MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 4 — Berkreasi dan Berkolaborasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Berkreasi dan Berkolaborasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 26 JP (26 x 35 menit = 910 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.4.1 Meniru gerak tubuh dan suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi karakter tokoh dalam cerita
- TP 1.4.2 Mengenali jenis-jenis properti/alat bantu yang dapat mendukung cerita/permainan peran
- TP 1.4.3 Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar atau rekaan untuk pertunjukan
- TP 1.4.4 Memainkan sebuah lakon pertunjukan sederhana
- TP 1.4.5 Menceritakan sebuah karya dengan kosakata sehari-hari setelah pementasan peran
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana gerakan tubuhmu saat kamu merasa sangat senang?
- Bagaimana tubuhmu bergerak atau terkulai ketika kamu merasa sedih?
- Bagaimana bunyi suara kucing saat merasa senang karena diberi makan ikan?
- Bagaimana bunyi suara anak burung saat merasa sedih karena terpisah dari induknya?
- Dapatkah kamu mengubah suara menjadi riang atau lesu untuk menunjukkan perasaan tokoh?
- Jika kamu ingin menjadi seekor kelinci yang sedang mencari makan di panggung cerita, benda apa yang bisa kamu pakai di kepala dan kamu pegang di tangan agar penonton tahu kamu adalah kelinci?
- Mengapa benda-benda seperti bando telinga hewan atau sayap buatan penting saat kita memainkan cerita fabel?
- Benda apa saja yang biasa dibawa oleh bapak/ibu guru saat mengajar di depan kelas?
- Jika kita ingin bermain peran menjadi seorang dokter atau petani, benda apa yang perlu kita bawa atau letakkan di panggung agar orang langsung mengenali peran kita?
- Siapa saja orang-orang yang sering kalian lihat bekerja di sekitar sekolah atau rumah kita?
- Bagaimana gerakan tubuh yang biasa dilakukan oleh seorang pedagang, tukang kebun, atau polisi saat sedang bekerja?
- Bagaimana caramu bergerak dan bersuara jika menjadi kancil yang cerdik atau kura-kura yang lambat?
- Bagaimana cara kita bersama kelompok menentukan dan mencoba peran hewan rekaan untuk pertunjukan?
- Bagaimana rasanya jika kita bersama teman bermain peran di atas panggung?
- Apa yang harus kita lakukan agar lakon cerita pendek kita berjalan bersama kelompok?
- Bagaimana perasaanmu saat memainkan peran tokoh di depan teman-teman?
- Kata apa yang ingin kamu ceritakan tentang adegan pertunjukan yang baru saja dimainkan kelompokmu?
- Bagaimana caramu menunjukkan gerak dan suara tokoh saat merasa senang atau sedih di panggung?
- Properti apa saja yang paling cocok dipakai untuk tokoh yang kamu perankan?
- Bagaimana caramu menceritakan pengalaman bermain lakon bersama teman-teman hari ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Meniru Gerak Tubuh Tokoh untuk Mengomunikasikan Emosi Senang dan Sedih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Meniru gerak tubuh dan suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi karakter tokoh dalam cerita
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan pemanasan tubuh sederhana (peregangan tangan ke atas dan menggoyangkan badan) agar murid rileks dan siap bergerak (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan gerak tubuh spontan saat mendengar kata senang dan kata sedih untuk memetakan kesiapan meniru gerak emosi (acuan respons gerak: senang = melompat kecil/tangan terangkat; sedih = kepala menunduk/bahu terkulai) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan 2 contoh gerak tubuh tokoh: (1) Gerak Tokoh Kelinci Senang: melompat ringan dengan kedua tangan di atas kepala membentuk telinga tegak, dan (2) Gerak Tokoh Kura-kura Sedih: berjalan lambat dengan kepala menunduk dan bahu membungkuk lesu (5 menit).
- Murid mengamati dan mengidentifikasi perbedaan kedua gerak tubuh tokoh tersebut dipandu pertanyaan guru tentang bagian tubuh yang bergerak (kaki melompat vs langkah lesu, tangan terangkat vs bahu lunglai) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bersama-sama menirukan 2 gerak tubuh tokoh yang dicontohkan guru secara bertahap: pertama meniru gerak kelinci senang, kemudian meniru gerak kura-kura sedih dengan bimbingan langsung (10 menit).
- Murid memainkan permainan gerak 'Tebak Patung Emosi': ketika guru menyebutkan nama tokoh dan emosinya, murid serentak membentuk pose patung gerak tubuh yang sesuai (misal: 'Kucing Senang!' -> melompat gembira merentangkan tangan; 'Beruang Sedih!' -> duduk meringkuk menundukkan kepala) (10 menit).
- Secara berpasangan, murid bergantian menirukan gerak tubuh tokoh cerita untuk 2 jenis emosi (senang dan sedih) sesuai panduan kartu gambar ekspresi tokoh yang ditunjukkan guru, sementara pasangannya menebak emosi dari gerak tubuh tersebut (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid berkumpul melingkar dan menceritakan bagian tubuh mana yang paling mudah digerakkan saat menirukan tokoh senang dan saat menirukan tokoh sedih (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa perasaan senang ditunjukkan dengan gerak tubuh terbuka dan lincah, sedangkan sedih ditunjukkan dengan gerak tubuh menunduk atau terkulai (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keberanian murid mengekspresikan gerak tubuh, mengingatkan bahwa pertemuan berikutnya akan belajar meniru suara tokoh, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar visual tokoh dengan gerak tubuh senang (terbuka/melompat) dan sedih (menunduk/lesu) bagi murid yang memerlukan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan contoh gerakan langsung berdampingan; bagi murid yang cepat menangkap, diberikan tantangan menirukan variasi gerak tokoh lain (misal: burung senang atau katak sedih).
- Produk: Semua murid menampilkan unjuk kerja meniru gerak tubuh untuk emosi senang dan sedih, baik secara sederhana (1 pose patung jelas) maupun dinamis (rangkaian gerak berpindah tempat).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan diagnostik gerak awal: Guru menyebutkan 2 kondisi emosi dan meminta murid menunjukkan gerak tubuh spontan: (1) 'Tunjukkan tubuhmu saat sangat senang!' (acuan: tubuh melompat/tangan melambai/terbuka); (2) 'Tunjukkan tubuhmu saat merasa sedih!' (acuan: kepala menunduk/bahu turun/tubuh membungkuk).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja meniru gerak tubuh tokoh: Guru mencatat kemampuan murid menirukan gerak tubuh tokoh untuk 2 emosi target (Acuan target: (1) Gerak tubuh senang = postur tegak/terbuka/melompat; (2) Gerak tubuh sedih = postur menunduk/terkulai/membungkuk).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak penutup: Murid memperagakan satu pose beku gerak tubuh tokoh pilihan mereka (antara tokoh senang atau sedih) dalam hitungan 1-2-3 (acuan penilaian: kesesuaian bentuk gerak tubuh dengan emosi yang dipilih: pose terbuka/loncat = senang; pose menunduk/meringkuk = sedih).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak tubuh murid saat meniru gerak emosi senang dan sedih pada permainan patung emosi dan latihan berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Meniru Gerak Tubuh Emosi Senang (acuan: gerakan tubuh terbuka/terangkat/melompat) | Belum mampu menirukan gerak tubuh emosi senang meskipun telah diberi bimbingan langsung. | Mampu menirukan gerak tubuh emosi senang dengan bantuan dan contoh ulang dari guru. | Mampu menirukan gerak tubuh emosi senang secara tepat dan mandiri sesuai ciri gerakan terbuka/terangkat. | Mampu menirukan gerak tubuh emosi senang secara tepat, luwes, dan konsisten dalam berbagai variasi gerakan tokoh tanpa ragu. | | Ketepatan Meniru Gerak Tubuh Emosi Sedih (acuan: gerakan tubuh menunduk/membungkuk/terkulai) | Belum mampu menirukan gerak tubuh emosi sedih meskipun telah diberi bimbingan langsung. | Mampu menirukan gerak tubuh emosi sedih dengan bantuan dan contoh ulang dari guru. | Mampu menirukan gerak tubuh emosi sedih secara tepat dan mandiri sesuai ciri gerakan menunduk/terkulai. | Mampu menirukan gerak tubuh emosi sedih secara tepat, ekspresif, dan konsisten dalam berbagai variasi gerakan tokoh tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berani menggerakkan tubuhnya untuk mengekspresikan emosi senang dan sedih?
