MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 1 — Bermain Suara INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Bermain Suara |
|---|
| Alokasi Waktu | 28 JP (28 x 35 menit = 980 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.1.1 Mengamati suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi pada tiruan bunyi makhluk dan benda
- TP 2.1.2 Merespons suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi melalui dialog sederhana
- TP 2.1.3 Meniru suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dari berbagai karakter di sekitar
- TP 2.1.4 Mengenali pengalaman dan emosi selama proses berseni teater saat bermain suara
- TP 2.1.5 Menceritakan sebuah karya dengan kosakata sehari-hari setelah latihan eksplorasi suara
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana bunyi suara kucing saat merasa senang diberi makan?
- Bagaimana bunyi suara anak ayam saat ketakutan melihat elang terbang di atasnya?
- Pernahkah kamu mendengar bunyi pintu dibanting 'BRAKKK!', emosi apa yang terdengar dari bunyi itu?
- Bagaimana bedanya bunyi balon meletus 'DOR!' yang bikin kaget dengan bunyi panci jatuh yang terdengar berantakan?
- Bagaimana suaramu saat menjawab teman yang bertanya dengan nada sangat gembira?
- Jika temanmu bertanya dengan suara yang terdengar sedih dan pelan, bagaimana caramu membalas suaranya?
- Bagaimana suara kalian jika tiba-tiba melihat balon meletus di dekat telinga?
- Bagaimana caramu menjawab teman yang memanggil dengan nada suara marah?
- Bagaimana suara kakek ketika sedang merasa senang memanggil cucunya?
- Bagaimana suara adik bayi atau kakak ketika sedang merasa takut atau kaget di rumah?
- Bagaimana suara Ibu Guru saat sedang senang menyapa murid di depan kelas?
- Bagaimana suara Pak Penjaga Sekolah saat sedang kaget melihat kucing melompat di lorong?
- Bagaimana perasaanmu ketika tadi mencoba menirukan suara auman harimau atau bunyi jam dinding?
- Bagian mana dari latihan menirukan suara hewan atau benda yang paling kamu sukai atau terasa sulit?
- Bagaimana perasaanmu saat mendengar teman membalas suaramu dengan nada marah atau senang?
- Emosi apa saja yang kamu rasakan di dalam hati ketika kita berlatih saling menjawab suara?
- Bagaimana caramu menceritakan suara tiruan teman yang baru saja kamu dengar?
- Kata apa saja yang biasa kamu pakai setiap hari untuk menggambarkan suara temanmu?
- Bagaimana suara tiruan kita bisa menunjukkan perasaan senang, takut, marah, atau kaget kepada teman?
- Bagaimana caramu menceritakan pengalaman dan perasaanmu saat bermain suara bersama teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Tiruan Suara Makhluk Hidup sebagai Pengomunikasian Emosi Senang dan Takut — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengamati suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi pada tiruan bunyi makhluk dan benda
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan tempat duduk melingkar di ruang kelas yang lapang (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati dan mengenali tiruan suara makhluk hidup yang menyampaikan emosi senang dan emosi takut (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru memperdengarkan 2 tiruan bunyi sederhana dan meminta murid mengidentifikasi emosi di baliknya dengan mengacungkan kartu simbol wajah tersenyum (senang) atau wajah menggigil (takut). Butir 1: bunyi dengkuran kucing manja 'purr... meong' berirama riang (acuan: emosi senang); Butir 2: bunyi pekikan anak ayam pendek dan tersendat 'ciit! ciit!' cepat gemetar (acuan: emosi takut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan suara 4 tiruan bunyi makhluk hidup: (1) Kucing mengeong riang 'meong~ meong~' tempo sedang dan nada naik-turun renyah; (2) Kucing ketakutan 'ngg-meong... hii' lirih bergetar; (3) Burung berkicau senang 'cit-cit-cuit!' bersiul nyaring berulang; (4) Burung ketakutan 'cuit! cuit!' tersentak cepat dan rapat (10 menit).
- Guru memandu murid membandingkan secara sadar ciri pendengaran pada suara senang (terdengar riang, terbuka, berirama santai) dan suara takut (terdengar tersendat, gemetar, menciut, atau melengking panik) menggunakan panduan kartu visual emosi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan observasi pendengaran 'Tebak Rasa Suara Hewan' secara menggembirakan. Guru memperdengarkan 4 rekaman/peragaan tiruan suara makhluk hidup: Suara 1 = Tiruan anjing menggoyangkan ekor mendengking manja 'guk-guk!' ceria; Suara 2 = Tiruan katak melompat riang di air 'kung-kong kung-kong' teratur santai; Suara 3 = Tiruan kambing tersudut gemetar 'mbee-e-e' lirih terputus-putus; Suara 4 = Tiruan anak anjing merengek ketakutan 'ung-ung... ciit' tersengal (acuan emosi: Suara 1 = senang, Suara 2 = senang, Suara 3 = takut, Suara 4 = takut) (10 menit).
- Murid secara mandiri mencocokkan keempat suara yang didengar pada lembar kerja bergambar makhluk hidup dengan memberi tanda centang pada kolom emosi 'Senang' atau 'Takut' sesuai acuan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengamatan suara dengan mengangkat kartu emosi yang sesuai pada setiap butir suara yang diulang kembali, memeriksa ketepatan identifikasi secara langsung (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa tiruan suara makhluk hidup dapat mengomunikasikan perasaan, khususnya rasa senang dan rasa takut melalui perbedaan nada dan getaran suaranya (5 menit).
- Guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya untuk mengamati tiruan bunyi benda, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memperdengarkan suara dengan perbedaan tempo dan nada yang sangat kontras serta mendampingi kartu petunjuk visual; bagi murid yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan berupa 2 tiruan suara makhluk hidup yang perbedaannya lebih halus (misal: dengkur lumba-lumba senang vs desah lumba-lumba takut).
- Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding dapat mendengarkan pengulangan tiruan suara hingga 3 kali sebelum menentukan pilihan emosi.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil pengamatan emosi suara baik dengan mencentang lembar kerja bergambar maupun menunjuk kartu simbol emosi tersenyum/takut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi emosi suara: Murid mendengarkan 2 tiruan suara makhluk hidup dari guru dan menunjukkan kartu simbol emosi. Butir 1: bunyi dengkuran kucing manja riang 'purr... meong' (acuan jawaban: Senang); Butir 2: bunyi pekikan anak ayam pendek dan tersendat gemetar 'ciit! ciit!' (acuan jawaban: Takut). Kriteria kesiapan: Murid siap jika tepat mengidentifikasi minimal 1 dari 2 suara tersebut.
Proses:- Pengamatan lembar kerja 'Tebak Rasa Suara Hewan' pada kegiatan inti tahap Mengaplikasi, menilai ketepatan murid mengamati 4 tiruan suara makhluk hidup dan menentukan emosinya. Daftar butir & acuan jawaban: Butir 1 (anjing mendengking ceria) = Senang; Butir 2 (katak santai di air) = Senang; Butir 3 (kambing mengembik gemetar) = Takut; Butir 4 (anak anjing merengek tersengal) = Takut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Guru membunyikan 1 suara kejutan tiruan induk burung yang memberi makan anaknya (bunyi ceria berdecit halus) dan murid menyebutkan emosi yang dikomunikasikan (acuan jawaban: Senang).
Formatif:- Tes lisan/respons cepat menggunakan kartu simbol emosi saat asesmen awal
- Lembar observasi pengamatan suara (mencocokkan 4 tiruan suara makhluk hidup dengan emosi senang dan takut)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Emosi pada Tiruan Suara Makhluk Hidup | Belum mampu mengidentifikasi emosi senang maupun takut pada 4 tiruan suara makhluk hidup yang diperdengarkan (0 butir tepat dari 4 butir acuan: Suara 1 Senang, Suara 2 Senang, Suara 3 Takut, Suara 4 Takut). | Mampu mengidentifikasi emosi senang atau takut secara tepat pada 1-2 dari 4 butir tiruan suara makhluk hidup sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi emosi senang dan takut secara tepat pada 3 dari 4 butir tiruan suara makhluk hidup sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi emosi senang dan takut secara tepat pada seluruhnya (4 dari 4 butir tiruan suara makhluk hidup sesuai acuan) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah tiruan suara makhluk hidup yang diperagakan guru sudah cukup jelas membedakan emosi senang dan takut bagi telinga murid kelas 2?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengamati bunyi suara selama permainan 'Tebak Rasa Suara Hewan'?
