Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Mengenal dan Menirukan Suara di Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Mengenal dan Menirukan Suara di Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 2: Mengenal dan Menirukan Suara di Sekitar

Seni Teater - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengenal dan Menirukan Suara di Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengenal dan Menirukan Suara di Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengamati dan menirukan suara hewan, benda, dan alam di sekitar dengan tepat
  2. Murid mampu mengidentifikasi ciri fisik dan karakter dari makhluk atau benda berdasarkan suaranya
  3. Murid mampu mengekspresikan emosi melalui suara dengan percaya diri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Suara apa saja yang kalian dengar ketika berangkat ke sekolah tadi pagi?
  2. Bagaimana suara kucing berbeda dengan suara anjing?
  3. Apa yang membuat kita bisa mengenali suara hujan tanpa melihatnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid berdoa bersama dan mengecek kehadiran dengan suasana yang menyenangkan
  • Guru melakukan ice breaking dengan permainan 'Tebak Suara': guru mengeluarkan suara sederhana (misalnya suara burung, motor, angin) dan murid menebak
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang tadi pagi mendengar suara binatang? Suara apa itu?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mengenal dan menirukan berbagai suara di sekitar kita
  • Guru menjelaskan aturan kelas: menghargai suara teman, tidak mengejek, dan berani mencoba

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar agar saling melihat dan mendengar dengan nyaman
  • Guru menampilkan gambar/kartu bergambar hewan (kucing, ayam, sapi), kendaraan (motor, mobil, kereta), dan alam (hujan, angin, guntur)
  • Murid mengamati setiap gambar dengan seksama dan mengidentifikasi suara yang dihasilkan
  • Guru membimbing diskusi: 'Apa yang membuat suara kucing berbeda dengan ayam? Apakah suara motor keras atau pelan? Bagaimana suara hujan berbeda dengan guntur?'
  • Murid diminta mendengarkan dengan penuh perhatian ketika guru mendemonstrasikan suara-suara tersebut satu per satu
  • Guru menjelaskan bahwa setiap makhluk dan benda memiliki ciri suara yang unik, seperti tinggi-rendah, keras-lembut, cepat-lambat

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 anak) untuk permainan 'Berburu Suara'
  • Setiap kelompok mendapat 3 kartu kata kunci berisi nama hewan/benda/alam (misalnya: ayam, motor, hujan)
  • Murid berlatih menirukan suara sesuai kartu dalam kelompoknya, saling memberi masukan
  • Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberi umpan balik positif dan saran perbaikan
  • Setiap kelompok maju ke depan dan menirukan suara, kelompok lain menebak suara apa yang ditirukan
  • Guru mengapresiasi setiap penampilan dengan tepuk tangan dan pujian spesifik (misalnya: 'Suara motormu sangat nyaring, bagus!')
  • Murid diajak menirukan suara sambil menambahkan gerakan tubuh dan ekspresi wajah yang sesuai (misalnya: kucing sambil berjalan membungkuk, motor sambil tangan seperti memegang stang)
  • Guru memberi tantangan tambahan: menirukan suara dengan volume berbeda (keras-pelan) atau kecepatan berbeda (cepat-lambat)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk melingkar untuk sesi refleksi
  • Murid diminta menceritakan pengalaman mereka: 'Suara mana yang paling mudah ditirukan? Mana yang sulit? Mengapa?'
  • Guru memfasilitasi murid mengidentifikasi ciri fisik atau karakter dari setiap makhluk/benda: 'Mengapa ayam berkokok keras di pagi hari? Apa yang membuat suara motor bising?'
  • Murid diajak merefleksi perasaan mereka: 'Bagaimana perasaanmu saat menirukan suara di depan teman-teman? Apa yang kamu pelajari hari ini?'
  • Guru membimbing murid menyadari bahwa setiap orang punya cara unik menirukan suara dan itu adalah kreativitas yang patut dihargai
  • Murid diminta membuat komitmen: 'Besok aku akan lebih memperhatikan suara-suara di sekitarku'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid secara acak menirukan satu suara pilihan mereka
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: kita bisa mengenal makhluk dan benda dari suaranya, setiap suara punya ciri khas
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian dan kreativitas mereka
  • Guru memberikan penugasan rumah: mengamati dan mencatat 3 suara yang didengar di rumah (bisa digambar atau ditulis dengan bantuan orang tua)
  • Guru menutup pembelajaran dengan yel-yel kelas atau tepuk semangat, dilanjutkan doa penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat diberi kartu dengan suara lebih kompleks (kombinasi 2 suara, misalnya ayam dan anjing bergantian). Murid yang lambat diberi kartu dengan suara yang familiar dan sering dijumpai (kucing, mobil)
  • Proses: Murid yang cepat diminta menirukan suara dengan variasi volume dan kecepatan. Murid yang lambat boleh menirukan suara lebih sederhana dengan bimbingan intensif dari guru, boleh mencoba beberapa kali
  • Produk: Murid yang cepat diminta menirukan suara sambil membuat cerita pendek (misalnya: kucing lapar mencari makanan). Murid yang lambat cukup menirukan suara dengan ekspresi wajah yang sesuai