- Langkah kegiatan mana yang paling efektif membantu murid membedakan gerak tubuh senang dan sedih?
Murid:- Gerakan tubuh tokoh mana yang paling kamu sukai saat ditirukan tadi?
- Apakah kamu merasa senang saat menirukan gerakan melompat seperti tokoh yang gembira?
Pertemuan 2 — Meniru Suara Karakter Tokoh dalam Cerita untuk Mengomunikasikan Emosi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Meniru gerak tubuh dan suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi karakter tokoh dalam cerita
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengajak murid melakukan pemanasan vokal sederhana 'Suara Angin dan Lebah' dengan menirukan tiupan 'huuu' dan dengung lebah 'bzzzt' secara gembira (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta seluruh murid menirukan satu contoh suara emosi: menirukan suara tawa riang gembira 'Hahaha!' dan suara tangisan tersedu 'Huhu...' untuk melihat kesiapan awal meniru suara beremosi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperdengarkan rekaman/contoh vokal langsung tentang dongeng pendek 'Kancil dan Burung Pipit', membedakan suara tokoh Pipit saat senang (suara cicitan riang melengking: 'Cuit cuit! Asyik, buahnya manis!') dan saat sedih (suara rintihan pelan bergetar: 'Cuit... sayapku sakit, tolong...') (10 menit).
- Guru memberikan contoh eksplisit cara meniru suara karakter tokoh untuk mengomunikasikan emosi senang (nada ceria, cepat, berenergi) dan emosi sedih (nada rendah, pelan, berat/terputus-putus) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru memimpin permainan 'Tebak Suara Hati Binatang': guru menyebutkan tokoh dan emosinya, murid serentak menirukan suara karakter tokoh tersebut secara menggembirakan: (1) Singa senang ('Haum! Makan kenyang!'); (2) Anak Kucing sedih ('Mee-ong... dingin sekali...'); (3) Kodok senang ('Krok krok! Hujan datang!'); (4) Kera sedih ('U-u a-a... pisangku jatuh') (15 menit).
- Murid secara berpasangan bergantian menirukan suara 3 karakter tokoh berikut sesuai emosinya: (1) Tokoh Kelinci Senang (suara ceria cericit gembira); (2) Tokoh Serigala Sedih (suara lolongan pelan meratap); (3) Tokoh Bebek Senang (suara kwek kwek riang melompat) (15 menit).
- Murid secara mandiri melakukan unjuk kerja menirukan suara karakter tokoh dalam cerita di depan guru untuk 2 situasi emosi berpasangan: Situasi A (Tokoh Burung Pipit saat senang menemukan biji jagung) dan Situasi B (Tokoh Burung Pipit saat sedih sarangnya basah terkena hujan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid menyadari perbedaan fisik pada pita suara dan nafas ketika menirukan suara riang/senang dibandingkan suara lemah/sedih (5 menit).
- Murid menyampaikan emosi suara tokoh mana yang paling mudah dan paling menantang untuk ditirukan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa tinggi-rendah dan cepat-lambatnya suara tokoh dapat menunjukkan apakah tokoh tersebut sedang senang atau sedih (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas keberanian murid menirukan suara tokoh beremosi, mengingatkan pertemuan berikutnya tentang properti panggung, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar emosi tokoh dengan tulisan onomatope suara; murid yang mahir diberikan variasi tingkatan emosi yang lebih beragam (sangat senang meluap-luap vs sedih kecewa ringan).
- Proses: Bagi murid yang masih ragu bersuara, guru memberikan contoh tiruan vokal langsung secara bertahap bersama kelompok kecil; bagi murid yang sudah percaya diri, diberikan kesempatan langsung menirukan suara tokoh secara mandiri tanpa aba-aba panduan vokal guru.
- Produk: Semua murid menirukan suara tokoh mengomunikasikan emosi; murid lambat menirukan minimal 1 variasi suara emosi (senang atau sedih), murid cepat menirukan variasi suara emosi lengkap untuk kedua tokoh dengan kontras nada yang tegas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru meminta murid menirukan 2 bunyi vokal ekspresi: (1) Tertawa senang ('Hahaha!'); (2) Menangis sedih ('Huhu...'). Acuan penilaian diagnostik: murid mampu merespons instruksi dengan mengeluarkan variasi bunyi vokal ceria untuk senang dan bernada lesu/tersedu untuk sedih (minimal merespons salah satu secara tepat untuk kesiapan awal).
Proses:- Observasi unjuk kerja menirukan suara karakter tokoh pada 2 situasi cerita: Situasi A (Burung Pipit senang: suara cicit riang 'Cuit cuit!' bernada tinggi ceria) dan Situasi B (Burung Pipit sedih: suara rintihan lesu 'Cuit...' bernada rendah terputus). Kriteria ketercapaian: tepat membedakan karakter suara antara emosi senang dan emosi sedih sesuai situasi tokoh dalam cerita.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan dan peragaan vokal singkat penutup: Murid diminta memperdengarkan kembali 1 suara hewan pilihan (Kucing/Kancil/Burung) dalam kondisi sedih. Kriteria penerimaan operasional: suara yang dihasilkan memiliki intonasi/warna suara rendah, pelan, atau lesu yang mencerminkan rasa sedih, bukan nada berteriak riang.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja peniruan vokal karakter tokoh saat mengomunikasikan emosi senang dan sedih pada kegiatan inti.
- Cek unjuk kerja mandiri menirukan suara karakter tokoh dongeng sesuai acuan situasi emosi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meniru suara karakter tokoh untuk mengomunikasikan emosi | Belum mampu menirukan suara karakter tokoh, suara yang dikeluarkan datar tanpa perbedaan emosi senang maupun sedih meski telah dicontohkan guru. | Mampu menirukan suara karakter tokoh untuk 1 jenis emosi (senang saja atau sedih saja) dengan bimbingan dan pemodelan vokal langsung dari guru. | Mampu menirukan suara karakter tokoh secara tepat untuk mengomunikasikan kedua emosi (senang dan sedih) sesuai situasi tokoh dalam cerita secara mandiri. | Mampu menirukan suara beragam karakter tokoh secara tepat dan konsisten membedakan kontras emosi senang dan sedih dengan perubahan warna suara yang jelas secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah berani dan percaya diri mengeksplorasi suaranya untuk menirukan emosi tokoh?
- Bagian kegiatan meniru suara manakah yang paling efektif membantu murid memahami perbedaan nada senang dan sedih?
Murid:- Suara tokoh hewan apa yang paling kamu sukai saat kamu tirukan tadi?
- Apakah kamu merasa lebih mudah menirukan suara tokoh yang sedang senang atau yang sedang sedih?
Pertemuan 3 — Mengenali Jenis-Jenis Properti dan Alat Bantu Pendukung Tokoh Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.2 Mengenali jenis-jenis properti/alat bantu yang dapat mendukung cerita/permainan peran
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam hangat, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid kelas 1 (5 menit).