Murid:- Suara hewan manakah yang paling mudah kamu tebak rasa senangnya?
- Bagaimana kamu tahu suara hewan itu sedang merasa takut?
Pertemuan 2 — Mengamati Tiruan Bunyi Benda sebagai Media untuk Mengomunikasikan Emosi Marah dan Kaget — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengamati suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi pada tiruan bunyi makhluk dan benda
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengondisikan murid untuk duduk melingkar dengan tertib (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menyimak dan mengamati tiruan bunyi benda untuk mengenali emosi marah atau kaget di balik bunyi tersebut (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru memperdengarkan 2 tiruan bunyi benda secara langsung: (1) Suara pintu dibanting keras 'BRAKKK!' dan (2) Suara balon meletus tiba-tiba 'DOR!', lalu meminta murid menunjukkan kartu simbol emosi merah (marah) atau kuning (kaget). Acuan jawaban: (1) 'BRAKKK!' = marah; (2) 'DOR!' = kaget (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan 4 rekaman/tiruan bunyi benda satu per satu: Bunyi 1 klakson motor panjang-kasar 'TIIINNN-TIIINNN!', Bunyi 2 cangkir pecah tiba-tiba 'PRANNGG!', Bunyi 3 meja digebrak kencang 'BRAKKK!', Bunyi 4 bel pintu berdering mendadak dan keras 'TIING-TOONGG!' (10 menit).
- Guru memandu murid membedakan ciri bunyi: tiruan bunyi bertekanan berat dan memanjang biasanya mengomunikasikan emosi marah, sedangkan tiruan bunyi yang menghentak tiba-tiba mengomunikasikan emosi kaget (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan 'Detektif Bunyi Benda': Murid dibagi berpasangan untuk mendengarkan 4 stimulus bunyi tiruan benda dari guru, lalu mengangkat kartu bertuliskan 'MARAH' atau 'KAGET'. Stimulus 1: 'BRAKKK!' (pintu terbanting keras) -> Acuan: Marah; Stimulus 2: 'DORRR!' (balon meletus tiba-tiba) -> Acuan: Kaget; Stimulus 3: 'DUUKKK!' (meja ditendang kuat-kuat) -> Acuan: Marah; Stimulus 4: 'PRANNGG!' (piring kaca jatuh tak sengaja) -> Acuan: Kaget (20 menit).
- Latihan Pengamatan Mandiri: Setiap murid menerima lembar pengamatan berisi 4 gambar benda dan mendengarkan 4 bunyi tiruan yang dibunyikan guru: Butir 1: Tiruan klakson mobil panjang kasar 'TEETTT-TEETTT!' -> acuan: Marah; Butir 2: Tiruan petir menyambar mendadak 'DUARRR!' -> acuan: Kaget; Butir 3: Tiruan sapu dilempar keras ke lantai 'SYUUR-PLAK!' -> acuan: Marah; Butir 4: Tiruan kaleng jatuh berguling mengejutkan 'KLENG-KLENG-KLENG!' -> acuan: Kaget. Murid mencentang kolom emosi marah atau kaget sesuai hasil pendengaran (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid mengecek hasil lembar pengamatan bersama-sama dan mengidentifikasi mengapa bunyi tertentu terdengar seperti orang yang sedang marah atau kaget (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bunyi benda di sekitar kita, saat ditirukan dengan nada keras atau menghentak, dapat mengomunikasikan perasaan marah atau kaget (5 menit).
- Cek pemahaman cepat (Asesmen Akhir): Guru membunyikan 1 tiruan bunyi misteri 'DUARRR!' dan murid serempak menunjukkan kartu emosinya (Acuan: kaget) (3 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan apresiasi dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu simbol bergambar wajah marah/kaget bagi murid yang masih tahap awal membaca tulisan kata.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kesempatan mendengarkan pengulangan tiruan bunyi hingga 2-3 kali sebelum menentukan emosi, sedangkan murid yang cepat langsung menentukan emosi dalam sekali dengar.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan emosi dengan mengangkat kartu kata 'MARAH'/'KAGET' atau kartu simbol ekspresi warna.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan pendengaran terhadap 2 tiruan bunyi benda: (1) Bunyi pintu dibanting keras 'BRAKKK!' (acuan: emosi marah); (2) Bunyi balon meletus mendadak 'DOR!' (acuan: emosi kaget).
Proses:- Formatif Latihan Mandiri 4 Butir Bunyi Benda: Murid mengamati tiruan bunyi lalu menandai pilihan emosi (Marah/Kaget). Acuan: Butir 1 'TEETTT-TEETTT!' = Marah; Butir 2 'DUARRR!' = Kaget; Butir 3 'SYUUR-PLAK!' = Marah; Butir 4 'KLENG-KLENG-KLENG!' = Kaget.
Akhir Pertemuan:- Umpan balik akhir (Cek Pemahaman Cepat): Mengamati 1 bunyi kejutan 'DUARRR!' (acuan jawaban: Kaget).
Formatif:- Observasi ketepatan mengamati dan mengidentifikasi emosi marah dan kaget pada tiruan bunyi benda saat permainan Detektif Bunyi Benda dan pengerjaan lembar pengamatan 4 butir.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Tiruan Bunyi Benda untuk Emosi Marah dan Kaget | Tepat mengamati dan menentukan emosi pada 1 dari 4 tiruan bunyi benda yang diperdengarkan (Acuan: Butir 1 Marah, Butir 2 Kaget, Butir 3 Marah, Butir 4 Kaget). | Tepat mengamati dan menentukan emosi pada 2 dari 4 tiruan bunyi benda yang diperdengarkan (Acuan: Butir 1 Marah, Butir 2 Kaget, Butir 3 Marah, Butir 4 Kaget). | Tepat mengamati dan menentukan emosi pada 3 dari 4 tiruan bunyi benda yang diperdengarkan secara mandiri (Acuan: Butir 1 Marah, Butir 2 Kaget, Butir 3 Marah, Butir 4 Kaget). | Tepat mengamati dan menentukan emosi pada seluruh (4 dari 4) tiruan bunyi benda yang diperdengarkan secara konsisten dan mandiri (Acuan: Butir 1 Marah, Butir 2 Kaget, Butir 3 Marah, Butir 4 Kaget). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu membedakan tiruan bunyi benda bertekanan berat (marah) dengan bunyi menghentak tiba-tiba (kaget)?
- Langkah kegiatan mana yang paling membantu murid mengasah kepekaan telinga dalam mengamati emosi dari bunyi?
Murid:- Bunyi benda mana yang paling mudah kamu tebak emosinya tadi?
- Bagaimana perasaanmu saat mendengar tiruan bunyi yang mengagetkan tadi?
Pertemuan 3 — Merespons Tiruan Suara Emosi Senang dan Sedih Melalui Kalimat Tanya-Jawab Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Merespons suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi melalui dialog sederhana
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai pembelajaran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar merespons suara emosi senang dan sedih melalui tanya-jawab sederhana berpasangan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperdengarkan 2 pemicu tiruan suara berturut-turut: (1) Suara tanya senang bersemangat: 'Kamu mau main sama aku?' dan (2) Suara tanya sedih lirih: 'Kenapa pensilku hilang?'. Murid diminta secara spontan menirukan respons suara yang selaras dengan emosi tersebut untuk memetakan kesiapan awal (acuan: pemicu 1 direspons dengan suara ceria/senang; pemicu 2 direspons dengan suara pelan/sedih) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan model respons suara dalam dialog tanya-jawab sederhana: saat kalimat tanya beremosi senang diucapkan ('Hore, kamu menang lomba?'), respon suara yang diberikan berupa jawaban beremosi senang ('Iya, aku senang sekali!'); saat kalimat tanya beremosi sedih diucapkan ('Aduh, kamu terjatuh ya?'), respon suara yang diberikan berupa jawaban beremosi sedih ('Iya, kakiku sakit sekali') (10 menit).
- Murid secara klasikal menyimak dan mengidentifikasi perbedaan nada suara senang (tinggi, bersemangat, ceria) dan suara sedih (rendah, pelan, sayu) saat merespons pertanyaan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain 'Gema Suara Berpasangan' (permainan menggembirakan): murid berpasangan saling melempar kalimat tanya dan merespons jawabannya sesuai kartu skenario emosi yang dipilih bersama (15 menit).
