Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 8 Bab 2: Rancangan Gerak Tari Kreasi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Tari kelas 8 untuk Bab 2 "Rancangan Gerak Tari Kreasi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 8 Bab 2: Rancangan Gerak Tari Kreasi

Seni Tari - Kelas 8

Bab 2

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Rancangan Gerak Tari Kreasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 2 — Rancangan Gerak Tari Kreasi
Alokasi Waktu14 JP (14 x 40 menit = 560 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.2.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama tari
  2. TP 8.2.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana luas atau sempitnya ruang gerak penari dapat menggambarkan makna atau nilai kesopanan dalam tari tradisi?
  2. Jika kamu ingin membuat gerak tari kreasi bertema kegagahan prajurit, apakah kamu akan memilih ruang gerak pribadi yang sempit atau ruang gerak umum yang luas dengan jangkauan tangan melebar?
  3. Bagaimana perubahan tempo cepat dan lambat (unsur waktu) dapat menggambarkan suasana tari tradisi yang gembira atau sakral?
  4. Mengapa intensitas tenaga (kuat atau lembut) sangat menentukan karakter dan nilai yang ingin disampaikan dalam sebuah gerak tari kreasi?
  5. Bagaimana memadukan ruang gerak luas, tempo waktu cepat, dan tenaga kuat agar sebuah tari kreasi memancarkan nilai ketegasan kepahlawanan?
  6. Mengapa perpaduan unsur ruang, waktu, dan tenaga yang selaras sangat penting dalam merancang konsep tari kreasi yang bermakna?
  7. Bagaimana sebuah musik atau ketukan dapat mengubah suasana dan dinamika gerak dalam pertunjukan tari kreasi?
  8. Apa perbedaan fungsi iringan musik internal dan eksternal saat digunakan untuk mencerminkan nilai sebuah tari tradisi?
  9. Bagaimana tata rias dan warna busana dapat memperjelas watak atau karakter tokoh dalam sebuah karya tari kreasi?
  10. Mengapa rancangan tata busana tari kreasi harus tetap menghormati nilai dan fungsi dari tari tradisi yang menjadi inspirasinya?
  11. Mengapa sebuah tarian tradisi seperti Tari Piring atau Tari Bondan menggunakan benda tertentu saat menari?
  12. Bagaimana sebuah properti tari dan tata panggung dapat memperkuat fungsi serta makna cerita dalam tari kreasi yang akan kalian ciptakan?
  13. Bagaimana keterpaduan unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) dapat mempertegas gagasan kreasi yang diangkat dari tari tradisi?
  14. Mengapa pemilihan unsur pendukung (musik, tata rias, busana, properti) harus selaras dengan nilai, jenis, dan fungsi tari tradisi acuan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Merancang Konsep Gerak Tari Kreasi berdasarkan Unsur Ruang yang Merefleksikan Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama tari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengkondisikan ruang kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merancang konsep gerak tari kreasi berdasarkan unsur ruang (ruang pribadi/umum, jangkauan luas/sempit, arah hadap) yang merefleksikan nilai, jenis, dan fungsi tari tradisi (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan menampilkan 2 gambar ragam gerak tari tradisi: (1) Gerak tari tradisi putri gaya Yogyakarta (posisi merapat, ruang sempit/sedang) dan (2) Gerak tari perang Dayak (posisi merentang lebar, ruang luas). Guru mengajukan 2 pertanyaan: 'Manakah gerak yang menggunakan volume ruang luas dan manakah yang sempit?' serta 'Mengapa gerak tari putri cenderung memakai ruang sempit-sedang bila dikaitkan dengan nilai kehalusan budi?' (acuan jawaban: Gambar 1 = ruang sempit/sedang, merefleksikan nilai kesopanan/kehalusan putri keraton; Gambar 2 = ruang luas/jangkauan lebar, merefleksikan nilai keberanian/kegagahan prajurit) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak tayangan cuplikan video gerak tari tradisi upacara (Tari Saman/Piring) dan tari hiburan/pergaulan, lalu guru membedah konsep unsur ruang utama tari: ruang gerak (pribadi vs umum), volume/jangkauan gerak (luas, sedang, sempit), dan arah hadap/level ruang (10 menit).
  • Guru memberikan Lembar Analisis Unsur Ruang berisi 3 cuplikan deskripsi gerak tradisi untuk diidentifikasi unsur ruangnya bersama teman sebangku: Deskripsi 1: Kaki jinjit jangkauan sempit, tangan menyilang di dada (acuan: ruang pribadi sempit, nilai kehalusan/ketertutupan); Deskripsi 2: Kaki kuda-kuda lebar, tangan merentang penuh ke samping atas (acuan: ruang luas, nilai ketegasan/kegagahan); Deskripsi 3: Langkah kaki maju mundur diagonal mengitari panggung (acuan: ruang umum/pola arah hadap bebas, fungsi pergaulan/hiburan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berkelompok (3-4 orang) memainkan permainan eksplorasi 'Tantangan Kotak Imajiner' di mana setiap kelompok mengambil satu kartu studi kasus nilai/jenis tradisi, lalu secara bergantian mengeksplorasi dan memilih bentuk jangkauan ruang gerak (ruang sempit, sedang, luas) yang paling cocok untuk kartu tersebut secara menggembirakan (10 menit).
  • Setiap kelompok menuliskan 'Lembar Rancangan Konsep Gerak Tari Kreasi (Fokus Unsur Ruang)' berdasarkan kartu studi kasus yang didapat. Terdapat 3 pilihan kartu yang dibagikan guru: Kartu A: Jenis Tari Upacara Sakral (nilai ketenangan/khidmat; kriteria rancangan: ruang pribadi sempit-sedang, arah hadap fokus ke satu titik, jangkauan gerak terkendali); Kartu B: Jenis Tari Kepahlawanan/Prajurit (nilai keberanian/kegagahan; kriteria rancangan: ruang luas, jangkauan tangan dan kaki terbuka lebar, pemanfaatan ruang umum); Kartu C: Jenis Tari Pergaulan Remaja (nilai kegembiraan/keterbukaan; kriteria rancangan: kombinasi ruang pribadi dan umum, arah hadap berganti-ganti, jangkauan gerak dinamis sedang-luas) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling menukarkan lembar rancangan konsep ruang gerak dengan kelompok sebelah untuk saling memeriksa ketepatan pemilihan unsur ruang terhadap nilai dan jenis tari tradisi yang dipilih (peer-review) (10 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan proses belajar: murid menyimpulkan bagaimana unsur ruang (volume luas/sempit dan ruang pribadi/umum) menjadi bahasa simbolik untuk menyampaikan nilai dan fungsi tari tradisi ke dalam tari kreasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik formatif secara klasikal terhadap hasil lembar rancangan konsep gerak unsur ruang yang telah disusun kelompok (3 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, yaitu merancang konsep gerak tari kreasi berdasarkan unsur waktu dan tenaga (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi contoh gambar siluet gerak ruang luas, sedang, dan sempit untuk kelompok yang membutuhkan perancah konseptual.
  • Proses: Kelompok yang memerlukan bimbingan didampingi guru dalam mencocokkan kartu kasus dengan opsi volume ruang; kelompok yang mahir ditantang merancang konsep perpaduan perpindahan ruang pribadi ke ruang umum dalam 3 transisi adegan.
  • Produk: Rancangan konsep gerak tari kreasi dapat disajikan dalam format tabel deskripsi konsep tertulis atau bagan sketsa ruang gerak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan dengan 2 pertanyaan pemetaan konsep: (1) Menyebutkan volume ruang (sempit/luas) pada 2 gambar gerak tari tradisi (acuan: Tari Putri Kraton = volume sempit-sedang; Tari Perang Dayak = volume luas). (2) Menjelaskan keterkaitan ruang sempit dengan nilai kehalusan/kesopanan tari tradisi putri (kriteria penerimaan: murid mengaitkan jangkauan gerak yang tertutup/merapat dengan sifat santun, tenang, dan terjaga).

