MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 4 — Apresiasi Tari Tradisi Melalui Proses Kreatif INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Apresiasi Tari Tradisi Melalui Proses Kreatif |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 40 menit = 720 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.4.1 Mengamati jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya melalui kegiatan apresiasi
- TP 8.4.2 Mengukur hasil pencapaian karya tari melalui tahapan kritik tari tradisi
- TP 8.4.3 Menghargai tari tradisi melalui kegiatan apresiasi berbasis proses kreatif
- TP 8.4.4 Mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa sebuah tarian tradisi dapat ditarikan dalam upacara keagamaan, sedangkan tarian tradisi lainnya ditarikan untuk menyambut tamu atau hiburan rakyat?
- Bagaimana kita mengenali jenis dan fungsi suatu tari tradisi hanya dengan mengamati tata cara penyajian dan konteks budayanya?
- Apa yang membuat sebuah tarian tradisi tampak indah dan berkesan bagi orang yang menyaksikannya?
- Pesan atau nilai luhur apa yang terkandung dalam gerak dan rias-busana tari tradisi Nusantara?
- Bagaimana cara kita mengukur keberhasilan dan mutu sebuah penyajian karya tari tradisi secara objektif?
- Apa perbedaan antara mencatat apa yang tampak secara visual (tahap deskripsi) dengan menelaah keterkaitan antarunsur pendukungnya (tahap analisis) dalam kritik tari?
- Bagaimana kita dapat mengetahui makna simbolis di balik gerakan dan properti sebuah karya tari tradisi?
- Apa dasar yang kita gunakan untuk menilai mutu atau keberhasilan pencapaian suatu pertunjukan tari tradisi secara objektif?
- Bagaimana sebuah karya tari tradisi lahir dari pencarian ide dan proses yang panjang oleh penciptanya?
- Mengapa menghargai jerih payah eksplorasi seniman membuat kita lebih mencintai karya tari tradisi?
- Bagaimana sebuah proses kreatif di balik penciptaan tari tradisi membuat kita lebih menghargai keberagaman budaya Nusantara?
- Sikap apa yang menunjukkan bahwa kita benar-benar menghargai kerja keras seniman dalam melestarikan tari tradisi?
- Bagaimana sebuah pesan ajakan dapat membuat teman sebaya kita tertarik dan bangga terhadap keindahan tari tradisi?
- Mengapa proses kreatif yang kita lalui saat belajar gerak tari tradisi bisa menjadi modal berharga untuk meyakinkan orang lain agar ikut mencintainya?
- Bagaimana cara kita meyakinkan teman sebaya agar mau ikut mencintai tarian tradisi daerah kita?
- Alasan apa dari proses kreatif penciptaan tari tradisi yang paling membuat kita bangga membagikannya kepada orang lain?
- Bagaimana tahapan kritik tari membantu kita mengukur mutu dan pencapaian suatu karya tari tradisi?
- Mengapa proses apresiasi tari tradisi dapat melahirkan rasa bangga dan ajakan nyata untuk melestarikannya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Jenis dan Fungsi Tari Tradisi dalam Konteks Budaya Melalui Tayangan Tari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.1 Mengamati jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya melalui kegiatan apresiasi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan fisik kelas, dan membimbing doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati jenis dan fungsi tari tradisi dalam konteks budaya melalui tayangan tari (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 gambar cuplikan tari tradisi pada salindia untuk mengecek pengenalan awal murid terhadap fungsi tari: (1) Tari Sanghyang Dedari di pura (fungsi upacara ritual); (2) Tari Tayub di balai desa (fungsi hiburan/sosial); (3) Tari Saman di panggung festival (fungsi pertunjukan/tontonan). Murid menuliskan nomor gambar dan dugaannya pada lembar kertas mini (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan pengantar guru tentang 3 jenis/fungsi tari tradisi dalam konteks budaya: (1) Fungsi Upacara/Ritual (sakral, terikat ruang/waktu suci, magis); (2) Fungsi Hiburan/Sosial (pergaulan rakyat, spontan, partisipatif); (3) Fungsi Seni Pertunjukan (estetis, ditata untuk tontonan panggung penonton) (10 menit).
- Murid mengikuti permainan apresiasi tebak cuplikan cepat 'Tebak Fungsi Tari' di layar proyektor yang berisi 3 video berdurasi 30 detik: Tari Pendet upacara, Tari Jaipong hiburan, dan Tari Gambyong pertunjukan; murid secara gembira mengangkat kartu kode huruf (U = Upacara, H = Hiburan, P = Pertunjukan) sesuai hasil pengamatan sesaat (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Pengamatan Apresiasi Tari yang memuat tabel pengamatan jenis, fungsi, dan konteks budaya dari 3 tayangan video tari tradisi nusantara berdurasi masing-masing 2 menit: Video 1: Tari Seblang Olehsari Banyuwangi (kunci acuan: jenis tari tradisi rakyat, fungsi upacara ritual tolak bala/kesuburan, konteks ritual adat desa); Video 2: Tari Poco-Poco / Tari Yospan Papua (kunci acuan: jenis tari tradisi pergaulan/hiburan, fungsi hiburan dan perekat sosial kemasyarakatan, konteks pesta rakyat); Video 3: Tari Bedhaya Ketawang Kraton Surakarta (kunci acuan: jenis tari tradisi klasik/upacara istana, fungsi ritual peringatan penobatan raja/pertunjukan sakral, konteks budaya istana) (5 menit).
- Murid mengamati pemutaran video tari tradisi secara saksama dan hening dengan kesadaran penuh terhadap gerak, tata busana, suasana pengiring, dan latar tempat yang terlihat pada tayangan (10 menit).
- Murid secara mandiri mencatat hasil pengamatan pada Lembar Pengamatan: mengidentifikasi jenis tari, menentukan fungsi utama tari, dan mencatat ciri konteks budaya yang tampak dari masing-masing tayangan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid memeriksa kecocokan hasil pengamatan secara mandiri dengan membandingkan catatannya terhadap acuan kunci fungsi tari yang ditampilkan di salindia (5 menit).
- Murid merenungkan dan menuliskan satu kalimat reflektif di lembar kerjanya mengenai bagaimana latar belakang budaya di Indonesia melahirkan tari tradisi dengan fungsi yang sangat beragam (5 menit).
Penutup:- Murid menyerahkan Lembar Pengamatan Apresiasi Tari kepada guru sebagai bukti belajar pengamatan fungsi dan jenis tari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketercapaian pengamatan hari ini serta menyampaikan pengantar materi pertemuan 2 mengenai pengamatan nilai estetis dan nilai budaya tari tradisi, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar pengamatan dengan panduan kata kunci petunjuk visual bagi murid yang memerlukan dukungan identifikasi konteks.
- Proses: Bagi murid yang selesai lebih cepat diberikan tayangan pengamatan tambahan berupa Tari Tor-Tor Sipitu Cawan untuk diidentifikasi fungsi ritual dan konteks adatnya secara mandiri.
- Produk: Format pengisian tabel pengamatan dapat berupa uraian poin kalimat ringkas atau catatan bagan centang terstruktur sesuai kenyamanan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual awal: Murid mengelompokkan 3 gambar tari tradisi ke dalam 3 fungsi tari (acuan kunci: Gambar 1 Tari Sanghyang Dedari = fungsi Upacara Ritual; Gambar 2 Tari Tayub = fungsi Hiburan/Sosial; Gambar 3 Tari Saman festival = fungsi Seni Pertunjukan).
Proses:- Pengamatan langsung dan cek silang saat murid mengisi Lembar Pengamatan Apresiasi Tari terhadap 3 video tayangan: Tari Seblang (upacara ritual tolak bala), Tari Yospan (hiburan/pergaulan), dan Tari Bedhaya Ketawang (ritual/istana).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan Lembar Pengamatan Apresiasi Tari berdasarkan acuan kunci: (1) Tari Seblang = jenis tari tradisi rakyat, fungsi upacara/ritual; (2) Tari Yospan = jenis tari tradisi rakyat/pergaulan, fungsi hiburan/sosial; (3) Tari Bedhaya Ketawang = jenis tari tradisi klasik, fungsi ritual upacara adat penobatan raja kraton.
