Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Memainkan Peran dengan Latar Suasana Berbeda secara Kolaboratif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 1 dengan topik "Memainkan Peran dengan Latar Suasana Berbeda secara Kolaboratif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Memainkan Peran dengan Latar Suasana Berbeda secara Kolaboratif

Seni Teater - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Memainkan Peran dengan Latar Suasana Berbeda secara Kolaboratif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMemainkan Peran dengan Latar Suasana Berbeda secara Kolaboratif
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memainkan peran tokoh rekaan dengan gerak tubuh dan suara yang mencerminkan suasana tertentu (misalnya senang, takut, lelah) bersama kelompok
  2. Murid dapat menceritakan karakter tokoh yang diperankan teman menggunakan kosakata sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu sedang senang, bagaimana wajah dan suaramu?
  2. Bagaimana caramu menunjukkan rasa takut tanpa berkata-kata?
  3. Apa yang membuat pertunjukan teater menjadi seru untuk ditonton?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu pendek tentang emosi atau melakukan gerakan peregangan ringan sebagai pemanasan (5 menit)
  • Guru menanyakan pengalaman murid tentang perasaan yang berbeda: 'Siapa yang pernah merasa sangat senang? Bagaimana rasanya? Bagaimana gerakanmu saat itu?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan bermain peran dengan suasana berbeda-beda dan mengamati teman saat bermain peran
  • Asesmen Awal: Guru mengajukan pertanyaan pemantik dan mengamati respon verbal dan non-verbal murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang emosi dan ekspresi

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan ekspresi tiga suasana berbeda (senang, takut, lelah) melalui gerak tubuh dan suara tanpa kata-kata, murid mengamati dengan seksama
  • Guru mengajak murid menebak suasana yang ditampilkan dan mendiskusikan ciri-ciri tiap suasana: 'Apa yang kalian lihat dari wajah dan gerakan guru? Bagaimana suaranya?'
  • Murid secara bersama-sama meniru gerakan dan suara untuk tiga suasana (senang, takut, lelah) dipandu guru
  • Guru memperkenalkan konsep 'tokoh rekaan' sederhana: binatang atau profesi (kucing lapar, petani lelah, anak kecil senang dapat hadiah)
  • Murid berdiskusi singkat tentang bagaimana tokoh-tokoh itu mungkin bergerak dan bersuara dalam suasana tertentu

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 anak per kelompok)
  • Setiap kelompok mendapat kartu berisi satu tokoh rekaan dan satu suasana (contoh: kucing yang takut, petani yang lelah, anak yang senang)
  • Kelompok berdiskusi dan berlatih memainkan peran selama 10 menit, guru berkeliling membimbing dan memberikan umpan balik
  • Setiap kelompok tampil di depan kelas memainkan peran tokoh dengan suasana yang telah ditentukan (masing-masing 2-3 menit)
  • Murid yang menonton mengamati dengan seksama gerak tubuh dan suara teman-temannya
  • Asesmen Proses: Guru mengamati keterlibatan, kerja sama kelompok, serta kemampuan murid mengekspresikan suasana melalui gerak dan suara menggunakan catatan anekdot

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah setiap kelompok tampil, guru memfasilitasi sesi berbagi: 'Apa yang kalian lihat dari penampilan teman-teman? Bagaimana gerak dan suara mereka?'
  • Murid diminta menceritakan karakter tokoh yang diperankan teman dengan bahasa sederhana: 'Siapa yang tadi diperankan? Perasaannya bagaimana? Apa yang membuatmu tahu?'
  • Guru mendorong murid memberikan apresiasi positif kepada teman yang tampil
  • Murid merefleksi pengalaman bermain peran: 'Bagaimana perasaanmu saat bermain peran tadi? Apa yang mudah? Apa yang sulit?'
  • Guru merangkum pembelajaran: pentingnya gerak tubuh dan suara dalam menyampaikan perasaan, serta nilai kerja sama dalam bermain teater

