MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 4 — Menyajikan Karya Tari Kreasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Menyajikan Karya Tari Kreasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.4.1 Mengamati latar belakang, jenis, fungsi, dan nilai tari kreasi dalam konteks budaya
- TP 9.4.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari untuk pergelaran
- TP 9.4.3 Mengukur hasil pencapaian karya tari berdasarkan latar belakang budaya
- TP 9.4.4 Mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan dalam pergelaran tari kreasi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang membedakan sebuah tarian tradisi asli dengan tari kreasi baru yang dikembangkan dari tradisi tersebut?
- Bagaimana kita mengenali latar belakang budaya dan jenis tari kreasi hanya dengan mengamati tayangan pertunjukannya?
- Mengapa sebuah tari kreasi diciptakan dan dihadirkan di tengah masyarakat?
- Nilai atau pesan apa yang dapat kita amati saat menyaksikan pertunjukan tari kreasi yang berakar dari tradisi?
- Bagaimana musik iringan dapat memperkuat nilai dan suasana dalam pertunjukan tari kreasi?
- Mengapa perancang tari perlu menentukan jenis musik iringan sebelum menampilkan karyanya di panggung pergelaran?
- Bagaimana bentuk properti tari dan busana dapat mempertegas karakter tokoh atau tema dalam karya tari kreasi?
- Mengapa dalam merancang busana dan properti tari kreasi kita tetap perlu berpijak pada nilai dan makna dari tari tradisi asalnya?
- Bagaimana kita dapat mengetahui apakah ragam gerak tari kreasi yang ditampilkan sudah selaras dengan latar belakang budaya tari tradisi acuannya?
- Mengapa penting menggunakan kriteria penilaian objektif saat mengukur kesesuaian gerak dalam sebuah karya tari kreasi?
- Bagaimana kita mengetahui apakah musik iringan, busana, dan properti yang digunakan sudah selaras dengan latar belakang budaya tari kreasi yang dibawakan?
- Mengapa ketepatan harmonisasi unsur pendukung sangat menentukan keberhasilan pencapaian sebuah karya tari kreasi?
- Bagaimana sebuah karya tari kreasi yang berpijak pada tradisi dapat membuat penonton merasa bangga terhadap budaya bangsanya?
- Kalimat atau pesan ajakan seperti apa yang paling efektif disampaikan kepada penonton agar mereka tergerak untuk ikut mencintai seni tari tradisi?
- Bagaimana keterkaitan antara nilai tradisi, rancangan busana-musik, dan evaluasi karya tari kreasi yang telah kamu pelajari?
- Mengapa narasi ajakan yang kita sampaikan mampu menumbuhkan rasa bangga penonton terhadap seni tari tradisi nusantara?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Latar Belakang dan Jenis Tari Kreasi dalam Konteks Budaya Melalui Tayangan Pertunjukan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.1 Mengamati latar belakang, jenis, fungsi, dan nilai tari kreasi dalam konteks budaya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan ruang kelas agar kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengamati latar belakang budaya dan jenis tari kreasi melalui tayangan video pertunjukan tari (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa diagnostik cepat mengenai pemahaman dasar tari tradisi vs tari kreasi dengan memberikan 2 pertanyaan lisan: (1) Tari kreasi berpijak pada tradisi atau modern non-tradisi? (2) Apa contoh tari kreasi yang berpijak pada tradisi Sunda? (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memusatkan perhatian menyimak tayangan cuplikan video Tari Merak (karya Rd. Tjetje Somantri dari Jawa Barat) dan Tari Saman/Ratoh Duek kreasi (12 menit).
- Guru memandu murid mencermati konsep jenis tari kreasi (tari kreasi berpolakan tradisi dan non-tradisi) serta latar belakang budaya yang melatarbelakangi lahirnya karya tari tersebut (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kuis kelompok interaktif 'Tebak Asal & Jenis Kreasi' menggunakan 4 kartu tayangan pertunjukan tari: (1) Tari Merak (Jawa Barat - kreasi tradisi), (2) Tari Yapong (Betawi - kreasi tradisi), (3) Tari Roro Ngigel (Yogyakarta - kreasi tradisi), dan (4) Tari Kontemporer Tanpa Pijakan Tradisi (Non-tradisi) di mana kelompok tercepat dan tertepat mengidentifikasi jenis dan latar budaya mendapat poin apresiasi (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengisi Lembar Pengamatan Tari Kreasi berdasarkan video pertunjukan Tari Merak yang diputar ulang, dengan mengidentifikasi 3 elemen pengamatan: (a) Latar belakang budaya penciptaan tari, (b) Jenis tari kreasi (berpijak tradisi), dan (c) Ciri ragam gerak tradisi pengusungnya (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mencocokkan hasil lembar pengamatan dengan kunci acuan pengamatan Tari Merak bersama bimbingan guru (7 menit).
- Murid menyampaikan kesimpulan mengenai pentingnya mengenali latar belakang tradisi dalam mengapresiasi karya seni tari kreasi daerah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pengamatan latar belakang budaya dan jenis-jenis tari kreasi yang telah dipelajari (3 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (mengamati fungsi dan nilai tari kreasi), serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual berupa kartu ciri khas gerak dan busana daerah bagi murid yang memerlukan scaffolding visual tambahan.
- Proses: Murid yang sudah mahir dapat mengamati 2 video pertunjukan berbeda secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan fokus pada 1 video pertunjukan terpandu.
- Produk: Format penyampaian hasil pengamatan dapat berupa tabel isian terstruktur atau diagram pengelompokan jenis tari kreasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apakah tari kreasi selalu meninggalkan pola tradisi?' (Kunci jawaban: Tidak, tari kreasi dapat berupa tari kreasi berpolakan tradisi dan tari kreasi non-tradisi); (2) 'Sebutkan 1 contoh tari kreasi yang dikembangkan dari tari tradisi Sunda!' (Kunci acuan: Tari Merak, Tari Jaipongan, Tari Kandagan, atau Tari Rawayan).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam kuis 'Tebak Asal & Jenis Kreasi' berdasarkan 4 kartu: (1) Tari Merak (Acuan: Sunda/Jawa Barat, kreasi tradisi), (2) Tari Yapong (Acuan: Betawi/DKI Jakarta, kreasi tradisi), (3) Tari Roro Ngigel (Acuan: Yogyakarta, kreasi tradisi), (4) Tari Kontemporer Bebas (Acuan: Non-tradisi).
- Pemeriksaan Lembar Pengamatan Tari Merak: (1) Latar belakang budaya (Acuan: Terinspirasi dari kehidupan dan keindahan burung merak serta pengembangan gerak tari Sunda/Priangan oleh Rd. Tjetje Somantri); (2) Jenis tari kreasi (Acuan: Tari kreasi berpolakan tradisi/berpijak tradisi); (3) Ciri gerak/unsur budaya (Acuan: Ragam gerak lincah gemulai berakar pada gerak dasar tari Sunda mincid, keupat, nyampir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir pernyataan benar/salah di akhir sesi: Butir 1: 'Tari kreasi tradisi adalah tari yang penciptaannya melepaskan diri sama sekali dari aturan dan latar belakang budaya tradisi' (Kunci: Salah); Butir 2: 'Tari Merak karya Rd. Tjetje Somantri merupakan jenis tari kreasi berpolakan tradisi Sunda' (Kunci: Benar). Murid memenuhi kriteria bila menjawab kedua butir dengan tepat.