Proses:

  • Observasi pengerjaan 'Lembar Rancangan Konsep Gerak Tari Kreasi (Fokus Unsur Ruang)' secara berkelompok dengan indikator: (1) Ketepatan pemilihan jenis dan nilai tari tradisi pada kartu (Kartu A, B, atau C); (2) Ketepatan penentuan ruang gerak (ruang pribadi/umum); (3) Ketepatan penentuan volume/jangkauan gerak (luas/sedang/sempit) yang selaras dengan nilai tradisi tersebut (acuan acuan Kartu A = khidmat/sempit-sedang; Kartu B = gagah/luas; Kartu C = gembira/sedang-luas dinamis).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup melalui kartu refleksi singkat mandiri: Murid menjawab 1 pertanyaan pemahaman: 'Jika kamu merancang gerak tari kreasi pemujaan yang sakral dan hening, unsur ruang seperti apa yang kamu tetapkan pada jangkauan tangan dan arah hadap penari?' (kriteria penerimaan: murid menuliskan jangkauan tangan sempit/sedang mengarah ke pusat tubuh/atas secara tertutup dan arah hadap fokus/stabil ke satu arah, merefleksikan nilai kehikmatan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan pengenalan unsur ruang pada gerak tari tradisi di awal pembelajaran
  • Penilaian proses lembar rancangan konsep gerak tari kreasi berdasarkan unsur ruang (volume, ruang pribadi/umum, arah) yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi menggunakan rubrik unjuk kerja perancangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Unsur Ruang dalam Konsep Gerak Tari KreasiRancangan konsep belum memuat unsur ruang (ruang pribadi/umum dan volume luas/sedang/sempit), atau unsur ruang yang dipilih sama sekali tidak sesuai dengan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi yang ditentukan.Rancangan konsep memuat salah satu elemen unsur ruang (hanya ruang gerak saja atau volume gerak saja) dan keterkaitannya dengan jenis, fungsi, serta nilai tari tradisi masih kurang tepat atau belum konsisten.Rancangan konsep memuat unsur ruang secara lengkap (ruang pribadi/umum dan volume jangkauan gerak) secara tepat sesuai dengan karakteristik jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi yang dipilih (sesuai acuan kartu kasus A, B, atau C).Rancangan konsep memuat unsur ruang secara komprehensif (ruang pribadi/umum, volume luas/sedang/sempit, serta arah hadap/level) yang dirumuskan secara sangat runtut, mandiri, dan selaras penuh merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi.
Kesesuaian Nilai, Jenis, dan Fungsi Tari Tradisi dalam RancanganBelum mampu mengidentifikasi dan mencantumkan jenis, fungsi, maupun nilai tari tradisi yang menjadi acuan rancangan konsep gerak tari kreasi.Mencantumkan jenis dan fungsi tari tradisi, namun perumusan nilai tari tradisi belum tergambar dalam deskripsi konsep gerak yang dirancang.Mencantumkan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi secara tepat dan terdeskripsikan secara logis dalam rancangan konsep gerak tari kreasi.Menganalisis dan memadukan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi secara mendalam ke dalam narasi konsep rancangan gerak tari kreasi secara terperinci dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan 'Tantangan Kotak Imajiner' efektif membantu murid mengabstraksikan konsep unsur ruang ke dalam bentuk rancangan gerak tertulis?
  • Apakah diferensiasi proses yang diberikan mampu memfasilitasi kelompok yang mengalami kesulitan dalam menghubungkan nilai tradisi dengan volume ruang?