- Setiap pasangan mempraktikkan latihan dialog tanya-jawab sederhana menggunakan 2 skenario emosi wajib: Skenario A (Emosi Senang) -> Murid 1 bertanya dengan suara senang: 'Apakah kamu mau kue ini?', Murid 2 merespons dengan suara senang: 'Wah, mau sekali! Terima kasih!'; Skenario B (Emosi Sedih) -> Murid 1 bertanya dengan suara sedih: 'Bonekamu rusak ya?', Murid 2 merespons dengan suara sedih: 'Iya, sobek dan aku sedih' (15 menit).
- Secara bergantian, setiap pasangan mempraktikkan respons dialog tanya-jawab kedua skenario tersebut di depan teman pasangannya untuk diamati ketepatan emosi respons suaranya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mengecek apakah suara jawaban yang mereka bunyikan sudah terdengar sesuai dengan emosi senang atau sedih yang diminta (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bersama murid mengenai pentingnya menyesuaikan emosi suara saat merespons pertanyaan teman (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat kepada murid terkait respon suara emosi senang dan sedih, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu dialog bergambar ekspresi wajah senang dan sedih bagi murid yang membutuhkan panduan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberi contoh permodelan suara langsung sebelum murid merespons; bagi murid yang sudah lancar, diberikan variasi kalimat tanya sederhana baru untuk direspons mandiri.
- Produk: Respons suara disampaikan melalui dialog tanya-jawab lisan 1 kalimat sederhana berpasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan respons suara pemicu: Guru melafalkan 2 pemicu: (1) 'Kamu mau main sama aku?' (nada riang gembira), (2) 'Kenapa pensilku hilang?' (nada sedih melambat). Kriteria penerimaan: Murid mampu memberikan respons suara balasan yang selaras, yaitu bersuara gembira untuk pemicu 1 dan bersuara pelan/sedih untuk pemicu 2 (acuan ketepatan: pemicu 1 dibalas suara senang; pemicu 2 dibalas suara sedih).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja dialog berpasangan untuk mengamati respons suara pada 2 skenario: (1) Skenario A (Emosi Senang): Murid merespons pertanyaan 'Apakah kamu mau kue ini?' dengan suara beremosi senang (ceria, bersemangat); (2) Skenario B (Emosi Sedih): Murid merespons pertanyaan 'Bonekamu rusak ya?' dengan suara beremosi sedih (rendah, pelan/sayu). Kriteria: tepat merespons kedua emosi suara tersebut sesuai konteks dialog.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru membacakan satu kalimat tanya acak: 'Apakah kamu kehilangan mainanmu?' dengan nada sedih. Murid diminta serentak merespons dengan satu kalimat beremosi sedih (acuan: suara pelan, bernada sedih, misal 'Iya, aku sedih mainanku hilang'). Murid yang tepat dinilai telah memahami respon emosi yang dipelajari.
Formatif:- Observasi unjuk kerja merespons suara melalui dialog tanya-jawab sederhana berpasangan (emosi senang dan sedih)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merespons suara emosi senang dan sedih melalui dialog tanya-jawab sederhana | Belum mampu membunyikan respons suara dengan emosi senang maupun sedih pada dialog tanya-jawab sederhana meski telah dibimbing. | Mampu membunyikan respons suara dengan emosi yang tepat hanya pada salah satu skenario (hanya emosi senang atau hanya emosi sedih) dalam dialog sederhana dengan bimbingan guru. | Mampu membunyikan respons suara dengan emosi yang tepat pada kedua skenario (emosi senang dan sedih) melalui dialog tanya-jawab sederhana secara tepat dan mandiri. | Mampu membunyikan respons suara dengan emosi yang tepat pada kedua skenario (senang dan sedih) serta konsisten menyesuaikan respons suara secara tepat saat diberikan variasi kalimat tanya baru secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif merespons suara emosi senang dan sedih dalam kegiatan dialog berpasangan?
- Bagian mana dari latihan dialog tanya-jawab yang paling membantu murid memahami respons suara beremosi?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat membalas pertanyaan teman dengan suara senang?
- Apakah kamu bisa membedakan suara saat menjawab dengan perasaan sedih dan perasaan gembira?
Pertemuan 4 — Merespons Intonasi Suara Emosi Marah dan Kaget Melalui Dialog Sederhana Berpasangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Merespons suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi melalui dialog sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperdengarkan 2 contoh intonasi suara panggilan nama: (1) nada tinggi membentak/tegas dan (2) nada melengking cepat/terperanjat, lalu meminta murid menebak emosi suara tersebut (acuan: nada 1 = marah; nada 2 = kaget) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merespons intonasi suara emosi marah dan kaget melalui latihan dialog sederhana berpasangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan dua intonasi suara pemicu: Pemicu A beremosi marah dengan kalimat 'Pensilku mana?!' (nada suara menghentak dan tegas) dan Pemicu B beremosi kaget dengan kalimat 'Loh, kok ada kucing di sini?!' (nada suara melengking dan cepat) (10 menit).
- Guru memberikan contoh cara merespons suara pemicu tersebut menggunakan kalimat sederhana yang selaras: Respons A terhadap marah: 'Ini pensilmu, jangan berteriak!' (nada membela diri atau menenangkan); Respons B terhadap kaget: 'Aduh, aku juga kaget melihatnya!' (nada terperanjat) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid berpasangan dan membagikan 2 skenario dialog sederhana berpasangan: Skenario 1 (Emosi Marah): Murid 1 berdialog 'Jangan ambil bukuku!' dengan intonasi marah, Murid 2 merespons dengan kalimat 'Aku hanya meminjamnya sebentar!' menggunakan nada suara membela diri; Skenario 2 (Emosi Kaget): Murid 1 berdialog 'Dor! Ada laba-laba jatuh!' dengan intonasi kaget, Murid 2 merespons dengan kalimat 'Hah, di mana laba-labanya?!' menggunakan nada suara kaget (15 menit).
- Permainan Menggembirakan 'Estafet Nada Kejutan': Pasangan murid bergantian melempar dan membalas dialog dari 2 skenario di atas secara cepat, lalu saling bertukar peran pemicu dan perespons setelah mendengar tepukan lonceng guru (15 menit).
- Setiap pasangan murid melakukan unjuk kerja berdialog di depan kelas secara bergantian, melatih respons suara berintonasi marah dan kaget sesuai 2 skenario yang telah ditentukan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mengamati kembali apakah nada balasan suara yang diucapkan pasangannya sudah terasa pas sebagai respons emosi marah dan kaget (acuan kriteria: nada suara membela diri/menenangkan untuk respons marah, nada terperanjat/melompat untuk respons kaget) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa respons suara kita menyesuaikan dengan intonasi dan emosi orang yang mengajak berbicara (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelancaran respons dialog murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar ekspresi wajah marah dan kaget beserta teks dialog bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu merespons, guru memberikan contoh pengulangan nada respons; bagi murid yang cepat memahami, murid diberi tantangan variasi kalimat balasan baru pada skenario emosi marah dan kaget.
- Produk: Semua murid merespons dialog sederhana berpasangan sesuai 2 skenario emosi target (marah dan kaget).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi nada suara: Murid mendengarkan 2 tiruan nada suara dari guru: (1) nada suara menghentak keras 'Hei!' dan (2) nada suara melengking terkejut 'Eh!'. Murid menjawab emosi yang terkandung (acuan: butir 1 = marah; butir 2 = kaget).
Proses:- Observasi unjuk kerja berdialog berpasangan pada 2 skenario: (1) Ketepatan merespons kalimat intonasi marah 'Jangan ambil bukuku!' dengan balasan membela diri/menenangkan 'Aku hanya meminjamnya sebentar!'; (2) Ketepatan merespons kalimat intonasi kaget 'Dor! Ada laba-laba jatuh!' dengan balasan terperanjat 'Hah, di mana laba-labanya?!'.
