MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 3 — Kreasi Gerak Tari INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Kreasi Gerak Tari |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.3.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari
- TP 9.3.2 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai dan level
- TP 9.3.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya serta mengukur hasil pencapaian karya tari
- TP 9.3.4 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana sebuah tari kreasi baru dapat tetap mempertahankan jiwa dan nilai luhur dari tari tradisi asalnya?
- Unsur utama apa saja yang perlu kita rencanakan saat menyusun rancangan tertulis sebuah karya tari kreasi?
- Bagaimana irama musik iringan internal maupun eksternal dapat memperkuat makna tema dalam sebuah konsep tari kreasi?
- Mengapa pemilihan jenis dan fungsi properti tari harus selaras dengan nilai tradisi yang diangkat?
- Bagaimana perpindahan formasi atau pola lintasan dapat mengubah kesan pada ragam gerak tari tradisi yang kita kreasikan?
- Mengapa sebuah tari kelompok memerlukan perpaduan garis lurus dan garis lengkung pada desain lantainya?
- Bagaimana perubahan tinggi-rendahnya posisi tubuh (level) dapat mengubah kesan atau makna gerak tari tradisi saat dikreasikan?
- Mengapa dalam tari kreasi yang bersumber dari tari tradisi penting untuk memadukan level tinggi, sedang, dan rendah?
- Mengapa sebuah tarian di daerah tertentu dibawakan dengan suasana sakral sementara di daerah lain dibawakan dengan suasana meriah dan penuh senda gurau?
- Bagaimana latar belakang budaya masyarakat mempengaruhi jenis, fungsi, serta nilai yang terkandung dalam karya seni tari tradisi?
- Bagaimana cara kita mengetahui apakah karya tari kreasi yang dibuat kelompok sudah berhasil mencapai tujuan artistiknya?
- Mengapa kita perlu mengukur pencapaian karya tari kreasi berdasarkan keterpaduan ragam gerak, desain lantai, dan level gerak?
- Bagaimana proses menciptakan gerak tari kreasi dapat membuat kita semakin menghargai kekayaan tari tradisi daerah kita?
- Pesan ajakan seperti apa yang paling menyentuh hati orang lain agar merasa bangga dan mencintai seni tari tradisi nusantara?
- Bagaimana konsep tari tradisi dapat dituangkan kembali menjadi karya tari kreasi yang baru dan bermakna?
- Bagaimana penerapan variasi level dan desain lantai dapat memperkuat pesan serta nilai dari tari tradisi yang dikreasikan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Merancang Konsep Tari Kreasi: Refleksi Jenis, Fungsi, Nilai Tradisi, dan Unsur Utama — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merancang konsep tari kreasi berbasis refleksi jenis, fungsi, nilai tradisi, dan unsur utama tari (ruang, tenaga, waktu) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan 3 unsur utama tari (acuan jawaban: ruang, tenaga, waktu); (2) Sebutkan fungsi tari tradisi (acuan jawaban: sarana upacara, hiburan/pergaulan, atau pertunjukan) untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati tayangan video/gambar Tari Saman dan Tari Piring, lalu bersama guru mengidentifikasi unsur utama gerak (tenaga kuat/lemah, ruang gerak sempit/luas, tempo cepat/lambat) serta jenis, fungsi, dan nilai tradisi (kebersamaan, ketangkasan, religiusitas) yang terkandung (12 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) memainkan aktivitas tebak kartu 'Puzzle Konsep Tari' yang menggembirakan: mencocokkan 3 kartu stimulus tari tradisi dengan kartu analisis jenis, fungsi, nilai, dan unsur utama geraknya (Kunci pasangan: Kartu 1 Tari Saman -> Fungsi Upacara/Dakwah, Nilai Kebersamaan, Unsur Tenaga Kuat Tempo Cepat; Kartu 2 Tari Piring -> Fungsi Hiburan/Syukur, Nilai Ketangkasan, Unsur Ruang Sedang Tempo Sedang; Kartu 3 Tari Gambyong -> Fungsi Penyambutan/Hiburan, Nilai Kelembutan, Unsur Tenaga Halus Tempo Lambat) (13 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok memilih satu tari tradisi lokal sebagai pijakan dan menyusun draf tertulis 'Rancangan Konsep Tari Kreasi' pada lembar kerja perancangan yang mencakup: (a) Judul ide kreasi, (b) Jenis & fungsi tari yang direfleksikan, (c) Nilai tradisi yang diangkat, dan (d) Rencana unsur utama gerak (ruang: sempit/luas, tenaga: kuat/lembut, waktu: tempo lambat/sedang/cepat) (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua kelompok saling bertukar draf rancangan konsep tari untuk saling memeriksa keselarasan antara nilai tradisi yang dipilih dengan rencana unsur utama gerak menggunakan panduan ceklis kelompok (13 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan poin penting perancangan konsep tari kreasi bahwa inovasi gerak harus tetap berpijak pada nilai dan fungsi tradisi serta didukung perencanaan ruang, tenaga, dan waktu yang terarah (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (pengembangan unsur pendukung musik dan properti) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format lembar kerja dengan panduan opsi pilihan nilai dan unsur gerak, sedangkan kelompok mandiri menyusun deskripsi konsep secara terbuka.
- Proses: Guru memberikan scaffolding intensif pada kelompok yang kesulitan menentukan keterkaitan antara nilai filosofis tradisi dengan pilihan tempo atau intensitas tenaga gerak.
- Produk: Draf konsep tari dapat disajikan dalam bentuk bagan visual peta pikiran (mind map) konsep atau tabel deskriptif rancangan tari kreasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Murid menjawab 2 pertanyaan pemetaan kompetensi prasyarat: (1) 'Sebutkan 3 unsur utama gerak tari!' (Kunci: Ruang, Tenaga, Waktu); (2) 'Sebutkan 2 contoh fungsi tari tradisi di masyarakat!' (Kunci jawaban mencakup 2 dari: sarana upacara adat/keagamaan, hiburan/pergaulan, seni pertunjukan/tontonan).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan LKPD: Guru memantau keterisian 4 komponen wajib draf rancangan konsep tari kreasi (judul/tema ide kreasi, refleksi jenis/fungsi tradisi, nilai tradisi, dan deskripsi perencanaan unsur utama: ruang, tenaga, waktu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (exit slip) di akhir sesi: Setiap murid menuliskan 1 kalimat rangkuman rancangan kelompoknya yang memuat: 'Tari kreasi kami berpijak dari tari [sebutkan nama tari tradisi], mengangkat nilai [sebutkan nilai tradisi], dengan rencana gerak dominan berunsur tenaga [kuat/lembut] dan tempo [cepat/lambat]'. (Kriteria penerimaan: rumusan memuat nama tari tradisi acuan, 1 nilai tradisi yang logis, dan 2 unsur utama gerak secara konsisten).
Formatif:- Penilaian kinerja perancangan tertulis konsep tari kreasi pada lembar kerja kelompok
- Ceklis asesmen antarteman saat telaah draf rancangan konsep tari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Ketepatan Refleksi Komponen Tradisi (Jenis, Fungsi, Nilai) | Rancangan hanya memuat 1 dari 3 komponen (jenis, fungsi, atau nilai) dari tari tradisi acuan. | Rancangan memuat 2 dari 3 komponen (jenis, fungsi, dan nilai) dari tari tradisi acuan dengan tepat. | Rancangan memuat lengkap 3 komponen (jenis, fungsi, dan nilai) dari tari tradisi acuan secara tepat. | Rancangan memuat lengkap 3 komponen (jenis, fungsi, dan nilai) dari tari tradisi acuan secara tepat dan mendalam serta mandiri tanpa bantuan guru. | | Perencanaan Unsur Utama Gerak Tari Kreasi (Ruang, Tenaga, Waktu) | Rancangan hanya mendeskripsikan 1 unsur utama gerak (hanya ruang, tenaga, atau waktu saja). | Rancangan mendeskripsikan 2 dari 3 unsur utama gerak (kombinasi ruang, tenaga, atau waktu) yang selaras dengan konsep. | Rancangan mendeskripsikan lengkap 3 unsur utama gerak (ruang, tenaga, dan waktu) secara jelas dan selaras dengan konsep kreasi. | Rancangan mendeskripsikan lengkap 3 unsur utama gerak (ruang, tenaga, dan waktu) dengan sangat rinci, konsisten dengan karakter nilai tradisi yang diangkat, dan disusun secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu perancangan konsep tertulis tari kreasi mencukupi bagi seluruh kelompok?
