MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 1 — Konsep Kreasi Tari INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Konsep Kreasi Tari |
|---|
| Alokasi Waktu | 14 JP (14 x 40 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.1.1 Mengamati latar belakang, jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya sebagai landasan konsep tari kreasi
- TP 9.1.2 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi berdasarkan latar belakang budaya dalam penyusunan konsep kreasi
- TP 9.1.3 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari
- TP 9.1.4 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif penyusunan konsep kreasi tari
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa sebuah tari tradisi diciptakan dengan latar belakang cerita atau adat istiadat tertentu di masyarakatnya?
- Pernahkah kalian melihat pertunjukan tari daerah dan merasakan keindahan atau pesan moral di balik gerakannya?
- Bagaimana kita dapat mengenali apakah suatu tari tradisi berfungsi sebagai sarana upacara, hiburan pergaulan, atau tontonan pertunjukan?
- Apa perbedaan ciri yang tampak antara tari yang lahir di lingkungan keraton (klasik) dan tari yang tumbuh di tengah masyarakat pedesaan (rakyat)?
- Bagaimana kita bisa membedakan apakah sebuah tari tradisi diciptakan untuk upacara adat, hiburan masyarakat, atau pertunjukan seni?
- Mengapa tari tradisi dari lingkungan keraton dan lingkungan pedesaan rakyat memiliki jenis dan nilai estetis yang berbeda?
- Bagaimana sebuah nilai tradisi (seperti gotong royong atau ketangkasan) dapat dituangkan menjadi gagasan tema tari kreasi baru?
- Bagaimana cara kita merancang gerak, ruang, waktu, dan tenaga (unsur utama tari) agar selaras dengan gagasan pokok tari kreasi yang berpijak pada tradisi?
- Bagaimana tata busana, rias, musik, properti, dan tata panggung dapat memperkuat makna tema tari kreasi yang berakar dari tradisi?
- Mengapa sebuah tarian kreasi memerlukan keselarasan antara unsur utama gerak dengan unsur pendukung tari?
- Bagaimana sebuah karya tari kreasi dapat menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap seni tradisi?
- Pesan ajakan seperti apa yang paling efektif untuk menggugah teman sebaya agar ikut mencintai tari tradisi?
- Bagaimana gagasan kreasi tari kelompokmu menghubungkan nilai luhur tari tradisi dengan unsur gerak dan unsur pendukung yang baru?
- Pesan ajakan apa yang paling kuat dari karya kreasi kelompokmu agar generasi muda merasa bangga terhadap seni tari tradisi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Latar Belakang dan Nilai Tari Tradisi dalam Konteks Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Mengamati latar belakang, jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya sebagai landasan konsep tari kreasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengamati latar belakang budaya dan nilai estetis serta filosofis dalam tari tradisi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat untuk mengecek kesiapan murid mengidentifikasi latar belakang budaya dari sebuah tari tradisi menggunakan 2 pertanyaan pemantik (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan cuplikan video pertunjukan Tari Saman dari Aceh dan Tari Tor-Tor dari Batak Toba sambil memandu murid mencermati konteks budaya masing-masing tarian (12 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang dua objek pengamatan utama dalam konteks budaya: (1) latar belakang sosial/historis tarian dan (2) nilai estetik serta filosofis (kebersamaan, kepatuhan, kesakralan) yang tercermin pada gerak dan pola lantai (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan tebak kartu 'Detektif Nilai Tradisi': murid menerima 4 kartu kasus deskripsi tari tradisi lalu mengidentifikasi latar belakang budaya dan nilai yang terkandung di dalamnya secara tepat (15 menit).
- Murid menuliskan hasil pengamatan terhadap latar belakang budaya dan nilai dari 4 kartu tari tersebut pada Lembar Pengamatan Tari Tradisi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan identifikasi latar belakang dan nilai pada Lembar Pengamatan berdasarkan kunci verifikasi yang dipaparkan guru (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan fokus pengamatan hari ini mengenai keterkaitan erat antara latar belakang budaya dan nilai luhur dalam tari tradisi (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses pengamatan murid, menyampaikan garis besar topik pengamatan jenis dan fungsi tari untuk pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu deskripsi tari dengan visualisasi gambar pendukung untuk murid yang membutuhkan bantuan pemahaman visual, serta teks deskripsi tari dengan konteks historis lebih mendalam untuk murid yang berpikiran cepat.
- Proses: Memberikan panduan kata kunci pengamatan terarah bagi murid yang belum terbiasa mengamati nilai tari, serta memberikan kemandirian penuh tanpa bantuan kata kunci bagi murid yang sudah cepat memahami.
- Produk: Format Lembar Pengamatan dapat diselesaikan berupa tabel isian poin ringkas atau uraian deskriptif terperinci sesuai kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Berasal dari daerah manakah Tari Saman dan dalam peristiwa apa biasanya ditarikan?' (Acuan jawaban: Asal dari Aceh/Gayo; ditarikan dalam perayaan keagamaan seperti Maulid Nabi atau peristiwa adat penting); (2) 'Nilai apakah yang tampak saat penari Saman bergerak serempak dalam kecepatan tinggi tanpa bertubrukan?' (Acuan jawaban: Nilai kekompakan, kebersamaan, disiplin, kerja sama, dan konsentrasi).