Formatif:- Pengamatan keterlibatan murid dalam mengidentifikasi fungsi tari tradisi pada permainan kuis kartu
- Pemeriksaan Lembar Pengamatan Apresiasi Tari (identifikasi jenis, fungsi, dan konteks budaya dari 3 video tayangan tari)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati jenis dan fungsi tari tradisi dalam konteks budaya | Hanya mampu mengidentifikasi 1 dari 3 tayangan tari dengan tepat sesuai jenis dan fungsi tari tradisi dalam konteks budaya (acuan: Tari Seblang = upacara ritual, Tari Yospan = hiburan/pergaulan, Tari Bedhaya Ketawang = ritual istana). | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 tayangan tari dengan tepat sesuai jenis dan fungsi tari tradisi dalam konteks budaya. | Mampu mengidentifikasi seluruh 3 tayangan tari dengan tepat sesuai jenis dan fungsi tari tradisi dalam konteks budaya. | Mampu mengidentifikasi seluruh 3 tayangan tari dengan tepat sesuai jenis dan fungsi tari tradisi serta memberikan rincian ciri visual konteks budaya pendukungnya secara lengkap dan tepat tanpa keliru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan video tayangan tari tradisi mempermudah murid mengenali perbedaan fungsi upacara, hiburan, dan pertunjukan?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kegiatan apresiasi pengamatan tari secara berkesadaran?
Murid:- Apa tanda visual atau ciri konteks yang paling memudahkanmu membedakan tari tradisi upacara dengan tari hiburan?
- Setelah mengamati video tari tadi, bagian mana dari tarian tradisi yang paling membuatmu terkesan dengan budaya nusantara?
Pertemuan 2 — Mengamati Nilai Estetis dan Nilai Budaya Tari Tradisi Melalui Pengamatan Apresiatif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.1 Mengamati jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya melalui kegiatan apresiasi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran mengenai pengamatan nilai estetis dan nilai budaya tari tradisi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak cepat menggunakan 2 cuplikan foto tari tradisi untuk mengenali wujud nilai estetis (wiraga/keselarasan gerak Tari Saman) dan nilai budaya (penghormatan tamu pada Tari Pendet) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video apresiasi Tari Tor-Tor (Sumatera Utara) dan Tari Pendet (Bali) secara saksama untuk mengidentifikasi nilai estetis (unsur wiraga, wirama, wirasa, dan keserasian tata rias-busana) serta nilai budaya (kearifan lokal, spiritualitas, gotong royong, atau kesantunan) (15 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah untuk menegaskan konsep bahwa nilai estetis berkaitan dengan keindahan bentuk gerak dan penyajian tari, sedangkan nilai budaya berkaitan dengan pesan kehidupan bermasyarakat dalam konteks tradisinya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana kuis apresiatif berpasangan 'Detektif Estetika & Budaya', murid mengamati rekaman Tari Saman (Aceh) dan mencatat 2 nilai estetis serta 2 nilai budaya pada lembar kerja apresiasi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengamatan terhadap acuan telaah Tari Saman: (1) Nilai estetis: kekompakan rampak gerak cepat berbanjar, ritme tepukan tangan dan dada yang selaras irama; (2) Nilai budaya: kebersamaan/persatuan masyarakat Gayo, kepatuhan pada syekh/pemimpin (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa keindahan tari tradisi selalu menyatu dengan nilai budaya masyarakat pemiliknya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang kritik tari, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan amatan dengan daftar centang unsur estetis (wiraga, wirama, busana) dan petunjuk kata kunci nilai budaya. Murid yang mahir mengamati video Tari Bedhaya Ketawang yang lebih kompleks ragam simboliknya.
- Proses: Murid yang perlu pendampingan mengamati cuplikan berulang pada adegan gerak tertentu dengan jeda terarah, sedangkan murid yang siap bekerja mandiri mengamati tayangan utuh.
- Produk: Hasil amatan dapat dituangkan dalam tabel isian terstruktur, bagan visual, atau catatan poin observasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik Lisan (2 butir): (1) Menunjukkan nilai keindahan bentuk pada gambar Tari Saman (acuan jawaban: keselarasan banjar/kekompakan gerak bersama); (2) Menunjukkan nilai budaya pada gambar Tari Pendet membawa bokor canang sari (acuan jawaban: penghormatan/persembahan rasa syukur kepada Tuhan atau penyambutan tamu).
Proses:- Lembar Pengamatan Apresiatif Tari Saman: Menemukan 2 nilai estetis dan 2 nilai budaya. Acuan jawaban benar: Nilai estetis = keselarasan gerak serentak/rampak cepat, ritme ketukan dada/lantai yang dinamis, keserasian busana kantong bermotif kerawang. Nilai budaya = gotong royong/persaudaraan erat, kepatuhan musyawarah terhadap instruksi syekh, nilai religiusitas Islami.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat 2 butir: Murid menuliskan pembeda utama antara apa yang dilihat secara estetis (bentuk luar gerak/iringan) dan nilai budaya (makna/ajaran moral masyarakat) berdasarkan hasil amatan tari tradisi hari ini (acuan: nilai estetis menyangkut wujud raga dan keselarasan sajian tari; nilai budaya menyangkut nilai hidup, kearifan lokal, dan fungsi sosial bagi masyarakat).
Formatif:- Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik identifikasi nilai estetis dan nilai budaya dari 2 gambar tari tradisi.
- Asesmen Proses: Lembar pengamatan apresiatif rekaman Tari Saman untuk mencatat 2 nilai estetis dan 2 nilai budaya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan Nilai Estetis Tari Tradisi | Belum mampu mengamati nilai estetis tari tradisi (0 nilai estetis tepat sesuai acuan amatan). | Mengamati 1 nilai estetis tari tradisi secara tepat sesuai acuan (keselarasan gerak atau ritme irama) dengan bantuan guru. | Mengamati 2 nilai estetis tari tradisi secara tepat sesuai acuan (keselarasan gerak rampak dan ritme irama dinamis) secara mandiri. | Mengamati lebih dari 2 nilai estetis tari tradisi secara tepat dan rinci (keselarasan gerak, dinamika ritme tepukan, dan keserasian rias-busana) secara mandiri. | | Pengamatan Nilai Budaya Tari Tradisi | Belum mampu mengamati nilai budaya tari tradisi (0 nilai budaya tepat sesuai acuan amatan). | Mengamati 1 nilai budaya tari tradisi secara tepat sesuai acuan konteks budayanya dengan bantuan panduan guru. | Mengamati 2 nilai budaya tari tradisi secara tepat sesuai acuan (nilai kebersamaan/persatuan dan kepatuhan sosial) secara mandiri. | Mengamati lebih dari 2 nilai budaya tari tradisi secara tepat dan mendalam (nilai kebersamaan, kepatuhan adat, serta spiritualitas budaya) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah tayangan video tari tradisi yang disajikan berhasil mempermudah murid menemukan nilai estetis dan nilai budaya secara konkret?
- Bagian mana dari kegiatan pengamatan berpasangan yang paling efektif membangun pemahaman apresiasi tari?
Murid:- Nilai estetis dan keunikan gerak apa yang paling menarik perhatianmu saat mengamati tayangan tari tadi?
- Pelajaran budaya apa yang kamu peroleh dari menyaksikan tari tradisi Nusantara hari ini?
Pertemuan 3 — Mengukur Hasil Pencapaian Karya Tari Melalui Tahap Deskripsi dan Analisis Kritik Tari Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.2 Mengukur hasil pencapaian karya tari melalui tahapan kritik tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu mengukur hasil pencapaian karya tari tradisi melalui tahap deskripsi dan analisis kritik tari (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan untuk memetakan kesiapan murid membedakan tahap deskripsi dan analisis: Murid diminta menentukan apakah pernyataan 'Penari menggunakan selendang merah dan mahkota keemasan' termasuk tahap deskripsi atau analisis (acuan: tahap deskripsi, karena mencatat fakta visual rias-busana tanpa mengaitkan dengan fungsinya), serta pernyataan 'Iringan kendang tempo cepat mempertegas intensitas dinamika gerak patah-patah' termasuk deskripsi atau analisis (acuan: tahap analisis, karena menelaah keterkaitan unsur musik iringan dengan kualitas gerak) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai konsep pengukuran hasil pencapaian tari melalui dua tahap awal kritik tari: tahap deskripsi (pencatatan data objektif faktual: ragam gerak, pola lantai, rias busana, iringan musik) dan tahap analisis formal (penelaahan hubungan struktural antarunsur tari: kesesuaian tempo musik dengan dinamika gerak, keterkaitan ruang lantai dengan transisi gerak) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam aktivitas menggembirakan 'Tantangan Kartu Kritik Tari': murid secara berpasangan memilah 4 kartu cuplikan ulasan ke dalam wadah bertanda 'Tahap Deskripsi' atau 'Tahap Analisis'. Kartu 1: 'Penari bergerak membentuk formasi garis lurus horizontal lalu berpindah melingkar' -> wadah Deskripsi; Kartu 2: 'Penggunaan level rendah pada gerak jongkok berpadu serasi dengan ritme gong berlaras pelog' -> wadah Analisis; Kartu 3: 'Tata rias penari berkarakter gagah dengan kumis tebal dan sanggul trap' -> wadah Deskripsi; Kartu 4: 'Kombinasi desain lantai diagonal dan tempo saron yang rapat memperkuat ketegangan koreografi' -> wadah Analisis (10 menit).