- Bagian mana dari unsur utama gerak (ruang, tenaga, atau waktu) yang paling sulit dikaitkan murid dengan nilai tradisi?
Murid:- Nilai tradisi apa yang paling menarik perhatianmu untuk dikembangkan dalam rancangan gerak tari kreasi kelompokmu?
- Bagaimana caramu dan kelompok merencanakan penggunaan tenaga serta tempo gerak agar sesuai dengan cerita atau tema tari yang dirancang?
Pertemuan 2 — Merancang Konsep Tari Kreasi: Integrasi Unsur Pendukung Musik Iringan dan Properti Tari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa presensi murid (3 menit).
- Guru mengaitkan konsep unsur utama tari dari pertemuan sebelumnya dengan unsur pendukung tari (musik dan properti) melalui apersepsi singkat (3 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik cepat dengan menampilkan cuplikan audio/visual 2 tari tradisi (Tari Saman dengan iringan tepukan/vokal internal dan Tari Piring dengan properti piring serta musik talempong eksternal), meminta murid mengidentifikasi fungsi unsur pendukungnya (acuan: Tari Saman menggunakan musik internal berupa tepukan tubuh dan nyanyian untuk keselarasan ritme kebersamaan; Tari Piring menggunakan properti piring yang merefleksikan ungkapan syukur panen) (6 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, cakupan kegiatan merancang integrasi musik dan properti dalam lembar konsep tari, serta garis besar kegiatan belajar hari ini (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan dan analisis contoh tabel konsep integrasi tari tradisi nusantara, mengidentifikasi perbedaan musik internal (tepukan, vokal, hentakan) dan musik eksternal (alat musik/rekaman alternatif), serta klasifikasi properti tari (alat bantu pakai/pegang seperti selendang, kipas, caping) beserta maknanya (acuan: properti caping merefleksikan kerja keras petani, iringan ketukan tempo sedang mencerminkan kegigihan) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil memainkan permainan tantangan seru 'Tebak Harmoni Properti': kelompok mencocokkan kartu properti alternatif dan contoh pola ritme iringan sederhana (misal: properti tongkat bambu dipadukan dengan ritme ketukan cepat 4/4 bertema ketangkasan) untuk membangun pemahaman yang menggembirakan tentang keselarasan unsur tari (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Secara berkelompok, murid melanjutkan draf konsep tari kreasi yang telah dimulai pada Pertemuan 1 dengan merancang integrasi unsur pendukung secara rinci pada Lembar Kerja Konsep Tari: (1) menentukan pilihan musik iringan (internal/eksternal/alat pengganti di sekitar), (2) memilih properti tari yang sesuai tema dan fungsi tradisi, serta (3) merumuskan alasan keterkaitan unsur pendukung tersebut dengan tema dan nilai tradisi yang diangkat (acuan minimal: 1 jenis musik iringan jelas fungsinya, 1 jenis properti jelas relevansi maknanya) (17 menit).
- Kelompok saling bertukar draf lembar konsep untuk melakukan tinjauan silang terstruktur (peer feedback) guna mengecek keselarasan antara tema gerak, pilihan ritme musik iringan, dan fungsi properti yang dirancang (acuan lembar periksa: keselarasan tema-iringan, kelayakan fungsi properti, dan kejelasan deskripsi rancangan) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok menyempurnakan rancangan konsep tari kreasi berdasarkan catatan masukan yang diterima serta mengevaluasi sejauh mana musik dan properti yang dipilih mendukung keutuhan pesan tari kreasi mereka (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keselarasan musik iringan dan properti dalam memperkuat konsep tari kreasi yang berakar dari nilai tradisi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat dengan lembar refleksi konsep dan mengonfirmasi kesiapan draf rancangan konsep tari kelompok (3 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 3: eksplorasi gerak dan desain lantai berdasarkan konsep yang telah dirancang) dan menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bank contoh rancangan integrasi properti dan ragam audio iringan (ritmis, melodis, internal tubuh, atau benda sekitar) bagi kelompok yang memerlukan inspirasi konkret.
- Proses: Kelompok yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap menggunakan daftar pertanyaan terarah, sedangkan kelompok mandiri ditantang merancang eksplorasi variasi musik alternatif (misal: eksplorasi bunyi benda perkusi barang bekas).
- Produk: Rancangan konsep tari disajikan dalam lembar matrik tertulis dengan opsi menambahkan sketsa teknis penggunaan properti atau deskripsi pembagian ritme iringan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman fungsi musik dan properti tari melalui analisis cuplikan 2 tari tradisi. Butir: (1) Sebutkan jenis iringan Tari Saman dan perannya bagi kekompakan penari (acuan: musik internal berupa nyanyian/tepukan dada-tangan penari, berfungsi menjaga tempo dan persatuan gerak); (2) Sebutkan properti Tari Piring dan maknanya dalam tradisi (acuan: properti piring, berfungsi sebagai simbol wadah hasil panen dan ungkapan syukur).
Proses:- Penilaian formatif pengerjaan draf Lembar Kerja Konsep Tari Kreasi pada tahap Mengaplikasi, meliputi ketepatan pemilihan iringan musik (internal/eksternal), kesesuaian properti tari dengan tema, dan keterpaduan keduanya dengan jenis serta nilai tari tradisi yang direfleksikan (acuan minimal: memuat 1 pilihan bentuk musik iringan beserta deskripsi ritme/temponya, serta 1 pilihan properti beserta penjelasan fungsi praktis/simbolisnya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir sesi dengan 2 pertanyaan tertulis: (1) Tuliskan bentuk musik pengiring yang kelompokmu pilih beserta 1 alasan keselarasan dengan tema tari (kriteria penerimaan: jenis musik dinyatakan jelas dan alasan memuat keselarasan tempo/suasana dengan tema tari); (2) Tuliskan properti yang akan dipakai dan fungsinya dalam karya tari kelompokmu (kriteria penerimaan: properti disebutkan konkret beserta fungsi simbolis atau praktis geraknya).
Formatif:- Penilaian Lembar Kerja Perancangan Konsep Tari Kreasi (fokus integrasi musik iringan dan properti)
- Observasi diskusi kerja kelompok dan lembar umpan balik sejawat (peer review) draf konsep
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perancangan Integrasi Musik Iringan dalam Konsep Tari | Belum mampu menentukan jenis musik iringan atau pilihan iringan tidak memiliki keterkaitan dengan tema dan nilai tradisi yang dirancang. | Menentukan jenis musik iringan (internal atau eksternal) namun penjelasan peran dan keterkaitannya dengan tema konsep tari kreasi masih belum selaras. | Merancang pilihan musik iringan (internal atau eksternal) secara tepat dan selaras dengan tema serta tempo konsep tari kreasi yang berpijak pada tradisi. | Merancang pilihan musik iringan secara komprehensif, mencakup rincian jenis (internal/eksternal/eksplorasi bunyi alternatif), tempo, dinamika suasana, dan integrasi utuh yang sangat selaras dengan tema serta nilai tradisi. | | Perancangan Integrasi Properti Tari dalam Konsep Tari | Belum mampu menentukan properti tari yang relevan atau rancangan properti menghambat rencana konsep gerak tari. | Menentukan properti tari namun deskripsi fungsi simbolis dan teknis penggunaannya dalam konsep tari masih sangat terbatas. | Merancang pemilihan properti tari secara tepat dan menjelaskan fungsi simbolis maupun praktisnya selaras dengan tema tari tradisi yang direfleksikan. | Merancang pemilihan properti tari secara tepat, detail, dan orisinal, serta menguraikan integrasi fungsi simbolis, makna budaya, dan teknis penggunaannya secara utuh dalam konsep karya tari kreasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perancangan integrasi musik iringan dan properti tari dapat dipahami dan diaplikasikan dengan lancar oleh semua kelompok?
