MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 3 — Serunya Bermain Pantomim INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Serunya Bermain Pantomim |
|---|
| Alokasi Waktu | 28 JP (28 x 35 menit = 980 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.3.1 Mengamati dan meniru gerak tubuh sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dalam bermain pantomim profesi
- TP 1.3.2 Mengenali emosi selama proses berseni teater saat memperagakan pantomim profesi
- TP 1.3.3 Menceritakan sebuah karya pantomim dengan kosakata sehari-hari
- TP 1.3.4 Menunjukkan jenis-jenis properti/alat bantu berupa benda di sekitar yang dapat mendukung permainan peran pantomim
- TP 1.3.5 Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar dalam adegan pantomim
- TP 1.3.6 Memainkan sebuah lakon pertunjukan pantomim peristiwa
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana gerakan tubuh dokter saat merasa senang melihat pasiennya sembuh?
- Bisakah kita menunjukkan rasa senang hanya dengan gerakan tubuh tanpa mengeluarkan suara?
- Bagaimana gerakan tubuh seseorang ketika merasa sangat lelah setelah mencangkul di sawah?
- Bagaimana gerakan tubuh koki yang bersemangat saat memasak makanan lezat di dapur?
- Bagaimana perasaan hatimu saat mencoba bergerak tanpa bersuara menirukan profesi tertentu?
- Simbol emoji apa yang paling cocok untuk menggambarkan perasaanmu setelah bermain teater pantomim hari ini?
- Apa yang sedang dilakukan temanmu ketika kedua tangannya memegang setir imajiner dan menginjak pedal?
- Bagaimana caramu menceritakan gerakan yang baru saja kamu lihat kepada teman sebangkumu?
- Jika kita memegang pensil atau penggaris, benda itu bisa kita bayangkan menjadi alat apa saja saat bermain peran?
- Bagaimana sebuah penghapus atau buku tulis bisa membantu kita menunjukkan sebuah peran tanpa bersuara?
- Benda apa saja yang ada di ruang kelas kita selain buku dan pensil?
- Bagaimana sebuah sapu atau kursi bisa kita jadikan alat bantu saat bermain pantomim?
- Siapa saja orang yang sering kalian lihat bekerja dan beraktivitas di lingkungan sekolah kita?
- Bagaimana gerakan tubuh seseorang ketika sedang menyapu halaman atau menulis di papan tulis tanpa mengeluarkan suara?
- Siapa saja orang yang sering kalian jumpai di sekitar rumah kalian?
- Bagaimana gerakan tubuh orang tua, penjual sayur, atau tetangga saat sedang melakukan kegiatannya tanpa berbicara?
- Bagaimana cara kita menceritakan peristiwa kehujanan hanya dengan gerak tubuh tanpa bersuara?
- Bagaimana kita membagi peran agar pertunjukan pantomim bersama kelompok terlihat seperti kejadian nyata?
- Bagaimana caramu menunjukkan profesi dan perasaan tokoh hanya dengan gerak tubuh tanpa suara?
- Benda apa saja di ruang kelas kita yang bisa kamu tunjukkan untuk mendukung cerita pantomim kelompokmu?
- Bagaimana perasaanmu setelah bermain pantomim bersama teman-teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati dan Meniru Gerak Tubuh Guru Mengomunikasikan Emosi Senang pada Pantomim Profesi Dokter — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengamati dan meniru gerak tubuh sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dalam bermain pantomim profesi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu pemanasan gerak tubuh ringan (menggoyangkan pundak dan melompat kecil) untuk kesiapan fisik (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan mengamati dan meniru gerak tubuh pantomim profesi dokter dengan emosi senang tanpa suara (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan melakukan 2 gerak tubuh emosi dokter: (1) tersenyum lebar sambil mengacungkan dua jempol; (2) menunduk lesu sambil mengelus dahi. Murid diminta melompat satu kali jika gerak tersebut menunjukkan emosi senang (acuan jawaban benar: murid melompat saat guru memeragakan gerak 1 tersenyum dan dua jempol, serta diam saat gerak 2 menunduk lesu) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan adegan pantomim tanpa suara sebagai dokter yang sedang memeriksa detak jantung pasien imajiner menggunakan stetoskop imajiner, lalu mengamati hasil pemeriksaan dengan wajah tersenyum lebar dan mengangguk-angguk gembira (5 menit).
- Murid mengamati secara seksama rincian 3 gerak tubuh dokter berekspresi senang yang dicontohkan guru: (1) kedua tangan memegang stetoskop imajiner di dada lalu mengacungkan jempol; (2) mengelus dada lega sambil tersenyum lebar; (3) melompat kecil penuh kegembiraan sambil tepuk tangan tanpa suara (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengajak murid memainkan permainan 'Cermin Dokter Bahagia', di mana murid secara serentak menjadi cermin yang langsung menirukan ketiga rangkaian gerak tubuh dokter senang yang diperagakan guru di depan kelas secara bertahap tanpa bersuara (10 menit).
- Murid secara mandiri menirukan kembali rangkaian 3 gerak tubuh pantomim profesi dokter senang: (1) memeriksa dada pasien imajiner lalu acung jempol, (2) mengelus dada lega sambil tersenyum, dan (3) melompat kecil gembira tanpa suara, sementara guru melakukan observasi formatif proses (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan menanyakan bagian gerak tubuh mana yang paling jelas memperlihatkan rasa senang saat menjadi dokter (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid melakukan cek pemahaman akhir: guru menyebutkan kode 'Dokter Pasien Sembuh!' dan seluruh murid serentak menunjukkan pose gerak tubuh dokter senang (tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol ke depan dada) tanpa suara (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid bergerak tanpa bersuara, menyampaikan rencana kegiatan meniru emosi lain pada pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh peragaan gerak berulang dengan tempo lebih lambat untuk murid yang membutuhkan pengamatan lebih detail.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru mendampingi dengan menirukan gerak bersama di samping murid; bagi murid yang cepat menangkap gerak, diberikan kesempatan memimpin tempo gerak pantomim di barisannya.
- Produk: Tingkat kelancaran dan ketepatan murid dalam meniru 3 rangkaian gerak tubuh dokter senang tanpa jeda ragu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik gerak tubuh responsif: Guru memperagakan 2 gerak tubuh dokter: (1) tersenyum lebar sambil mengacungkan dua jempol; (2) menunduk lesu sambil mengelus dahi. Murid melompat jika gerak menunjukkan emosi senang (acuan: gerak 1 = melompat [emosi senang]; gerak 2 = diam [emosi sedih/lelah]).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menirukan 3 rangkaian gerak tubuh dokter senang: (1) gestur memeriksa stetoskop lalu acung jempol, (2) gestur mengelus dada lega tersenyum lebar, (3) gestur melompat kecil gembira tanpa suara.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir peragaan serentak: Murid memeragakan pose gerak tubuh dokter senang (tersenyum lebar dan mengacungkan jempol tanpa suara) saat aba-aba 'Dokter Pasien Sembuh!' diberikan (kriteria penerimaan: gestur tubuh tegak, jempol terangkat, dan mimik senyum tanpa mengeluarkan suara).
Formatif:- Observasi unjuk kerja meniru gerak tubuh pantomim profesi dokter berekspresi senang menggunakan rubrik penilaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meniru Gerak Tubuh Pantomim Profesi Dokter (Emosi Senang) | Belum mampu menirukan gerak tubuh dokter berekspresi senang atau masih bersuara penuh saat bergerak. | Mampu menirukan 1 dari 3 gerak tubuh dokter berekspresi senang (memeriksa dada/acung jempol, mengelus dada lega, atau melompat kecil) tanpa bersuara dengan bimbingan guru penuh. | Mampu menirukan 2 sampai 3 gerak tubuh dokter berekspresi senang (memeriksa dada/acung jempol, mengelus dada lega, melompat kecil) tanpa bersuara secara mandiri. | Mampu menirukan seluruh 3 gerak tubuh dokter berekspresi senang (memeriksa dada/acung jempol, mengelus dada lega, melompat kecil) tanpa bersuara secara runtut, lancar, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan gerak tubuh yang mengomunikasikan emosi senang dengan gerak biasa tanpa suara?
- Bagian rangkaian gerak pantomim dokter mana yang paling mudah dan paling sulit ditiru oleh murid?
Murid:- Gerakan dokter mana yang paling kamu sukai saat menunjukkan rasa senang?
- Apakah kamu merasa senang saat bergerak menjadi dokter tanpa berbicara tadi?