- Murid mengamati rekaman video cuplikan Tari Tradisi (misal: Tari Saman atau Tari Gambyong) dan secara mandiri mengisi Lembar Kerja Kritik Tari untuk mengukur pencapaian karya melalui 2 butir deskripsi faktual (mencatat ragam gerak dan rias busana yang tampak) serta 2 butir analisis (menelaah hubungan ritme musik dengan aksen gerak, dan hubungan pola lantai dengan kepadatan gerak) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan refleksi terpandu memeriksa kembali hasil lembar kerjanya secara berkesadaran: mengecek apakah butir deskripsinya murni memuat fakta kasatmata tanpa opini pribadi, dan apakah butir analisisnya telah mengaitkan hubungan fungsional antarunsur tari secara logis (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan esensi pengukuran pencapaian tari melalui tahap deskripsi objektif dan analisis formal (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan petunjuk pengamatan visual terstruktur (daftar periksa aspek gerak, pola lantai, tata rias busana, dan musik) bagi murid yang membutuhkan scaffolding tambahan dalam membedakan deskripsi dan analisis.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan perancah berupa tabel pemisah kata kunci deskriptif vs analitis, sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan menganalisis keterkaitan tiga unsur sekaligus (gerak, busana, dan aksen ritme musik).
- Produk: Format penulisan lembar kerja kritik tari dapat berupa bagan matriks berkolom bagi murid yang menyukai format terstruktur atau paragraf terurai bagi yang terbiasa menulis naratif analitis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan 2 butir pernyataan: (1) Pernyataan 'Penari mengenakan kain jarik corak parang dan selendang kuning' (acuan jawaban: Tahap Deskripsi, karena mencatat fakta visual busana tanpa tafsiran); (2) Pernyataan 'Iringan kendang tempo lambat memperlambat perpindahan level penari' (acuan jawaban: Tahap Analisis, karena menelaah hubungan sebab-akibat antarunsur iringan dan gerak tari).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan 'Tantangan Kartu Kritik Tari' dengan 4 kartu target (kunci pasangan: Kartu 1 ke Deskripsi, Kartu 2 ke Analisis, Kartu 3 ke Deskripsi, Kartu 4 ke Analisis).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Mengukur Hasil Pencapaian Tari Tradisi dengan acuan target keterpenuhan: (a) Minimal 2 catatan deskripsi faktual objektif (menyebutkan ragam gerak dan unsur visual rias/busana tari yang tampak); (b) Minimal 2 butir telaah analisis struktural (mengaitkan hubungan unsur gerak dengan unsur musik iringan atau pola lantai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: Murid diminta mengidentifikasi status pernyataan 'Ragam gerak tumpang tali dilakukan dalam formasi segitiga berjarak rapat' (acuan jawaban: Tahap Deskripsi, mencatat fakta formasi dan ragam gerak) dan pernyataan 'Aksen hentakan kaki yang sinkron dengan ketukan kendang mempertegas dinamika tarian' (acuan jawaban: Tahap Analisis, menghubungkan aksen gerak dan ketukan kendang).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan 'Tantangan Kartu Kritik Tari' (pemilahan tahap deskripsi vs analisis)
- Penilaian Lembar Kerja Kritik Tari Tradisi (tahap deskripsi dan analisis pencapaian karya tari)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengukuran Pencapaian Tari Tahap Deskripsi | Belum mampu mencatat data faktual karya tari secara objektif atau masih mencampurkan opini subjektif pribadi. | Mampu mencatat 1 data faktual karya tari (ragam gerak atau unsur pendukung) secara objektif dengan bimbingan. | Mampu mencatat 2 data faktual karya tari (ragam gerak dan unsur visual/pendukung) secara objektif dan tepat sesuai fakta tontonan. | Mampu mencatat lebih dari 2 data faktual karya tari (ragam gerak, pola lantai, rias busana) secara rinci, akurat, dan sepenuhnya objektif tanpa campur tangan opini. | | Pengukuran Pencapaian Tari Tahap Analisis | Belum mampu menguraikan hubungan struktural antarunsur tari dalam karya yang diamati. | Mampu menguraikan 1 hubungan antarunsur tari (misal: gerak dengan iringan tempo) namun penjelasannya belum runtut. | Mampu menguraikan 2 hubungan struktural antarunsur tari (kesesuaian tempo musik dengan dinamika gerak, serta keterkaitan desain lantai dengan gerak) secara tepat dan logis. | Mampu menguraikan 2 hubungan struktural antarunsur tari secara sangat mendalam, logis, komprehensif, serta menjelaskan dampak keterpaduan antarunsur terhadap ketercapaian karya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada tahap pemilahan kartu dan analisis mandiri sudah mencukupi bagi murid untuk memahami perbedaan deskripsi dan analisis kritik tari?
- Bagian mana dari penjelasan tahap analisis struktural antarunsur tari yang masih memerlukan perancah (scaffolding) lebih kontekstual bagi murid?
Murid:- Apa perbedaan paling mendasar yang kamu rasakan saat mencatat fakta yang terlihat (deskripsi) dibandingkan menelaah keterkaitan antarunsur (analisis) dalam tari?
- Langkah apa yang membantumu paling mudah menemukan keterkaitan antara tempo musik dengan dinamika gerak penari?
Pertemuan 4 — Mengukur Hasil Pencapaian Karya Tari Melalui Tahap Interpretasi dan Evaluasi Kritik Tari Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.2 Mengukur hasil pencapaian karya tari melalui tahapan kritik tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap belajar secara berkesadaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengukur hasil pencapaian karya tari tradisi melalui tahap interpretasi (penafsiran makna/simbol) dan evaluasi (penilaian kelebihan/kelemahan) (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: memberikan 2 cuplikan situasi tari dan meminta murid mengidentifikasi tahapan kritik yang tepat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak tayangan video Tari Saman (atau tari tradisi daerah setempat) berdurasi 3 menit yang difokuskan pada makna gerak dan keselarasan pertunjukan (5 menit).
- Guru memandu pemahaman terbimbing mengenai perbedaan tahap interpretasi (menafsirkan makna/pesan/simbol gerak) dan evaluasi (menilai kelebihan, kekurangan, dan ketercapaian artistik) dengan menampilkan tabel panduan kritik tari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan mengikuti tantangan kuis tebak kartu kritik tari: setiap pasangan mencocokkan 4 kartu kutipan kritik ke dalam kategori Interpretasi atau Evaluasi: Kartu 1 'Gerak tepuk dada melambangkan kebersamaan dan keteguhan hati' -> Interpretasi; Kartu 2 'Kekompakan tempo antarpenari terjaga sangat presisi, namun transisi level tengah ke bawah di menit ke-3 agak terlambat' -> Evaluasi; Kartu 3 'Busana warna cerah mencerminkan keceriaan generasi muda' -> Interpretasi; Kartu 4 'Penggunaan ruang panggung vertikal sangat optimal meski penataan rias kurang kontras dengan latar' -> Evaluasi (10 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Kerja Pengukuran Hasil Pencapaian Tari Tradisi pada video yang diamati, mencakup: (a) Interpretasi makna minimal 2 aspek (ragam gerak dan properti/busana), dan (b) Evaluasi mutu pencapaian minimal 2 aspek (kelebihan dan kelemahan pertunjukan berdasarkan elemen gerak, pola lantai, atau keselarasan iringan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menukar lembar kerja dengan teman sebangku untuk memeriksa kelengkapan pengukuran interpretasi dan evaluasi berdasarkan kriteria rubrik yang diberikan guru (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari tahapan kritik tari tradisi: interpretasi mengungkap makna tersirat, evaluasi mengukur mutu dan ketercapaian karya secara berimbang (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas hasil kerja murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan kata pemantik/frasa kunci tafsir makna tari bagi murid yang memerlukan bimbingan bertahap.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan pendampingan penulisan draf evaluasi; bagi murid yang cepat selesai, diberikan pengamatan tambahan untuk mengevaluasi aspek keselarasan rias-busana dengan iringan musik tari.