- Guru mengajak murid melakukan pemanasan imajinatif ringan dengan menebak suara hewan fabel yang diperdengarkan guru (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali jenis-jenis benda atau alat bantu yang disebut properti untuk mendukung karakter tokoh fabel dalam pertunjukan cerita (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 benda nyata: (1) bando telinga kelinci panjang, (2) sayap capung dari karton, dan (3) sebuah sendok makan biasa; lalu meminta murid menunjuk mana benda yang merupakan properti pendukung peran hewan fabel kelinci (acuan jawaban tepat: murid menunjuk bando telinga kelinci panjang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperkenalkan istilah 'properti' sebagai alat bantu atau perlengkapan yang dipakai atau dipegang pemain peran agar cerita dan tokoh menjadi jelas bagi penonton (10 menit).
- Guru memperlihatkan 'Kotak Misteri Properti Fabel' yang berisi 4 set properti: (1) Bando telinga kelinci & wortel mainan untuk Tokoh Kelinci; (2) Topeng moncong buaya bergerigi & sisik punggung karton untuk Tokoh Buaya; (3) Sayap kupu-kupu kain & bando antena untuk Tokoh Kupu-kupu; (4) Tempurung kura-kura dari kardus mangkuk untuk Tokoh Kura-kura, kemudian murid mengamati ciri fisik benda-benda tersebut (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 murid) dan mengadakan permainan menggembirakan 'Pasang Properti Tepat', di mana setiap kelompok menerima 4 kartu gambar properti: (1) Gambar Sayap Kupu-kupu, (2) Gambar Bando Telinga Kelinci, (3) Gambar Tempurung Kura-kura, dan (4) Gambar Moncong Buaya (15 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi dan mencocokkan keempat kartu gambar properti tersebut ke 4 papan tokoh fabel di depan kelas: Tokoh A: Kelinci, Tokoh B: Buaya, Tokoh C: Kupu-kupu, Tokoh D: Kura-kura (acuan pasangan benar: Tokoh Kelinci -> Bando Telinga Kelinci; Tokoh Buaya -> Moncong Buaya; Tokoh Kupu-kupu -> Sayap Kupu-kupu; Tokoh Kura-kura -> Tempurung Kura-kura) (15 menit).
- Guru mengamati proses kerja kelompok dan memberikan bimbingan langsung kepada kelompok yang masih ragu memasangkan properti dengan tokoh fabel yang tepat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil pencocokan properti dari setiap kelompok di papan tokoh dan memastikan setiap properti sesuai dengan ciri hewan fabelnya (acuan acuan lengkap: Kelinci-telinga kelinci, Buaya-moncong bergerigi, Kupu-kupu-sayap warna-warni, Kura-kura-tempurung bulat) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa properti adalah alat bantu penting (seperti bando telinga, topeng, sayap, atau tempurung) yang membantu penonton mengenali tokoh hewan dalam cerita fabel (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis cepat lisan/tunjuk gambar: guru menyebutkan tokoh fabel 'Kancil' dan meminta murid memilih 1 properti paling sesuai di antara 2 pilihan: bando tanduk kecil kancil atau sirip ikan (acuan benar: bando tanduk kecil kancil) (3 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang properti panggung untuk tokoh di sekitar, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual diberikan benda fisik tiruan 3 dimensi langsung untuk disentuh, sedangkan murid yang sudah mahir mengidentifikasi gambar siluet properti.
- Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru secara intensif dalam mencocokkan properti ke papan tokoh, sedangkan murid yang cepat diberi kesempatan mencocokkan jenis properti tangan (hand property) seperti wortel tiruan atau daun teratai.
- Produk: Murid dapat mengenali properti dengan cara menempelkan kartu gambar pada papan tokoh fabel atau dengan menunjuk langsung benda fisik yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual-spasial di kegiatan pendahuluan: Guru memperlihatkan 3 benda nyata: (1) Bando telinga kelinci, (2) Sayap capung karton, (3) Sendok makan biasa. Pertanyaan: 'Manakah benda yang merupakan properti pendukung tokoh kelinci?' (Acuan jawaban benar: Bando telinga kelinci).
Proses:- Penilaian formatif pada tahap Mengaplikasi melalui lembar observasi ketepatan kelompok memasangkan 4 kartu gambar properti dengan tokoh fabel: (1) Bando telinga kelinci -> Tokoh Kelinci, (2) Moncong buaya -> Tokoh Buaya, (3) Sayap kupu-kupu -> Tokoh Kupu-kupu, (4) Tempurung kura-kura -> Tokoh Kura-kura. Kriteria ketercapaian: Tepat memasangkan minimal 3 dari 4 properti secara benar sesuai acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tunjuk cepat di penutup: Guru menanyakan properti yang tepat untuk tokoh Kancil dengan 2 pilihan: 'bando tanduk kecil kancil' atau 'sirip ikan'. (Acuan jawaban benar: bando tanduk kecil kancil).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan 'Pasang Properti Tepat' mencocokkan 4 properti fabel ke papan tokoh fabel
- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai benda pendukung karakter fabel
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali jenis properti/alat bantu pendukung tokoh fabel | Belum mampu mengenali dan memasangkan properti fabel ke tokoh yang sesuai (0 atau 1 dari 4 pasang benar sesuai acuan: Kelinci-telinga kelinci, Buaya-moncong buaya, Kupu-kupu-sayap kupu-kupu, Kura-kura-tempurung kura-kura) meskipun telah dibimbing penuh. | Mampu mengenali dan memasangkan 2 dari 4 properti fabel ke tokoh yang sesuai (acuan: Kelinci-telinga kelinci, Buaya-moncong buaya, Kupu-kupu-sayap kupu-kupu, Kura-kura-tempurung kura-kura) dengan bantuan/arahan guru. | Mampu mengenali dan memasangkan minimal 3 dari 4 properti fabel ke tokoh yang sesuai (acuan: Kelinci-telinga kelinci, Buaya-moncong buaya, Kupu-kupu-sayap kupu-kupu, Kura-kura-tempurung kura-kura) secara mandiri. | Mampu mengenali dan memasangkan seluruh 4 properti fabel ke tokoh yang sesuai (acuan: Kelinci-telinga kelinci, Buaya-moncong buaya, Kupu-kupu-sayap kupu-kupu, Kura-kura-tempurung kura-kura) secara mandiri, tepat, dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah benda konkret dan kartu gambar yang disiapkan cukup jelas membantu murid kelas 1 memahami fungsi properti tokoh fabel?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kelompok saat mencocokkan properti ke tokoh fabel?
- Langkah perbaikan apa yang perlu disiapkan untuk mengenalkan properti panggung di pertemuan berikutnya?
Murid:- Benda apa yang paling kamu sukai saat melihat properti hewan tadi?
- Apakah kamu sekarang tahu apa yang harus dipakai jika ingin menjadi tokoh kura-kura atau kelinci?
Pertemuan 4 — Mengenali Properti Panggung Pendukung Cerita Tokoh di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.2 Mengenali jenis-jenis properti/alat bantu yang dapat mendukung cerita/permainan peran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengajak melakukan tepuk semangat untuk mencairkan suasana (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal lisan dengan memperlihatkan 3 benda nyata (buku & spidol; stetoskop mainan; cangkul mini mainan) dan menanyakan tokoh di sekitar yang sesuai (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali jenis-jenis properti panggung atau alat bantu yang mendukung cerita tokoh di sekitar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 4 gambar tokoh di sekitar beserta kotak benda/properti nyata: (1) Tokoh Guru -> buku dan spidol; (2) Tokoh Dokter -> stetoskop mainan; (3) Tokoh Petani -> topi caping dan cangkul mainan; (4) Tokoh Polisi Lalu Lintas -> peluit dan rompi (10 menit).
