Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Bermain Peran Tokoh Rekaan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Bermain Peran Tokoh Rekaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Bermain Peran Tokoh Rekaan

Seni Teater - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bermain Peran Tokoh Rekaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBermain Peran Tokoh Rekaan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menciptakan tokoh rekaan (hewan, benda hidup) dan memerankannya dengan gerak dan suara
  2. Murid mampu menceritakan pengalaman bermain peran tokoh rekaan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membayangkan jadi hewan atau benda favorit? Hewan atau benda apa itu?
  2. Bagaimana rasanya kalau kursi bisa bicara? Atau kalau kucing bisa menyanyi?
  3. Kalau kalian jadi robot, bagaimana cara kalian bergerak dan berbicara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang pernah meniru suara hewan? Coba tunjukkan!
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan menciptakan tokoh rekaan seperti hewan atau benda yang bisa hidup, lalu memainkannya
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Pernahkah kalian membayangkan jadi hewan atau benda favorit?
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan ringan: gerakan meregangkan tubuh, meniru suara binatang bersama-sama (berkesadaran)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep tokoh rekaan: tokoh yang kita ciptakan dari imajinasi, bisa hewan atau benda yang seolah-olah hidup (meja yang berjalan, sendok yang menyanyi, dll)
  • Guru mendemonstrasikan contoh tokoh rekaan sederhana: menjadi kucing yang lapar dengan gerak merangkak dan suara mengeong, lalu menjadi jam dinding yang berdetak dengan gerakan jarum jam
  • Murid mengamati demonstrasi guru dan mengidentifikasi ciri-ciri gerak dan suara dari setiap tokoh (berkesadaran)
  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: Apa yang membuat tokoh kucing terlihat seperti kucing? (cara bergerak, suara, ekspresi)
  • Murid diminta menyebutkan tokoh rekaan yang ingin mereka ciptakan (bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap murid memilih satu tokoh rekaan (hewan atau benda) yang ingin diperankan
  • Murid diberikan waktu 5 menit untuk mengeksplorasi gerak dan suara tokoh pilihannya secara mandiri di tempatnya masing-masing (menggembirakan)
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan dorongan: Bagaimana cara robotmu berjalan? Bagaimana suara bungamu saat berbicara?
  • Murid tampil satu per satu di depan kelas (sekitar 30 detik per anak) memperagakan tokoh rekaannya dengan gerak dan suara
  • Teman-teman yang menonton memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi (bermakna)
  • Guru memberikan umpan balik positif dan spesifik untuk setiap penampilan: Wah, gerakan kelinci melompat-lompat nya terlihat lincah!

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi
  • Murid diminta menceritakan pengalamannya: Tokoh apa yang kamu mainkan? Bagaimana rasanya jadi tokoh itu? (berkesadaran)
  • Guru memberikan pertanyaan refleksi: Bagian mana yang paling menyenangkan? Apa yang sulit saat memerankan tokoh rekaan?
  • Beberapa murid berbagi cerita pengalamannya secara sukarela (3-5 anak)
  • Guru merangkum pembelajaran: Kita semua bisa menciptakan tokoh rekaan dan memainkannya dengan cara kita sendiri. Setiap tokoh yang kalian ciptakan itu istimewa!

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menceritakan kembali tokoh rekaan yang dimainkan dan perasaannya
  • Guru memberikan penguatan positif atas keberanian dan kreativitas semua murid
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: kita akan mengembangkan tokoh rekaan ini menjadi cerita pendek
  • Pembelajaran ditutup dengan tepuk tangan bersama dan doa penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih tokoh rekaan sesuai minat: hewan kesayangan, benda di rumah, atau karakter fantasi sederhana
  • Proses: Murid yang belum percaya diri dapat tampil berpasangan atau mendapat waktu eksplorasi lebih lama. Murid yang cepat dapat diminta menambahkan dialog singkat pada tokoh rekaannya
  • Produk: Murid yang sudah lancar dapat menampilkan tokoh rekaan dengan cerita singkat (3-5 kalimat), sementara yang masih belajar cukup fokus pada gerak dan suara saja