Formatif:- Kuis pengamatan kelompok 'Tebak Asal & Jenis Kreasi'
- Lembar Pengamatan Pengamatan Latar Belakang dan Jenis Tari Kreasi (Tari Merak)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan Latar Belakang Budaya Tari Kreasi | Belum mampu mengidentifikasi latar belakang budaya tradisi pengusung tari kreasi pada tayangan yang diamati. | Mampu mengidentifikasi 1 unsur latar belakang budaya pengusung tari kreasi (misal hanya menyebutkan nama daerah asalnya saja) dengan bantuan guru. | Mampu mengidentifikasi latar belakang budaya penciptaan tari kreasi (asal daerah Sunda dan sumber inspirasi gerak tradisinya) secara tepat sesuai tayangan. | Mampu mengidentifikasi latar belakang budaya penciptaan tari kreasi secara lengkap, tepat, dan mendalam mencakup konteks budaya masyarakat pengusung dan sumber inspirasinya secara mandiri. | | Pengamatan Jenis Tari Kreasi | Belum mampu menentukan pengelompokan jenis tari kreasi (kreasi berpijak tradisi atau non-tradisi) pada karya yang diamati. | Mampu menentukan jenis tari kreasi tetapi masih keliru membedakan ciri gerak tradisi dengan non-tradisi tanpa bimbingan. | Mampu mengidentifikasi jenis tari kreasi (kreasi berpolakan tradisi) dengan tepat disertai bukti ciri gerak yang diamati pada tayangan. | Mampu mengidentifikasi jenis tari kreasi dengan sangat tepat, membandingkan secara kritis kesesuaian ciri gerak tradisi yang diadaptasi pada tayangan pertunjukan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan tayangan pertunjukan video Tari Merak efektif memfasilitasi murid dalam mengamati latar belakang budaya dan jenis tari kreasi?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat kegiatan kuis kelompok tebak tari berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari tayangan pertunjukan tari kreasi yang paling mudah membantumu mengenali asal latar belakang budayanya?
- Apa perbedaan paling jelas yang kamu temukan antara tari kreasi berpolakan tradisi dengan tari kreasi non-tradisi?
Pertemuan 2 — Mengamati Fungsi dan Nilai Tari Kreasi dalam Konteks Budaya Masyarakat Pengusungnya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.1 Mengamati latar belakang, jenis, fungsi, dan nilai tari kreasi dalam konteks budaya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati fungsi (upacara, hiburan, pertunjukan) dan nilai estetis/sosial tari kreasi dalam konteks budaya masyarakat pengusungnya (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 cuplikan tari kreasi dan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemantik kesiapan mengamati fungsi dan nilai tari (acuan: fungsi pertunjukan/hiburan; nilai kerja sama/keindahan) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan visual mengenai 3 fungsi tari dalam konteks budaya masyarakat (sarana upacara, hiburan, dan pertunjukan) serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya (nilai estetis dan nilai sosial/moral) (10 menit).
- Murid secara berkesadaran mencermati perbandingan dua tayangan video tari kreasi: Video A (Tari Kreasi Piring Modern berakar Minangkabau) dan Video B (Tari Kreasi Saman/Ratoh Duek kreasi Aceh) untuk mengidentifikasi ciri fungsi dan nilai budaya masing-masing karya tari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan kuis pencocokan 'Detektif Tari': memasangkan 4 kartu cuplikan deskripsi tari kreasi dengan fungsi dan nilai budaya yang tepat (15 menit). Bahan 4 kartu: (1) Tari Kreasi Nguri Sumbawa -> Fungsi pertunjukan, Nilai kesantunan dan keramahan melayani tamu; (2) Tari Kreasi Zapin Gambus Melayu -> Fungsi hiburan, Nilai kebersamaan dan pergaulan santun; (3) Tari Kreasi Bedhaya Semang Baru -> Fungsi upacara/sakral, Nilai ketuhanan dan ketenangan batin; (4) Tari Kreasi Gandrung Menak Banyuwangi -> Fungsi pertunjukan seni, Nilai estetis kelincahan dan patriotisme (acuan: pasangan 1-4 tepat).
- Murid secara berpasangan mengisi Lembar Pengamatan Analisis Tari Kreasi berdasarkan tayangan video Tari Kreasi Nusantara, mengidentifikasi 2 fungsi dan 2 nilai budaya yang terkandung di dalamnya sesuai bukti visual gerak dan konteks masyarakat pengusungnya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling bertukar lembar pengamatan untuk mencocokkan hasil pengamatan fungsi dan nilai tari berdasarkan kunci rubrik yang dipandu guru (5 menit).
- Murid merenungkan makna keberadaan fungsi dan nilai tari kreasi bagi kelestarian budaya masyarakat pengusungnya secara lisan terbimbing (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan hasil pengamatan fungsi dan nilai tari kreasi dalam konteks budaya (3 menit).
- Guru memandu murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir pengamatan cepat dan memberikan refleksi singkat (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu deskripsi konteks adat masyarakat pengusung bagi murid yang membutuhkan panduan lebih terstruktur, serta tayangan komparasi multi-etnis bagi murid yang siap eksplorasi lebih mendalam.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus bagi pasangan murid yang memerlukan pendampingan dalam membedakan fungsi hiburan dan pertunjukan.
- Produk: Format pencatatan pengamatan dapat berupa tabel terstruktur 4 kolom atau peta pikiran hubungan nilai dan fungsi tari kreasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: (1) 'Berdasarkan cuplikan video tari yang ditampilkan, apakah tari tersebut disajikan untuk upacara sakral, tontonan panggung, atau pesta rakyat?' (Acuan benar: tontonan panggung/pertunjukan karena dipentaskan di atas panggung penonton); (2) 'Sebutkan 1 nilai sikap hidup masyarakat yang tecermin dari kekompakan gerak penarinya!' (Acuan benar: nilai kerja sama/gotong royong/kebersamaan).
Proses:- Pengamatan langsung ketepatan murid dalam mencocokkan 4 kartu tari pada kegiatan 'Detektif Tari' dengan acuan: (1) Tari Kreasi Nguri Sumbawa = Fungsi pertunjukan, Nilai kesantunan melayani tamu; (2) Tari Kreasi Zapin Melayu = Fungsi hiburan, Nilai kebersamaan santun; (3) Tari Kreasi Bedhaya Semang Baru = Fungsi upacara/sakral, Nilai ketuhanan; (4) Tari Kreasi Gandrung Menak = Fungsi pertunjukan, Nilai estetis kelincahan.
- Pemeriksaan ketepatan identifikasi fungsi dan nilai pada Lembar Pengamatan Analisis Tari Kreasi berpasangan (minimal menemukan 1 fungsi dan 1 nilai yang valid sesuai konteks tari).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir di akhir pertemuan: (1) Sebutkan fungsi tari kreasi yang dipentaskan khusus untuk menghibur tamu dalam perayaan rakyat! (Acuan: Fungsi hiburan); (2) Sebutkan 1 contoh nilai yang terdapat dalam tari kreasi bertema agraris/panen padi! (Acuan: Nilai rasa syukur kepada Tuhan / nilai gotong royong warga).
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan pada permainan pencocokan kartu 'Detektif Tari' dan pengisian Lembar Pengamatan Fungsi & Nilai Tari Kreasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan Fungsi Tari Kreasi dalam Konteks Budaya | Belum mampu mengidentifikasi fungsi tari kreasi (upacara, hiburan, atau pertunjukan) pada tayangan tari kreasi. | Mampu mengidentifikasi 1 fungsi tari kreasi pada tayangan dengan tepat namun masih membutuhkan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi fungsi tari kreasi secara tepat pada 2 tayangan/kartu karya tari secara mandiri sesuai konteks budaya masyarakat pengusung. | Mampu mengidentifikasi seluruh fungsi tari kreasi secara tepat pada 4 tayangan/kartu karya tari secara mandiri dan konsisten sesuai konteks budaya masyarakat pengusung. | | Pengamatan Nilai Tari Kreasi dalam Konteks Budaya | Belum mampu mengenali nilai estetis maupun nilai sosial/budaya yang terkandung dalam karya tari kreasi yang diamati. | Mampu mengenali 1 nilai budaya pada tari kreasi namun belum mengaitkannya dengan konteks masyarakat pengusungnya. | Mampu mengidentifikasi nilai estetis dan nilai sosial budaya tari kreasi pada 2 tayangan/kartu secara tepat sesuai konteks masyarakat pengusungnya. | Mampu mengidentifikasi seluruh nilai estetis dan nilai sosial budaya tari kreasi pada 4 tayangan/kartu secara komprehensif dan tepat sesuai konteks masyarakat pengusungnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan video dan kartu cuplikan tari kreasi memudahkan murid mengenali perbedaan fungsi serta nilai budaya masyarakat pengusung?