- Murid mengamati secara saksama dan berdiskusi terpimpin bersama guru mengenai fungsi setiap properti tersebut dalam mendukung cerita/peran tokoh di sekitar (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menggelar permainan kelompok menggembirakan bertajuk 'Peti Harta Karun Panggung', di mana setiap kelompok mengambil kartu gambar tokoh di sekitar lalu berlari kecil mencari dan memilih 2 properti yang tepat dari keranjang properti kelas: Kelompok A mendapat Tokoh Guru (target properti: buku & spidol), Kelompok B mendapat Tokoh Dokter (target: stetoskop & termometer mainan), Kelompok C mendapat Tokoh Petani (target: caping & cangkul mainan), Kelompok D mendapat Tokoh Polisi Lalu Lintas (target: peluit & rompi) (20 menit).
- Setiap murid secara individu mengerjakan Lembar Memasangkan Properti Tokoh yang memuat 4 gambar tokoh di sekitar dan 4 gambar properti: (1) Tokoh Koki dipasangkan ke gambar Spatula/Wajan; (2) Tokoh Petani dipasangkan ke gambar Cangkul; (3) Tokoh Dokter dipasangkan ke gambar Stetoskop; (4) Tokoh Guru dipasangkan ke gambar Buku Penggaris (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berpasangan saling memeriksa hasil pemasangan gambar properti tokoh dan saling menunjukkan benda mana yang paling mudah atau sulit dikenali (10 menit).
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid mengenali properti tokoh di sekitar (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa properti panggung adalah alat bantu yang membuat peran tokoh di sekitar tampak jelas dan mudah dipahami penonton (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman singkat akhir pertemuan, menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya (eksplorasi peran tokoh), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan benda konkret nyata bagi murid yang membutuhkan bantuan visual-taktil, serta kartu gambar tokoh dengan benda pendukungnya.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan petunjuk langsung (scaffolding) dengan bertanya fungsi benda; bagi murid cepat, diberikan tantangan menyebutkan 1 properti panggung tambahan yang ada di lingkungan sekitar untuk tokoh terkait (misal: papan tulis untuk guru, suntikan mainan untuk dokter).
- Produk: Murid dapat menunjukkan secara langsung benda/alat bantu konkret atau menarik garis pada lembar kerja bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 3 benda konkret: Guru menunjukkan benda dan menanyakan: 'Benda ini cocok dipakai saat memerankan siapa?' (Acuan: (1) buku dan spidol cocok untuk peran Guru; (2) stetoskop mainan cocok untuk peran Dokter; (3) topi caping/cangkul mainan cocok untuk peran Petani).
Proses:- Observasi keaktifan dan ketepatan murid dalam memilih 2 properti fisik yang sesuai dengan kartu tokoh kelompok pada aktivitas 'Peti Harta Karun Panggung' (Acuan target: Kelompok Guru -> buku dan spidol; Kelompok Dokter -> stetoskop dan termometer mainan; Kelompok Petani -> caping dan cangkul mainan; Kelompok Polisi Lalu Lintas -> peluit dan rompi).
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan Lembar Memasangkan Properti Tokoh (Acuan kunci: 1. Tokoh Koki -> Spatula/Wajan; 2. Tokoh Petani -> Cangkul; 3. Tokoh Dokter -> Stetoskop; 4. Tokoh Guru -> Buku/Penggaris).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan 1 nama tokoh di sekitar ('Tukang Pos') dan meminta murid menunjuk/memilih properti yang tepat dari pilihan gambar tas pos atau papan tulis (Acuan tepat: tas pos).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan 'Peti Harta Karun Panggung' (memilih 2 properti yang tepat sesuai kartu tokoh)
- Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 4 gambar properti dengan tokoh di sekitar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengenali jenis-jenis properti/alat bantu pendukung tokoh di sekitar | Belum dapat mengenali dan menjodohkan properti pendukung peran tokoh di sekitar (0-1 tepat dari 4 target: Koki->Spatula, Petani->Cangkul, Dokter->Stetoskop, Guru->Buku) meski telah dibimbing. | Dapat mengenali dan menjodohkan 2 dari 4 target properti pendukung peran tokoh di sekitar dengan bantuan petunjuk guru. | Dapat mengenali dan menjodohkan 3 dari 4 target properti pendukung peran tokoh di sekitar secara tepat dan mandiri. | Dapat mengenali dan menjodohkan seluruhnya (4 dari 4 target: Koki->Spatula, Petani->Cangkul, Dokter->Stetoskop, Guru->Buku) secara tepat dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media properti nyata dan gambar yang disediakan cukup menarik dan membantu murid memahami jenis properti tokoh di sekitar?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam aktivitas kelompok memilih properti panggung?
Murid:- Benda apa yang paling kamu sukai saat bermain mengenali properti tadi?
- Jika nanti kamu bermain peran menjadi tokoh di sekitarmu, benda apa yang ingin kamu bawa ke panggung?
Pertemuan 5 — Eksplorasi Peran Tokoh di Sekitar untuk Kebutuhan Pertunjukan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.3 Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar atau rekaan untuk pertunjukan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan ruang kelas agar memiliki area gerak yang leluasa dan aman untuk bermain peran (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mencoba mengeksplorasi berbagai peran tokoh yang ada di lingkungan sekitar kita (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal melalui permainan tebak gerak tokoh: guru memperagakan 2 gerak sederhana tokoh di sekitar, yaitu menyapu halaman (acuan: petugas kebersihan) dan meniup peluit sambil mengatur jalan (acuan: polisi lalu lintas), lalu meminta murid menebak peran tokoh tersebut secara lisan untuk memetakan kesiapan eksplorasi peran (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menunjukkan 3 gambar kartu tokoh di sekitar: (1) Petani (kegiatan: mencangkul tanah), (2) Dokter (kegiatan: memeriksa pasien dengan stetoskop), dan (3) Pedagang keliling (kegiatan: memikul atau mendorong dagangan sambil menawarkan barang) (10 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab terbimbing tentang ciri gerak dan tindakan khas dari ketiga tokoh tersebut di kehidupan sehari-hari (acuan ciri: Petani membungkuk dan mengayun cangkul; Dokter memegang alat dan memeriksa dada; Pedagang berjalan sambil melambaikan tangan memanggil pembeli) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk memainkan permainan tantangan 'Patung Tokoh Sekitar': guru menyebutkan salah satu dari 3 tokoh (Petani, Dokter, Pedagang), murid bergerak bebas mengeksplorasi tindakan tokoh tersebut, lalu membeku menjadi patung saat guru berkata 'beku!' (acuan observasi: murid melakukan tindakan sesuai tokoh yang disebut) (15 menit).
- Secara mandiri dan bergiliran, setiap murid memilih 1 dari 3 pilihan peran tokoh di sekitar (Petani, Dokter, atau Pedagang) lalu mengeksplorasi tindakan fisik peran tersebut di depan kelas selama 30–45 detik untuk kebutuhan pertunjukan sederhana (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak duduk melingkar dan menyadari bagaimana rasanya mencoba tubuh dan gerakan orang lain yang bekerja di lingkungan sekitar (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap tokoh di sekitar kita memiliki tindakan dan gerak tubuh yang khas yang dapat kita eksplorasi menjadi peran pertunjukan (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid bereksplorasi peran dan memberikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar panduan tindakan tokoh (Petani mencangkul, Dokter memeriksa, Pedagang memikul), sedangkan murid yang sudah mahir dapat mengeksplorasi variasi tindakan lain dari tokoh tersebut (misalnya petani menabur benih).