Pertemuan 2 — Meniru Gerak Tubuh Mengomunikasikan Emosi Lelah dan Semangat dalam Bermain Pantomim Profesi Petani dan Koki — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengamati dan meniru gerak tubuh sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dalam bermain pantomim profesi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperagakan 2 gerak tubuh singkat: (1) membungkuk sambil menyeka dahi perlahan (acuan: emosi lelah), dan (2) berdiri tegap sambil mengepalkan tangan ke atas dengan lincah (acuan: emosi semangat); murid diminta menebak emosi dari gerak tubuh tersebut secara serempak (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati dan meniru gerak tubuh tanpa suara yang mengomunikasikan emosi lelah dan semangat pada profesi petani dan koki (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan pantomim guru yang menampilkan 4 variasi gerak tubuh profesi dan emosi: (1) Petani lelah: berjalan gontai, bahu turun, menyeka keringat di dahi dengan lambat; (2) Petani semangat: melangkah tegap, mengayun cangkul imajiner dengan bertenaga; (3) Koki lelah: bahu merosot, memegang pinggang, mengaduk sup imajiner dengan sangat pelan; (4) Koki semangat: tersenyum lebar, memotong sayuran imajiner dengan gerakan tangan cepat dan lincah (acuan: 4 deskripsi gerak tubuh dan emosi tersebut) (15 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi ciri-ciri gerak tubuh yang membedakan emosi lelah (tempo lambat, tenaga lemah/kendur, bahu merosot) dan emosi semangat (tempo cepat, tenaga kuat, tubuh tegak) melalui tanya jawab terbimbing (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan peragaan menyenangkan 'Patung Petani dan Koki': guru menyebutkan salah satu dari 4 perintah acak: (1) 'Petani Lelah', (2) 'Petani Semangat', (3) 'Koki Lelah', atau (4) 'Koki Semangat', lalu murid secara serempak langsung menirukan gerak tubuh pantomim yang sesuai dan membeku menjadi patung selama hitungan 1-2-3 (acuan kesesuaian: gerak lambat/bahu turun untuk lelah, gerak cepat/bertenaga untuk semangat) (20 menit).
- Secara berpasangan bergantian, Murid A memperagakan 1 gerak tubuh pantomim (memilih antara petani/koki dengan emosi lelah/semangat) dan Murid B menirukan kembali gerak tubuh pasangannya secara presisi tanpa bersuara, kemudian berganti peran (acuan: peniruan gerak tubuh mencakup postur tubuh dan tempo gerak sesuai emosi yang dipilih) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dengan tenang (mindful), menyadari perubahan sensasi tubuh ketika berganti dari memperagakan gerak lelah (tubuh lemas/berat) ke gerak semangat (tubuh ringan/bertenaga) (10 menit).
Penutup:- Guru melakukan cek pemahaman akhir melalui peragaan cepat: 2 murid sukarelawan memperagakan gerak tubuh pantomim di depan kelas (satu gerak petani lelah dan satu gerak koki semangat), sementara murid lain menunjukkan kartu jempol ke atas jika gerak tubuh tepat mengomunikasikan emosi tersebut (acuan: ketepatan postur dan tempo gerak sesuai emosi) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keberanian murid mengekspresikan emosi lewat gerak tubuh pantomim, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar profesi petani dan koki dengan ikon ekspresi lelah dan semangat untuk membantu murid yang membutuhkan petunjuk visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dengan mencontohkan gerak bagian tubuh satu per satu (misal: gerak bahu dulu, lalu tangan). Bagi murid yang cepat menguasai, diberikan tantangan menirukan rangkaian 2 gerak berpindah sekaligus (misal: dari petani semangat mencangkul berubah menjadi petani lelah beristirahat).
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan peniruan gerak tubuh pantomim sesuai kriteria; murid bebas memilih mendemonstrasikan fokus pada profesi petani atau koki.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tebak gerak tubuh emosi: Guru memperagakan 2 gerak tubuh tanpa suara di depan kelas: (1) gerak membungkuk lemas sambil menyeka dahi perlahan (acuan jawaban: emosi lelah); (2) gerak berdiri tegap lincah sambil mengepalkan tangan (acuan jawaban: emosi semangat). Murid secara lisan menebak emosi yang dikomunikasikan.
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja peniruan gerak tubuh pantomim: Mengamati ketepatan murid menirukan gerak tubuh petani dan koki pada 2 kategori emosi: (1) Emosi lelah: postur membungkuk/bahu turun, tempo gerak lambat; (2) Emosi semangat: postur tegak/terbuka, tempo gerak bertenaga/cepat (acuan: kesesuaian gerak tubuh dengan indikator emosi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan: Pengamatan terhadap kemampuan murid mengidentifikasi dan merespons ketepatan 2 gerak pantomim rekan (petani lelah dan koki semangat) dengan acuan: petani lelah ditandai langkah gontai dan menyeka peluh perlahan; koki semangat ditandai gerakan memotong/mengaduk cepat dan tubuh tegap.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja peniruan gerak tubuh pantomim mengomunikasikan emosi lelah dan semangat (profesi petani dan koki) saat permainan dan kerja berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meniru gerak tubuh mengomunikasikan emosi lelah (petani/koki) | Belum mampu menirukan gerak tubuh emosi lelah (tubuh tetap tegak kaku atau bergerak sangat cepat tanpa menampilkan ciri lemas/lambat) meskipun dibimbing guru. | Mampu menirukan 1 ciri gerak tubuh emosi lelah (misalnya hanya bahu merosot atau hanya gerak lambat) dengan bimbingan guru. | Mampu menirukan gerak tubuh emosi lelah secara tepat (menampilkan postur tubuh membungkuk/lemas dan tempo gerak lambat) secara mandiri. | Mampu menirukan seluruh variasi gerak tubuh emosi lelah pada kedua profesi (petani lelah dan koki lelah) secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa ragu. | | Meniru gerak tubuh mengomunikasikan emosi semangat (petani/koki) | Belum mampu menirukan gerak tubuh emosi semangat (gerakan pasif, loyo, dan tidak bertenaga) meskipun diarahkan guru. | Mampu menirukan 1 ciri gerak tubuh emosi semangat (misalnya hanya tangan mengepal atau melangkah cepat) dengan bimbingan guru. | Mampu menirukan gerak tubuh emosi semangat secara tepat (menampilkan postur tegak dan tempo gerak lincah bertenaga) secara mandiri. | Mampu menirukan seluruh variasi gerak tubuh emosi semangat pada kedua profesi (petani semangat dan koki semangat) secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan penggunaan tenaga dan tempo gerak tubuh saat menirukan emosi lelah dan semangat?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami cara mengomunikasikan emosi melalui gerak pantomim tanpa suara?
Murid:- Gerakan mana yang paling kamu sukai saat bermain tadi, menjadi petani atau koki?
- Bagaimana rasanya di tubuhmu saat menirukan gerakan orang yang sedang bersemangat?
Pertemuan 3 — Mengenali Emosi Selama Proses Berseni Teater Saat Memperagakan Pantomim Profesi Menggunakan Simbol Emosi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.2 Mengenali emosi selama proses berseni teater saat memperagakan pantomim profesi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman meniru gerak pantomim profesi sebelumnya, lalu memperkenalkan 3 kartu simbol emosi: (1) Simbol Senang (gambar wajah tersenyum lebar), (2) Simbol Lelah/Capek (gambar wajah lesu berkeringat), dan (3) Simbol Bingung/Malu (gambar wajah mata berputar/pipi merah) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu simbol emosi satu per satu dan meminta murid menunjukkan gestur tubuh sederhana yang cocok untuk emosi tersebut (acuan: kartu senang disambut loncatan riang/senyum; kartu lelah disambut bahu turun/menghela napas; kartu bingung disambut garuk kepala/tangan terangkat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan teladan memperagakan pantomim sederhana profesi dokter (memeriksa detak jantung) dan koki (mengaduk adonan sup panas), lalu mengangkat kartu simbol emosi yang dirasakan selama proses berseni teater tersebut (misalnya: merasa senang saat memeriksa pasien, merasa lelah saat mengaduk adonan berat) (10 menit).
- Murid menyimak dan mengenali makna ketiga simbol emosi dalam konteks berseni teater: Simbol Senang (merasa gembira dan bersemangat saat memeragakan gerak), Simbol Lelah (merasa capek pada otot tubuh saat menahan pose), dan Simbol Bingung (merasa ragu atau belum yakin dengan bentuk gerak tubuh yang diperagakan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Setiap murid menerima 3 stik simbol emosi (stik senang, stik lelah, stik bingung) yang dibagikan oleh guru untuk digunakan selama latihan (5 menit).
- Murid secara bergiliran dalam kelompok kecil (4-5 murid) memperagakan gerak pantomim profesi pilihan: (1) Profesi Petani mencangkul sawah, (2) Profesi Koki memotong sayur, atau (3) Profesi Dokter menyuntik pasien tanpa suara selama 1-2 menit (20 menit).