- Bagian mana dari kegiatan pengamatan yang paling memicu nalar kritis murid dalam menelaah konteks budaya tari?
Murid:- Fungsi tari kreasi apa yang paling mudah dan paling menantang untuk saya kenali dari video pertunjukan?
- Nilai budaya apa yang paling berkesan bagi saya setelah mengamati karya tari kreasi hari ini?
Pertemuan 3 — Merancang Konsep Tari Kreasi yang Merefleksikan Nilai Tari Tradisi dengan Unsur Musik Iringan untuk Pergelaran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari untuk pergelaran
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan nilai tari tradisi dengan memadukan unsur musik iringan untuk pergelaran (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai 2 cuplikan audio ketukan: (1) ketukan cepat/dinamis dan (2) ketukan lambat/lembut. Murid diminta mencocokkan tempo ketukan dengan suasana dan nilai tari tradisi yang sesuai (acuan: ketukan cepat = suasana semangat/dinamis/kepahlawanan; ketukan lambat = suasana tenang/keanggunan/kesopanan) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pemutaran 2 contoh rekaman musik tari: Musik A (gamelan tempo lancaran berkarakter gagah/semangat) dan Musik B (musik kecapi suling bertempo lambat berkarakter halus/reflektif) untuk memahami keterkaitan antara tempo musik iringan dengan nilai tradisi yang direfleksikan (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis tebak suasana bertajuk 'Tebak Irama Karakter' dengan mencocokkan 3 kartu potongan audio iringan dengan 3 kartu nilai tari tradisi (Kartu 1: Iringan kendang rampak bertempo cepat -> Nilai kepahlawanan/keberanian; Kartu 2: Iringan talempong beritme rancak gembira -> Nilai kebersamaan/kegembiraan; Kartu 3: Iringan degung laras salendro bertempo lambat khidmat -> Nilai kesopanan/kesakralan) (acuan ketepatan: pasangan 1-Nilai kepahlawanan, 2-Nilai kebersamaan, 3-Nilai kesopanan) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Desain Konsep Tari Kreasi yang memuat 4 komponen rancangan wajib: (1) Judul & Tema Tari Berpijak Tradisi, (2) Nilai Tradisi yang Direfleksikan (misal: keberanian, gotong royong, atau keanggunan), (3) Jenis Musik Iringan yang Dipilih (internal/eksternal beserta alat/sumber bunyi), dan (4) Pola Hubungan Musik-Gerak untuk Pergelaran (tempo lambat/sedang/cepat sesuai adegan awal, inti, dan akhir) (10 menit).
- Murid menyusun dan menuliskan rancangan konsep tari kreasi secara tertulis pada lembar desain tersebut dengan menguraikan keterkaitan antara nilai tradisi yang dipilih dan fungsi musik iringan yang mendukung penyajian karya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menukar draf rancangan konsep tari kreasi dengan teman sebangku untuk memeriksa keselarasan antara nilai tradisi yang dipilih dengan pilihan musik iringan menggunakan lembar ceklis kesesuaian (10 menit).
- Murid menyimpulkan faktor penting dalam merancang musik iringan agar karya tari kreasi mampu menyampaikan nilai tradisi secara utuh saat dipentaskan dalam pergelaran (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil rancangan konsep murid yang telah mengaitkan nilai tradisi dengan pilihan musik iringan (3 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya mengenai perancangan konsep unsur properti dan busana tari kreasi, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan kartu referensi ragam musik iringan tradisi Nusantara (daerah Jawa, Minang, dan Bali) bagi murid yang membutuhkan inspirasi tambahan dalam menentukan iringan.
- Proses: Memberikan panduan bertahap (scaffolding) berupa format isian terstruktur bagi murid yang memerlukan bimbingan, sementara murid yang lebih cepat diarahkan merinci perubahan dinamika tempo musik iringan per bagian babak (awal, inti, akhir).
- Produk: Rancangan konsep tari kreasi dapat disajikan dalam bentuk matriks tabel rancangan terstruktur atau peta konsep visual tertulis sesuai kebiasaan belajar murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik: Memperdengarkan 2 contoh ketukan audio (audio 1 ketukan cepat bertempo 120 bpm dan audio 2 ketukan lambat bertempo 60 bpm). Murid diminta menentukan suasana dan nilai tradisi yang diwakili oleh masing-masing ketukan (acuan jawaban: Audio 1 = suasana dinamis/semangat/keberanian; Audio 2 = suasana tenang/khidmat/kelembutan).
Proses:- Cek pemahaman formatif: Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas 'Tebak Irama Karakter' dengan memasangkan 3 kartu iringan dengan nilai tradisi (Kartu 1: kendang rampak -> keberanian; Kartu 2: talempong rancak -> kebersamaan; Kartu 3: degung lambat -> kesopanan/kesakralan).
- Pemeriksaan kemajuan draf: Memeriksa lembar kerja murid pada tahap Mengaplikasi untuk memastikan tercakupnya 4 komponen rancangan: tema berpijak tradisi, nilai tradisi, jenis musik iringan, dan dinamika iringan untuk pergelaran.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan Lembar Desain Konsep Tari Kreasi yang dikumpulkan di akhir sesi: Memeriksa apakah murid telah merumuskan minimal 1 judul tari, menetapkan minimal 1 nilai tari tradisi yang direfleksikan, menyebutkan jenis iringan yang digunakan (internal atau eksternal), serta mendeskripsikan dinamika musik iringan pada minimal 2 bagian babak tari.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja tertulis: Lembar Desain Konsep Tari Kreasi (mengukur kelengkapan dan keselarasan rancangan konsep tema, nilai tari tradisi, jenis musik iringan, dan dinamika iringan pergelaran).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Rancangan Nilai Tradisi dalam Konsep Tari | Belum mencantumkan nilai tari tradisi dalam rancangan konsep tari kreasi. | Mencantumkan nilai tari tradisi dalam konsep tari kreasi, namun belum dikaitkan dengan tema atau pijakan karya. | Merancang konsep tari kreasi dengan menetapkan 1 nilai tari tradisi yang selaras dengan tema karya tari secara jelas. | Merancang konsep tari kreasi dengan menetapkan nilai tari tradisi yang selaras dengan tema secara mendalam dan terperinci pada setiap bagian karya. | | Rancangan Unsur Musik Iringan untuk Pergelaran | Belum merancang unsur musik iringan tari yang akan digunakan untuk pergelaran. | Menyebutkan jenis musik iringan tari tetapi belum mendeskripsikan kesesuaian tempo/ritme dengan rancangan konsep. | Merancang konsep musik iringan tari (jenis iringan internal/eksternal dan tempo) yang selaras dengan nilai tradisi dan adegan pergelaran. | Merancang konsep musik iringan tari secara utuh dan detail mencakup jenis iringan, tempo, dinamika suara, serta fungsinya dalam memperkuat nilai tradisi pada seluruh bagian pergelaran. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan contoh audio musik tradisi efektif membantu murid memahami hubungan ritme musik dengan nilai tari tradisi yang dirancang?
- Bagian mana dari lembar perancangan konsep tari kreasi yang paling banyak memerlukan pendampingan guru?
Murid:- Bagian rancangan konsep mana (menentukan nilai tradisi atau memilih musik iringan) yang paling menantang bagimu hari ini?
- Bagaimana musik iringan yang kamu pilih dapat membantu penonton merasakan pesan atau nilai tradisi dalam tarianmu nanti?
Pertemuan 4 — Merancang Konsep Tari Kreasi dengan Unsur Properti dan Tata Busana Pendukung Pergelaran Tari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari untuk pergelaran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang konsep tari kreasi dengan mempertimbangkan unsur pendukung properti dan tata busana untuk pergelaran tari (3 menit).
