Modul AjarPertemuan 10Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Asesmen Sumatif: Refleksi dan Penilaian Pertunjukan Tablo

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 1 dengan topik "Asesmen Sumatif: Refleksi dan Penilaian Pertunjukan Tablo". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Asesmen Sumatif: Refleksi dan Penilaian Pertunjukan Tablo

Seni Teater - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Asesmen Sumatif: Refleksi dan Penilaian Pertunjukan Tablo

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikAsesmen Sumatif: Refleksi dan Penilaian Pertunjukan Tablo
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memperagakan pose tablo secara mandiri atau berkelompok untuk menunjukkan peristiwa atau emosi tertentu sebagai bukti capaian belajar
  2. Murid dapat menceritakan pengalaman dan emosi yang dirasakan selama proses belajar bermain tablo menggunakan kosakata sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pose tablo apa yang paling kamu sukai selama belajar bermain tablo?
  2. Bagaimana perasaanmu saat memperagakan pose tablo di depan teman-teman?
  3. Apa yang membuat pose tablamu menjadi menarik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama untuk bersyukur atas kemampuan berekspresi yang diberikan Tuhan
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid dengan penuh kehangatan
  • Guru melakukan ice breaking sederhana dengan permainan 'Tebak Pose' untuk mengaktifkan kembali ingatan murid tentang tablo
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menampilkan pose tablo dan menceritakan pengalaman belajar
  • Guru memberikan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat pose tablo yang pernah kita pelajari? Coba sebutkan!'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun semangat dan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan mengingatkan kembali konsep tablo melalui tanya jawab sederhana: 'Apa itu tablo? Bagaimana cara membuat pose yang bagus?'
  • Guru mencontohkan 2-3 pose tablo sederhana yang menggambarkan emosi (gembira, sedih, terkejut) dan meminta murid mengamati dengan saksama
  • Murid diminta menyebutkan emosi atau peristiwa apa yang ditunjukkan oleh pose guru
  • Guru menjelaskan bahwa hari ini setiap murid akan menampilkan pose tablo sebagai bukti hasil belajar mereka
  • Guru memberikan waktu kepada murid untuk mengingat-ingat kembali pose tablo yang pernah mereka pelajari atau yang ingin mereka tampilkan

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi dua kelompok besar: kelompok penampil dan kelompok penonton (bergantian)
  • Setiap murid dari kelompok penampil diberi kesempatan memperagakan satu pose tablo yang menunjukkan peristiwa atau emosi tertentu (durasi 10-15 detik per murid)
  • Murid dapat memilih tampil mandiri atau berpasangan sesuai kenyamanan mereka
  • Kelompok penonton mengamati dengan penuh perhatian dan memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi
  • Guru mengambil foto atau video dokumentasi setiap penampilan murid sebagai portofolio
  • Setelah semua murid di kelompok pertama selesai, kelompok berganti peran
  • Guru memberikan pujian dan penguatan positif kepada setiap murid yang telah berani tampil

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid kembali duduk melingkar untuk sesi berbagi pengalaman
  • Guru memandu murid untuk menceritakan pengalaman dan emosi mereka selama belajar bermain tablo dengan pertanyaan terbuka: 'Bagaimana perasaanmu tadi saat tampil? Apa yang membuatmu senang atau kesulitan?'
  • Setiap murid diberi kesempatan berbicara secara sukarela (tidak dipaksa) menggunakan kosakata sehari-hari mereka sendiri
  • Guru mencatat respon murid dan memberikan umpan balik positif yang membangun kepercayaan diri
  • Guru menayangkan kembali beberapa foto/video penampilan tablo murid dan mendiskusikan bersama: 'Pose apa yang paling menarik? Mengapa?'
  • Murid diminta mengisi Lembar Refleksi Diri sederhana dengan gambar ekspresi (senyum, biasa, sedih) dan tulisan/gambar singkat tentang pengalaman mereka
  • Guru membimbing murid untuk mengenali kekuatan diri mereka dan hal yang masih perlu diperbaiki dengan bahasa yang positif

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian dan usaha mereka dalam belajar bermain tablo
  • Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran: 'Hari ini kalian sudah berhasil menampilkan pose tablo dan menceritakan pengalaman kalian. Kalian semua hebat!'
  • Guru memberikan motivasi kepada murid untuk terus berlatih berekspresi dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru memimpin refleksi akhir dengan pertanyaan: 'Apa yang paling berkesan dari belajar tablo? Apa yang ingin kalian pelajari selanjutnya?'
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diminta menampilkan pose tablo dengan cerita atau alur sederhana (2-3 pose berurutan). Murid yang lambat cukup menampilkan satu pose statis yang sederhana dengan bantuan guru atau teman
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri dapat tampil berpasangan atau dalam kelompok kecil. Murid yang sudah percaya diri dapat tampil mandiri atau menjadi pemandu bagi temannya
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat gambar atau cerita sederhana tentang pose tablo mereka. Murid yang lambat cukup menunjukkan pose dan menceritakan secara lisan dengan bimbingan guru