- Bagaimana efektivitas permainan tebak harmoni dan review silang antarkelompok dalam membangun pemahaman mendalam tentang unsur pendukung tari?
Murid:- Bagian mana dari perancangan musik iringan dan properti tari hari ini yang paling menantang bagi kelompokmu?
- Bagaimana properti dan musik yang kamu rancang dapat membantu penonton memahami pesan atau nilai tradisi dalam tarianmu nanti?
Pertemuan 3 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Jenis dan Fungsi Tradisi dengan Eksplorasi Desain Lantai — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai dan level
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan ruang gerak kelas agar leluasa untuk aktivitas eksplorasi tari (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid membedakan 2 jenis desain lantai (garis lurus dan garis lengkung) melalui peragaan formasi kelompok cepat (acuan: garis lurus mencakup pola horizontal/vertikal/diagonal memberi kesan tegas/sederhana; garis lengkung mencakup lingkaran/setengah lingkaran/angka 8 memberi kesan luwes/manis/lembut) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru mendemonstrasikan ragam gerak tari tradisi agraris (motif mencangkul dan menabur benih) pada 2 desain lantai berbeda: garis lurus (maju-mundur horizontal) dan garis lengkung (melingkar), lalu mengajak murid mengamati bagaimana fungsi tari memengaruhi pilihan jalur lantai (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mengidentifikasi karakteristik 2 bentuk dasar desain lantai yang disajikan pada lembar panduan gerak: pola lurus (vertikal, horizontal, diagonal, zig-zag) dan pola lengkung (lingkaran, lengkung ular) untuk gerak kreasi bertema tradisi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan Eksplorasi Garis Lantai: Murid melakukan tantangan kreasi kelompok di mana tiap kelompok mengambil 2 kartu lintasan lantai (Pilihan Kartu A: diagonal + lingkaran; Kartu B: zig-zag + horizontal; Kartu C: vertikal + setengah lingkaran), lalu membuat dan merangkai minimal 2 ragam gerak kreasi berbasis motif tradisi agraris mengikuti lintasan desain lantai tersebut (25 menit).
- Setiap kelompok mempraktikkan ragam gerak kreasi kelompoknya secara bergantian di arena lantai kelas dengan menerapkan perpindahan formasi sesuai desain lantai yang dipilih secara runtut (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi kesesuaian jalur desain lantai dengan jenis dan fungsi gerak tradisi yang dikreasikan bersama kelompoknya, mencatat kendala perpindahan ruang atau tabrakan formasi (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan prinsip penerapan desain lantai garis lurus dan lengkung dalam menciptakan gerak tari kreasi berbasis tradisi (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan arahan persiapan untuk eksplorasi level gerak pada pertemuan berikutnya dan berdoa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan pola lantai berupa garis selotip di lantai (garis lurus dan lingkaran sederhana). Kelompok yang mahir ditantang mengombinasikan 3 pola lintasan desain lantai yang berganti secara dinamis.
- Produk: Ragam gerak kreasi yang dihasilkan dapat berupa variasi motif tradisi sederhana dengan 2 desain lantai, atau susunan gerak kompleks dengan transisi desain lantai yang lebih dinamis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes performa awal: Murid diminta secara berkelompok membentuk 2 pola garis dasar lantai (garis lurus dan garis lengkung) dalam waktu 30 detik (Acuan kriteria: garis lurus benar jika membentuk barisan sejajar horizontal/vertikal/diagonal tanpa bengkokan; garis lengkung benar jika membentuk kurva atau lingkaran utuh tanpa sudut lancip).
Proses:- Penilaian formatif praktik eksplorasi: Guru mengamati ketercapaian kelompok dalam membuat minimal 2 motif gerak tari kreasi berpijak tari tradisi serta ketepatan penerapannya pada minimal 2 desain lantai yang berbeda (Acuan: kartu lintasan A = diagonal dan lingkaran; B = zig-zag dan horizontal; C = vertikal dan setengah lingkaran).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis/lisan penutup: Murid menyebutkan 2 desain lantai yang digunakan kelompoknya serta kesesuaian polanya dengan fungsi gerak tradisi yang ditarikan (Acuan penerimaan: menyebutkan secara tepat nama 2 pola lantai yang diterapkan, misal horizontal dan lingkaran, serta mendeskripsikan arah perpindahan penari tanpa menyimpang dari lintasan lantai yang dipilih).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi gerak tari kreasi dengan desain lantai (lembar ceklis pengamatan)
- Cek pemahaman penerapan desain lantai garis lurus dan garis lengkung pada lembar kerja refleksi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan gerak tari kreasi berpijak tradisi | Belum mampu membuat gerak tari kreasi berpijak tradisi; hanya meniru satu motif gerak tanpa variasi. | Mampu membuat 1 motif gerak tari kreasi sederhana yang berpijak pada jenis dan fungsi gerak tradisi dengan bantuan guru. | Mampu membuat 2 motif gerak tari kreasi yang berpijak pada jenis dan fungsi gerak tari tradisi secara mandiri bersama kelompok. | Mampu membuat lebih dari 2 motif gerak tari kreasi yang variatif, selaras dengan jenis dan fungsi gerak tari tradisi secara mandiri dan konsisten. | | Penerapan eksplorasi desain lantai | Gerak dilakukan di satu titik tanpa membentuk atau berpindah mengikuti pola desain lantai tertentu. | Menerapkan 1 pola desain lantai (hanya garis lurus atau hanya lengkung) namun perpindahan formasi gerak masih belum teratur. | Menerapkan 2 variasi pola desain lantai (perpaduan garis lurus dan lengkung) secara tepat dan teratur dalam gerak kreasi kelompok. | Menerapkan minimal 2 variasi pola desain lantai dengan transisi perpindahan formasi yang sangat lancar, teratur, dan dinamis di seluruh ruang tari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok aktif mengeksplorasi ragam perpindahan desain lantai selama kegiatan inti?
- Bagian mana dari eksplorasi desain lantai yang paling menantang bagi murid dan membutuhkan panduan visual tambahan?
Murid:- Pola desain lantai apa (lurus atau lengkung) yang paling mudah dan paling menantang dipraktikkan bersama kelompok?
- Bagaimana perasaanmu saat mencoba merangkai motif gerak tradisi ke dalam formasi desain lantai yang baru?
Pertemuan 4 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Jenis dan Fungsi Tradisi dengan Penerapan Level Gerak — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai dan level
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi pemanasan gerak tubuh ringan untuk kesiapan fisik murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat ragam gerak tari kreasi berpijak dari jenis dan fungsi tradisi dengan menerapkan variasi level gerak (tinggi, sedang, rendah) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: murid diminta memperagakan 3 posisi tubuh dasar sesuai kartu aba-aba: (1) posisi jinjit/melompat (level tinggi), (2) posisi berdiri tegak/mendak biasa (level sedang), dan (3) posisi bersimpuh/jongkok menyentuh lantai (level rendah) untuk memetakan kesiapan pemahaman konsep level gerak (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati peragaan guru mengenai satu motif gerak tradisi agraris (motif gerak menyemai/mencangkul) yang dieksplorasi ke dalam 3 tingkatan level: level tinggi (tegak menjangkau ke atas dengan jinjit), level sedang (berdiri posisi mendak lutut ditekuk), dan level rendah (duduk bersila atau bertumpu pada satu lutut di lantai) (10 menit).
- Dalam kelompok kecil (4-5 murid), murid melakukan permainan tantangan gerak berpasangan 'Tebak & Tirukan Level': satu murid memeragakan motif gerak tradisi pada level tertentu, pasangan menyebutkan dan menirukan tingkatan level yang diperagakan secara bergantian untuk memantapkan pemahaman 3 level gerak (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok memilih satu jenis dan fungsi tari tradisi yang telah dieksplorasi (misalnya tari tradisi upacara agraris atau pergaulan) dan membuat minimal 3 ragam gerak kreasi baru yang secara terencana mengintegrasikan variasi level tinggi (misal: melompat/jinjit), sedang (misal: mendak/melangkah sejajar pinggang), dan rendah (misal: bersimpuh/lutut menyentuh lantai) (20 menit).