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan 2 kartu studi kasus konsep tari di papan tulis: Kasus 1: Tari kreasi bertema 'Petani Panen Raya' (kategori agraris/gembira); Kasus 2: Tari kreasi bertema 'Prajurit Nusantara' (kategori kepahlawanan/tegas). Guru meminta murid memasangkan pilihan unsur pendukung yang tepat dari opsi berikut: Properti A (Caping & Bakul Bambu), Properti B (Tombak/Perisai Kayu), Busana X (Baju lurik/katun longgar warna cerah/bumi), Busana Y (Rompi zirah kain berlapis ikat pinggang kain tebal). Murid menuliskan jawabannya di lembar cepat (Kunci Acuan: Kasus 1 berpasangan dengan Properti A dan Busana X; Kasus 2 berpasangan dengan Properti B dan Busana Y) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak tayangan gambar dan penjelasan guru tentang keterkaitan unsur pendukung tari (properti dan tata busana) dengan nilai tari tradisi serta kesesuaiannya dalam pergelaran (8 menit).
- Game Tebak Selaras: Dalam suasana yang menyenangkan, perwakilan kelompok mencabut 1 dari 4 kartu tantangan tema tari tradisi (Kartu 1: Tari Nelayan Pesisir, Kartu 2: Tari Ksatria Keraton, Kartu 3: Tari Upacara Kesuburan Hutan, Kartu 4: Tari Pergaulan Remaja Desa) dan secara cepat menyebutkan padanan 1 properti serta 1 warna/gaya busana yang selaras dengan nilai tema tersebut (Acuan jawaban: Kartu 1 = dayung/jala & celana komprang/kain praktis; Kartu 2 = keris/panah & kain jarik motif gagah/mahkota; Kartu 3 = untaian daun/batang padi & busana nuansa hijau/alam; Kartu 4 = selendang/sampur & kain cerah motif floral) (12 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid berkumpul dalam kelompok tari masing-masing (yang telah dibentuk pada rancangan musik sebelumnya) dan menerima Lembar Desain Konsep Properti & Tata Busana Tari Kreasi (5 menit).
- Setiap kelompok merancang konsep tari kreasi pada lembar kerja dengan menguraikan 4 elemen wajib: (1) Nama dan tema karya tari kreasi, (2) Jenis properti yang digunakan beserta bahan/bentuk dan fungsi simboliknya, (3) Sketsa/deskripsi tata busana (atasan, bawahan, aksesoris, warna) yang merefleksikan nilai tradisi, (4) Keselarasan penggunaan properti dan busana dengan kenyamanan ruang gerak pergelaran (Acuan kriteria: seluruh 4 elemen terisi lengkap, logis, dan mencerminkan tema tradisi yang dipilih) (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling menukarkan lembar rancangan konsep dengan kelompok terdekat untuk saling memeriksa keterbacaan konsep properti dan tata busananya berdasarkan daftar cek keselarasan tema (8 menit).
- Murid secara berkesadaran menuliskan 1 hal yang paling menantang dalam memadukan keindahan busana/properti dengan fleksibilitas gerak tari pada pergelaran (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil rancangan konsep properti dan tata busana karya tari kreasi murid (4 menit).
- Asesmen Akhir: Cek pemahaman mandiri dengan 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan fungsi utama properti dalam tari kreasi, (2) Sebutkan 2 aspek utama yang harus diperhatikan dalam merancang busana tari untuk pergelaran (Kunci acuan: (1) Memperkuat karakter/tema dan memperjelas makna cerita tari; (2) Kesesuaian tema tradisi/estetika dan kenyamanan gerak penari) (4 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 5: Mengukur kesesuaian gerak) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan bergambar ragam motif busana tradisi dan aneka contoh alternatif bahan properti bagi kelompok yang membutuhkan inspirasi visual.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan format rancangan terstruktur berupa panduan isian rumpang bertahap; kelompok yang mahir merancang rancangan konsep busana lengkap dengan eksplorasi bahan daur ulang alternatif.
- Produk: Rancangan konsep dapat berupa kombinasi deskripsi tertulis naratif atau sketsa visual berwarna disertai catatan teknis fungsi properti dan busana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menjodohkan studi kasus tema tari dengan pasangan properti dan busana yang selaras (Kasus 1: Petani Panen Raya -> Properti A: Caping/Bakul & Busana X: Baju lurik; Kasus 2: Prajurit Nusantara -> Properti B: Tombak/Perisai & Busana Y: Zirah kain/sabuk tebal). Kriteria: Menjodohkan kedua kasus dengan tepat.
Proses:- Formatif kinerja kelompok: Memeriksa lembar kerja rancangan konsep tari kreasi pada 4 komponen (identitas tema tari, rincian properti dan fungsinya, deskripsi tata busana, keselarasan dengan pergelaran gerak tari).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri akhir sesi (2 butir): (1) Fungsi utama properti dalam tari kreasi; (2) Dua aspek rancangan busana tari untuk pergelaran. Acuan: (1) Mempertegas karakter/tema dan memperjelas makna cerita; (2) Nilai keselarasan tradisi dan fleksibilitas/kenyamanan ruang gerak.
Formatif:- Penilaian Lembar Desain Konsep Properti & Tata Busana Tari Kreasi
- Observasi diskusi kerja kelompok perancangan konsep
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Rancangan Konsep Properti Tari Kreasi | Rancangan properti belum memuat bentuk dan fungsi simbolik yang sesuai dengan tema tari tradisi acuan. | Rancangan properti menyebutkan nama alat, namun fungsi simboliknya belum mencerminkan nilai tari tradisi secara jelas. | Rancangan properti mendeskripsikan bentuk fisik, bahan, dan fungsi simboliknya secara selaras dengan tema tari tradisi acuan. | Rancangan properti mendeskripsikan bentuk fisik, bahan alternatif yang realistis, serta fungsi simboliknya secara rinci dan sangat selaras dengan tema pergelaran tari. | | Rancangan Konsep Tata Busana Tari Kreasi | Rancangan tata busana belum mengidentifikasi unsur atasan, bawahan, atau warna yang relevan dengan tema pergelaran. | Rancangan tata busana menyebutkan pilihan atasan atau bawahan, namun pemilihan warna dan aksesoris belum selaras dengan nilai tradisi. | Rancangan tata busana mencakup bagian atasan, bawahan, warna, dan aksesoris yang merefleksikan nilai tema tari tradisi serta mendukung pergelaran. | Rancangan tata busana mendeskripsikan secara lengkap dan detail (atasan, bawahan, aksesoris, warna) yang sangat selaras dengan nilai tradisi serta mempertimbangkan kenyamanan gerak pergelaran. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit pada tahap perancangan konsep kelompok cukup efektif bagi murid untuk menuangkan ide properti dan tata busana?
- Apakah scaffolding yang diberikan mampu membantu murid menghubungkan nilai tari tradisi ke dalam wujud rancangan modern tari kreasi?
Murid:- Bagian mana dari perancangan properti dan tata busana kelompok kami yang paling mencerminkan tema tari tradisi yang kami angkat?
- Apakah rancangan properti dan busana yang kami buat mudah dan aman digunakan saat penari bergerak di panggung pergelaran nanti?
Pertemuan 5 — Mengukur Hasil Pencapaian Kesesuaian Gerak Karya Tari Berdasarkan Latar Belakang Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.3 Mengukur hasil pencapaian karya tari berdasarkan latar belakang budaya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengukur hasil pencapaian kesesuaian gerak tari kreasi berpijak tradisi berdasarkan latar belakang budayanya (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan cuplikan 1 ragam gerak tangan Tari Saman (Gayo) kreasi dan meminta murid mengidentifikasi apakah gerak tersebut sesuai dengan karakter budaya aslinya (cepat, serempak, ritmis tepuk dada) (acuan: gerak tepuk dada ritmis cepat sesuai dengan karakter Tari Saman dari budaya Gayo) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan lembar pengukuran dan 3 indikator ketercapaian kesesuaian gerak tari kreasi dengan latar belakang budaya: (1) Bentuk motif gerak (kesesuaian postur tubuh dengan pakem daerah acuan), (2) Dinamika/tempo gerak (kesesuaian tempo cepat/lambat dengan watak budaya asal), dan (3) Karakter ekspresi gerak (kesesuaian penghayatan gerak dengan nilai/konteks budaya asal) (10 menit).