Murid:

  • Bagian mana dari perancangan unsur ruang gerak tari kreasi (ruang pribadi, ruang umum, atau volume sempit/luas) yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu rumuskan?
  • Bagaimana kamu dapat membayangkan pesan/nilai suatu tari hanya dengan melihat luas atau sempitnya ruang gerak penari?

Pertemuan 2 — Merancang Konsep Gerak Tari Kreasi berdasarkan Unsur Waktu dan Tenaga yang Merefleksikan Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama tari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu merancang konsep gerak tari kreasi berdasarkan unsur waktu dan tenaga yang merefleksikan nilai, jenis, dan fungsi tari tradisi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan identifikasi: (1) 'Jika sebuah tarian bertema kepahlawanan/gagah, apakah intensitas tenaga dominan kuat atau lembut?' (acuan: kuat), dan (2) 'Jika tarian ritual sakral bertempo lambat, bagaimana ritme dan durasi geraknya?' (acuan: tempo lambat/panjang, gerakan mengalir tenang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati tabel analisis hubungan karakter tradisi dengan unsur waktu (tempo cepat/sedang/lambat, ritme konstan/dinamis) dan unsur tenaga (intensitas kuat/ringan, kualitas aksen/mengalir) yang ditunjukkan guru (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tebak Unsur Gerak' secara seru dan interaktif: guru menyebutkan 3 cuplikan deskripsi gerak tari tradisi (1. Gerak hentakan kaki Tari Saman; 2. Gerak lambaian selendang Tari Bedhaya; 3. Gerak pencak silat Tari Randai), lalu murid berlomba mencocokkan unsur waktu dan tenaganya secara tepat (acuan: 1 = waktu cepat/ritmis rapat, tenaga kuat; 2 = waktu lambat/mengalir, tenaga lembut/ringan; 3 = waktu tegas/patah-patah, tenaga kuat beraksen) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri menyusun draf lembar kerja rancangan konsep gerak tari kreasi dengan merumuskan spesifikasi unsur waktu (pilihan tempo lambat/sedang/cepat dan hitungan ketukan 4/8) serta unsur tenaga (intensitas kuat/sedang/lembut dan aksen/kualitas gerak) yang merefleksikan jenis (upacara/hiburan), fungsi, dan nilai tari tradisi pilihan murid (25 menit).
  • Murid saling memeriksa draf rancangan konsep milik rekan sebangku dan memberikan tanda centang pada kesesuaian antara unsur waktu dan tenaga yang dirancang dengan nilai tradisi yang ingin direfleksikan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali rancangan konsep gerak buatannya secara cermat, memastikan deskripsi tempo dan intensitas tenaga sudah konsisten mendukung nilai karakter gerak yang dirancang (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa ketepatan pemilihan unsur waktu (tempo/ritme) dan tenaga (kuat/lembut) sangat penting dalam mempertegas konsep nilai dan karakter tari kreasi (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja tertulis murid dan menginformasikan bahwa rancangan konsep unsur waktu dan tenaga ini akan dipadukan dengan unsur ruang pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan daftar kata kunci deskriptor waktu (tempo lambat, sedang, cepat, akselerasi) dan tenaga (tegas, lentur, patah-patah, mengalir, bertenaga) bagi murid yang memerlukan bantuan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terstruktur 2 kolom isian, sedangkan murid yang cepat diarahkan merancang variasi kontras dinamika waktu dan tenaga dalam 2 frase gerak konsep kreasi.
  • Produk: Rancangan konsep gerak disajikan dalam format tabel deskriptif atau bagan alur konsep tertulis sesuai kenyamanan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tanya-jawab lisan kesiapan konsep unsur utama: Pertanyaan 1: 'Karakter tari kepahlawanan memerlukan intensitas tenaga kuat atau lembut?' (acuan: kuat). Pertanyaan 2: 'Tari sakral meditasi menggunakan tempo lambat atau cepat?' (acuan: lambat).

Proses:

  • Observasi pengerjaan lembar kerja rancangan konsep tari kreasi: ketepatan murid merumuskan deskripsi unsur waktu (pilihan tempo cepat/sedang/lambat) dan unsur tenaga (intensitas kuat/sedang/lembut) yang merefleksikan nilai tari tradisi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lembar kerja: memastikan rancangan konsep memuat minimal 1 deskripsi unsur waktu terukur (tempo/hitungan) dan 1 deskripsi unsur tenaga terukur (intensitas/aksen) yang selaras dengan nilai tari tradisi yang dipilih.

