Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Memberi Saran pada Ekspresi Suara Teman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Memberi Saran pada Ekspresi Suara Teman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Memberi Saran pada Ekspresi Suara Teman

Seni Teater - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Memberi Saran pada Ekspresi Suara Teman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMemberi Saran pada Ekspresi Suara Teman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengamati dan memberi saran secara santun terhadap ekspresi suara yang dimainkan teman
  2. Murid mampu menerima masukan dan memperbaiki penampilan suara berdasarkan saran teman
  3. Murid mampu menerapkan sikap menghargai orang lain dan bekerja sama dalam kegiatan refleksi seni teater

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah mendengarkan teman kalian bermain suara? Apa yang kalian rasakan?
  2. Bagaimana cara kita memberi saran yang baik kepada teman tanpa menyakiti hatinya?
  3. Apa yang bisa kita lakukan jika teman memberi saran untuk penampilan suara kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid saat bermain suara di pertemuan sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengamati dan memberi saran pada ekspresi suara teman dengan santun
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang pernah memberi saran kepada teman? Bagaimana perasaannya?
  • Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan: mengamati penampilan suara teman, memberi saran dengan santun, dan memperbaiki penampilan berdasarkan saran

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pentingnya memberi dan menerima saran dengan santun dalam berkesenian
  • Guru memodelkan cara mengamati penampilan suara teman: memperhatikan keras-lemah suara, jelas-tidaknya suara, ekspresi wajah, dan kesesuaian dengan emosi
  • Guru mendemonstrasikan cara memberi saran yang santun: menggunakan kata-kata baik, menyebutkan hal positif dahulu, lalu memberi saran perbaikan dengan halus
  • Guru memberikan contoh kalimat saran yang santun: 'Suaramu sudah bagus, tapi akan lebih jelas kalau mulutmu dibuka lebih lebar'
  • Murid diminta menyebutkan kembali hal-hal yang perlu diamati saat teman bermain suara
  • Guru menjelaskan bahwa saran teman membantu kita menjadi lebih baik, sehingga kita perlu berterima kasih dan mencoba memperbaikinya

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid berpasangan secara acak untuk saling mengamati
  • Setiap murid dalam pasangan bergantian memainkan ekspresi suara (suara gembira, sedih, marah, atau takut) selama 30-60 detik
  • Murid yang tidak tampil bertugas mengamati dengan seksama: memperhatikan volume, kejelasan, ekspresi wajah, dan kesesuaian emosi
  • Setelah penampilan selesai, murid pengamat memberi saran secara santun kepada temannya menggunakan kalimat yang telah dipelajari
  • Murid yang menerima saran mendengarkan dengan baik, mengucapkan terima kasih, dan mencatat saran dalam hati
  • Pasangan bergantian peran: yang semula mengamati kini tampil, dan sebaliknya
  • Guru berkeliling memfasilitasi dan memberi umpan balik positif pada cara murid memberi saran
  • Setelah semua pasangan selesai, murid diberi kesempatan menampilkan ulang ekspresi suara dengan memperbaiki berdasarkan saran teman
  • Guru mengamati perkembangan penampilan murid setelah menerima dan menerapkan saran

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi bersama
  • Murid diminta mengangkat tangan dan menceritakan pengalaman mereka: bagaimana perasaan saat memberi saran, saat menerima saran, dan saat memperbaiki penampilan
  • Guru memfasilitasi diskusi: Apakah saran teman membantu kalian? Apa yang paling sulit saat memberi atau menerima saran?
  • Murid secara sukarela menyebutkan satu hal positif tentang cara teman memberi saran kepada mereka
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pentingnya memberi saran dengan santun dan menerima saran dengan terbuka untuk berkembang bersama
  • Murid menuliskan atau menggambar satu hal yang akan mereka perbaiki di penampilan suara berikutnya berdasarkan saran teman

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyebutkan satu contoh cara memberi saran yang santun
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid yang sudah berani tampil, memberi saran, dan menerima saran dengan terbuka
  • Guru menyampaikan refleksi: Hari ini kita belajar bahwa teman adalah cermin yang membantu kita melihat kekuatan dan hal yang perlu diperbaiki
  • Guru memberikan penguatan: Kalian semua hebat karena mau saling membantu untuk menjadi lebih baik
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar berbicara, guru menyediakan kartu bergambar ekspresi emosi sebagai panduan. Untuk murid yang sudah mahir, guru menambah variasi ekspresi suara yang lebih kompleks (seperti suara orang tua, anak kecil, atau binatang dengan emosi tertentu)
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih dapat didampingi guru saat memberi saran, dengan guru memodelkan kalimat saran. Murid yang cepat dapat diminta memberi saran lebih detail dengan menyebutkan 2-3 aspek perbaikan. Untuk murid pemalu, guru memberi kesempatan berlatih di kelompok kecil dulu sebelum tampil di depan kelas
  • Produk: Murid dapat mengekspresikan refleksi mereka dengan cara berbeda: menggambar, bercerita lisan, atau menuliskan satu kalimat sederhana sesuai kemampuan masing-masing. Murid yang lebih percaya diri dapat mendemonstrasikan perbaikan suara mereka di depan kelas, sementara yang lain cukup dalam pasangan