- Produk: Format pengisian LK dapat berupa bagan matriks kritik tari berurutan atau paragraf analitis terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman tahap kritik tari (tertulis singkat pada pendahuluan): Murid menjawab 2 butir kuis klasifikasi: (1) Pernyataan 'Gerakan tangan menyilang di dada melambangkan penghormatan kepada sesama' termasuk tahap apa? (Acuan: Interpretasi); (2) Pernyataan 'Iringan musik gendang terlalu cepat pada bagian akhir sehingga penari kehilangan keselarasan tempo' termasuk tahap apa? (Acuan: Evaluasi).
Proses:- Observasi keterlibatan murid pada kuis pencocokan 4 kartu kutipan kritik tari (Kunci: Kartu 1 = Interpretasi, Kartu 2 = Evaluasi, Kartu 3 = Interpretasi, Kartu 4 = Evaluasi).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Pengukuran Tari: Ketepatan mengukur karya pada tahap interpretasi (acuan: menafsirkan makna simbolik gerak dan tata rias/busana) dan tahap evaluasi (acuan: mengidentifikasi minimal 1 kelebihan dan 1 kelemahan teknis gerak/iringan/pola lantai secara objektif disertai alasan konkrit pertunjukan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan satu kalimat interpretasi (makna) dan satu kalimat evaluasi (penilaian mutu) dari tayangan tari yang disaksikan pada kartu keluar (exit ticket). Kriteria penerimaan operasional: Kalimat interpretasi memuat penafsiran makna/simbol gerak/properti tari; kalimat evaluasi memuat pertimbangan nilai kelebihan atau kelemahan ketercapaian karya tari secara logis dan objektif.
Formatif:- Kuis tebak kartu kategorisasi kritik tari (tahap interpretasi vs evaluasi)
- Penilaian hasil Lembar Kerja Pengukuran Pencapaian Tari Tradisi (Tahap Interpretasi dan Evaluasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengukuran Tahap Interpretasi Karya Tari | Belum mampu menafsirkan makna gerak maupun simbol pendukung tari tradisi, atau hanya menyebutkan ulang nama gerakan tanpa mengaitkannya dengan makna. | Mampu menafsirkan makna 1 aspek (gerak atau busana/properti) tari tradisi secara sederhana dengan bimbingan guru. | Mampu menafsirkan makna 2 aspek (gerak dan busana/properti) tari tradisi secara tepat dan logis sesuai konteks karya secara mandiri. | Mampu menafsirkan makna lebih dari 2 aspek elemen tari tradisi (gerak, busana/properti, dan pola lantai) secara mendalam, tepat, dan menyeluruh secara mandiri. | | Pengukuran Tahap Evaluasi Karya Tari | Belum mampu menilai mutu karya tari secara objektif, hanya memberikan penilaian suka/tidak suka tanpa alasan teknis. | Mampu mengidentifikasi 1 kelebihan atau 1 kelemahan pencapaian karya tari tradisi namun alasan pendukungnya belum terperinci. | Mampu mengidentifikasi minimal 1 kelebihan dan 1 kelemahan pencapaian karya tari tradisi secara berimbang disertai alasan teknis (gerak, pola lantai, atau iringan) secara tepat. | Mampu mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan pencapaian karya tari tradisi secara komprehensif pada berbagai elemen tari disertai pertimbangan mutu dan solusi perbaikan yang logis secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas batasan antara menafsirkan makna (interpretasi) dan menilai mutu pertunjukan (evaluasi)?
- Bagian mana dari aktivitas pengukuran pencapaian tari yang paling menantang bagi murid dan memerlukan perbaikan strategi bimbingan di pertemuan berikutnya?
Murid:- Apa perbedaan utama yang kamu rasakan saat mencari makna gerak tari (interpretasi) dibandingkan saat menilai kelebihan/kelemahan tari tersebut (evaluasi)?
- Hal baru apa yang kamu temukan tentang cara mengukur mutu sebuah karya tari secara adil dan objektif?
Pertemuan 5 — Menghargai Tari Tradisi Melalui Apresiasi Tahapan Eksplorasi Proses Kreatif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.3 Menghargai tari tradisi melalui kegiatan apresiasi berbasis proses kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi hening sejenak untuk menumbuhkan kesiapan batin dalam mengapresiasi karya seni (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu menghargai tari tradisi dengan mengenali dan mengapresiasi tahapan eksplorasi proses kreatif yang dilalui pencipta tari (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab kuis lisan cepat tentang 4 tahapan proses kreatif tari (persiapan, inkubasi, iluminasi, verifikasi) menggunakan 4 kartu skenario gerak (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak tayangan video dokumenter singkat tentang proses seniman menata Tari Tradisi (misal Tari Saman atau Tari Piring), mencermati bagaimana tahapan eksplorasi dilakukan dari mencari inspirasi gerak alam/keseharian hingga menjadi tarian utuh (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil membaca lembar telaah proses kreatif yang membedah 4 tahapan: tahap persiapan (pengumpulan ide/rangsang gerak), tahap inkubasi (pengendapan ide), tahap iluminasi (penemuan ide gerak baru), dan tahap verifikasi (penyusunan ragam baku) dengan penuh penghayatan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu tantangan apresiatif 'Jejak Sang Kreator': setiap pasangan mencocokkan 4 kartu kutipan catatan proses kreatif koreografer dengan tahap proses kreatif yang sesuai secara bergembira dan tepat (10 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Apresiasi Penghargaan Proses Kreatif, menuliskan pernyataan penghargaan terhadap dedikasi pencipta tari tradisi berdasarkan tahapan eksplorasi yang telah dianalisisnya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukar lembar apresiasi dengan rekan sebangku dan menandai kalimat penghargaan yang paling menyentuh kesadaran tentang betapa berharganya karya tari tradisi yang lahir dari proses kreatif mendalam (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan makna penting menghargai proses panjang di balik keindahan tari tradisi sebelum sebuah karya dipentaskan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiatif dan menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang refleksi keberagaman tari tradisi, lalu menutup dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar telaah dengan kata kunci bergambar untuk murid yang membutuhkan panduan visual, serta teks catatan proses kreatif yang lebih mendalam bagi murid yang siap eksplorasi lanjut.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus bagi murid yang kesulitan menghubungkan tahapan eksplorasi dengan bentuk penghargaan apresiatif.
- Produk: Murid bebas menyusun pernyataan penghargaan dalam bentuk narasi apresiasi singkat 3-4 kalimat atau poin-poin reflektif terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis lisan identifikasi 4 tahapan proses kreatif tari menggunakan 4 kartu situasi: (1) Mengamati gerak dayung nelayan di pantai -> Tahap Persiapan; (2) Mengistirahatkan pikiran sejenak sambil mengingat kesan gerak dayung -> Tahap Inkubasi; (3) Mendapatkan ilham merangkai ayunan tangan cepat -> Tahap Iluminasi; (4) Memperbaiki hitungan dan tempo agar selaras dengan musik pengiring -> Tahap Verifikasi. Acuan: murid minimal dapat mengenali 2 dari 4 tahapan dengan tepat.
Proses:- Observasi ketepatan kerja berpasangan dalam permainan kartu 'Jejak Sang Kreator' yang berisi 4 kutipan proses koreografer: Kartu A 'Mencari berbagai ragam silat Minang di sasana' (Kunci: Persiapan); Kartu B 'Mengendapkan gerakan saat tidur dan merenung' (Kunci: Inkubasi); Kartu C 'Tiba-tiba menemukan sambungan gerak piring berputar di udara' (Kunci: Iluminasi); Kartu D 'Menyesuaikan kembali ketukan tempo dengan tabuhan talempong' (Kunci: Verifikasi). Penilaian: tepat memasangkan seluruh 4 kartu.