Proses:- Pengamatan pengerjaan aktivitas Lembar Pengamatan 'Detektif Nilai Tradisi' berisi 4 kartu tari: Kartu 1 Tari Saman (Aceh) -> Latar belakang: adat keagamaan dan perayaan masyarakat Gayo; Nilai: kebersamaan, kekompakan, kedisiplinan. Kartu 2 Tari Tor-Tor (Batak Toba) -> Latar belakang: upacara ritual adat penghormatan leluhur dan penyambutan; Nilai: kesakralan, rasa hormat, kerendahan hati. Kartu 3 Tari Piring (Minangkabau) -> Latar belakang: ungkapan syukur masyarakat agraris atas hasil panen melimpah; Nilai: rasa syukur, ketangkasan, kerja keras. Kartu 4 Tari Bedhaya Ketawang (Surakarta) -> Latar belakang: tarian istana sakral penobatan raja Jawa; Nilai: keanggunan, ketenangan batin, spiritualitas luhur. (Kriteria ketepatan: murid tepat mengidentifikasi latar belakang budaya dan nilai dari keempat tari tersebut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal reflektif): 'Tuliskan 1 nilai tradisi yang kamu amati dari Tari Piring beserta latar belakang budaya yang mendasarinya!' (Kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan nilai rasa syukur/ketangkasan dan mengaitkannya dengan latar belakang masyarakat agraris Minangkabau yang mensyukuri panen padi).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman dasar latar belakang budaya tari daerah
- Penilaian kinerja pengamatan latar belakang dan nilai tari tradisi menggunakan Lembar Pengamatan pada kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan Mengamati Latar Belakang Budaya Tari Tradisi | Belum mampu mengidentifikasi latar belakang budaya tari tradisi atau hanya tepat 1 dari 4 kartu tari yang diamati. | Mampu mengidentifikasi latar belakang budaya secara tepat pada 2 dari 4 kartu tari yang diamati. | Mampu mengidentifikasi latar belakang budaya secara tepat pada 3 dari 4 kartu tari yang diamati secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi latar belakang budaya secara tepat pada seluruh (4) kartu tari yang diamati secara mandiri dan lengkap. | | Kemampuan Mengamati Nilai Tari Tradisi | Belum mampu mengidentifikasi nilai estetis/filosofis tari tradisi atau hanya tepat 1 dari 4 kartu tari yang diamati. | Mampu mengidentifikasi nilai estetis/filosofis secara tepat pada 2 dari 4 kartu tari yang diamati. | Mampu mengidentifikasi nilai estetis/filosofis secara tepat pada 3 dari 4 kartu tari yang diamati secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi nilai estetis/filosofis secara tepat pada seluruh (4) kartu tari yang diamati secara mandiri dan komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media video dan kartu kasus deskripsi tari tradisi efektif membantu murid mengamati latar belakang budaya dan nilai-nilainya?
- Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam kegiatan berpasangan dan mencapai indikator pengamatan?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang makna dan nilai di balik gerak tari tradisi hari ini?
- Bagian mana dari kegiatan pengamatan tadi yang paling menarik dan membantumu memahami budaya Nusantara?
Pertemuan 2 — Mengamati Jenis dan Fungsi Tari Tradisi sebagai Landasan Konsep Kreasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Mengamati latar belakang, jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya sebagai landasan konsep tari kreasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati tayangan video tari tradisi untuk mengidentifikasi jenis tari (klasik, rakyat, kreasi baru) serta fungsi tari (upacara ritual, hiburan/pergaulan, pertunjukan) (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 3 cuplikan gambar tarian dan meminta murid menuliskan tebakan fungsinya pada secarik kertas: Gambar A (tari Sanghyang Dedari di pura), Gambar B (tari Tayub di halaman desa), Gambar C (tari Bedhaya Ketawang di pendopo istana) (acuan jawaban: A = upacara ritual, B = hiburan/pergaulan rakyat, C = upacara/klasik istana) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara penuh perhatian dan berkesadaran menyimak penjelasan guru tentang 3 kategori jenis tari tradisi berdasarkan kelembagaan (klasik, rakyat, kreasi baru) dan 3 fungsi utama tari (sarana upacara, hiburan/sosial, pertunjukan) (10 menit).
- Murid secara berkelompok mengamati 3 klip video tari tradisi: Klip 1 (Tari Bedhaya - Kraton Surakarta: pola gerak baku, busana basahan ageng, musik gamelan pelan khidmat), Klip 2 (Tari Jaipong - Jawa Barat: gerak lincah dinamis, interaksi penari dengan penonton/pengibing), Klip 3 (Tari Saman - Aceh: gerak ritmis rampak berkecepatan tinggi di panggung) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana yang menggembirakan melalui permainan tantangan kelompok 'Detektif Tari', murid bersama anggota kelompoknya mencocokkan kartu analisis pengamatan jenis dan fungsi pada LKPD berdasarkan 3 klip video tari yang diamati (15 menit).
- Setiap kelompok menyelesaikan lembar observasi pengamatan dengan mengidentifikasi jenis tari (Tari Bedhaya = tari klasik istana, Tari Jaipong = tari rakyat/hiburan, Tari Saman = tari tradisi pertunjukan) serta fungsinya (Tari Bedhaya = upacara/ritual sakral istana, Tari Jaipong = hiburan pergaulan, Tari Saman = pertunjukan/syiar) dengan menuliskan bukti visual yang diamati (ruang pentas, busana, interaksi gerak) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Kelompok saling menukarkan lembar hasil pengamatan dengan kelompok terdekat untuk memeriksa ketepatan identifikasi jenis dan fungsi tari tradisi berdasarkan kunci acuan yang dipandu guru (5 menit).
- Murid mengidentifikasi temuan menarik dan kesimpulan bersama tentang bagaimana jenis dan fungsi tari tradisi tampak jelas dari karakteristik penyajiannya sebagai pijakan konsep tari (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengamatan murid mengenai keterkaitan jenis dan fungsi tari tradisi (3 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dan guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya yaitu mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi berdasarkan latar belakang budaya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual berupa glosarium ciri-ciri fisik jenis tari (klasik, rakyat, kreasi) dan fungsi tari (upacara, hiburan, pertunjukan) bagi murid yang membutuhkan panduan lebih terstruktur.
- Proses: Bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan intensif, guru memutar ulang klip tari per bagian sembari menunjukkan penanda visual; bagi kelompok cepat, diberikan tayangan klip tambahan (Tari Kecak) untuk diamati jenis dan fungsinya.
- Produk: Kelompok dapat menuliskan hasil pengamatan dalam format tabel isian terstruktur maupun diagram alir pengamatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi awal fungsi tari tradisi lewat 3 gambar situasi pertunjukan tari: Gambar A (tari Sanghyang Dedari di pura), Gambar B (tari Tayub di halaman terbuka), Gambar C (tari Bedhaya di pendopo) (acuan jawaban benar: A = sarana upacara ritual; B = sarana hiburan/pergaulan; C = sarana upacara/klasik istana).
Proses:- Pengamatan lembar kerja 'Detektif Tari' mencakup ketepatan identifikasi jenis dan fungsi tari dari 3 video tari: (1) Tari Bedhaya: Jenis = Tari Tradisi Klasik, Fungsi = Sarana Upacara/Ritual Istana; (2) Tari Jaipong: Jenis = Tari Tradisi Rakyat, Fungsi = Sarana Hiburan/Pergaulan; (3) Tari Saman: Jenis = Tari Tradisi Rakyat/Kreasi Tradisi, Fungsi = Sarana Pertunjukan/Syiar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan inti: murid diminta menyebutkan masing-masing 1 ciri visual yang membedakan tari upacara dengan tari hiburan berdasarkan tayangan yang baru diamati (kriteria penerimaan: tari upacara berciri sakral/khusyuk/gerak tertata baku/terikat tempat khusus; tari hiburan berciri gerak komunikatif/bebas/melibatkan penonton).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal di pendahuluan mencocokkan fungsi tari dari 3 gambar pemantik.