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan contoh peragaan langsung terlebih dahulu; bagi murid yang sudah percaya diri, diberikan kebebasan menentukan urutan gerak peran secara mandiri.
- Produk: Eksplorasi peran dinilai dari kesesuaian tindakan khas tokoh yang dipilih: murid pemula memperagakan minimal 1 tindakan khas, sedangkan murid mahir memperagakan minimal 2 rangkaian tindakan khas tokoh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tebak peran berbasis gerak tubuh: Murid menebak secara lisan 2 peragaan gerak guru (acuan: peragaan 1 = petugas kebersihan menyapu; peragaan 2 = polisi lalu lintas mengatur jalan). Kriteria siap: murid dapat mengidentifikasi minimal 1 dari 2 peran tokoh tersebut dengan tepat.
Proses:- Formatif unjuk kerja eksplorasi peran: Guru mengamati tindakan fisik murid saat mengeksplorasi peran tokoh di sekitar (pilihan: Petani, Dokter, atau Pedagang) pada tahap Mengaplikasi. Acuan tindakan khas: (1) Petani: mengayun cangkul atau menabur benih; (2) Dokter: menempelkan stetoskop atau memeriksa pasien; (3) Pedagang: memikul/mendorong dagangan atau melambaikan tangan menjajakan barang. Target: murid memperagakan tindakan khas tokoh yang dipilih secara konsisten.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir sesi: Murid secara lisan menyebutkan nama tokoh yang baru saja ia perankan beserta 1 tindakan utama yang ia lakukan saat bermain peran (kriteria penerimaan: nama tokoh dan tindakan yang disebutkan sesuai dengan pilihan eksplorasi peran murid, yaitu Petani-mencangkul/menabur, Dokter-memeriksa, atau Pedagang-menjual/memikul).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi tindakan peran tokoh di sekitar (Petani, Dokter, atau Pedagang) menggunakan lembar amatan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Peran Tokoh di Sekitar | Belum mampu mengeksplorasi tindakan fisik tokoh di sekitar (diam atau gerak tidak mencerminkan ciri khas tokoh Petani, Dokter, maupun Pedagang) meski telah diarahkan guru. | Mengeksplorasi tindakan fisik tokoh di sekitar (Petani, Dokter, atau Pedagang) namun membutuhkan bimbingan dan contoh gerak berulang dari guru. | Mengeksplorasi minimal 1 tindakan fisik khas dari tokoh di sekitar yang dipilih (Petani mencangkul, Dokter memeriksa, atau Pedagang menjajakan) secara mandiri. | Mengeksplorasi minimal 2 rangkaian tindakan fisik khas dari tokoh di sekitar yang dipilih secara mandiri dan konsisten sepanjang giliran peragaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 3 JP cukup memberi kesempatan bagi setiap murid untuk mengeksplorasi peran tokoh di sekitar?
- Bagian mana dari kegiatan eksplorasi gerak peran yang paling membantu murid memahami karakter tokoh di sekitar?
Murid:- Tokoh di sekitar mana yang paling kamu sukai saat diperagakan tadi?
- Apakah kamu merasa senang saat mencoba bergerak seperti orang lain yang sedang bekerja?
Pertemuan 6 — Eksplorasi Peran Tokoh Rekaan Fabel Berkelompok untuk Pertunjukan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.3 Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar atau rekaan untuk pertunjukan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan imajinasi gerak 'Tebak Hewan Fabel': guru memperagakan gerak melompat pendek lalu murid menebak nama hewannya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan peran fabel: guru menyebutkan 3 nama tokoh rekaan fabel (Kancil, Kura-kura, Burung Hantu) dan meminta murid serentak menunjukkan satu ciri gerak khas tubuh tokoh tersebut untuk memetakan kesiapan eksplorasi peran (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperkenalkan 4 pilihan tokoh rekaan fabel untuk kelompok: (1) Kancil (lincah, waspada), (2) Kura-kura (lambat, tenang), (3) Burung Gagak (terbang mengepak, bersuara serak), dan (4) Beruang Lembut (langkah berat, ramah) (10 menit).
- Guru memodelkan cara mengeksplorasi ciri khas peran tokoh rekaan fabel melalui variasi gerak langkah, postur tubuh, dan ekspresi karakter tokoh tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan kartu peran kelompok yang berisi 4 pilihan tokoh fabel: Kancil, Kura-kura, Gagak, dan Beruang Lembut, lalu setiap murid memilih satu peran tokoh yang berbeda (10 menit).
- Permainan 'Kebun Karakter Berjalan': dalam kelompoknya, murid secara menggembirakan mencoba dan mengeksplorasi peran tokoh fabel pilihannya dengan berjalan, bergerak, serta berinteraksi gerak peran antar-tokoh di area panggung kelas (25 menit).
- Setiap kelompok melakukan eksplorasi peran fabel bersama di depan kelas secara bergiliran untuk menguji kekhasan peran tokoh yang dipilih masing-masing anggota (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya duduk melingkar dan secara berkesadaran merasakan bagian gerak peran tokoh fabel mana yang paling mudah dan paling menantang untuk dieksplorasi (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara mengeksplorasi peran tokoh rekaan fabel berdasarkan ciri fisik dan gerak khasnya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik proses atas keberanian murid mengeksplorasi peran tokoh fabel secara berkelompok serta menutup sesi dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar 4 tokoh fabel (Kancil, Kura-kura, Gagak, Beruang) untuk membantu murid visual mengidentifikasi gestur khas.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh pendampingan gerak dasar fabel satu per satu, sedangkan murid yang sudah mahir diberi keleluasaan mengeksplorasi kombinasi gerak peran tokoh rekaan secara mandiri.
- Produk: Variasi eksplorasi peran tokoh fabel dapat ditunjukkan melalui kombinasi gerak tubuh sederhana hingga eksplorasi interaksi gerak peran yang lebih kaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab dan peragaan singkat 3 tokoh rekaan fabel (Kancil, Kura-kura, Burung Hantu). Kriteria kesiapan: murid mampu memperagakan minimal 1 ciri gerak khas yang sesuai untuk masing-masing tokoh (acuan gerak benar: Kancil = melompat kecil/jinjit waspada; Kura-kura = merangkak/melangkah sangat lambat; Burung Hantu = menoleh patah-patah/mengepakkan tangan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan eksplorasi peran tokoh rekaan fabel (Kancil, Kura-kura, Gagak, Beruang Lembut) dalam kelompok; dinilai berdasarkan kesesuaian ciri fisik peran (postur dan langkah tubuh tokoh) serta keterlibatan aktif dalam eksplorasi peran kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan satu ciri gerak unik dari tokoh fabel yang baru saja dieksplorasi dalam kelompoknya (acuan jawaban: Kancil = lincah melompat; Kura-kura = melangkah pelan; Gagak = mengepak sayap; Beruang = langkah berat tegap).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi peran tokoh fabel berkelompok menggunakan lembar pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi peran tokoh rekaan fabel berkelompok | Belum mampu mengeksplorasi gerak tubuh yang mencerminkan ciri peran tokoh fabel rekaan dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Mulai mampu mengeksplorasi ciri gerak peran tokoh fabel rekaan dalam kelompok, namun masih ragu-ragu dan belum konsisten menunjukkan gestur khas tokoh. | Mampu mengeksplorasi peran tokoh rekaan fabel secara mandiri dalam kelompok dengan memperagakan ciri gerak tubuh tokoh secara konsisten. | Sangat terampil dan mandiri mengeksplorasi ragam gerak peran tokoh rekaan fabel secara luwes, konsisten, serta mampu beradaptasi interaksi gerak dengan peran tokoh lain dalam kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup efektif untuk memfasilitasi seluruh kelompok mengeksplorasi peran tokoh fabel?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok saat mencoba peran fabel yang berbeda?