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja rancangan konsep gerak tari kreasi berdasarkan unsur waktu dan tenaga

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Konsep Unsur Waktu (Tempo & Ritme)Belum merumuskan deskripsi unsur waktu (tempo/ritme) dalam rancangan konsep gerak tari kreasi.Merumuskan deskripsi unsur waktu tetapi pemilihan tempo belum selaras dengan jenis dan nilai tari tradisi yang dirancang.Merumuskan konsep unsur waktu dengan menetapkan tempo dan hitungan gerak secara tepat selaras dengan nilai tari tradisi yang dirancang.Merumuskan konsep unsur waktu secara rinci memuat variasi dinamika tempo, ritme, dan hitungan ketukan yang sangat selaras dengan nilai tari tradisi secara mandiri.
Rancangan Konsep Unsur Tenaga (Intensitas & Kualitas)Belum merumuskan deskripsi unsur tenaga (intensitas/kualitas gerak) dalam rancangan konsep gerak tari kreasi.Merumuskan deskripsi unsur tenaga tetapi penentuan intensitas (kuat/lembut) belum sesuai dengan karakter nilai tradisi yang dipilih.Merumuskan konsep unsur tenaga dengan menentukan intensitas dan aksen gerak secara tepat selaras dengan nilai tari tradisi yang dirancang.Merumuskan konsep unsur tenaga secara mendalam memuat perpaduan variasi intensitas kuat-sedang-lembut serta aksen gerak yang sangat mendukung nilai tari tradisi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas kuis interaktif tebak gerak efektif membantu murid memahami perbedaan kualitas tenaga dan waktu dalam gerak tari?
  • Bagian mana dari perumusan konsep unsur waktu dan tenaga yang paling banyak memerlukan bimbingan guru?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membayangkan bagaimana perubahan tenaga kuat atau lembut membuat gerak tari kreasi yang kamu rancang terasa hidup?
  • Bagaimana kamu menentukan tempo yang paling pas untuk menggambarkan nilai tradisi dalam rancangan konsep tarianmu?

Pertemuan 3 — Merancang Konsep Paduan Unsur Utama Tari Kreasi (Ruang, Waktu, dan Tenaga) yang Merefleksikan Nilai Tari Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama tari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: merancang konsep paduan ketiga unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) dalam bentuk matriks konsep tertulis yang merefleksikan nilai tari tradisi (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan kuis diagnostik singkat berupa 3 pertanyaan tertulis/lisan untuk memetakan kesiapan murid memadukan unsur tari. Butir soal: (1) Apa elemen unsur ruang pada gerak tari? (acuan: volume gerak luas/sempit dan level tinggi/sedang/rendah); (2) Apa elemen unsur waktu dan tenaga? (acuan: waktu mencakup tempo lambat/sedang/cepat dan ritme/ketukan; tenaga mencakup intensitas kuat/sedang/lembut); (3) Jika tari kreasi ingin mengekspresikan nilai kebersamaan panen padi yang gembira, bagaimana rancangan waktu dan tenaganya? (acuan: tempo sedang hingga cepat, tenaga bersemangat/sedang-kuat yang dinamis) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati bagan contoh perpaduan unsur utama tari yang disajikan guru di papan tulis: perpaduan Ruang (volume luas, level sedang), Waktu (tempo cepat ketukan 4/4), dan Tenaga (aksen kuat) untuk merefleksikan nilai kepahlawanan/patriotisme (5 menit).
  • Dalam kelompok berpasangan, murid menelaah 3 skenario rancangan terpadu yang dibagikan guru pada kartu studi konsep: Skenario A (Nilai Kesopanan: ruang jangkauan sempit/level rendah-sedang, tempo lambat, tenaga lembut mengalir), Skenario B (Nilai Kegotongroyongan: ruang luas berpindah arah, tempo sedang konstan, tenaga sedang berirama), Skenario C (Nilai Keberanian: ruang melompat level tinggi/luas, tempo cepat menghentak, tenaga kuat bertenaga aksen patah-patah). Murid memverifikasi bagaimana ketiga unsur utama tersebut saling mengunci makna nilai tari (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok kerja (3-4 orang) untuk menyelesaikan permainan rancangan kreatif 'Teka Desain Gerak'. Setiap kelompok memilih satu kartu target nilai tradisi (misal: Nilai Kejujuran/Kesederhanaan, Nilai Keberanian Prajurit, atau Nilai Keramahan/Kesyukuran) untuk merancang konsep gerak tari kreasi (10 menit).
  • Setiap kelompok merancang konsep tertulis paduan unsur utama pada Lembar Rancang Konsep Tari Kreasi dengan merumuskan: (a) Deskripsi rancangan gerak pokok, (b) Spesifikasi unsur Ruang (volume luas/sedang/sempit dan level tinggi/sedang/rendah), (c) Spesifikasi unsur Waktu (tempo cepat/sedang/lambat dan hitungan ritmis), (d) Spesifikasi unsur Tenaga (intensitas tenaga kuat/lembut dan kualitas gerak mengalir/patah-patah/menghentak), serta (e) Keterkaitan paduan ketiga unsur tersebut dalam merefleksikan nilai tradisi yang dipilih (20 menit).
  • Masing-masing kelompok saling menukarkan draf rancangan konsepnya dengan kelompok lain untuk saling memeriksa keselarasan paduan unsur ruang-waktu-tenaga berdasarkan lembar kriteria cek silang konsep (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan murid membacakan catatan umpan balik atas draf rancangan konsep kelompok pasangannya, dan kelompok penyusun mengonfirmasi perbaikan rancangan konsep paduan unsur utama yang dibuat (5 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan keterpaduan ruang, waktu, dan tenaga sebagai satu kesatuan utuh rancangan gerak tari kreasi dalam menyampaikan nilai tari tradisi secara berkesadaran (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap proses rancangan konsep tari kreasi yang telah disusun murid pada LKPD Matriks Paduan Unsur Utama (3 menit).
  • Murid menuliskan refleksi singkat pada secarik kertas tentang bagaimana keterpaduan unsur tari memperjelas pesan/nilai tradisi tari (acuan: integrasi ruang, waktu, tenaga menciptakan karakter gerak yang selaras dengan makna nilai tradisi yang diusung) (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan matriks panduan berstruktur (tabel pilihan opsi parameter ruang, waktu, dan tenaga beserta contoh nilai yang berpasangan), sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan merancang paduan 2 transisi perubahan dinamika ruang-waktu-tenaga dalam satu konsep nilai tradisi yang sama.
  • Proses: Kelompok bertahap dipandu guru secara langsung pada penetapan ukuran ruang dan tempo, sedangkan kelompok mahir berdiskusi mandiri mengeksplorasi kontras tenaga.
  • Produk: Format luaran rancangan konsep dapat dituangkan dalam bentuk tabel matriks analitis terstruktur atau peta konsep visual paduan unsur gerak tari kreasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kognitif singkat di awal pelajaran dengan 3 butir pertanyaan terstruktur: (1) Sebutkan elemen unsur ruang tari (Acuan benar: volume gerak luas/sedang/sempit dan level tinggi/sedang/rendah); (2) Sebutkan elemen unsur waktu dan tenaga tari (Acuan benar: waktu mencakup tempo cepat/sedang/lambat serta hitungan/ritme; tenaga mencakup intensitas kuat/sedang/lembut serta kualitas gerak); (3) Tentukan paduan waktu dan tenaga untuk nilai kebersamaan panen gembira (Acuan benar: tempo sedang-cepat dan tenaga bersemangat/sedang-kuat).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Rancang Konsep Tari Kreasi: menilai kelengkapan dan keselarasan rancangan tertulis yang memadukan ketiga unsur utama (ruang, waktu, tenaga) dengan nilai tradisi yang dipilih.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil produk draf Lembar Kerja Rancang Konsep Tari Kreasi: memastikan setiap kelompok mengidentifikasi dan memadukan secara tertulis minimal: 1 deskripsi ruang (volume & level), 1 deskripsi waktu (tempo & hitungan), 1 deskripsi tenaga (intensitas & kualitas), dan penjelasan keterkaitannya dengan nilai tradisi (Acuan kriteria: seluruh deskripsi konsisten mendukung karakter nilai tradisi yang dipilih).