- Kelompok memadukan dan melatih rangkaian 3 gerak kreasi tersebut dengan transisi perpindahan level yang mengalir sesuai fungsi tari yang dipilih (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memperagakan rangkaian 3 gerak kreasi berlevel yang telah dibuat di hadapan kelompok lain secara bergiliran, sementara kelompok pengamat mencatat keterpenuhan penerapan ketiga tingkatan level (5 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan proses penciptaan gerak: mengidentifikasi kemudahan dan kesulitan dalam menghubungkan peralihan level tinggi, sedang, dan rendah pada motif gerak kreasi tradisi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap keberhasilan murid membuat gerak kreasi dengan kombinasi variasi level (3 menit).
- Guru menginformasikan fokus pembelajaran pertemuan berikutnya (mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari) serta menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan visual tingkatan level (gambar siluet level tinggi, sedang, rendah) untuk kelompok yang memerlukan panduan konkret.
- Proses: Kelompok yang memerlukan bimbingan didampingi guru dalam merancang peralihan antar-level gerak; kelompok yang mandiri diberi keleluasaan mengeksplorasi variasi tumpuan kaki pada level rendah dan lompatan pada level tinggi.
- Produk: Kelompok dengan kesiapan dasar cukup membuat 3 motif gerak dengan 3 level dasar; kelompok mahir dapat membuat rangkaian dengan variasi transisi kontras (dari tinggi langsung ke rendah atau sebaliknya).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Peragaan diagnostik kesiapan level gerak: Guru memberikan 3 kartu aba-aba posisi tubuh, murid langsung memperagakannya. Acuan ketepatan: (1) Kartu 'Level Tinggi' -> memperagakan gerak jinjit/kedua tangan menjulang ke atas/lompatan vertikal melayang; (2) Kartu 'Level Sedang' -> memperagakan gerak berdiri sejajar pinggul/lutut ditekuk mendak; (3) Kartu 'Level Rendah' -> memperagakan gerak merendah menyentuh lantai (jongkok, duduk bersimpuh, atau bertumpu pada lutut).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja pembuatan gerak kreasi berlevel: Guru mengamati kelompok saat membuat dan merangkai gerak tari kreasi dengan kriteria: (1) Kesesuaian gerak kreasi dengan jenis dan fungsi tradisi yang dipilih, (2) Keterwujudan eksplorasi level tinggi (misal: jinjit/lompat), (3) Keterwujudan level sedang (mendak/berdiri netral), dan (4) Keterwujudan level rendah (bersimpuh/jongkok/di lantai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman ketercapaian di akhir sesi: Setiap kelompok menunjukkan 3 motif gerak tari kreasi yang dibuat. Acuan ketercapaian: Terdapat minimal 3 motif gerak berbeda yang secara nyata memperlihatkan ketiga level (1 motif memuat level tinggi, 1 motif memuat level sedang, dan 1 motif memuat level rendah) sesuai jenis/fungsi tradisi yang dipilih.
Formatif:- Peragaan diagnostik awal 3 posisi level gerak (tinggi, sedang, rendah)
- Observasi unjuk kerja proses pembuatan dan peragaan gerak tari kreasi berlevel menggunakan rubrik ketercapaian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan gerak kreasi berbasis jenis dan fungsi tradisi | Belum mampu membuat gerak kreasi yang berakar dari jenis dan fungsi tari tradisi pilihan kelompok meski dibimbing. | Membuat 1 motif gerak kreasi yang mencerminkan jenis dan fungsi tari tradisi pilihan dengan bimbingan guru. | Membuat minimal 2-3 motif gerak kreasi yang mencerminkan jenis dan fungsi tari tradisi secara tepat dengan mandiri. | Membuat lebih dari 3 motif gerak kreasi yang sangat selaras dengan karakter jenis dan fungsi tari tradisi pilihan secara konsisten dan mandiri. | | Penerapan level gerak (tinggi, sedang, rendah) | Gerak yang dibuat hanya menerapkan satu level saja (monoton) tanpa memunculkan variasi level tinggi, sedang, atau rendah. | Gerak kreasi yang dibuat baru memuat dua tingkatan level gerak (misal hanya level sedang dan tinggi atau sedang dan rendah). | Gerak kreasi yang dibuat memuat ketiga tingkatan level gerak (tinggi, sedang, dan rendah) secara tepat dan berurutan. | Gerak kreasi yang dibuat memadukan ketiga tingkatan level gerak (tinggi, sedang, rendah) secara tepat, dinamis, dan memiliki transisi perpindahan level yang sangat mengalir. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil mengeksplorasi dan membuat motif gerak pada ketiga tingkatan level (tinggi, sedang, rendah)?
- Bagian mana dari eksplorasi level gerak yang masih membutuhkan bimbingan fisik atau koreksi teknis pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat memadukan level tinggi, sedang, dan rendah ke dalam gerak kreasi tradisi kelompokmu?
- Level gerak manakah yang menurutmu paling menantang untuk dirangkai secara mengalir bersama teman kelompok?
Pertemuan 5 — Mengelompokkan Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Berdasarkan Latar Belakang Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya serta mengukur hasil pencapaian karya tari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi nusantara berdasarkan konteks latar belakang budayanya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menayangkan dua gambar tari (Tari Pendet dari Bali dan Tari Saman dari Aceh) lalu mengajukan pertanyaan klasifikasi cepat: 'Manakah yang berfungsi sebagai tari upacara keagamaan dan manakah yang berfungsi sebagai hiburan/penyambutan?' (acuan jawaban: Pendet = tari upacara keagamaan/pemujaan dan penyambutan sakral di pura; Saman = tari hiburan/sosial dan media dakwah bernilai kebersamaan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan tayangan materi singkat tentang klasifikasi tari: jenis (tari upacara, tari pergaulan/hiburan, tari pertunjukan), fungsi (ritual/upacara, hiburan/sosial, tontonan/estetis), dan nilai (nilai religius, nilai etika/moral, nilai kebersamaan/gotong royong) dalam konteks latar belakang budaya masyarakat pemiliknya (10 menit).
- Guru membagikan Lembar Analisis Kartu Tari kepada setiap kelompok yang berisi data latar belakang 4 tari tradisi: (1) Tari Pendet (Bali - latar budaya spiritual Hindu), (2) Tari Serampang Duabelas (Melayu Deli - latar budaya pergaulan muda-mudi beradat Melayu), (3) Tari Reog Ponorogo (Jawa Timur - latar budaya keprajuritan dan pertunjukan rakyat), dan (4) Tari Nandak Ganjen (Betawi - latar budaya pergaulan remaja Betawi yang lincah dan jenaka) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dalam kelompok memainkan aktivitas tantangan pemilahan kartu 'Matriks Klasifikasi Tari', di mana murid menyortir dan menempelkan 4 kartu tari tersebut ke dalam tabel kategori yang tepat berdasarkan Jenis (Upacara/Pergaulan/Pertunjukan), Fungsi (Ritual/Sosial/Estetis), dan Nilai Budaya (Spiritualitas/Kesantunan Pergaulan/Kepahlawanan/Keceriaan Remaja) (15 menit).