- Segera setelah selesai memperagakan gerakan, murid langsung memilih dan mengangkat 1 dari 3 stik simbol emosi untuk menunjukkan emosi yang benar-benar dialaminya selama proses memperagakan gerak pantomim tersebut (acuan pilihan simbol: stik Senang jika merasa gembira/seru, stik Lelah jika merasa capek/pegal, atau stik Bingung jika merasa canggung/ragu) (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid duduk melingkar, lalu guru menunjuk beberapa murid secara acak untuk menunjukkan stik emosi yang dipilihnya dan menyebutkan nama emosinya dengan kata sederhana: 'Saya merasa senang', 'Saya merasa lelah', atau 'Saya merasa bingung' saat memperagakan gerak profesi tadi (15 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa semua emosi yang dirasakan selama berseni teater pantomim—baik senang, lelah, maupun bingung—adalah pengalaman yang wajar dan berharga untuk dikenali (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara mengenali emosi diri sendiri menggunakan kartu simbol emosi saat berseni teater pantomim (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran murid mengenali emosinya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu simbol emosi berukuran besar dengan warna kontras (Senang: Kuning, Lelah: Biru, Bingung: Oranye) untuk memudahkan identifikasi visual bagi semua murid.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu memilih simbol emosi, guru mendampingi dengan pertanyaan pancingan langsung ('Saat tadi mengaduk adonan, tanganmu pegal atau hatimu gembira?'); bagi murid yang sudah cepat, diminta memilih 2 simbol jika merasakan kombinasi emosi (misal: senang sekaligus lelah).
- Produk: Pengenalan emosi diwujudkan dengan mengangkat stik simbol emosi atau menunjuk gambar emosi pada papan pilihan bagi murid yang belum percaya diri mengangkat stik secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab peragaan respons emosi: Guru memperlihatkan 3 kartu simbol emosi satu per satu. Guru meminta murid menunjukkan respons tubuh yang sesuai dengan simbol itu. Acuan pengamatan: (1) Kartu Senang direspons senyum/loncatan ceria; (2) Kartu Lelah direspons bahu turun/menghela napas; (3) Kartu Bingung direspons garuk kepala/tangan terbuka ke atas.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid selesai memperagakan pantomim profesi: Guru mencatat ketepatan dan kemandirian murid dalam mengenali emosinya dengan mengangkat salah satu dari 3 simbol emosi (Senang, Lelah, Bingung) sesuai dengan kondisi tubuh/perasaannya sendiri tanpa meniru pilihan teman.
Akhir Pertemuan:- Cek pengenalan emosi akhir sesi: Murid secara mandiri menempelkan 1 stiker emoji (pilihan: Senang, Lelah, Bingung) pada lembar refleksi diri di kolom nama masing-masing untuk menandai emosi dominan selama proses berseni teater hari ini (kriteria penerimaan: murid memilih tepat 1 dari 3 simbol emosi yang disediakan dan mampu menyebutkan nama emosi pilihannya saat ditanya guru).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pemilihan stik simbol emosi sesaat setelah memperagakan pantomim profesi
- Pemeriksaan lembar/catatan ceklis pengenalan emosi diri murid selama proses teater pantomim
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali emosi diri selama proses berseni teater pantomim menggunakan simbol emosi | Belum mampu mengenali emosi diri sendiri dan belum dapat memilih simbol emosi (senang, lelah, bingung) setelah memperagakan pantomim profesi meski telah dibimbing intensif oleh guru. | Mampu memilih salah satu simbol emosi (senang, lelah, bingung) setelah memperagakan pantomim profesi, namun masih memerlukan arahan atau bimbingan guru dalam menghubungkan perasaan fisiknya dengan simbol. | Mampu mengenali emosi diri sendiri secara mandiri dengan memilih dan menunjukkan simbol emosi (senang, lelah, atau bingung) yang sesuai dengan perasaannya setelah memperagakan pantomim profesi. | Mampu mengenali emosi diri sendiri secara mandiri dan konsisten, serta spontan menunjukkan simbol emosi yang tepat dan dapat menyebutkan perasaannya dengan yakin tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan simbol emosi konkret (stik emoji) membantu murid kelas 1 mengenali perasaan mereka selama berseni teater pantomim?
- Apakah ada murid yang hanya sekadar meniru simbol yang dipilih teman sebangkunya, dan bagaimana strategi memfasilitasi kejujuran refleksi diri pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Simbol apa yang tadi kamu pilih setelah bermain pantomim profesi?
- Apakah kamu merasa senang atau merasa lelah saat menirukan gerak pantomim tadi?
Pertemuan 4 — Menceritakan Karya Pantomim Peragaan Teman dengan Kosakata Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.3 Menceritakan sebuah karya pantomim dengan kosakata sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka bersama (5 menit).
- Guru melakukan presensi kehadiran dan mengajak murid melakukan gerak peregangan ringan untuk memusatkan perhatian (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menceritakan kembali karya gerak pantomim yang diperagakan oleh teman dengan menggunakan kata-kata sehari-hari (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan: guru memeragakan gerakan pantomim memegang sikat gigi dan menggosok gigi, lalu bertanya, 'Gerakan apa yang sedang Ibu/Bapak lakukan?' (acuan jawaban benar: sikat gigi/menggosok gigi) untuk memetakan kesiapan murid dalam mengenali dan menceritakan tindakan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memeragakan 2 contoh adegan pantomim singkat berturut-turut: Adegan 1 (memancing ikan: melempar joran, menarik tali kail, dan mengangkat ikan besar) dan Adegan 2 (meniup balon: mengambil balon imajiner, meniup pipi mengembang, dan mengikat ujung balon) (10 menit).
- Guru memberikan contoh cara menceritakan Adegan 1 menggunakan 3 kata kunci sehari-hari: 'Teman kita tadi memegang joran, melempar pancing, lalu menarik ikan yang besar' agar murid memahami struktur cerita gerak pantomim (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan 'Tebak dan Ceritakan Gerak Teman': Guru membagi murid berpasangan (Murid A dan Murid B); Murid A memilih salah satu kartu gerak model pantomim sederhana yang disiapkan guru: Kartu 1 (makan bakso panas: meniup mangkuk lalu menyuap sendok) atau Kartu 2 (kehujanan: membuka payung imajiner lalu melompat menghindari genangan air) (3 menit).
- Murid A memeragakan gerak pantomim pada kartu pilihannya tanpa bersuara selama 1 menit, sementara Murid B mengamati gerak tubuh pasangannya dengan cermat (12 menit).
- Murid B menceritakan secara lisan apa yang dilakukan Murid A dengan menyebutkan minimal 2 tindakan nyata yang dilihat menggunakan kosakata sehari-hari (acuan tindakan Kartu 1: meniup mangkuk/kuah, menyuapkan sendok/makan; acuan tindakan Kartu 2: membuka/memegang payung, melompat/menghindari air) (15 menit).
- Kedua murid bertukar peran: Murid B kini memeragakan kartu pilihan baru: Kartu 3 (menyapu lantai: memegang gagang sapu lalu mengayunkan ke kanan-kiri) atau Kartu 4 (mencuci tangan: menggosok telapak tangan dan menyeka air), lalu Murid A menceritakan adegan pantomim Murid B secara lisan (acuan tindakan Kartu 3: memegang sapu, menggerakkan sapu kotoran; acuan tindakan Kartu 4: menggosok sabun/tangan, menyiram/membilas air) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan bersama guru mengidentifikasi kata-kata sehari-hari apa saja yang paling sering dan tepat digunakan untuk menceritakan gerakan tubuh teman saat bermain pantomim (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid secara sukarela menceritakan kembali di depan kelas adegan pantomim yang telah diperagakan oleh pasangannya dengan panduan pertanyaan guru (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap cerita-cerita gerak pantomim yang telah disampaikan murid dengan kosakata yang sederhana dan tepat (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa gerak tubuh tanpa suara dapat dipahami dan diceritakan kembali menjadi sebuah kisah (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan gerak pantomim dengan gambar simbolik bagi murid yang membutuhkan bantuan visual concretum, serta kartu adegan 3 rangkaian gerak bagi murid yang lebih cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemandu bertahap ('Apa yang dipegang tangan temanmu?', 'Lalu tangannya bergerak ke mana?'), sedangkan murid cepat diminta menceritakan urutan tindakan dari awal hingga akhir secara mandiri.
- Produk: Penyampaian cerita secara lisan dapat berupa 2 kalimat sederhana untuk tingkat dasar atau rangkaian cerita utuh 3-4 kalimat sederhana untuk tingkat mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran saat guru memeragakan gerakan menggosok gigi tanpa suara. Pertanyaan: 'Gerakan apa yang baru saja Ibu/Bapak peragakan?' (Acuan jawaban benar: menggosok gigi / menyikat gigi; kriteria: murid mampu menyebutkan minimal 1 nama kegiatan sesuai gerak yang dilihat).