Formatif:

  • Penilaian Kinerja Kelompok: Lembar kerja rancangan konsep paduan unsur utama tari kreasi (ruang, waktu, tenaga) yang merefleksikan nilai tari tradisi
  • Pemeriksaan silang draf konsep antarkelompok menggunakan rubrik perpaduan unsur utama tari

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Keterpaduan Unsur Utama Tari (Ruang, Waktu, Tenaga)Hanya merancang 1 unsur utama tari (ruang saja, waktu saja, atau tenaga saja) dalam konsep tari kreasi tertulis, belum terpadu.Merancang paduan 2 unsur utama tari (misal: ruang dan waktu, atau waktu dan tenaga) secara tertulis namun belum memadukan ketiga unsur secara lengkap.Merancang paduan ketiga unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) secara tertulis dengan lengkap dan saling melengkapi.Merancang paduan ketiga unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) secara tertulis dengan sangat lengkap, terinci dalam parameter (volume, level, tempo, ritme, intensitas, kualitas gerak), dan menunjukkan keselarasan utuh yang konsisten.
Refleksi Nilai Tari Tradisi dalam Rancangan KonsepRancangan paduan unsur utama belum menunjukkan keselarasan dengan karakter nilai tradisi yang ditentukan.Rancangan paduan unsur utama menunjukkan keselarasan dengan karakter nilai tradisi pada salah satu unsur saja secara tertulis.Rancangan paduan unsur utama secara tertulis merefleksikan karakter nilai tradisi yang dipilih pada sebagian besar perpaduan unsur gerak.Rancangan paduan unsur utama secara tertulis merefleksikan karakter nilai tradisi yang dipilih secara tepat, harmonis, dan konsisten pada seluruh perpaduan ruang, waktu, dan tenaga.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tahap Mengaplikasi (permainan rancangan konsep terpadu) mencukupi bagi seluruh kelompok untuk merumuskan ketiga unsur utama secara selaras?
  • Bagian rancangan konsep manakah (unsur ruang, waktu, atau tenaga) yang paling sering mengalami ketidakselarasan saat dipadukan oleh murid?