Murid:- Bagian gerak tubuh apa dari tokoh fabel yang paling seru kamu peragakan hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat mencoba peran hewan fabel bersama teman-teman kelompok?
Pertemuan 7 — Memainkan Adegan Pendek Lakon Pertunjukan Sederhana Bersama Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.4 Memainkan sebuah lakon pertunjukan sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan fisik dan ruang gerak kelas untuk panggung sederhana (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes peragaan respons adegan pendek: guru memberi aba-aba 'Pak Tani menyiram tanaman' dan 'Kelinci melompat mendekati wortel', lalu mengamati kesiapan murid merespons lakon (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memainkan adegan pendek lakon pertunjukan sederhana bersama kelompok (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memodelkan 2 bagian adegan pendek lakon fabel sederhana: Bagian 1 (Pohon bergoyang tertiup angin dan Kelinci berteduh) serta Bagian 2 (Pak Tani datang membawa wortel lalu Kelinci melompat gembira) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) menyimak pembagian urutan adegan lakon sederhana yang akan dimainkan: urutan adegan awal (Pohon berdiri di panggung), tengah (Kelinci masuk mencari makan), dan akhir (Pak Tani memberi makan Kelinci) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bersama kelompoknya berlatih memainkan adegan pendek lakon pertunjukan sederhana sesuai pembagian peran (ada yang menjadi Pak Tani, Kelinci, atau Pohon) melalui permainan menyenangkan 'Tepuk Panggung Mulai' di mana setiap tepukan menandai pergantian urutan adegan (20 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran memainkan adegan pendek lakon pertunjukan sederhana berdurasi 3-4 menit di area panggung kelas dengan urutan adegan yang telah dilatih (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid duduk melingkar untuk menyadari pengalaman memainkan adegan pendek lakon sederhana bersama teman satu kelompok (10 menit).
- Murid saling memberikan acungan jempol dan menyebutkan momen adegan lakon yang berhasil mereka mainkan bersama (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat simpulan tentang cara memainkan adegan lakon pendek secara berurutan bersama kelompok (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelancaran setiap kelompok dalam memainkan lakon (1 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Naskah adegan pendek disediakan dalam bentuk panduan simbol gambar alur 3 langkah (Pohon -> Kelinci -> Pak Tani) untuk kelompok yang membutuhkan panduan visual alur lakon.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan aba-aba bertahap oleh guru saat pergantian adegan, sedangkan kelompok yang sudah lancar memainkan adegan secara mandiri dari awal hingga akhir.
- Produk: Kelompok dapat memainkan adegan lakon dengan variasi urutan gerak peran yang disepakati kelompoknya sendiri sesuai alur lakon.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan respons adegan lakon (diagnostik): Guru memberikan dua instruksi adegan uji: (1) 'Peragakan Pak Tani menyiram tanaman' (acuan respons: murid bergerak membungkuk/mengayun tangan seperti memegang wadah air); (2) 'Peragakan Kelinci melompat mendekati makanan' (acuan respons: murid melompat kecil bertumpu dua kaki dengan tangan di depan dada).
Proses:- Observasi keterlibatan dan kelancaran memainkan lakon saat latihan dan unjuk kerja kelompok dengan acuan 3 urutan adegan: (1) Adegan awal: Pohon berdiri dan bergoyang di panggung; (2) Adegan tengah: Kelinci masuk melompat mencari makan; (3) Adegan akhir: Pak Tani masuk memberi makan Kelinci.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman keterlaksanaan adegan di akhir sesi: Guru memeriksa pemenuhan 3 urutan adegan lakon kelompok (acuan: kelompok memainkan lengkap adegan 1 Pohon bergoyang, adegan 2 Kelinci mencari makan, adegan 3 Pak Tani datang memberi makan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja memainkan adegan pendek lakon pertunjukan sederhana bersama kelompok dengan lembar amatan alur lakon (awal-tengah-akhir).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memainkan adegan lakon pertunjukan sederhana bersama kelompok | Belum mampu memainkan adegan lakon atau hanya memainkan 1 urutan adegan meskipun telah dibimbing guru. | Mampu memainkan lakon sederhana yang memuat 2 dari 3 urutan adegan (awal, tengah, akhir) dengan bimbingan dan aba-aba guru. | Mampu memainkan seluruh 3 urutan adegan lakon sederhana (awal, tengah, akhir) bersama kelompok secara runtut dengan arahan minimal. | Mampu memainkan seluruh 3 urutan adegan lakon sederhana (awal, tengah, akhir) bersama kelompok secara runtut dan mandiri tanpa aba-aba guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu memainkan adegan untuk setiap kelompok mencukupi?
- Bagaimana pembagian peran dalam kelompok mendukung keterlibatan seluruh murid memainkan lakon?
Murid:- Adegan mana yang paling kamu sukai saat bermain peran bersama kelompok tadi?
- Apakah kamu dan kelompokmu berhasil memainkan adegan dari awal sampai selesai?
Pertemuan 8 — Memainkan Lakon Pertunjukan Utuh Sederhana dan Menceritakan Pengalaman Peran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.4 Memainkan sebuah lakon pertunjukan sederhana
- TP 1.4.5 Menceritakan sebuah karya dengan kosakata sehari-hari setelah pementasan peran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak murid melakukan pemanasan gerak ringan bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memainkan lakon pertunjukan utuh sederhana bersama kelompok dan menceritakan pengalaman memainkan peran tersebut dengan kosakata sehari-hari (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan kesiapan peran murid dalam lakon fabel 'Tolong-Menolong di Hutan': murid menyebutkan nama tokoh yang dimainkannya dan alur adegan kelompoknya (acuan kesiapan: murid menyebutkan peran masing-masing, misalnya Kelinci, Kancil, Kura-kura, atau Burung, serta urutan adegan awal-tengah-akhir yang sudah dilatih pada pertemuan sebelumnya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama kelompoknya mencermati alur naskah lakon pertunjukan utuh sederhana 'Tolong-Menolong di Hutan' yang terdiri dari 3 bagian: (1) Awal: para binatang bermain bersama, (2) Tengah: salah satu binatang terjebak di semak berduri, (3) Akhir: semua binatang bekerja sama menolong hingga selamat (15 menit).
- Guru memberikan contoh cara menceritakan pengalaman peran menggunakan kosakata sehari-hari dengan kalimat sederhana: 'Saya menjadi Kura-kura, saya senang membantu Kancil yang terjebak' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok secara bergantian memainkan lakon pertunjukan utuh sederhana 'Tolong-Menolong di Hutan' di area pentas kelas sesuai peran dan alur cerita yang telah disepakati dari awal hingga akhir (30 menit).
- Setelah setiap kelompok selesai mementaskan lakon, masing-masing anggota kelompok secara bergantian menceritakan karya pementasan dan pengalaman perannya di depan kelas menggunakan kosakata sehari-hari (misalnya: menceritakan tokoh yang diperankan, peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita, dan perasaan saat memainkan peran) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan jalannya pementasan lakon utuh sederhana dengan saling memberikan tepuk tangan apresiasi dan menyebutkan hal menyenangkan yang dirasakan saat bermain peran bersama teman (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik apresiatif terhadap keberanian murid memainkan lakon dan kejujuran dalam menceritakan pengalaman perannya menggunakan kosakata sehari-hari (3 menit).
- Guru menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah asesmen sumatif unjuk kerja pementasan lakon, identifikasi properti, dan refleksi lisan, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok dapat memilih versi cerita fabel dengan 3 atau 4 tokoh sesuai jumlah anggota kelompoknya.
