MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 3 — Merangkai Gerak Tari Kreasi dengan Desain Lantai dan Desain Level INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Merangkai Gerak Tari Kreasi dengan Desain Lantai dan Desain Level |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 40 menit = 720 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.3.1 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai
- TP 8.3.2 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai
- TP 8.3.3 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dari tari tradisi dengan menerapkan level
- TP 8.3.4 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan level
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana sebuah ragam gerak tari tunggal dapat dikembangkan menjadi gerak kreasi berpasangan?
- Apa yang terjadi pada kesan tarian jika penari bergerak mengikuti garis lurus (maju, mundur, diagonal, atau horizontal)?
- Bagaimana formasi gerak tari kelompok jika penari berpindah membentuk pola melingkar atau lengkung?
- Apa perbedaan kesan visual pola lantai garis lurus dengan pola lantai garis lengkung saat ditarikan secara berkelompok?
- Bagaimana gerakan tubuh dapat menggambarkan suasana khidmat atau sakral dalam sebuah upacara adat tradisi?
- Bagaimana bentuk lintasan lantai garis lurus dan garis lengkung dapat diterapkan saat merangkai gerak tari kreasi bertema upacara?
- Bagaimana suasana ceria dan akrab pada tari pergaulan atau hiburan dapat diwujudkan melalui susunan ragam gerak?
- Bagaimana cara menggabungkan pola lantai garis lurus dan garis lengkung (kombinasi) saat membuat rangkaian gerak tari kreasi bertema hiburan?
- Bagaimana gerakan tubuh penari ketika melakukan pose duduk bersimpuh dibandingkan dengan posisi berdiri tegak atau melompat?
- Mengapa dalam tari tradisi tunggal dan berpasangan kita perlu menggabungkan gerak level rendah dan sedang agar rangkaian gerak kreasi terlihat dinamis?
- Bagaimana posisi tubuh penari saat melakukan gerakan dengan level tinggi dalam sebuah tarian?
- Mengapa penari dalam kelompok perlu mengatur keseragaman gerak saat menerapkan level tinggi?
- Bagaimana posisi tubuh kita saat melakukan sembah atau doa dalam tari upacara tradisi?
- Mengapa level rendah dan sedang sering digunakan dalam tari tradisi yang berfungsi untuk upacara adat atau keagamaan?
- Bagaimana gerakan tubuh kita saat menari dengan suasana gembira dan akrab pada tari pergaulan atau hiburan?
- Bagaimana cara membedakan gerak tari kreasi saat menggunakan level sedang (setinggi pinggang/berdiri menekuk) dengan level tinggi (melompat atau melayang)?
- Bagaimana kelompokmu memadukan gerak tari kreasi berdasar jenis tradisi dan fungsi tradisi melalui desain lantai serta tingkatan level saat tampil di depan panggung?
- Mengapa keselarasan penerapan desain lantai dan variasi level gerak menjadi kunci keberhasilan unjuk kerja gerak tari kreasi kelompok?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Jenis Tari Tradisi Tunggal dan Berpasangan dengan Desain Lantai Garis Lurus — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan ruang gerak tari yang aman dan leluasa (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat rangkaian gerak tari kreasi berdasarkan jenis tari tradisi tunggal dan berpasangan dengan menerapkan desain lantai garis lurus (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai jenis tari tradisi tunggal dan berpasangan serta arah garis lurus pada pola lantai (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati tayangan video/peragaan 2 contoh ragam gerak dasar tari tradisi tunggal (gerak lumaksana dan gerak srisig) serta bentuk pengembangannya menjadi gerak berpasangan yang saling mengisi (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengeksplorasi pembentukan lintasan garis lurus (garis vertikal/maju-mundur, garis horizontal/ke samping, dan garis diagonal/menyilang) melalui latihan langkah kaki sederhana (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Dalam suasana menggembirakan melalui tantangan kreasi 'Jejak Garis', setiap pasangan memilih 2 ragam gerak dasar tradisi tunggal yang disediakan lalu mengubahnya menjadi minimal 2 rangkaian gerak tari kreasi berpasangan (15 menit).
- Setiap pasangan menerapkan pola perpindahan desain lantai garis lurus (memilih kombinasi garis vertikal, horizontal, atau diagonal) untuk merangkai gerak kreasi berpasangan tersebut menjadi satu kesatuan utuh (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Secara bergantian, setiap pasangan mencoba memperagakan hasil rangkaian gerak tari kreasi berpasangan dengan desain lantai garis lurus yang telah dibuat untuk saling mencocokkan kesesuaian lintasannya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan konsep penyusunan gerak tari kreasi berpasangan dari gerak tradisi tunggal dengan pemanfaatan desain lantai garis lurus (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses pembuatan gerak hari ini dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan dilanjutkan dengan eksplorasi gerak tari kreasi kelompok menggunakan desain lantai garis lengkung (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual pilihan ragam gerak dasar tradisi tunggal (lumaksana, srisig, kenser) dan sketsa lintasan garis lurus bagi pasangan yang memerlukan inspirasi gerak.
- Proses: Pasangan yang membutuhkan bimbingan difasilitasi dengan bantuan pemodelan langsung menghubungkan dua gerak, sedangkan pasangan yang cepat diarahkan merangkai 3-4 variasi gerak dengan kombinasi lintasan garis lurus ganda (misal: diagonal dilanjutkan horizontal).
- Produk: Rangkaian gerak kreasi berpasangan minimal memuat 2 ragam gerak dengan 1 pola garis lurus untuk tingkat dasar, dan 3 ragam gerak atau lebih dengan kombinasi garis lurus untuk tingkat mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran dengan 2 pertanyaan kunci: (1) 'Sebutkan 2 contoh jenis tari berdasarkan jumlah penarinya!' (Acuan jawaban benar: tari tunggal dan tari berpasangan/kelompok); (2) 'Sebutkan 3 arah lintasan yang termasuk ke dalam desain lantai garis lurus!' (Acuan jawaban benar: vertikal/maju-mundur, horizontal/ke samping, dan diagonal/menyilang).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja selama tahap Mengaplikasi dengan daftar cek performa kreasi gerak: (1) Murid mampu membuat minimal 2 gerak tari kreasi berpasangan yang dikembangkan dari gerak tradisi tunggal (Acuan: ragam gerak memiliki koordinasi tangan dan kaki yang selaras antar-pasangan); (2) Murid menerapkan desain lantai garis lurus secara nyata dalam perpindahan geraknya (Acuan: lintasan gerak membentuk garis lurus vertikal, horizontal, atau diagonal secara tegas dan teratur).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi singkat di akhir pertemuan: murid bersama pasangannya menunjukkan catatan/sketsa lintasan garis lurus (vertikal, horizontal, atau diagonal) yang telah mereka buat dan gunakan dalam rangkaian 2 gerak tari kreasi berpasangan (Acuan ketercapaian: sketsa garis lurus sesuai dengan perpindahan gerak yang dirangkai).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk memetakan pemahaman awal jenis tari dan pola lantai garis lurus
- Lembar observasi unjuk kerja proses pembuatan gerak tari kreasi berpasangan dengan desain lantai garis lurus
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Ragam Gerak Tari Kreasi Berpasangan dari Tari Tradisi | Belum mampu membuat ragam gerak tari kreasi berpasangan dari gerak tradisi tunggal. | Mampu membuat 1 ragam gerak tari kreasi berpasangan dari gerak tradisi tunggal dengan arahan guru. | Mampu membuat minimal 2 ragam gerak tari kreasi berpasangan yang dikembangkan dari gerak tradisi tunggal secara tepat. | Mampu membuat lebih dari 2 ragam gerak tari kreasi berpasangan yang variatif dan selaras dari gerak tradisi tunggal secara mandiri. | | Penerapan Desain Lantai Garis Lurus | Belum menerapkan desain lantai garis lurus pada gerak tari kreasi yang dibuat. | Menerapkan desain lantai garis lurus tetapi arah lintasan (vertikal/horizontal/diagonal) belum teratur dan masih memerlukan bimbingan. | Menerapkan 1 pola desain lantai garis lurus (vertikal, horizontal, atau diagonal) secara tegas dan konsisten pada rangkaian gerak. | Menerapkan kombinasi desain lantai garis lurus (misal: memadukan vertikal dan diagonal) secara presisi, teratur, dan mandiri pada seluruh rangkaian gerak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu eksplorasi gerak berpasangan dengan desain lantai garis lurus berjalan efektif bagi seluruh murid?