- Setiap kelompok memeriksa ketepatan hasil pengelompokan mereka dengan membandingkan kartu terhadap lembar kunci pengelompokan yang divalidasi oleh guru (acuan kunci: [1] Tari Pendet: Jenis = Tari Upacara, Fungsi = Ritual/Sakral pemujaan, Nilai = Spiritualitas/Pengabdian ketuhanan; [2] Tari Serampang Duabelas: Jenis = Tari Pergaulan, Fungsi = Hiburan/Sosial edukasi pranikah, Nilai = Kesantunan etika pergaulan; [3] Tari Reog Ponorogo: Jenis = Tari Pertunjukan, Fungsi = Tontonan/Seni pertunjukan estetis, Nilai = Kepahlawanan dan kekuatan; [4] Tari Nandak Ganjen: Jenis = Tari Pergaulan/Pertunjukan, Fungsi = Hiburan/Ekspresi sosial remaja, Nilai = Dinamika keceriaan dan keramahan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu menuliskan refleksi perbandingan singkat pada lembar kerja: menelaah hubungan keterikatan mengapa latar belakang budaya agraris/religius menghasilkan tari ritual, sedangkan budaya masyarakat pesisir atau urban sering melahirkan tari pergaulan yang terbuka (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama hasil pemilahan klasifikasi jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan hasil klasifikasi kelompok, mengingatkan kaitan materi ini untuk pertemuan berikutnya yang akan mengukur ketercapaian karya tari kreasi, dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu tari berilustrasi gambar dan deskripsi ringkas adat istiadat bagi kelompok yang membutuhkan dukungan pemahaman budaya, serta teks narasi tradisi yang lebih mendalam bagi kelompok mahir.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa pertanyaan penuntun pemilahan jenis dan fungsi satu per satu, sedangkan kelompok mahir langsung mengelompokkan 4 tari sekaligus secara mandiri beserta rincian nilai budayanya.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan hasil pengelompokan dalam bentuk tabel matriks tempel kartu atau mind-map bagan klasifikasi budaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya-jawab singkat mengidentifikasi fungsi dan nilai pada 2 gambar tari tradisi (Tari Pendet Bali dan Tari Saman Aceh). Pertanyaan: 'Manakah tari yang berfungsi untuk upacara sakral dan manakah tari yang berfungsi untuk hiburan sosial?' (Acuan jawaban benar: Pendet = tari upacara/ritual keagamaan; Saman = tari hiburan/sosial dan sarana dakwah kebersamaan).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan tugas kelompok menyortir 4 tari tradisi ke dalam Matriks Klasifikasi. Kriteria observasi: Ketepatan penempatan 4 kartu tari pada kolom Jenis, Fungsi, dan Nilai Budaya (Acuan kunci: Tari Pendet = Upacara, Ritual sakral, Nilai spiritualitas; Tari Serampang Duabelas = Pergaulan, Hiburan/Sosial, Nilai etika/kesantunan; Tari Reog Ponorogo = Pertunjukan, Estetis/Tontonan rakyat, Nilai kepahlawanan/ketangguhan; Tari Nandak Ganjen = Pergaulan/Pertunjukan, Hiburan remaja, Nilai keceriaan/keramahan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir kegiatan melalui 2 butir soal isian klasifikasi cepat: (1) 'Sebutkan jenis dan fungsi dari Tari Pendet berdasarkan latar budayanya!' (Acuan jawaban: jenis tari upacara, fungsi sakral/ritual pemujaan di pura); (2) 'Sebutkan nilai budaya utama yang tercermin dari tari pergaulan Serampang Duabelas!' (Acuan jawaban: nilai kesantunan/etika tata krama pergaulan muda-mudi Melayu).
Formatif:- Penilaian kinerja unjuk kerja pengelompokan kartu tari pada Matriks Klasifikasi Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari
- Cek pemahaman individu pada lembar refleksi hubungan budaya dengan jenis dan fungsi tari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengelompokkan Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang Budaya | Murid hanya tepat mengelompokkan 1 dari 4 tari tradisi pada kolom jenis, fungsi, dan nilai budaya sesuai daftar acuan matriks (Tari Pendet, Tari Serampang Duabelas, Tari Reog Ponorogo, Tari Nandak Ganjen) dengan bimbingan penuh. | Murid tepat mengelompokkan 2 dari 4 tari tradisi pada kolom jenis, fungsi, dan nilai budaya sesuai daftar acuan matriks secara terbimbing. | Murid tepat mengelompokkan 3 dari 4 tari tradisi pada kolom jenis, fungsi, dan nilai budaya sesuai daftar acuan matriks secara mandiri. | Murid tepat mengelompokkan seluruh 4 dari 4 tari tradisi pada kolom jenis, fungsi, dan nilai budaya sesuai daftar acuan matriks secara mandiri dan konsisten tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas pengelompokan kartu matriks tari efektif membantu murid memahami perbedaan fungsi ritual, pergaulan, dan pertunjukan?
- Bagian klasifikasi manakah yang paling sering tertukar oleh murid, dan bagaimana penguatan yang perlu disiapkan pada sesi berikutnya?
Murid:- Apakah saya sudah bisa membedakan jenis tari upacara, tari pergaulan, dan tari pertunjukan dalam budaya Indonesia?
- Nilai budaya apa yang paling berkesan bagi saya setelah mempelajari latar belakang tari tradisi hari ini?
Pertemuan 6 — Mengukur Hasil Pencapaian Karya Tari Kreasi Kelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya serta mengukur hasil pencapaian karya tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6 yaitu mengukur hasil pencapaian karya tari kreasi kelompok (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan terkait kriteria penilaian tari: 'Sebutkan 3 aspek utama yang perlu diperiksa saat menilai karya tari kreasi yang telah kalian buat pada pertemuan sebelumnya!' (acuan jawaban: ragam gerak kreasi, variasi desain lantai, dan penerapan level gerak) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai instrumen pengukuran pencapaian karya tari kreasi kelompok yang mencakup 3 indikator: (1) kejelasan jenis/fungsi gerak kreasi tradisi, (2) variasi desain lantai (lurus/diagonal/lingkaran), dan (3) variasi level gerak (rendah/sedang/tinggi) (10 menit).
- Dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang, murid mencermati lembar instrumen pengukuran dan menyepakati pembagian tugas pengamatan terhadap karya tari kreasi kelompok mitra (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui aktivitas berpasangan antar-kelompok yang menggembirakan berbentuk 'Festival Apresiasi Tari Mini', Kelompok A menampilkan peragaan tari kreasinya di area kelas sementara Kelompok B bertindak sebagai penilai pengamat, lalu bertukar peran secara bergantian (20 menit).
- Setiap kelompok mengukur hasil pencapaian karya tari kelompok mitra dengan mengisi lembar instrumen pengukuran yang memuat 3 aspek capaian: (1) Aspek Ragam Gerak Kreasi (skor 1-4), (2) Aspek Desain Lantai (skor 1-4), dan (3) Aspek Level Gerak (skor 1-4), disertai catatan bukti capaian gerak yang teramati (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok menghitung total skor pengukuran capaian karya kelompok mitra dan mendiskusikan hasil pengukuran tersebut secara terbuka dan objektif dengan kelompok yang dinilai (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil pengukuran pencapaian karya tari kreasi seluruh kelompok serta mengidentifikasi aspek yang sudah optimal dan aspek yang masih memerlukan perbaikan (6 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, mengumpulkan lembar instrumen pengukuran capaian karya, dan menginformasikan fokus pembelajaran pertemuan berikutnya (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan lembar instrumen dengan deskripsi checklist indikator visual konkret, sedangkan kelompok mahir menggunakan lembar instrumen analisis deskriptif terbuka.
- Proses: Guru memberikan bimbingan intensif bagi kelompok yang kesulitan mengidentifikasi perbedaan level gerak (rendah, sedang, tinggi) saat pengamatan.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan hasil pengukuran berupa lembar skor numerik beranotasi atau matriks tabel catatan capaian karya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal sesi: 'Sebutkan 3 aspek utama dalam mengukur keberhasilan karya tari kreasi kelompok yang berpijak pada tradisi!' (acuan jawaban: ketepatan ragam gerak kreasi, penerapan variasi desain lantai, dan penggunaan level gerak rendah-sedang-tinggi).
Proses:- Penilaian formatif melalui pemeriksaan keterisian Lembar Instrumen Pengukuran Capaian Karya Tari yang mencakup: (1) skor aspek ragam gerak kreasi, (2) skor aspek variasi desain lantai, dan (3) skor aspek penerapan level gerak beserta catatan bukti faktual pengamatan (acuan penilaian: terisi lengkap 3 aspek dengan skor 1-4 dan catatan pengamatan yang objektif).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan hasil rekapitulasi skor pengukuran karya tari kelompok (acuan ketercapaian: kelompok berhasil menetapkan skor akhir pengukuran pencapaian karya tari mitra pada rentang nilai 3-12 berdasarkan data 3 aspek pengamatan secara objektif).