Murid:

  • Unsur utama manakah di antara ruang, waktu, dan tenaga yang paling menantang untuk dipadukan saat merancang konsep tari kreasi?
  • Bagaimana rancangan paduan unsur utama yang kelompokmu buat dapat membantu penonton merasakan nilai tradisi yang ingin disampaikan?

Pertemuan 4 — Merancang Konsep Iringan Musik Tari Kreasi yang Merefleksikan Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan memutar dua cuplikan audio berdurasi 30 detik: Audio A (tepukan tangan dan nyanyian vokal ritmis cepat/internal) dan Audio B (tabuhan gamelan kendang dan gong/eksternal). Murid menjawab pertanyaan diagnostik untuk mengidentifikasi jenis iringan (internal vs eksternal) dan menentukan fungsinya (mengatur tempo gerak vs pembangun suasana). Kriteria/kunci acuan: Audio A = jenis iringan internal dengan fungsi pengatur ritme/tempo serempak; Audio B = jenis iringan eksternal dengan fungsi pembangun suasana dramatis (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang konsep iringan musik tari kreasi (unsur pendukung tari) yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemutaran video tari tradisi Saman (contoh iringan internal) dan tari Piring (contoh iringan eksternal) untuk membedah bagaimana iringan musik mendukung jenis tari (kelompok/upacara/hiburan), fungsi (pengiring ritmis, penegas gerak, pembangun suasana), dan nilai tradisi (kebersamaan, ketangkasan) (10 menit).
  • Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid memainkan permainan tebak fungsi ritme 'Kuis Ritme Asyik'. Guru menyajikan 3 skenario suasana tari kreasi: (1) Skenario A: Tari kreasi bertema nilai kepahlawanan berjenis tari gagah; (2) Skenario B: Tari kreasi nilai kebersamaan petani berjenis tari gembira; (3) Skenario C: Tari kreasi nilai spiritual berjenis tari upacara khidmat. Tiap kelompok memilih kombinasi jenis iringan dan alat/sumber bunyi yang tepat sesuai kartu kunci. Acuan jawaban benar: Skenario A = iringan eksternal tempo cepat hentak (misal: kendang/rebana penegas aksen); Skenario B = paduan iringan internal (tepuk paha/tangan) dan eksternal alat perkusi bambu bertempo dinamis lincah; Skenario C = iringan eksternal tempo lambat mengalun (misal: suling/gong dengan suasana hening/sakral) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara berkelompok menerima Lembar Kerja Rancang Iringan Musik Tari Kreasi untuk merancang konsep iringan musik bagi satu jenis tari kreasi yang dipilih (pilihan tema tradisi: Tari Keprajuritan, Tari Nelayan, atau Tari Penyambutan Tamu) (10 menit).
  • Setiap kelompok menyusun draf tabel rancangan konsep iringan musik tari kreasi yang mencakup: (1) Jenis iringan yang dirancang (internal, eksternal, atau gabungan); (2) Sumber/instrumen bunyi yang direncanakan (alat musik ritmis/melodis atau bunyi tubuh); (3) Tempo dan dinamika ketukan (cepat/sedang/lambat serta lembut/menghentak); (4) Penjelasan kaitan konsep iringan tersebut terhadap jenis, fungsi tari, serta nilai tradisi yang direfleksikan (15 menit).
  • Murid melakukan telaah silang antarkelompok (peer review) dengan memeriksa draf rancangan konsep kelompok lain menggunakan lembar panduan indikator kelengkapan unsur iringan pendukung tari (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Kelompok memperbaiki dan menyempurnakan rancangan konsep iringan musik tari kreasinya berdasarkan masukan umpan balik teman sejawat (8 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan proses penyusunan konsep: bagaimana pemilihan elemen musik (tempo, ritme, instrumen) dapat mempertegas nilai dan identitas dari tradisi yang diangkat ke dalam bentuk tari kreasi (4 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap hasil rancangan konsep iringan musik yang telah diselesaikan kelompok (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan pengantar singkat mengenai topik pertemuan berikutnya (unsur tata rias dan busana tari kreasi) dan memimpin doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh lembar matrik pilihan instrumen bunyi tradisi sederhana (kendang, rebana, tepukan); murid yang cepat diarahkan menyusun variasi pergantian tempo dinamis (sinkopasi) dalam konsep iringannya.
  • Proses: Pada tahap diskusi perancangan, guru memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang kesulitan menentukan tempo iringan, sedangkan kelompok yang mandiri langsung mendeskripsikan paduan iringan internal dan eksternal.
  • Produk: Rancangan konsep iringan disajikan dalam bentuk tabel deskriptif rancangan musik tari kreasi, dengan opsi menambahkan ilustrasi bagan pola ketukan bagi kelompok yang mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi cuplikan audio: Murid mendengarkan 2 cuplikan audio dan mengidentifikasi: (1) Audio A (vokal & tepukan) tergolong iringan apa dan apa fungsinya? Kunci acuan: Iringan internal, berfungsi mengatur ritme/tempo dan keserempakan gerak; (2) Audio B (tabuhan gamelan kendang-gong) tergolong iringan apa dan apa fungsinya? Kunci acuan: Iringan eksternal, berfungsi membangun suasana dramatis dan pengiring melodi tari.