- Bagian mana dari proses pembimbingan pembuatan gerak yang membutuhkan scaffolding lebih terarah untuk pertemuan mendatang?
Murid:- Bagian gerak atau lintasan garis lurus mana yang paling menantang saat disusun bersama pasangan?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil merangkai gerak tari kreasi berpasangan bersama temanmu?
Pertemuan 2 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Jenis Tari Tradisi Kelompok dengan Desain Lantai Garis Lengkung — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan ruang tari agar leluasa untuk bergerak (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merangkai dan membuat gerak tari kreasi kelompok dengan menerapkan desain lantai garis lengkung (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta berdiri berkelompok 4 orang lalu menunjukkan formasi garis lengkung lingkaran dan setengah lingkaran secara spontan (acuan respon benar: formasi membentuk kurva melengkung/lingkaran tanpa sudut siku-siku) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati demonstrasi singkat guru mengenai 3 variasi desain lantai garis lengkung untuk tari tradisi kelompok: (1) lingkaran penuh, (2) setengah lingkaran/busur, dan (3) pola angka delapan/serpong (acuan: bentuk kurva lengkung tertutup atau terbuka, bukan garis lurus/diagonal) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok (4-5 orang) untuk memainkan tantangan eksplorasi gerak 'Estafet Lengkung Ceria': kelompok bergerak serempak berpindah posisi membentuk pola lingkaran, setengah lingkaran, dan angka 8 mengikuti ketukan rebana guru secara dinamis dan menggembirakan (15 menit).
- Setiap kelompok membuat dan merangkai susunan 3 ragam gerak tari kreasi kelompok (gerak awal, gerak inti, dan gerak penutup) yang diadaptasi dari tari tradisi nusantara dengan menerapkan perpindahan formasi desain lantai garis lengkung pada lembar komposisi tari (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok menampilkan draf susunan 3 ragam gerak tari kreasi kelompoknya di depan kelompok lain selama 1-2 menit, lalu kelompok pengamat memberikan masukan mengenai ketepatan formasi garis lengkung yang terbentuk (acuan ketercapaian: terbentuk minimal 2 variasi pola lengkung yang jelas selama peragaan gerak tari) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan esensi perancangan gerak tari kreasi kelompok dengan desain lantai garis lengkung (memberikan kesan dinamis, luwes, dan menyatu) (5 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir dan menginformasikan rencana latihan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan sketsa visual contoh perpindahan pola lantai lengkung (lingkaran, busur, angka 8) bagi kelompok yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Kelompok yang berkembang cepat ditantang merangkai gerak tari kelompok dengan 3 kombinasi variasi garis lengkung, sedangkan kelompok yang membutuhkan pendampingan difasilitasi merangkai gerak dengan 2 variasi garis lengkung sederhana (lingkaran dan setengah lingkaran).
- Produk: Rangkaian gerak kreasi kelompok yang dihasilkan dapat berupa variasi 2 atau 3 pola lantai garis lengkung sesuai kesiapan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik dan peragaan spontan bentuk formasi garis lengkung: 'Silakan dalam kelompok berdiri membentuk 2 variasi pola garis lengkung dalam 10 detik!' (Acuan benar: kelompok membentuk formasi lingkaran, setengah lingkaran, atau kurva mengalir, bukan garis lurus/banjar/saf sejajar).
Proses:- Pengamatan formatif saat kelompok membuat gerak: menilai kemampuan kelompok menyusun 3 ragam gerak tari kreasi (gerak awal, inti, penutup) berbasis jenis tari tradisi kelompok yang dipadukan dengan desain lantai garis lengkung (lingkaran, busur/setengah lingkaran, angka 8).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: lembar periksa peragaan draf gerak kelompok dengan kriteria: (1) memuat minimal 3 ragam gerak tari kreasi kelompok, dan (2) memuat minimal 2 variasi desain lantai garis lengkung yang dieksekusi secara serempak/terpadu (acuan benar: formasi garis lengkung nyata terlihat dan perpindahan antarpenari teratur).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pembuatan gerak tari kreasi kelompok dengan penerapan desain lantai garis lengkung
- Lembar Kerja Komposisi Gerak dan Desain Lantai Kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan gerak tari kreasi kelompok berbasis tari tradisi | Belum mampu membuat ragam gerak tari kreasi kelompok yang terstruktur (kurang dari 2 ragam gerak terangkai). | Mampu membuat 2 ragam gerak tari kreasi kelompok berbasis tari tradisi namun transisi antarpenari belum padu. | Mampu membuat 3 ragam gerak tari kreasi kelompok (awal, inti, penutup) berbasis tari tradisi secara terangkai. | Mampu membuat lebih dari 3 ragam gerak tari kreasi kelompok berbasis tari tradisi secara terangkai, harmonis, dan terpadu. | | Penerapan desain lantai garis lengkung | Belum menerapkan desain lantai garis lengkung (masih berupa garis lurus/statis di tempat). | Menerapkan 1 variasi desain lantai garis lengkung (misal: lingkaran saja) dalam rangkaian gerak kelompok. | Menerapkan 2 variasi desain lantai garis lengkung (misal: lingkaran dan setengah lingkaran) secara tepat dalam gerak tari kelompok. | Menerapkan 3 variasi desain lantai garis lengkung (lingkaran, busur, angka 8) secara tepat, variatif, dan mengalir dalam rangkaian gerak tari kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil mengaplikasikan formasi garis lengkung dalam gerak tari kreasinya secara harmonis?
- Langkah scaffolding apa yang paling efektif membantu kelompok yang kesulitan bertransisi antarpola lantai lengkung?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan formasi garis lengkung bersama kelompok yang paling menantang untuk diselaraskan?
- Pola garis lengkung apa yang menurutmu menghasilkan kesan paling indah saat ditarikan berkelompok?
Pertemuan 3 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Fungsi Upacara Adat Tari Tradisi dengan Desain Lantai Garis Lurus dan Lengkung — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.2 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: membuat ragam gerak tari kreasi yang mencerminkan fungsi upacara adat tradisi dengan menerapkan desain lantai garis lurus dan garis lengkung (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai ciri gerak bertema upacara adat dan bentuk desain lantai (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati tayangan video/peragaan 2 contoh ragam gerak upacara adat tradisi (gerak sembah/penghormatan ritme lambat dan gerak tabur persembahan mengalir) beserta pola lintasan lantai (garis lurus maju/mundur dan garis lengkung melingkar) dengan penuh perhatian (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mengeksplorasi makna simbolik gerak tari fungsi upacara adat (khidmat, tenang, pemujaan/penghormatan) dan mengidentifikasi bagaimana gerak tersebut dapat dirangkai melintasi desain lantai garis lurus serta garis lengkung (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berkelompok memainkan tantangan permainan eksplorasi 'Jejak Sakral Menembus Ruang': murid berlatih menyusun dan mempraktikkan minimal 2 ragam gerak tari kreasi yang bernuansa fungsi upacara adat (misalnya ragam sembah khidmat dan ragam tabur persembahan) yang bergerak berpindah membentuk desain lantai garis lurus (horizontal atau vertikal) lalu berpindah membentuk desain lantai garis lengkung (lingkaran atau lengkung setengah lingkaran) secara bergantian dan menyenangkan (25 menit).
- Setiap kelompok saling memperagakan hasil rangkaian gerak tari kreasi fungsi upacara adat dengan lintasan garis lurus dan garis lengkung tersebut di depan kelompok lain untuk saling mengamati penerapan desain lantainya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompok mengevaluasi rangkaian gerak tari kreasi yang telah dibuat: memeriksa apakah karakter gerak sudah mencerminkan fungsi upacara adat serta apakah perpindahan lintasan garis lurus dan garis lengkung terlihat jelas dan rapi (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara membuat gerak tari kreasi yang mengekspresikan fungsi upacara adat tradisi melalui penggabungan desain lantai garis lurus dan garis lengkung (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa lembar cek pemahaman singkat mengenai fungsi tari upacara adat dan bentuk desain lantai yang dibuat, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar sketsa lintasan garis lurus dan lengkung serta panduan motif gerak sembah dasar. Murid dengan pemahaman lebih cepat diberikan variasi arah hadap saat menempuh lintasan lurus dan lengkung.