Proses:- Pengamatan formatif saat kegiatan inti bermain peran berpasangan. Guru mencatat ketepatan murid menceritakan minimal 2 tindakan gerak pantomim teman berdasarkan kartu adegan: Kartu 1 (meniup kuah, menyuap makanan), Kartu 2 (membuka payung, melompati genangan), Kartu 3 (memegang sapu, menyapu lantai), Kartu 4 (menggosok tangan, membasuh air). Kriteria: kosakata yang digunakan relevan dengan tindakan pada kartu acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk salah satu murid memperagakan gerakan 'tidur lalu terbangun kaget' (acuan tindakan: merebahkan kepala/memejamkan mata lalu membuka mata lebar/duduk tegak), kemudian guru meminta 2 murid secara acak menceritakan kembali peristiwa tersebut dengan 1-2 kalimat sehari-hari (kriteria penerimaan: cerita memuat peristiwa tidur dan bangun kaget).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan adegan pantomim pasangannya secara lisan menggunakan instrumen lembar ceklis kosakata sehari-hari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Karya Pantomim Teman dengan Kosakata Sehari-hari | Belum mampu menceritakan gerak pantomim teman, atau cerita yang disampaikan tidak sesuai dengan tindakan pantomim yang diperagakan meski telah diberi pertanyaan pemandu. | Mampu menceritakan gerak pantomim teman dengan menyebutkan 1 tindakan gerak secara tepat menggunakan kosakata sehari-hari dengan bantuan bimbingan pertanyaan pemandu guru. | Mampu menceritakan gerak pantomim teman secara mandiri dengan menyebutkan minimal 2 tindakan gerak secara tepat sesuai adegan yang diperagakan menggunakan kosakata sehari-hari. | Mampu menceritakan gerak pantomim teman secara mandiri dan lengkap (3 tindakan berurutan) sesuai alur peragaan menggunakan ragam kosakata sehari-hari yang tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid kelas 1 dapat menemukan kosakata sehari-hari yang tepat untuk menggambarkan gerakan tubuh tanpa suara yang ditampilkan temannya?
- Bagian kegiatan mana yang paling membuat murid antusias dalam mengamati dan menceritakan peragaan pantomim?
Murid:- Apakah kamu bisa menebak dan menceritakan gerakan yang dilakukan oleh teman pasanganmu tadi?
- Gerakan pantomim mana yang paling seru untuk kamu ceritakan hari ini?
Pertemuan 5 — Menunjukkan Jenis-Jenis Properti Berupa Alat Tulis di Kelas untuk Mendukung Permainan Peran Pantomim — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.4 Menunjukkan jenis-jenis properti/alat bantu berupa benda di sekitar yang dapat mendukung permainan peran pantomim
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara tertib (5 menit).
- Guru mengondisikan tempat duduk murid membentuk lingkaran di karpet kelas agar memiliki ruang pandang yang leluasa (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengangkat 1 buah pensil dan bertanya: 'Jika pensil ini dipakai bermain peran pantomim, alat tulis ini bisa kita tunjukkan sebagai alat apa?' Guru mengamati kesiapan murid dalam mengenali benda sekitar sebagai properti imajinasi (acuan: pensil dapat ditunjukkan sebagai sendok/garpu, jarum suntik dokter, kuas lukis, atau mikrofon) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meletakkan 4 jenis alat tulis di tengah lingkaran: (1) pensil, (2) penggaris panjang, (3) buku tulis tebal, dan (4) penghapus papan tulis (5 menit).
- Guru memperagakan introduksi pantomim singkat tanpa suara: memegang pensil seolah-olah sendok untuk menyuap makanan, memegang penggaris seolah-olah termometer/pedang, membuka buku seolah-olah laptop, dan mengusap penghapus seolah-olah setrika (10 menit).
- Guru membimbing murid mengamati dan mengidentifikasi bahwa alat-alat tulis di kelas tersebut adalah 'properti' atau alat bantu yang mendukung penonton memahami peran yang sedang dimainkan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak seluruh murid memainkan permainan tantangan tebak peran properti 'Pilih Benda Ajaib': guru menyebutkan 4 peran profesi secara bergantian, lalu murid berlomba menunjuk alat tulis yang tepat di atas meja demonstrasi (15 menit).
- Dalam kelompok kecil berisi 3-4 murid, guru membagikan nampan berisi 4 jenis alat tulis: (1) pensil, (2) penggaris, (3) penghapus, (4) buku tulis (15 menit).
- Setiap murid dalam kelompok secara bergiliran menunjukkan jenis properti alat tulis yang dipilihnya untuk mendukung 1 peran tertentu di depan kelompoknya (misal: mengambil pensil lalu menunjukkannya sebagai jarum suntik dokter, mengambil penggaris dan menunjukkannya sebagai stetoskop/alat pengukur, mengambil penghapus sebagai telepon genggam, mengambil buku sebagai menu makanan koki) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan kembali perhatian murid ke lingkaran besar dan meminta beberapa perwakilan murid menunjukkan secara langsung jenis alat tulis yang paling cocok mendukung peran koki dan dokter (acuan: pensil/penggaris untuk sendok/termometer, buku untuk catatan resep/pasien) (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa benda sederhana seperti alat tulis di kelas dapat menjadi jenis properti yang sangat berguna membantu permainan pantomim (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung dan apresiasi atas ketepatan murid dalam menunjukkan dan memilih jenis properti alat tulis (3 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan pertemuan berikutnya, yaitu mencari dan menunjukkan benda-benda lain yang ada di ruang kelas sebagai alat bantu gerak pantomim (1 menit).
- Guru memandu doa penutup dan mengakhiri sesi pembelajaran secara tertib (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan alat tulis berukuran besar dan jelas (penggaris kayu panjang, buku gambar besar, spidol tebal) bagi murid yang memerlukan kejelasan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan pilihan bimbingan langsung (scaffolding) dengan menyandingkan dua benda langsung; bagi murid yang cepat memahami, ditantang menunjukkan 2 fungsi peran berbeda dari 1 alat tulis yang sama.
- Produk: Murid dapat menunjukkan jenis properti secara langsung dengan mengambil bendanya atau menunjuk benda yang diletakkan pada nampan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 1 pensil: guru meminta murid menyebutkan/menunjukkan imajinasi fungsi pensil tersebut sebagai alat bantu peran (acuan jawaban: alat makan/sendok, termometer, kuas, atau suntikan).
Proses:- Lembar observasi ketepatan menunjukkan 4 jenis properti alat tulis di kelas untuk mendukung peran tertentu: (1) Pensil -> alat makan/alat suntik/kuas; (2) Penggaris -> pedang/termometer/tongkat komando; (3) Penghapus -> sabun/telepon/setrika; (4) Buku -> laptop/nampan/catatan resep dokter (kriteria ketepatan: murid tepat menunjukkan minimal 3 dari 4 benda sesuai peran yang dipilih).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di tahap refleksi: murid diminta menunjukkan secara langsung 1 alat tulis di meja belajarnya yang dapat mendukung peran dokter saat memeriksa pasien (acuan kunci: pensil sebagai termometer/alat suntik atau buku sebagai papan resep/catatan pasien).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menunjukkan jenis alat tulis yang sesuai untuk mendukung peran pantomim pada kegiatan kelompok 'Pilih Benda Ajaib'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menunjukkan jenis properti alat tulis untuk mendukung peran pantomim | Belum mampu menunjukkan jenis properti alat tulis yang sesuai untuk mendukung peran yang dimainkan meski telah dibimbing guru. | Mampu menunjukkan 1 hingga 2 jenis alat tulis yang sesuai untuk mendukung peran pantomim dengan arahan dan contoh dari guru. | Mampu menunjukkan minimal 3 jenis properti alat tulis (pensil, penggaris, penghapus, atau buku) yang tepat mendukung peran pantomim secara mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh (4 jenis) properti alat tulis yang tepat mendukung peran pantomim secara mandiri serta mampu menunjukkan alternatif fungsi pendukung lain dari alat tulis tersebut secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid kelas 1 dapat dengan mudah mengasosiasikan fungsi alat tulis sebagai properti pendukung peran pantomim?
- Bagian kegiatan mana yang paling membuat murid antusias dalam mengeksplorasi properti alat tulis?
Murid:- Alat tulis apa yang paling kamu sukai saat dipakai bermain peran tadi?
- Apakah kamu bisa menebak peran temanmu saat dia memegang penggaris atau buku?
Pertemuan 6 — Menunjukkan Benda di Sekitar Ruang Kelas sebagai Alat Bantu Gerak Adegan Pantomim — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.4 Menunjukkan jenis-jenis properti/alat bantu berupa benda di sekitar yang dapat mendukung permainan peran pantomim
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjuk 3 benda di ruang kelas (sapu ijuk, kursi kayu, botol minum) dan meminta murid memilih secara langsung benda mana yang dapat menjadi alat bantu peran menyapu, menyetir, atau meminum (acuan: sapu ijuk -> peran menyapu; kursi kayu -> peran menyetir mobil; botol minum -> peran meminum air) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memberikan pemodelan dengan memperlihatkan 4 benda nyata di ruang kelas: (1) sapu ijuk, (2) kemoceng, (3) kursi murid, dan (4) tas ransel, lalu menunjukkan bagaimana benda-benda tersebut berfungsi sebagai properti/alat bantu gerak adegan (acuan: sapu ijuk sebagai alat bantu gerak menyapu lantai, kemoceng sebagai alat bantu gerak membersihkan meja, kursi sebagai alat bantu gerak mengemudi mobil/delman, tas ransel sebagai alat bantu gerak memikul beban) (15 menit).