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Kerja Rancang Iringan Musik Tari Kreasi. Indikator yang diamati: (1) Ketepatan perancangan jenis iringan (internal/eksternal/gabungan); (2) Kesesuaian pemilihan tempo dan dinamika ritme dengan nilai dan jenis tari tradisi yang diangkat; (3) Kelengkapan deskripsi peran instrumen sebagai pendukung tari.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/refleksi singkat pengumpulan Lembar Kerja Rancangan Konsep Iringan Musik Tari Kreasi. Kriteria ketercapaian: tabel rancangan memuat lengkap jenis iringan, rincian instrumen/sumber bunyi, ketetapan tempo, serta keterkaitan konsep terhadap jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi secara logis.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Tanya jawab identifikasi jenis dan fungsi iringan berbasis contoh audio.
  • Asesmen formatif proses: Penilaian kinerja diskusi kelompok dalam menyusun lembar rancangan konsep iringan musik tari kreasi.
  • Asesmen sejawat: Telaah silang kelengkapan indikator rancangan musik pendukung tari antarkelompok.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Jenis dan Sumber Bunyi Iringan Musik Tari KreasiRancangan konsep iringan hanya menyebutkan nama alat musik tanpa menentukan klasifikasi jenis iringan (internal/eksternal) serta tidak ada penjelasan sumber bunyinya.Rancangan konsep iringan memuat penentuan jenis iringan (internal atau eksternal) dan menyebutkan sumber bunyi/instrumen, namun belum ada variasi eksplorasi bunyi pendukung tari.Rancangan konsep iringan memuat penentuan jenis iringan (internal, eksternal, atau gabungan) serta memerinci pilihan instrumen/sumber bunyi secara tepat sesuai kebutuhan tari.Rancangan konsep iringan memuat secara rinci dan terstruktur paduan jenis iringan (internal dan eksternal) dengan variasi pemilihan instrumen bunyi yang selaras dengan tema tari kreasi secara mandiri.
Releksi Nilai, Jenis, dan Fungsi Tari Tradisi dalam Konsep IringanKonsep iringan musik belum menghubungkan pilihan ritme/tempo dengan fungsi, jenis tari, maupun nilai tradisi yang diacu.Konsep iringan musik mulai menghubungkan tempo/dinamika dengan fungsi tari (pengatur gerak atau pembangun suasana), namun belum merefleksikan nilai tradisi secara logis.Konsep iringan musik mampu mendeskripsikan secara tepat kaitan antara pemilihan tempo, dinamika ritme, dan fungsi iringan dalam merefleksikan nilai tradisi serta jenis tari kreasi yang dirancang.Konsep iringan musik mendeskripsikan secara komprehensif, tepat, dan mendalam harmonisasi antara pengaturan tempo/ritme, fungsi iringan, jenis tari, dan refleksi filosofi nilai tradisi secara utuh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan tebak ritme dan telaah audio efektif membantu murid memahami perbedaan fungsi iringan tari?
  • Bagian mana dari panduan perancangan konsep musik tari kreasi yang masih membutuhkan scaffolding tambahan bagi murid?

Murid:

  • Bagian mana dari penentuan ketukan atau tempo musik yang paling menantang saat disesuaikan dengan nilai tari tradisi?
  • Bagaimana pemahaman tentang musik iringan ini membantumu memperjelas gambaran konsep tari kreasi kelompokmu?

Pertemuan 5 — Merancang Konsep Tata Rias dan Tata Busana Tari Kreasi yang Merefleksikan Nilai dan Karakter Tari Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memfasilitasi doa bersama serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu merancang konsep tata rias dan tata busana tari kreasi yang merefleksikan nilai serta karakter tari tradisi (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menampilkan 2 gambar contoh tata rias tari tradisi untuk mengukur kesiapan merancang karakter melalui rias wajah: (1) Rias karakter gagah/kesatria (garis alis tegas dan kumis tipis melengkung) dan (2) Rias karakter putri halus (garis mata lembut dan warna bedak natural); murid diminta mengidentifikasi karakter yang ditampilkan kedua gambar tersebut (acuan: gambar 1 = karakter gagah/kesatria; gambar 2 = karakter halus/putri lembut) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati tayangan visual perbandingan konsep tata rias dan tata busana pada tari tradisi karakter gagah (misalnya Tari Cakalele atau Tari Klana Sewandana) dan karakter lincah/gembira (misalnya Tari Jaipong atau Tari Saman) untuk memahami fungsi simbolik warna, aksen garis wajah, serta pemilihan bahan busana tari (10 menit).
  • Murid berpartisipasi aktif dalam kegiatan interaktif kuis tebak karakter cepat 'Cocok Kartu Busana & Rias' yang menggembirakan: murid mencocokkan 3 kartu ciri visual rias-busana dengan 3 karakter tari yang tepat (Kartu 1: 'Warna busana merah menyala, kain selendang tegas, rias kumis melengkung' -> Karakter Gagah/Pemberani; Kartu 2: 'Warna busana pastel lembut, hiasan bunga melati, rias mata teduh' -> Karakter Anggun/Halus; Kartu 3: 'Warna busana kontras ceria, ikat kepala dinamis, perona pipi cerah' -> Karakter Lincah/Gembira) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Perancangan Artistik Tari Kreasi yang memuat sketsa siluet tubuh dan wajah untuk menyusun rancangan konsep tata rias dan tata busana tari kreasi berdasarkan tema tari tradisi pilihan mereka (karakter gagah, karakter halus, atau karakter lincah) (5 menit).
  • Murid secara mandiri menggambar sketsa visual serta menuliskan deskripsi rancangan konsep tata rias (tipe rias: garis alis, mata, dan aksen wajah) dan tata busana (warna dominan busana, bahan kain, dan kelengkapan penutup kepala/aksesori) yang merefleksikan nilai dan karakter tari tradisi pada lembar kerja (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali rancangan konsep rias dan busana tari kreasi yang dibuatnya menggunakan daftar periksa mandiri (apakah pilihan warna, corak, dan rias wajah sudah selaras dengan karakter serta nilai tari tradisi yang dipilih) (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan poin penting perancangan tata rias dan tata busana dalam tari kreasi sebagai penguat karakter dan pembawa nilai tradisi (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelengkapan deskripsi sketsa rancangan murid serta menginformasikan topik pertemuan ke-6 tentang perancangan konsep properti dan tata artistik pendukung tari kreasi sebelum menutup kelas dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan palet warna dan ragam garis riasan wajah tradisi bagi murid yang membutuhkan inspirasi tambahan bentuk visual.
  • Proses: Memberikan pendampingan terstruktur bagi murid yang memerlukan panduan menguraikan alasan pemilihan warna busana, serta memberikan kebebasan merancang detail ornamen busana tradisi yang lebih kompleks bagi murid yang cepat.
  • Produk: Rancangan visual dapat berupa sketsa rias dan busana berwarna lengkap dengan deskripsi tekstual, atau berupa bagan konsep busana dengan deskripsi fungsi nilai yang mendalam bagi murid yang berfokus pada analisis tekstual.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual lisan: Mengidentifikasi karakter tokoh tari berdasarkan 2 gambar rias wajah tradisi (acuan: gambar 1 menampilkan garis alis tebal dan kumis runcing adalah karakter gagah/kesatria; gambar 2 menampilkan rias mata halus dengan bedak natural adalah karakter putri halus/lembut).