- Proses: Kelompok yang memerlukan bantuan didampingi langsung oleh guru dalam menyambungkan perpindahan pola garis lurus ke garis lengkung, sedangkan kelompok yang mahir bekerja secara mandiri merangkai pola transisi gerak.
- Produk: Kelompok dasar membuat minimal 2 motif gerak upacara pada 1 garis lurus dan 1 garis lengkung; kelompok mahir dapat merangkai hingga 3 motif gerak upacara dengan kombinasi lintasan zig-zag (turunan garis lurus) dan lingkaran penuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) 'Bagaimana ciri tempo dan ekspresi gerak tari yang berfungsi untuk upacara adat?' (Kunci/acuan: tempo relatif lambat/sedang, gerakan khidmat, tenang, sakral, tertata, atau mengandung penghormatan/persembahan); (2) 'Sebutkan 2 contoh lintasan desain lantai garis lurus dan 2 contoh garis lengkung!' (Kunci/acuan: Garis lurus = vertikal, horizontal, diagonal, zig-zag; Garis lengkung = lingkaran, setengah lingkaran, lengkung ular/S, angka delapan).
Proses:- Pengamatan langsung saat kegiatan inti: Guru menilai proses kelompok merangkai minimal 2 ragam gerak kreasi fungsi upacara adat (misal ragam sembah khidmat dan ragam persembahan) serta ketepatan melangkah pada desain lantai garis lurus (horizontal/vertikal) dan garis lengkung (lingkaran/setengah lingkaran). Lembar observasi mencatat keterpenuhan: (1) Gerak memuat karakter upacara adat, (2) Penerapan lintasan garis lurus, (3) Penerapan lintasan garis lengkung.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di penutup: Murid mengisi lembar periksa ringkas berisi 2 butir: (1) Sebutkan 1 motif gerak bertema upacara yang kelompokmu ciptakan dan maknanya (Kriteria penerimaan: menyebutkan gerak berkarakter khidmat/sakral/penghormatan/persembahan); (2) Gambarkan sketsa lintasan garis lurus dan garis lengkung yang dilalui dalam tarianmu (Kriteria penerimaan: menggambarkan minimal 1 garis lurus vertikal/horizontal/diagonal dan 1 bentuk lengkung/lingkaran sesuai peragaan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pembuatan gerak tari kreasi berkarakter upacara adat tradisi dengan desain lantai garis lurus dan lengkung menggunakan lembar ceklis rubrik
- Penilaian diri dan antar-kelompok terhadap keterpaduan gerak tari fungsi upacara dan ketepatan lintasan desain lantai
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Karakter Gerak Tari Kreasi Fungsi Upacara Adat Tradisi | Belum mampu membuat ragam gerak yang mencerminkan fungsi upacara adat tradisi (gerak tidak menunjukkan kesan khidmat/persembahan). | Mampu membuat 1 motif gerak tari kreasi yang mencerminkan fungsi upacara adat tradisi dengan bantuan guru. | Mampu membuat 2 ragam gerak tari kreasi yang secara konsisten mencerminkan fungsi upacara adat tradisi (khidmat, tenang, penghormatan/persembahan) secara mandiri. | Mampu membuat lebih dari 2 ragam gerak tari kreasi yang sangat selaras dengan fungsi upacara adat tradisi secara runtut dan mandiri. | | Penerapan Desain Lantai Garis Lurus dan Garis Lengkung | Belum menerapkan lintasan garis lurus maupun garis lengkung dalam susunan gerak tari kreasi yang dibuat. | Menerapkan salah satu desain lantai (hanya garis lurus atau hanya garis lengkung) dalam gerak tari kreasi dengan arahan guru. | Menerapkan kedua desain lantai (garis lurus dan garis lengkung) secara jelas dan terencana dalam perangkaian gerak tari kreasi. | Menerapkan kedua desain lantai (garis lurus dan garis lengkung) dengan variasi bentuk lintasan yang rapi, runtut, dan transisi pola yang mengalir. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi untuk proses eksplorasi dan pembuatan gerak kreasi fungsi upacara adat dengan dua jenis desain lantai?
- Bagian langkah manakah yang paling efektif memfasilitasi murid dalam menuangkan gagasan gerak bertema upacara tradisi?
- Kelompok mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih intensif dalam menghubungkan gerak dengan lintasan garis lengkung?
Murid:- Ragam gerak fungsi upacara apa yang paling menarik saat kamu ciptakan bersama kelompokmu tadi?
- Bagian mana yang paling menantang saat merangkai perpindahan gerak dari lintasan garis lurus ke garis lengkung?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun gerak tari kreasi bertema upacara adat hari ini?
Pertemuan 4 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Fungsi Hiburan dan Pergaulan Tari Tradisi dengan Desain Lantai Garis Kombinasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.2 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana ruang tari yang leluasa (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat rangkaian gerak tari kreasi berdasarkan fungsi hiburan dan pergaulan dengan menerapkan desain lantai garis kombinasi (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai perbedaan karakter gerak upacara vs hiburan/pergaulan serta bentuk garis kombinasi (acuan: gerak fungsi hiburan/pergaulan bersifat lincah, gembira, interaktif; garis kombinasi adalah perpaduan lintasan lurus seperti diagonal/horizontal dan lengkung seperti lingkaran/setengah lingkaran/S) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati video/demonstrasi cuplikan tari pergaulan (seperti tari Poco-poco/Jaipong/Giring-Giring) dan mencermati bagaimana gerak berpindah membentuk kombinasi garis lurus (maju/mundur/diagonal) lalu memutar atau melengkung (lingkaran) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berdiskusi membedah 2 karakteristik utama: karakter ekspresi gerak hiburan/pergaulan (dinamis, ramah, interaktif) dan struktur pola lintasan kombinasi (lurus bertemu lengkung) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Eksplorasi Gerak Menggembirakan 'Rantai Lintasan Ria': Setiap kelompok mengambil tantangan kartu pola lintasan (misal: 4 hitungan maju lurus -> 4 hitungan membentuk busur melengkung) sambil mencoba ragam gerak kaki dan tangan berkarakter gembira/pergaulan (15 menit).
- Secara berkelompok, murid merangkai (membuat) minimal 3 motif gerak tari kreasi berkarakter hiburan/pergaulan dengan menerapkan desain lantai garis kombinasi (misal: motif gerak tepuk dan langkah zig-zag lurus diteruskan motif gerak ayun berputar lingkaran) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling memperlihatkan rancangan rangkaian gerak dan lintasan kombinasi yang telah dibuat kepada kelompok pasangan untuk mengecek apakah karakter gembira/interaktif dan pola lurus-lengkung kombinasi sudah tampak jelas (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas karya gerak kreasi bertema pergaulan/hiburan dengan desain lantai kombinasi yang dihasilkan kelompok (3 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana desain kombinasi memperkaya dinamika gerak pergaulan, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa menutup seluruh bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan diagram pola lintasan kombinasi (kartu pola visual) bagi kelompok yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Kelompok yang berkembang cepat diberi tantangan merangkai 4 hingga 5 motif gerak dengan perubahan arah hadap saat transisi dari lurus ke lengkung; kelompok yang memerlukan bimbingan didampingi membuat 2-3 motif gerak dasar langkah kaki dan ayunan tangan berulang.
- Produk: Rangkaian gerak tari kreasi minimal memuat 2 motif (bagi yang butuh bimbingan) atau 3 motif atau lebih (bagi yang mandiri) yang menerapkan kombinasi garis lurus dan lengkung berkarakter fungsi hiburan/pergaulan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Apa perbedaan rasa gerak upacara dan tari pergaulan/hiburan, dan bagaimana lintasan garis kombinasi dibentuk?' (Acuan jawaban: Rasa gerak hiburan/pergaulan adalah lincah, santai, gembira, komunikatif, sedangkan tari upacara khidmat/sakral; lintasan kombinasi memadukan garis lurus seperti maju-mundur/diagonal dengan garis lengkung seperti lingkaran/gelombang/spiral).
