MODUL AJAR Seni Teater — Kelas 1 (Fase A) Topik: Berekspresi Berdasarkan Pengalaman: Permainan Simsalabim Tablo INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Teater |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Berekspresi Berdasarkan Pengalaman: Permainan Simsalabim Tablo |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengekspresikan situasi atau objek tertentu melalui gerak dan pose tubuh dalam permainan 'simsalabim' tablo
- Murid dapat merespons situasi imajinatif (misalnya ada ular di taman, ada cacing) dengan ekspresi dan pose tubuh yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat patung yang diam? Bagaimana rasanya kalau kita menjadi patung?
- Bisakah tubuh kita bercerita tanpa menggunakan suara?
- Apa yang terjadi kalau kita berubah menjadi kucing, pohon, atau robot hanya dengan gerakan tubuh?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan hangat dan mengajak bernyanyi lagu pembuka untuk membangun suasana gembira
- Guru mengajak murid melakukan pemanasan dengan permainan olah tubuh ringan: menggerakkan kepala, tangan, badan, hingga kaki secara berurutan sambil diiringi musik riang
- Guru memberikan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah bermain patung-patugan? Apa yang kalian rasakan saat tubuh diam seperti patung?'
- Guru menjelaskan bahwa hari ini murid akan bermain permainan seru bernama 'Simsalabim Tablo' di mana mereka akan berubah menjadi berbagai hal dengan tubuh mereka
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mengubah tubuh kita menjadi berbagai bentuk seperti binatang, benda, atau orang yang sedang melakukan sesuatu'
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan pose tablo sederhana (misalnya menjadi pohon, kucing, atau orang sedang membaca) sambil menjelaskan bahwa tablo adalah saat kita membuat pose dan diam seperti patung
- Murid mengamati dengan seksama demonstrasi guru, memperhatikan bagaimana tubuh, wajah, dan tangan membentuk ekspresi tertentu
- Guru mengajak murid berdiskusi singkat: 'Apa yang kalian lihat dari pose Ibu/Bapak? Bisakah kalian menebak Ibu/Bapak jadi apa?'
- Guru menjelaskan bahwa dalam permainan 'Simsalabim', satu teman akan memberi perintah dan teman lain akan berubah menjadi apa yang diperintahkan menggunakan tubuhnya
- Murid mendengarkan penjelasan aturan permainan: membentuk lingkaran, satu murid menunjuk teman dan mengucapkan 'Simsalabim, kamu menjadi...', lalu teman yang ditunjuk memperagakan pose dan diam mematung
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Guru mengajak murid membentuk formasi lingkaran besar di ruangan kelas atau area bermain
- Guru memberikan waktu 3-5 menit kepada setiap murid untuk memikirkan dalam hati situasi atau objek apa yang akan mereka minta temannya peragakan (misalnya: kucing, pohon pisang, orang sedang memasak, robot, ular, cacing, bunga)
- Guru mendampingi dan membimbing murid yang kesulitan mencari ide dengan memberikan contoh-contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari
- Permainan dimulai: Murid A menunjuk Murid B dan berkata 'Simsalabim, kamu menjadi kucing!', Murid B maju satu langkah dan memperagakan pose kucing dengan ekspresi wajah dan tubuh yang sesuai, diam mematung beberapa detik
- Guru memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan komentar positif, lalu meminta murid lain mengamati: 'Bagus! Lihat, temanmu benar-benar seperti kucing yang sedang mengintai'
- Permainan dilanjutkan secara bergiliran: Murid B yang baru saja memperagakan pose kemudian menunjuk Murid C dengan perintah baru, begitu seterusnya hingga semua atau sebagian besar murid mendapat giliran
- Guru memvariasikan dengan situasi imajinatif yang menantang: 'Simsalabim, ada ular di taman!', 'Simsalabim, kamu melihat cacing di tanah!', 'Simsalabim, kamu menjadi bunga yang layu!'
- Guru mengamati dan mencatat respons murid: ekspresi wajah, kreativitas gerak, keberanian berekspresi, dan kemampuan merespons situasi imajinatif dengan pose tubuh yang sesuai
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar dengan tenang untuk menenangkan diri setelah bermain aktif
- Guru memfasilitasi diskusi refleksi dengan pertanyaan terbuka: 'Bagaimana perasaan kalian saat bermain tablo tadi? Pose apa yang paling mudah? Pose apa yang sulit?'
- Murid berbagi pengalaman secara bergantian, guru mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan validasi terhadap perasaan dan pengalaman setiap murid
- Guru bertanya: 'Apa yang kalian pelajari dari permainan hari ini? Bisakah tubuh kita bercerita tanpa kata-kata?'
- Murid merefleksikan bahwa tubuh mereka bisa menjadi media komunikasi dan ekspresi, bahwa setiap orang punya cara unik berekspresi, dan bahwa bermain bersama itu menyenangkan
- Guru memberikan penguatan: 'Kalian semua hebat! Tubuh kalian bisa bercerita banyak hal. Ini adalah kemampuan penting dalam seni teater'
- Guru mengajak murid mengevaluasi diri: 'Jika bermain lagi, apa yang ingin kalian coba perbaiki atau tambahkan?'