- Murid bersama guru menelaah satu contoh pengukuran pada video tari percontohan berdurasi 1 menit menggunakan rubrik skala 1-4 untuk membedakan gerak yang sesuai dan kurang sesuai dengan latar budayanya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan dalam aktivitas 'Detektif Gerak Tari' yang menyenangkan, murid mengamati rekaman penampilan gerak tari kreasi berpijak tradisi Jawa Timur (Remo kreasi) dan tari kreasi Minangkabau (Piring kreasi) berdurasi masing-masing 2 menit yang diputar guru di layar (12 menit).
- Murid secara mandiri mengisi format lembar instrumen pengukuran untuk mengukur kesesuaian gerak dari kedua karya tari tersebut berdasarkan 3 indikator (motif gerak, tempo gerak, karakter ekspresi gerak) lengkap dengan skor capaian (1-4) dan catatan bukti kesesuaian (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mencocokkan hasil skor pengukurannya dengan kunci acuan rubrik pengukuran kelas dan mengevaluasi ketelitian diri dalam mengukur hasil pencapaian kesesuaian gerak karya tari (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran mengenai cara mengukur pencapaian kesesuaian gerak karya tari berdasarkan latar belakang budaya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pengukuran murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai harmonisasi unsur pendukung karya tari, dan menutup kelas dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa daftar ciri khas gerak tari tradisi acuan (Remo: hentakan kaki/gejuk, lirik mata tajam; Tari Piring: ayunan tangan silat/silek, tumpuan rendah). Untuk murid mahir diberikan video dengan variasi ragam gerak kreasi yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu langkah demi langkah dalam memberi skor indikator per indikator, sedangkan murid mahir mengukur mandiri dan merumuskan argumen bukti pengamatan.
- Produk: Format lembar pengukuran sama untuk seluruh murid, namun kedalaman catatan bukti pengamatan pada murid mahir mencakup keterkaitan spesifik antara motif gerak dan nilai latar belakang budaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menayangkan 1 cuplikan gerak tari (tepukan dada cepat berbanjar). Pertanyaan: 'Apakah motif gerak ini sesuai dengan latar belakang budaya Gayo pada Tari Saman? Jelaskan kesesuaiannya!' (Acuan jawaban: Sesuai, karena motif gerak tepuk dada ritmis cepat berbanjar rapat merupakan ciri khas budaya tari Saman suku Gayo yang melambangkan kebersamaan dan ketangkasan).
Proses:- Observasi keterlibatan murid saat mengamati rekaman tari dan ketelitian murid mengisi instrumen pengukuran kesesuaian gerak.
- Pemeriksaan lembar instrumen pengukuran murid pada 2 video uji (Remo kreasi dan Piring kreasi) berdasarkan 3 indikator (acuan: (1) Tari Remo kreasi: motif gerak kaki 'gedrug/gejuk' tajam dan tegap selaras dengan budaya ksatria Jawa Timur; (2) Tari Piring kreasi: motif ayunan tangan berpijak langkah silat/silek Minangkabau dengan posisi kuda-kuda kokoh selaras dengan budaya Minangkabau).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui 1 butir pengukuran cepat: Murid menentukan skor kesesuaian (1-4) beserta 1 alasan bukti gerak pada cuplikan gerak tari kreasi berpijak budaya Bali (motif agem kanan dan seledet mata) (Acuan: Skor 4 jika agem memiliki tumpuan berat badan merendah asimetris dan mata seledet tegas sesuai latar budaya tari Bali; skor berkurang jika gerak tegak lurus tanpa lekukan khas agem Bali).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian instrumen pengukuran ketercapaian kesesuaian gerak karya tari kreasi berdasarkan latar belakang budaya
- Pengecekan diagnostik awal mengenai identifikasi kesesuaian motif gerak tari dengan budaya asalnya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengukuran Kesesuaian Motif Gerak Tari Berdasarkan Latar Belakang Budaya | Belum mampu menentukan skor kesesuaian motif gerak dan tidak menuliskan bukti gerak yang sesuai dengan latar belakang budaya pada kedua video uji. | Mampu menentukan skor kesesuaian motif gerak pada 1 video uji dengan menyertakan bukti gerak yang sesuai latar belakang budaya acuan. | Mampu menentukan skor kesesuaian motif gerak pada kedua video uji (Remo kreasi: motif kaki gejuk; Piring kreasi: ayunan gerak silek) secara tepat dengan bukti pengamatan yang sesuai. | Mampu menentukan skor kesesuaian motif gerak pada kedua video uji secara mandiri dan sangat tepat, disertai rincian bukti gerak spesifik (posisi tubuh, pola tangan, dan langkah kaki) sesuai latar belakang budayanya. | | Pengukuran Kesesuaian Dinamika/Tempo dan Karakter Ekspresi Gerak Tari Berdasarkan Latar Belakang Budaya | Belum mampu mengukur kesesuaian tempo maupun ekspresi gerak berdasarkan latar budaya pada kedua video uji. | Mampu mengukur kesesuaian tempo atau ekspresi gerak hanya pada 1 video uji dengan menyertakan 1 alasan bukti pengamatan. | Mampu mengukur kesesuaian tempo (Remo: tegas/ritmis cepat; Piring: lincah/teratur) dan ekspresi gerak pada kedua video uji secara tepat sesuai karakter budayanya. | Mampu mengukur kesesuaian tempo dan ekspresi gerak pada kedua video uji secara konsisten, objektif, dan mandiri dengan uraian bukti keselarasan watak budaya yang komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instrumen lembar pengukuran yang disediakan membantu murid mengukur kesesuaian gerak tari dengan latar belakang budayanya secara objektif?
- Bagian mana dari kegiatan mengukur hasil pencapaian gerak tari yang paling menantang bagi murid dan bagaimana saya dapat membimbingnya lebih efektif?
Murid:- Bagian mana dari pengukuran gerak tari kreasi tadi yang paling mudah dan paling sulit saya tentukan skornya?
- Apa yang saya pelajari tentang hubungan antara bentuk gerak tari kreasi dengan nilai latar belakang budaya asalnya?
Pertemuan 6 — Mengukur Hasil Pencapaian Harmonisasi Unsur Pendukung Karya Tari Berdasarkan Latar Belakang Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.3 Mengukur hasil pencapaian karya tari berdasarkan latar belakang budaya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6 yaitu mengukur hasil pencapaian harmonisasi unsur pendukung (musik iringan, tata busana/rias, dan properti) dalam karya tari kreasi berdasarkan latar belakang budayanya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 cuplikan gambar pergelaran tari dan mengajukan pertanyaan tertulis singkat untuk memeriksa kesiapan murid dalam mengukur keselarasan unsur pendukung tari (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati lembar instrumen pengukuran pencapaian karya tari yang memuat 3 indikator harmonisasi unsur pendukung berbasis budaya: (1) Keselarasan musik iringan dengan tempo dan karakter budaya asal karya, (2) Kesesuaian tata busana dan rias dengan nilai/latar belakang tradisi yang diadaptasi, (3) Ketepatan fungsi serta bentuk properti tari dalam memperkuat makna tari budaya (12 menit).
- Murid menyimak satu tayangan video tari kreasi bertajuk 'Tari Kreasi Piring Rampak' (berpijak pada budaya Minangkabau) sebagai objek kalibrasi pengukuran, di mana guru menjelaskan cara mengisi rubrik penskoran secara objektif (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan aktivitas 'Detektif Harmonisasi Seni' yang menantang dan menggembirakan, di mana setiap pasangan mengamati video rekaman gladi tari kreasi kelompok lain dan mencatat hasil skor pencapaian harmonisasi unsur pendukung menggunakan lembar instrumen ukur (15 menit).
- Setiap pasangan menghitung skor akhir pencapaian karya tari (skor 1-4 per indikator) dan merumuskan catatan pengukuran objektif berdasarkan 3 aspek acuan: musik iringan, busana/rias, dan properti sesuai konteks budayanya (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil pengukuran kelompoknya dengan hasil penilaian kelompok pasangan untuk mengonfirmasi ketepatan bukti ukur keselarasan unsur pendukung tari (8 menit).