- Proses: Murid yang masih pemalu diberikan panduan kalimat rumpang sederhana oleh guru untuk menceritakan perannya, sedangkan murid yang percaya diri dapat langsung menceritakan pengalaman perannya secara mandiri.
- Produk: Penceritaan pengalaman peran dapat disampaikan dalam 1-2 kalimat sederhana bagi murid yang memerlukan bimbingan, atau cerita yang lebih runtut bagi murid yang sudah lancar berbicara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Siapa tokoh yang kamu perankan hari ini dan apa yang dilakukan tokohmu dalam cerita?' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan nama tokoh lakonnya [Kelinci/Kancil/Kura-kura/Burung] dan 1 tindakan tokohnya [misal: melompat, terjebak, atau menolong teman]).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja memainkan lakon pertunjukan utuh sederhana bersama kelompok sesuai alur cerita awal-tengah-akhir (kriteria: terlibat aktif memainkan peran dari awal hingga akhir pertunjukan).
- Catatan anekdot kemampuan murid menceritakan karya/pengalaman peran secara lisan menggunakan kosakata sehari-hari (kriteria: menyebutkan tokoh yang diperankan dan menceritakan kejadian yang dimainkan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Setiap murid menyampaikan 1 kalimat dengan kosakata sehari-hari tentang pengalamannya memainkan peran (Kriteria penerimaan: kalimat memuat nama peran dan kesan peran, contoh: 'Saya jadi kelinci, melompat-lompat sangat seru').
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja saat murid memainkan lakon pertunjukan sederhana
- Pemeriksaan lisan saat murid menceritakan karya pementasan peran dengan kosakata sehari-hari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memainkan Lakon Pertunjukan Sederhana | Belum mau tampil atau hanya diam di panggung tanpa memainkan lakon cerita walau sudah diarahkan guru. | Memainkan lakon pertunjukan sederhana namun masih membutuhkan bimbingan guru di setiap perpindahan adegan. | Memainkan lakon pertunjukan sederhana bersama kelompok dari awal hingga akhir sesuai alur dengan percaya diri. | Memainkan lakon pertunjukan sederhana bersama kelompok secara runtut, mandiri, dan konsisten menghidupkan peran sepanjang pementasan. | | Menceritakan Karya Setelah Pementasan Peran | Belum dapat menceritakan peran yang baru saja dimainkan walau telah diberikan pertanyaan pemandu. | Menceritakan karya/pengalaman peran dengan kosakata sehari-hari hanya jika dipandu dengan pertanyaan langsung dari guru. | Menceritakan karya/pengalaman peran setelah pementasan menggunakan kosakata sehari-hari secara mandiri dan jelas. | Menceritakan karya/pengalaman peran setelah pementasan dengan kosakata sehari-hari secara runtut, lancar, dan mandiri tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil menyelesaikan pementasan lakon utuh sederhana dari adegan awal hingga akhir?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid saat menceritakan pengalaman perannya menggunakan kosakata sehari-hari?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling kamu sukai saat bermain peran tadi?
- Bagaimana perasaanmu saat menceritakan peranmu kepada teman-teman di kelas?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Meniru gerak tubuh dan suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi karakter tokoh dalam cerita
- TP 1.4.2 Mengenali jenis-jenis properti/alat bantu yang dapat mendukung cerita/permainan peran
- TP 1.4.3 Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar atau rekaan untuk pertunjukan
- TP 1.4.4 Memainkan sebuah lakon pertunjukan sederhana
- TP 1.4.5 Menceritakan sebuah karya dengan kosakata sehari-hari setelah pementasan peran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran 28 murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 4 dan alur kegiatan: identifikasi gambar properti serentak, unjuk kerja pementasan lakon per kelompok, serta refleksi lisan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan petunjuk pengerjaan lembar identifikasi gambar properti peran secara tenang dan mandiri (2 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Properti secara serentak dengan mencocokkan/melingkari gambar properti yang sesuai untuk 4 peran tokoh berikut: Butir 1: Tokoh Petani memilih caping (bukan mahkota/kacamata renang); Butir 2: Tokoh Kelinci memilih bando telinga kelinci dan wortel mainan (bukan helm/tongkat sulap); Butir 3: Tokoh Dokter memilih stetoskop mainan (bukan wajan/raket); Butir 4: Tokoh Kucing memilih bando telinga kucing dan ekor tiruan (bukan topi koki/sepatu bola) [acuan kunci jawaban tepat: 1-caping, 2-telinga kelinci & wortel, 3-stetoskop, 4-telinga kucing & ekor] (16 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid berkumpul bersama kelompok lakonnya masing-masing (kelompok 1 sampai kelompok 6, beranggotakan 4-5 murid) dan menyiapkan properti yang sudah dipilih (2 menit).
- Kelompok 1 memainkan lakon fabel/cerita sekitar berdurasi 7-8 menit, memeragakan gerak tubuh dan suara tokoh sesuai emosi senang atau sedih serta memanfaatkan properti pendukung peran (8 menit).
- Kelompok 2 memainkan lakon fabel/cerita sekitar berdurasi 7-8 menit, memeragakan gerak tubuh dan suara tokoh sesuai emosi senang atau sedih serta memanfaatkan properti pendukung peran (8 menit).
- Kelompok 3 memainkan lakon fabel/cerita sekitar berdurasi 7-8 menit, memeragakan gerak tubuh dan suara tokoh sesuai emosi senang atau sedih serta memanfaatkan properti pendukung peran (8 menit).
- Kelompok 4 memainkan lakon fabel/cerita sekitar berdurasi 7-8 menit, memeragakan gerak tubuh dan suara tokoh sesuai emosi senang atau sedih serta memanfaatkan properti pendukung peran (8 menit).
- Kelompok 5 memainkan lakon fabel/cerita sekitar berdurasi 7-8 menit, memeragakan gerak tubuh dan suara tokoh sesuai emosi senang atau sedih serta memanfaatkan properti pendukung peran (8 menit).
- Kelompok 6 memainkan lakon fabel/cerita sekitar berdurasi 7-8 menit, memeragakan gerak tubuh dan suara tokoh sesuai emosi senang atau sedih serta memanfaatkan properti pendukung peran (8 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tepat setelah pementasan masing-masing kelompok, murid melakukan refleksi dan ulasan lisan secara klasikal terpimpin per kelompok selama 5 menit per kelompok (Kelompok 1 sampai Kelompok 6 secara bergantian), menceritakan tokoh yang dimainkan dan jalan cerita sederhana dengan kosakata sehari-hari (kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan nama tokoh yang diperankannya, menyebutkan emosi senang/sedih yang dialami tokoh, dan menceritakan inti peristiwa peran dengan kosakata sehari-hari) (22 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja identifikasi properti dan memberikan apresiasi umum atas partisipasi seluruh murid dalam pementasan lakon dan refleksi (6 menit).
- Guru bersama murid merangkum perjalanan belajar Bab 4 'Berkreasi dan Berkolaborasi' serta menutup pertemuan dengan doa bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: Bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca lembar identifikasi, guru membacakan nama tokoh dengan suara jelas tanpa mengubah gambar pilihan atau memberi petunjuk jawaban.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan fisik panggung dan kesiapan properti kelompok sebelum asesmen dimulai melalui konfirmasi kelengkapan peran masing-masing anggota (acuan kesiapan: setiap kelompok telah memegang properti yang sesuai perannya).
Proses:- Pencatatan langsung pada lembar observasi guru saat murid mengerjakan tugas identifikasi properti, memainkan lakon kelompok, dan menyampaikan refleksi lisan.
