Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Olah Tubuh: Mengenal Bagian Tubuh sebagai Media Tablo

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 1 dengan topik "Olah Tubuh: Mengenal Bagian Tubuh sebagai Media Tablo". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Olah Tubuh: Mengenal Bagian Tubuh sebagai Media Tablo

Seni Teater - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Olah Tubuh: Mengenal Bagian Tubuh sebagai Media Tablo

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikOlah Tubuh: Mengenal Bagian Tubuh sebagai Media Tablo
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggerakkan bagian-bagian tubuh (kepala, pundak, pinggang, lutut, kaki) secara sadar dan terkontrol melalui permainan olah tubuh.
  2. Murid dapat menirukan pose tubuh sederhana sesuai aba-aba guru sebagai latihan dasar bermain tablo.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja bagian tubuh kalian yang bisa digerakkan?
  2. Bagaimana kalian bisa membuat tubuh seperti patung yang diam?
  3. Bisakah kalian menirukan gerakan yang guru tunjukkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi kehadiran murid dengan cara menyenangkan (misal: memanggil nama sambil murid mengangkat tangan dan tersenyum).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajak murid menyebutkan bagian-bagian tubuh yang mereka ketahui sambil menunjuk bagian tubuh tersebut.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menggerakkan bagian tubuh dan membuat pose seperti patung (tablo).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa saja bagian tubuh kalian yang bisa digerakkan? Bisakah kalian membuat tubuh seperti patung yang diam?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid berdiri membentuk lingkaran dan memulai permainan olah tubuh sederhana dengan lagu 'Kepala Pundak Lutut Kaki'.
  • Murid menyanyikan lagu sambil menyentuh bagian tubuh yang disebutkan: kepala, pundak, pinggang, lutut, kaki.
  • Guru mengajak murid mengulang permainan dengan tempo lebih lambat agar murid lebih sadar terhadap setiap bagian tubuh yang digerakkan.
  • Guru menjelaskan konsep tablo dengan sederhana: 'Tablo adalah pose tubuh yang diam seperti patung untuk menceritakan sesuatu'.
  • Guru menunjukkan 2-3 contoh pose tablo sederhana (misal: pose sedang makan, pose sedang tidur, pose sedang bermain) dan murid mengamati.
  • Murid diminta menyebutkan apa yang diceritakan oleh pose guru tersebut.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan aba-aba 'Siap... Diam!' dan murid harus berhenti bergerak dalam pose apa pun yang sedang mereka lakukan.
  • Guru memberikan aba-aba pose sederhana: 'Buat pose seperti sedang makan!' dan murid menirukan dengan cara mereka sendiri.
  • Guru memberikan variasi aba-aba pose: 'Buat pose sedang tidur!', 'Buat pose seperti pohon!', 'Buat pose seperti burung terbang!'.
  • Murid berlatih menahan pose selama 5-10 detik dengan tubuh yang diam dan terkontrol.
  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (3-4 anak) untuk bermain 'Patung Bergilir': satu anak menjadi patung, teman lainnya mengamati.
  • Setiap murid mendapat giliran membuat pose tablo sederhana sesuai pilihan mereka sendiri sementara teman lain menebak apa yang diceritakan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: 'Bagian tubuh mana yang paling mudah kalian gerakkan? Mana yang sulit?'.
  • Murid diminta berbagi pengalaman: 'Bagaimana rasanya saat kalian harus diam seperti patung? Apakah susah atau mudah?'.
  • Guru mengapresiasi setiap jawaban murid dan memberikan pujian atas usaha mereka.
  • Murid diminta merefleksikan pose mana yang paling mereka sukai dan mengapa.
  • Guru menghubungkan kegiatan dengan kehidupan sehari-hari: 'Kalian sudah belajar mengontrol tubuh. Ini penting saat kita bermain teater atau permainan lainnya'.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menunjukkan satu pose tablo pilihan mereka di depan kelas.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan spesifik terhadap setiap pose yang ditampilkan.
  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kita sudah belajar bagian-bagian tubuh dan cara membuat pose tablo. Kalian semua hebat!'.
  • Guru memberikan pertanyaan refleksi: 'Apa yang paling kalian suka dari kegiatan hari ini?'.
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: kita akan belajar membuat tablo untuk menceritakan sesuatu yang lebih lengkap.
  • Guru menutup pembelajaran dengan tepuk tangan bersama dan doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan tantangan pose yang lebih kompleks (misal: pose dengan ekspresi wajah tertentu). Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru memberikan contoh pose yang lebih sederhana dan memberikan bantuan verbal atau fisik (mengarahkan posisi tubuh).
  • Proses: Murid yang cepat dapat memimpin kelompok kecil dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberi kesempatan berlatih lebih banyak dengan bimbingan guru atau teman sebaya. Guru menyediakan waktu fleksibel untuk setiap murid menguasai gerakan.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat 3-5 pose tablo berbeda dan menjelaskan ceritanya. Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menampilkan 1-2 pose tablo sederhana dengan bantuan guru. Semua hasil diapresiasi sesuai kemampuan masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajak murid menyebutkan dan menunjuk bagian-bagian tubuh (kepala, pundak, pinggang, lutut, kaki) untuk mengecek pemahaman awal.
  • Guru mengamati kemampuan murid menggerakkan tubuh saat bernyanyi lagu sederhana di pendahuluan.