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan gerakan relaksasi ringan untuk menenangkan diri setelah beraktivitas
  • Asesmen Akhir: Guru meminta 2-3 murid secara sukarela menunjukkan satu suasana pilihan mereka (senang/takut/lelah) dan menjelaskan mengapa memilih gerakan tersebut
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi dan kerja sama semua murid
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid menyebutkan satu hal menyenangkan yang dipelajari hari ini
  • Doa penutup dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar: berikan tokoh dan suasana yang sangat familiar (ibu memasak dengan senang, adik menangis karena takut). Untuk murid yang sudah lancar: berikan tokoh yang lebih kompleks atau kombinasi dua suasana (mulai senang lalu menjadi lelah)
  • Proses: Murid yang masih malu tampil dapat mulai dengan peran dalam kelompok yang lebih kecil (berpasangan) atau menjadi pengamat terlebih dahulu. Murid yang percaya diri dapat diminta memimpin kelompoknya atau menjadi narator
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan cara berbeda: mendemonstrasikan ulang, menggambar ekspresi tokoh, atau menceritakan secara lisan dengan detail berbeda sesuai kemampuan verbal mereka

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan tentang pengalaman dan pemahaman murid terhadap berbagai emosi dan cara mengekspresikannya
  • Observasi respons murid terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi selama diskusi kelompok dan latihan: tingkat partisipasi dan pemahaman konsep suasana
  • Catatan guru tentang kemampuan murid meniru dan mengeksplorasi gerak serta suara
  • Dokumentasi foto atau video singkat saat murid berlatih dan tampil

Akhir:

  • Penilaian penampilan kelompok menggunakan rubrik: ketepatan ekspresi suasana melalui gerak dan suara
  • Penilaian kemampuan menceritakan karakter tokoh teman menggunakan kosakata sehari-hari
  • Refleksi lisan murid tentang pengalaman belajar dan kerja sama

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan kelompok: kerja sama, partisipasi, dan kemampuan mengekspresikan suasana
  • Tanya jawab lisan saat diskusi: pemahaman murid tentang karakter dan suasana
  • Catatan anekdot tentang ekspresi gerak dan suara murid

Sumatif:

  • Penampilan kelompok: kemampuan memainkan peran dengan suasana tertentu
  • Kemampuan menceritakan karakter tokoh yang diperankan teman

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ekspresi Gerak Tubuh sesuai SuasanaBelum mampu menunjukkan gerak tubuh yang sesuai dengan suasana yang ditentukanMenunjukkan gerak tubuh sederhana namun belum konsisten mencerminkan suasanaMenunjukkan gerak tubuh yang sesuai dan cukup jelas mencerminkan suasana tertentuMenunjukkan gerak tubuh yang ekspresif, jelas, dan sangat sesuai dengan suasana yang diperankan
Ekspresi Suara sesuai SuasanaBelum mampu menggunakan suara yang mencerminkan suasanaMenggunakan suara namun belum konsisten dengan suasana yang diperankanMenggunakan suara yang cukup sesuai dengan suasana yang diperankanMenggunakan variasi suara yang jelas dan sangat sesuai dengan suasana yang diperankan
Kerja Sama dalam KelompokBelum terlibat aktif dalam kegiatan kelompokMulai terlibat namun masih perlu banyak bimbingan untuk bekerja samaTerlibat aktif dan dapat bekerja sama dengan anggota kelompokSangat aktif, membantu teman, dan berkontribusi positif dalam kelompok
Menceritakan Karakter Tokoh TemanBelum mampu menceritakan karakter tokoh yang diperankan temanMenyebutkan nama tokoh namun belum dapat menjelaskan karakternyaDapat menceritakan karakter tokoh teman dengan kosakata sederhanaDapat menceritakan karakter tokoh teman dengan rinci menggunakan kosakata sehari-hari dan menyebutkan contoh gerak atau suara yang diamati

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan bermain peran?
  • Strategi apa yang efektif untuk membantu murid yang masih malu atau belum percaya diri?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan fasilitasi diskusi agar murid lebih berani menceritakan pengamatan mereka?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk setiap tahapan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bermain peran tadi?
  • Apa yang paling kamu suka dari kegiatan hari ini?
  • Suasana apa yang paling mudah kamu perankan? Mengapa?
  • Apa yang kamu pelajari dari melihat teman-temanmu bermain peran?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater Kelas I SD/MI
  2. Kartu bergambar tokoh dan suasana (dibuat guru atau cetak)
  3. Ruang kelas atau aula yang cukup untuk bergerak
  4. Musik latar sederhana (opsional, untuk menciptakan suasana)
  5. Alat dokumentasi (kamera/HP untuk foto atau video singkat)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.