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab: Siapa yang pernah meniru suara hewan? Hewan apa?
  • Observasi: kemampuan awal murid menirukan gerak dan suara sederhana

Proses:

  • Observasi aktivitas eksplorasi: keaktifan, kreativitas, dan usaha murid dalam menciptakan gerak dan suara tokoh rekaan
  • Catatan anekdot: respons murid terhadap bimbingan guru
  • Penilaian sejawat informal: apresiasi teman saat penampilan

Akhir:

  • Penilaian performa: penampilan bermain peran tokoh rekaan (gerak, suara, ekspresi) menggunakan rubrik
  • Penilaian lisan: kemampuan menceritakan pengalaman bermain peran dengan kalimat sederhana
  • Refleksi diri: murid menyampaikan perasaan dan pembelajaran yang didapat

Formatif:

  • Observasi selama eksplorasi tokoh rekaan: kesesuaian gerak dan suara dengan tokoh yang dipilih
  • Tanya jawab saat proses: pemahaman murid tentang karakteristik tokoh rekaannya

Sumatif:

  • Penampilan individu bermain peran tokoh rekaan di depan kelas
  • Kemampuan menceritakan pengalaman bermain peran saat sesi refleksi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menciptakan gerak tokoh rekaanBelum menunjukkan gerak yang sesuai dengan tokoh rekaan yang dipilih atau hanya diamMenunjukkan gerak sederhana namun belum konsisten atau kurang sesuai dengan tokoh rekaanMenunjukkan gerak yang sesuai dengan karakteristik tokoh rekaan secara konsistenMenunjukkan gerak yang sangat sesuai, ekspresif, dan kreatif sesuai karakteristik tokoh rekaan
Menciptakan suara tokoh rekaanBelum mengeluarkan suara atau suara tidak sesuai dengan tokoh rekaanMengeluarkan suara sederhana namun kurang konsisten atau kurang sesuai tokohMengeluarkan suara yang sesuai dengan karakteristik tokoh rekaan secara konsistenMengeluarkan suara yang sangat sesuai, ekspresif, dan kreatif mencerminkan tokoh rekaan
Kepercayaan diri dalam bermain peranTidak mau tampil atau sangat ragu-ragu saat bermain peranMau tampil namun masih sangat malu-malu dan terbata-bataTampil dengan cukup percaya diri dan berani memperagakan tokoh rekaanTampil dengan sangat percaya diri, ekspresif, dan menikmati penampilannya
Menceritakan pengalaman bermain peranTidak dapat menceritakan pengalaman atau hanya diam saat ditanyaMenceritakan dengan kalimat sangat singkat (1-2 kata) dan perlu banyak bantuanMenceritakan pengalaman dengan kalimat sederhana (3-5 kalimat) dan cukup jelasMenceritakan pengalaman dengan rinci, lancar, dan mampu mengungkapkan perasaannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi dan tampil?
  • Bagaimana saya memberikan scaffolding untuk murid yang kurang percaya diri?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan kegiatan berhasil memicu kreativitas murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan waktu dan diferensiasi di pembelajaran ini?

Refleksi Murid:

  • Tokoh rekaan apa yang kamu mainkan hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat memerankan tokoh rekaan?
  • Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan hari ini?
  • Apa yang menurutmu sulit saat bermain peran?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi) Kemendikbudristek
  2. Ruang kelas yang cukup luas untuk bergerak
  3. Tidak memerlukan properti khusus (murid menggunakan imajinasi)
  4. Gambar atau poster hewan dan benda sebagai inspirasi (opsional)
  5. Video pendek contoh bermain peran tokoh rekaan (opsional, jika tersedia fasilitas)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.