Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Mengamati dan Meniru Emosi melalui Ekspresi Wajah dalam Tablo

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 1 dengan topik "Mengamati dan Meniru Emosi melalui Ekspresi Wajah dalam Tablo". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Mengamati dan Meniru Emosi melalui Ekspresi Wajah dalam Tablo

Seni Teater - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengamati dan Meniru Emosi melalui Ekspresi Wajah dalam Tablo

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengamati dan Meniru Emosi melalui Ekspresi Wajah dalam Tablo
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengamati dan mengidentifikasi berbagai emosi (senang, sedih, takut, marah) yang dikomunikasikan melalui ekspresi wajah dan gerak tubuh
  2. Murid dapat meniru ekspresi emosi tertentu dengan gerak wajah dan tubuh sebagai bentuk pose tablo

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian rasakan saat sedang senang? Bagaimana wajah kalian?
  2. Bagaimana wajah teman kalian ketika sedih atau takut?
  3. Bisakah kalian menunjukkan ekspresi marah tanpa bersuara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid bernyanyi lagu anak yang ceria untuk menciptakan suasana gembira
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan perasaan murid hari ini dan meminta 2-3 murid menunjukkan ekspresi wajah mereka
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mengenali berbagai emosi dan menirunya melalui ekspresi wajah
  • Guru melakukan kegiatan olah tubuh sederhana: peregangan leher, bahu, dan wajah (mengernyitkan dahi, membuka mulut lebar, menggembungkan pipi) selama 5 menit untuk mempersiapkan tubuh murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep tablo sebagai pose diam seperti patung yang menceritakan emosi atau peristiwa
  • Guru memperagakan 4 ekspresi emosi dasar dengan pose tablo: senang (senyum lebar, mata berbinar), sedih (kepala tertunduk, bibir cemberut), takut (mata melotot, badan mundur), marah (dahi berkerut, tangan mengepal)
  • Murid mengamati dengan saksama setiap ekspresi yang ditampilkan guru, mencermati bagian wajah dan tubuh yang berubah
  • Guru menampilkan gambar-gambar ekspresi emosi dari buku atau kartu bergambar, murid diminta mengidentifikasi emosi apa yang terlihat
  • Guru meminta murid menyebutkan pengalaman mereka merasakan emosi tersebut: kapan mereka merasa senang, sedih, takut, atau marah
  • Murid berdiskusi berpasangan tentang perbedaan ekspresi wajah untuk tiap emosi

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan 'Cermin Emosi': murid berpasangan, satu menjadi pemimpin yang membuat ekspresi emosi, satu lagi menjadi cermin yang meniru
  • Setiap pasangan berlatih meniru keempat ekspresi emosi (senang, sedih, takut, marah) secara bergantian
  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (4-5 murid), setiap kelompok mendapat kartu emosi acak
  • Murid secara individu di dalam kelompok mempraktikkan pose tablo sesuai emosi yang didapat, teman sekelompok mengamati dan memberikan masukan
  • Guru berkeliling memfasilitasi, memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan ekspresi: 'Coba bibir kamu turunkan sedikit untuk terlihat lebih sedih'
  • Setiap kelompok memilih satu murid untuk menampilkan pose tablo terbaiknya di depan kelas, murid lain menebak emosi yang ditampilkan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: 'Emosi mana yang paling mudah ditiru? Mana yang paling sulit? Mengapa?'
  • Murid berbagi pengalaman mereka saat meniru ekspresi emosi, bagaimana perasaan mereka ketika membuat wajah sedih atau marah
  • Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya mengenali emosi diri sendiri dan orang lain untuk saling memahami
  • Murid diminta merefleksikan: 'Apa yang kalian pelajari hari ini tentang emosi?' dan 'Bagaimana kalian bisa menggunakan kemampuan ini dalam bermain atau berinteraksi dengan teman?'
  • Guru mencatat respons murid sebagai asesmen proses dan memberikan penguatan positif

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta setiap murid menunjukkan satu ekspresi emosi pilihan mereka sebagai pose tablo
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas keberanian dan usaha mereka dalam meniru ekspresi emosi
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya: murid akan belajar berekspresi berdasarkan pengalaman dan peristiwa
  • Guru menutup pembelajaran dengan menyanyikan lagu penutup dan mengajak murid melakukan relaksasi sederhana (tarik napas dalam, hembuskan perlahan)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar dapat fokus pada 2 emosi dasar (senang dan sedih) terlebih dahulu. Murid yang sudah mahir dapat mencoba menggabungkan ekspresi wajah dengan gerak tubuh yang lebih kompleks (posisi tangan, kaki, postur tubuh)
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat berlatih berpasangan lebih lama dengan bimbingan guru. Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya untuk membantu teman yang kesulitan. Guru memberikan scaffold berupa contoh ekspresi lebih banyak untuk murid yang kesulitan
  • Produk: Murid yang belum mahir cukup menunjukkan 2 ekspresi emosi dengan jelas. Murid yang sudah mahir dapat menampilkan 4 ekspresi emosi dengan detail dan menambahkan gerak tubuh pendukung. Beberapa murid dapat diminta menjelaskan emosi yang mereka tiru