- Asesmen formatif observasi pengamatan 'Detektif Tari' pada lembar kerja kelompok (mengidentifikasi jenis dan fungsi 3 video tari tradisi: Bedhaya, Jaipong, Saman).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Jenis Tari Tradisi (Bedhaya, Jaipong, Saman) | Belum tepat mengidentifikasi jenis tari tradisi pada ketiga video tari yang diamati (0 video benar). | Tepat mengidentifikasi jenis tari tradisi pada 1 dari 3 video tari yang diamati (acuan: Bedhaya = Klasik, Jaipong = Rakyat, Saman = Rakyat/Kreasi Tradisi). | Tepat mengidentifikasi jenis tari tradisi pada 2 dari 3 video tari yang diamati sesuai acuan materi. | Tepat mengidentifikasi seluruh jenis tari tradisi pada ketiga video (Bedhaya = Klasik, Jaipong = Rakyat, Saman = Rakyat/Kreasi Tradisi) secara mandiri. | | Ketepatan Mengamati Fungsi Tari Tradisi (Bedhaya, Jaipong, Saman) | Belum tepat mengidentifikasi fungsi tari tradisi pada ketiga video tari yang diamati (0 video benar). | Tepat mengidentifikasi fungsi tari tradisi pada 1 dari 3 video tari yang diamati (acuan: Bedhaya = Upacara ritual istana, Jaipong = Hiburan/pergaulan, Saman = Pertunjukan). | Tepat mengidentifikasi fungsi tari tradisi pada 2 dari 3 video tari yang diamati sesuai acuan materi. | Tepat mengidentifikasi seluruh fungsi tari tradisi pada ketiga video (Bedhaya = Upacara ritual istana, Jaipong = Hiburan/pergaulan, Saman = Pertunjukan) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan video Tari Bedhaya, Jaipong, dan Saman cukup jelas memperlihatkan perbedaan jenis dan fungsi tari tradisi kepada murid?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan kelompok 'Detektif Tari', apakah semua anggota aktif mengamati?
Murid:- Bagian mana dari video tarian yang paling mudah membantumu mengenali fungsi tarian tersebut?
- Ciri visual apa yang paling mencolok bagimu saat membedakan tari klasik istana dengan tari rakyat?
Pertemuan 3 — Mengelompokkan Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.2 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi berdasarkan latar belakang budaya dalam penyusunan konsep kreasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam budaya, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi berdasarkan latar belakang budaya dalam penyusunan konsep kreasi (2 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan terkait klasifikasi tari tradisi untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru melalui bagan klasifikasi tentang cara mengelompokkan tari tradisi berdasarkan jenis (tari rakyat, tari klasik/keraton), fungsi (upacara, hiburan sosial, pertunjukan tontonan), dan nilai estetis (wiraga/keluwesan gerak, kesakralan, kesederhanaan komunal) sesuai latar belakang budaya masyarakatnya (10 menit).
- Murid mencermati pemodelan pengelompokan pada 1 contoh: Tari Bedhaya Ketawang dikelompokkan ke latar budaya keraton Jawa/Surakarta, jenis tari klasik, fungsi upacara sakral penobatan raja, dengan nilai estetis ketenangan dan keagungan mistis (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti aktivitas 'Tantangan Pilah Kartu Tari': setiap pasangan menerima 4 set kartu deskripsi tari tradisi untuk dikelompokkan ke dalam matriks klasifikasi (latar budaya asal, jenis tari, fungsi tari, nilai estetis) (10 menit).
- Adapun 4 kartu deskripsi tari yang dipilah terdiri dari: (1) Tari Pendet Bali (latar budaya: Bali/pura; jenis: tari rakyat/kerakyatan yang berkembang; fungsi: upacara persembahan/hiburan penyambutan; nilai: kesucian persembahan dan kedinamisan lirikan seledet); (2) Tari Saman Aceh (latar budaya: Gayo Aceh/pesantren; jenis: tari rakyat; fungsi: upacara dakwah/hiburan komunal; nilai: kekompakan ritmis, ketegasan gerak, dan kebersamaan); (3) Tari Gambyong Jawa Tengah (latar budaya: Surakarta/Jawa Tengah; jenis: tari klasik; fungsi: hiburan/penyambutan tamu; nilai: keluwesan, kelembutan gerak, dan keanggunan); (4) Tari Piring Minangkabau (latar budaya: Sumatera Barat/agraris; jenis: tari rakyat; fungsi: upacara syukur panen/hiburan; nilai: ketangkasan atraktif memegang piring dan kegembiraan komunal) (10 menit).
- Setiap pasangan murid mengisi Lembar Kerja Klasifikasi dengan menempatkan keempat nama tari ke kolom matriks yang tepat sesuai 4 kategori acuan di atas (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan hasil pengelompokan matriksnya dengan mencocokkan pada kunci klasifikasi yang diproyeksikan guru di layar kelas (10 menit).
- Murid mendiskusikan hubungan keterkaitan antara latar belakang lingkungan budaya (misal agraris vs istana) terhadap perbedaan nilai estetis dan fungsi tari yang dihasilkan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengelompokkan tari tradisi berdasarkan jenis, fungsi, dan nilainya sesuai konteks budaya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, mengumpulkan lembar klasifikasi, serta menyampaikan bahwa hasil pengelompokan ini akan menjadi dasar penyusunan gagasan pokok konsep kreasi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berbantu petunjuk kata kunci klasifikasi (misal: pilihan fungsi sudah tertera, tinggal memilih), sedangkan murid yang lebih mahir menganalisis 4 kartu teks deskripsi tanpa kata kunci bantuan.
- Proses: Pada murid lambat guru memberikan scaffolding pengecekan 1 kartu pertama terlebih dahulu; murid cepat secara mandiri mengelompokkan keempat kartu langsung ke matriks.
