Modul AjarPertemuan 7Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Eksplorasi Peran dalam Tablo: Berlatih Menjadi Tokoh

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 1 dengan topik "Eksplorasi Peran dalam Tablo: Berlatih Menjadi Tokoh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Eksplorasi Peran dalam Tablo: Berlatih Menjadi Tokoh

Seni Teater - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Eksplorasi Peran dalam Tablo: Berlatih Menjadi Tokoh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikEksplorasi Peran dalam Tablo: Berlatih Menjadi Tokoh
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengeksplorasi berbagai peran tokoh (petani, dokter, pasien) melalui pose dan ekspresi tubuh dalam permainan tablo
  2. Murid dapat mengenali pengalaman dan emosi yang dirasakan saat memainkan peran tokoh tertentu dalam tablo

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat patung atau foto orang yang diam tidak bergerak? Apa yang kalian lihat dari wajah dan tubuhnya?
  2. Kalau kalian menjadi dokter, bagaimana pose tubuh dan wajah kalian?
  3. Bagaimana perasaan kalian ketika berpose seperti tokoh yang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang pernah bermain patung-patugan? Bagaimana rasanya diam seperti patung?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan bermain tablo dengan menjadi berbagai tokoh seperti petani, dokter, dan pasien
  • Guru melakukan pemanasan dengan permainan olah tubuh: peregangan ringan (tangan ke atas, samping, kaki jinjit) sambil bernyanyi
  • Guru menjelaskan aturan kelas yang disepakati: mendengarkan instruksi, menghargai teman, boleh mencoba dengan caranya sendiri

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep tablo dengan mencontohkan pose diam seperti patung, misalnya pose petani sedang mencangkul (tahan 5 detik)
  • Guru mengajak murid mengamati: Apa yang kalian lihat dari pose Ibu/Bapak Guru? (ekspresi wajah, posisi tubuh, tangan, kaki)
  • Guru mengenalkan tiga tokoh yang akan dieksplorasi: petani (sedang mencangkul), dokter (sedang memeriksa pasien), pasien (sedang berbaring sakit)
  • Guru menunjukkan foto atau gambar masing-masing tokoh untuk memberikan inspirasi visual
  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: Apa ciri khas dari setiap tokoh? Bagaimana ekspresi wajahnya? (petani: kuat dan bersemangat, dokter: serius dan perhatian, pasien: lemah dan membutuhkan bantuan)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (3-4 orang) untuk bermain eksplorasi peran
  • Aktivitas 1 - Eksplorasi Individu: Setiap murid mencoba pose petani, tahan 5 detik, lalu berganti pose dokter, tahan 5 detik, lalu pose pasien, tahan 5 detik
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan apresiasi: Wah, pose petanimu kuat sekali! Ekspresi doktermu serius, bagus!
  • Aktivitas 2 - Bermain Peran Berpasangan: Dalam kelompok, murid bermain peran dokter dan pasien secara berpasangan (satu jadi dokter yang memeriksa, satu jadi pasien yang sakit), tahan pose 10 detik
  • Murid bergantian peran agar semua merasakan menjadi dokter dan pasien
  • Aktivitas 3 - Tablo Kelompok: Setiap kelompok membuat satu adegan tablo (misalnya: petani di sawah, dokter memeriksa pasien di klinik) dengan semua anggota berpose sesuai peran masing-masing
  • Guru memfasilitasi setiap kelompok untuk tampil di depan kelas, kelompok lain mengamati dan memberikan tepuk tangan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi bersama
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: Peran mana yang paling kalian sukai? Mengapa? Bagaimana perasaan kalian saat menjadi petani? Dokter? Pasien?
  • Setiap murid diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan emosinya dengan kalimat sederhana (Aku senang jadi dokter karena bisa menolong orang)
  • Guru mencatat respons murid untuk asesmen proses menggunakan lembar observasi
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid mengeksplorasi berbagai peran dan mengungkapkan perasaannya

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid secara sukarela menunjukkan pose favorit mereka dan menceritakan perasaannya
  • Guru memberikan penguatan: Kalian semua hebat! Kalian sudah bisa bermain tablo dengan berbagai peran dan mengenali perasaan kalian sendiri
  • Guru memberikan pratinjau pembelajaran berikutnya: Minggu depan kita akan membuat tablo dengan cerita yang lebih seru
  • Guru menutup pembelajaran dengan refleksi emoji: murid memilih atau menggambar emoji yang menggambarkan perasaan mereka hari ini (senang, biasa, sedih)
  • Guru mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum percaya diri dapat memilih peran yang lebih sederhana atau meniru pose guru terlebih dahulu. Murid yang sudah mahir dapat menambahkan ekspresi wajah dan gerakan tangan yang lebih detail.
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung bermain peran berpasangan, sementara murid yang membutuhkan waktu lebih dapat berlatih pose individu lebih lama dengan bimbingan guru. Guru memberikan scaffolding bertahap sesuai kebutuhan.
  • Produk: Murid yang belum lancar dapat menunjukkan satu pose favorit saja, sementara murid yang sudah mahir dapat menunjukkan tiga pose berbeda dengan transisi yang halus atau menambahkan narasi singkat tentang tokohnya.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman bermain patung-patugan atau meniru pose orang lain
  • Observasi awal kemampuan murid mengikuti instruksi gerak dalam pemanasan