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang perasaan murid hari ini
  • Meminta 2-3 murid menunjukkan ekspresi wajah mereka saat ini untuk mengukur pemahaman awal tentang ekspresi emosi

Proses:

  • Observasi saat murid bermain 'Cermin Emosi' dan berlatih di kelompok
  • Mencatat kemampuan murid mengidentifikasi emosi dari gambar
  • Memberikan umpan balik langsung saat murid mempraktikkan pose tablo
  • Mendengarkan refleksi murid tentang pengalaman mereka meniru ekspresi emosi

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: setiap murid menampilkan satu pose tablo dengan ekspresi emosi pilihan
  • Penilaian menggunakan rubrik: ketepatan ekspresi wajah, kejelasan emosi yang dikomunikasikan, kepercayaan diri, dan kemampuan mempertahankan pose
  • Refleksi lisan: murid menjawab pertanyaan 'Apa yang kalian pelajari hari ini?' dan 'Emosi mana yang paling mudah ditiru?'

Formatif:

  • Observasi selama permainan 'Cermin Emosi': kemampuan murid meniru ekspresi emosi
  • Umpan balik lisan saat murid berlatih di kelompok
  • Penilaian sejawat dalam kelompok kecil

Sumatif:

  • Unjuk kerja individu: murid menampilkan pose tablo dengan ekspresi emosi pilihan mereka di akhir pembelajaran
  • Rubrik penilaian ekspresi emosi dengan 4 aspek

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Ekspresi WajahMurid belum mampu membuat ekspresi wajah yang sesuai dengan emosi yang ditujuMurid dapat membuat ekspresi wajah namun masih kurang jelas atau kurang sesuai dengan emosiMurid dapat membuat ekspresi wajah yang cukup jelas dan sesuai dengan emosi yang ditujuMurid dapat membuat ekspresi wajah yang sangat jelas, detail, dan sangat sesuai dengan emosi yang dituju
Kejelasan Emosi yang DikomunikasikanEmosi yang ditampilkan tidak dapat dikenali oleh pengamatEmosi yang ditampilkan dapat dikenali namun masih membingungkanEmosi yang ditampilkan dapat dikenali dengan cukup jelas oleh pengamatEmosi yang ditampilkan sangat jelas dan langsung dapat dikenali oleh pengamat
Kemampuan Meniru Gerak TubuhMurid belum mampu menggunakan gerak tubuh untuk mendukung ekspresi emosiMurid mulai menggunakan gerak tubuh namun belum mendukung ekspresi wajah dengan baikMurid dapat menggunakan gerak tubuh yang cukup mendukung ekspresi emosiMurid dapat menggunakan gerak tubuh yang sangat mendukung dan memperkuat ekspresi emosi
Kepercayaan Diri dan Kemampuan Mempertahankan PoseMurid terlihat ragu dan tidak dapat mempertahankan pose tabloMurid mulai percaya diri namun pose masih bergerak-gerak atau tidak stabilMurid cukup percaya diri dan dapat mempertahankan pose tablo beberapa saatMurid sangat percaya diri dan dapat mempertahankan pose tablo dengan stabil dan tenang

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengidentifikasi keempat emosi dasar?
  • Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih dalam meniru ekspresi emosi?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk semua kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan 'Cermin Emosi'? Apakah mereka terlihat antusias dan terlibat aktif?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Emosi mana yang paling mudah kamu tiru? Mengapa?
  • Emosi mana yang paling sulit kamu tiru? Apa yang membuatnya sulit?
  • Bagaimana perasaanmu saat meniru ekspresi wajah teman?
  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang emosi?
  • Apakah kamu senang bermain tablo hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  2. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  3. Kartu bergambar ekspresi emosi (senang, sedih, takut, marah)
  4. Ruang kelas yang cukup luas untuk murid bergerak bebas
  5. Media audio: lagu anak-anak untuk pembuka dan penutup
  6. Cermin kecil (opsional) untuk murid mengamati ekspresi wajah sendiri

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.