- Murid merangkum kesimpulan tentang tingkat ketercapaian harmonisasi unsur pendukung karya tari yang diamati serta menentukan aspek pendukung mana yang paling selaras dengan latar belakang budayanya (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan manfaat instrumen pengukuran harmonisasi unsur pendukung dalam memastikan keaslian dan kekayaan nilai budaya karya tari kreasi (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil pengukuran murid serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar instrumen ukur dengan panduan rubrik deskriptif detail bagi murid yang membutuhkan perancah (scaffolding), serta video berkecepatan normal/lambat.
- Proses: Bagi murid yang cepat, diberikan tugas tambahan mengukur kompleksitas perpaduan dinamika instrumen musik tradisional-modern pada tari yang sama; bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi langkah pencocokan busana dengan karakter budaya.
- Produk: Hasil pengukuran dituangkan dalam lembar penilaian terstruktur dengan catatan bukti ketercapaian harmonisasi budaya yang spesifik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan mengukur unsur pendukung: Murid menjawab 2 pertanyaan tertulis pada tayangan gambar tari Minang kreasi: (1) 'Apakah penggunaan properti piring kaca tebal sudah selaras dan aman untuk tari piring kreasi cepat? (acuan: selaras dan aman jika piring porselen/keramik diganti piring melamin atau kaca khusus tanpa sudut tajam demi keselamatan ragam cepat)'; (2) 'Unsur pendukung apa saja yang dinilai ketika mengukur keharmonisan penyajian tari? (acuan: musik iringan, busana/rias, properti)'
Proses:- Observasi formatif saat murid mengukur karya tari menggunakan Lembar Pengukuran Harmonisasi Unsur Pendukung Tari yang mencakup 3 indikator: (1) Harmonisasi musik iringan terhadap dinamika tari budaya (skor 1-4), (2) Harmonisasi busana/tata rias terhadap norma budaya asal (skor 1-4), (3) Harmonisasi properti terhadap fungsi simbolik tradisi (skor 1-4) (Kunci acuan skor 4: musik pengiring berirama talempong/saluang selaras aksen gerak; motif busana songket selaras tata krama Minang; properti piring dimainkan harmonis mengikuti pola ketukan tanpa lepas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid mengumpulkan lembar hasil pengukuran dengan mengisi rekapitulasi: menyebutkan 1 bukti pencapaian unsur yang paling harmonis dan 1 bukti unsur yang belum harmonis dari karya tari yang diukur beserta alasannya berbasis latar budaya (Kriteria penerimaan: bukti merujuk langsung pada unsur musik/busana/properti dan dikaitkan secara logis dengan karakter budaya asal tari tersebut).
Formatif:- Penilaian kinerja pengukuran menggunakan lembar instrumen ukur harmonisasi unsur pendukung karya tari kreasi berbasis latar belakang budaya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengukuran Harmonisasi Musik Iringan Tari | Belum mampu memberikan skor dan bukti objektif keselarasan musik iringan dengan latar belakang budaya tari kreasi. | Mampu memberikan skor keselarasan musik iringan namun catatan bukti kesesuaian dengan tempo/karakter budaya asal tari masih belum tepat. | Mampu mengukur dan menentukan skor keselarasan musik iringan dengan bukti yang tepat sesuai tempo dan karakter latar belakang budaya tari kreasi. | Mampu mengukur dan menentukan skor keselarasan musik iringan secara sangat rinci, tepat, dan mandiri dengan bukti dinamika ketukan serta aksen instrumen khas budaya tari kreasi. | | Pengukuran Harmonisasi Tata Busana dan Properti Tari | Belum mampu memberikan skor dan bukti objektif keselarasan busana dan properti dengan latar belakang budaya tari kreasi. | Mampu memberikan skor harmonisasi busana atau properti namun hanya pada 1 unsur secara tepat. | Mampu mengukur dan menentukan skor harmonisasi tata busana dan properti secara tepat berdasarkan norma dan fungsi simbolik latar belakang budaya tari kreasi. | Mampu mengukur dan menentukan skor harmonisasi busana dan properti secara komprehensif, tepat, dan mandiri dengan analisis detail terhadap ornamen busana serta efektivitas fungsi simbolik properti budaya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instrumen lembar ukur yang disediakan mempermudah murid menilai harmonisasi unsur pendukung tari secara objektif?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas mengukur kesesuaian musik, busana, dan properti berdasarkan latar belakang budaya?
Murid:- Unsur pendukung mana (musik, tata busana, atau properti) yang paling mudah dan paling menantang untuk diukur keselarasan budayanya?
- Apa hal baru yang saya pahami tentang pentingnya harmonisasi unsur pendukung dalam penyajian tari kreasi?
Pertemuan 7 — Mengajak Orang Lain Mencintai dan Bangga terhadap Tari Tradisi Melalui Pergelaran Tari Kreasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.4 Mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan dalam pergelaran tari kreasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama untuk memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan ruang kelas agar nyaman dan kondusif untuk belajar (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merumuskan ajakan kepada orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif pergelaran tari kreasi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 alasan mengapa penonton harus bangga menonton karya tari kreasi yang berakar dari tari tradisi!' (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemaparan guru mengenai esensi elemen Berdampak (Impacting), yaitu bagaimana proses kreatif pergelaran tari kreasi berfungsi sebagai sarana mengajak penonton menumbuhkan rasa cinta dan bangga pada tari tradisi (8 menit).
- Murid membaca dan membedah 3 contoh rumusan narasi ajakan pergelaran tari yang disajikan guru: (1) Ajakan edukatif: 'Kenali ragam gerak tradisi yang bertransformasi dalam karya kreasi kami, dan rasakan denyut luhur warisan leluhur nusantara'; (2) Ajakan apresiatif: 'Saksikan keindahan gerak tradisi dalam balutan masa kini, wujud bangga kami menjaga pusaka budaya'; (3) Ajakan persuasif-generasi muda: 'Mari lestarikan identitas bangsa dengan bangga mencintai karya tari kreasi nusantara' (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Estafet Kata Ajakan': setiap pasangan murid bergantian menyusun kalimat ajakan singkat yang memuat kata kunci 'cinta/bangga' dan 'tari tradisi/proses kreatif' secara ceria dan bersemangat (10 menit).
- Secara mandiri, setiap murid menyusun sebuah 'Teks Narasi Ajakan Pergelaran' (panjang 3-5 kalimat) pada lembar kerja yang memuat: (a) identifikasi akar tari tradisi dalam karya kreasi, (b) pesan nilai budaya yang diangkat dari proses kreatif, dan (c) seruan konkret mengajak penonton mencintai serta bangga terhadap tari tradisi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukarkan teks narasi ajakan dengan teman sebangku untuk memeriksa keterpenuhan 3 kriteria isi ajakan (akar tradisi, proses kreatif, dan seruan bangga/cinta) serta memberikan catatan apresiasi (8 menit).
- Dua orang perwakilan murid membacakan teks narasi ajakannya di depan kelas sebagai simulasi pesan pengantar pergelaran tari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya memiliki intensi yang kuat dalam mengajak orang lain mencintai warisan budaya melalui setiap karya seni tari yang diciptakan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas karya narasi ajakan murid serta menyampaikan garis besar agenda pertemuan berikutnya yaitu Asesmen Sumatif Bab 4 (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan kerangka kalimat rumpang bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam merangkai pesan ajakan.
- Proses: Bagi murid yang lebih cepat tuntas, diberikan tantangan menyusun narasi ajakan dalam bentuk takarir (caption) media sosial publikasi pergelaran yang lebih elaboratif dengan menyertakan latar filosofis tradisi.