- Pemeriksaan Lembar Apresiasi: Memeriksa tulisan penghargaan murid yang memuat minimal 2 ungkapan apresiasi eksplisit terhadap tahapan proses kreatif pencipta tari (kriteria penerimaan operasional: tulisan menyebutkan proses pencarian/eksplorasi gerak dan menyatakan sikap hormat/bangga atas jerih payah seniman tradisi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir berupa satu tiket keluar (exit ticket): murid menuliskan 1 alasan konkret mengapa proses eksplorasi dalam karya tari tradisi patut dihargai (kriteria penerimaan: jawaban mengaitkan kesulitan/ketekunan pencarian ide gerak dengan nilai luhur karya tari yang dihasilkan).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pencocokan kartu 'Jejak Sang Kreator'
- Penilaian lembar kerja apresiasi penghargaan tari tradisi berbasis tahapan proses kreatif
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penghargaan terhadap tari tradisi berbasis proses kreatif | Belum mampu menunjukkan pernyataan penghargaan terhadap tari tradisi dan belum mengaitkannya dengan tahapan proses kreatif. | Mampu menyatakan penghargaan terhadap tari tradisi tetapi hanya secara umum tanpa menyebutkan tahapan eksplorasi/proses kreatif seniman. | Mampu menyatakan penghargaan terhadap tari tradisi dengan mengaitkan secara tepat minimal pada 1-2 tahapan proses kreatif (persiapan/inkubasi/iluminasi/verifikasi). | Mampu menyatakan penghargaan mendalam terhadap tari tradisi secara utuh dan terperinci dengan mengaitkan seluruh tahapan proses kreatif (persiapan, inkubasi, iluminasi, verifikasi) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan simulasi permainan kartu catatan koreografer efektif membantu murid menghayati tahapan proses kreatif tari tradisi?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling berhasil menumbuhkan rasa hormat murid terhadap karya tari tradisi?
Murid:- Tahapan proses kreatif mana yang menurutmu paling sulit dilalui oleh pencipta tari tradisi, dan mengapa?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa setiap gerak tari tradisi diciptakan melalui proses perenungan yang sangat panjang?
Pertemuan 6 — Menghargai Keberagaman Tari Tradisi Melalui Refleksi Apresiatif Berbasis Proses Kreatif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.3 Menghargai tari tradisi melalui kegiatan apresiasi berbasis proses kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa pembuka (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menjawab 2 pertanyaan pemantik apresiasi secara lisan untuk mengecek kesiapan sikap menghargai tari tradisi: (1) 'Sebutkan 1 contoh sikap menghargai karya tari tradisi daerah lain!', acuan jawaban yang diterima: menonton dengan tertib tanpa mengejek, mengakui keunikan gerak/kostum, atau memuji kekayaan budaya daerah tersebut; (2) 'Mengapa proses eksplorasi gerak seniman tradisi patut dihargai?', acuan jawaban yang diterima: karena membutuhkan ketekunan, perenungan nilai budaya, dan keahlian mendalam (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghargai keberagaman tari tradisi melalui refleksi apresiatif berbasis proses kreatif, serta mengaitkannya dengan topik pertemuan sebelumnya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati tayangan 2 cuplikan dokumentasi proses kreatif tari tradisi yang berbeda latar belakang budaya: Tari Saman (Aceh - penekanan pada ketepatan ritme dan keserempakan tepukan tubuh) dan Tari Pendet (Bali - penekanan pada ekspresi mimik wajah 'seledet' dan agem) (10 menit).
- Guru memfasilitasi telaah pemahaman dengan mengajak murid mengidentifikasi nilai kerja keras, ketekunan, dan latar budaya dari proses kreatif masing-masing tarian tersebut untuk membangun kesadaran mendalam tentang makna keberagaman (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana yang menggembirakan, murid mengikuti aktivitas interaktif 'Tebak Nilai Apresiasi': murid secara berpasangan mencocokkan 3 kartu studi kasus proses kreatif tari tradisi dengan sikap penghargaan yang tepat; kartu 1 (Tari Saman: proses latihan berbulan-bulan untuk melatih ritme tepuk dada tanpa henti -> sikap apresiasi: mengagumi kedisiplinan dan kebersamaan kelompok); kartu 2 (Tari Pendet: proses penghayatan ekspresi mata dan persembahan suci -> sikap apresiasi: menghormati kesakralan dan dedikasi latihan ekspresi); kartu 3 (Tari Jaipong: proses eksplorasi ketukan kendang dan kelincahan pinggul -> sikap apresiasi: mengakui kelincahan, energi positif, dan kekayaan ritme Nusantara) (10 menit).
- Murid secara individu mengisi Lembar Refleksi Apresiatif untuk mencurahkan sikap penghargaan pribadi terhadap keberagaman tari tradisi ditinjau dari tahapan proses kreatif senimannya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan dan mengevaluasi bagaimana kesadaran akan rumitnya proses kreatif seniman tradisi telah mengubah cara pandang mereka dalam memandang dan menghargai tarian tradisi dari suku atau daerah lain (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil refleksi apresiatif murid bahwa menghargai keberagaman tari tradisi adalah wujud nyata kewargaan dan penghormatan atas kekayaan budaya bangsa (5 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 7) mengenai perumusan pesan ajakan mencintai tari tradisi, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tayangan proses kreatif berdurasi singkat dengan takarir teks bagi murid yang memerlukan bantuan visual dan lembar pengamatan dengan opsi fokus nilai tradisi.
- Proses: Memberikan panduan pertanyaan terstruktur bagi murid yang memerlukan bimbingan dalam merumuskan kalimat refleksi apresiasi, serta memberikan tantangan menyandingkan 3 nilai keberagaman bagi murid yang berpikiran cepat.
- Produk: Refleksi apresiatif dapat dituangkan dalam bentuk paragraf refleksi tertulis terstruktur atau peta gagasan apresiasi sesuai kenyamanan murid pada target kompetensi yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Sebutkan 1 contoh sikap menghargai karya tari tradisi daerah lain (kriteria penerimaan: menonton dengan tertib/tidak mengejek/mengakui keunikan gerak dan kostum/memuji kekayaan budaya); (2) Mengapa proses eksplorasi gerak tari tradisi patut dihargai (kriteria penerimaan: karena butuh ketekunan/latihan mendalam/memuat nilai budaya luhur).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pencocokan 3 kartu studi kasus 'Tebak Nilai Apresiasi' dengan kunci: kartu 1 Tari Saman berpasangan dengan nilai kedisiplinan dan kebersamaan kelompok; kartu 2 Tari Pendet berpasangan dengan nilai kesakralan dan dedikasi latihan ekspresi; kartu 3 Tari Jaipong berpasangan dengan nilai kelincahan dan energi ritme Nusantara.
- Pemeriksaan Lembar Refleksi Apresiatif murid: dinilai dari kelengkapan pernyataan sikap menghargai minimal 2 tari tradisi berbeda berbasis proses kreatifnya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa 1 pertanyaan refleksi tertulis: 'Tuliskan 1 kalimat komitmen pribadi Anda dalam menghargai tari tradisi dari daerah di luar daerah asal Anda!' (kriteria penerimaan: memuat kata/tindakan menghormati, tidak membeda-bedakan, atau mengagumi proses latihan tari tradisi daerah lain).
Formatif:- Penilaian Lembar Refleksi Apresiatif mengenai penghargaan terhadap keberagaman tari tradisi berdasarkan proses kreatifnya
- Observasi partisipasi dan ketepatan menjodohkan studi kasus proses kreatif pada aktivitas 'Tebak Nilai Apresiasi'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap Menghargai Keberagaman Tari Tradisi Berbasis Proses Kreatif | Belum mampu menunjukkan pernyataan penghargaan terhadap tari tradisi berdasarkan proses kreatifnya atau masih menunjukkan sikap meremehkan keunikan tradisi lain. | Mampu menunjukkan pernyataan penghargaan terhadap 1 tari tradisi berdasarkan proses kreatifnya dengan bantuan panduan pertanyaan pemantik dari guru. | Mampu menunjukkan pernyataan sikap menghargai keberagaman minimal 2 tari tradisi yang berbeda latar budaya secara mandiri berdasarkan proses kreatif senimannya. | Mampu menunjukkan pernyataan sikap menghargai keberagaman lebih dari 2 tari tradisi secara mendalam, konsisten, dan mengaitkan proses kreatif dengan pelestarian nilai budaya bangsa secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah tayangan dokumentasi proses kreatif tari tradisi berhasil membangkitkan rasa takjub dan empati murid terhadap seniman tradisi?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengekspresikan sikap apresiatif terhadap tari tradisi dari berbagai daerah di Indonesia?