Formatif:- Penilaian antar-kelompok (peer assessment) menggunakan instrumen lembar pengukuran hasil pencapaian karya tari kreasi kelompok
- Observasi guru selama proses pengamatan dan pengukuran karya tari berlangsung
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengukuran Aspek Ragam Gerak Kreasi Tari | Belum mampu mengukur ketercapaian ragam gerak kreasi atau memberikan skor tanpa didasari bukti gerak teramati. | Mengukur ketercapaian ragam gerak kreasi dengan memberikan skor namun catatan bukti gerak teramati belum sesuai fakta peragaan. | Mengukur ketercapaian ragam gerak kreasi secara tepat dengan mencantumkan skor dan catatan bukti gerak teramati secara objektif. | Mengukur ketercapaian ragam gerak kreasi secara sangat tepat, rinci, dan mendalam dengan mencantumkan kesesuaian gerak terhadap nilai tradisi secara mandiri. | | Pengukuran Aspek Desain Lantai | Belum mampu mengidentifikasi dan mengukur variasi bentuk desain lantai kelompok mitra. | Mampu mengukur ketercapaian desain lantai namun hanya mengidentifikasi 1 pola lantai tanpa catatan perubahan formasi. | Mampu mengukur ketercapaian desain lantai secara tepat dengan mencatat minimal 2 variasi bentuk formasi lantai (garis lurus/lengkung/diagonal) yang teramati. | Mampu mengukur ketercapaian desain lantai secara komprehensif dengan mengidentifikasi seluruh perpindahan alur dan variasi formasi lantai secara tepat. | | Pengukuran Aspek Level Gerak | Belum mampu membedakan dan mengukur ketercapaian level gerak pada karya tari. | Mengukur ketercapaian level gerak namun hanya mencatat 1 tingkatan level gerak (misal hanya level sedang). | Mengukur ketercapaian level gerak secara tepat dengan mencatat minimal 2 tingkatan level (rendah, sedang, atau tinggi) yang diterapkan kelompok mitra. | Mengukur ketercapaian level gerak secara lengkap dan akurat dengan menganalisis keterpaduan level rendah, sedang, dan tinggi pada seluruh rangkaian gerak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instrumen pengukuran pencapaian karya tari yang disusun mempermudah murid dalam melakukan penilaian objektif?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat saling mengukur hasil pencapaian karya tari kelompok lain dalam suasana yang menggembirakan?
Murid:- Bagian mana dari karya tari kelompok lain yang menurutmu paling berhasil dan terukur pencapaiannya?
- Apa manfaat yang kamu peroleh setelah mengukur karya kelompok lain untuk penyempurnaan karya tari kelompokmu sendiri?
Pertemuan 7 — Menghargai dan Mengajak Orang Lain Mencintai Tari Tradisi Melalui Proses Kreatif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.4 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghargai tari tradisi dan merumuskan ajakan kepada orang lain untuk bangga serta mencintai tari tradisi melalui proses kreatif tari yang telah dijalani (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan terbimbing untuk memetakan kesiapan murid dalam menunjukkan sikap menghargai tari tradisi (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 kutipan refleksi proses kreatif penari pada lembar pemantik: (1) 'Belajar gerak dasar Saman membuatku sadar betapa tingginya kedisiplinan dan kekompakan leluhur'; (2) 'Mengembangkan gerak Tari Piring menumbuhkan rasa syukur atas berkah alam dan ketelitian tradisi Minang'; (3) 'Menata ulang ragam gerak Tari Jaipong menyadarkanku akan keluwesan dan ketegasan identitas budaya Jawa Barat' (6 menit).
- Murid bersama guru mendiskusikan bagaimana pengalaman mengeksplorasi gerak tari tradisi menjadi bentuk konkret menghargai warisan budaya dan menumbuhkan rasa bangga (9 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan dalam permainan interaktif 'Kartu Estafet Apresiasi dan Ajakan' (kartu bergambar motif tradisi) untuk saling bertukar gagasan tentang makna tari tradisi yang dipelajari selama proses kreatif (10 menit).
- Murid secara mandiri menyusun lembar pernyataan apresiasi pribadi yang memuat 2 wujud sikap menghargai tari tradisi berdasarkan proses kreatif gerak yang telah dilakukan (12 menit).
- Murid merumuskan 1 draf pesan ajakan persuasif (berupa slogan/ajakan apresiatif tertulis) yang mengajak orang lain atau generasi muda mencintai dan bangga terhadap tari tradisi berdasarkan nilai proses kreatif (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menempelkan draf pesan ajakannya di 'Dinding Apresiasi Tari Nusantara' di kelas dan membaca karya ajakan teman-temannya (8 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi diri tentang perubahan rasa bangga dan cintanya terhadap tari tradisi setelah melewati seluruh tahapan kreasi gerak (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap rumusan apresiasi dan kalimat ajakan murid (3 menit).
- Guru mengonfirmasikan agenda asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan salam serta doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh frasa pemantik ajakan bagi murid yang membutuhkan inspirasi bahasa, serta teks konteks filosofis tari tradisi nusantara bagi murid yang siap memperdalam makna.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghubungkan pengalaman mencipta gerak dengan ungkapan menghargai, serta memberikan kesempatan menuliskan ajakan dengan sudut pandang yang lebih luas bagi murid yang cepat.
- Produk: Format pesan ajakan dapat dipilih murid: berbentuk kartu pos apresiasi mini, slogan persuasif, atau narasi ajakan singkat (tetap mengukur kompetensi menghargai dan mengajak).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Ketika kalian mencoba mengubah atau merangkai gerak tari tradisi pada pertemuan sebelumnya, apa hal berharga dari tradisi tersebut yang paling kalian kagumi?' (Acuan penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 1 nilai/keistimewaan tari tradisi yang dialami, misalnya kelenturan gerak, ketukan iringan, keselarasan nilai kebersamaan, atau filosofi makna gerak).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam merumuskan sikap menghargai dan pesan ajakan pada lembar kerja mandiri, dinilai berdasarkan ketepatan memuat unsur apresiasi terhadap tari tradisi dan daya ajak persuasif untuk mencintai budaya tradisi.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar pesan ajakan di 'Dinding Apresiasi Tari Nusantara' dengan kriteria: (1) mencantumkan minimal 1 ungkapan sikap menghargai proses kreatif tari tradisi; (2) memuat kalimat ajakan yang jelas bagi orang lain untuk bangga/mencintai tari tradisi (acuan: kalimat mencerminkan kebanggaan budaya nusantara tanpa merendahkan tradisi lain).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja tertulis pada lembar apresiasi proses kreatif dan draf kalimat ajakan mencintai tari tradisi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap Menghargai Tari Tradisi Melalui Proses Kreatif | Belum mampu menunjukkan pernyataan sikap menghargai nilai tari tradisi berdasarkan proses kreatif gerak yang dilakukan. | Menunjukkan 1 pernyataan sikap menghargai nilai tari tradisi namun masih membutuhkan bimbingan guru dalam mengaitkannya dengan proses kreatif. | Menunjukkan 2 pernyataan sikap menghargai tari tradisi secara tepat dan mandiri berdasarkan refleksi proses kreatif yang telah dialami. | Menunjukkan 2 pernyataan sikap menghargai keunikan dan filosofi tari tradisi secara mendalam, konsisten, dan mandiri berakar dari seluruh proses kreatif. | | Ajakan Mencintai dan Bangga terhadap Tari Tradisi | Belum mampu menyusun kalimat ajakan kepada orang lain untuk mencintai atau bangga terhadap tari tradisi. | Menyusun kalimat ajakan yang bersifat umum tanpa memuat alasan rasa bangga atau kecintaan terhadap warisan tari tradisi. | Menyusun kalimat ajakan persuasif yang jelas dan tepat mengajak orang lain untuk mencintai serta bangga terhadap tari tradisi. | Menyusun kalimat ajakan persuasif yang kuat, orisinal, serta sangat menggugah kesadaran orang lain untuk bangga dan melestarikan tari tradisi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid telah mampu menemukan makna mendalam dari proses kreatif tari untuk menumbuhkan rasa hormat dan cinta pada tari tradisi?
- Bagaimana efektivitas metode permainan kartu apresiasi dalam memfasilitasi murid merumuskan kalimat ajakan yang komunikatif dan bermakna?
Murid:- Hal baru apa tentang nilai tari tradisi yang paling membuatmu merasa bangga setelah mencoba berkreasi gerak tari?