Akhir Pertemuan:- Cek respons mandiri: Guru memberikan satu kalimat pemicu acak dengan intonasi kaget 'Awas, ada genangan air!', lalu meminta 3 perwakilan murid merespons secara spontan (kriteria penerimaan: respons suara menggunakan intonasi kaget/terperanjat yang sesuai makna situasi).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja dialog berpasangan untuk menilai respons intonasi suara beremosi marah dan kaget
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Respons Suara Dialog Emosi Marah | Belum mampu membalas dialog dengan intonasi suara emosi marah (suara datar tanpa respon emosi). | Mampu membalas dialog pada skenario emosi marah tetapi nada suara masih ragu-ragu dan belum konsisten. | Mampu merespons dialog sederhana dengan intonasi suara yang sesuai emosi marah (membela diri atau menenangkan) dengan bimbingan minimal. | Mampu merespons dialog sederhana dengan intonasi suara yang tepat sesuai emosi marah secara konsisten dan mandiri. | | Respons Suara Dialog Emosi Kaget | Belum mampu membalas dialog dengan intonasi suara emosi kaget (suara datar tanpa nada terperanjat). | Mampu membalas dialog pada skenario emosi kaget namun nada suara masih terdengar lambat dan kurang ekspresif. | Mampu merespons dialog sederhana dengan intonasi suara terperanjat yang sesuai emosi kaget dengan bimbingan minimal. | Mampu merespons dialog sederhana dengan intonasi suara kaget secara tepat, spontan, dan konsisten secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berdialog dan mampu membedakan respons nada marah serta kaget?
- Bagaimana mengelola giliran berpasangan agar waktu latihan dialog merata dan tertib?
Murid:- Bagian mana yang paling seru saat membalas suara kaget atau marah teman?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit mengeluarkan suara kaget saat berdialog?
Pertemuan 5 — Meniru Suara Berintonasi Emosi dari Berbagai Karakter Tokoh di Sekitar Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Meniru suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dari berbagai karakter di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan vokal ringan melalui permainan bunyi vokal 'a-i-u-e-o' dengan nada tinggi dan rendah secara bersama-sama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meniru suara berintonasi emosi dari tokoh-tokoh yang biasa ditemui di sekitar rumah (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara klasikal mendengarkan 2 contoh intonasi suara tokoh rumah dari guru, lalu murid diminta menirukan intonasi tersebut: (1) Suara Ibu memanggil 'Ayo makan' dengan nada senang (ceria dan melengking lembut); (2) Suara Ayah memanggil 'Hati-hati' dengan nada cemas/takut (berat dan bergetar cepat) (acuan: kesesuaian tinggi-rendah intonasi suara tiruan dengan emosi senang dan cemas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mendengarkan contoh peragaan guru tentang perbedaan warna suara dan intonasi emosi dari 3 tokoh sekitar rumah: (1) Tokoh Kakek (suara serak, tempo lambat) dengan emosi senang saat menyapa 'Halo cucuku'; (2) Tokoh Kakak (suara tegas, tempo sedang) dengan emosi kaget saat berkata 'Lho, kok tumpah!'; (3) Tokoh Penjual Sayur keliling (suara lantang, nada berayun) dengan emosi gembira saat berseru 'Sayur segar!' (3 menit).
- Murid bersama guru mendiskusikan ciri intonasi suara emosi masing-masing tokoh tersebut (misalnya kakek yang senang bersuara serak tapi lembut, kakak yang kaget bersuara tiba-tiba meninggi) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang untuk bermain peran suara 'Tebak dan Tirukan Suara Rumah' menggunakan 4 kartu karakter situasi rumah yang disiapkan guru: Kartu 1: Ibu dengan emosi senang ('Wah, pintarnya anak Ibu!'); Kartu 2: Adik dengan emosi sedih/merengek ('Mainanku rusak...'); Kartu 3: Ayah dengan emosi kaget/heran ('Loh, siapa yang menyalakan lampu?'); Kartu 4: Kakek dengan emosi sayang/senang ('Mari duduk bersama kakek') (12 menit).
- Setiap murid secara bergiliran meniru suara berintonasi emosi sesuai kartu karakter situasi yang ditarik, sementara teman sekelompoknya mendengarkan dan mengidentifikasi emosi yang terdengar (15 menit).
- Setiap murid maju secara mandiri atau berpasangan untuk mendemonstrasikan peniruan suara 1 tokoh rumah pilihan dengan intonasi emosi tertentu di hadapan kelas (misalnya menirukan suara Nenek yang gembira atau Paman yang terkejut) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid diajak duduk melingkar dengan tenang (mindful pause) untuk merasakan perubahan vokal dan intonasi saat menirukan berbagai suara tokoh rumah tadi (10 menit).
- Murid menyampaikan bagian peniruan suara tokoh mana yang paling mudah dan paling menantang untuk disuarakan sesuai emosinya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap peniruan intonasi suara emosi tokoh yang telah dilakukan murid (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan bahwa tinggi-rendah dan cepat-lambatnya suara (intonasi) dapat menunjukkan perasaan/emosi dari tokoh di sekitar rumah kita (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu tokoh berkarakter vokal kontras (seperti kakek yang bersuara serak atau bayi yang bersuara cempreng) untuk murid yang membutuhkan visualisasi lebih nyata.
- Proses: Murid yang masih ragu diberi contoh langsung dan bimbingan satu-satu dalam mengatur tinggi-rendah nada suara tiruannya; murid yang sudah mahir diberi tantangan menirukan perubahan 2 emosi berbeda (misalnya dari kaget menjadi senang) pada satu tokoh rumah yang sama.
- Produk: Murid bebas mengeksplorasi peniruan suara tokoh rumah mana pun yang paling akrab di lingkungan tempat tinggalnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dan tiruan vokal singkat terhadap 2 contoh suara: (1) Suara Ibu memanggil 'Ayo makan' bernada senang (ceria, melengking lembut); (2) Suara Ayah memanggil 'Hati-hati' bernada cemas (berat, tempo bergetar cepat). Guru mengamati apakah murid mampu menirukan perubahan nada tinggi-rendah sesuai emosi.
Proses:- Observasi formatif saat aktivitas kelompok 'Tebak dan Tirukan Suara Rumah' menggunakan 4 kartu karakter situasi rumah: Kartu 1: Ibu emosi senang; Kartu 2: Adik emosi sedih/merengek; Kartu 3: Ayah emosi kaget; Kartu 4: Kakek emosi senang. Guru menilai ketepatan tiruan intonasi suara yang mengomunikasikan emosi karakter tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman vokal di akhir sesi: Guru meminta murid menirukan kembali 1 kalimat dari tokoh rumah pilihan dengan intonasi emosi yang jelas (acuan: intonasi terdengar sesuai dengan emosi yang dipilih, misalnya suara gembira bernada naik/ceria, suara kaget bernada tersentak/tiba-tiba tinggi).
Formatif:- Unjuk kerja peniruan suara berintonasi emosi karakter tokoh sekitar rumah melalui lembar observasi performa vokal.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Meniru Suara Berintonasi Emosi Karakter Tokoh Sekitar Rumah | Belum mampu meniru suara tokoh sekitar rumah; intonasi suara masih datar dan belum menunjukkan emosi karakter meskipun telah dicontohkan guru. | Mampu meniru suara tokoh sekitar rumah dengan intonasi emosi yang sesuai hanya pada 1 karakter situasi dan masih membutuhkan bimbingan intensif guru. | Mampu meniru suara tokoh sekitar rumah dengan intonasi emosi yang tepat secara mandiri pada minimal 2-3 karakter situasi yang berbeda. | Mampu meniru suara tokoh sekitar rumah dengan intonasi emosi yang tepat, konsisten, dan ekspresif pada seluruh 4 karakter situasi rumah secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berani mengeksplorasi intonasi suara tokoh yang berbeda dari suara aslinya?
- Bagian latihan vokal mana yang paling efektif membantu murid memahami perubahan intonasi emosi tokoh rumah?
Murid:- Suara tokoh siapa yang paling seru kamu tirukan hari ini?
- Apakah kamu bisa membedakan suara orang yang sedang senang dan sedang kaget di rumah?
Pertemuan 6 — Meniru Suara dengan Komunikasi Emosi dari Ragam Karakter Tokoh di Lingkungan Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Meniru suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dari berbagai karakter di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembiasaan pagi bersama (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan vokal interaktif melalui permainan 'Suara Lonceng Sekolah' dengan variasi nada tinggi dan rendah (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menirukan 2 contoh suara tokoh sekolah: (1) Suara Guru menyapa 'Selamat pagi anak-anak!' dengan emosi senang; (2) Suara Penjaga Gerbang berkata 'Awas licin!' dengan emosi kaget. (acuan tepat: (1) ucapan ceria, bersemangat, nada melengking ramah; (2) ucapan tersentak, nada meninggi cepat, terkejut) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperdengarkan 3 contoh model tiruan suara tokoh lingkungan sekolah dengan emosi berbeda: (1) Karakter Guru beremosi senang berkata 'Wah, kelas kita bersih sekali!'; (2) Karakter Petugas Perpustakaan beremosi sedih/kecewa berkata 'Yah, buku cerita kesayangan ini robek'; (3) Karakter Penjaga Kantin beremosi kaget berkata 'Hah, kuahnya tumpah!' (acuan emosi: 1 = nada ceria bersemangat; 2 = nada rendah lesu pelan; 3 = nada tersentak spontan tinggi) (10 menit).