Murid:- Hal baru apa yang kamu sadari mengenai perjuangan seniman dalam menciptakan atau melestarikan gerak tari tradisi?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui keragaman dan kekayaan nilai yang ada di balik tarian tradisi Nusantara?
Pertemuan 7 — Menyusun Pesan Ajakan untuk Mencintai dan Bangga Terhadap Tari Tradisi Berbasis Proses Kreatif — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.4 Mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menyusun pesan ajakan persuasif kepada teman sebaya untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi berdasarkan refleksi proses kreatif yang telah dipelajari (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 opsi kalimat di papan tulis: (A) 'Tari saman memiliki tempo cepat', (B) 'Yuk, kita jaga dan banggakan tari tradisi dengan ikut menari bersama!', (C) 'Tari piring berasal dari Sumatera Barat'. Murid diminta mengangkat tangan memilih kalimat yang berfungsi sebagai ajakan mengajak orang lain mencintai tari (acuan jawaban: opsi B merupakan kalimat ajakan persuasif, sedangkan A dan C merupakan deskripsi fakta) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan guru tentang 3 unsur esensial dalam pesan ajakan berbasis proses kreatif: (1) kata seru/ajakan persuasif, (2) muatan rasa cinta dan bangga terhadap keunikan gerak tari tradisi, dan (3) keterkaitan pengalaman proses kreatif (tahap eksplorasi/latihan) (10 menit).
- Murid berpasangan mengikuti kuis cepat 'Detektif Ajakan Tari': guru membacakan 2 contoh kalimat pesan; murid secara antusias menentukan unsur yang terdapat dalam kalimat tersebut (acuan: Kalimat 1 'Ayo bangga lestarikan tari tradisi lewat eksplorasi gerak!' memuat kata ajakan dan unsur rasa bangga; Kalimat 2 'Mari cintai tari tradisi kita dengan merasakan keunikan dinamika gerak saat berlatih' memuat kata ajakan, rasa cinta, dan keterkaitan proses kreatif) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menyusun rancangan draf 1 teks pesan ajakan (berisi 2-4 kalimat) yang ditujukan kepada teman sebaya untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi berbasis pengalaman proses kreatif yang telah dilalui pada lembar kerja (20 menit).
- Murid saling menukarkan draf teks pesan ajakan dengan teman sebangku untuk memeriksa keterpenuhan 3 kriteria: kehadiran kalimat ajakan, ungkapan rasa cinta/bangga pada tari tradisi, serta rujukan pada pengalaman proses kreatif (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang dan menyempurnakan kalimat ajakannya agar pesan yang ditujukan kepada orang lain terdengar menggugah serta tulus menyampaikan kebanggaan pada seni tari tradisi (10 menit).
- Murid menuliskan refleksi singkat satu kalimat tentang makna penting mengajak teman mencintai budaya tradisi lewat sudut pandang pengalaman diri sendiri (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara menyusun pesan ajakan yang memikat dan berbobot dengan menonjolkan kebanggaan atas tari tradisi berbasis proses kreatif (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas draf pesan ajakan yang telah disusun, mengingatkan murid untuk menyimpan draf tersebut sebagai bahan paparan apresiasi kelompok pada pertemuan 8, lalu menutup sesi dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci ajakan ('Ayo', 'Mari', 'Bangga', 'Proses kreatif', 'Eksplorasi gerak'), sedangkan murid berkemampuan cepat dapat merancang pesan ajakan dengan variasi sudut pandang pengalaman artistik yang lebih kompleks.
- Proses: Scaffolding bertahap diberikan kepada murid yang kesulitan merangkai kalimat ajakan melalui pertanyaan pemandu, sementara murid yang sudah mahir menyusun draf secara mandiri.
- Produk: Variasi bentuk penyusunan draf pesan ajakan dapat berupa slogan ajakan naratif, teks poster digital/manual singkat, atau naskah ajakan lisan sepanjang 2-4 kalimat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi kalimat ajakan: Murid memilih satu dari 3 kalimat yang paling tepat berfungsi mengajak mencintai tari tradisi. Kriteria: Pilihan A ('Tari saman memiliki tempo cepat') = salah (deskriptif); Pilihan B ('Yuk, kita jaga dan banggakan tari tradisi dengan ikut menari bersama!') = benar (kalimat ajakan persuasif); Pilihan C ('Tari piring berasal dari Sumatera Barat') = salah (informasi fakta).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja penyusunan pesan ajakan yang memuat 3 kriteria: (1) memuat kata ajakan persuasif, (2) mengungkapkan rasa bangga/cinta terhadap tari tradisi, dan (3) mengaitkan proses kreatif (eksplorasi gerak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman draf akhir: Murid mengumpulkan draf teks pesan ajakan (2-4 kalimat) yang telah diperiksa silang dan disempurnakan berdasarkan kriteria ketepatan isi pesan ajakan mencintai tari tradisi berbasis proses kreatif.
Formatif:- Penilaian asesmen awal diagnostik identifikasi jenis kalimat ajakan persuasif.
- Penilaian proses penyusunan draf teks pesan ajakan mencintai tari tradisi berbasis lembar kerja dan rubrik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyusunan Pesan Ajakan Mencintai dan Bangga Tari Tradisi Berbasis Proses Kreatif | Belum mampu menyusun kalimat ajakan yang memuat ajakan mencintai maupun unsur bangga terhadap tari tradisi, serta belum mengaitkan proses kreatif. | Mampu menyusun kalimat ajakan yang memuat 1 dari 3 kriteria acuan (hanya memuat kata seru ajakan, atau rasa bangga pada tari tradisi saja, tanpa keterkaitan proses kreatif). | Mampu menyusun kalimat ajakan yang memuat 2 dari 3 kriteria acuan (memuat kata ajakan dan rasa bangga/cinta tari tradisi, namun keterkaitan proses kreatif masih tersirat/terbatas). | Mampu menyusun teks pesan ajakan yang secara utuh memuat seluruh 3 kriteria acuan: kata ajakan persuasif yang jelas, ungkapan rasa cinta dan bangga pada tari tradisi, serta eksplisit mengaitkan pengalaman proses kreatif gerak secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perumusan pesan ajakan berbasis proses kreatif dapat dipahami dengan mudah oleh seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid saat menyusun dan memeriksa draf kalimat ajakan secara berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari pengalaman proses kreatif menari yang paling menginspirasiku saat menyusun kalimat ajakan ini?
- Apakah kalimat ajakan yang telah kubuat sudah cukup meyakinkan teman untuk ikut bangga pada tari tradisi?
Pertemuan 8 — Mengajak Teman Sebaya untuk Mencintai dan Bangga Terhadap Tari Tradisi Melalui Paparan Apresiasi Kelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.4 Mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan ajakan kepada teman sebaya untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui paparan apresiasi kelompok (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 kalimat ajakan mencintai tari tradisi yang didasarkan pada pengalaman proses kreatif tari!' (Kriteria penerimaan: kalimat memuat kata kerja ajakan seperti ayo/mari/mari lestarikan dan menyebutkan unsur proses kreatif seperti eksplorasi gerak/makna tari) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompoknya mencermati kembali lembar draf pesan ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru memodelkan cara menyampaikan paparan ajakan apresiatif di depan teman sebaya yang berfokus pada 2 muatan inti: (1) pesan kebanggaan terhadap keunikan proses kreatif tari tradisi dan (2) seruan persuasif konkret untuk ikut mencintai dan menjaga tari tradisi (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok secara bergiliran menampilkan paparan kelompok di hadapan kelas untuk mengajak teman sebaya mencintai dan bangga terhadap tari tradisi berdasarkan proses kreatif karya yang telah dipelajari (30 menit).
