Modul AjarPertemuan 6Bab 3Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Bermain Pantomim Profesi (Bagian 2): Tampil di Depan Kelas

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 1 dengan topik "Bermain Pantomim Profesi (Bagian 2): Tampil di Depan Kelas". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Bermain Pantomim Profesi (Bagian 2): Tampil di Depan Kelas

Seni Teater - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bermain Pantomim Profesi (Bagian 2): Tampil di Depan Kelas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBermain Pantomim Profesi (Bagian 2): Tampil di Depan Kelas
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memperagakan gerak tubuh dan ekspresi wajah karakter profesi pilihan di depan kelas secara mandiri dalam pertunjukan pantomim profesi.
  2. Murid dapat menceritakan pengalaman dan emosi yang dirasakan saat memperagakan pantomim profesi di depan kelas menggunakan kosakata sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang masih ingat profesi apa yang sudah kita latih di pertemuan sebelumnya?
  2. Bagaimana perasaan kalian ketika akan tampil di depan teman-teman?
  3. Apa yang paling kalian suka dari bermain pantomim profesi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan murid.
  • Guru melakukan pemanasan ringan dengan gerakan peregangan tubuh sambil bernyanyi lagu anak-anak yang ceria (asesmen awal: mengamati kesiapan fisik dan emosional murid).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk menggali pengalaman sebelumnya dan membangun antusiasme murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: tampil pantomim profesi di depan kelas dan menceritakan pengalamannya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan mengingatkan kembali profesi yang sudah dipilih dan dilatih pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru mencontohkan bagaimana cara tampil yang baik di depan kelas: berdiri tegak, menghadap penonton, dan memulai gerakan dengan jelas.
  • Guru menjelaskan aturan pertunjukan: setiap murid tampil satu per satu, teman-teman yang menonton harus menebak profesi yang diperagakan, dan setelah tampil murid akan menceritakan pengalamannya.
  • Guru mengajak murid berlatih sekali lagi secara singkat di tempat duduk masing-masing (gerakan kecil) agar lebih percaya diri.
  • Guru memberikan dukungan verbal: 'Ibu yakin kalian semua sudah siap dan pasti hebat!'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengatur area pertunjukan: murid yang tampil di depan, murid lain duduk sebagai penonton.
  • Guru memanggil murid secara bergiliran untuk tampil pantomim profesi di depan kelas (dapat menggunakan urutan acak atau sukarela).
  • Setiap murid memperagakan pantomim profesi pilihannya selama 1-2 menit dengan gerak tubuh dan ekspresi wajah yang jelas.
  • Setelah selesai peragaan, guru dan teman-teman menebak profesi yang diperagakan.
  • Guru memberikan apresiasi hangat dengan tepuk tangan untuk setiap penampilan.
  • Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati kejelasan gerak tubuh, ekspresi wajah, dan kepercayaan diri murid saat tampil.
  • Guru memastikan semua murid mendapat giliran tampil dan merasa dihargai.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua murid tampil, guru mengajak duduk melingkar kembali untuk sesi berbagi pengalaman.
  • Guru meminta setiap murid menceritakan pengalamannya saat tampil dengan pertanyaan pemandu: 'Bagaimana perasaanmu saat tampil tadi? Apa yang paling menyenangkan? Apa yang masih sulit?'
  • Guru mendorong murid menggunakan kosakata sehari-hari untuk mengungkapkan emosi mereka (senang, gugup, bangga, takut, seru, dll).
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif untuk setiap murid.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita sudah berani tampil di depan teman-teman dan belajar mengungkapkan perasaan kita.'
  • Guru melakukan asesmen akhir melalui observasi kemampuan murid menceritakan pengalaman dan emosinya.

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan positif kepada seluruh murid atas keberanian dan usaha mereka.
  • Guru mengajak murid melakukan ice breaking ringan atau gerakan relaksasi untuk melepas ketegangan.
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi sederhana (gambar emoji atau lingkaran warna untuk menunjukkan perasaan).
  • Guru menutup pembelajaran dengan menyampaikan apresiasi dan mengajak berdoa bersama.
  • Guru memberikan gambaran singkat tentang kegiatan selanjutnya.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum percaya diri dapat memilih profesi dengan gerakan yang lebih sederhana atau yang sudah sangat dikuasai.
  • Proses: Murid yang masih gugup dapat tampil berpasangan atau didampingi guru. Murid yang sudah percaya diri dapat tampil lebih dulu untuk memberikan contoh kepada teman-temannya. Murid yang kesulitan berbicara dapat menggunakan gambar atau gesture untuk menceritakan pengalamannya.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat menambahkan properti imajiner atau variasi gerakan lebih detail. Murid yang masih belajar cukup menampilkan gerakan dasar profesi dengan jelas.