- Produk: Murid menuangkan hasil pengelompokan dalam bentuk matriks tabel klasifikasi 4x4 secara tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasifikasi dasar tari: 'Jika sebuah tari ditarikan di dalam keraton saat upacara penobatan raja dengan aturan ketat, apakah termasuk jenis tari rakyat atau tari klasik? Dan apa fungsinya?' (Acuan jawaban benar: Jenis = tari klasik; Fungsi = tari upacara adat/sakral).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Matriks Klasifikasi pada 4 kartu deskripsi tari (Pendet, Saman, Gambyong, Piring). Acuan ketepatan: (1) Pendet -> Budaya: Bali; Jenis: rakyat/kerakyatan; Fungsi: upacara/hiburan; Nilai: kesucian dan kedinamisan lirikan seledet. (2) Saman -> Budaya: Gayo Aceh; Jenis: rakyat; Fungsi: upacara dakwah/hiburan; Nilai: kekompakan ritmis dan kebersamaan. (3) Gambyong -> Budaya: Jawa Tengah/Keraton Surakarta; Jenis: klasik; Fungsi: hiburan penyambutan; Nilai: keluwesan dan keanggunan. (4) Piring -> Budaya: Minangkabau; Jenis: rakyat; Fungsi: upacara syukur panen/hiburan; Nilai: ketangkasan atraktif dan kegembiraan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): 'Kelompokkan Tari Piring berdasarkan jenis tari dan fungsinya!' (Acuan jawaban benar: Jenis = tari rakyat; Fungsi = tari upacara adat syukur panen atau hiburan masyarakat).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman kategori tari
- Penilaian kinerja pengelompokan kartu tari pada Lembar Kerja Matriks Klasifikasi selama kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengelompokkan Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Berdasarkan Latar Belakang Budaya | Mengelompokkan 1 tari tradisi dengan tepat pada matriks jenis, fungsi, dan nilai sesuai acuan kunci (3 tari lainnya masih keliru). | Mengelompokkan 2 dari 4 tari tradisi secara tepat pada kategori jenis, fungsi, dan nilai berdasarkan latar belakang budayanya sesuai acuan kunci. | Mengelompokkan 3 dari 4 tari tradisi secara tepat pada kategori jenis, fungsi, dan nilai berdasarkan latar belakang budayanya sesuai acuan kunci. | Mengelompokkan seluruh 4 tari tradisi (Pendet, Saman, Gambyong, Piring) secara tepat pada kategori jenis, fungsi, dan nilai berdasarkan latar belakang budayanya sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan kategori tari klasik dan tari rakyat secara mandiri saat memilah kartu?
- Apakah alokasi waktu pada aktivitas tantangan pilah kartu berjalan efektif dan teratur?
Murid:- Bagian mana dari pengelompokan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi yang paling mudah dan paling sulit kamu tentukan?
- Bagaimana pemahaman tentang latar budaya membantu kamu mengetahui fungsi sebuah tarian?
Pertemuan 4 — Merancang Gagasan Pokok Konsep Tari Kreasi yang Merefleksikan Nilai Tradisi dan Unsur Utama Tari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.3 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu merancang gagasan pokok konsep tari kreasi yang merefleksikan nilai tradisi serta unsur utama tari (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 kartu stimulus keterkaitan tari tradisi (Tari Saman: nilai kebersamaan; Tari Piring: nilai ketangkasan dan rasa syukur; Tari Randai: nilai musyawarah) dan meminta murid menuliskan 1 unsur utama gerak/tenaga yang cocok untuk mencerminkan nilai tersebut pada lembar catatan ringkas (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bagan kerangka konsep tari kreasi yang memuat 4 komponen inti: (1) Pijakan Tradisi & Nilai, (2) Gagasan Pokok/Tema Kreasi, (3) Rencana Unsur Utama Tari (Gerak, Ruang, Waktu, Tenaga), dan (4) Keterkaitan Nilai Tradisi ke dalam Rencana Gerak (10 menit).
- Murid membedah contoh dokumen rancangan konsep tari bertema 'Semangat Lumbung' yang berpijak dari nilai gotong royong Tari Tradisi Panen, menelusuri bagaimana nilai kebersamaan diterjemahkan ke dalam eksplorasi ruang luas, tempo dinamis, dan tenaga kuat (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas tantangan berpasangan 'Puzzle Gagasan Tari', murid memilih 1 dari 3 kartu pijakan tradisi: Kartu A (Tradisi Nelayan: nilai kegigihan), Kartu B (Tradisi Petani: nilai syukur), Kartu C (Tradisi Bela Diri: nilai ketangkasan) untuk menyusun rancangan gagasan pokok kreasi secara menyenangkan dan fokus (10 menit).
- Murid secara mandiri menuangkan rancangan konsep tari kreasi pada Format Lembar Rancangan Konsep Tari yang mencakup: judul gagasan kreasi, nilai tradisi rujukan, deskripsi tema pokok, serta rancangan eksplorasi unsur utama tari (ruang: level tinggi/sedang/rendah; waktu: cepat/lambat; tenaga: kuat/lembut) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan verifikasi mandiri menggunakan panduan periksa keselarasan: memastikan setiap unsur utama tari (gerak, ruang, waktu, tenaga) yang dirancang benar-benar berakar dari nilai tradisi yang dipilih, lalu memberi catatan perbaikan pada draf rancangannya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil rancangan konsep tari murid, menekankan pentingnya keterpaduan nilai tradisi dengan eksplorasi unsur utama tari (5 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan alur perancangan gagasan konsep tari kreasi, lalu guru mengarahkan draf disimpan rapi untuk dilanjutkan dengan perancangan unsur pendukung pada pertemuan berikutnya, diakhiri doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh rancangan konsep tari sederhana dengan template terpandu bagi murid yang memerlukan bimbingan, serta lembar studi kasus tari tradisi kontemporer bagi murid yang siap eksplorasi lebih mendalam.
- Proses: Memberikan scaffolding bertahap (menentukan nilai terlebih dahulu baru merinci unsur tari) bagi murid yang mengalami hambatan, serta tantangan merancang variasi kontras level ruang dan dinamika tenaga bagi murid yang cepat.
- Produk: Format penyusunan rancangan konsep dapat disajikan dalam bentuk matriks tabel berstruktur lengkap maupun diagram peta konsep gagasan, dengan komponen isi rancangan yang tetap setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan merancang konsep tari: Murid merespons 3 stimulus kartu pijakan tari tradisi: (1) Tari Saman (nilai kebersamaan), (2) Tari Piring (nilai ketangkasan), (3) Tari Randai (nilai musyawarah). Kriteria/acuan penerimaan jawaban: Murid mampu memadankan minimal 2 dari 3 nilai tradisi tersebut dengan usulan unsur utama tari yang logis (acuan kunci: kebersamaan -> gerak serempak/tenaga sedang-kuat; ketangkasan -> tempo cepat/tenaga kuat/ruang variatif; musyawarah -> gerak melingkar/ruang sedang/tempo teratur).
