Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Latihan Pertunjukan: Memainkan Lakon Sederhana bersama Teman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 1 dengan topik "Latihan Pertunjukan: Memainkan Lakon Sederhana bersama Teman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Teater Kelas 1: Latihan Pertunjukan: Memainkan Lakon Sederhana bersama Teman

Seni Teater - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Seni Teater — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Latihan Pertunjukan: Memainkan Lakon Sederhana bersama Teman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikLatihan Pertunjukan: Memainkan Lakon Sederhana bersama Teman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memainkan sebuah lakon pertunjukan adegan sederhana bersama teman dengan menampilkan gerak, suara, dan ekspresi yang sesuai dengan perannya
  2. Murid dapat mengenali dan menceritakan pengalaman emosi yang dirasakan selama proses bermain teater bersama teman dengan kosakata sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian rasakan saat memerankan tokoh di lakon kemarin?
  2. Bagaimana caranya agar teman-teman bisa menonton dan mengerti cerita yang kita mainkan?
  3. Apa yang membuat kalian senang atau gugup saat bermain teater bersama teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan sapaan ceria dan mengajak murid duduk melingkar agar semua dapat saling melihat
  • Guru mengajak murid melakukan peregangan tubuh ringan dan bernapas dalam-dalam untuk menenangkan diri (asesmen awal: mengamati kesiapan fisik dan emosional murid)
  • Guru menanyakan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian rasakan saat memerankan tokoh di lakon kemarin?' dan 'Bagaimana caranya agar teman-teman bisa menonton dan mengerti cerita yang kita mainkan?'
  • Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan berlatih pertunjukan teater bersama teman dengan memainkan lakon sederhana yang telah dipelajari sebelumnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan bermain teater bersama teman dan menceritakan perasaan kita'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali cerita lakon sederhana yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya dengan bertanya tentang tokoh dan alur cerita
  • Guru mendemonstrasikan cara memainkan satu tokoh dengan menunjukkan gerak tubuh, suara, dan ekspresi yang jelas dan sesuai karakter
  • Guru mengajak murid mengamati perbedaan gerak, suara, dan ekspresi antar tokoh dalam cerita
  • Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (3-4 orang) untuk memainkan lakon yang sama secara bergantian
  • Setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk memilih peran yang ingin dimainkan dengan bimbingan guru
  • Guru memberikan waktu setiap kelompok untuk berdiskusi singkat tentang cara memainkan peran mereka

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok melakukan latihan pertunjukan di ruang yang disediakan, guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik
  • Guru memberikan arahan teknis: 'Ingat, suaramu harus keras agar teman-teman bisa mendengar. Gerakmu harus jelas agar teman-teman mengerti'
  • Murid berlatih menggunakan properti sederhana (jika ada) dan menempatkan diri di area pertunjukan
  • Guru mengamati dan mencatat perkembangan murid dalam menampilkan gerak, suara, dan ekspresi (asesmen proses: observasi keterampilan bermain peran)
  • Setiap kelompok secara bergantian menampilkan pertunjukan lakon sederhana di hadapan teman-teman yang lain
  • Kelompok penonton duduk dengan tenang dan memberikan perhatian kepada kelompok yang sedang tampil
  • Guru memfasilitasi tepuk tangan apresiasi setelah setiap kelompok selesai tampil

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak semua murid duduk melingkar untuk sesi refleksi bersama
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang kalian rasakan saat bermain teater tadi? Senang, gugup, atau perasaan lain?'
  • Setiap murid diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman dan emosi yang dirasakan selama proses bermain teater dengan kosakata sehari-hari mereka
  • Guru mencatat respons murid sebagai asesmen proses refleksi
  • Guru memfasilitasi murid untuk memberikan apresiasi kepada teman-teman yang telah tampil dengan menyebutkan hal positif yang mereka lihat
  • Murid menuliskan atau menggambar perasaan mereka di kertas refleksi sederhana yang disediakan guru (asesmen akhir: lembar refleksi emosi)
  • Guru memberikan penguatan positif kepada semua murid atas keberanian dan usaha mereka

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan peregangan ringan untuk melemaskan tubuh setelah pertunjukan
  • Guru merangkum pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita sudah bermain teater bersama teman dan belajar mengenali perasaan kita'
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi dan kerja sama mereka
  • Guru memberikan pratinjau singkat untuk pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengajak murid memberikan tepuk tangan untuk diri sendiri dan teman-teman

