Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Menggabungkan Suara dengan Properti

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Menggabungkan Suara dengan Properti". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Menggabungkan Suara dengan Properti

Seni Teater - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menggabungkan Suara dengan Properti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenggabungkan Suara dengan Properti
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi properti yang dapat menghasilkan suara untuk mendukung cerita
  2. Menggabungkan suara tiruan dengan properti sederhana dalam permainan peran

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Benda apa saja di sekitar kita yang bisa mengeluarkan suara?
  2. Bagaimana cara membuat suara hujan menggunakan benda-benda di kelas?
  3. Kalau kita bercerita tentang petani, properti apa yang bisa membantu cerita kita lebih menarik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan penuh semangat dan mengajak bernyanyi lagu pembuka dengan tepuk tangan berirama
  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan melakukan permainan 'tebak suara': guru mengetuk meja, membuka botol, meremas kertas, lalu murid menebak benda apa yang dipakai
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menggabungkan suara kita dengan benda-benda di sekitar untuk membuat cerita lebih hidup
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang pernah main peran di rumah? Benda apa yang kalian pakai?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mendemonstrasikan cara membuat suara dengan 3-4 properti sederhana (botol plastik untuk suara angin, dua sendok untuk suara kaki kuda, kertas untuk suara api)
  • Murid mengamati dengan penuh perhatian dan mencoba menebak suara apa yang dihasilkan setiap properti
  • Guru membagi murid ke dalam 5 kelompok kecil (4-5 anak per kelompok) dan memberikan kotak berisi berbagai benda: botol, sendok, kertas, kaleng, batu kecil, kain
  • Setiap kelompok mengeksplorasi benda-benda dalam kotak: mencoba mengetuk, menggoyang, meremas, menggosok untuk menemukan suara yang dihasilkan
  • Guru berkeliling membimbing dengan pertanyaan: Coba ketuk pelan dan keras, apa bedanya? Kalau digoyangkan bagaimana suaranya?
  • Setiap kelompok mencatat atau mengingat 3 benda yang menghasilkan suara paling menarik menurut mereka

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan tema cerita sederhana kepada setiap kelompok: pasar pagi, hujan di kebun, memasak di dapur, perjalanan ke hutan, bermain di pantai
  • Setiap kelompok merancang cerita pendek (1-2 menit) yang menggabungkan dialog, suara tiruan dari mulut, dan suara dari properti yang mereka pilih
  • Murid berlatih dalam kelompok: membagi peran siapa yang bicara, siapa yang membuat efek suara dengan properti, kapan suara dimunculkan
  • Guru memberikan waktu 10 menit untuk latihan sambil berkeliling memberi umpan balik: Bagus! Coba suara hujannya lebih keras di bagian ini. Kalian kompak!
  • Setiap kelompok tampil di depan kelas secara bergiliran menampilkan cerita mereka dengan properti dan suara tiruan
  • Kelompok lain menjadi penonton yang menghargai: duduk tenang, bertepuk tangan setelah penampilan selesai

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru mengajak murid duduk kembali melingkar untuk berbagi pengalaman
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: Apa yang paling kalian suka dari kegiatan hari ini? Benda mana yang paling susah dipakai untuk membuat suara? Apa yang kalian pelajari dari kelompok lain?
  • Murid berbagi perasaan dan pengalaman secara sukarela, guru mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan apresiasi
  • Guru mengajak murid menyebutkan kembali: Properti apa saja yang bisa kita pakai untuk mendukung cerita? Mengapa properti penting dalam teater?
  • Murid menuliskan atau menggambar di buku catatan mereka: satu hal baru yang dipelajari hari ini dan satu properti favorit mereka

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kreativitas dan kerja sama mereka
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: menunjuk 3-4 murid secara acak untuk menyebutkan satu contoh properti dan suara yang dihasilkan
  • Guru menyampaikan pesan penutup: Benda-benda sederhana di sekitar kita bisa menjadi alat yang luar biasa untuk bercerita. Kalian semua sudah jadi seniman teater yang hebat!
  • Guru memberikan tugas ringan: di rumah, cari 2 benda yang bisa membuat suara menarik dan bawa minggu depan
  • Menutup pembelajaran dengan tepuk tangan kreatif bersama dan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang lebih cepat dapat diminta mengidentifikasi lebih banyak properti (5-6 benda) dan mencoba membuat variasi suara dari satu benda. Murid yang memerlukan dukungan lebih dibimbing fokus pada 2-3 properti utama dengan suara yang jelas dan mudah dihasilkan.
  • Proses: Murid yang percaya diri dapat menjadi pemimpin kelompok atau narator. Murid yang pemalu dapat mulai dengan tugas membuat efek suara menggunakan properti (tidak perlu bicara banyak). Guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang membutuhkan dengan mendampingi lebih lama saat latihan.
  • Produk: Kelompok yang lebih mahir dapat menampilkan cerita lebih panjang (2-3 menit) dengan lebih banyak variasi properti dan suara. Kelompok yang memerlukan dukungan dapat menampilkan cerita lebih pendek (1 menit) dengan fokus pada 2-3 momen penggunaan properti yang tepat.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab informal: pengalaman murid bermain peran dan menggunakan benda sebagai alat bantu
  • Permainan tebak suara: kemampuan awal murid mengenali hubungan antara benda dan suara yang dihasilkan

