Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Bermain Imajinasi dengan Benda

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Bermain Imajinasi dengan Benda". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Bermain Imajinasi dengan Benda

Seni Teater - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bermain Imajinasi dengan Benda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBermain Imajinasi dengan Benda
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui permainan 'Menjadi', murid mampu mengimajinasikan benda menjadi objek lain secara kreatif
  2. Melalui demonstrasi, murid mampu menirukan bentuk objek imajiner dengan gerak tubuh

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja yang bisa kita bayangkan dari sebuah pensil?
  2. Kalau buku ini menjadi sesuatu yang lain, kira-kira bisa jadi apa ya?
  3. Bagaimana caranya tubuh kita meniru bentuk benda yang kita bayangkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan memeriksa kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah bermain pura-pura? Apa yang kalian bayangkan saat bermain?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan bermain imajinasi dengan benda-benda di sekitar kita
  • Guru menunjukkan beberapa benda sederhana (pensil, buku, tas) dan mengajukan pertanyaan pemantik

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep imajinasi: kemampuan membayangkan sesuatu menjadi hal lain dengan kreativitas
  • Guru mendemonstrasikan permainan 'Menjadi' dengan contoh: mengambil pensil dan berimajinasi menjadi tongkat sihir, kemudian menggerakkan tubuh seperti penyihir
  • Murid mengamati demonstrasi guru dengan saksama, fokus pada bagaimana guru mengubah cara memandang benda biasa
  • Guru menjelaskan bahwa tidak ada jawaban salah dalam berimajinasi, semua ide kreatif dihargai
  • Murid diajak menyebutkan contoh lain: buku bisa menjadi apa saja? (sayap burung, atap rumah, kipas, dll)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang) dan memberikan satu benda untuk setiap kelompok
  • Setiap murid dalam kelompok mendapat giliran mengimajinasikan benda tersebut menjadi objek lain
  • Murid mendemonstrasikan imajinasi mereka dengan gerak tubuh dan ekspresi wajah di hadapan kelompoknya
  • Guru berkeliling memberikan apresiasi dan dukungan positif terhadap setiap ide kreatif yang muncul
  • Setelah semua anggota kelompok mendapat giliran, setiap kelompok memilih satu imajinasi terbaik untuk ditampilkan ke kelas
  • Perwakilan kelompok menampilkan hasil imajinasi mereka: menirukan bentuk objek imajiner dengan gerak tubuh secara ekspresif
  • Kelompok lain mengamati dan menebak objek apa yang sedang diperagakan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi kelas: 'Bagaimana perasaan kalian saat berimajinasi dengan benda tadi?'
  • Murid berbagi pengalaman: benda apa yang paling menarik untuk dijadikan objek imajiner dan mengapa
  • Guru mengajak murid merefleksi: 'Apa yang kalian pelajari tentang kreativitas dari permainan ini?'
  • Murid menyampaikan tantangan yang dihadapi saat menirukan bentuk objek dengan tubuh dan bagaimana mengatasinya
  • Guru menegaskan bahwa imajinasi membuat kita melihat dunia dengan cara baru dan lebih kreatif

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid mendemonstrasikan ulang imajinasi mereka secara individu
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi dan kreativitas yang ditunjukkan
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran: imajinasi membantu kita menjadi lebih kreatif, dan semua ide berharga
  • Guru memberikan refleksi sederhana: 'Di rumah, coba bayangkan benda favoritmu bisa jadi apa ya?'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar dapat memilih benda sederhana yang familiar (sendok, bola), sementara yang lebih cepat dapat mengeksplorasi benda dengan bentuk kompleks atau menggabungkan dua benda
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra dibimbing guru secara langsung dengan contoh tambahan, sedangkan yang sudah paham diberi kebebasan bereksplorasi tanpa contoh
  • Produk: Murid yang cepat dapat diminta mendemonstrasikan transformasi satu benda menjadi 3 objek berbeda, sementara yang lambat cukup 1 objek dengan bimbingan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman bermain pura-pura atau berimajinasi
  • Observasi respons awal murid saat melihat benda-benda yang ditunjukkan guru

Proses:

  • Observasi selama permainan kelompok: kreativitas ide, keberanian mengekspresikan, kerja sama
  • Pengamatan kemampuan menirukan bentuk objek dengan gerak tubuh
  • Catatan tentang antusiasme dan keterlibatan aktif murid

Akhir:

  • Demonstrasi individu di akhir pembelajaran: murid mengimajinasikan satu benda dan menirukan bentuknya dengan gerak tubuh
  • Penilaian menggunakan rubrik: aspek kreativitas imajinasi dan ekspresi gerak tubuh

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam permainan 'Menjadi' di kelompok
  • Pengamatan kemampuan murid mengekspresikan imajinasi melalui gerak tubuh
  • Catatan anekdotal tentang kreativitas ide yang muncul dari setiap murid

Sumatif:

  • Demonstrasi individu: murid menampilkan satu imajinasi benda menjadi objek lain dengan gerak tubuh
  • Penilaian menggunakan rubrik dengan 4 level perkembangan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kreativitas ImajinasiMurid belum mampu mengimajinasikan benda menjadi objek lain, masih bingung atau meniru temanMurid mulai mencoba berimajinasi tetapi idenya masih sangat umum atau terbatas (pensil jadi tongkat)Murid mampu mengimajinasikan benda menjadi objek lain dengan ide yang cukup kreatif dan unikMurid mampu mengimajinasikan benda menjadi berbagai objek dengan kreativitas tinggi, ide orisinal dan beragam
Ekspresi Gerak TubuhMurid belum mampu menirukan bentuk objek imajiner dengan gerak tubuh, masih diam atau ragu-raguMurid mulai menirukan bentuk objek dengan gerak tubuh sederhana tetapi masih terbatas dan kurang ekspresifMurid mampu menirukan bentuk objek imajiner dengan gerak tubuh yang cukup jelas dan ekspresifMurid mampu menirukan bentuk objek imajiner dengan gerak tubuh yang sangat ekspresif, detail, dan komunikatif
Keberanian dan PartisipasiMurid tidak berani atau tidak mau mencoba mendemonstrasikan imajinasinyaMurid mau mencoba tetapi masih sangat ragu-ragu dan perlu banyak doronganMurid berani mendemonstrasikan imajinasinya dengan sedikit dorongan dari guruMurid sangat antusias, berani, dan aktif mendemonstrasikan imajinasinya tanpa ragu

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam permainan imajinasi?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk mendorong kreativitas murid yang masih ragu?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
  • Bagaimana cara meningkatkan pembelajaran ini agar lebih bermakna di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari permainan 'Menjadi' hari ini?
  • Benda apa yang paling seru untuk dijadikan objek imajiner?
  • Apa yang kalian rasakan saat menirukan bentuk objek dengan tubuh kalian?
  • Apa yang ingin kalian coba bayangkan lagi di lain waktu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Kemendikbudristek
  2. Benda-benda sederhana di sekitar kelas: pensil, buku, tas, penggaris, kotak pensil, botol minum, dll
  3. Ruang kelas yang cukup lapang untuk bergerak
  4. Media visual (opsional): gambar berbagai objek untuk inspirasi imajinasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.