Proses:- Pemeriksaan formatif lembar kerja perancangan konsep tari: Menilai rancangan murid berdasarkan 4 butir wajib: (1) Judul gagasan tari kreasi, (2) Nilai tradisi yang direfleksikan, (3) Deskripsi gagasan pokok, (4) Rincian unsur utama tari (desain ruang, tempo/waktu, dan intensitas tenaga). Acuan penilaian: seluruh 4 komponen terisi dan rancangan unsur utama tari selaras secara makna dengan nilai tradisi rujukan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan telaah draf rancangan: Murid menuliskan 1 justifikasi keselarasan pada lembar rancangan (kriteria penerimaan: penjelasan tertulis menunjukkan alasan mengapa pilihan unsur ruang/waktu/tenaga mendukung ekspresi nilai tradisi yang dipilih, misal: 'Pilihan tenaga kuat dan tempo cepat dirancang untuk mengekspresikan nilai kegigihan nelayan menghadapi ombak').
Formatif:- Penilaian lembar rancangan gagasan pokok konsep tari kreasi (kelengkapan komponen konsep, ketepatan refleksi nilai tradisi, dan kesesuaian rancangan unsur utama tari)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perancangan Gagasan Pokok yang Merefleksikan Nilai Tradisi | Rancangan belum memuat gagasan pokok yang jelas dan belum menunjukkan refleksi nilai tradisi rujukan. | Rancangan memuat gagasan pokok dan menyebutkan nilai tradisi, namun keterkaitan di antara keduanya belum selaras secara logis. | Rancangan memuat gagasan pokok yang terdefinisi jelas dan merefleksikan nilai dari tari tradisi secara tepat. | Rancangan memuat gagasan pokok yang mendalam, terstruktur utuh, dan merefleksikan nilai dari tari tradisi secara tepat serta koheren di seluruh bagian konsep. | | Pertimbangan Unsur Utama Tari dalam Konsep Kreasi | Rancangan belum menyertakan pertimbangan unsur utama tari (ruang, waktu, tenaga) atau hanya memuat 1 unsur secara tidak lengkap. | Rancangan menyertakan 2 unsur utama tari (ruang, waktu, atau tenaga) namun deskripsi eksplorasinya masih terbatas. | Rancangan menyertakan seluruh 3 unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) secara tepat sesuai gagasan pokok konsep kreasi. | Rancangan menyertakan seluruh 3 unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) secara rinci, terintegrasi penuh, dan memberikan gambaran visual gerak yang sangat jelas terhadap konsep kreasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pembelajaran Memahami-Mengaplikasi-Merefleksi efektif membantu murid merumuskan konsep tari kreasi yang berpijak pada tradisi?
- Apakah murid mengalami kendala dalam menghubungkan nilai tradisi yang bersifat abstrak ke dalam rancangan konkret unsur utama tari (ruang, waktu, tenaga)?
Murid:- Bagian mana dari perancangan konsep tari kreasi yang paling mudah dan paling menantang untuk saya kembangkan?
- Apakah rancangan unsur utama tari (gerak, ruang, waktu, tenaga) yang saya buat sudah benar-benar mewakili nilai tradisi yang saya pilih?
Pertemuan 5 — Merancang Unsur Pendukung Tari Tradisi dalam Konsep Kreasi Tari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.3 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu merancang unsur pendukung tari (musik/iringan, tata rias, tata busana, properti, dan tata panggung/tata cahaya) yang selaras dengan konsep tari kreasi berpijak tradisi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 contoh elemen pendukung tari di layar: (1) Selendang/sampur merah menyala, (2) Iringan tempo cepat dengan ketukan kendang dominan, (3) Rias wajah berkarakter gagah/tegas. Murid diminta menuliskan fungsi masing-masing elemen tersebut dalam tari tradisi (acuan jawaban: 1 = properti penegas karakter/dinamika gerak; 2 = iringan pembangun suasana energik/pengatur tempo gerak; 3 = tata rias memperjelas perwatakan tokoh) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati bagan keterpaduan konsep kreasi tari tradisi yang menghubungkan 5 unsur pendukung: (a) iringan musik, (b) tata busana, (c) tata rias, (d) properti tari, dan (e) tata panggung/pencahayaan dengan karakter tema gerak yang telah dirancang pada pertemuan sebelumnya (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Padu-Padan Artistik' berpasangan: murid mencocokkan kartu tema kreasi dengan pilihan unsur pendukung yang paling selaras (misal kartu tema: 'Ketegasan Prajurit Tradisi' dipadankan dengan pilihan busana warna tegas/gelap, iringan perkusi ritmis, properti tombak/tameng pendek) untuk membangun pemahaman keterkaitan antarunsur secara menyenangkan (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok kerjanya membuka kembali rancangan gagasan pokok gerak tari kreasi (hasil Pertemuan 4) dan mengisi Lembar Matriks Rancangan Unsur Pendukung Tari yang memuat deskripsi spesifik untuk 4 unsur pendukung wajib: (1) Desain Iringan Musik/Ritme, (2) Konsep Tata Busana/Kostum, (3) Konsep Tata Rias/Karakter, dan (4) Properti/Panggung yang mendukung gagasan nilai tradisi (25 menit).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis terarah serta memvalidasi keselarasan antara deskripsi unsur pendukung yang dituliskan murid dengan nilai tradisi dan tema gerak kelompok (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling menukarkan draf matriks unsur pendukung dengan kelompok sebelah untuk melakukan penilaian antarteman (peer-review) berpedoman pada daftar cek keselarasan unsur (acuan: apakah 4 unsur pendukung telah terisi lengkap dan mendukung tema tari kreasi) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil rancangan matriks unsur pendukung tari kelompok yang telah diselaraskan dengan gagasan gerak utama (3 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya keselarasan unsur pendukung dalam memperkuat nilai estetis karya tari kreasi, lalu guru mengarahkan draf disimpan rapi untuk persiapan penyusunan proposal terpadu di pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar matriks dengan panduan rincian pilihan istilah artistik pendukung bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap, serta format terbuka tanpa pembatas bagi kelompok yang cepat memahami.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan difokuskan merancang 3 unsur pendukung utama terlebih dahulu (iringan, busana, properti), sedangkan kelompok mahir merancang kelima unsur lengkap hingga tata cahaya dan sketsa visual panggung.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan rancangan unsur pendukung dalam bentuk matriks deskripsi tertulis disertai sketsa visual busana/properti atau papan kolase referensi gambar pendukung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi fungsi 3 unsur pendukung tari dari stimulus guru: (1) Selendang/sampur merah menyala, (2) Iringan tempo cepat dengan ketukan kendang dominan, (3) Rias wajah berkarakter gagah/tegas. Acuan kriteria: (1) properti penegas karakter/estetika gerak; (2) musik pengatur tempo/dinamika suasana; (3) rias penjelas karakter/ekspresi tokoh. Kategori siap bila menjawab minimal 2 tepat.