Proses:- Pengamatan ketercapaian proses kelompok dalam: (1) Menyusun ragam gerak kreasi berkarakter fungsi hiburan/pergaulan; (2) Menerapkan pola perpindahan desain lantai garis kombinasi (lurus dan lengkung). Catatan anekdotal guru saat membimbing kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir peragaan kelompok: Penilaian kesesuaian karya gerak kreasi kelompok (membuat minimal 3 motif gerak fungsi hiburan/pergaulan yang menyatu dengan lintasan desain garis kombinasi lurus dan lengkung) (acuan: gerak bertempo riang/ramah, lintasan memuat unsur garis lurus dan lengkung secara berkesinambungan).
Formatif:- Observasi lembar unjuk kerja proses pembuatan gerak kreasi fungsi hiburan/pergaulan dengan desain lantai garis kombinasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Karakter Gerak Tari Kreasi Fungsi Hiburan/Pergaulan | Belum mampu membuat gerak kreasi yang mencerminkan karakter fungsi tari hiburan atau pergaulan (gerak masih kaku atau bermakna sakral). | Mampu membuat 1 motif gerak tari kreasi yang mencerminkan sifat hiburan/pergaulan (ceria/interaktif) namun belum konsisten. | Mampu membuat 2 hingga 3 motif gerak tari kreasi berkarakter hiburan/pergaulan secara runtut dan dinamis. | Mampu membuat lebih dari 3 motif gerak tari kreasi berkarakter hiburan/pergaulan yang variatif, luwes, ekspresif, dan saling mengalir secara mandiri. | | Penerapan Desain Lantai Garis Kombinasi | Belum mampu menerapkan desain lantai garis kombinasi (hanya bergerak di satu titik atau hanya menggunakan satu jenis garis tunggal lurus saja). | Mampu menerapkan lintasan lurus dan lengkung namun transisinya terputus atau belum terpadu sebagai satu kesatuan desain kombinasi. | Mampu menerapkan desain lantai garis kombinasi (perpaduan garis lurus dan garis lengkung) secara terhubung dan jelas saat gerak dilakukan. | Mampu menerapkan desain lantai garis kombinasi secara harmonis, variatif (memadukan beragam arah lurus dan lengkung), serta konsisten mempertegas karakter gerak kreasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perpaduan garis lurus dan lengkung (kombinasi) dapat dipahami dan dieksplorasi dengan mudah oleh semua kelompok?
- Apakah suasana pembelajaran aktif dan menggembirakan berhasil tercipta dalam eksplorasi gerak tari pergaulan?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan gerak berkarakter gembira/pergaulan yang paling menyenangkan untuk dirangkai bersama teman?
- Apakah kamu mengalami kendala saat mengubah lintasan dari garis lurus menjadi garis lengkung dalam tarianmu?
Pertemuan 5 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Jenis Tari Tradisi Tunggal dan Berpasangan dengan Penerapan Level Rendah dan Sedang — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.3 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dari tari tradisi dengan menerapkan level
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang tari agar aman untuk eksplorasi gerak (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat rangkaian gerak tari kreasi berdasarkan jenis tari tradisi tunggal dan berpasangan dengan menerapkan level rendah dan level sedang (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat mengenai pemahaman konsep level gerak: guru memperagakan 2 sikap gerak lalu murid mengidentifikasi tingkatannya (sikap A: duduk bersimpuh jengkeng = level rendah; sikap B: berdiri dengan lutut ditekuk/mendak = level sedang) untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mengamati tayangan video cuplikan tari tradisi tunggal (Tari Klana Topeng/Tari Gatotkaca) dan tari berpasangan (Tari Karonsih/Tari Zapin Berpasangan) yang memperlihatkan peralihan ketinggian tubuh penari (8 menit).
- Murid secara berpasangan diajak mencoba permainan gerak 'Cermin Ketinggian': satu murid mengambil pose tari tradisi level rendah (duduk sila, bersimpuh, atau merebah) dan pasangannya mengambil pose tari tradisi level sedang (berdiri posisi mendak, setengah jongkok, atau membungkuk sejajar pinggang), kemudian bergantian secara responsif (12 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dalam format mandiri (jenis tari tunggal) atau berpasangan (jenis tari berpasangan) mengeksplorasi pembuatan ragam gerak tari kreasi dengan menggabungkan minimal 1 ragam gerak berlevel rendah dan minimal 1 ragam gerak berlevel sedang yang terinspirasi dari tari tradisi nusantara (17 menit).
- Murid merangkai ragam gerak kreasi tersebut menjadi 1 rangkaian utuh sebanyak 2 x 8 hitungan, dengan transisi yang jelas dan mulus dari level sedang ke level rendah atau sebaliknya, sembari guru berkeliling melakukan observasi dan pendampingan teknik level (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid/pasangan memperagakan rangkaian gerak kreasinya di hadapan pasangan lain dalam kelompok kecil untuk saling mengamati ketepatan perpindahan level rendah dan level sedang (8 menit).
- Murid mengevaluasi kemudahan dan hambatan yang dialami saat mempertahankan keseimbangan tubuh pada transisi dari level sedang ke level rendah (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap keberhasilan murid membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan variasi level rendah dan sedang (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut materi untuk pertemuan berikutnya mengenai pembuatan gerak tari kreasi kelompok dengan level tinggi, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual contoh pose gerak tari tradisi level rendah (duduk simpuh, jengkeng) dan level sedang (mendak, kengser, agem tengah) bagi murid yang membutuhkan inspirasi ragam gerak.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membuat rangkaian gerak sederhana dengan hitungan lambat (1 x 8 hitungan per level), sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan menggabungkan variasi perubahan level rendah dan sedang yang lebih kontras dalam pola hitungan berselang-seling.
- Produk: Murid bebas memilih menyusun produk rangkaian gerak kreasi berdasarkan jenis tari tradisi tunggal (1 orang) atau jenis tari tradisi berpasangan (2 orang).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi visual ketinggian tubuh: Guru memperagakan 2 pose gerak tradisi, kemudian murid diminta menyebutkan tingkatan levelnya secara serentak dengan isyarat tangan atau lisan (pose 1: duduk bersimpuh jengkeng [kunci: level rendah]; pose 2: posisi berdiri tegak dengan lutut mendak/setengah ditekuk [kunci: level sedang]). Kriteria kesiapan: murid mampu membedakan dengan benar batasan level rendah (bidang kontak dekat lantai/duduk) dan sedang (posisi tubuh berdiri bertumpu kaki/sejajar lutut atau pinggul).
Proses:- Penilaian formatif autentik saat latihan merangkai: Guru memeriksa lembar periksa pengamatan terhadap karya gerak murid: (1) Adanya ragam gerak tari kreasi berbasis jenis tari tradisi (tunggal/berpasangan); (2) Ketepatan penerapan gerak level rendah (tubuh bersentuhan langsung atau sangat dekat dengan lantai, misal duduk bersimpuh/jengkeng); (3) Ketepatan penerapan gerak level sedang (posisi mendak/sejajar pinggul); (4) Kelancaran alur perpindahan/transisi antara level rendah dan level sedang dalam rangkaian minimal 2 x 8 hitungan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan akhir: Setiap murid atau pasangan memperagakan rangkaian gerak tari kreasi buatannya selama 2 x 8 hitungan. Kriteria ketercapaian: rangkaian gerak memuat minimal 1 gerak level rendah yang valid (jarak tubuh dekat lantai/duduk) dan minimal 1 gerak level sedang yang valid (posisi mendak/sejajar pinggang/lutut) sesuai karakter jenis tari tradisi yang dipilih.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid membuat dan merangkai gerak tari kreasi level rendah dan sedang menggunakan lembar amatan rubrik proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Ragam Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Jenis Tari Tradisi (Tunggal/Berpasangan) | Belum mampu membuat gerak tari kreasi yang mencerminkan karakteristik jenis tari tradisi tunggal maupun berpasangan. | Mampu membuat 1 motif gerak tari kreasi tetapi karakteristik jenis tari tradisi (tunggal/berpasangan) belum terlihat konsisten. | Mampu membuat rangkaian gerak tari kreasi yang mencerminkan karakteristik jenis tari tradisi tunggal atau berpasangan dengan bentuk gerak yang jelas. | Mampu membuat rangkaian gerak tari kreasi yang sangat variatif, utuh, dan secara konsisten mencerminkan karakteristik jenis tari tradisi tunggal atau berpasangan secara mandiri. | | Penerapan Level Rendah dan Level Sedang dalam Gerak | Belum menerapkan variasi level; gerak hanya berada pada satu tingkatan ketinggian tubuh tanpa ada level rendah maupun level sedang. | Menerapkan salah satu level saja (hanya level rendah atau hanya level sedang) dalam gerak tari kreasi yang dibuat. | Menerapkan kedua level (level rendah dan level sedang) dengan posisi tubuh yang tepat sesuai acuan ketinggian pada rangkaian gerak kreasi. | Menerapkan variasi level rendah dan level sedang secara tepat, dinamis, serta transisi perubahan antar-level dilakukan dengan sangat mulus dan stabil. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan eksplorasi permainan 'Cermin Ketinggian' efektif membantu murid membedakan dan mempraktikkan level rendah serta level sedang?