- Murid secara klasikal mengulang dan meniru ketiga contoh suara tokoh sekolah tersebut bersama arahan guru untuk mengenali perbedaan bunyi emosinya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru memperkenalkan permainan 'Tebak Kartu Tokoh Sekolah' di mana murid mengambil 1 dari 4 kartu tokoh dan emosi untuk ditirukan: Kartu 1: 'Guru' dengan emosi senang ('Hebat, kalian semua dapat bintang!'); Kartu 2: 'Penjaga Sekolah' dengan emosi marah/tegas ('Jangan lari-lari di lantai basah!'); Kartu 3: 'Penjaga Kantin' dengan emosi kaget ('Astaga, piringnya hampir jatuh!'); Kartu 4: 'Teman Sekelas' dengan emosi sedih ('Yah, pensil warnaku tertinggal di rumah') (acuan peniruan: intonasi dan warna suara sesuai karakter tokoh serta emosi yang tertulis di kartu) (15 menit).
- Secara bergantian berpasangan, murid menirukan suara karakter tokoh sekolah sesuai kartu tantangan yang didapat di hadapan temannya secara riang gembira (20 menit).
- Guru melakukan asesmen formatif proses menggunakan lembar observasi terhadap ketepatan murid meniru suara tokoh sekolah dengan emosi yang disyaratkan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan bunyi suara tokoh mana yang paling mudah dan paling menantang untuk ditirukan emosinya (10 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan kembali cara meniru suara tokoh sekolah agar emosinya terdengar jelas oleh pendengar (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keberanian murid menirukan ragam karakter suara, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan 2 pilihan kartu karakter sekolah dengan kalimat yang lebih pendek (contoh: 'Awas!' - Kaget; 'Hore!' - Senang). Murid yang berkembang lebih cepat diberikan kartu dengan kombinasi dialog karakter yang lebih panjang (contoh: 'Selamat siang anak-anak, buka bukunya halaman lima!' - Senang).
- Proses: Murid yang belum percaya diri meniru suara didampingi guru dengan contoh bertahap (per kata), sedangkan murid yang sudah mahir menirukan langsung secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan tiruan suara karakter tokoh sekolah beremosi; variasi terletak pada panjang kalimat dan tingkat kemandirian tiruan suara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan/peragaan vokal singkat: Guru meminta murid menirukan 2 contoh suara tokoh sekolah beremosi: (1) Suara Guru menyapa 'Selamat pagi anak-anak!' dengan emosi senang; (2) Suara Penjaga Gerbang berkata 'Awas licin!' dengan emosi kaget. Acuan tepat: (1) suara bersemangat, nada melengking ceria; (2) suara tersentak cepat, nada terkejut.
Proses:- Observasi unjuk kerja menirukan suara karakter tokoh lingkungan sekolah pada 4 skenario kartu: (1) Guru - senang ('Hebat, kalian semua dapat bintang!'); (2) Penjaga Sekolah - marah/tegas ('Jangan lari-lari di lantai basah!'); (3) Penjaga Kantin - kaget ('Astaga, piringnya hampir jatuh!'); (4) Teman Sekelas - sedih ('Yah, pensil warnaku tertinggal di rumah'). Kriteria: kesesuaian tiruan warna suara tokoh dan ketepatan penyampaian emosi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman vokal di penutup: Murid diminta memperdengarkan satu kali tiruan suara tokoh sekolah pilihan sendiri dengan satu emosi yang jelas (acuan: tiruan suara tokoh dapat dibedakan dan emosi yang disampaikan terbaca jelas: senang/marah/kaget/sedih).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peniruan suara karakter tokoh lingkungan sekolah berintonasi emosi saat permainan kartu tokoh
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meniru Suara Karakter Tokoh Sekolah Beremosi | Belum mampu meniru suara karakter tokoh sekolah dan emosi belum terdengar pada suara meski dengan bimbingan penuh guru. | Mampu meniru suara 1 karakter tokoh sekolah dengan emosi yang sesuai (acuan 1 dari 4 skenario kartu) dengan bantuan dan contoh berulang dari guru. | Mampu meniru suara 2-3 karakter tokoh sekolah dengan emosi yang tepat (acuan dari 4 skenario kartu) secara mandiri. | Mampu meniru seluruh suara 4 karakter tokoh sekolah (Guru - senang, Penjaga Sekolah - marah/tegas, Penjaga Kantin - kaget, Teman - sedih) dengan emosi yang sangat tepat dan konsisten secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berani mencoba menirukan suara ragam tokoh di sekolah tanpa rasa malu?
- Bagaimana efektivitas permainan kartu karakter dalam memancing variasi emosi suara murid?
Murid:- Suara tokoh sekolah mana yang paling kamu sukai saat kamu tirukan tadi?
- Apakah kamu bisa membedakan suara orang yang sedang senang dan sedang kaget di sekolah?
Pertemuan 7 — Mengenali Pengalaman dan Emosi Diri Selama Proses Latihan Bermain Suara Hewan dan Benda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.4 Mengenali pengalaman dan emosi selama proses berseni teater saat bermain suara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan ingatan murid pada sesi latihan bermain tiruan suara hewan dan benda di pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan satu dari empat kartu ekspresi emosi (senang, takut, kaget, bingung) untuk menggambarkan perasaannya saat pertama kali berlatih menirukan suara hewan, lalu mencatat kesiapan awal murid (acuan: murid mampu menunjukkan kartu emosi yang selaras dengan perasaan yang dialaminya sendiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan 4 Kartu Roda Emosi Diri yang berisi simbol dan tulisan kata emosi sederhana: (1) Senang (wajah tersenyum gembira), (2) Takut (wajah gemetar khawatir), (3) Malu/Ragu (wajah menutup pipi), dan (4) Lega/Puas (wajah tersenyum tenang) (10 menit).
- Guru memodelkan cara mengenali emosi dan pengalaman latihan: menceritakan kembali momen saat meniru bunyi lonceng besar 'teng teng teng' dan menunjuk Kartu Senang karena bunyinya seru, serta Kartu Malu saat suaranya sempat tercekat (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan 'Jejak Suara & Emosi' (prinsip Menggembirakan): guru membunyikan 3 cuplikan suara latihan yang pernah dipelajari, yaitu: (1) Suara kucing mendengkur lembut, (2) Suara gemuruh petir 'blaaar', (3) Suara decit pintu 'krieeet'; setelah setiap bunyi, murid melompat ke lingkaran zona emosi di lantai ('Zona Senang', 'Zona Takut/Kaget', atau 'Zona Menantang') sesuai dengan pengalaman yang mereka rasakan saat dulu menirukan suara tersebut (15 menit).
- Murid menerima Lembar Pengalaman Diri yang memuat 3 kotak aktivitas latihan: Kotak 1 [Latihan Suara Kucing/Ayam], Kotak 2 [Latihan Suara Petir/Jam Dinding], Kotak 3 [Latihan Suara Motor/Pintu] (acuan tugas: murid mengenali pengalaman diri dengan mencentang 1 pilihan emosi yang dirasakan pada tiap kotak dari opsi: Senang, Takut/Kaget, atau Susah/Malu) (10 menit).
- Secara berpasangan, murid saling menunjukkan hasil centang Lembar Pengalaman Diri kepada teman sebangkunya dan menunjuk bagian latihan yang paling mudah atau paling sulit dirasakan (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan bahwa setiap orang bisa merasakan emosi yang berbeda-beda saat bermain peran suara teater, dan semua perasaan tersebut wajar serta berguna untuk latihan (10 menit).
- Murid menempelkan stiker bintang pada satu kotak latihan di leないのでmbarnya yang paling membuat dirinya merasa bangga atas usahanya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kejujuran murid dalam mengenali emosi dan pengalaman latihannya (5 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual menggunakan lembar berisi ikon wajah emotikon besar, sedangkan murid yang lebih mandiri menggunakan lembar dengan teks nama emosi sederhana.