Proses:

  • Observasi kemampuan murid mengeksplorasi pose petani, dokter, dan pasien dengan ekspresi tubuh yang sesuai
  • Observasi kemampuan murid bermain peran berpasangan dan kelompok
  • Catatan perkembangan murid dalam mengenali dan mengungkapkan emosi yang dirasakan
  • Pengamatan partisipasi aktif dan keberanian mencoba peran baru

Akhir:

  • Penampilan pose favorit murid dengan ekspresi tubuh yang jelas
  • Kemampuan murid menceritakan perasaan dan pengalaman saat memainkan peran tertentu menggunakan kosakata sederhana
  • Refleksi emoji: murid memilih atau menggambar emoji yang menggambarkan perasaannya

Formatif:

  • Observasi selama eksplorasi peran: kemampuan murid membuat pose yang sesuai dengan tokoh
  • Observasi ekspresi tubuh dan wajah murid saat bermain peran
  • Catatan anekdotal tentang partisipasi dan antusiasme murid
  • Pertanyaan lisan untuk menggali pemahaman murid tentang peran yang dimainkan

Sumatif:

  • Penampilan pose favorit murid di akhir pembelajaran
  • Kemampuan murid menceritakan pengalaman dan emosi yang dirasakan saat bermain peran
  • Rubrik penilaian dengan 4 level perkembangan (lihat bagian rubrik)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Peran melalui Pose dan Ekspresi TubuhMurid belum dapat membuat pose yang sesuai dengan tokoh dan memerlukan bimbingan penuh dari guruMurid dapat membuat pose sederhana yang menyerupai tokoh dengan bimbingan guru, namun ekspresi tubuh masih terbatasMurid dapat membuat pose yang sesuai dengan tokoh (petani, dokter, pasien) dengan ekspresi tubuh yang cukup jelas tanpa banyak bimbinganMurid dapat membuat pose yang sesuai dan ekspresif untuk berbagai tokoh dengan percaya diri, menunjukkan detail ekspresi wajah dan tubuh yang kaya
Mengenali dan Mengungkapkan Pengalaman EmosiMurid belum dapat mengenali atau mengungkapkan perasaannya saat bermain peranMurid dapat mengenali perasaannya namun kesulitan mengungkapkan dengan kata-kata, hanya menunjukkan ekspresi non-verbal (tersenyum, diam)Murid dapat mengenali dan menceritakan perasaannya dengan kalimat sederhana (senang, sedih, seru) saat bermain peran tertentuMurid dapat mengenali, menceritakan, dan menjelaskan mengapa merasakan emosi tertentu saat memainkan peran dengan kosakata yang bervariasi
Keberanian dan PartisipasiMurid sangat ragu-ragu atau menolak untuk mencoba bermain peranMurid mau mencoba bermain peran namun masih sangat bergantung pada bimbingan guru atau meniru temanMurid aktif berpartisipasi dan berani mencoba berbagai peran dengan antusiasMurid sangat antusias, berinisiatif mencoba berbagai peran, dan membantu teman yang kesulitan dengan semangat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi ketiga peran?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid yang ragu-ragu?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan kemampuan murid dalam mengungkapkan emosinya pada pembelajaran berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah tepat? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
  • Apa tantangan yang muncul dalam memfasilitasi refleksi emosi untuk murid kelas 1?

Refleksi Murid:

  • Peran mana yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat menjadi petani? Dokter? Pasien?
  • Apa yang paling seru dari bermain tablo hari ini?
  • Apakah ada yang sulit saat kamu bermain peran? Apa itu?
  • Apa yang ingin kamu coba lagi di pembelajaran berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) - Bab II Serunya Bermain Tablo
  2. Buku Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) - Bab II Serunya Bermain Tablo
  3. Foto atau gambar tokoh petani, dokter, dan pasien (dari internet atau media cetak)
  4. Ruang kelas atau aula yang cukup untuk murid bergerak bebas
  5. Lembar observasi untuk guru
  6. Lembar refleksi emoji untuk murid
  7. Musik instrumental lembut untuk mengiringi kegiatan (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.