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum percaya diri dapat memilih peran dengan dialog lebih sedikit atau peran pendukung. Murid yang sudah percaya diri dapat memilih peran utama dengan dialog lebih banyak
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat berlatih lebih lama dengan bimbingan guru atau teman sebaya. Murid yang cepat menguasai dapat membantu teman yang kesulitan atau mengembangkan improvisasi sederhana
  • Produk: Murid dapat mengekspresikan refleksi emosi mereka melalui gambar, kata-kata sederhana, atau cerita lisan sesuai kemampuan literasi mereka

ASESMEN

Awal:

  • Pengamatan kesiapan fisik dan emosional murid saat kegiatan peregangan di awal pembelajaran
  • Mendengarkan respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengukur pemahaman awal tentang pengalaman bermain teater sebelumnya

Proses:

  • Observasi saat murid berlatih dalam kelompok: kemampuan bekerja sama, memilih peran, dan berdiskusi
  • Pengamatan selama pertunjukan berlangsung: ketepatan gerak, kejelasan suara, kesesuaian ekspresi dengan peran
  • Mendengarkan murid menceritakan pengalaman emosi mereka saat sesi refleksi

Akhir:

  • Penilaian hasil pertunjukan kelompok menggunakan rubrik
  • Lembar refleksi emosi yang diisi murid (gambar atau tulisan sederhana)
  • Penilaian kemampuan murid menceritakan pengalaman emosi dengan kosakata sehari-hari

Formatif:

  • Observasi selama latihan dan pertunjukan: mengamati kemampuan murid dalam menampilkan gerak, suara, dan ekspresi sesuai peran
  • Pengamatan partisipasi murid dalam kerja sama kelompok
  • Mendengarkan respons murid saat sesi refleksi lisan

Sumatif:

  • Penilaian pertunjukan kelompok berdasarkan rubrik keterampilan bermain peran
  • Lembar refleksi emosi (gambar atau tulisan sederhana tentang perasaan murid)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Gerak TubuhMurid belum mampu menampilkan gerak tubuh yang sesuai dengan peran, gerakan sangat terbatas atau tidak terlihatMurid mulai menampilkan gerak tubuh tetapi masih ragu-ragu dan belum sepenuhnya sesuai dengan peranMurid mampu menampilkan gerak tubuh yang cukup sesuai dengan peran meskipun masih perlu bimbinganMurid mampu menampilkan gerak tubuh yang jelas dan sangat sesuai dengan karakteristik peran secara mandiri
SuaraSuara murid sangat pelan atau tidak terdengar, belum mampu mengucapkan dialogSuara murid mulai terdengar tetapi masih sangat pelan dan kurang jelasSuara murid cukup jelas dan terdengar, mampu mengucapkan dialog meskipun masih monotonSuara murid jelas, keras, dan ekspresif sesuai dengan karakter peran yang dimainkan
Ekspresi WajahEkspresi wajah murid datar, tidak menunjukkan emosi tokoh yang diperankanEkspresi wajah murid mulai muncul tetapi belum konsisten dengan emosi tokohEkspresi wajah murid cukup sesuai dengan emosi tokoh di beberapa bagian pertunjukanEkspresi wajah murid sangat sesuai dan konsisten dengan emosi tokoh sepanjang pertunjukan
Kerja SamaMurid belum mampu bekerja sama dengan teman, cenderung bermain sendiriMurid mulai berusaha bekerja sama tetapi masih sering terpisah dari kelompokMurid mampu bekerja sama dengan teman, mengikuti alur pertunjukan bersamaMurid sangat aktif bekerja sama, saling mendukung, dan menciptakan pertunjukan yang kompak
Refleksi EmosiMurid belum mampu mengenali atau menceritakan emosi yang dirasakanMurid mulai mengenali emosi tetapi kesulitan menceritakannya dengan kata-kataMurid mampu mengenali dan menceritakan emosi yang dirasakan dengan kosakata sederhanaMurid mampu mengenali, menceritakan emosi dengan jelas, dan menghubungkannya dengan pengalaman bermain teater

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pertunjukan?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk mendukung murid dengan tingkat kepercayaan diri berbeda?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan suasana yang lebih menggembirakan dan aman agar murid lebih berani mengekspresikan emosi?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai dan efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu rasakan saat bermain teater bersama teman-teman tadi?
  • Bagian mana yang paling kamu sukai dari pertunjukan hari ini?
  • Apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri hari ini?
  • Apa yang ingin kamu coba lagi di pertunjukan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Teater untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
  2. Naskah lakon sederhana yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya
  3. Properti sederhana (jika tersedia): boneka, topi, kain, atau benda-benda di sekitar kelas
  4. Kertas dan alat tulis/gambar untuk lembar refleksi murid
  5. Ruang kelas atau area terbuka yang cukup untuk pertunjukan
  6. Musik pengiring sederhana (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.