- Murid menyimak penjelasan terbimbing mengenai ciri-ciri benda di sekitar ruang kelas yang aman dan tepat digunakan sebagai properti pendukung gerak pantomim (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Melalui permainan menggembirakan 'Berburu Properti Kelas', murid menjelajahi ruang kelas secara tertib untuk menemukan dan menunjukkan 3 benda di sekitar ruang kelas yang dapat dijadikan alat bantu gerak pantomim beserta pasangan perannya dari daftar target berikut: (1) sapu lidi/ijuk -> alat bantu peran petugas kebersihan, (2) kemoceng bulu -> alat bantu peran bersih-bersih debu jendela, (3) botol minum -> alat bantu peran orang kehausan/atlet, (4) kursi kelas -> alat bantu peran sopir bus, (5) penggaris kayu panjang -> alat bantu peran pemain dayung perahu; setiap murid wajib menunjukkan minimal 3 benda sesuai acuan fungsi tersebut (30 menit).
- Murid secara mandiri meletakkan benda yang dipilihnya ke atas meja pajang 'Properti Pantomim' dan menunjukkan benda tersebut saat gilirannya dipanggil guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi kembali pilihan bendanya dan menyadari kemudahan memilih benda nyata di sekitar ruang kelas sebagai properti pantomim (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan ragam jenis benda di sekitar ruang kelas yang dapat dijadikan properti pantomim (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam menunjukkan benda di kelas sebagai properti, lalu menutup kegiatan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pilihan 3 benda konkret yang sudah diletakkan di depan kelas (sapu, kemoceng, kursi); murid mahir mencari benda mandiri yang lebih bervariasi di seluruh area sudut kelas (misal: kalender meja, map plastik).
- Proses: Murid dengan hambatan gerak/pemahaman didampingi dengan arahan langsung guru untuk menunjuk benda terdekat; murid cepat dapat langsung menunjukkan 4 sampai 5 benda beserta pasangannya.
- Produk: Semua murid menunjukkan benda di kelas sebagai alat bantu pantomim; murid berkembang menunjukkan 2 benda, murid sangat berkembang menunjukkan 4-5 benda secara tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat: guru memperlihatkan 3 benda nyata di kelas yaitu (1) sapu ijuk, (2) kursi kayu, dan (3) botol minum, lalu murid diminta menunjuk benda yang tepat untuk peran orang kehausan (acuan jawaban benar: botol minum), peran menyapu jalanan (acuan jawaban benar: sapu ijuk), dan peran sopir bus (acuan jawaban benar: kursi kayu).
Proses:- Ceklis unjuk kerja 'Berburu Properti Kelas': guru mencatat ketepatan murid dalam mengambil dan menunjukkan benda di sekitar ruang kelas berdasarkan 5 benda acuan: (1) sapu lidi/ijuk -> alat bantu peran petugas kebersihan, (2) kemoceng bulu -> alat bantu peran bersih-bersih debu jendela, (3) botol minum -> alat bantu peran orang kehausan/atlet, (4) kursi kelas -> alat bantu peran sopir bus, (5) penggaris kayu panjang -> alat bantu peran pemain dayung perahu. Kriteria tuntas: murid tepat menunjukkan minimal 3 dari 5 benda sesuai pasangan fungsinya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan dan visual penutup: guru menyebutkan peran 'penumpang bus memegang setir' dan meminta murid serentak menunjuk benda kelas yang tepat (acuan jawaban benar: kursi kelas/tutup botol besar); dan peran 'menyapu lantai' (acuan jawaban benar: sapu ijuk/lidi).
Formatif:- Pengamatan langsung unjuk kerja menunjukkan benda di sekitar ruang kelas sebagai alat bantu pantomim dengan lembar ceklis acuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menunjukkan benda di ruang kelas sebagai properti pantomim | Belum mampu menunjukkan benda di ruang kelas sebagai alat bantu peran pantomim meskipun diberi arahan langsung guru (0 atau 1 benda tepat dari daftar acuan). | Menunjukkan 2 benda di ruang kelas sebagai alat bantu peran pantomim dari daftar acuan dengan bimbingan atau konfirmasi berulang dari guru. | Menunjukkan minimal 3 benda di ruang kelas sebagai alat bantu peran pantomim dari daftar acuan secara tepat dan mandiri. | Menunjukkan 4 hingga 5 benda di ruang kelas sebagai alat bantu peran pantomim dari daftar acuan secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi permainan berburu properti kelas mudah dipahami dan diikuti oleh semua murid kelas 1?
- Apakah benda-benda yang dipilih murid di ruang kelas aman digunakan sebagai properti gerak pantomim?
Murid:- Benda apa di kelas yang paling kamu sukai saat kamu jadikan alat bantu bermain peran?
- Apakah kamu merasa senang mencari dan menunjukkan benda-benda di dalam kelas hari ini?
Pertemuan 7 — Mengeksplorasi Beragam Peran Tokoh di Lingkungan Sekolah dalam Adegan Pantomim Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.5 Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar dalam adegan pantomim
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan tubuh sederhana (stretching tangan, bahu, dan langkah kaki) untuk menyiapkan kelenturan gerak pantomim (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menebak peran dari 2 contoh gerak tubuh pantomim guru: gerak memegang gagang sapu lalu mengayunkannya di lantai (acuan: petugas kebersihan) dan gerak memegang kapur lalu menulis di papan imajiner (acuan: guru) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati penjelasan dan contoh 3 ragam tokoh di lingkungan sekolah beserta ciri gerak pantomimnya: (1) Tokoh Guru: berjalan tegak, membuka buku imajiner, menunjuk papan tulis; (2) Tokoh Petugas Kebersihan: membungkuk, mengayunkan sapu lidi imajiner, mengumpulkan sampah; (3) Tokoh Penjaga Gerbang/Satpam: berdiri tegap, mengangkat tangan memberi aba-aba berhenti kendaraan, membukakan pagar imajiner (15 menit).
- Murid bersama guru mencoba menirukan 3 gerakan khas tokoh lingkungan sekolah tersebut di tempat duduk masing-masing dengan penuh kesadaran tubuh tanpa suara (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang untuk memilih dan mengeksplorasi adegan pantomim tokoh sekolah berdasarkan 3 pilihan kartu situasi yang disediakan guru: Kartu 1 (Adegan di Pagi Hari: Satpam membuka gerbang dan menyapa murid yang berjalan membawa tas); Kartu 2 (Adegan di Kelas: Guru menulis materi di papan dan murid memperhatikan serta menulis); Kartu 3 (Adegan Halaman Sekolah: Petugas kebersihan menyapu dedaunan dan murid membantu memungut sampah lalu memasukkannya ke tempat sampah imajiner) (20 menit).
- Murid dalam kelompok memainkan permainan eksplorasi 'Tebak Peran Sekolah': secara bergantian setiap anggota kelompok memeragakan gerak salah satu tokoh sekolah tanpa suara selama 1-2 menit sementara teman sekelompok menebak peran yang dieksplorasi, kemudian menyusun 2-3 variasi gerak tubuh menjadi adegan pantomim singkat (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok memperagakan adegan pantomim tokoh sekolah yang telah dieksplorasi di depan kelas (durasi 1-2 menit per kelompok), dan kelompok lain mengidentifikasi peran tokoh sekolah yang diperagakan berdasarkan kejelasan gerak tubuh (10 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan pengalaman mengeksplorasi peran tokoh sekolah: murid mengungkapkan bagian gerak tubuh mana yang paling mudah atau menantang saat memeragakan tokoh lingkungan sekolah tanpa suara (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap eksplorasi gerak tokoh lingkungan sekolah yang telah dilakukan murid secara mandiri dan berkelompok (5 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret tokoh lingkungan sekolah (guru, petugas kebersihan, satpam) bagi murid yang membutuhkan panduan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengeksplorasi gerak, guru memberikan pendampingan dengan mencontohkan satu gerak dasar (misal mengayun sapu); bagi murid yang sudah cepat menguasai, diberikan tantangan mengeksplorasi 2 peran tokoh sekolah berbeda secara bergantian dalam adegan.
- Produk: Eksplorasi adegan pantomim dapat berupa peragaan 1 tokoh sekolah dengan 2 gerak khas, atau kombinasi interaksi 2 tokoh sekolah dalam satu adegan sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tebak peragaan gerak tubuh guru tanpa suara di awal pembelajaran. Murid diminta menyebutkan peran yang diperagakan guru: (1) Gerak memegang gagang sapu dan mengayunkannya di lantai (acuan jawaban: petugas kebersihan/penyapu halaman); (2) Gerak memegang kapur dan menulis di papan tulis imajiner (acuan jawaban: guru).
