Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Pementasan Ekspresi Suara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Pementasan Ekspresi Suara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Pementasan Ekspresi Suara

Seni Teater - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Pementasan Ekspresi Suara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikPementasan Ekspresi Suara
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menampilkan pementasan ekspresi suara dengan properti dan kostum di depan kelas (TP 2.1.11.1)
  2. Murid mampu menunjukkan sikap percaya diri dan kerja sama selama pementasan (TP 2.1.11.2)
  3. Murid mampu mengekspresikan emosi melalui vokal dengan dukungan properti sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caranya suara bisa menceritakan perasaan tanpa kata-kata?
  2. Apa yang kalian butuhkan agar penampilan suara kalian lebih menarik?
  3. Bagaimana rasanya tampil di depan teman-teman dengan suara dan properti?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal: menanyakan pengalaman murid dalam latihan ekspresi suara minggu lalu dan perasaan mereka saat berlatih
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan tampil di depan kelas dengan ekspresi suara menggunakan properti dan kostum
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Guru memandu pemanasan vokal sederhana: bersenandung, mengucapkan vokal A-I-U-E-O dengan berbagai nada, dan berteriak kecil untuk melepas ketegangan

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali berbagai ekspresi suara yang telah dipelajari (sedih, senang, marah, takut, terkejut) dengan contoh singkat
  • Guru menunjukkan contoh pementasan mini: menggunakan properti sederhana (boneka, topi, selendang) dan kostum dasar untuk memperkuat ekspresi suara
  • Murid mengamati bagaimana properti dan kostum membantu menyampaikan emosi dalam pementasan
  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: properti dan kostum apa yang cocok untuk masing-masing ekspresi?
  • Murid diajak mengenali perasaan mereka saat ini (berkesadaran) untuk mempersiapkan mental tampil

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk menyiapkan pementasan ekspresi suara
  • Setiap kelompok memilih satu ekspresi suara yang akan ditampilkan dan menentukan properti serta kostum sederhana yang akan digunakan
  • Murid dalam kelompok bekerja sama mempersiapkan pementasan: menentukan urutan tampil, membagi peran, dan berlatih singkat (10 menit)
  • Guru berkeliling membimbing kelompok, memberikan umpan balik, dan memastikan semua anggota terlibat
  • Setiap kelompok secara bergiliran tampil di depan kelas (durasi 2-3 menit per kelompok)
  • Kelompok lain menjadi penonton yang suportif: bertepuk tangan, memberi apresiasi, dan mencatat hal menarik dari penampilan
  • Guru memfasilitasi suasana yang menggembirakan dengan memberikan semangat dan apresiasi positif pada setiap penampilan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi sesi refleksi bersama
  • Murid berbagi perasaan mereka setelah tampil: apa yang menyenangkan, apa yang menantang, apa yang membuat percaya diri
  • Setiap kelompok memberikan apresiasi kepada kelompok lain: menyebutkan satu hal yang mereka sukai dari penampilan teman
  • Guru memandu murid merefleksi bagaimana properti dan kostum membantu menyampaikan ekspresi suara dengan lebih baik
  • Murid menuliskan atau menggambar satu hal yang mereka pelajari hari ini di kertas refleksi sederhana
  • Guru memberikan penegasan: semua sudah tampil dengan berani dan hebat, serta menghargai kerja sama yang ditunjukkan

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan menggunakan rubrik penilaian untuk menilai penampilan dan sikap murid
  • Guru bersama murid membuat kesimpulan: pementasan ekspresi suara menjadi lebih menarik dengan properti dan kostum, serta pentingnya percaya diri dan kerja sama
  • Guru memberikan apresiasi khusus untuk sikap positif yang ditunjukkan murid (percaya diri, kerja sama, menghargai teman)
  • Guru memberikan pesan motivasi untuk terus berani berekspresi
  • Pembelajaran ditutup dengan tepuk tangan bersama dan doa penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum percaya diri boleh tampil dalam kelompok dengan peran sesuai kemampuan (misal: hanya mengekspresikan satu jenis emosi atau memegang properti). Murid yang lebih siap bisa mengeksplorasi variasi suara yang lebih kompleks atau memimpin kelompok.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan lebih intensif pada kelompok yang membutuhkan bimbingan ekstra dalam menyiapkan pementasan. Kelompok yang lebih cepat dapat diminta menambahkan gerakan tubuh sederhana untuk mendukung ekspresi suara.
  • Produk: Murid yang masih dalam tahap awal boleh menampilkan ekspresi suara tunggal dengan durasi lebih singkat. Murid yang lebih mahir dapat menampilkan kombinasi beberapa ekspresi atau menambahkan narasi pendek dalam pementasan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid dalam latihan ekspresi suara sebelumnya
  • Observasi kesiapan mental dan emosional murid untuk tampil di depan kelas