- Bagian mana dari pembuatan rangkaian gerak tari berpasangan atau tunggal yang paling menantang bagi murid dan memerlukan scaffolding lebih intensif?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat mencoba merangkai gerak dari posisi berdiri mendak (level sedang) berpindah ke posisi bersimpuh/jengkeng (level rendah)?
- Tantangan fisik apa yang kamu rasakan saat mempertahankan keseimbangan gerak pada level rendah dan sedang?
Pertemuan 6 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Jenis Tari Tradisi Kelompok dengan Penerapan Level Tinggi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.3 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dari tari tradisi dengan menerapkan level
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan menyiapkan kondisi fisik serta ruang gerak kelas agar aman untuk aktivitas tari (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat rangkaian gerak tari kreasi berdasarkan jenis tari tradisi kelompok dengan menerapkan level tinggi (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 2 contoh posisi tubuh penari yang menunjukkan penerapan level tinggi!' (acuan jawaban benar: posisi berjinjit/kedua tumit terangkat dari lantai, posisi melompat/melayang di udara, atau kedua tangan diangkat tegak lurus melampaui kepala sambil berdiri tegak) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati tayangan video/peragaan cuplikan gerak tari kelompok tradisi (misalnya tari Saman atau tari Tor-Tor) yang memperlihatkan transisi menuju posisi level tinggi (8 menit).
- Murid bersama kelompok (4-5 orang) mengidentifikasi 3 ciri khas level tinggi pada tari tradisi kelompok: (1) posisi tubuh berdiri tegak atau jinjit di atas permukaan lantai, (2) adanya gerak melompat atau jangkauan tangan ke arah atas, dan (3) kekompakan gerak seluruh anggota kelompok saat menjangkau ruang vertikal (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dalam kelompok memainkan tantangan eksplorasi gerak 'Meraih Bintang': setiap anggota secara serempak mengeksplorasi ragam gerak melompat, melangkah jinjit berputar, dan mengangkat selendang/tangan ke atas secara kompak dengan riang gembira (12 menit).
- Setiap kelompok merangkai dan membuat susunan minimal 3 ragam gerak tari kreasi kelompok (Ragam 1: langkah jinjit berputar serempak; Ragam 2: gerak ayunan tangan ke atas melampaui kepala; Ragam 3: gerak lompatan kecil bersamaan dengan formasi sejajar) yang bersumber dari jenis tari tradisi kelompok (20 menit).
- Kelompok mempraktikkan rangkaian 3 ragam gerak tari kreasi kelompok berlevel tinggi tersebut secara utuh berulang-ulang untuk memastikan kesesuaian level dan kekompakan kelompok (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memperagakan hasil kreasi 3 ragam gerak berlevel tinggi di hadapan guru dan teman kelompok lain secara bergantian untuk mendapatkan konfirmasi ketercapaian penerapan level tinggi (8 menit).
- Murid bersama anggota kelompoknya mengevaluasi apakah ketiga ragam gerak yang dibuat telah sepenuhnya mencerminkan level tinggi (berjinjit, jangkauan atas, atau melompat) serta merencanakan perbaikan keselarasan gerak kelompok (2 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan bahwa level tinggi pada tari tradisi kelompok diwujudkan melalui pengangkatan fokus tubuh ke arah atas secara serempak (1 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas karya kreasi gerak level tinggi yang telah berhasil dibuat kelompok (1 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual contoh pose level tinggi (jinjit dan angkat tangan), sedangkan kelompok yang cepat merangkai diberikan referensi eksplorasi gerak lompatan beruntun.
- Proses: Guru memberikan bimbingan intensif pada kelompok yang kesulitan menyelaraskan hitungan gerak level tinggi, sementara kelompok mandiri menyusun variasi arah hadap saat melompat.
- Produk: Kelompok pemula membuat 3 ragam gerak kreasi kelompok berlevel tinggi dengan posisi jinjit dan ayunan tangan ke atas; kelompok mahir membuat 3 ragam gerak kreasi kelompok berlevel tinggi dengan menambahkan kombinasi lompatan berpindah arah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 contoh posisi tubuh penari yang menunjukkan penerapan level tinggi!' (Acuan jawaban benar: (1) posisi berdiri jinjit dengan tumit terangkat, (2) gerakan melompat atau melayang di udara, atau (3) rentangan kedua tangan lurus ke atas melampaui tinggi kepala sambil berdiri tegak).
Proses:- Observasi formatif saat kelompok membuat dan mempraktikkan 3 ragam gerak kreasi: memeriksa apakah ragam gerak yang dibuat benar-benar menggunakan level tinggi (tubuh jinjit, jangkauan tangan ke atas, atau lompatan) secara berkelompok (acuan: minimal 3 ragam gerak tari kreasi kelompok memenuhi kriteria posisi level tinggi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman kelompok: Setiap kelompok menunjukkan 3 ragam gerak tari kreasi kelompok berlevel tinggi yang telah dibuat (Acuan keberhasilan: Ragam 1 memuat gerak jinjit kelompok, Ragam 2 memuat jangkauan tangan melampaui kepala, Ragam 3 memuat gerak lompatan serempak).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja kreasi gerak kelompok melalui lembar observasi pembuatan gerak tari kreasi level tinggi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan gerak tari kreasi jenis tradisi kelompok dengan penerapan level tinggi | Belum mampu membuat gerak tari kreasi kelompok berlevel tinggi (hanya membuat 0-1 ragam gerak, atau gerak yang dibuat tidak menunjukkan posisi tubuh level tinggi seperti jinjit, melompat, atau jangkauan ke atas). | Mampu membuat 2 ragam gerak tari kreasi kelompok berlevel tinggi (memuat posisi tubuh jinjit atau rentangan tangan ke atas) dengan bantuan arahan berulang dari guru. | Mampu membuat 3 ragam gerak tari kreasi kelompok berlevel tinggi (memuat gerak jinjit, rentangan ke atas melampaui kepala, atau lompatan) secara mandiri bersama kelompok. | Mampu membuat lebih dari 3 ragam gerak tari kreasi kelompok berlevel tinggi yang memadukan variasi jinjit, jangkauan tangan melampaui kepala, dan lompatan kompak secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu kegiatan eksplorasi gerak 'Meraih Bintang' efektif memfasilitasi murid merangkai gerak level tinggi?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat menentukan dan menyelaraskan gerak berlevel tinggi?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan gerak berlevel tinggi secara berkelompok yang paling menantang bagimu?
- Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan gerak jinjit atau melompat secara kompak bersama kelompokmu?
Pertemuan 7 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Fungsi Upacara Tari Tradisi dengan Penerapan Level Rendah dan Sedang — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.4 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan level
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan tubuh ringan berfokus pada kelenturan lutut dan punggung (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu membuat rangkaian gerak tari kreasi berdasarkan fungsi upacara tari tradisi dengan menerapkan level rendah dan level sedang (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid mengidentifikasi 2 posisi level tubuh pada gerak tari upacara (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang karakteristik gerak tari tradisi bertema fungsi upacara (khidmat, tenang, pemujaan/penghormatan) serta penerapan level rendah (posisi duduk sila/bersimpuh/jajar lantai) dan level sedang (posisi mendak/setengah jongkok/lutut ditekuk sejajar pinggul) (10 menit).