- Proses: Guru memberikan bimbingan langsung berupa pertanyaan pemandu bagi murid yang ragu mengenali perasaannya, sementara murid yang cepat dibimbing mengenali perubahan emosi dari awal latihan hingga akhir latihan.
- Produk: Pilihan bentuk bukti pengenalan emosi dapat berupa melingkari simbol gambar emosi atau mencentang tabel emosi diri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi awal kesiapan mengenali emosi diri: Murid memilih 1 kartu emosi dari 4 opsi kartu (Senang, Takut, Kaget, Bingung) untuk menjawab pertanyaan guru tentang perasaannya saat latihan menirukan suara di sesi sebelumnya (acuan: murid mampu menunjuk/memilih minimal 1 kartu emosi yang sesuai dengan perasaannya sendiri secara mandiri atau terbimbing).
Proses:- Cek pemahaman Lembar Pengalaman Diri pada 3 kotak aktivitas: (1) Kotak Suara Hewan, (2) Kotak Suara Benda Menggelegar/Keras, (3) Kotak Suara Benda Berdecit/Mekanik. Kriteria ketercapaian: murid secara tepat mengenali dan menandai emosi diri (Senang, Takut/Kaget, Susah/Malu) pada minimal 2 dari 3 kotak aktivitas latihan yang disajikan.
Akhir Pertemuan:- Refleksi lisan penutup: Guru menanyakan 'Apa emosi yang paling sering kamu rasakan saat latihan bermain suara: senang atau sulit?' (acuan penerimaan: murid dapat menyebutkan nama emosi dirinya secara jujur dan lugas sesuai pengalaman latihan yang dilaluinya).
Formatif:- Observasi unjuk pengenalan emosi saat permainan Jejak Suara & Emosi
- Penilaian Lembar Pengalaman Diri (mengenali pengalaman dan emosi pada 3 aktivitas bermain suara)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Emosi Selama Latihan Bermain Suara | Belum mampu menunjukkan atau menandai emosi yang dirasakan pada kotak aktivitas latihan bermain suara meskipun telah dibimbing. | Mampu mengenali dan menandai emosi yang dirasakan pada 1 dari 3 kotak aktivitas latihan bermain suara hewan dan benda dengan bimbingan guru. | Mampu mengenali dan menandai emosi yang dirasakan pada minimal 2 dari 3 kotak aktivitas latihan bermain suara hewan dan benda secara mandiri. | Mampu mengenali dan menandai seluruh emosi yang dirasakan pada 3 kotak aktivitas latihan bermain suara hewan dan benda secara tepat dan konsisten mandiri. | | Mengenali Pengalaman Diri Selama Berseni Teater Bermain Suara | Belum dapat mengenali bagian latihan suara yang dirasakan mudah atau sulit selama proses berseni teater. | Mampu mengenali bagian latihan suara yang dirasakan mudah atau sulit dengan bantuan pertanyaan penuntun dari guru. | Mampu mengenali bagian latihan suara yang dirasakan mudah dan sulit dari pengalaman latihannya sendiri secara mandiri. | Mampu mengenali bagian latihan suara yang mudah dan sulit serta menunjukkan momen latihan yang paling membuatnya bangga secara mandiri dan meyakinkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid merasa aman dan nyaman saat mengekspresikan emosi diri tanpa takut dinilai salah?
- Apakah aktivitas permainan Jejak Suara & Emosi efektif membantu murid mengingat kembali pengalaman latihan sebelumnya?
Murid:- Emosi apa yang paling banyak kamu rasakan saat menirukan suara hewan dan benda?
- Apakah kamu merasa senang ketika berhasil mengenali perasaanmu sendiri hari ini?
Pertemuan 8 — Mengenali Emosi dan Pengalaman Berteater Saat Bermain Dialog Respons Suara — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.4 Mengenali pengalaman dan emosi selama proses berseni teater saat bermain suara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 4 kartu emosi dasar (Senang, Sedih, Marah, Takut) untuk menunjukkan perasaannya hari ini, lalu menyebutkan namanya (acuan: murid tepat menunjuk dan menyebutkan minimal 1 nama emosi dasar yang dipilih) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid mengingat kembali pengalaman saat melakukan latihan dialog saling merespons suara pada pertemuan sebelumnya, lalu memperlihatkan 4 kartu simbol emosi: (1) Wajah Tersenyum Lebar = Senang, (2) Wajah Meneteskan Air Mata = Sedih, (3) Wajah Alis Menekuk Cemberut = Marah, (4) Wajah Mulut Menganga Lebar = Kaget/Takut (10 menit).
- Murid secara bergiliran mengamati keempat kartu simbol dan mengenali nama-nama emosi yang biasa dialami saat saling berbalas suara teater (acuan: mengenali minimal 3 dari 4 simbol emosi dengan benar: Senang, Sedih, Marah, Kaget/Takut) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan 'Tebak Emosi Suara Hati': Guru memperdengarkan 3 contoh rekaman pendek rekaman respons suara: Rekaman A suara tawa riang, Rekaman B suara bentakan kencang, Rekaman C suara teriakan tersentak; murid secara berpasangan mengangkat kartu simbol emosi yang sesuai dengan apa yang dirasakan saat mendengarnya (acuan: Rekaman A = Senang/Gembira, Rekaman B = Marah/Kesal, Rekaman C = Kaget/Takut) (20 menit).
- Secara mandiri, murid mempraktikkan satu respons suara pendek bersama teman sebangku ('Halo!' - 'Hai!'), kemudian langsung mengenali dan melingkari pada Lembar Perasaan Diri: simbol emosi yang dirasakan (Senang/Sedih/Marah/Kaget) dan pengalaman yang dialami (Mudah/Seru/Sulit) saat membalas suara tersebut (acuan: murid mengisi 1 simbol emosi dan 1 pilihan pengalaman diri secara mandiri) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan menunjukkan Lembar Perasaan Diri yang telah dilingkari, lalu menyebutkan emosi yang dirasakan serta pengalamannya saat bermain dialog respons suara kepada guru (acuan: menyebutkan emosi yang dialami seperti 'Saya merasa senang karena suaranya lucu' atau 'Saya merasa kaget saat teman bersuara keras') (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap orang bisa merasakan emosi yang berbeda-beda saat bermain saling merespons suara teater (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kejujuran murid mengenali perasaannya sendiri, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu emosi bergambar ekspresi konkret dengan warna berbeda bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengenali emosi, guru mendampingi dengan menanyakan 'Apakah dadamu terasa berdebar, atau bibirmu ingin tersenyum?'; bagi murid yang cepat, murid diminta mengenali variasi emosi lain yang muncul selama proses latihan.
- Produk: Murid boleh menunjukkan perasaan lewat menunjuk kartu gambar emosi atau menyebutkan langsung kata emosi yang dirasakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik memilih dan menyebutkan 1 dari 4 kartu emosi dasar (Senang, Sedih, Marah, Takut) untuk mengukur kesiapan mengenali nama emosi diri (acuan: murid tepat menunjuk dan menyebutkan minimal 1 nama emosi dasar: Senang, Sedih, Marah, atau Takut).
Proses:- Pengamatan ketercapaian murid saat mencocokkan emosi pada permainan 'Tebak Emosi Suara Hati' (acuan kunci: Rekaman A = Senang, Rekaman B = Marah, Rekaman C = Kaget/Takut) dan pengisian Lembar Perasaan Diri (acuan: memilih 1 emosi dan 1 pengalaman berteater).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Murid menyebutkan emosi yang dirasakan dan pengalamannya selama bermain dialog respons suara (kriteria penerimaan: murid mampu menyebutkan secara tepat minimal 1 emosi yang dirasakan diri sendiri dan 1 kata pengalaman seperti seru/mudah/sulit).