Proses:

  • Observasi keaktifan murid saat mengeksplorasi properti dalam kelompok
  • Pengamatan kemampuan murid berkolaborasi merancang dan berlatih cerita dengan properti
  • Catatan anekdot: respons murid terhadap bimbingan guru dan kemampuan memperbaiki penampilan
  • Penilaian diri sederhana: murid mengangkat tangan jika merasa sudah bisa menggabungkan suara dengan properti

Akhir:

  • Penilaian penampilan kelompok menggunakan rubrik: kesesuaian properti, penggabungan suara, kerja sama
  • Tanya jawab lisan: 3-4 murid diminta menyebutkan contoh properti dan suara yang dihasilkan
  • Refleksi tertulis/gambar di buku catatan tentang pembelajaran hari ini
  • Pengumpulan tugas rumah minggu depan sebagai tindak lanjut

Formatif:

  • Observasi selama eksplorasi: apakah murid aktif mencoba berbagai cara menghasilkan suara dari properti
  • Pengamatan saat latihan kelompok: apakah murid dapat menggabungkan suara tiruan dengan penggunaan properti
  • Penilaian sejawat: murid memberikan tepuk tangan apresiasi dan komentar positif untuk kelompok lain

Sumatif:

  • Penampilan kelompok: kesesuaian properti dengan cerita, kemampuan menggabungkan suara tiruan dan properti, kerja sama tim
  • Refleksi individu tertulis/gambar: kemampuan mengidentifikasi pembelajaran dan properti favorit
  • Tanya jawab lisan di akhir: kemampuan menyebutkan contoh properti dan fungsinya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi properti penghasil suaraBelum dapat menunjukkan properti yang menghasilkan suara atau memerlukan banyak bantuan guruDapat menunjukkan 1-2 properti yang menghasilkan suara dengan bantuan guru atau temanDapat mengidentifikasi 3-4 properti yang menghasilkan suara dengan sedikit bantuanDapat mengidentifikasi 5 atau lebih properti dan menjelaskan berbagai cara menghasilkan suara dari properti tersebut secara mandiri
Menggabungkan suara tiruan dengan properti dalam permainan peranBelum dapat menggabungkan suara tiruan dengan properti, hanya fokus pada salah satu sajaDapat menggunakan properti atau suara tiruan secara terpisah, belum bersamaan dalam ceritaDapat menggabungkan suara tiruan dengan properti dalam 1-2 momen cerita dengan cukup tepatDapat menggabungkan suara tiruan dengan properti secara konsisten sepanjang cerita dan memilih timing yang tepat
Kreativitas dalam menggunakan propertiMenggunakan properti dengan cara yang sangat umum atau meniru persis contoh guruMencoba 1-2 cara berbeda menghasilkan suara dari properti dengan doronganMengeksplorasi berbagai cara menghasilkan suara dan memilih yang sesuai dengan ceritaMenemukan cara unik dan kreatif menghasilkan suara dari properti yang tidak terduga namun sesuai cerita
Kolaborasi dalam kelompokBekerja sendiri atau tidak mau bekerja sama dengan anggota kelompokMau bekerja dalam kelompok tetapi kurang aktif berkontribusi atau mendengarkan temanAktif bekerja sama, berbagi ide, dan mendengarkan teman dengan baikMemimpin atau memfasilitasi kerja sama kelompok dengan memastikan semua anggota terlibat dan ide semua didengar

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk mengeksplorasi dan tampil?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan bimbingan saat latihan kelompok agar lebih merata?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (memahami, mengaplikasi, merefleksi) sudah seimbang dan cukup?
  • Properti dan tema cerita apa yang paling menarik minat murid dan dapat dikembangkan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan hari ini?
  • Benda apa yang paling seru dipakai untuk membuat suara?
  • Apa yang sulit saat menggabungkan suara dengan benda?
  • Apa yang kamu pelajari dari kelompok lain?
  • Kalau main peran lagi, properti apa yang ingin kamu coba pakai?

SUMBER BELAJAR

  1. Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  2. Properti sederhana: botol plastik, sendok kayu/logam, kertas bekas, kaleng bekas, batu kecil, kain, kardus
  3. Kotak atau wadah untuk menyimpan properti setiap kelompok
  4. Buku catatan atau kertas gambar murid untuk refleksi
  5. Ruang kelas yang cukup luas atau area terbuka untuk latihan dan penampilan kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.