Proses:- Pengamatan lembar observasi saat murid melakukan kegiatan eksplorasi gerak tubuh peran tokoh sekolah (guru, satpam, petugas kebersihan, atau murid) dalam adegan pantomim kelompok. Kriteria pengamatan: murid mengeksplorasi minimal 2 gerak tubuh khas tokoh lingkungan sekolah tanpa suara (acuan gerak: guru = menulis papan/buka buku; satpam = aba-aba stop/buka pagar; petugas kebersihan = menyapu/membuang sampah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa peragaan singkat kilat: Guru menyebutkan 1 nama tokoh sekolah ('Petugas Kebersihan'), murid secara serentak memperagakan 1 gerak tubuh khasnya selama 10 detik tanpa bersuara (acuan keberhasilan: murid melakukan gerak mengayun sapu atau memungut sampah imajiner).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi ragam peran tokoh lingkungan sekolah dalam adegan pantomim
- Tanya jawab diagnostik tebak gerak tokoh di pendahuluan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Peran Tokoh Sekolah dalam Adegan Pantomim | Belum mampu mengeksplorasi gerak tubuh peran tokoh sekolah; masih pasif atau memerlukan panduan gerak secara penuh dari guru. | Mampu mengeksplorasi 1 gerak tubuh khas peran tokoh sekolah (misalnya hanya gerak menyapu atau hanya menulis) dengan sesekali diarahkan. | Mampu mengeksplorasi minimal 2 variasi gerak tubuh khas peran tokoh sekolah dalam adegan pantomim sederhana secara mandiri tanpa suara. | Mampu mengeksplorasi 3 atau lebih variasi gerak tubuh khas peran tokoh sekolah secara konsisten, runtut, dan mandiri dalam adegan pantomim. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi eksplorasi peran tokoh sekolah tanpa suara dapat dipahami dengan jelas oleh murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mencoba berbagai variasi gerak tubuh tokoh lingkungan sekolah saat kerja kelompok?
Murid:- Peran tokoh sekolah mana yang paling kamu sukai saat diperagakan tadi?
- Gerakan apa yang paling mudah kamu tirukan tanpa bersuara?
Pertemuan 8 — Mengeksplorasi Beragam Peran Tokoh di Sekitar Rumah dalam Adegan Pantomim Berkelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.5 Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar dalam adegan pantomim
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan ruang gerak murid (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan tubuh ringan terpandu (senam pantomim peregangan tangan, bahu, dan wajah) agar murid siap mengeksplorasi gerak (10 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara klasikal menebak 2 contoh gerak tokoh sekitar rumah yang dicontohkan guru: (1) gerak memegang sapu lidi dan menyapu halaman [acuan: tukang sapu/pembersih jalan]; (2) gerak memikul bakul/mendorong gerobak sayur [acuan: penjual keliling/sayur] (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperkenalkan 4 kartu peran tokoh di sekitar rumah: (1) Ibu menyiram tanaman bunga; (2) Ayah mencuci sepeda; (3) Penjual sayur mendorong gerobak dagangan; (4) Tetangga menyapu halaman (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan eksplorasi gerak tubuh tanpa suara untuk masing-masing peran secara runtut dan murid mengamati ciri khas gerak tokoh tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (beranggotakan 3-4 murid) dan membagikan 1 kartu peran tokoh sekitar rumah kepada setiap kelompok (5 menit).
- Dalam kelompok, murid mencoba mengeksplorasi variasi gerak tubuh pantomim (posisi tangan, langkah kaki, dan mimik wajah tanpa kata) sesuai tokoh yang diperoleh dalam suasana permainan 'Tebak Patung Tetangga' (25 menit).
- Setiap kelompok menampilkan eksplorasi adegan pantomim tokoh di sekitar rumah di depan kelompok lain selama 2-3 menit secara bergantian (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru menyadari perbedaan gerak antar-tokoh di sekitar rumah yang telah mereka eksplorasi (misal: gerak menunduk saat menyapu vs gerak mendorong saat berjualan) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan eksplorasi gerak pantomim peran tokoh di sekitar rumah (3 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas kerja sama kelompok serta menyampaikan gambaran kegiatan pertemuan berikutnya untuk memainkan lakon utuh (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu peran bergambar visual nyata tokoh sekitar rumah bagi kelompok yang membutuhkan visualisasi jelas.
- Proses: Memberikan pendampingan fisik/peragaan langsung bagi kelompok yang kesulitan menemukan gerak tubuh tokoh, serta memberikan kebebasan eksplorasi 2 peran berurutan bagi kelompok yang bergerak lebih cepat.
- Produk: Kelompok dapat menampilkan eksplorasi adegan pantomim peran tokoh dalam gerak sederhana (1-2 gerak utama) atau rangkaian adegan gerak yang lebih kaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan gerak tokoh sekitar rumah oleh guru: murid menebak profesi/tokoh dari 2 peragaan gerak (1: menyapu halaman -> acuan jawaban: penyapu/pembersih jalan; 2: memikul/mendorong -> acuan jawaban: penjual sayur keliling). Kriteria ketercapaian: murid mampu mengenali minimal 1 dari 2 peragaan gerak tokoh.
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan dan peragaan kelompok terhadap eksplorasi ragam gerak tokoh di sekitar rumah (Acuan 4 peran: [1] Ibu menyiram bunga = tangan memegang selang/ceret dan mengayun lembut; [2] Ayah mencuci sepeda = menggosok memutar, membilas roda; [3] Penjual keliling = tangan mendorong gerobak dan menengok mencari pembeli; [4] Tetangga menyapu = tangan menggenggam gagang sapu dan mengayun maju-mundur).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman terpandu di akhir sesi: Guru memperagakan satu gerak acak memutar pedal sepeda/mencuci roda, murid serentak menirukan kembali dan menyebutkan tokoh yang dieksplorasi (acuan: Ayah/orang yang mencuci sepeda). Kriteria: murid dapat menirukan gerak dan mencocokkan peran tokoh tersebut secara tepat.
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi ragam peran tokoh di sekitar rumah dalam adegan pantomim berkelompok menggunakan lembar ceklis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi ragam peran tokoh di sekitar rumah dalam pantomim | Belum mampu melakukan eksplorasi gerak tubuh untuk memperagakan peran tokoh di sekitar rumah walau dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengeksplorasi 1 gerak tubuh sederhana peran tokoh di sekitar rumah dengan bantuan dan arahan guru. | Mampu mengeksplorasi variasi gerak tubuh (tangan, kaki, dan mimik) yang mencirikan peran tokoh di sekitar rumah secara mandiri dalam kelompok. | Mampu mengeksplorasi beragam variasi gerak tubuh peran tokoh di sekitar rumah secara runtut, kaya, dan konsisten tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok aktif terlibat dalam mengeksplorasi gerak tubuh peran tokoh di sekitar rumah?
- Bagian adegan mana yang paling menantang bagi murid kelas 1 dalam mengekspresikan peran tanpa mengeluarkan suara?
Murid:- Gerakan tokoh tetangga atau orang sekitar rumah mana yang paling seru kamu peragakan tadi?
- Bagian gerak mana yang paling mudah kamu tebak dari penampilan kelompok temanmu?
Pertemuan 9 — Memainkan Lakon Pertunjukan Pantomim Peristiwa Sehari-hari Bersama Kelompok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.6 Memainkan sebuah lakon pertunjukan pantomim peristiwa
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui permainan tebak gerak cepat: Guru memperagakan satu cuplikan gerak peristiwa 'membawa payung tertiup angin kencang' tanpa suara, lalu meminta murid menebak peristiwa apa yang dimainkan (acuan jawaban: peristiwa kehujanan atau memegang payung tertiup angin) untuk memetakan kesiapan murid memahami lakon peristiwa (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memainkan lakon pertunjukan pantomim peristiwa sehari-hari bersama kelompok (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan pemodelan singkat tahapan memainkan lakon peristiwa sehari-hari: (1) Peristiwa awal (berjalan santai), (2) Peristiwa tengah/kejadian (tiba-tiba hujan deras turun dan membuka payung imajiner), (3) Peristiwa akhir (berteduh bersama teman) tanpa mengeluarkan suara dialog (7 menit).
- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan setiap kelompok memilih salah satu dari 3 pilihan naskah alur gerak lakon peristiwa sehari-hari: Pilihan A 'Kerja Bakti Membersihkan Kelas' (menyapu, mengepel, mengelap kaca bersama), Pilihan B 'Kehujanan Saat Pulang Sekolah' (berjalan ceria, panik kehujanan, berbagi payung imajiner), atau Pilihan C 'Antre dan Makan Bersama di Kantin' (mengantre tertib, membawa nampan imajiner, duduk menyantap makanan) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Dalam kelompoknya, murid berlatih memainkan urutan gerak tubuh lakon peristiwa yang dipilih sesuai alur awal, tengah, dan akhir tanpa suara, dengan pembagian peran tokoh yang saling berinteraksi (misalnya satu murid membuka payung imajiner dan mengajak teman berteduh) secara gembira melalui simulasi panggung mini di area kelas (15 menit).