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid secara sukarela mendemonstrasikan satu pose tablo favorit mereka
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi dan kreativitas mereka
- Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa tubuh kita bisa menjadi banyak hal melalui pose dan ekspresi. Ini namanya bermain tablo'
- Guru memberikan pratinjau singkat untuk pertemuan berikutnya: 'Minggu depan kita akan bermain tablo secara berkelompok dan menampilkannya di depan teman-teman'
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan memberikan salam penutup yang hangat
Diferensiasi:- Konten: Murid yang lebih cepat diberi tantangan pose dengan detail lebih kompleks atau situasi yang membutuhkan ekspresi emosi yang lebih beragam. Murid yang lambat diberi contoh konkret dan pilihan pose sederhana dari benda-benda di sekitar kelas
- Proses: Murid yang belum percaya diri boleh berlatih berpasangan dulu sebelum tampil di depan kelompok besar. Murid yang sudah percaya diri diberi kesempatan menjadi pemandu permainan atau memberikan ide situasi imajinatif yang lebih menantang
- Produk: Murid yang cepat diminta membuat pose dengan variasi gerakan transisi, sementara murid yang lambat cukup membuat satu pose statis yang jelas. Semua murid diharapkan menghasilkan minimal satu pose tablo dengan ekspresi yang sesuai
ASESMENAwal:- Guru bertanya kepada murid tentang pengalaman mereka bermain patung-patugan atau meniru gerakan
- Guru mengamati respons awal murid terhadap demonstrasi pose tablo sederhana
Proses:- Observasi langsung selama permainan Simsalabim: guru mencatat murid yang aktif berpartisipasi, kreativitas pose, kesesuaian ekspresi dengan objek/situasi
- Guru memberikan umpan balik segera dan konstruktif kepada murid: 'Bagus! Pose kucingmu sangat jelas. Coba tambahkan ekspresi wajah yang menakutkan'
- Guru menggunakan checklist sederhana untuk mencatat kemampuan setiap murid: sudah mencoba, ekspresi jelas, berani tampil
Akhir:- Demonstrasi individu di akhir pembelajaran: 2-3 murid menampilkan pose tablo favorit mereka
- Guru menggunakan rubrik untuk menilai kemampuan akhir murid
- Refleksi lisan: murid menceritakan pengalaman dan emosi mereka selama bermain tablo
Formatif:- Observasi selama permainan Simsalabim: kemampuan murid mengekspresikan objek/situasi melalui pose tubuh
- Catatan anekdot tentang kreativitas dan keberanian murid dalam berekspresi
- Pertanyaan lisan selama refleksi untuk mengecek pemahaman murid tentang konsep tablo
Sumatif:- Demonstrasi individu: murid menampilkan satu pose tablo pilihan sendiri di akhir pembelajaran
- Penilaian menggunakan rubrik: kesesuaian pose dengan objek/situasi, kejelasan ekspresi, dan keberanian tampil
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan mengekspresikan objek/situasi melalui pose tubuh | Murid belum mampu membuat pose yang menggambarkan objek/situasi yang diminta, tubuh kaku dan tidak ekspresif | Murid mulai mencoba membuat pose tetapi belum jelas menggambarkan objek/situasi, memerlukan banyak bimbingan guru | Murid mampu membuat pose yang cukup jelas menggambarkan objek/situasi, meskipun masih sederhana dan kadang memerlukan bantuan | Murid mampu membuat pose yang jelas dan ekspresif menggambarkan objek/situasi dengan detail, mandiri dan percaya diri | | Kemampuan merespons situasi imajinatif dengan ekspresi yang sesuai | Murid belum menunjukkan respons ekspresi yang sesuai dengan situasi imajinatif, wajah datar tanpa emosi | Murid mulai menunjukkan ekspresi tetapi belum sesuai dengan situasi imajinatif yang diberikan | Murid mampu menunjukkan ekspresi yang cukup sesuai dengan situasi imajinatif, terlihat usaha menghadirkan emosi | Murid mampu menunjukkan ekspresi wajah dan tubuh yang sangat sesuai dan meyakinkan sesuai situasi imajinatif, ekspresif dan natural | | Keberanian dan partisipasi dalam bermain tablo | Murid tidak mau mencoba atau sangat enggan berpartisipasi dalam permainan | Murid mau mencoba tetapi masih sangat malu, perlu banyak dorongan untuk berpartisipasi | Murid berpartisipasi dengan cukup baik, sesekali masih ragu tetapi mau mencoba | Murid berpartisipasi dengan antusias, percaya diri, dan berani menampilkan pose di depan teman-teman |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam permainan?
- Apakah instruksi dan demonstrasi yang saya berikan cukup jelas bagi murid kelas 1?
- Murid mana yang masih memerlukan bimbingan lebih intensif? Apa strategi diferensiasi yang perlu saya perbaiki?
- Apakah prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sudah terwujud dalam pembelajaran hari ini?
- Apa yang perlu saya ubah atau tingkatkan untuk pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Bagaimana perasaanmu saat bermain Simsalabim tablo hari ini?
- Pose apa yang paling mudah kamu buat? Pose apa yang paling sulit?
- Apa yang kamu pelajari dari permainan hari ini?
- Apakah kamu senang bermain tablo bersama teman-teman? Mengapa?
- Apa yang ingin kamu coba lagi di pertemuan berikutnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Ruang kelas atau area terbuka yang cukup luas untuk bermain dalam formasi lingkaran
- Musik pengiring yang riang untuk kegiatan pemanasan (opsional)
- Gambar atau foto contoh pose tablo sederhana (opsional)
- Lembar observasi/checklist untuk guru
- Alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan
|