Proses:- Pemeriksaan draf Lembar Matriks Rancangan Unsur Pendukung Tari kelompok. Target minimal memuat 4 unsur: (1) Rencana iringan musik (deskripsi tempo/alat musik pijakan tradisi), (2) Tata busana (deskripsi bentuk/warna yang mencerminkan karakter tema), (3) Tata rias (jenis rias korektif/karakter), (4) Properti/penataan ruang (benda pendukung gerak yang selaras nilai tradisi).
Akhir Pertemuan:- Cek keselarasan rancangan di lembar refleksi: Murid menuliskan satu alasan keterkaitan logis antara properti/busana yang mereka pilih dengan nilai tari tradisi yang mereka angkat dalam karya kreasinya (Kriteria penerimaan: penjelasan memuat hubungan fungsi artistik dengan makna tradisi).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi fungsi 3 elemen pendukung tari.
- Asesmen proses: observasi pengerjaan Lembar Matriks Rancangan Unsur Pendukung Tari (iringan musik, tata busana, tata rias, properti/panggung).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Perancangan Unsur Pendukung Tari | Merancang kurang dari 2 unsur pendukung tari (dari 4 unsur wajib: musik, busana, rias, properti/panggung) dalam konsep kreasi tari. | Merancang 2 dari 4 unsur pendukung tari dalam konsep kreasi tari secara tertulis. | Merancang 3 dari 4 unsur pendukung tari dalam konsep kreasi tari secara tertulis dan terperinci. | Merancang seluruh 4 unsur pendukung tari (iringan musik, tata busana, tata rias, properti/panggung) secara terperinci, lengkap, dan mandiri. | | Keselarasan Unsur Pendukung dengan Nilai dan Gagasan Tari Tradisi | Rancangan unsur pendukung belum memperlihatkan keterkaitan dengan tema, jenis, maupun nilai tari tradisi yang diangkat. | Rancangan unsur pendukung sebagian kecil selaras dengan tema gerak tari tradisi namun masih banyak elemen yang kontradiktif. | Rancangan unsur pendukung sebagian besar selaras dengan tema, jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi yang dipijak. | Rancangan seluruh unsur pendukung sepenuhnya harmonis dan saling mendukung dalam merefleksikan nilai serta konsep kreasi tari tradisi secara utuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk penyusunan matriks unsur pendukung mencukupi bagi seluruh kelompok?
- Bagian unsur pendukung tari mana (musik, busana, rias, atau properti) yang paling memerlukan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Unsur pendukung apa yang paling menarik dan menantang saat kamu rancang untuk tarian kreasimu?
- Apakah unsur pendukung yang kelompokmu pilih sudah benar-benar cocok memperkuat makna gerak tari kreasi yang kalian buat?
Pertemuan 6 — Menghargai dan Mengajak Orang Lain Mencintai Tari Tradisi Melalui Konsep Kreasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.4 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif penyusunan konsep kreasi tari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memfasilitasi doa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar nyaman (5 menit).
- Guru mengaitkan rancangan konsep tari yang telah disusun kelompok pada pertemuan sebelumnya dengan dampak sosialnya terhadap kecintaan budaya lokal (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang bentuk sikap menghargai tari tradisi dan cara mengajak orang lain mengapresiasinya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak tayangan cuplikan konsep tari kreasi pemuda nusantara dan mengidentifikasi nilai tradisi yang melatarbelakanginya serta pesan budaya yang disampaikan (10 menit).
- Murid berpartisipasi dalam permainan cepat 'Kotak Apresiasi' secara berpasangan, mencocokkan 3 pernyataan sikap menghargai tari tradisi dengan alasan pentingnya pelestarian budaya: (1) Pernyataan A 'Mempelajari latar belakang tari tradisi' berpasangan dengan Alasan 'Memahami makna filosofis leluhur'; (2) Pernyataan B 'Mengolah ragam gerak tradisi menjadi kreasi baru' berpasangan dengan Alasan 'Menjaga tradisi tetap relevan bagi generasi muda'; (3) Pernyataan C 'Menyebarkan informasi pertunjukan tari tradisi' berpasangan dengan Alasan 'Memperluas audiens dan kecintaan masyarakat' (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok membaca kembali draf konsep kreasi tari yang telah mereka susun, kemudian merumuskan 1 paragraf pernyataan sikap menghargai tari tradisi sumber pijakan karya mereka (10 menit).
- Murid dalam kelompok menyusun 1 kalimat slogan ajakan dan 2 butir narasi persuasif yang mengajak penonton/orang lain untuk bangga serta mencintai tari tradisi melalui pertunjukan konsep tari kreasi mereka (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok bertukar lembar pesan ajakan dengan kelompok lain untuk saling memberikan tanda centang apresiasi terhadap kekuatan pesan kecintaan tari tradisi (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya mengintegrasikan pesan ajakan mencintai tari tradisi ke dalam rancangan karya tari kreasi (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap makna menghargai seni tradisi, menginformasikan bahwa proposal konsep tari dan pesan ajakan ini akan dipresentasikan pada asesmen sumatif pertemuan berikutnya, serta menutup sesi dengan doa bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh struktur kalimat persuasif ajakan budaya; murid yang mandiri diberikan keleluasaan merumuskan narasi ajakan yang mengaitkan konteks kearifan lokal secara mendalam.
- Proses: Kelompok yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara langsung dalam menemukan kata-kata persuasif, sedangkan kelompok yang mahir bekerja secara mandiri dalam merumuskan pesan ajakan.