- Kelompok penyimak melakukan kegiatan interaktif 'Estafet Dukungan Budaya': setiap kali kelompok selesai menyampaikan paparan ajakan, perwakilan kelompok penyimak memberikan 1 kartu respon berisi komitmen konkret untuk ikut mencintai tari tradisi yang dipaparkan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya memeriksa kartu komitmen dan respon ajakan yang diterima dari teman sebaya guna mengidentifikasi apakah pesan ajakan mencintai tari tradisi telah tersampaikan secara efektif (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya peran generasi muda dalam mengajak lingkungan sekitar mencintai tari tradisi melalui pemahaman proses kreatifnya (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh kelompok dan mengingatkan persiapan untuk pelaksanaan Asesmen Sumatif pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan panduan diberikan format kalimat pemantik ajakan, sedangkan kelompok yang mahir dapat memperluas cakupan pesan ajakan hingga ragam konteks pelestarian.
- Proses: Kelompok yang memerlukan bimbingan didampingi guru dalam pembagian giliran berbicara saat paparan ajakan, sementara kelompok mandiri mengelola alur paparannya secara penuh.
- Produk: Paparan ajakan dapat disampaikan murni secara lisan berantai antaranggota atau dilengkapi media visual draf kampanye yang telah disiapkan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 kalimat ajakan mencintai tari tradisi yang didasarkan pada pengalaman proses kreatif tari!' (Kriteria penerimaan: kalimat memuat seruan persuasif seperti 'ayo/mari' serta menyebutkan alasan kebanggaan proses kreatif gerak/makna tari tradisi).
Proses:- Observasi unjuk kerja paparan apresiasi kelompok: Guru mengamati ketercapaian aspek (1) muatan ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi, dan (2) keterkaitan ajakan dengan proses kreatif tari tradisi selama paparan kelompok berlangsung.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi singkat di akhir sesi: Murid menyebutkan 1 bentuk ajakan paling berkesan yang disampaikan oleh kelompok lain yang berhasil menumbuhkan rasa bangga terhadap tari tradisi (Kriteria penerimaan: respon menyebutkan nama kelompok/tari dan substansi ajakan kebanggaan berbasis proses kreatifnya).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja paparan kelompok menggunakan lembar observasi ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi berbasis proses kreatif
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Muatan Pesan Mengajak Mencintai dan Bangga Tari Tradisi | Paparan belum memuat kalimat seruan persuasif untuk mencintai maupun rasa bangga terhadap tari tradisi. | Paparan memuat ungkapan rasa bangga terhadap tari tradisi namun belum memuat seruan persuasif mengajak orang lain. | Paparan memuat ungkapan rasa bangga dan seruan persuasif mengajak orang lain mencintai tari tradisi dengan jelas. | Paparan memuat ungkapan rasa bangga yang mendalam serta seruan persuasif mengajak orang lain mencintai tari tradisi secara runtut, lugas, dan konsisten disampaikan oleh seluruh anggota kelompok. | | Keterkaitan Ajakan dengan Proses Kreatif Tari Tradisi | Pesan ajakan sama sekali tidak mengaitkan alasan kebanggaan dengan tahapan atau pengalaman proses kreatif tari. | Pesan ajakan menyebutkan proses kreatif tari tradisi secara terbatas tanpa menjelaskan keterkaitannya dengan alasan mencintai tari tradisi. | Pesan ajakan secara tepat mengaitkan alasan mencintai dan bangga tari tradisi dengan tahapan proses kreatif (seperti eksplorasi gerak atau pemaknaan nilai tari). | Pesan ajakan secara tepat dan komprehensif menghubungkan nilai-nilai proses kreatif tari tradisi sebagai dasar yang kuat untuk membangkitkan kebanggaan bersama. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil menyampaikan pesan persuasif untuk mengajak teman sebayanya mencintai dan bangga terhadap tari tradisi?
- Bagaimana keterlibatan murid penyimak dalam memberikan respon apresiatif terhadap ajakan kelompok penyaji?
Murid:- Apakah pesan ajakan yang kelompok kami sampaikan berhasil memotivasi teman-teman untuk ikut mencintai tari tradisi?
- Alasan proses kreatif apa yang paling membuat saya merasa bangga terhadap tari tradisi daerah hari ini?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.4.1 Mengamati jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya melalui kegiatan apresiasi
- TP 8.4.2 Mengukur hasil pencapaian karya tari melalui tahapan kritik tari tradisi
- TP 8.4.3 Menghargai tari tradisi melalui kegiatan apresiasi berbasis proses kreatif
- TP 8.4.4 Mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 4 yang mencakup penugasan tertulis portofolio analisis-refleksi serta paparan kampanye lisan kelompok (3 menit).
- Guru membagikan lembar instrumen asesmen tertulis mandiri dan menjelaskan tata tertib pengerjaan serta mekanisme waktu presentasi kelompok (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid membaca dan mencermati instruksi penugasan tertulis mandiri pada lembar kerja portofolio yang memuat 3 bagian tugas: (1) tabel pengamatan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi; (2) lembar pengukuran tahapan kritik tari (deskripsi, analisis formal, interpretasi, evaluasi pencapaian karya); serta (3) lembar refleksi personal penghargaan terhadap keberagaman tari tradisi (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri dan hening menyelesaikan penugasan tertulis portofolio analisis kritik dan refleksi pada lembar kerja masing-masing sesuai instruksi, mencakup identifikasi jenis/fungsi/nilai (acuan: Tari Saman/Piring/Gambyong - jenis: tari upacara/pergaulan/pertunjukan; fungsi: sarana ritual/hiburan/tontonan; nilai: estetis/religius/kebersamaan), pengukuran 4 tahap kritik tari, dan refleksi penghargaan tradisi (30 menit).
- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis portofolio murid tepat waktu untuk menjaga ketertiban asesmen (2 menit).
- Secara bergiliran, 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) tampil menyampaikan unjuk kerja presentasi kampanye apresiasi lisan di depan kelas dengan alokasi waktu maksimal 6 menit per kelompok termasuk transisi, yang memuat pesan ajakan konkret mencintai dan bangga terhadap tari tradisi berbasis proses apresiasi yang telah dilakukan (33 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara hening menuliskan satu kalimat refleksi singkat pada kartu kendali diri mengenai kesungguhan mereka dalam menyelesaikan asesmen sumatif serta komitmen pribadi untuk terus mengapresiasi tari tradisi (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan murid selama asesmen tertulis dan ketuntasan paparan kampanye lisan kelompok seluruh bab (2 menit).
- Guru menutup pertemuan asesmen sumatif Bab 4 dan mengakhiri sesi pembelajaran dengan doa serta salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format penyajian teks petunjuk instrumen dengan ukuran font yang jelas dan kontras bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual.
- Proses: Pemberian tempat duduk di barisan depan bagi murid yang memerlukan fokus visual lebih dekat selama menyimak petunjuk pengerjaan asesmen.
- Produk: Format penulisan lembar refleksi portofolio menyediakan pilihan ruang tulis bergaris atau bidang kosong terstruktur dengan standar kompetensi dan kriteria penilaian yang tetap sama persis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan kelengkapan berkas portofolio karya dan kesiapan urutan giliran kelompok sebelum pelaksanaan asesmen sumatif dimulai.
Proses:- Pemantauan keterlaksanaan pengerjaan mandiri asesmen tertulis dan pencatatan kepatuhan waktu saat unjuk kerja presentasi kelompok berlangsung.