- Setiap kelompok tampil di area pertunjukan kelas untuk memainkan lakon pertunjukan pantomim peristiwa yang telah dilatih selama 2-3 menit secara bergiliran tanpa dialog suara, sementara guru melakukan observasi formatif proses (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah kelompok tampil, guru memberikan umpan balik langsung mengenai keselarasan gerak lakon peristiwa dan konsistensi bermain tanpa bersuara (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa memainkan lakon pantomim peristiwa dilakukan melalui rangkaian gerak tubuh terencana (awal, kejadian, akhir) yang diperagakan bersama kelompok tanpa suara dialog (5 menit).
- Guru memandu murid melakukan pendinginan fisik ringan, menyampaikan kegiatan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan 3 pilihan alur peristiwa sehari-hari dengan tingkat kompleksitas adegan yang berbeda (peristiwa antre, kerja bakti, atau kehujanan).
- Proses: Bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi hitungan ketukan gerak dan mengingatkan urutan peristiwa; bagi kelompok mahir, kelompok mandiri menyelaraskan interaksi gerak antar-tokoh.
- Produk: Kelompok dapat memainkan lakon peristiwa dengan 2 atau 3 variasi pergantian aksi gerak sesuai alur peristiwa yang dipilih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tebak gerak adegan peristiwa sehari-hari di awal sesi. Guru memperagakan gerakan tubuh menahan payung terbang tertiup angin kencang tanpa bersuara, murid menjawab peristiwa yang dimainkan. (Acuan jawaban benar: peristiwa tertiup angin kencang / kehujanan membawa payung).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat kelompok memainkan lakon pertunjukan pantomim peristiwa sehari-hari di depan kelas dengan kriteria: (1) Rangkaian gerak lakon memuat peristiwa awal, kejadian/tengah, dan penyelesaian/akhir; (2) Seluruh pemeran memainkan peran secara konsisten menggunakan gerak tubuh tanpa dialog vokal.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan dan peragaan singkat penutup: Murid memperagakan satu gerak kunci penyelesaian dari peristiwa kelompoknya (acuan kriteria: peragaan menunjukkan sikap akhir peristiwa seperti melipat payung imajiner, duduk rapi selesai makan, atau meletakkan alat pel).
Formatif:- Unjuk kerja memainkan lakon pertunjukan pantomim peristiwa sehari-hari berkelompok menggunakan lembar observasi kriteria alur peristiwa dan konsistensi gerak tanpa suara
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memainkan lakon pantomim peristiwa bersama kelompok | Belum mampu memainkan adegan lakon peristiwa secara terangkai; masih banyak diam atau terus menggunakan dialog suara saat di atas panggung. | Memainkan sebagian gerak lakon peristiwa sehari-hari namun alur peristiwa (awal, tengah, akhir) belum lengkap atau masih sering mengeluarkan suara dialog. | Memainkan lakon pertunjukan pantomim peristiwa sehari-hari secara runtut (awal, tengah, akhir) bersama kelompok secara murni menggunakan gerak tubuh tanpa dialog suara dengan arahan minimal dari guru. | Memainkan lakon pertunjukan pantomim peristiwa sehari-hari secara runtut, utuh, dan padu bersama kelompok secara mandiri tanpa dialog suara serta interaksi gerak antar-tokoh sangat selaras. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur lakon peristiwa sehari-hari yang disediakan mudah dipahami dan diperagakan oleh murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok dalam memainkan peran gerak tanpa mengeluarkan suara dialog?
Murid:- Bagian peristiwa mana yang paling seru kalian mainkan bersama kelompok?
- Apakah kalian merasa senang bermain pantomim peristiwa tanpa bersuara di depan teman-teman?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.3.1 Mengamati dan meniru gerak tubuh sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dalam bermain pantomim profesi
- TP 1.3.2 Mengenali emosi selama proses berseni teater saat memperagakan pantomim profesi
- TP 1.3.3 Menceritakan sebuah karya pantomim dengan kosakata sehari-hari
- TP 1.3.4 Menunjukkan jenis-jenis properti/alat bantu berupa benda di sekitar yang dapat mendukung permainan peran pantomim
- TP 1.3.5 Mengeksplorasi beragam peran mengenai tokoh di sekitar dalam adegan pantomim
- TP 1.3.6 Memainkan sebuah lakon pertunjukan pantomim peristiwa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan yaitu pelaksanaan asesmen sumatif unjuk kerja pantomim kelompok dan lembar refleksi gambar terpandu (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan tata tertib dan alur asesmen sumatif: giliran tampil 7 kelompok pantomim secara bergantian, cara menunjukkan benda kelas sebagai properti sebelum pentas, serta etika mengamati penampilan teman tanpa bersuara (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Pelaksanaan unjuk kerja pementasan pantomim peristiwa oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid, tampil bergantian selama 8 menit termasuk transisi panggung dan menunjukkan benda sekitar kelas seperti buku, sapu, penggaris, tempat pensil, atau kursi yang digunakan sebagai properti adegan; 7 kelompok x 8 menit = 56 menit, guru mengobservasi gerak profesi, mimik emosi, peran tokoh sekitar, dan keutuhan lakon tanpa suara) (56 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tugas 2 Bagian A: 28 murid secara serentak dan mandiri mengisi lembar refleksi gambar terpandu dengan memberi tanda centang pada salah satu dari 4 simbol emotikon emosi diri selama bermain teater (senang [gambar wajah tersenyum], lelah [gambar wajah mengusap peluh], semangat [gambar wajah ceria tangan mengepal], tegang/bingung [gambar wajah mulut bergelombang]) (11 menit).
- Tugas 2 Bagian B: Sambil murid menyelesaikan pewarnaan/pencatatan refleksi gambarnya, guru berkeliling mendatangi setiap murid untuk menyimak cerita lisan singkat 1-2 kalimat menggunakan kosakata sehari-hari mengenai pantomim kelompok teman yang baru saja disaksikannya (28 murid x 1 menit = 28 menit berjalan paralel/terpadu) (24 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar refleksi terpandu murid dan mengapresiasi keberanian seluruh kelompok yang telah menyelesaikan pertunjukan pantomim Bab 3 (3 menit).
- Guru menutup sesi asesmen sumatif dengan doa penutup bersama dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan dukungan komunikasi lisan difasilitasi guru dengan pertanyaan penuntun terstruktur ('Kelompok siapa yang tadi kamu lihat?' dan 'Apa yang mereka mainkan?') tanpa mengubah kriteria penilaian cerita lisan.
- Produk: Akomodasi akses: lembar refleksi menyediakan gambar emotikon berukuran besar dan jelas untuk memudahkan centang bagi murid dengan hambatan motorik halus.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis kelompok sebelum pentas sumatif: guru memastikan kesiapan pembagian peran profesi/tokoh sekitar dan keberadaan 1-2 benda sekitar kelas yang akan ditunjukkan dan digunakan sebagai properti adegan (acuan kesiapan: tiap kelompok siap dengan 1 lakon peristiwa tanpa suara dan properti benda kelas tersedia di meja panggung).
Proses:- Pemantauan ketertiban murid saat mengamati giliran kelompok lain pentas dan kelancaran transisi antar-kelompok di panggung kelas.