Proses:

  • Observasi langsung saat murid bekerja dalam kelompok: kemampuan berkolaborasi, kreativitas dalam memilih properti dan kostum
  • Penilaian saat pementasan berlangsung: kejelasan ekspresi vokal, kesesuaian properti, sikap percaya diri
  • Catatan tentang respons murid terhadap umpan balik dan apresiasi dari teman

Akhir:

  • Penilaian akhir menggunakan rubrik untuk aspek: ekspresi vokal, penggunaan properti dan kostum, percaya diri, kerja sama
  • Refleksi murid (lisan atau tertulis sederhana) tentang pengalaman tampil dan pembelajaran yang didapat
  • Dokumentasi penampilan (foto atau video singkat) sebagai portofolio

Formatif:

  • Observasi sikap percaya diri dan kerja sama murid selama persiapan dan pementasan
  • Penilaian sejawat: murid memberikan apresiasi terhadap penampilan kelompok lain
  • Catatan anekdotal tentang partisipasi murid dalam kelompok dan keberanian tampil

Sumatif:

  • Penilaian penampilan pementasan ekspresi suara menggunakan rubrik (ekspresi vokal, penggunaan properti dan kostum, percaya diri, kerja sama)
  • Refleksi tertulis atau visual murid tentang pembelajaran mereka

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ekspresi VokalMurid belum mampu mengekspresikan emosi melalui suara, suara tidak terdengar jelas atau monotonMurid mulai mengekspresikan emosi melalui suara namun masih ragu-ragu, volume suara kurang jelasMurid mampu mengekspresikan emosi melalui suara dengan cukup jelas dan sesuai karakter yang dipilihMurid mampu mengekspresikan emosi melalui suara dengan sangat jelas, variatif, dan menarik perhatian penonton
Penggunaan Properti dan KostumMurid tidak menggunakan properti atau kostum, atau menggunakannya tanpa kesesuaian dengan ekspresiMurid menggunakan properti atau kostum namun kurang mendukung ekspresi suara yang ditampilkanMurid menggunakan properti dan kostum dengan tepat untuk mendukung ekspresi suaraMurid menggunakan properti dan kostum secara kreatif dan sangat mendukung penyampaian ekspresi suara
Percaya DiriMurid tampak sangat gugup, tidak berani tampil, atau menolak untuk tampil di depan kelasMurid tampil namun masih sangat gugup, sering melihat ke bawah, suara sangat pelanMurid tampil dengan cukup percaya diri, berani menatap penonton sesekali, suara cukup jelasMurid tampil dengan sangat percaya diri, ekspresif, berani menatap penonton, dan menikmati penampilannya
Kerja SamaMurid tidak terlibat dalam kerja kelompok, tidak berkontribusi dalam persiapan atau pementasanMurid mulai terlibat dalam kelompok namun kontribusinya masih minimal, lebih banyak diamMurid aktif terlibat dalam kelompok, memberikan ide, dan menjalankan perannya dengan baikMurid sangat aktif dalam kelompok, membantu teman, memberikan ide kreatif, dan memastikan semua anggota terlibat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan tampil dan merasa dihargai dalam pementasan?
  • Bagaimana saya memfasilitasi suasana yang aman dan menggembirakan agar murid berani tampil?
  • Murid mana yang masih membutuhkan dukungan lebih untuk membangun kepercayaan diri?
  • Apa yang bisa saya tingkatkan dalam pembelajaran berikutnya untuk mengembangkan kreativitas dan kolaborasi murid?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah tampil di depan teman-teman?
  • Apa yang paling kamu sukai dari penampilanmu atau penampilan temanmu?
  • Apa yang kamu pelajari tentang bekerja sama dalam kelompok?
  • Jika tampil lagi, apa yang ingin kamu lakukan berbeda atau lebih baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II
  2. Properti sederhana: boneka, topi, selendang, topeng sederhana, kardus, kain warna-warni
  3. Kostum sederhana: kaos warna, aksesoris ringan (bandana, ikat kepala, sayap kertas)
  4. Ruang kelas yang lapang atau aula untuk area pementasan
  5. Musik latar sederhana (opsional) untuk mendukung suasana pementasan
  6. Kertas dan alat tulis untuk refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.