- Produk: Pernyataan ajakan mencintai tari tradisi dapat berupa slogan tertulis ringkas atau narasi deskriptif pada lembar konsep tari kreasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Sebutkan 1 contoh tindakan nyata seorang pelajar dalam menghargai tari tradisi di tengah perkembangan zaman modern!' (Acuan jawaban benar: mempelajari tari tradisi, menonton pertunjukan tradisi, membagikan informasi tari tradisi, atau mengangkat nilai tradisi ke dalam tari kreasi).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja kelompok: Memastikan murid menuliskan minimal 1 pernyataan sikap menghargai tari tradisi sumber pijakan dan minimal 1 kalimat slogan/narasi ajakan yang eksplisit mengajak orang lain bangga terhadap tari tradisi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi melalui kartu refleksi: Murid menuliskan 1 kalimat komitmen pribadi tentang cara mengajak teman sebaya mencintai tari tradisi melalui karya seni (Kriteria ketercapaian: kalimat memuat kata kerja ajakan dan secara jelas menyebutkan objek tari tradisi/budaya lokal).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang bentuk penghargaan terhadap tari tradisi
- Observasi lembar kerja perumusan sikap menghargai dan kalimat persuasif ajakan mencintai tari tradisi dalam konsep kreasi kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap Menghargai Tari Tradisi dalam Konsep Kreasi | Belum mampu merumuskan pernyataan sikap menghargai tari tradisi dalam rancangan konsep kreasi tari. | Mampu merumuskan pernyataan sikap menghargai tari tradisi namun maknanya belum merefleksikan nilai dari tari tradisi yang dipijak. | Mampu merumuskan 1 pernyataan sikap menghargai tari tradisi secara tepat yang merefleksikan nilai tari tradisi sumber pijakan. | Mampu merumuskan pernyataan sikap menghargai tari tradisi secara mendalam, tepat, dan mengaitkan nilai tradisi dengan relevansi masa kini secara mandiri. | | Mengajak Orang Lain Mencintai Tari Tradisi | Belum mampu menyusun kalimat atau narasi ajakan untuk mencintai tari tradisi. | Mampu menyusun kalimat ajakan namun belum memuat seruan persuasif yang jelas untuk mencintai atau bangga terhadap tari tradisi. | Mampu menyusun minimal 1 kalimat ajakan persuasif yang secara eksplisit mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi. | Mampu menyusun narasi dan slogan ajakan persuasif yang sangat kuat, menyentuh, dan jelas dalam memotivasi orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid telah menunjukkan kesadaran emosional dan rasa bangga saat merumuskan pesan ajakan mencintai tari tradisi?
- Bagian mana dari perancangan pesan ajakan yang memerlukan pendampingan lebih intensif bagi kelompok yang pasif?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat menyusun kata-kata ajakan untuk membuat orang lain ikut bangga pada tari tradisi daerahmu?
- Apakah kamu merasa konsep kreasi tari yang disusun kelompokmu sudah mampu menjadi sarana melestarikan tari tradisi?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Mengamati latar belakang, jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya sebagai landasan konsep tari kreasi
- TP 9.1.2 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi berdasarkan latar belakang budaya dalam penyusunan konsep kreasi
- TP 9.1.3 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama dan pendukung tari
- TP 9.1.4 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif penyusunan konsep kreasi tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik ruangan, dan memimpin doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib sesi, dan membagikan format lembar dokumen proposal konsep kreasi tari kepada 7 kelompok (28 murid) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok masing-masing menyimak penjelasan guru mengenai kriteria rubrik penilaian proposal (analisis latar belakang tradisi, tabel klasifikasi jenis-fungsi-nilai, serta rancangan unsur utama gerak dan unsur pendukung) dan alokasi waktu presentasi (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Setiap kelompok secara serentak menyusun dan merampungkan lembar dokumen proposal konsep kreasi tari yang memuat: (1) analisis latar belakang tari tradisi acuan, (2) tabel klasifikasi jenis, fungsi, dan nilai budaya, serta (3) deskripsi rancangan unsur utama tari (eksplorasi gerak pokok, ruang, tenaga, waktu) dan unsur pendukung tari (tata rias, busana, iringan musik) selama 43 menit, lalu menyerahkan draf akhir kepada guru (33 menit).
- Tugas 2: Sebanyak 7 kelompok secara bergiliran menyajikan presentasi gagasan konsep kreasi tari dan menyampaikan pesan apresiasi serta ajakan mencintai tari tradisi di depan kelas dengan alokasi tepat 5 menit per kelompok (7 kelompok x 5 menit = 35 menit) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid menuliskan 1 catatan reflektif singkat pada lembar penilaian tentang kontribusi pribadinya dalam perumusan konsep kreasi kelompok dan makna apresiasi tari tradisi yang dipelajari selama Bab 1 (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar proposal dan catatan refleksi, memberikan apresiasi atas komitmen dan kerja sama seluruh kelompok, merangkum pencapaian Bab 1, serta menutup sesi asesmen dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: Menyediakan panduan cetak berhuruf besar (large print) atau format digital lembar proposal bagi kelompok yang membutuhkan dukungan visual tanpa mengubah komponen yang dinilai.
- Proses: Akomodasi akses: Kelompok diberikan kebebasan mengatur pembagian juru bicara dalam presentasi gagasan agar setiap anggota berkontribusi sesuai peran yang disepakati.
- Produk: Akomodasi akses: Format penyajian visual pendukung proposal/presentasi dapat berupa lembar bagan plano tulis tangan maupun tayangan digital sederhana dengan standar isi komponen yang setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan berkas draf rancangan dan kehadiran lengkap anggota 7 kelompok sebelum pengerjaan proposal sumatif dimulai (kriteria: seluruh kelompok telah membawa draf catatan latar belakang tradisi dan pembagian peran anggota).
Proses:- Pemantauan keterlibatan kolaboratif dan manajemen waktu kelompok saat menyelesaikan lembar proposal konsep kreasi tari (durasi 43 menit).