Formatif:- Observasi unjuk kerja mengenali emosi diri menggunakan lembar ceklis dan kartu simbol emosi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali emosi diri selama proses bermain dialog respons suara | Belum mampu mengenali atau menunjuk emosi yang dirasakan selama proses bermain dialog respons suara meskipun dibimbing guru. | Mampu mengenali dan menunjuk 1 simbol emosi yang dirasakan selama proses bermain dialog respons suara dengan bimbingan guru. | Mampu mengenali dan menyebutkan 1-2 emosi yang dirasakan selama proses bermain dialog respons suara secara mandiri. | Mampu mengenali dan menyebutkan lebih dari 2 emosi yang dirasakan selama proses bermain dialog respons suara secara konsisten dan mandiri. | | Mengenali pengalaman diri selama proses bermain dialog respons suara | Belum mampu mengenali atau memilih tanda pengalaman berteater yang dialaminya meskipun diberi contoh. | Mampu mengenali 1 pengalaman diri (misalnya seru, mudah, atau sulit) saat bermain dialog respons suara dengan bantuan pengingat guru. | Mampu mengenali dan menentukan 1 pengalaman diri (misalnya seru, mudah, atau sulit) saat bermain dialog respons suara secara mandiri. | Mampu mengenali ragam pengalaman diri saat bermain dialog respons suara serta menghubungkannya dengan peristiwa latihan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu simbol emosi membantu seluruh murid Fase A mengenali perasaan mereka dengan mudah?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat diajak mengenali pengalaman perasaannya sendiri?
Murid:- Bagian mana dari permainan membalas suara yang paling membuatmu merasa senang?
- Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat memilih gambar perasaanmu hari ini?
Pertemuan 9 — Menceritakan Karya Eksplorasi Suara Teman Menggunakan Kosakata Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.5 Menceritakan sebuah karya dengan kosakata sehari-hari setelah latihan eksplorasi suara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan: belajar menceritakan karya eksplorasi suara teman dengan kata-kata sehari-hari (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperdengarkan rekaman bunyi tiruan ayam berkokok keras 'Kukuruyuk!' lalu bertanya: 'Menurutmu suara apa itu dan terdengar seperti apa?' (acuan jawaban: menyebut suara ayam berkokok dan terdengar keras/nyaring) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan 3 contoh audio pendek karya tiruan suara teman: (1) Suara kucing lapar berbunyi 'Meoong' dengan nada lemas; (2) Suara pintu berderit 'Krieeet' pelan dan menakutkan; (3) Suara klakson 'Tin-tin' cepat dan mengejutkan (7 menit).
- Guru membimbing murid memahami 2 unsur yang diceritakan dari karya suara teman menggunakan panduan kalimat sederhana: 'Itu suara... (sebutkan sumber suara)' dan 'Suaranya terdengar... (sebutkan sifat suara menggunakan kosakata sehari-hari seperti keras, pelan, seram, lucu, lemas, atau cepat)' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan aktivitas gembira 'Tebak dan Ceritakan Suara': satu perwakilan murid maju membunyikan satu karya eksplorasi suara hewan/benda (misal: auman singa, gesekan sapu lidi, atau bunyi tetesan air hujan) di balik sekat (10 menit).
- Secara berpasangan, murid bergantian menceritakan karya suara pasangannya dengan format 2 unsur terarah: (1) jenis tiruan suara yang dibawakan teman, dan (2) kesan/sifat suara menggunakan minimal 2 kosakata sehari-hari (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik langsung pada ketepatan penceritaan karya suara teman sesuai lembar amatan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan kemudahan dan kendala saat menceritakan karya suara teman menggunakan kata-kata sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa karya eksplorasi suara teman dapat diceritakan dengan jelas menggunakan kosakata sehari-hari yang sederhana (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan kepada perwakilan murid untuk menceritakan kembali karya suara satu temannya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu bergambar berisi pilihan kosakata sehari-hari (seperti: nyaring, pelan, seram, cepat, lucu) bagi murid yang memerlukan dukungan bahasa.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi dengan pertanyaan pancingan bertahap; bagi murid yang sudah mahir, murid menceritakan karya suara teman secara mandiri menggunakan lebih banyak variasi kata sehari-hari.
- Produk: Penceritaan karya suara disampaikan secara lisan dalam kalimat sederhana 1-2 baris sesuai kemampuan bertutur murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: Murid mendengarkan 1 rekaman tiruan suara ayam berkokok 'Kukuruyuk!' dan diminta menyebutkan sumber suara serta sifat suara yang didengar (kriteria penerimaan: menyebut tiruan suara ayam dan menyebutkan sifat suara seperti keras/nyaring/panjang).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menceritakan karya eksplorasi suara temannya dalam kerja berpasangan (indikator ketercapaian: memuat identifikasi suara teman dan memuat minimal 2 kosakata sehari-hari untuk menggambarkan suara tersebut, misalnya: 'keras dan lucu', 'pelan dan seram', atau 'cepat dan berisik').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 2 orang murid secara acak diminta menceritakan satu karya suara teman yang tadi didengarnya (kriteria penerimaan: menyebutkan jenis tiruan suara teman dan minimal 1 kata sifat sehari-hari yang sesuai tanpa ragu).
Formatif:- Observasi unjuk tutur penceritaan karya suara teman saat latihan berpasangan menggunakan rubrik pengamatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Unsur Penceritaan Karya Suara | Belum mampu menyebutkan jenis karya suara teman maupun sifat suaranya. | Menceritakan karya suara teman tetapi hanya menyebutkan jenis suara tanpa kata sifat pelengkap dengan bimbingan penuh. | Menceritakan karya suara teman dengan menyebutkan jenis suara dan minimal 1 sifat suara secara tepat. | Menceritakan karya suara teman secara lengkap mencakup jenis tiruan suara dan 2 atau lebih sifat suara secara mandiri. | | Penggunaan Kosakata Sehari-hari | Belum mampu menggunakan kosakata sehari-hari untuk mendeskripsikan karya suara teman. | Menggunakan 1 kosakata sehari-hari yang relevan dengan bantuan dorongan pertanyaan guru. | Menggunakan 2 kosakata sehari-hari yang tepat untuk mendeskripsikan karya suara teman secara mandiri. | Menggunakan lebih dari 2 kosakata sehari-hari yang bervariasi dan tepat menggambarkan karya suara teman tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan contoh kalimat penceritaan karya suara mudah dipahami oleh murid kelas 2?
- Bagaimana keterlibatan murid saat mendengarkan dan menceritakan kembali karya suara temannya?
Murid:- Apakah kamu senang mendengarkan suara yang dibuat oleh temanmu?
- Kata apa yang paling kamu sukai saat menceritakan suara temanmu tadi?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengamati suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi pada tiruan bunyi makhluk dan benda
- TP 2.1.2 Merespons suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi melalui dialog sederhana
- TP 2.1.3 Meniru suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dari berbagai karakter di sekitar
- TP 2.1.4 Mengenali pengalaman dan emosi selama proses berseni teater saat bermain suara
- TP 2.1.5 Menceritakan sebuah karya dengan kosakata sehari-hari setelah latihan eksplorasi suara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab bermain suara dan membacakan urutan kegiatan unjuk kerja berpasangan serta unjuk tutur refleksi dalam kelompok (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk unjuk kerja Tugas 1 (dialog berpasangan 2-3 baris kalimat tiruan suara karakter beremosi) dan Tugas 2 (unjuk tutur refleksi lingkaran kelompok kecil menggunakan 2 kartu pemantik visual), serta menunjukkan rubrik penilaian (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1: Sebanyak 14 pasang murid secara bergantian tampil unjuk kerja vokal dan dialog berpasangan di depan kelas (masing-masing 4 menit) menampilkan peniruan suara karakter hewan/benda/orang di sekitar dan meresponsnya dengan intonasi emosi senang, takut, marah, atau kaget dalam dialog tanya-jawab sederhana 2-3 baris kalimat, sementara guru mencatat lembar observasi penilaian (56 menit).
- Guru membagi murid ke dalam 4 kelompok kecil (masing-masing 7 murid) dan membagikan 2 kartu pemantik visual refleksi: Kartu A bertuliskan 'Bagaimana perasaanmu saat menirukan dan merespons suara?' dan Kartu B bertuliskan 'Ceritakan suara temanmu yang paling kamu sukai!' (2 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2: Secara serentak di 4 lingkaran kelompok kecil, setiap murid bergilir menuturkan refleksi lisan mengenali emosi/pengalamannya dan menceritakan penampilan suara temannya menggunakan kosakata sehari-hari dipandu kartu visual, sementara guru berkeliling memantau dan mencatat lembar cek observasi tutur lisan (32 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merangkum pengalaman unjuk kerja bermain suara yang telah diselesaikan seluruh kelas secara tertib (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas kejujuran, keberanian, dan kesungguhan seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif bab Bermain Suara (2 menit).
- Guru menutup pertemuan sumatif dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format penyajian petunjuk unjuk kerja secara verbal dan kartu visual karakter/emosi tanpa mengubah standar kompetensi.
