampu merespons instruksi dengan gerak dan suara sesuai imajinasi.
  2. Melalui tanya jawab, murid mampu menceritakan pengalaman imajinasinya dengan kosakata sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membayangkan mendaki gunung yang tinggi? Seperti apa rasanya?
  2. Apa yang kalian lihat dan rasakan saat berimajinasi tentang petualangan?
  3. Bagaimana cara tubuh dan suara kita menceritakan petualangan imajinasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid bernyanyi lagu anak-anak yang ceria untuk membangun suasana gembira (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang kegiatan pramuka atau mendaki (diagnostik singkat).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan bermain imajinasi dengan cerita petualangan mendaki gunung.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid tentang petualangan imajinasi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan memejamkan mata sebentar, menarik napas dalam-dalam untuk memusatkan perhatian (mindful breathing).
  • Guru membacakan cerita imajinatif 'Petualangan Mendaki Gunung' dengan intonasi ekspresif, membangun suasana petualangan.
  • Murid mendengarkan dengan penuh konsentrasi, membayangkan adegan dalam cerita (menghirup udara sejuk, melihat pemandangan indah, merasakan angin).
  • Guru menjelaskan bahwa imajinasi adalah kemampuan membayangkan sesuatu dengan pancaindra kita: mata hati melihat, telinga hati mendengar, tubuh merasakan.
  • Guru memberikan contoh merespons cerita dengan gerak sederhana (berjalan seolah mendaki, menghirup udara) dan suara (mengatakan 'wah indah sekali').

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiri dan membentuk ruang bermain yang aman.
  • Guru membacakan cerita 'Petualangan Mendaki Gunung' sekali lagi, kali ini murid merespons dengan gerak dan suara mengikuti instruksi dalam cerita.
  • Murid berjalan di sekitar ruangan seolah-olah mendaki gunung, menirukan gerakan mendaki dengan kaki melangkah tinggi.
  • Murid menghirup udara sejuk dengan napas dalam, menggerakkan tangan seolah menyentuh daun dan pohon.
  • Murid mengekspresikan kekaguman dengan suara ('wah', 'indah sekali', 'sejuk') dan ekspresi wajah kagum.
  • Guru mengobservasi respons setiap murid dan memberikan apresiasi positif untuk membangun kepercayaan diri.
  • Kegiatan diulang 2-3 kali agar murid semakin percaya diri dan ekspresif dalam berimajinasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk kembali melingkar untuk sesi berbagi pengalaman.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang kalian rasakan saat membayangkan mendaki gunung? Apa yang kalian lihat dalam imajinasi kalian?'
  • Murid secara bergiliran menceritakan pengalaman imajinasinya dengan kosakata sehari-hari (guru memfasilitasi agar semua anak mendapat kesempatan berbicara).
  • Guru mencatat poin-poin menarik dari cerita murid dan memberikan umpan balik positif.
  • Guru menghubungkan pengalaman imajinasi dengan kehidupan nyata: 'Imajinasi membantu kita merasakan hal-hal baru meskipun kita belum pernah melakukannya.'
  • Murid merefleksikan bagaimana tubuh dan suara mereka bisa mengekspresikan imajinasi.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid secara sukarela menunjukkan satu gerakan atau suara dari petualangan imajinasi mereka.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas keberanian dan kreativitas mereka.
  • Guru menyampaikan kesimpulan: 'Hari ini kita belajar bahwa imajinasi bisa diekspresikan melalui gerak dan suara, dan setiap orang punya imajinasi yang unik dan menarik.'
  • Guru memberikan refleksi singkat kepada murid dengan pertanyaan: 'Apa yang paling menyenangkan dari petualangan imajinasi hari ini?'
  • Guru menutup pembelajaran dengan tepuk tangan bersama dan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan konsep mendaki gunung, guru menyediakan gambar atau video singkat tentang kegiatan mendaki sebagai referensi visual.
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat diminta membuat variasi gerakan dan suara sendiri dalam cerita. Murid yang lebih lambat diberi pendampingan ekstra dan contoh gerakan yang lebih sederhana dari guru atau teman sebaya.
  • Produk: Murid yang lebih percaya diri dapat menceritakan pengalaman imajinasinya secara verbal di depan kelas, sementara murid yang masih pemalu dapat menggambar atau menunjukkan gerakan saja tanpa harus bercerita panjang.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid terkait kegiatan pramuka atau mendaki gunung untuk mengetahui pengetahuan awal.
  • Pertanyaan diagnostik: 'Siapa yang pernah membayangkan petualangan seru? Coba ceritakan sedikit.'