Sumatif Bab:- unjuk kerja pementasan pantomim kelompok dan lembar refleksi gambar terpandu: penampilan kelompok dalam lakon pantomim sederhana yang menampilkan tiruan gerak profesi, ekspresi emosi, eksplorasi tokoh sekitar, dan penggunaan benda sekitar sebagai properti; dilengkapi lembar refleksi centang simbol emosi dan cerita lisan singkat tentang pantomim yang disaksikan
- unjuk kerja pementasan pantomim: penampilan pementasan pantomim peristiwa oleh 7 kelompok (4 murid per kelompok, tampil bergantian @ 8 menit termasuk transisi dan menunjukkan benda sekitar yang dipakai sebagai properti: 7 kelompok x 8 menit = 56 menit) yang menampilkan tiruan gerak tubuh profesi, mimik emosi, eksplorasi karakter tokoh sekitar, dan alur peristiwa tanpa suara (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pementasan pantomim (kriteria: gerak profesi & emosi, eksplorasi peran tokoh, penggunaan properti benda sekitar, keutuhan lakon))
- lembar refleksi gambar dan respon lisan terpandu: tanda centang pada gambar emotikon yang mewakili emosi selama bermain peran pada lembar refleksi terpandu yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (15 menit), dilanjutkan cerita lisan 1-2 kalimat menggunakan kosakata sehari-hari tentang pantomim kelompok teman saat guru berkeliling memvalidasi lembar murid (1 menit per murid x 28 murid = 28 menit berjalan paralel/terpadu) (45 menit; individual; instrumen: lembar refleksi bergambar (emotikon) dan lembar observasi respons lisan)
Sumatif:- unjuk kerja pementasan pantomim kelompok dan lembar refleksi gambar terpandu: penampilan kelompok dalam lakon pantomim sederhana yang menampilkan tiruan gerak profesi, ekspresi emosi, eksplorasi tokoh sekitar, dan penggunaan benda sekitar sebagai properti; dilengkapi lembar refleksi centang simbol emosi dan cerita lisan singkat tentang pantomim yang disaksikan
- unjuk kerja pementasan pantomim: penampilan pementasan pantomim peristiwa oleh 7 kelompok (4 murid per kelompok, tampil bergantian @ 8 menit termasuk transisi dan menunjukkan benda sekitar yang dipakai sebagai properti: 7 kelompok x 8 menit = 56 menit) yang menampilkan tiruan gerak tubuh profesi, mimik emosi, eksplorasi karakter tokoh sekitar, dan alur peristiwa tanpa suara (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pementasan pantomim (kriteria: gerak profesi & emosi, eksplorasi peran tokoh, penggunaan properti benda sekitar, keutuhan lakon))
- lembar refleksi gambar dan respon lisan terpandu: tanda centang pada gambar emotikon yang mewakili emosi selama bermain peran pada lembar refleksi terpandu yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (15 menit), dilanjutkan cerita lisan 1-2 kalimat menggunakan kosakata sehari-hari tentang pantomim kelompok teman saat guru berkeliling memvalidasi lembar murid (1 menit per murid x 28 murid = 28 menit berjalan paralel/terpadu) (45 menit; individual; instrumen: lembar refleksi bergambar (emotikon) dan lembar observasi respons lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Gerak Tubuh Profesi dan Komunikasi Emosi (TP 1.3.1) | Belum mampu menirukan gerak tubuh profesi dan belum menampilkan ekspresi mimik emosi selama pementasan. | Menirukan gerak tubuh profesi namun belum menampakkan ekspresi mimik emosi, atau sebaliknya hanya mimik wajah tanpa gerak tubuh profesi yang jelas. | Menirukan gerak tubuh profesi secara jelas dan mengomunikasikan ekspresi emosi (senang/lelah/semangat) melalui mimik dan gestur tubuh. | Menirukan gerak tubuh profesi dengan sangat luwes, ekspresif, dan konsisten mengomunikasikan perubahan emosi peran dari awal hingga akhir lakon tanpa bersuara. | | Eksplorasi Karakter Tokoh di Sekitar (TP 1.3.5) | Belum menunjukkan ciri perilaku atau karakter tokoh di sekitar dalam adegan pantomim. | Mengeksplorasi 1 karakter tokoh di sekitar (misal: guru/penjaga sekolah/pedagang/anggota keluarga) namun gerak adegan masih terputus-putus atau ragu. | Mengeksplorasi karakter tokoh di sekitar dengan memperagakan tindakan khas tokoh secara runtut dalam adegan kelompok. | Mengeksplorasi ragam peran tokoh di sekitar secara meyakinkan dan mampu berinteraksi gerak secara kompak dengan tokoh lain dalam adegan kelompok. | | Menunjukkan dan Menggunakan Properti Benda Sekitar (TP 1.3.4) | Tidak menunjukkan maupun menggunakan benda di sekitar sebagai alat bantu gerak adegan. | Menunjukkan benda di sekitar kelas namun belum menggunakannya untuk mendukung gerak adegan peran pantomim. | Menunjukkan dan menggunakan 1-2 jenis benda di sekitar ruang kelas (seperti buku/penggaris/sapu/tempat pensil/kursi) secara tepat untuk mendukung adegan pantomim. | Menunjukkan dan mengkreasikan lebih dari 2 fungsi benda di sekitar kelas sebagai properti pendukung peran secara imajinatif dan terpadu dalam adegan. | | Memainkan Keutuhan Lakon Pantomim Peristiwa (TP 1.3.6) | Belum mampu memainkan adegan peristiwa; bergerak diam di panggung tanpa alur cerita. | Memainkan cuplikan adegan pantomim peristiwa namun peristiwa terhenti sebelum alur selesai atau masih bersuara/berbicara. | Memainkan lakon pertunjukan pantomim peristiwa sehari-hari secara utuh bersama kelompok tanpa bersuara sesuai durasi yang disediakan. | Memainkan lakon pertunjukan pantomim peristiwa sehari-hari dengan alur yang sangat runtut (awal-tengah-akhir), kompak bersama seluruh anggota kelompok, dan konsisten hening tanpa bersuara. | | Mengenali Emosi Selama Proses Pantomim (TP 1.3.2) | Belum memberi tanda centang pada pilihan simbol emotikon di lembar refleksi gambar terpandu. | Memberi tanda centang pada simbol emotikon namun membutuhkan dorongan dan bantuan penuh guru untuk memilih. | Secara mandiri memberi tanda centang pada salah satu simbol emotikon yang sesuai dengan emosi yang dirasakan selama berseni peran pantomim. | Secara mandiri memberi tanda centang pada simbol emotikon dan mampu menunjukkan kesadaran penuh atas alasan emosi yang dirasakannya. | | Menceritakan Karya Pantomim Teman (TP 1.3.3) | Belum mampu menceritakan karya pantomim teman; tidak bersuara saat ditanya guru. | Menceritakan karya pantomim teman hanya dengan kata tunggal terputus (contoh: 'dokter' atau 'sapu'). | Menceritakan karya pantomim teman dalam 1-2 kalimat menggunakan kosakata sehari-hari yang menyebutkan peran tokoh dan tindakan dalam cerita teman. | Menceritakan karya pantomim teman dengan lancar lebih dari 2 kalimat menggunakan kosakata sehari-hari yang runtut menggambarkan peristiwa pantomim yang disaksikannya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 8 menit per kelompok cukup bagi murid kelas 1 untuk menunjukkan properti dan memainkan adegan pantomim secara utuh?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam mengenali emosi dirinya serta menceritakan pantomim teman menggunakan kosakata sehari-hari?
- Aspek apa dari gerak pantomim murid yang paling menonjol dan bagian mana yang membutuhkan pembiasaan lanjutan di bab berikutnya?
Murid:- Apa perasaan yang paling kamu rasakan saat memeragakan gerak pantomim di depan teman sekelas tadi?
- Cerita pantomim kelompok teman mana yang paling kamu sukai hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
- Ruang kelas yang lapang untuk bergerak
- Stetoskop mainan (sebagai stimulus visual sebelum pantomim dimulai)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2023. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi). Penulis: Musthofa Kamal, Rifqi Risnadyatul Hudha.
- Gambar/kartu ilustrasi aktivitas profesi petani (mencangkul di sawah) dan koki (memasak di dapur).
- Ruang kelas yang dilapangkan untuk area gerak tubuh murid.
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Set kartu dan stik simbol emosi (Senang, Lelah, Bingung)
- Papan refleksi emoji kelas dan stiker emosi
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi, 2023), Bab III 'Serunya Bermain Pantomim'
- Kartu bergambar adegan pantomim sederhana (makan bakso, kehujanan, menyapu lantai, mencuci tangan)
- Ruang kelas yang lapang untuk aktivitas berpasangan
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023)
- Benda konkret alat tulis di kelas: pensil, penggaris, buku tulis, penghapus papan tulis/pensil, kotak pensil
- Benda-benda konkret di ruang kelas (sapu ijuk, kemoceng, kursi kelas, tas ransel, botol minum, penggaris kayu)
- Meja pajang properti pantomim kelas
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021/Edisi Revisi) Bab 3 'Serunya Bermain Pantomim'
- Kartu situasi tokoh lingkungan sekolah (bergambar dan berlabel teks sederhana)
- Ruang kelas dan area lingkungan sekolah sekitar
- Kartu bergambar peran tokoh di sekitar rumah (Ibu menyiram tanaman, Ayah mencuci sepeda, Penjual keliling, Tetangga menyapu)
- Ruang kelas/halaman yang lapang dan aman untuk bergerak
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3 'Serunya Bermain Pantomim'
- Kartu panduan alur lakon bergambar (pilihan alur peristiwa: kerja bakti, kehujanan, kantin)
- Ruang kelas yang ditata sebagai area panggung sederhana
- Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Benda-benda di ruang kelas sebagai properti pantomim (sapu, buku tulis, penggaris, tempat pensil, kemoceng, kursi kelas)
- Lembar Refleksi Gambar Terpandu Murid dengan 4 Simbol Emotikon (senang, lelah, semangat, tegang/bingung)
- Lembar Rubrik Penilaian Observasi Unjuk Kerja Pantomim Guru
|