Proses:

  • Observasi saat permainan 'Kepala Pundak Lutut Kaki': apakah murid dapat menyentuh bagian tubuh yang benar dengan tempo yang diminta.
  • Observasi saat murid menirukan pose guru: apakah pose sesuai aba-aba dan tubuh terkontrol.
  • Observasi dalam kelompok kecil: partisipasi, kemampuan menahan pose, dan kerja sama.
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan: 'Bagian tubuh mana yang kamu gerakkan sekarang?', 'Bagaimana rasanya membuat pose ini?'.

Akhir:

  • Unjuk kerja individual: murid menampilkan satu pose tablo di depan kelas, dinilai dengan rubrik.
  • Refleksi lisan: murid menjawab pertanyaan 'Apa yang paling kalian suka dari kegiatan hari ini?' dan 'Bagian tubuh mana yang paling mudah/sulit digerakkan?'.
  • Guru mencatat perkembangan setiap murid berdasarkan rubrik penilaian.

Formatif:

  • Observasi selama permainan olah tubuh: apakah murid dapat menggerakkan bagian tubuh sesuai lagu
  • Observasi saat latihan pose tablo: apakah murid dapat menahan pose dengan tubuh terkontrol
  • Penilaian sejawat dalam kelompok kecil: teman menebak pose yang dibuat

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid menampilkan satu pose tablo pilihan sendiri di depan kelas
  • Penilaian kemampuan menirukan pose sesuai aba-aba guru
  • Rubrik penilaian berdasarkan kesadaran tubuh dan kemampuan menahan pose

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesadaran menggerakkan bagian tubuhMurid belum dapat menggerakkan bagian tubuh yang disebutkan dengan tepat, masih bingung atau tidak merespons aba-aba.Murid dapat menggerakkan beberapa bagian tubuh dengan bantuan guru, tetapi masih sering keliru atau ragu-ragu.Murid dapat menggerakkan sebagian besar bagian tubuh (kepala, pundak, pinggang, lutut, kaki) dengan tepat sesuai aba-aba.Murid dapat menggerakkan semua bagian tubuh dengan tepat, sadar, dan terkontrol sesuai aba-aba tanpa bantuan.
Kemampuan menirukan pose tabloMurid belum dapat menirukan pose yang ditunjukkan guru, tubuh tidak terkontrol atau tidak membuat pose sama sekali.Murid mencoba menirukan pose tetapi hasilnya belum menyerupai contoh, atau pose tidak dapat ditahan lebih dari 3 detik.Murid dapat menirukan pose dengan cukup baik dan menahan pose selama 5-8 detik dengan tubuh cukup terkontrol.Murid dapat menirukan pose dengan tepat, menahan pose lebih dari 10 detik dengan tubuh diam dan terkontrol, serta menunjukkan ekspresi yang sesuai.
Partisipasi dan antusiasmeMurid tidak aktif berpartisipasi, menolak mengikuti kegiatan, atau mengganggu teman.Murid mengikuti kegiatan tetapi masih pasif, perlu dorongan terus-menerus dari guru untuk berpartisipasi.Murid aktif mengikuti sebagian besar kegiatan dengan antusias dan sesekali mengambil inisiatif sendiri.Murid sangat antusias, aktif di semua kegiatan, sering mengambil inisiatif, dan membantu teman yang kesulitan.
Kreativitas dalam membuat pose sendiriMurid tidak dapat membuat pose sendiri, hanya meniru teman atau diam saja.Murid mencoba membuat pose sendiri tetapi sangat sederhana atau kurang jelas maksudnya.Murid dapat membuat pose sendiri yang cukup jelas dan dapat dipahami orang lain.Murid dapat membuat pose sendiri yang kreatif, jelas, ekspresif, dan mudah dipahami ceritanya oleh orang lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti kegiatan olah tubuh dengan baik? Adakah yang membutuhkan bantuan khusus?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk kelas ini?
  • Bagaimana cara meningkatkan partisipasi murid yang masih pasif di pertemuan berikutnya?
  • Apakah aba-aba dan instruksi yang diberikan sudah cukup jelas untuk usia murid kelas 1?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu suka dari kegiatan hari ini?
  • Bagian tubuh mana yang paling mudah dan paling sulit kamu gerakkan?
  • Bagaimana rasanya saat kamu harus diam seperti patung?
  • Pose apa yang paling kamu suka buat? Kenapa?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang bermain tablo?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  2. Lagu 'Kepala Pundak Lutut Kaki' (lagu anak tradisional)
  3. Ruang kelas atau aula yang cukup luas untuk murid bergerak
  4. Speaker portable untuk memutar musik latar (opsional)
  5. Kartu bergambar pose-pose sederhana sebagai inspirasi (opsional)
  6. Matras atau karpet untuk area bermain yang aman (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.