ASESMEN

Awal:

  • Mengamati kesiapan fisik dan emosional murid saat pemanasan.
  • Mendengarkan respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui kesiapan mental tampil di depan kelas.

Proses:

  • Observasi langsung selama murid memperagakan pantomim profesi: mencatat kejelasan gerak, ekspresi, dan kepercayaan diri.
  • Memberikan umpan balik langsung secara lisan kepada setiap murid setelah tampil.
  • Mencatat interaksi murid sebagai penonton: apakah mereka menghargai penampilan teman, dapat menebak profesi, dan memberi dukungan.

Akhir:

  • Observasi saat murid menceritakan pengalaman dan emosi setelah tampil: kelengkapan cerita, penggunaan kosakata emosi, dan kejelasan penyampaian.
  • Lembar refleksi visual (emoji/warna) untuk mengukur kepuasan dan pemahaman murid terhadap kegiatan.
  • Penilaian menggunakan rubrik holistik untuk kedua tujuan pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi selama murid tampil pantomim: kejelasan gerak tubuh, ekspresi wajah, dan kepercayaan diri.
  • Observasi saat murid menceritakan pengalaman: kemampuan mengungkapkan emosi dengan kosakata sehari-hari.
  • Catatan anekdot tentang partisipasi dan perkembangan individual murid.

Sumatif:

  • Penilaian kinerja (performance assessment) berdasarkan rubrik untuk aspek peragaan pantomim dan refleksi verbal.
  • Dokumentasi foto/video sebagai portofolio perkembangan murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peragaan Gerak Tubuh dan Ekspresi Wajah Pantomim ProfesiMurid belum dapat memperagakan gerak tubuh dan ekspresi wajah yang menggambarkan profesi pilihan, membutuhkan bimbingan penuh dari guru.Murid dapat memperagakan beberapa gerak tubuh namun ekspresi wajah masih kurang jelas atau gerakan masih ragu-ragu, membutuhkan dorongan dari guru.Murid dapat memperagakan gerak tubuh dan ekspresi wajah yang menggambarkan profesi dengan cukup jelas, meskipun masih ada beberapa gerakan yang kurang detail.Murid dapat memperagakan gerak tubuh dan ekspresi wajah yang menggambarkan profesi dengan sangat jelas, detail, dan percaya diri tanpa bantuan guru.
Menceritakan Pengalaman dan Emosi dengan Kosakata Sehari-hariMurid belum dapat menceritakan pengalaman atau emosinya, hanya diam atau mengangguk/menggeleng saja.Murid dapat menyebutkan satu atau dua kata tentang perasaannya (senang/takut) namun belum dapat menceritakan pengalaman secara lengkap.Murid dapat menceritakan pengalaman dan emosi yang dirasakannya dengan 2-3 kalimat sederhana menggunakan kosakata sehari-hari.Murid dapat menceritakan pengalaman dan emosi yang dirasakannya dengan lancar, runtut, dan jelas menggunakan kosakata sehari-hari yang bervariasi.
Kepercayaan Diri Tampil di Depan KelasMurid sangat gugup, menolak tampil, atau menangis saat diminta tampil di depan kelas.Murid bersedia tampil namun masih sangat gugup, sering menunduk, atau suara sangat pelan.Murid tampil dengan cukup percaya diri, sesekali masih terlihat gugup namun dapat menyelesaikan peragaan.Murid tampil dengan sangat percaya diri, berani menghadap penonton, dan menikmati proses tampil di depan kelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan tampil dan merasa dihargai?
  • Bagaimana saya memfasilitasi murid yang masih gugup atau kurang percaya diri?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya tingkatkan dalam memberikan umpan balik kepada murid?
  • Apakah prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sudah terwujud dalam pembelajaran hari ini?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah tampil pantomim profesi di depan kelas?
  • Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan hari ini?
  • Apa yang masih sulit bagimu saat tampil?
  • Profesi apa yang ingin kamu peragakan lagi di lain waktu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) - Bab III Serunya Bermain Pantomim
  2. Lembar Kerja Murid Kegiatan 2 - Bermain Pantomim Profesi
  3. Lembar refleksi visual (emoji/warna) untuk murid
  4. Ruang yang luas (kelas atau lapangan) untuk area pertunjukan
  5. Musik pengiring (opsional) untuk menciptakan suasana menyenangkan
  6. Alat dokumentasi (kamera/HP) untuk portofolio murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.