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang masih ingat pose tablo yang pernah kita pelajari? Coba sebutkan emosi atau peristiwa yang bisa ditampilkan dengan tablo!'
  • Observasi kesiapan dan antusiasme murid saat permainan 'Tebak Pose'

Proses:

  • Observasi langsung saat murid memperagakan pose tablo: kesesuaian pose dengan emosi/peristiwa, kejelasan ekspresi, kepercayaan diri
  • Catatan anekdotal tentang cara murid berinteraksi (tampil mandiri atau berkelompok, memberikan dukungan kepada teman)
  • Penilaian diri sejawat sederhana: murid diminta memberikan tepuk tangan atau jempol untuk teman yang tampil

Akhir:

  • Penilaian performa pose tablo menggunakan rubrik (aspek: kejelasan pose, ekspresi emosi, kepercayaan diri)
  • Lembar Refleksi Diri: murid menggambar ekspresi wajah (senyum/biasa/sedih) dan menulis/menggambar satu hal yang mereka rasakan
  • Penilaian kemampuan menceritakan pengalaman: observasi saat murid berbagi cerita dalam lingkaran diskusi
  • Dokumentasi portofolio: foto/video penampilan tablo setiap murid

Formatif:

  • Observasi guru selama murid memperagakan pose tablo (kemampuan berekspresi, kepercayaan diri, kreativitas)
  • Catatan anekdotal tentang partisipasi dan antusiasme murid
  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman konsep tablo

Sumatif:

  • Penilaian performa: penampilan pose tablo individual atau kelompok menggunakan rubrik
  • Lembar Refleksi Diri murid (gambar dan tulisan/gambar tentang pengalaman belajar)
  • Dokumentasi foto/video penampilan tablo sebagai portofolio

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memperagakan Pose TabloMurid belum mampu membuat pose tablo atau hanya meniru tanpa pemahamanMurid mampu membuat pose tablo sederhana dengan bimbingan guruMurid mampu membuat pose tablo yang jelas menunjukkan emosi atau peristiwa tertentuMurid mampu membuat pose tablo yang jelas, ekspresif, dan menunjukkan kreativitas
Ekspresi dan EmosiEkspresi wajah dan tubuh tidak menunjukkan emosi yang dimaksudEkspresi wajah atau tubuh mulai menunjukkan emosi meski masih ragu-raguEkspresi wajah dan tubuh jelas menunjukkan emosi yang dimaksudEkspresi wajah dan tubuh sangat jelas, konsisten, dan meyakinkan dalam menunjukkan emosi
Kepercayaan DiriMurid sangat ragu dan tidak berani tampil meski dengan bantuanMurid berani tampil dengan banyak bimbingan dan dukungan dari guru atau temanMurid berani tampil dengan sedikit bimbinganMurid berani tampil mandiri dengan percaya diri
Menceritakan PengalamanMurid belum mampu menceritakan pengalaman atau emosinyaMurid mampu menyebutkan satu pengalaman atau emosi dengan bantuan pertanyaan guruMurid mampu menceritakan pengalaman dan emosi menggunakan kalimat sederhanaMurid mampu menceritakan pengalaman dan emosi dengan detail menggunakan kosakata sehari-hari yang beragam

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk tampil dan berbagi pengalaman?
  • Bagaimana saya memberikan dukungan kepada murid yang kurang percaya diri?
  • Apakah asesmen yang saya lakukan sudah menggambarkan capaian belajar murid secara menyeluruh?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam memfasilitasi pembelajaran tablo di pertemuan selanjutnya?
  • Apakah pembelajaran hari ini sudah menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu sukai dari belajar bermain tablo?
  • Bagaimana perasaanmu saat tampil di depan teman-teman?
  • Apa yang membuat pose tablom menarik?
  • Apa yang masih sulit bagimu? Mengapa?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lagi tentang teater?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  2. Buku Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  3. Ruang kelas atau aula yang cukup luas untuk bergerak
  4. Kamera atau smartphone untuk dokumentasi foto/video
  5. Lembar Kerja Murid: Lembar Refleksi Diri (kertas bergambar ekspresi wajah)
  6. Media gambar atau poster tentang berbagai ekspresi emosi
  7. Properti sederhana (opsional): topi, syal, boneka, untuk mendukung penampilan tablo

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.