- Produk: Format penyampaian narasi ajakan dapat disajikan dalam bentuk draf lembar pengantar booklet program pertunjukan atau teks lisan pembawa acara (MC) pergelaran.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid diminta menyebutkan 1 alasan konkret mengapa penonton perlu merasa bangga menyaksikan karya tari kreasi yang bersumber dari tari tradisi. (Kriteria penerimaan: jawaban mengaitkan nilai luhur, kekayaan identitas budaya daerah, atau keindahan warisan leluhur bangsa; bukan sekadar jawaban teknis seperti gerakannya lincah/bagus).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja 'Teks Narasi Ajakan Pergelaran': Guru menilai teks narasi (3-5 kalimat) berdasarkan terpenuhinya 3 komponen isi wajib: (1) menyebutkan pijakan tari tradisi yang digunakan dalam karya kreasi, (2) menjelaskan proses kreatif pengolahan gerak/nilai tradisi, dan (3) kalimat seruan eksplisit yang mengajak audiens mencintai dan bangga terhadap tari tradisi nusantara.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan 1 kalimat inti ajakan paling persuasif hasil revisi di lembar refleksi keluar (exit ticket). (Acuan: kalimat memuat kata ajakan langsung seperti 'mari/ayo/banggalah' dan mengarah pada kecintaan terhadap tari tradisi).
Formatif:- Penilaian Lembar Kerja Teks Narasi Ajakan Pergelaran Tari Kreasi
- Observasi partisipasi pada permainan Estafet Kata Ajakan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Muatan Pesan Ajakan | Teks belum memuat ajakan mencintai/bangga terhadap tari tradisi, hanya mendeskripsikan penampilan fisik semata. | Teks memuat seruan ajakan secara umum, namun belum mengaitkannya dengan proses kreatif maupun pijakan tari tradisi. | Teks memuat seruan ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi dengan menyebutkan pijakan tradisi dan proses kreatif secara tepat sesuai acuan 3 komponen. | Teks memuat seruan ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi yang sangat mendalam, mengaitkan nilai luhur tradisi dan proses kreatif pergelaran secara utuh, konsisten, dan persuasif. | | Kejelasan Seruan Cinta dan Bangga Budaya Tradisi | Tidak terdapat kata atau ungkapan ajakan untuk mencintai maupun bangga pada budaya tradisi. | Memuat seruan cinta atau bangga namun masih tersirat atau membingungkan audiens. | Memuat seruan eksplisit yang lugas dan jelas untuk mengajak audiens mencintai dan bangga pada tari tradisi nusantara. | Memuat seruan eksplisit yang sangat persuasif, runtut, dan menginspirasi audiens untuk bangga serta merawat seni tradisi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain peran dan menyusun teks narasi efektif membimbing murid memahami cara mengajak orang lain mencintai tari tradisi?
- Bagaimana respons keterlibatan murid dalam mengekspresikan rasa bangga terhadap proses kreatif tari kreasi yang telah mereka pelajari?
Murid:- Apa yang membuat saya merasa bangga ketika memperkenalkan tari tradisi melalui karya tari kreasi kepada orang lain?
- Bagian mana dari pesan ajakan yang saya buat yang paling mampu meyakinkan penonton untuk mencintai tari tradisi?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.4.1 Mengamati latar belakang, jenis, fungsi, dan nilai tari kreasi dalam konteks budaya
- TP 9.4.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari untuk pergelaran
- TP 9.4.3 Mengukur hasil pencapaian karya tari berdasarkan latar belakang budaya
- TP 9.4.4 Mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan dalam pergelaran tari kreasi
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa pembuka, dan memeriksa kehadiran seluruh 28 murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 4 serta membacakan tata tertib dua tugas evaluasi: Tugas 1 berupa portofolio tertulis terstruktur serentak dan Tugas 2 berupa unjuk kerja lisan persuasif bergiliran (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak pembagian lembar portofolio evaluasi tari kreasi dan mendengarkan penjelasan rubrik penskoran analitik untuk Tugas 1 (TP 1, TP 2, TP 3) serta tata urutan giliran Tugas 2 (TP 4) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid secara mandiri mengerjakan Tugas 1 pada lembar portofolio tertulis serentak selama 40 menit; lembar mencakup 3 bagian: (1) Telaah Tari Piring Kreasi Baru (acuan: latar belakang budaya Minangkabau agraris; jenis tari kreasi berpasangan/kelompok; fungsi hiburan pergelaran; nilai gotong royong dan ketangkasan); (2) Desain Konsep Tari Saman Kreasi (acuan: musik iringan perkusi internal tepuk dada/lantai tempo cepat; busana kantong bermotif kerawang Gayo warna tegas; rias panggung korektif; properti pendukung tengkuluk penutup kepala yang selaras nilai tradisi kebersamaan); (3) Lembar Evaluasi Tari Yapong Kreasi kelompok sebaya (acuan objektif: skor gerak dinamis Betawi, kesesuaian unsur kain selendang dan gamelan Betawi, serta 1 catatan perbaikan berbasis budaya) (30 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2: Unjuk kerja lisan individual satu per satu di depan kelas secara bergiliran untuk murid absen 1 sampai 28, masing-masing berdurasi 1 menit per murid ditambah total 7 menit alokasi transisi dan pencatatan nilai pada checklist observasi oleh guru (aspek: muatan ajakan mencintai dan membanggakan tari tradisi nusantara serta daya persuasif narasi pengantar pergelaran) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kelengkapan nama pada berkas portofolio yang dikumpulkan ke meja guru dan merefleksikan tingkat ketelitian serta kejujuran dalam menyelesaikan asesmen sumatif bab ini (3 menit).
Penutup:- Guru mengonfirmasi seluruh berkas Tugas 1 dan penilaian checklist Tugas 2 dari 28 murid telah lengkap, memberikan apresiasi atas kedisiplinan murid selama asesmen, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Pemberian akomodasi akses tata letak meja dekat pengawas bagi murid yang memerlukan dukungan fokus visual atau pendengaran saat mendengarkan aba-aba giliran unjuk kerja lisan tanpa mengubah instrumen, durasi, maupun standar kriteria penilaian.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi produk tertulis terstruktur dan unjuk kerja presentasi lisan: Tugas 1 (TP 1, 2, 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar portofolio evaluasi tari kreasi secara tertulis serentak selama 45 menit; guru mengawasi di kelas dan lembar artefak bernama dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran analitik dengan kriteria eksplisit per TP: kriteria TP 1 mencakup ketepatan perincian latar belakang budaya, jenis, fungsi, dan nilai tari kreasi; kriteria TP 2 mencakup kelengkapan dan keselarasan rancangan unsur pendukung (busana, rias, properti, musik) dengan nilai dan fungsi tari tradisi untuk pergelaran; kriteria TP 3 mencakup keobjektifan pengukuran capaian karya tari kelompok lain meliputi skor gerak, kesesuaian unsur pendukung, dan catatan perbaikan berbasis latar belakang budaya.
Tugas 2 (TP 4): Catatan individual unjuk kerja satu kompetensi secara bergiliran (TP 4), aspek: muatan ajakan mencintai dan membanggakan tari tradisi; daya persuasif narasi pengantar pergelaran. Jadwal: Pertemuan 8 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan.
- produk tertulis terstruktur serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar portofolio evaluasi tari kreasi secara tertulis serentak selama 45 menit; guru mengawasi di kelas dan lembar artefak bernama dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran analitik dengan kriteria eksplisit per TP: kriteria TP 1 mencakup ketepatan perincian latar belakang budaya, jenis, fungsi, dan nilai tari kreasi; kriteria TP 2 mencakup kelengkapan dan keselarasan rancangan unsur pendukung (busana, rias, properti, musik) dengan nilai dan fungsi tari tradisi untuk pergelaran; kriteria TP 3 mencakup keobjektifan pengukuran capaian karya tari kelompok lain meliputi skor gerak, kesesuaian unsur pendukung, dan catatan perbaikan berbasis latar belakang budaya. (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik terinci: rubrik telaah latar belakang, jenis, fungsi, nilai (TP 1); rubrik rancangan unsur pendukung berbasis tradisi (TP 2); rubrik evaluasi capaian karya tari berbasis budaya (TP 3))
- unjuk kerja satu kompetensi secara bergiliran: Catatan individual unjuk kerja satu kompetensi secara bergiliran (TP 4), aspek: muatan ajakan mencintai dan membanggakan tari tradisi; daya persuasif narasi pengantar pergelaran. Jadwal: Pertemuan 8 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. (35 menit; individual; instrumen: checklist individual: muatan ajakan mencintai dan membanggakan tari tradisi dan daya persuasif narasi pengantar pergelaran)
Sumatif:- kombinasi produk tertulis terstruktur dan unjuk kerja presentasi lisan: Tugas 1 (TP 1, 2, 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar portofolio evaluasi tari kreasi secara tertulis serentak selama 45 menit; guru mengawasi di kelas dan lembar artefak bernama dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran analitik dengan kriteria eksplisit per TP: kriteria TP 1 mencakup ketepatan perincian latar belakang budaya, jenis, fungsi, dan nilai tari kreasi; kriteria TP 2 mencakup kelengkapan dan keselarasan rancangan unsur pendukung (busana, rias, properti, musik) dengan nilai dan fungsi tari tradisi untuk pergelaran; kriteria TP 3 mencakup keobjektifan pengukuran capaian karya tari kelompok lain meliputi skor gerak, kesesuaian unsur pendukung, dan catatan perbaikan berbasis latar belakang budaya.