- Proses: Pemberian waktu jeda bernapas atau pengondisian posisi duduk tenang bagi murid yang memerlukan dukungan kepercayaan diri saat unjuk kerja.
- Produk: Format hasil unjuk kerja tetap seragam sesuai bukti kinerja berpasangan dan unjuk tutur lisan kelompok tanpa mengubah rubrik penilaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis tampil berpasangan dan konfirmasi urutan nomor pasang unjuk kerja dialog suara (acuan: 14 pasang murid siap dengan pilihan karakter dan emosi yang akan dimainkan).
Proses:- Pemantauan ketertiban murid saat menyimak giliran tampil pasangan lain dan pengamatan interaksi tutur refleksi di masing-masing kelompok kecil.
Sumatif Bab:- unjuk kerja bermain peran suara berpasangan dan unjuk tutur refleksi terbimbing: rekaman lembar observasi peniruan dan respons suara beremosi dalam dialog sederhana berpasangan, serta catatan lembar cek penuturan pengalaman dan emosi berseni suara menggunakan kosakata sehari-hari
- unjuk kerja vokal dan dialog berpasangan: penampilan berpasangan (14 pasang x 4 menit = 56 menit) yang menampilkan pengamatan dan peniruan suara karakter (hewan/benda/orang di sekitar) disertai respons intonasi emosi (senang, takut, marah, atau kaget) dalam dialog tanya-jawab sederhana 2-3 baris kalimat (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja vokal dan intonasi emosi)
- unjuk tutur refleksi lisan serentak dan bergilir dalam kelompok kecil: penyampaian lisan murid dalam lingkaran kelompok kecil (4 kelompok beranggotakan 7 murid, dipandu kartu pemantik visual lalu guru berkeliling mencatat lembar cek) yang mengenali emosi/pengalaman selama bermain suara dan menceritakan penampilan suara kelompoknya dengan kosakata sehari-hari (45 menit; kelompok; instrumen: lembar cek observasi tutur lisan dan refleksi pengalaman)
Sumatif:- unjuk kerja bermain peran suara berpasangan dan unjuk tutur refleksi terbimbing: rekaman lembar observasi peniruan dan respons suara beremosi dalam dialog sederhana berpasangan, serta catatan lembar cek penuturan pengalaman dan emosi berseni suara menggunakan kosakata sehari-hari
- unjuk kerja vokal dan dialog berpasangan: penampilan berpasangan (14 pasang x 4 menit = 56 menit) yang menampilkan pengamatan dan peniruan suara karakter (hewan/benda/orang di sekitar) disertai respons intonasi emosi (senang, takut, marah, atau kaget) dalam dialog tanya-jawab sederhana 2-3 baris kalimat (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja vokal dan intonasi emosi)
- unjuk tutur refleksi lisan serentak dan bergilir dalam kelompok kecil: penyampaian lisan murid dalam lingkaran kelompok kecil (4 kelompok beranggotakan 7 murid, dipandu kartu pemantik visual lalu guru berkeliling mencatat lembar cek) yang mengenali emosi/pengalaman selama bermain suara dan menceritakan penampilan suara kelompoknya dengan kosakata sehari-hari (45 menit; kelompok; instrumen: lembar cek observasi tutur lisan dan refleksi pengalaman)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan dan Peniruan Suara Karakter Beremosi (TP 2.1.1, TP 2.1.3) | Belum mampu menirukan suara karakter makhluk/benda/orang di sekitar, atau suara tiruan datar tanpa muatan emosi. | Mampu menirukan suara 1 karakter makhluk/benda/orang di sekitar namun intonasi emosi (senang, takut, marah, atau kaget) belum konsisten terdengar. | Mampu mengamati dan menirukan suara karakter makhluk/benda/orang di sekitar dengan intonasi emosi (senang, takut, marah, atau kaget) secara jelas. | Mampu mengamati dan menirukan suara karakter makhluk/benda/orang di sekitar dengan intonasi emosi (senang, takut, marah, atau kaget) secara sangat jelas, mantap, dan tepat karakter. | | Respons Suara Beremosi dalam Dialog Sederhana (TP 2.1.2) | Belum mampu merespons dialog pasangan, intonasi emosi tidak muncul dalam pertukaran kalimat. | Mampu merespons dialog pasangan dalam 1 baris kalimat sederhana namun intonasi emosi belum sesuai konteks tanya-jawab. | Mampu merespons suara pasangan dengan intonasi emosi yang tepat dalam dialog tanya-jawab sederhana 2-3 baris kalimat. | Mampu merespons suara pasangan secara lancar dan konsisten dengan intonasi emosi yang sangat selaras dalam dialog tanya-jawab 2-3 baris kalimat. | | Mengenali Pengalaman dan Emosi Diri (TP 2.1.4) | Belum mampu menyebutkan emosi atau pengalaman yang dirasakan selama bermain suara meskipun dipandu kartu pemantik. | Mampu mengenali dan menyebutkan 1 emosi diri (misal: senang, gugup, atau takut) saat bermain suara dengan bantuan pertanyaan penuntun guru. | Mampu mengenali dan menyebutkan emosi serta pengalaman diri selama proses bermain suara secara mandiri dipandu kartu pemantik. | Mampu mengenali dan menjelaskan secara runtut pengalaman serta emosi diri selama proses bermain suara dengan kesadaran penuh. | | Menceritakan Karya Eksplorasi Suara Teman (TP 2.1.5) | Belum mampu menceritakan karya eksplorasi suara teman dalam lingkaran kelompok kecil. | Mampu menceritakan suara teman dengan 1 frasa sederhana namun belum menggunakan kosakata sehari-hari yang menggambarkan karya suara. | Mampu menceritakan karya eksplorasi tiruan suara teman dalam kelompok menggunakan kosakata sehari-hari secara jelas dan wajar. | Mampu menceritakan karya eksplorasi tiruan suara teman dengan kosakata sehari-hari yang kaya, rinci, dan mudah dipahami teman sekelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 56 menit untuk 14 pasang dan 32 menit untuk unjuk tutur refleksi kelompok berjalan efektif dan tepat waktu?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 dalam mengomunikasikan emosi lewat vokal dan merefleksikan pengalamannya?
Murid:- Bagian mana dari bermain suara hari ini yang paling membuatmu merasa bangga?
- Perasaan apa yang paling kamu ingat saat menirukan suara karakter tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kartu simbol visual emosi (tersenyum/senang dan menggigil/takut).
- Lembar pengamatan 'Tebak Rasa Suara Hewan' bergambar kucing, katak, kambing, dan anjing.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi)
- Benda-benda penghasil bunyi di sekitar kelas (kaleng, mistar, pintu, botol plastik)
- Kartu simbol/kata emosi 'Marah' dan 'Kaget'
- Lembar pengamatan mandiri murid
- Kartu teks dialog tanya-jawab sederhana bergambar emotikon senang dan sedih
- Ruang kelas yang nyaman untuk berpasangan
- Kartu naskah dialog sederhana (Skenario Marah dan Skenario Kaget)
- Bel/lonceng kecil untuk penanda pergantian giliran dialog
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023)
- Set kartu karakter situasi tokoh rumah (Ibu, Ayah, Kakek, Adik, Penjual Keliling)
- Ruang kelas yang leluasa untuk olah vokal
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Set Kartu Tokoh Lingkungan Sekolah (Guru, Penjaga Gerbang, Penjaga Kantin, Teman Sekelas)
- Peluit/Lonceng kecil untuk aba-aba permainan suara
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas II
- Kartu Roda Emosi Diri (Senang, Takut, Malu/Ragu, Lega)
- Lembar Pengalaman Diri murid
- Rekaman tiruan audio suara hewan dan benda di sekitar
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD Kelas II Kemendikbudristek
- Kartu simbol emosi wajah (Senang, Sedih, Marah, Kaget/Takut)
- Contoh rekaman suara intonasi emosi
- Lembar Perasaan Diri berteater
- Rekaman contoh tiruan suara hewan dan benda sehari-hari
- Kartu kata sifat sehari-hari (keras, pelan, lucu, seram, cepat, berat)
- Buku Panduan Guru Seni Teater SD Kelas II Kemendikbudristek
- Kartu Pemantik Visual Refleksi Tutur (Kartu A: Emosi Diri, Kartu B: Karya Suara Teman)
- Lembar Observasi Unjuk Kerja Dialog Berpasangan dan Lembar Cek Tutur Refleksi
|