Modul AjarPertemuan 12Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Refleksi Pengalaman Bermain Suara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Refleksi Pengalaman Bermain Suara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Refleksi Pengalaman Bermain Suara

Seni Teater - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Refleksi Pengalaman Bermain Suara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikRefleksi Pengalaman Bermain Suara
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menceritakan pengalaman dan perasaan selama proses bermain suara dengan kosakata sehari-hari
  2. Mengenali emosi yang dirasakan saat menirukan suara dan berperan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana perasaanmu saat menirukan suara binatang kemarin?
  2. Suara apa yang paling menyenangkan untuk kamu tiru? Mengapa?
  3. Apakah kamu merasa senang, takut, atau bingung saat bermain suara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid bernyanyi lagu pembuka tentang suara
  • Guru menanyakan kabar dan mengajak murid mengingat kegiatan bermain suara di pertemuan sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan menceritakan pengalaman dan perasaan saat bermain suara
  • Asesmen awal: guru mengajukan pertanyaan singkat, 'Siapa yang masih ingat suara apa saja yang sudah kita mainkan?' dan meminta 2-3 murid menjawab secara spontan

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan menunjukkan gambar-gambar ekspresi wajah (senang, sedih, takut, kaget, marah)
  • Guru menjelaskan bahwa setiap orang punya perasaan berbeda saat bermain suara, dan semua perasaan itu boleh dirasakan
  • Guru menceritakan pengalamannya sendiri: 'Ibu merasa senang saat mendengar kalian menirukan suara burung, tapi kadang Ibu juga gugup saat mencoba suara baru'
  • Guru menunjukkan boneka tangan dan memperagakan boneka bercerita: 'Aku senang sekali saat menirukan suara kucing, tapi aku sedikit malu saat teman-teman melihatku'
  • Murid diminta menunjuk gambar ekspresi yang sesuai dengan perasaan boneka

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan kertas bergambar empat kotak kosong dan krayon warna-warni kepada setiap murid
  • Murid diminta menggambar atau mewarnai pengalaman bermain suara mereka di kotak pertama (suara apa yang ditiru)
  • Di kotak kedua, murid menggambar wajah sesuai perasaan mereka saat itu (senang, sedih, takut, atau lainnya)
  • Murid berpasangan dengan teman sebangku dan saling menceritakan gambar mereka dengan kalimat sederhana
  • Guru berkeliling, mendengarkan, dan memberikan apresiasi dengan kata-kata positif: 'Wah, kamu berani menceritakan perasaanmu!'
  • Asesmen proses: guru mencatat murid yang sudah bisa menceritakan pengalaman dengan kosakata sehari-hari dan murid yang masih perlu bantuan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk melingkar dan meminta 4-5 murid secara sukarela maju ke tengah untuk menceritakan gambar mereka
  • Setelah setiap murid bercerita, guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Mengapa kamu merasa seperti itu?' atau 'Apa yang membuatmu senang/takut/malu?'
  • Guru memvalidasi semua perasaan murid: 'Terima kasih sudah berani menceritakan perasaanmu. Semua perasaan itu wajar dan penting'
  • Murid diminta merefleksikan diri dengan pertanyaan: 'Apakah aku sudah berani mencoba suara baru? Apakah aku sudah menghargai teman yang bermain suara?'
  • Guru membimbing diskusi singkat: 'Apa yang akan kita lakukan berbeda di kegiatan bermain suara berikutnya?'

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar menceritakan perasaan dan pengalaman kita saat bermain suara'
  • Asesmen akhir: murid diminta menempelkan stiker emoji sesuai perasaan mereka hari ini di papan refleksi kelas
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid yang sudah berani bercerita dan mendengarkan teman
  • Guru menutup pembelajaran dengan menyanyikan lagu penutup dan mengajak murid memberi tepuk tangan untuk diri sendiri dan teman-teman

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar berbicara dapat menggunakan gambar atau gerakan tubuh untuk mengekspresikan perasaan mereka. Murid yang sudah lancar dapat menambahkan detail cerita seperti kapan dan di mana mereka merasa emosi tersebut.
  • Proses: Murid yang pemalu dapat bercerita hanya kepada guru atau dalam kelompok kecil (2-3 orang) terlebih dahulu sebelum ke forum besar. Murid yang percaya diri dapat memimpin teman-temannya berbagi cerita dalam kelompok kecil.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat buku cerita mini dengan 4 halaman tentang pengalaman bermain suara mereka. Murid yang lambat cukup menyelesaikan 2 gambar dengan 1-2 kalimat cerita lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Siapa yang masih ingat suara apa saja yang sudah kita mainkan?' untuk mengukur daya ingat murid terhadap pengalaman sebelumnya
  • Guru meminta 2-3 murid menjawab secara spontan untuk melihat kesiapan murid mengingat kembali aktivitas bermain suara