- Secara bergantian dan bersama-sama, murid mencoba langsung 2 contoh motif gerak dasar upacara: gerak sembah duduk (level rendah) dan gerak mengayun tangan menyembah dalam sikap mendak (level sedang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Dalam suasana menggembirakan melalui tantangan kreasi 'Teka-Teki Tingkat Gerak', setiap kelompok (terdiri dari 4-5 murid) menyusun rangkaian gerak tari kreasi bertema upacara yang memadukan minimal 2 ragam gerak level rendah dan 2 ragam gerak level sedang secara berkesinambungan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok saling bergantian memperagakan hasil rangkaian gerak tari kreasi fungsi upacara yang dibuat di hadapan kelompok lain untuk saling mengamati transisi perpindahan level rendah dan sedang yang telah disusun (10 menit).
- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses penciptaan gerak: bagaimana rasa khidmat fungsi upacara tercermin melalui pemilihan gerak pada level rendah dan level sedang (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gerak tari bertema upacara tradisi dapat diciptakan menggunakan eksplorasi level rendah (bersimpuh/duduk) dan sedang (mendak) guna memperkuat kesan penghormatan dan kekhidmatan (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan membuat gerak tari kreasi fungsi pergaulan/hiburan dengan variasi level sedang dan tinggi (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan ilustrasi visual bentuk posisi duduk/sembah (level rendah) dan sikap mendak kaki ditekuk (level sedang) bagi kelompok yang membutuhkan referensi gerak konkret.
- Proses: Bagi kelompok yang bergerak lebih cepat, diberikan tantangan untuk memvariasikan tempo transisi perpindahan dari level rendah ke level sedang; bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan contoh transisi bertahap.
- Produk: Kelompok yang berkembang mandiri dapat merangkai hingga 3 ragam gerak per level, sedangkan kelompok yang membutuhkan scaffolding cukup menyusun minimal 2 ragam gerak per level sesuai kriteria target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman awal melalui demonstrasi gestur singkat: Guru meminta murid memperagakan secara langsung 1 contoh sikap tubuh level rendah (acuan: duduk bersimpuh, duduk sila, atau rebah jajar lantai) dan 1 contoh sikap tubuh level sedang (acuan: berdiri dengan posisi lutut ditekuk/mendak setinggi pinggul).
Proses:- Pemeriksaan proses perangkaian gerak tari kreasi kelompok selama kegiatan inti: guru mengamati apakah rangkaian gerak yang dibuat murid memenuhi fungsi tari upacara (bernuansa khidmat/penghormatan) serta secara tepat memuat minimal 2 ragam gerak level rendah dan 2 ragam gerak level sedang dengan transisi yang jelas.
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian pembuatan gerak di akhir inti: Kelompok memperagakan rangkaian gerak buatannya (acuan pemenuhan: memuat 2 gerak level rendah seperti sembah duduk/sembah simpuh dan 2 gerak level sedang seperti mendak ukel/sembah jajar dada, yang mencerminkan fungsi upacara tradisi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pembuatan rangkaian gerak kreasi fungsi upacara dengan penerapan level rendah dan level sedang menggunakan lembar amatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan gerak tari kreasi fungsi upacara dengan level rendah dan sedang | Belum mampu membuat gerak tari kreasi yang mencerminkan fungsi upacara dan belum menerapkan level rendah maupun sedang. | Mampu membuat gerak tari kreasi yang mencerminkan fungsi upacara namun hanya memuat salah satu level (hanya level rendah atau hanya level sedang). | Mampu membuat rangkaian gerak tari kreasi yang mencerminkan fungsi upacara dengan menerapkan minimal 2 ragam gerak level rendah dan 2 ragam gerak level sedang secara tepat. | Mampu membuat rangkaian gerak tari kreasi yang mencerminkan fungsi upacara secara mandiri dan utuh dengan menerapkan lebih dari 2 ragam gerak level rendah dan level sedang disertai transisi perpindahan level yang sangat selaras. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil membuat gerak tari kreasi yang memadukan level rendah dan level sedang sesuai fungsi upacara?
- Bagian mana dari bimbingan eksplorasi level gerak yang masih membutuhkan penjelasan lebih mendalam untuk pertemuan selanjutnya?
Murid:- Gerak pada level manakah (rendah atau sedang) yang paling mudah dan paling sulit kamu rangkai untuk tema tari upacara ini?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama merangkai gerak tari bertema upacara bersama teman kelompokmu?
Pertemuan 8 — Membuat Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Fungsi Pergaulan dan Hiburan Tari Tradisi dengan Penerapan Variasi Level Sedang dan Tinggi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.4 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan level
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan ruang tari agar aman untuk bergerak (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat rangkaian ragam gerak tari kreasi berdasarkan fungsi tari pergaulan dan hiburan dengan menerapkan variasi level sedang dan level tinggi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal melalui kuis gerak cepat: guru menyebutkan 2 situasi, yaitu (1) Tari Lenggang Nyai yang lincah dan santai menghibur dan (2) Gerak melompat riang pada Tari Jaipong pergaulan; murid diminta secara serentak memperagakan level gerak yang tepat untuk masing-masing situasi (acuan: situasi 1 menggunakan level sedang/mendak berdiri; situasi 2 menggunakan level tinggi/jinjit-melompat) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 2 contoh tayangan video singkat gerak tari tradisi fungsi hiburan/pergaulan (Tari Poco-Poco/Sajojo dan Tari Jaipong hiburan) yang menekankan eksplorasi gerak dinamis pada level sedang (posisi berdiri dengan lutut ditekuk/mendak) dan level tinggi (posisi jinjit, mengangkat satu kaki, atau melompat) (7 menit).
- Murid bersama guru menganalisis karakteristik gerak tari tradisi fungsi hiburan/pergaulan: gerakannya terbuka, lincah, komunikatif, dan riang, lalu mengeksplorasi perubahan posisi tubuh dari level sedang ke level tinggi secara berkesadaran (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk memainkan aktivitas 'Tantangan Level Gembira', di mana setiap kelompok mengeksplorasi 2 ragam gerak tari kreasi berkarakter hiburan/pergaulan (1 ragam level sedang seperti melangkah mendak ceria, dan 1 ragam level tinggi seperti melompat kecil berputar gembira) (12 menit).
- Setiap kelompok merangkai kedua ragam gerak kreasi tersebut menjadi 1 rangkaian utuh gerak tari kreasi berkarakter pergaulan/hiburan sepanjang 2x8 hitungan dengan variasi perpindahan level sedang dan level tinggi yang mengalir (15 menit).
- Secara bergantian, setiap kelompok membuat dan memperagakan hasil rangkaian gerak tari kreasinya di area tari kelas untuk dinilai ketercapaian penerapan fungsi pergaulan/hiburan serta variasi level sedang dan tingginya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama anggota kelompoknya mengevaluasi proses penciptaan gerak: apakah gerak kreasi yang dibuat sudah mencerminkan ekspresi gerak fungsi hiburan/pergaulan serta memiliki kontras perpindahan level sedang dan tinggi yang jelas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil karya rangkaian gerak tari kreasi murid yang berhasil memadukan karakteristik fungsi hiburan/pergaulan dengan level sedang dan tinggi secara tepat (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memandu pendinginan tubuh ringan dan berdoa bersama sebelum mengakhiri kelas (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh motif gerak dasar tari pergaulan (tepuk tangan berpasangan level sedang dan jinjit level tinggi); murid mahir diberikan kebebasan mengeksplorasi gerak tari pergaulan nusantara yang lebih kompleks dengan transisi melompat dinamis.
- Proses: Kelompok yang memerlukan bantuan didampingi langsung oleh guru dalam menentukan transisi ketukan level sedang ke level tinggi; kelompok mandiri bekerja mandiri menciptakan variasi hitungan ragam gerak.