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: Siapa yang pernah memberi saran kepada teman? Bagaimana perasaan teman kalian saat itu?
  • Guru mengamati respon awal murid untuk memahami pengalaman mereka dalam memberi dan menerima umpan balik

Proses:

  • Observasi langsung saat murid berpasangan: guru mencatat cara murid mengamati, memberi saran, dan menerima saran
  • Guru memberikan umpan balik segera pada pasangan yang memerlukan bimbingan dalam menyampaikan saran dengan santun
  • Penilaian sejawat: murid memberi tanda positif untuk teman yang memberi saran dengan baik
  • Guru mencatat perubahan penampilan murid sebelum dan sesudah menerima saran

Akhir:

  • Guru meminta 2-3 murid menyebutkan contoh cara memberi saran yang santun untuk mengecek pemahaman
  • Guru mengumpulkan hasil refleksi tertulis atau gambar murid tentang hal yang akan diperbaiki
  • Guru menilai penampilan ulang murid berdasarkan rubrik: perbaikan volume, kejelasan, ekspresi, dan kesesuaian emosi

Formatif:

  • Observasi saat murid memberi saran: apakah menggunakan kata-kata santun, menyebutkan hal positif, dan memberi saran konstruktif
  • Observasi saat murid menerima saran: apakah mendengarkan dengan baik, mengucapkan terima kasih, dan menunjukkan sikap terbuka
  • Observasi perbaikan penampilan suara setelah menerima saran
  • Penilaian sejawat sederhana: murid memberi tanda bintang atau jempol untuk cara teman memberi saran

Sumatif:

  • Penampilan ulang ekspresi suara setelah menerima saran, dinilai berdasarkan perbaikan yang terlihat
  • Kemampuan menyebutkan contoh kalimat saran yang santun saat sesi penutup
  • Hasil refleksi tertulis atau gambar tentang hal yang akan diperbaiki berdasarkan saran teman

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati penampilan suara temanBelum fokus mengamati, sering teralihkan perhatiannyaMengamati teman dengan bimbingan guru, kadang teralihkanMengamati teman dengan fokus, mampu menyebutkan 1-2 hal yang diamatiMengamati teman dengan fokus penuh, mampu menyebutkan 3 atau lebih hal yang diamati dengan detail
Memberi saran dengan santunBelum mampu memberi saran, atau memberi saran dengan kata-kata yang kurang tepatMemberi saran dengan bimbingan guru, mulai menggunakan kata-kata yang baikMemberi saran dengan santun, menyebutkan hal positif dan satu saran perbaikanMemberi saran dengan sangat santun, menyebutkan hal positif dan 2-3 saran perbaikan dengan bahasa yang halus dan membangun
Menerima saran dari temanTerlihat tidak senang atau menolak saat diberi saranMendengarkan saran dengan bimbingan guru, mulai menunjukkan sikap terbukaMendengarkan saran dengan baik, mengucapkan terima kasih, dan menunjukkan sikap terbukaMendengarkan saran dengan sangat baik, mengucapkan terima kasih, dan langsung menanyakan cara memperbaiki atau menunjukkan antusiasme untuk mencoba
Memperbaiki penampilan suara berdasarkan saranPenampilan ulang tidak menunjukkan perubahan dari saran yang diberikanPenampilan ulang menunjukkan sedikit usaha perbaikan, namun belum terlihat jelasPenampilan ulang menunjukkan perbaikan yang terlihat pada 1-2 aspek yang disarankanPenampilan ulang menunjukkan perbaikan yang jelas pada semua aspek yang disarankan, suara lebih baik dari sebelumnya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu memberi saran dengan santun tanpa menyakiti perasaan temannya?
  • Apakah murid menunjukkan sikap terbuka saat menerima saran dari teman?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk memfasilitasi murid memberi dan menerima umpan balik konstruktif?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan membantu semua murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas sesi refleksi agar murid lebih sadar terhadap proses belajar mereka?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat memberi saran kepada teman?
  • Bagaimana perasaanmu saat teman memberi saran kepadamu?
  • Apa yang kamu perbaiki dari penampilan suaramu setelah mendengar saran teman?
  • Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan hari ini?
  • Apa yang akan kamu lakukan lebih baik lagi di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
  2. Buku Siswa Seni Teater untuk SD/MI Kelas II
  3. Ruang kelas yang cukup untuk murid berpasangan dan bergerak
  4. Kartu bergambar ekspresi emosi (gembira, sedih, marah, takut) sebagai media bantu
  5. Lembar refleksi sederhana atau kertas gambar untuk murid menuliskan atau menggambar refleksi mereka

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.