Proses:

  • Observasi guru saat murid menggambar dan mewarnai pengalaman bermain suara: apakah murid dapat mengekspresikan pengalamannya melalui gambar
  • Mendengarkan percakapan murid berpasangan: apakah murid sudah mampu menceritakan pengalaman dengan kosakata sehari-hari
  • Mencatat murid yang dapat mengenali dan menyebutkan emosi yang dirasakan (senang, sedih, takut, malu, dll)
  • Memberikan umpan balik positif dan dorongan kepada murid yang masih kesulitan bercerita

Akhir:

  • Penilaian cerita lisan murid di depan kelas menggunakan rubrik: ketepatan menceritakan pengalaman, kemampuan mengenali emosi, keberanian berkomunikasi
  • Penilaian produk gambar murid: relevansi gambar dengan pengalaman, kemampuan mengekspresikan emosi melalui visual
  • Aktivitas menempelkan stiker emoji di papan refleksi sebagai penilaian diri murid terhadap perasaan mereka selama pembelajaran

Formatif:

  • Observasi saat murid bercerita kepada teman sebangku: apakah sudah menggunakan kosakata sehari-hari
  • Catatan anekdot saat murid mengenali dan menyebutkan emosi yang dirasakan
  • Tanya jawab lisan selama proses refleksi untuk melihat kedalaman pemahaman murid tentang perasaan mereka

Sumatif:

  • Penilaian hasil gambar dan cerita lisan murid tentang pengalaman bermain suara menggunakan rubrik
  • Penilaian kemampuan murid mengenali emosi melalui penempelan stiker emoji di papan refleksi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan pengalaman bermain suaraMurid belum dapat menceritakan pengalaman bermain suara, hanya diam atau menunjuk gambar tanpa penjelasanMurid dapat menceritakan pengalaman dengan 1-2 kata sederhana (misalnya: 'kucing', 'suara') dengan bantuan guruMurid dapat menceritakan pengalaman dengan kalimat sederhana (misalnya: 'Aku menirukan suara kucing') menggunakan kosakata sehari-hariMurid dapat menceritakan pengalaman dengan kalimat lengkap dan detail (misalnya: 'Aku menirukan suara kucing yang sedang lapar, suaranya keras sekali') secara lancar
Mengenali emosi yang dirasakanMurid belum dapat mengenali atau menyebutkan emosi yang dirasakan saat bermain suaraMurid dapat menunjuk gambar ekspresi emosi yang sesuai dengan perasaannya namun belum bisa menyebutkan nama emosinyaMurid dapat menyebutkan emosi yang dirasakan (senang, sedih, takut, malu) dengan tepatMurid dapat menyebutkan emosi yang dirasakan dan menjelaskan alasan mengapa merasakan emosi tersebut (misalnya: 'Aku senang karena suaraku bagus')
Keberanian berkomunikasiMurid tidak mau atau sangat enggan berbicara di depan teman atau guruMurid mau berbicara namun dengan suara sangat pelan dan hanya kepada guru atau satu teman dekatMurid berani bercerita kepada teman sebangku atau kelompok kecil dengan suara yang cukup jelasMurid berani bercerita di depan kelas dengan suara jelas dan percaya diri

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk berbagi pengalaman mereka?
  • Strategi apa yang paling efektif membantu murid mengenali dan mengekspresikan emosi mereka?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih dalam menceritakan pengalaman?
  • Apakah suasana pembelajaran sudah cukup aman dan menyenangkan bagi murid untuk mengekspresikan perasaan mereka?
  • Apa yang perlu saya tingkatkan dalam memfasilitasi refleksi murid di pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan pengalamanmu hari ini?
  • Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan hari ini?
  • Apakah kamu sudah berani menceritakan perasaanmu? Jika belum, apa yang membuatmu belum berani?
  • Apa yang kamu pelajari tentang perasaanmu sendiri hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  2. Gambar ekspresi wajah (senang, sedih, takut, kaget, marah) dalam bentuk poster atau kartu
  3. Boneka tangan untuk demonstrasi guru
  4. Kertas gambar A4 dan krayon warna-warni
  5. Stiker emoji untuk papan refleksi
  6. Papan refleksi kelas atau kertas karton besar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.