- Produk: Kelompok dapat menyusun rangkaian gerak minimal 2 ragam gerak sederhana berdurasi 2x8 hitungan; kelompok yang lebih mahir dapat menyusun hingga 4 ragam gerak dengan transisi level sedang dan tinggi yang lebih variatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis gerak diagnostik: murid memperagakan pose gerak tubuh berdasarkan 2 situasi gerak fungsi hiburan dan pergaulan. Acuan: Situasi 1 (tari hiburan santai) = pose tubuh mendak/berdiri menekuk (level sedang); Situasi 2 (tari pergaulan riang melompat) = pose tubuh jinjit/terangkat/melompat (level tinggi).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat kelompok membuat rangkaian gerak tari kreasi: mengamati kesesuaian gerak dengan karakter fungsi hiburan/pergaulan (gerak lincah, riang, terbuka) dan ketepatan penerapan variasi level sedang (posisi badan mendak/lutut ditekuk) serta level tinggi (posisi badan jinjit/melompat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak akhir: Setiap kelompok menunjukkan 1 rangkaian gerak kreasi (minimal 2x8 hitungan) yang memuat minimal 1 motif gerak tari kreasi fungsi hiburan/pergaulan level sedang dan 1 motif level tinggi. Kriteria penerimaan: ragam gerak mencerminkan sifat lincah/riang fungsi hiburan atau pergaulan, serta memperlihatkan perbedaan ketinggian posisi tubuh yang jelas antara level sedang dan level tinggi.
Formatif:- Unjuk kerja pembuatan ragam gerak tari kreasi fungsi pergaulan/hiburan dengan penerapan level sedang dan tinggi
- Lembar observasi proses eksplorasi gerak tari kreasi berpasangan/kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan gerak tari kreasi fungsi hiburan/pergaulan | Belum mampu membuat motif gerak tari kreasi yang mencerminkan karakter fungsi tari hiburan atau pergaulan. | Mampu membuat 1 motif gerak tari kreasi yang mencerminkan karakter fungsi tari hiburan/pergaulan dengan bimbingan penuh guru. | Mampu membuat 2 motif gerak tari kreasi yang mencerminkan karakter tari hiburan/pergaulan (lincah, terbuka, riang) secara mandiri dalam kelompok. | Mampu membuat lebih dari 2 motif gerak tari kreasi yang mencerminkan karakter tari hiburan/pergaulan secara terpadu, runtut, dan mengalir secara mandiri. | | Penerapan variasi level sedang dan tinggi | Gerak yang dibuat tidak menunjukkan perbedaan level sedang maupun level tinggi (monoton pada satu posisi). | Menerapkan salah satu level (sedang saja atau tinggi saja) dalam gerak tari kreasi yang dibuat. | Menerapkan kedua variasi level (level sedang posisi mendak/tekuk dan level tinggi posisi jinjit/lompat) secara jelas dalam rangkaian gerak tari kreasi. | Menerapkan variasi level sedang dan tinggi secara konsisten dengan transisi perpindahan gerak yang halus dan dinamis pada seluruh rangkaian gerak kreasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas 'Tantangan Level Gembira' efektif memicu kreativitas murid dalam menciptakan gerak tari fungsi pergaulan/hiburan?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi perbedaan posisi tubuh pada level sedang dan level tinggi?
Murid:- Bagian mana dari gerak tari kreasi fungsi pergaulan/hiburan yang paling menyenangkan saat dibuat bersama kelompok?
- Apakah kamu dapat membedakan dan merasakan perubahan tubuhmu saat bergerak di level sedang dan level tinggi?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai
- TP 8.3.2 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan desain lantai
- TP 8.3.3 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan jenis dari tari tradisi dengan menerapkan level
- TP 8.3.4 Membuat gerak tari kreasi berdasarkan fungsi dari tari tradisi dengan menerapkan level
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memimpin doa bersama sebelum asesmen sumatif dimulai (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir bab, yaitu unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi kelompok berdasar jenis dan fungsi tradisi dengan desain lantai dan level, serta membacakan urutan tampil untuk 7 kelompok (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan teknis pelaksanaan sumatif unjuk kerja dan 4 indikator rubrik penilaian: (1) kesesuaian jenis tradisi pada desain lantai, (2) representasi fungsi tradisi pada desain lantai, (3) variasi level gerak berdasar jenis tradisi, dan (4) penerapan level gerak berdasar fungsi tradisi, dengan alokasi 7 menit per kelompok termasuk transisi (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Kelompok 1 (4 murid) memperagakan rangkaian gerak tari kreasi yang memadukan jenis tradisi tunggal/berpasangan/kelompok dan fungsi upacara/hiburan/pergaulan menggunakan pola lantai garis lurus/lengkung serta level rendah, sedang, dan tinggi di hadapan guru penguji (17 menit).
- Kelompok 2 (4 murid) memperagakan rangkaian gerak tari kreasi yang memadukan jenis tradisi tunggal/berpasangan/kelompok dan fungsi upacara/hiburan/pergaulan menggunakan pola lantai garis lurus/lengkung serta level rendah, sedang, dan tinggi di hadapan guru penguji (7 menit).
- Kelompok 3 (4 murid) memperagakan rangkaian gerak tari kreasi yang memadukan jenis tradisi tunggal/berpasangan/kelompok dan fungsi upacara/hiburan/pergaulan menggunakan pola lantai garis lurus/lengkung serta level rendah, sedang, dan tinggi di hadapan guru penguji (7 menit).
- Kelompok 4 (4 murid) memperagakan rangkaian gerak tari kreasi yang memadukan jenis tradisi tunggal/berpasangan/kelompok dan fungsi upacara/hiburan/pergaulan menggunakan pola lantai garis lurus/lengkung serta level rendah, sedang, dan tinggi di hadapan guru penguji (7 menit).
- Kelompok 5 (4 murid) memperagakan rangkaian gerak tari kreasi yang memadukan jenis tradisi tunggal/berpasangan/kelompok dan fungsi upacara/hiburan/pergaulan menggunakan pola lantai garis lurus/lengkung serta level rendah, sedang, dan tinggi di hadapan guru penguji (7 menit).
- Kelompok 6 (4 murid) memperagakan rangkaian gerak tari kreasi yang memadukan jenis tradisi tunggal/berpasangan/kelompok dan fungsi upacara/hiburan/pergaulan menggunakan pola lantai garis lurus/lengkung serta level rendah, sedang, dan tinggi di hadapan guru penguji (7 menit).
- Kelompok 7 (4 murid) memperagakan rangkaian gerak tari kreasi yang memadukan jenis tradisi tunggal/berpasangan/kelompok dan fungsi upacara/hiburan/pergaulan menggunakan pola lantai garis lurus/lengkung serta level rendah, sedang, dan tinggi di hadapan guru penguji (7 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar refleksi diri mengenai proses peragaan gerak tari kreasi kelompok yang baru saja ditampilkan terkait penguasaan desain lantai dan eksplorasi level (6 menit).
Penutup:- Guru memberikan ulasan umum dan apresiasi atas kedisiplinan serta dedikasi seluruh murid dalam menuntaskan rangkaian asesmen unjuk kerja Bab 3 (3 menit).
- Guru menginformasikan agenda berikutnya, mengarahkan murid merapikan area panggung/ruang kelas, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks petunjuk urutan tampil dan lembar rubrik penilaian unjuk kerja disediakan dalam bentuk cetak di dekat area persiapan panggung.
- Proses: Akomodasi akses: penyesuaian posisi tanda lantai (blocking marker) di panggung untuk membantu kelompok yang memerlukan panduan visual formasi tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Standar bukti dan kriteria ketercapaian unjuk kerja identik untuk seluruh 7 kelompok sesuai rubrik sumatif Bab 3.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis tampil per kelompok: konfirmasi kesiapan iringan musik dan nomor urut tampil 1 sampai 7 sebelum peragaan dimulai.
Proses:- Observasi langsung oleh guru menggunakan lembar catatan penilaian unjuk kerja saat masing-masing kelompok memperagakan gerak tari kreasi di area pentas.