- Apakah kalimat ajakan yang kamu tulis sudah mampu meyakinkan teman atau keluargamu untuk ikut mencintai tari tradisi Indonesia?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari
- TP 9.3.2 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai dan level
- TP 9.3.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya serta mengukur hasil pencapaian karya tari
- TP 9.3.4 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, memeriksa kehadiran 28 murid, serta menata ruang kelas menjadi area pengerjaan tertulis dan area peragaan gerak (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan mekanisme pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 3 yang mencakup dua agenda terpadu: pengerjaan portofolio tertulis mandiri serentak dan unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara individual bergantian (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja portofolio tertulis mandiri kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk pengisian tiga bagian tugas: Bagian I perancangan konsep tari kreasi (TP 1), Bagian II pengelompokan tari tradisi dan refleksi capaian karya (TP 3), serta Bagian III penulisan teks media apresiasi ajakan mencintai tari tradisi (TP 4) (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid mengerjakan Tugas 1 (lembar kerja portofolio tertulis mandiri) secara serentak, hening, dan mandiri di bawah pengawasan guru, mencakup: Bagian I mendeskripsikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi rujukan serta merinci unsur utama (gerak, ruang, tenaga, waktu) dan pendukung tari (musik iringan, properti, busana); Bagian II mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai dari 4 studi tari tradisi nusantara (Tari Saman: kelompok tari upacara/keagamaan dan adat pergaulan, fungsi peneguh nilai dakwah/kebersamaan, nilai spiritual/solidaritas dari budaya Aceh; Tari Pendet: kelompok tari upacara keagamaan/penyambutan, fungsi ritual pemujaan/penghormatan, nilai kesucian/keramahan dari budaya Bali; Tari Jaipong: kelompok tari pergaulan/hiburan rakyat, fungsi hiburan/sosialisasi, nilai keterbukaan/kegembiraan dari budaya Sunda; Tari Remo: kelompok tari pertunjukan/upacara penyambutan, fungsi penyambutan tamu/pembuka ludruk, nilai kepahlawanan/kesatriaan dari budaya Jawa Timur) serta mengisi rubrik refleksi pengukuran pencapaian karya tari; Bagian III menyusun 1 paragraf teks ajakan yang menghargai dan membanggakan tari tradisi berdasarkan proses kreasi yang dilalui (32 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2 berupa unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara individual bergiliran untuk 28 murid (1,5 menit peraga per murid = 42 menit, ditambah 1 menit persiapan awal murid nomor 1 dan 2 menit transisi/pencatatan berkala oleh guru pada lembar observasi; total 45 menit), di mana setiap murid memperagakan ragam gerak tari kreasi ciptaannya dengan dinilai pada dua aspek: kesesuaian gerak terhadap jenis dan fungsi tari tradisi acuan, serta penerapan variasi desain lantai (pola garis lurus/lengkung/diagonal) dan variasi level gerak (rendah, sedang, dan tinggi) (38 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah seluruh unjuk kerja dan pengerjaan tertulis tuntas, murid mengumpulkan lembar kerja portofolio tertulis kepada guru secara tertib untuk diperiksa setelah sesi berakhir (1 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kemandirian, dan ketertiban seluruh murid selama pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 3 Kreasi Gerak Tari (1 menit).
- Guru memfasilitasi refleksi penutup singkat mengenai pengalaman berkarya kreasi tari tradisi sepanjang bab dan menutup sesi dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Pemberian akomodasi teknis aksesibilitas berupa penempatan posisi duduk bebas hambatan visual bagi murid yang memerlukan kejelasan membaca petunjuk dan instruksi waktu, tanpa mengubah durasi, instrumen, maupun kriteria penilaian yang diukur.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen sumatif terpadu terdiri atas dua tugas: Tugas 1 berupa penugasan tertulis serentak (portofolio tertulis mandiri) yang memuat rancangan konsep tari kreasi, analisis pengelompokan tari dan refleksi capaian, serta media apresiasi ajakan mencintai tari tradisi (TP 1, TP 3, dan TP 4). Tugas 2 berupa unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara bergiliran dalam rotasi kelompok kecil dengan penilaian individual atas kesesuaian jenis dan fungsi tari tradisi serta penerapan desain lantai dan level (TP 2).: Tugas 1 (TP 1, TP 3, TP 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja portofolio tertulis mandiri selama 35 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak lembar kerja bernama diperiksa sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran terperinci: kriteria TP 1 mencakup deskripsi jenis, fungsi, nilai tari tradisi rujukan, serta pertimbangan unsur utama dan pendukung tari kreasi; kriteria TP 3 mencakup analisis pengelompokan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya serta pengukuran hasil pencapaian karya tari melalui rubrik penilaian mandiri; kriteria TP 4 mencakup karya media apresiasi tertulis berupa teks ajakan yang memuat pesan penghargaan dan kebanggaan terhadap tari tradisi berdasarkan proses kreatif.
Tugas 2 (TP 2): Catatan individual unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara bergiliran (TP 2), aspek: kesesuaian jenis dan fungsi tari tradisi acuan; penerapan variasi desain lantai dan level. Jadwal: Pertemuan 8 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. Hitungan kapasitas guru: 28 murid x 1.5 menit = 42 menit + 3 menit transisi/pencatatan = 45 menit <= 45 menit.
- penugasan tertulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja portofolio tertulis mandiri selama 35 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak lembar kerja bernama diperiksa sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran terperinci: kriteria TP 1 mencakup deskripsi jenis, fungsi, nilai tari tradisi rujukan, serta pertimbangan unsur utama dan pendukung tari kreasi; kriteria TP 3 mencakup analisis pengelompokan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya serta pengukuran hasil pencapaian karya tari melalui rubrik penilaian mandiri; kriteria TP 4 mencakup karya media apresiasi tertulis berupa teks ajakan yang memuat pesan penghargaan dan kebanggaan terhadap tari tradisi berdasarkan proses kreatif. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitis tertulis: rubrik TP 1 (skor kelengkapan refleksi jenis, fungsi, nilai tari tradisi dan pertimbangan unsur utama/pendukung), rubrik TP 3 (skor ketepatan klasifikasi budaya dan ketepatan evaluasi pencapaian karya), dan rubrik TP 4 (skor kejelasan pesan apresiasi serta daya gugah ajakan mencintai tari tradisi))
- unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara bergiliran: Catatan individual unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara bergiliran (TP 2), aspek: kesesuaian jenis dan fungsi tari tradisi acuan; penerapan variasi desain lantai dan level. Jadwal: Pertemuan 8 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. Hitungan kapasitas guru: 28 murid x 1.5 menit = 42 menit + 3 menit transisi/pencatatan = 45 menit <= 45 menit. (45 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja individual dengan checklist aspek: kesesuaian jenis dan fungsi tari tradisi acuan serta penerapan variasi desain lantai dan level)
Sumatif:- Asesmen sumatif terpadu terdiri atas dua tugas: Tugas 1 berupa penugasan tertulis serentak (portofolio tertulis mandiri) yang memuat rancangan konsep tari kreasi, analisis pengelompokan tari dan refleksi capaian, serta media apresiasi ajakan mencintai tari tradisi (TP 1, TP 3, dan TP 4). Tugas 2 berupa unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara bergiliran dalam rotasi kelompok kecil dengan penilaian individual atas kesesuaian jenis dan fungsi tari tradisi serta penerapan desain lantai dan level (TP 2).: Tugas 1 (TP 1, TP 3, TP 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja portofolio tertulis mandiri selama 35 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak lembar kerja bernama diperiksa sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran terperinci: kriteria TP 1 mencakup deskripsi jenis, fungsi, nilai tari tradisi rujukan, serta pertimbangan unsur utama dan pendukung tari kreasi; kriteria TP 3 mencakup analisis pengelompokan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya serta pengukuran hasil pencapaian karya tari melalui rubrik penilaian mandiri; kriteria TP 4 mencakup karya media apresiasi tertulis berupa teks ajakan yang memuat pesan penghargaan dan kebanggaan terhadap tari tradisi berdasarkan proses kreatif.