Proses:

  • Observasi selama kegiatan bermain imajinasi: guru mencatat murid yang aktif merespons, yang masih ragu, dan yang kreatif dalam berekspresi.
  • Penilaian proses melalui checklist sederhana: apakah murid merespons instruksi dengan gerakan, apakah menggunakan suara, apakah ekspresif.
  • Feedback langsung kepada murid untuk mendorong partisipasi dan kepercayaan diri.

Akhir:

  • Presentasi singkat di akhir pembelajaran: murid menunjukkan satu gerakan dan suara dari petualangan imajinasinya.
  • Tanya jawab reflektif: murid menceritakan apa yang mereka rasakan dan bayangkan selama kegiatan.
  • Penilaian menggunakan rubrik dengan 2 aspek utama: respons gerak dan suara, serta kemampuan menceritakan pengalaman.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan bermain imajinasi: mengamati respons gerak dan suara murid terhadap instruksi cerita.
  • Tanya jawab informal saat kegiatan berlangsung untuk mengecek pemahaman dan keterlibatan murid.
  • Catatan anekdotal tentang kreativitas dan keberanian murid dalam berekspresi.

Sumatif:

  • Presentasi singkat: murid menunjukkan satu gerakan dan suara dari petualangan imajinasinya.
  • Penilaian kemampuan menceritakan pengalaman imajinasi menggunakan rubrik (aspek: respons gerak dan suara, kemampuan menceritakan pengalaman).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Respons Gerak dan SuaraMurid belum merespons instruksi cerita dengan gerakan atau suara, masih sangat ragu atau diam.Murid mulai merespons instruksi dengan gerakan atau suara sederhana, namun masih perlu banyak dorongan dari guru.Murid merespons instruksi cerita dengan gerakan dan suara yang sesuai imajinasi, cukup ekspresif.Murid merespons instruksi dengan gerakan dan suara yang sangat ekspresif, kreatif, dan sesuai dengan imajinasi cerita secara konsisten.
Kemampuan Menceritakan Pengalaman ImajinasiMurid belum mampu menceritakan pengalaman imajinasinya, hanya diam atau menggeleng.Murid mampu menceritakan pengalaman imajinasinya dengan 1-2 kata sederhana, masih perlu banyak bantuan.Murid mampu menceritakan pengalaman imajinasinya dengan kalimat sederhana menggunakan kosakata sehari-hari.Murid mampu menceritakan pengalaman imajinasinya dengan kalimat yang runtut, ekspresif, dan menggunakan kosakata sehari-hari yang bervariasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan bermain imajinasi? Jika tidak, apa yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan keterlibatan mereka?
  • Apakah cerita 'Petualangan Mendaki Gunung' cukup menarik dan sesuai dengan daya imajinasi murid kelas 2?
  • Strategi diferensiasi apa yang paling efektif untuk murid yang masih pemalu atau belum percaya diri?
  • Bagaimana saya bisa lebih mengembangkan kemampuan murid dalam menceritakan pengalaman imajinasinya dengan kosakata yang lebih kaya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari petualangan imajinasi hari ini?
  • Apa yang kalian rasakan saat membayangkan mendaki gunung?
  • Bagian mana dari cerita yang paling kalian suka? Mengapa?
  • Apakah ada yang sulit saat kalian mencoba menggerakkan tubuh atau mengeluarkan suara sesuai imajinasi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) - Bab 3: Bermain Imajinasi
  2. Cerita imajinatif 'Petualangan Mendaki Gunung' karya Septian Dwicahyo
  3. Ruang kelas yang cukup luas untuk bergerak bebas
  4. Musik instrumental lembut untuk menciptakan suasana tenang saat pembukaan (opsional)
  5. Gambar atau video singkat tentang kegiatan mendaki gunung sebagai referensi visual (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.