Sumatif Bab:- unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi kelompok: penampilan peragaan rangkaian gerak tari kreasi kelompok yang memadukan jenis dan fungsi tari tradisi melalui variasi desain lantai serta eksplorasi level gerak (rendah, sedang, tinggi)
- unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi kelompok: rekaman lembar observasi atas penampilan gerak tari kreasi kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing tampil 7 menit termasuk transisi panggung; total 7 x 7 = 49 menit, muat 28 murid) yang memperagakan gerak berbasis jenis tari tradisi (TP 1 & TP 3) dan fungsi tari tradisi (TP 2 & TP 4) dengan menerapkan pola desain lantai garis lurus/lengkung serta tingkatan level rendah, sedang, dan tinggi (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tari (indikator: kesesuaian jenis tradisi pada desain lantai, representasi fungsi tradisi pada desain lantai, variasi level gerak berdasar jenis tradisi, dan penerapan level gerak berdasar fungsi tradisi))
Sumatif:- unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi kelompok: penampilan peragaan rangkaian gerak tari kreasi kelompok yang memadukan jenis dan fungsi tari tradisi melalui variasi desain lantai serta eksplorasi level gerak (rendah, sedang, tinggi)
- unjuk kerja peragaan gerak tari kreasi kelompok: rekaman lembar observasi atas penampilan gerak tari kreasi kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing tampil 7 menit termasuk transisi panggung; total 7 x 7 = 49 menit, muat 28 murid) yang memperagakan gerak berbasis jenis tari tradisi (TP 1 & TP 3) dan fungsi tari tradisi (TP 2 & TP 4) dengan menerapkan pola desain lantai garis lurus/lengkung serta tingkatan level rendah, sedang, dan tinggi (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tari (indikator: kesesuaian jenis tradisi pada desain lantai, representasi fungsi tradisi pada desain lantai, variasi level gerak berdasar jenis tradisi, dan penerapan level gerak berdasar fungsi tradisi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian jenis tradisi pada desain lantai (TP 8.3.1) [Daftar acuan jenis: tunggal, berpasangan, kelompok; pola lantai: garis lurus (horizontal/vertikal/diagonal), garis lengkung (lingkaran/setengah lingkaran)] | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan desain lantai yang belum memuat pola garis lurus maupun garis lengkung sesuai karakteristik jenis tari tradisi (tidak ada pola lantai teridentifikasi). | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan 1 pola desain lantai (garis lurus atau lengkung saja) tetapi belum konsisten dengan jenis tari tradisi yang dibawakan kelompok. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan minimal 2 variasi desain lantai garis lurus dan lengkung yang sesuai dengan jenis tari tradisi kelompok (tunggal/berpasangan/kelompok) dengan 1 kali ketidaktepatan transisi pola. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan seluruh variasi desain lantai garis lurus dan garis lengkung secara konsisten, tepat, dan rapi sesuai karakteristik jenis tari tradisi kelompok tanpa kekeliruan transisi pola. | | Representasi fungsi tradisi pada desain lantai (TP 8.3.2) [Daftar acuan fungsi: upacara adat, hiburan, pergaulan; pola lantai: garis lurus, garis lengkung, garis kombinasi] | Membuat rangkaian gerak tari kreasi yang belum menerapkan desain lantai sesuai tuntutan fungsi tari tradisi (pola lantai acak tanpa representasi fungsi upacara, hiburan, atau pergaulan). | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan 1 desain lantai yang merepresentasikan fungsi tari tradisi namun peralihan antarformasi belum mendukung fungsi gerak. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan 2 variasi pola lantai (lurus/lengkung/kombinasi) yang merepresentasikan fungsi tari tradisi (upacara/hiburan/pergaulan) dengan transisi formasi yang cukup teratur. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan variasi desain lantai garis kombinasi lurus dan lengkung secara tepat, harmonis, dan jelas merepresentasikan fungsi tari tradisi kelompok tanpa kekeliruan formasi. | | Variasi level gerak berdasar jenis tradisi (TP 8.3.3) [Daftar acuan tingkatan level: rendah (rebah/duduk/jengkeng), sedang (berdiri lutut ditekuk), tinggi (jinjit/melompat)] | Membuat rangkaian gerak tari kreasi yang hanya menggunakan 1 tingkatan level gerak (monoton di level sedang saja) tanpa variasi level berdasar jenis tari tradisi. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan 2 tingkatan level gerak (rendah dan sedang, atau sedang dan tinggi) berdasar jenis tradisi tetapi pergantian level masih kaku. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan 3 tingkatan level gerak (rendah, sedang, dan tinggi) berdasar jenis tari tradisi kelompok dengan 1 kali ketidaksinkronan eksekusi level. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan seluruh 3 tingkatan level gerak (rendah, sedang, dan tinggi) secara variatif, terpadu, dan tepat sesuai karakteristik jenis tari tradisi kelompok tanpa kekeliruan eksekusi. | | Penerapan level gerak berdasar fungsi tradisi (TP 8.3.4) [Daftar acuan fungsi & level: fungsi upacara (dominan level rendah & sedang), fungsi pergaulan/hiburan (variasi level sedang & tinggi)] | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan level gerak yang belum mencerminkan fungsi tari tradisi yang dipilih kelompok. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan tingkatan level yang mulai mencerminkan fungsi tari tradisi namun variasinya masih terbatas pada 1 tingkatan level. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan minimal 2 variasi tingkatan level gerak yang sesuai dengan fungsi tari tradisi (upacara: rendah-sedang; hiburan/pergaulan: sedang-tinggi) dengan peralihan yang cukup terarah. | Membuat rangkaian gerak tari kreasi dengan menerapkan variasi tingkatan level gerak secara utuh dan tepat merepresentasikan fungsi tari tradisi kelompok (upacara: rendah-sedang; hiburan/pergaulan: sedang-tinggi) secara konsisten di seluruh rangkaian gerak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 7 menit per kelompok (total 49 menit untuk 7 kelompok) berjalan efektif untuk mengamati seluruh indikator unjuk kerja gerak tari kreasi?
- Bagaimana capaian murid secara keseluruhan terhadap penguasaan desain lantai dan tingkatan level gerak pada bab ini berdasarkan data rubrik sumatif?
Murid:- Bagian mana dari peragaan gerak tari kreasi kelompokmu yang paling berhasil menerapkan desain lantai garis lurus/lengkung dan tingkatan level gerak?
- Kendala apa yang kelompokmu hadapi saat menjaga kekompakan formasi lantai dan perpindahan level gerak di panggung, serta bagaimana solusinya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi)
- Video rekaman ragam gerak dasar tari tradisi tunggal dan berpasangan
- Ruang kelas/aula tari yang dilengkapi tanda garis lakban di lantai sebagai panduan visual lintasan garis lurus
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab 3
- Ruang tari / aula sekolah berpaving/berlantai bersih
- Alat musik ritmis pengiring (rebana/kendang/audio ketukan tempo)
- Lembar Kerja Komposisi Gerak dan Desain Lantai Kelompok
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek RI)
- Video dokumentasi ragam gerak tari tradisi upacara adat Nusantara (misal Tari Bedhaya, Tari Seblang, atau Tari Rejang)
- Gambar diagram pola lantai garis lurus (vertikal, horizontal, diagonal) dan garis lengkung (lingkaran, lengkung setengah lingkaran)
- Alat pemutar musik pengiring bernuansa upacara adat/gamelan tradisi
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek Edisi Revisi)
- Video cuplikan tari pergaulan/hiburan nusantara (Jaipong, Poco-poco, atau Tari Giring-giring)
- Diagram kartu petunjuk pola lantai garis kombinasi
- Ruang kelas/aula tari dan perangkat pemutar audio/musik ritmis gembira
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI)
- Video rekaman tari tradisi tunggal (Tari Klana Topeng) dan berpasangan (Tari Karonsih/Zapin)
- Ruang kelas/ruang latihan tari yang lapang dan aman
- Kartu visual ilustrasi pose gerak level rendah dan sedang
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Edisi Revisi)
- Video rekaman tari tradisi kelompok Nusantara (Tari Saman / Tor-Tor)
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk bergerak dan pemutar musik ritmik
- Ruang kelas/aula tari yang leluasa untuk eksplorasi gerak lantai dan berdiri
- Instrumen musik pengiring tradisi bernuansa upacara/sakral tempo tenang
- Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
- Video dokumentasi Tari Tradisi Pergaulan dan Hiburan (Tari Jaipong, Tari Sajojo/Poco-Poco)
- Ruang kelas/aula tari yang leluasa
- Perangkat pemutar audio/musik ritmis tari nusantara
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Bab 3: Merangkai Gerak Tari Kreasi dengan Desain Lantai dan Desain Level
- Ruang kelas/aula terbuka berpanggung dengan penanda lantai (blocking marker)
- Pemutar audio dan rekaman musik iringan tari tradisi/kreasi
- Lembar observasi dan rubrik penilaian sumatif unjuk kerja Bab 3
|