Sumatif Bab:- penugasan tertulis analisis-refleksi dan unjuk kerja presentasi kampanye apresiasi kelompok: berkas portofolio apresiasi-kritik tari beserta lembar refleksi penghargaan tradisi, serta keterlaksanaan paparan lisan kelompok yang memuat ajakan bangga mencintai tari tradisi
- penugasan tertulis dan penilaian refleksi serentak: lembar kerja tertulis mandiri yang memuat tabel apresiasi jenis/fungsi/nilai tari tradisi, telaah kritik tari (tahap deskripsi hingga evaluasi pencapaian karya), serta uraian refleksi personal bentuk penghargaan terhadap keberagaman tari tradisi (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio analisis kritik tari dan lembar refleksi diri)
- unjuk kerja presentasi kelompok: penyampaian presentasi kampanye lisan kelompok (dibagi 6 kelompok @ 4-5 murid, alokasi 6 menit per kelompok termasuk transisi) yang menyajikan pesan ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi berbasis proses apresiasi (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi kampanye apresiasi)
Sumatif:- penugasan tertulis analisis-refleksi dan unjuk kerja presentasi kampanye apresiasi kelompok: berkas portofolio apresiasi-kritik tari beserta lembar refleksi penghargaan tradisi, serta keterlaksanaan paparan lisan kelompok yang memuat ajakan bangga mencintai tari tradisi
- penugasan tertulis dan penilaian refleksi serentak: lembar kerja tertulis mandiri yang memuat tabel apresiasi jenis/fungsi/nilai tari tradisi, telaah kritik tari (tahap deskripsi hingga evaluasi pencapaian karya), serta uraian refleksi personal bentuk penghargaan terhadap keberagaman tari tradisi (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio analisis kritik tari dan lembar refleksi diri)
- unjuk kerja presentasi kelompok: penyampaian presentasi kampanye lisan kelompok (dibagi 6 kelompok @ 4-5 murid, alokasi 6 menit per kelompok termasuk transisi) yang menyajikan pesan ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi berbasis proses apresiasi (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi kampanye apresiasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Tradisi dalam Konteks Budaya (TP 8.4.1) [Acuan telaah: Tari Saman (jenis: tari kelompok/upacara-pergaulan; fungsi: media dakwah/pendidikan moral; nilai: religius, kebersamaan, disiplin ketukan); Tari Piring (jenis: tari upacara/hiburan; fungsi: ucapan syukur panen; nilai: estetis akrobatik, gotong royong); Tari Gambyong (jenis: tari pergaulan/tontonan; fungsi: penyambutan tamu; nilai: kelembutan estetis, keluhuran budi)] | Mengamati dan mengidentifikasi kurang dari 2 elemen jenis, fungsi, atau nilai tari tradisi secara tepat sesuai daftar acuan telaah. | Mengamati dan mengidentifikasi 2 elemen jenis, fungsi, atau nilai tari tradisi secara tepat sesuai daftar acuan telaah. | Mengamati dan mengidentifikasi 3 elemen (jenis, fungsi, dan nilai) tari tradisi secara tepat sesuai daftar acuan telaah. | Mengamati dan mengidentifikasi seluruh 3 elemen (jenis, fungsi, dan nilai) tari tradisi beserta penjelasannya dalam konteks budaya secara tepat dan lengkap sesuai daftar acuan telaah. | | Mengukur Hasil Pencapaian Karya Tari Melalui Tahapan Kritik Tari Tradisi (TP 8.4.2) [Acuan 4 tahap kritik tari: (1) Deskripsi: pencatatan fakta visual gerak/unsur tari; (2) Analisis formal: penelaahan kaitan antarunsur utama dan pendukung; (3) Interpretasi: pemaknaan simbol/pesan karya; (4) Evaluasi: pengukuran mutu hasil pencapaian karya tari] | Mengukur hasil pencapaian karya tari hanya memenuhi 1 dari 4 tahap kritik tari tradisi secara tepat sesuai daftar acuan tahapan kritik tari. | Mengukur hasil pencapaian karya tari dengan memenuhi 2 dari 4 tahap kritik tari tradisi secara tepat sesuai daftar acuan tahapan kritik tari. | Mengukur hasil pencapaian karya tari dengan memenuhi 3 dari 4 tahap kritik tari tradisi secara tepat sesuai daftar acuan tahapan kritik tari. | Mengukur hasil pencapaian karya tari secara komprehensif mencakup seluruh 4 tahap kritik tari tradisi (deskripsi, analisis formal, interpretasi, evaluasi) secara runtut dan tepat sesuai daftar acuan tahapan kritik tari. | | Menghargai Tari Tradisi Melalui Refleksi Apresiatif Berbasis Proses Kreatif (TP 8.4.3) [Kriteria penerimaan refleksi penghargaan: menguraikan sikap positif terhadap keberagaman keunikan tari tradisi, mengakui nilai kearifan lokal karya, dan menyatakan komitmen pelestarian] | Uraian refleksi belum memuat sikap menghargai tari tradisi ataupun komitmen pelestarian sesuai kriteria penerimaan refleksi. | Uraian refleksi memuat 1 kriteria penerimaan refleksi penghargaan tari tradisi secara tepat. | Uraian refleksi memuat 2 kriteria penerimaan refleksi penghargaan tari tradisi secara tepat. | Uraian refleksi memuat seluruh 3 kriteria penerimaan refleksi penghargaan tari tradisi (sikap positif keberagaman, pengakuan nilai kearifan lokal, komitmen pelestarian) secara mendalam dan tepat. | | Mengajak Orang Lain untuk Mencintai dan Bangga Terhadap Tari Tradisi Berbasis Proses Kreatif (TP 8.4.4) [Kriteria penerimaan pesan ajakan: memuat pesan persuasif eksplisit mencintai tari tradisi, memaparkan alasan kebanggaan tradisi, dan berbasis proses apresiasi karya] | Paparan kelompok belum memuat pesan ajakan eksplisit maupun alasan bangga terhadap tari tradisi sesuai kriteria penerimaan pesan ajakan. | Paparan kelompok memuat 1 dari 3 kriteria penerimaan pesan ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi. | Paparan kelompok memuat 2 dari 3 kriteria penerimaan pesan ajakan mencintai dan bangga terhadap tari tradisi secara jelas. | Paparan kelompok memuat seluruh 3 kriteria penerimaan pesan ajakan (persuasif mencintai tradisi, alasan kebanggaan, dan berpijak pada proses apresiasi) secara utuh, meyakinkan, dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit asesmen tertulis dan 40 menit presentasi kelompok terlaksana secara tertib dan proporsional sesuai acuan sumatif?
- Bagaimana pencapaian ketuntasan murid pada keempat TP Bab 4 berdasarkan data hasil portofolio dan unjuk kerja kelompok?
Murid:- Apakah saya telah bersungguh-sungguh dan mandiri dalam menyusun analisis kritik tari serta menuliskan refleksi penghargaan terhadap tradisi?
- Bagaimana pesan ajakan yang kami sampaikan dalam presentasi kelompok dapat mendorong diri saya dan teman sebaya semakin mencintai tari tradisi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
- Video dokumentasi Tari Seblang Olehsari Banyuwangi, Tari Yospan Papua, dan Tari Bedhaya Ketawang Surakarta
- Lembar Pengamatan Apresiasi Tari dan kartu huruf pilihan (U, H, P)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII
- Video rekaman tari tradisi Nusantara (Tari Saman, Tari Pendet, Tari Tor-Tor)
- Lembar Kerja Pengamatan Apresiasi Nilai Tari Tradisi
- Perangkat pemutar audio-visual (laptop, proyektor LCD, pelantang suara)
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Video rekaman penyajian tari tradisi daerah Nusantara (Tari Tradisi daerah setempat atau Tari Saman/Gambyong)
- Set kartu kutipan kritik tari ('Tantangan Kartu Kritik Tari')
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Kritik Tari: Tahap Deskripsi dan Analisis
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
- Video dokumentasi pertunjukan Tari Tradisi Nusantara (mis. Tari Saman / Tari Tradisi Daerah setempat)
- Set kartu kuis kritik tari (tahap interpretasi dan evaluasi)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Kritik Tari Tahap Interpretasi dan Evaluasi
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi)
- Video dokumenter penciptaan tari tradisi kreasi (dokumentasi YouTube/Pusdatin)
- Set kartu tantangan apresiatif 'Jejak Sang Kreator'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Apresiasi Proses Kreatif Tari Tradisi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
- Video dokumentasi proses kreatif Tari Saman (Aceh) dan Tari Pendet (Bali)
- Set kartu aktivitas 'Tebak Nilai Apresiasi' dan Lembar Refleksi Apresiatif Murid
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/2023 Revisi) Bab 4.
- Lembar Kerja Siswa 'Menyusun Pesan Ajakan Apresiasi Tari Tradisi'.
- Koleksi contoh kutipan/slogan kampanye apresiasi seni tari budaya nusantara.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021/Edisi Revisi)
- Lembar draf pesan ajakan kelompok hasil pertemuan 7
- Kartu respon 'Estafet Dukungan Budaya' untuk teman sebaya
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi)
- Lembar Kerja Asesmen Portofolio Analisis Kritik dan Refleksi Apresiasi Tari
- Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif Bab 4 Seni Tari Kelas 8
- Stopwatch/pengatur waktu presentasi kampanye apresiasi
|