Sumatif Bab:- penyusunan dokumen proposal konsep kreasi tari dan presentasi gagasan kelompok: dokumen tertulis rancangan konsep kreasi tari (analisis latar belakang, tabel klasifikasi jenis-fungsi-nilai, dan deskripsi unsur utama serta pendukung) serta penyampaian lisan pesan apresiasi tari tradisi dalam presentasi kelompok
- penugasan penyusunan proposal konsep kreasi tari: lembar dokumen proposal kelompok yang memuat analisis latar belakang tari tradisi, tabel klasifikasi jenis, fungsi, dan nilai budaya, serta rancangan unsur utama (gerak pokok) dan pendukung (tata rias, busana, musik) tari kreasi yang dikerjakan serentak oleh 7 kelompok (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio rancangan konsep kreasi tari)
- presentasi gagasan kelompok: penyampaian lisan paparan konsep kreasi tari dan orasi ajakan mencintai tari tradisi di depan kelas oleh 7 kelompok secara bergantian dengan alokasi 5 menit per kelompok (7 kelompok x 5 menit = 35 menit, mencakup 28 murid) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi gagasan dan pesan apresiasi budaya)
Sumatif:- penyusunan dokumen proposal konsep kreasi tari dan presentasi gagasan kelompok: dokumen tertulis rancangan konsep kreasi tari (analisis latar belakang, tabel klasifikasi jenis-fungsi-nilai, dan deskripsi unsur utama serta pendukung) serta penyampaian lisan pesan apresiasi tari tradisi dalam presentasi kelompok
- penugasan penyusunan proposal konsep kreasi tari: lembar dokumen proposal kelompok yang memuat analisis latar belakang tari tradisi, tabel klasifikasi jenis, fungsi, dan nilai budaya, serta rancangan unsur utama (gerak pokok) dan pendukung (tata rias, busana, musik) tari kreasi yang dikerjakan serentak oleh 7 kelompok (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio rancangan konsep kreasi tari)
- presentasi gagasan kelompok: penyampaian lisan paparan konsep kreasi tari dan orasi ajakan mencintai tari tradisi di depan kelas oleh 7 kelompok secara bergantian dengan alokasi 5 menit per kelompok (7 kelompok x 5 menit = 35 menit, mencakup 28 murid) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi gagasan dan pesan apresiasi budaya)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Latar Belakang dan Klasifikasi Tari Tradisi (TP 9.1.1 & TP 9.1.2) | Kelompok hanya memuat 1 dari 4 komponen acuan: (1) latar belakang budaya tari tradisi acuan, (2) jenis tari, (3) fungsi tari, (4) nilai-nilai tari; atau seluruhnya belum tepat. | Kelompok memuat dengan tepat 2 dari 4 komponen acuan: (1) latar belakang budaya tari tradisi acuan, (2) jenis tari, (3) fungsi tari, (4) nilai-nilai tari. | Kelompok memuat dengan tepat 3 dari 4 komponen acuan: (1) latar belakang budaya tari tradisi acuan, (2) jenis tari, (3) fungsi tari, (4) nilai-nilai tari dalam tabel klasifikasi proposal. | Kelompok memuat secara lengkap dan tepat seluruh 4 komponen acuan: (1) latar belakang budaya tari tradisi acuan, (2) jenis tari, (3) fungsi tari, dan (4) nilai-nilai filosofis tari dalam tabel klasifikasi proposal. | | Rancangan Konsep Kreasi: Unsur Utama dan Pendukung Tari (TP 9.1.3) | Rancangan hanya memuat deskripsi 1 dari 4 unsur acuan kreasi: (1) eksplorasi gerak pokok, (2) desain tata rias, (3) desain busana, (4) iringan musik. | Rancangan memuat deskripsi 2 dari 4 unsur acuan kreasi: (1) eksplorasi gerak pokok, (2) desain tata rias, (3) desain busana, (4) iringan musik. | Rancangan memuat deskripsi 3 dari 4 unsur acuan kreasi: (1) eksplorasi gerak pokok, (2) desain tata rias, (3) desain busana, (4) iringan musik yang merefleksikan tradisi acuan. | Rancangan memuat deskripsi mendalam dan selaras untuk seluruh 4 unsur acuan kreasi: (1) eksplorasi gerak pokok, (2) desain tata rias, (3) desain busana, dan (4) iringan musik yang merefleksikan nilai tradisi acuan. | | Penyampaian Pesan Apresiasi dan Ajakan Mencintai Tari Tradisi (TP 9.1.4) | Presentasi kelompok tidak menyampaikan pesan apresiasi maupun kalimat ajakan untuk mencintai atau membanggakan tari tradisi. | Presentasi kelompok menyampaikan pesan apresiasi tradisi namun belum memuat seruan/ajakan konkret bagi orang lain untuk mencintai tari tradisi. | Presentasi kelompok menyampaikan pesan apresiasi dan ajakan verbal untuk mencintai tari tradisi yang terhubung dengan konsep kreasi kelompok. | Presentasi kelompok menyampaikan pesan apresiasi yang mendalam serta ajakan persuasif yang lugas dan menginspirasi orang lain untuk bangga terhadap tari tradisi melalui karya kreasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 43 menit pengerjaan dokumen dan 35 menit giliran presentasi (5 menit x 7 kelompok) berjalan tertib dan tepat waktu?
- Bagaimana kedalaman pemahaman murid dalam mengaitkan nilai tradisi daerah dengan ide pengembangan kreasi baru pada dokumen proposal?
Murid:- Bagian mana dari konsep tari kreasi kelompokmu yang paling berhasil mencerminkan nilai luhur tari tradisi yang kalian teliti?
- Pengalaman apa yang paling berkesan bagimu saat bekerja sama dalam kelompok menyusun dan mempresentasikan gagasan tari kreasi ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
- Video dokumentasi pertunjukan Tari Saman Aceh dan Tari Tor-Tor Batak Toba
- Set Kartu 'Detektif Nilai Tradisi' (Tari Saman, Tor-Tor, Piring, Bedhaya Ketawang)
- Lembar Pengamatan Tari Tradisi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022)
- Video dokumentasi Tari Bedhaya Ketawang (Kraton Surakarta)
- Video dokumentasi Tari Jaipong (Jawa Barat)
- Video dokumentasi Tari Saman (Aceh)
- Kartu dan Lembar Kerja Pengamatan 'Detektif Tari'
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022, Bab 1 Konsep Kreasi Tari)
- Buku Siswa Seni Budaya / Seni Tari Kelas IX
- Set Kartu Deskripsi Tari Tradisi (Pendet, Saman, Gambyong, Piring)
- Lembar Kerja Matriks Pengelompokan Tari Tradisi
- Lembar Kerja Format Rancangan Konsep Tari Kreasi
- Kartu Stimulus Pijakan Tradisi (Kartu Nelayan, Kartu Petani, Kartu Bela Diri)
- Video dokumentasi tari tradisi nusantara beserta unsur pendukungnya (Youtube/Tautan edukasi)
- Lembar Kerja Matriks Desain Unsur Pendukung Seni Tari Kreasi
- Kartu Padu-Padan Artistik Unsur Tari
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas IX
- Buku Panduan Siswa Seni Tari Kelas IX
- Video dokumentasi apresiasi karya tari kreasi nusantara berbasis tradisi
- Kartu Aktivitas 'Kotak Apresiasi' berisi pasangan pernyataan sikap dan alasan pelestarian budaya
- Lembar Kerja Dokumen Proposal Konsep Kreasi Tari Kelompok
- Rubrik Penilaian Portofolio Proposal dan Unjuk Kerja Presentasi Gagasan
|