Sumatif Bab:- Unjuk kerja pementasan lakon sederhana berkelompok dan lembar identifikasi bergambar disertai refleksi lisan serentak: Penampilan kelompok dalam memainkan lakon dengan peragaan gerak-suara beremosi serta pemanfaatan properti, lembar identifikasi gambar properti peran, dan penuturan lisan sederhana tentang cerita yang dipentaskan
- identifikasi visual serentak: lembar kerja mencocokkan/melingkari gambar properti yang sesuai dengan peran tokoh (misal caping untuk petani, wortel/telinga kelinci untuk kelinci) yang dikerjakan 28 murid secara bersamaan (20 menit; kelompok; instrumen: lembar cek visual dan kunci jawaban)
- unjuk kerja pementasan kelompok: penampilan kelompok (terdiri dari 4-5 murid per kelompok, total 6 kelompok tampil bergantian masing-masing 7-8 menit) dalam memainkan lakon fabel/cerita sekitar, menunjukkan tiruan gerak tubuh dan suara tokoh sesuai emosi (senang/sedih), serta pembawaan karakter peran yang dipilih (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemeranan lakon)
- ulasan lisan terpimpin: penuturan lisan menggunakan kosakata sehari-hari mengenai cerita dan tokoh yang dimainkan atau ditonton, dilakukan secara klasikal terpimpin per kelompok tepat setelah kelompok selesai tampil (sekitar 5 menit per kelompok untuk 6 kelompok) (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi respon lisan)
Sumatif:- Unjuk kerja pementasan lakon sederhana berkelompok dan lembar identifikasi bergambar disertai refleksi lisan serentak: Penampilan kelompok dalam memainkan lakon dengan peragaan gerak-suara beremosi serta pemanfaatan properti, lembar identifikasi gambar properti peran, dan penuturan lisan sederhana tentang cerita yang dipentaskan
- identifikasi visual serentak: lembar kerja mencocokkan/melingkari gambar properti yang sesuai dengan peran tokoh (misal caping untuk petani, wortel/telinga kelinci untuk kelinci) yang dikerjakan 28 murid secara bersamaan (20 menit; kelompok; instrumen: lembar cek visual dan kunci jawaban)
- unjuk kerja pementasan kelompok: penampilan kelompok (terdiri dari 4-5 murid per kelompok, total 6 kelompok tampil bergantian masing-masing 7-8 menit) dalam memainkan lakon fabel/cerita sekitar, menunjukkan tiruan gerak tubuh dan suara tokoh sesuai emosi (senang/sedih), serta pembawaan karakter peran yang dipilih (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemeranan lakon)
- ulasan lisan terpimpin: penuturan lisan menggunakan kosakata sehari-hari mengenai cerita dan tokoh yang dimainkan atau ditonton, dilakukan secara klasikal terpimpin per kelompok tepat setelah kelompok selesai tampil (sekitar 5 menit per kelompok untuk 6 kelompok) (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi respon lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Properti/Alat Bantu Peran (TP 1.4.2) | Hanya mencocokkan/melingkari 1 gambar properti secara tepat dari 4 butir acuan (acuan kunci: 1-caping untuk petani, 2-telinga kelinci & wortel untuk kelinci, 3-stetoskop untuk dokter, 4-telinga kucing & ekor untuk kucing). | Mencocokkan/melingkari 2 gambar properti secara tepat dari 4 butir acuan. | Mencocokkan/melingkari 3 gambar properti secara tepat dari 4 butir acuan. | Mencocokkan/melingkari seluruh 4 gambar properti secara tepat sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri. | | Meniru Gerak dan Suara Beremosi (TP 1.4.1) | Belum menirukan gerak tubuh maupun suara yang menggambarkan emosi senang atau sedih tokoh. | Menirukan gerak tubuh atau suara beremosi senang/sedih namun masih ragu-ragu dan membutuhkan arahan guru. | Menirukan gerak tubuh dan suara sesuai emosi senang atau sedih tokoh lakon secara konsisten. | Menirukan gerak tubuh dan variasi suara sesuai emosi senang dan sedih tokoh secara konsisten dan meyakinkan sepanjang lakon. | | Eksplorasi Peran dan Memainkan Lakon (TP 1.4.3 & TP 1.4.4) | Belum terlibat aktif dalam memainkan peran dan alur lakon bersama kelompoknya. | Terlibat memainkan peran tokoh dalam lakon namun membutuhkan dorongan guru agar menyelesaikan adegan. | Memainkan peran tokoh sesuai alur adegan lakon bersama kelompok dari awal hingga akhir. | Memainkan peran tokoh secara terpadu bersama kelompok dengan pemanfaatan properti secara mandiri dan lancar. | | Menceritakan Karya Peran secara Lisan (TP 1.4.5) | Belum mampu menceritakan tokoh atau adegan yang dimainkan meski dipandu pertanyaan pemantik. | Menceritakan nama tokoh yang dimainkan dengan kosakata sehari-hari setelah diberi rangsangan pertanyaan dari guru. | Menceritakan peran tokoh dan pengalaman bermain lakon secara runtut menggunakan kosakata sehari-hari (memenuhi kriteria: nama tokoh, emosi peran, dan inti adegan). | Menceritakan peran tokoh, emosi yang dimainkan, serta kesan jalannya lakon secara jelas, mandiri, dan runtut menggunakan kosakata sehari-hari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok mampu menampilkan lakon sederhana dan memanfaatkan properti secara teratur dalam alokasi waktu yang tersedia?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam mengekspresikan emosi tokoh melalui gerak dan suara serta menceritakannya kembali secara lisan?
Murid:- Bagian mana dari peran lakonmu hari ini yang paling kamu sukai saat tampil di depan kelas?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil bermain peran dan menggunakan properti bersama kelompokmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD Kelas I
- Kartu bergambar emoji/karakter tokoh senang dan sedih
- Ruang kelas yang dilapangkan untuk aktivitas olah gerak tubuh
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD Kelas I (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek)
- Naskah dongeng fabel pendek 'Kancil dan Burung Pipit'
- Kartu gambar karakter tokoh fabel dengan ekspresi senang dan sedih
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Kotak Misteri Properti Fabel berisi bando telinga kelinci, topeng moncong buaya, sayap kupu-kupu karton/kain, tempurung kura-kura dari kardus
- Set kartu gambar properti fabel dan papan gambar 4 karakter tokoh fabel (Kelinci, Buaya, Kupu-kupu, Kura-kura)
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
- Benda konkret/properti panggung sederhana: caping, cangkul kardus, stetoskop mainan, peluit, spidol, buku, spatula mainan
- Kartu gambar tokoh di sekitar dan gambar properti
- Lembar Kerja Siswa: Memasangkan Properti Tokoh
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek)
- Kartu gambar 3 profesi tokoh di sekitar (Petani, Dokter, Pedagang)
- Ruang kelas yang ditata lapang untuk area gerak teater
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab IV 'Berkreasi dan Berkolaborasi'.
- Kartu gambar 4 tokoh fabel (Kancil, Kura-kura, Burung Gagak, Beruang Lembut).
- Ruang kelas/area terbuka untuk panggung gerak.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 4: Berkreasi dan Berkolaborasi.
- Area panggung sederhana di ruang kelas.
- Penanda lantai (lakban warna) untuk batas area panggung.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, Edisi Revisi)
- Naskah skenario lakon fabel sederhana 'Tolong-Menolong di Hutan'
- Panggung mini atau area pentas ruang kelas
- Lembar Kerja Murid (Identifikasi Bergambar Properti Peran)
- Properti panggung sederhana (topi caping, bando telinga hewan, stetoskop mainan, wortel mainan, ekor tiruan)
|