Tugas 2 (TP 4): Catatan individual unjuk kerja satu kompetensi secara bergiliran (TP 4), aspek: muatan ajakan mencintai dan membanggakan tari tradisi; daya persuasif narasi pengantar pergelaran. Jadwal: Pertemuan 8 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan.
- produk tertulis terstruktur serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar portofolio evaluasi tari kreasi secara tertulis serentak selama 45 menit; guru mengawasi di kelas dan lembar artefak bernama dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran analitik dengan kriteria eksplisit per TP: kriteria TP 1 mencakup ketepatan perincian latar belakang budaya, jenis, fungsi, dan nilai tari kreasi; kriteria TP 2 mencakup kelengkapan dan keselarasan rancangan unsur pendukung (busana, rias, properti, musik) dengan nilai dan fungsi tari tradisi untuk pergelaran; kriteria TP 3 mencakup keobjektifan pengukuran capaian karya tari kelompok lain meliputi skor gerak, kesesuaian unsur pendukung, dan catatan perbaikan berbasis latar belakang budaya. (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik terinci: rubrik telaah latar belakang, jenis, fungsi, nilai (TP 1); rubrik rancangan unsur pendukung berbasis tradisi (TP 2); rubrik evaluasi capaian karya tari berbasis budaya (TP 3))
- unjuk kerja satu kompetensi secara bergiliran: Catatan individual unjuk kerja satu kompetensi secara bergiliran (TP 4), aspek: muatan ajakan mencintai dan membanggakan tari tradisi; daya persuasif narasi pengantar pergelaran. Jadwal: Pertemuan 8 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. (35 menit; individual; instrumen: checklist individual: muatan ajakan mencintai dan membanggakan tari tradisi dan daya persuasif narasi pengantar pergelaran)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Analisis Latar Belakang, Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Kreasi (TP 1) | Menjawab tepat 1 dari 4 unsur tari kreasi (acuan: latar belakang Minangkabau agraris, jenis tari kreasi kelompok, fungsi hiburan pertunjukan, nilai gotong royong/ketangkasan). | Menjawab tepat 2 dari 4 unsur tari kreasi sesuai daftar acuan. | Menjawab tepat 3 dari 4 unsur tari kreasi sesuai daftar acuan secara mandiri. | Menjawab tepat seluruh 4 unsur tari kreasi sesuai daftar acuan secara lengkap dan mandiri. | | Kelengkapan dan Keselarasan Rancangan Unsur Pendukung Tari Tradisi (TP 2) | Merancang tepat 1 dari 4 unsur pendukung tari kreasi (acuan: musik iringan internal tepukan tempo cepat, busana motif kerawang Gayo, tata rias panggung korektif, properti tengkuluk penutup kepala). | Merancang tepat 2 dari 4 unsur pendukung tari kreasi sesuai daftar acuan. | Merancang tepat 3 dari 4 unsur pendukung tari kreasi selaras dengan nilai tradisi sesuai daftar acuan. | Merancang lengkap seluruh 4 unsur pendukung tari kreasi secara selaras dengan nilai tradisi sesuai daftar acuan. | | Keobjektifan Pengukuran Capaian Karya Tari Berbasis Budaya (TP 3) | Menyajikan 1 dari 3 komponen evaluasi karya tari kelompok lain (acuan komponen: skor gerak, kesesuaian unsur pendukung tradisi, catatan perbaikan berbasis konteks budaya). | Menyajikan 2 dari 3 komponen evaluasi karya tari kelompok lain sesuai acuan komponen. | Menyajikan seluruh 3 komponen evaluasi karya tari kelompok lain secara objektif sesuai acuan komponen. | Menyajikan seluruh 3 komponen evaluasi karya tari secara objektif, mendalam, dan disertai perincian perbaikan berbasis konteks budaya yang sangat runtut. | | Muatan Ajakan dan Daya Persuasif Narasi Pengantar Pergelaran (TP 4) | Penyampaian lisan belum memuat kalimat ajakan mencintai tari tradisi dan belum menunjukkan daya persuasif narasi. | Penyampaian lisan memuat ajakan mencintai tari tradisi namun narasi belum memiliki daya persuasif. | Penyampaian lisan memuat ajakan mencintai dan membanggakan tari tradisi dengan narasi persuasif yang terstruktur. | Penyampaian lisan memuat ajakan mencintai serta membanggakan tari tradisi secara mendalam dengan daya persuasif narasi yang sangat meyakinkan dan menggugah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit tertulis dan 35 menit unjuk kerja individual bergiliran cukup memfasilitasi 28 murid untuk menunjukkan pencapaian optimalnya?
- Bagaimana distribusi ketercapaian murid pada TP 1 hingga TP 4 untuk menentukan tindak lanjut ketuntasan bab ini?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif bab ini yang paling menunjukkan pemahamanmu tentang tari kreasi berbasis tradisi?
- Bagaimana perasaanmu saat menyampaikan ajakan lisan untuk mengajak penonton mencintai tari tradisi nusantara?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Video pertunjukan Tari Merak (karya Rd. Tjetje Somantri) dan ragam tari kreasi Nusantara
- Lembar Kerja Pengamatan Apresiasi Seni Tari Kreasi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
- Rekaman video pertunjukan tari kreasi tradisi Nusantara (Tari Piring kreasi, Tari Saman/Ratoh Duek kreasi, Tari Zapin kreasi).
- Set kartu aktivitas 'Detektif Tari' (berisi nama karya, fungsi tari, dan nilai budaya masyarakat pengusung).
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas IX, Kemendikbudristek
- Rekaman audio iringan tari tradisional (gamelan lancaran, talempong rancak, degung salendro)
- Lembar Kerja Siswa: Lembar Desain Konsep Tari Kreasi
- Perangkat pengeras suara (speaker aktif)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022, Bab 4 & Unit Pendukung Tari)
- Gambar/foto dokumentasi ragam tata busana dan properti tari tradisi nusantara
- Lembar Kerja Desain Konsep Properti & Tata Busana Tari Kreasi
- Kartu Tantangan Game Tema Tari Tradisi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022).
- Video rekaman tari kreasi berpijak tradisi (Tari Remo Kreasi Jawa Timur dan Tari Piring Kreasi Minangkabau).
- Lembar Instrumen Pengukuran Kesesuaian Gerak Karya Tari Berdasarkan Latar Belakang Budaya.
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
- Video rekaman tari kreasi Nusantara (Tari Kreasi Piring Rampak)
- Lembar Instrumen Pengukuran Pencapaian Harmonisasi Unsur Pendukung Karya Tari
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek RI
- Rekaman video contoh promosi/narasi pergelaran seni tari tradisi dan kreasi
- Lembar Kerja Murid: Teks Narasi Ajakan Pergelaran
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
- Lembar Portofolio Asesmen Sumatif Bab 4 Seni Tari Kelas 9
- Lembar Checklist Observasi Penilaian Unjuk Kerja Lisan Guru
- Stopwatch/pengatur waktu giliran unjuk kerja
|