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid tentang pengalaman mereka mendengar suara di sekitar: 'Suara apa yang kalian dengar tadi pagi?'
  • Guru mengamati respons murid untuk mengetahui pengetahuan awal tentang jenis-jenis suara

Proses:

  • Guru mengamati kemampuan murid menirukan suara saat latihan kelompok menggunakan lembar observasi
  • Guru memberi umpan balik langsung saat murid menampilkan suara di depan kelas
  • Penilaian sejawat: kelompok lain memberi tanda bintang atau jempol untuk penampilan yang bagus
  • Guru mencatat murid yang masih kesulitan dan membutuhkan bimbingan tambahan

Akhir:

  • Guru meminta 3-4 murid secara acak menampilkan 1 suara pilihan mereka untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran
  • Guru menilai kemampuan murid mengidentifikasi ciri-ciri suara melalui pertanyaan refleksi
  • Guru memeriksa hasil pengamatan rumah (3 suara) yang dikumpulkan pertemuan berikutnya sebagai bukti pemahaman berkelanjutan

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan kelompok: kemampuan menirukan suara, kerjasama, dan keberanian
  • Tanya jawab saat diskusi kelas: pemahaman tentang ciri-ciri suara
  • Penilaian sejawat: kelompok lain memberi bintang untuk penampilan teman

Sumatif:

  • Penampilan individu menirukan 1 suara pilihan dengan ekspresi yang sesuai
  • Hasil pengamatan rumah: kualitas identifikasi 3 suara di lingkungan rumah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Menirukan SuaraMurid belum mampu menirukan suara dengan jelas, suara tidak mirip dengan aslinyaMurid mulai bisa menirukan suara tetapi masih perlu banyak bimbingan, kemiripan masih rendahMurid mampu menirukan suara dengan cukup mirip, kadang masih perlu sedikit perbaikanMurid mampu menirukan suara dengan sangat mirip, jelas, dan ekspresif
Kemampuan Mengidentifikasi Ciri SuaraMurid belum bisa menjelaskan perbedaan ciri-ciri suara (keras-lembut, tinggi-rendah)Murid mulai bisa menyebutkan 1 ciri suara dengan bimbingan guruMurid bisa menyebutkan 2 ciri suara (misalnya: keras dan cepat) secara mandiriMurid mampu menjelaskan 3 atau lebih ciri suara dan menghubungkannya dengan karakter makhluk/benda
Ekspresi dan Percaya DiriMurid terlihat malu, ekspresi wajah datar, suara sangat pelan atau tidak terdengarMurid mulai berani tampil tetapi ekspresi masih kaku, suara masih pelanMurid tampil dengan cukup percaya diri, ekspresi mulai sesuai dengan suara yang ditirukanMurid tampil dengan sangat percaya diri, ekspresi wajah dan gerakan tubuh sangat sesuai dan ekspresif
Partisipasi dan KerjasamaMurid pasif, tidak ikut berlatih dalam kelompok, tidak memberi pendapatMurid mulai ikut berlatih tetapi masih perlu dorongan, jarang memberi masukanMurid aktif berlatih, kadang memberi masukan kepada teman, menghargai pendapat temanMurid sangat aktif berlatih, sering memberi masukan positif, membantu teman yang kesulitan, sangat menghargai penampilan teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan menirukan suara?
  • Murid mana yang masih membutuhkan bimbingan lebih intensif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk kelas ini?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran serupa di masa depan?

Refleksi Murid:

  • Suara apa yang paling mudah kamu tirukan? Mengapa?
  • Suara apa yang paling sulit? Apa yang membuatnya sulit?
  • Bagaimana perasaanmu saat menampilkan suara di depan teman-teman?
  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang suara-suara di sekitar kita?
  • Apa yang ingin kamu coba lagi atau perbaiki lain kali?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
  2. Kartu bergambar (cue card) hewan, kendaraan, dan alam
  3. Ruang kelas atau aula yang cukup luas untuk bergerak
  4. Audio rekaman suara-suara alam dan lingkungan (opsional, jika tersedia perangkat audio)
  5. Lembar observasi untuk guru
  6. Lembar kerja sederhana untuk pengamatan suara di rumah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.