Tugas 2 (TP 2): Catatan individual unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara bergiliran (TP 2), aspek: kesesuaian jenis dan fungsi tari tradisi acuan; penerapan variasi desain lantai dan level. Jadwal: Pertemuan 8 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. Hitungan kapasitas guru: 28 murid x 1.5 menit = 42 menit + 3 menit transisi/pencatatan = 45 menit <= 45 menit.
- penugasan tertulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja portofolio tertulis mandiri selama 35 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak lembar kerja bernama diperiksa sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran terperinci: kriteria TP 1 mencakup deskripsi jenis, fungsi, nilai tari tradisi rujukan, serta pertimbangan unsur utama dan pendukung tari kreasi; kriteria TP 3 mencakup analisis pengelompokan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya serta pengukuran hasil pencapaian karya tari melalui rubrik penilaian mandiri; kriteria TP 4 mencakup karya media apresiasi tertulis berupa teks ajakan yang memuat pesan penghargaan dan kebanggaan terhadap tari tradisi berdasarkan proses kreatif. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitis tertulis: rubrik TP 1 (skor kelengkapan refleksi jenis, fungsi, nilai tari tradisi dan pertimbangan unsur utama/pendukung), rubrik TP 3 (skor ketepatan klasifikasi budaya dan ketepatan evaluasi pencapaian karya), dan rubrik TP 4 (skor kejelasan pesan apresiasi serta daya gugah ajakan mencintai tari tradisi))
- unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara bergiliran: Catatan individual unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi secara bergiliran (TP 2), aspek: kesesuaian jenis dan fungsi tari tradisi acuan; penerapan variasi desain lantai dan level. Jadwal: Pertemuan 8 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 3 menit transisi/pencatatan. Hitungan kapasitas guru: 28 murid x 1.5 menit = 42 menit + 3 menit transisi/pencatatan = 45 menit <= 45 menit. (45 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja individual dengan checklist aspek: kesesuaian jenis dan fungsi tari tradisi acuan serta penerapan variasi desain lantai dan level)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| TP 1: Perancangan Konsep Tari Kreasi (Portofolio Tertulis) | Hanya mendeskripsikan 1 elemen atau kurang dari konsep tari kreasi (kurang lengkap menjelaskan jenis, fungsi, nilai tradisi rujukan, maupun unsur utama dan pendukung tari). | Mendeskripsikan sebagian konsep tari kreasi dengan memuat 2 dari 4 unsur: (1) jenis dan fungsi tari tradisi, (2) nilai tradisi rujukan, (3) unsur utama tari (ruang, tenaga, waktu), (4) unsur pendukung tari (musik/properti/busana). | Mendeskripsikan konsep tari kreasi secara lengkap memuat 3 dari 4 unsur acuan secara tepat dan jelas. | Mendeskripsikan konsep tari kreasi secara utuh dan terperinci mencakup seluruh 4 unsur acuan: (1) jenis dan fungsi tari tradisi rujukan, (2) nilai filosofis/budaya tari tradisi, (3) unsur utama tari secara spesifik, dan (4) unsur pendukung tari (musik, properti, busana) yang selaras. | | TP 2: Peragaan Gerak Tari Kreasi (Unjuk Kerja Individual) | Memeragakan gerak tari kreasi yang belum menunjukkan kesesuaian jenis/fungsi tari tradisi acuan serta hanya menggunakan 1 level gerak tanpa variasi desain lantai. | Memeragakan gerak tari kreasi yang mulai sesuai dengan jenis dan fungsi tari tradisi acuan, tetapi hanya menerapkan 1 level gerak (misal hanya level sedang) dan 1 bentuk garis lantai. | Memeragakan gerak tari kreasi yang sesuai dengan jenis dan fungsi tari tradisi acuan dengan menerapkan 2 variasi level gerak (rendah/sedang/tinggi) serta variasi desain lantai (garis lurus/lengkung/diagonal). | Memeragakan gerak tari kreasi yang sangat konsisten sesuai dengan karakter jenis dan fungsi tari tradisi acuan dengan menerapkan secara utuh 3 variasi level gerak (rendah, sedang, dan tinggi) serta variasi desain lantai yang dinamis dan terencana. | | TP 3: Pengelompokan Tari Berdasarkan Budaya dan Evaluasi Pencapaian (Portofolio Tertulis) | Tepat mengelompokkan 1 tari tradisi atau kurang berdasarkan acuan kunci jawaban serta belum melengkapi rubrik evaluasi mandiri pencapaian karya. | Tepat mengelompokkan 2 dari 4 tari tradisi (Tari Saman, Tari Pendet, Tari Jaipong, Tari Remo) sesuai kunci acuan (jenis, fungsi, nilai, daerah asal) serta melengkapi evaluasi mandiri sebagian. | Tepat mengelompokkan 3 dari 4 tari tradisi sesuai kunci acuan dan mengisi seluruh rubrik evaluasi pencapaian karya tari diri sendiri secara objektif. | Tepat mengelompokkan seluruh 4 dari 4 tari tradisi secara lengkap sesuai kunci acuan (Saman-Aceh, Pendet-Bali, Jaipong-Sunda, Remo-Jawa Timur) dan mengisi evaluasi mandiri pencapaian karya secara terperinci dan objektif. | | TP 4: Media Apresiasi Tertulis Ajakan Mencintai Tari Tradisi (Portofolio Tertulis) | Teks belum memuat pesan penghargaan maupun ajakan yang jelas terkait rasa bangga terhadap tari tradisi. | Teks memuat pesan apresiasi atau ajakan mencintai tari tradisi secara umum tanpa mengaitkannya dengan proses kreatif yang telah dilalui. | Teks memuat kalimat ajakan dan pesan penghargaan yang jelas untuk mencintai tari tradisi dengan merefleksikan proses kreatif pembuatan karya tari kreasi. | Teks memuat kalimat ajakan yang menggugah, pesan kebanggaan terhadap kekayaan tari tradisi yang mendalam, serta argumentasi kuat berbasis pengalaman proses kreatif penciptaan gerak tari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu selama 45 menit untuk giliran unjuk kerja 28 murid berjalan efektif dan tepat sasaran?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 9 dalam mengintegrasikan nilai tradisi ke dalam gerak kreasi baru secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan tari kreasi yang paling membuat saya bangga terhadap kekayaan seni tari tradisi Indonesia?
- Bagaimana kemampuan saya dalam mengekspresikan ragam gerak dengan variasi level dan pola lantai saat dinilai mandiri tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2022
- Video rekaman tari tradisi nusantara (Tari Saman, Tari Piring, Tari Gambyong)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Rancangan Konsep Tari Kreasi'
- Set Kartu Permainan Konsep Tari (Puzzle Konsep Tari)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek)
- Video dokumentasi Tari Tradisi Nusantara (ragam tari berproperti dan variasi musik internal/eksternal)
- Bahan ajar/kartu padanan musik-properti tari
- Lembar Kerja Murid (LKPD): Format Perancangan Konsep Tari Kreasi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
- Video rekaman tari tradisi daerah setempat (fungsi agraris/sosial)
- Kartu pola lintasan lantai (garis lurus, diagonal, zig-zag, lingkaran, spiral)
- Selotip warna untuk penanda batas dan jalur lantai di ruang kelas/aula
- Set kartu apresiasi tari nusantara (Tari Pendet, Serampang Duabelas, Reog Ponorogo, Nandak Ganjen)
- Lembar kerja Matriks Klasifikasi Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari
- Video dokumenter singkat ragam tari tradisi nusantara
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
- Lembar Instrumen Pengukuran Pencapaian Karya Tari Kreasi
- Ruang kelas/aula yang memadai untuk peragaan tari
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek
- Buku Siswa Seni Budaya / Seni Tari Kelas IX SMP
- Kartu Estafet Apresiasi Tari Tradisi
- Lembar Refleksi Dinding Apresiasi Seni Nusantara
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek).
- Buku Siswa Seni Budaya / Seni Tari Kelas IX SMP.
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 3 Kreasi Gerak Tari (Portofolio Tertulis Mandiri).
- Lembar Observasi Asesmen Unjuk Kerja Gerak Tari Kreasi Guru dan Stopwatch.
|