Modul AjarPertemuan 8Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Latihan Adegan dengan Dialog Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Latihan Adegan dengan Dialog Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Latihan Adegan dengan Dialog Sederhana

Seni Teater - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Latihan Adegan dengan Dialog Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikLatihan Adegan dengan Dialog Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menghafal dan mengucapkan dialog sederhana sesuai tokoh
  2. Murid mampu memadukan gerak, suara, dan ekspresi dalam adegan pendek

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar orang berbicara dengan suara dan gaya yang berbeda-beda? Seperti apa?
  2. Bagaimana cara kalian menunjukkan perasaan sedih atau senang tanpa kata-kata?
  3. Siapa tokoh kesukaan kalian yang ingin kalian perankan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan tubuh ringan: meregangkan tangan, kaki, leher, dan wajah sambil bernyanyi lagu anak
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik dan mengamati respons murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mengucapkan dialog seperti tokoh dan memainkan adegan pendek
  • Guru menunjukkan contoh singkat dialog sederhana dengan ekspresi dan gerak

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati video atau demonstrasi langsung percakapan sehari-hari (contoh: ibu dan anak di pasar, teman bermain)
  • Murid mengidentifikasi cara tokoh berbicara: nada suara, ekspresi wajah, dan gerak tubuh
  • Guru membagikan dialog sederhana 2-3 kalimat untuk setiap tokoh (contoh: Tokoh Ibu: 'Ayo, kita beli sayur!' dan Tokoh Anak: 'Baik, Bu! Aku mau wortel!')
  • Murid membaca dialog bersama-sama dengan suara lantang
  • Guru menjelaskan bahwa setiap tokoh punya cara bicara dan gerak yang berbeda sesuai karakter

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok berpasangan untuk berlatih dialog
  • Setiap pasangan memilih atau mendapat dialog sederhana dengan 2 tokoh
  • Murid berlatih menghafal dialog sambil guru berkeliling membimbing
  • Murid berlatih mengucapkan dialog dengan suara jelas dan ekspresi yang sesuai tokoh
  • Murid menambahkan gerak tubuh sederhana sesuai isi dialog (contoh: melambai, menunjuk, berjalan)
  • Setiap pasangan mempraktikkan adegan pendek mereka dengan memadukan dialog, gerak, dan ekspresi
  • Murid saling memberikan apresiasi dengan tepuk tangan

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaan kalian saat memerankan tokoh tadi?'
  • Murid menceritakan pengalaman mereka: bagian mana yang mudah, mana yang sulit
  • Guru mengajak murid menilai diri sendiri: 'Apakah dialogmu sudah jelas? Apakah gerak dan ekspresimu sesuai tokoh?'
  • Murid saling memberikan umpan balik positif kepada teman (contoh: 'Suaramu keras dan jelas!' atau 'Ekspresimu lucu!')
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas usaha semua murid

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan mengamati penampilan terakhir atau meminta 1-2 pasangan menampilkan ulang adegan mereka
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: untuk bermain adegan, kita perlu menghafal dialog, mengucapkannya dengan jelas, dan memadukan dengan gerak serta ekspresi
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana atau menjawab pertanyaan refleksi secara lisan
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid dan memotivasi untuk terus berlatih
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diberikan dialog yang lebih panjang (4-5 kalimat) atau dengan tokoh yang lebih kompleks. Murid yang membutuhkan bantuan mendapat dialog lebih pendek (1-2 kalimat) dengan tokoh sederhana
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung berlatih secara mandiri dan membantu teman. Murid yang membutuhkan bantuan mendapat bimbingan intensif dari guru, boleh membaca dialog sambil memerankan (belum hafal penuh), dan diberi waktu latihan lebih banyak
  • Produk: Murid yang cepat dapat menambahkan properti sederhana (topi, tas) dan improvisasi gerak. Murid yang membutuhkan bantuan cukup fokus pada kejelasan dialog dan satu gerak sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan menggunakan pertanyaan pemantik untuk mengukur pemahaman awal murid tentang dialog dan bermain peran
  • Observasi respons murid saat guru mendemonstrasikan contoh dialog sederhana

Proses:

  • Observasi selama tahap Memahami: kemampuan mengidentifikasi cara tokoh berbicara
  • Observasi selama tahap Mengaplikasi: kemampuan menghafal dialog, kejelasan ucapan, kesesuaian gerak dan ekspresi, kolaborasi dengan pasangan
  • Catatan anekdot: pencapaian dan kesulitan masing-masing murid

Akhir:

  • Penampilan adegan pendek berpasangan di akhir pembelajaran dinilai menggunakan rubrik
  • Refleksi diri murid secara lisan atau tertulis sederhana tentang proses belajar mereka

Formatif:

  • Observasi selama latihan berpasangan: kejelasan ucapan, penghafalan dialog, kesesuaian ekspresi dan gerak
  • Penilaian sejawat: murid memberikan komentar positif terhadap penampilan teman

Sumatif:

  • Penampilan akhir adegan pendek berpasangan dinilai dengan rubrik: aspek penghafalan dialog, kejelasan vokal, kesesuaian gerak dan ekspresi, serta kolaborasi dengan pasangan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penghafalan DialogBelum dapat mengingat dialog sama sekali, perlu dibacakan terus-menerusDapat mengingat sebagian kecil dialog dengan bantuan guruDapat menghafal sebagian besar dialog dengan sedikit bantuanDapat menghafal dan mengucapkan seluruh dialog dengan lancar tanpa bantuan
Kejelasan VokalSuara sangat pelan dan tidak jelas, sulit dipahamiSuara cukup terdengar tetapi masih kurang jelasSuara jelas dan dapat dipahami dengan baikSuara sangat jelas, lantang, dan mudah dipahami dengan intonasi yang tepat
Kesesuaian Gerak dan EkspresiTidak menunjukkan gerak atau ekspresi yang sesuai tokohMenunjukkan gerak atau ekspresi tetapi belum sesuai dengan tokohMenunjukkan gerak dan ekspresi yang cukup sesuai dengan tokohMemadukan gerak dan ekspresi dengan sangat baik dan sesuai karakter tokoh
Kolaborasi dengan PasanganTidak dapat bermain bersama pasangan, sering berhenti atau bingungDapat bermain dengan pasangan tetapi masih sering terputusDapat bermain dengan pasangan dengan cukup kompakBermain sangat kompak dengan pasangan, saling mendukung dan responsif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam latihan dan penampilan?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran berikutnya agar murid lebih percaya diri dalam bermain peran?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat memerankan tokoh tadi?
  • Apa bagian yang paling menyenangkan dari kegiatan hari ini?
  • Apa yang masih sulit bagimu saat mengucapkan dialog atau bergerak?
  • Apa yang ingin kamu perbaiki untuk penampilan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Kemdikbudristek
  2. Naskah dialog sederhana sesuai konteks kehidupan sehari-hari murid
  3. Video contoh percakapan atau adegan pendek anak
  4. Properti sederhana: topi, tas, botol minum, buku, dan benda sehari-hari lainnya
  5. Ruang kelas atau aula yang cukup untuk bergerak
  6. Lembar refleksi sederhana untuk murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.