Proses:

  • Kuis formatif 'Cocok Kartu Busana & Rias' (3 butir kartu pencocokan: Kartu 1 ke Karakter Gagah/Pemberani, Kartu 2 ke Karakter Anggun/Halus, Kartu 3 ke Karakter Lincah/Gembira).
  • Observasi formatif proses pengerjaan mandiri Lembar Perancangan Artistik Tari Kreasi yang mencakup ketepatan perancangan elemen rias (wajah) dan elemen busana (warna serta potongan kain) sesuai nilai karakter tari tradisi.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar perancangan konsep rias dan busana murid dengan kriteria ketercapaian: memuat sketsa/bagan visual tata rias wajah dan tata busana serta memuat minimal 2 deskripsi pertimbangan estetis-simbolis (warna busana dan aksen rias wajah) yang sesuai dengan karakter tari tradisi yang dipilih.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan pencocokan gambar karakter rias tradisi pada pendahuluan
  • Kuis pemahaman cepat 'Cocok Kartu Busana & Rias' saat tahap memahami
  • Penilaian produk Lembar Perancangan Artistik Tari Kreasi (sketsa dan deskripsi konsep rias dan busana) dengan rubrik analitik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Rancangan Konsep Tata Rias dengan Karakter Tari TradisiRancangan konsep rias wajah belum menggambarkan garis atau aksen rias yang mencerminkan karakter tari tradisi yang dipilih.Rancangan konsep rias wajah mulai memuat salah satu aksen rias (garis alis atau warna rias), namun keterkaitannya dengan karakter tari tradisi belum jelas.Rancangan konsep rias wajah memuat garis mata, alis, dan pewarnaan rias wajah yang tepat merefleksikan karakter tari tradisi yang dipilih.Rancangan konsep rias wajah memuat garis mata, alis, pewarnaan, serta aksen detail simbolis yang sangat tepat dan konsisten merefleksikan karakter serta nilai filosofis tari tradisi yang dipilih secara mandiri.
Kesesuaian Rancangan Konsep Tata Busana dengan Nilai Tari TradisiRancangan konsep busana belum memuat warna dan perlengkapan kain yang merefleksikan nilai atau karakter tari tradisi.Rancangan konsep busana memuat pemilihan warna atau perlengkapan kain, namun alasan pemilihan belum merefleksikan nilai tari tradisi.Rancangan konsep busana memuat sketsa dan deskripsi pemilihan warna dominan serta kelengkapan busana yang tepat merefleksikan nilai dan karakter tari tradisi.Rancangan konsep busana memuat sketsa utuh dan deskripsi mendalam mengenai pemilihan warna dominan, bahan kain, serta aksesoris pelengkap yang sangat tepat dan harmonis merefleksikan nilai tari tradisi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menerjemahkan karakter dan nilai tari tradisi ke dalam bentuk visual tata rias dan warna busana?
  • Bagian mana dari perancangan konsep unsur pendukung ini yang membutuhkan pendampingan lebih intensif bagi murid?

Murid:

  • Bagian mana dari konsep tata rias atau busana yang menurutmu paling kuat menunjukkan karakter tari kreasi yang kamu rancang?
  • Kesulitan apa yang kamu temui saat memilih warna busana yang melambangkan nilai tari tradisi tersebut?

Pertemuan 6 — Merancang Konsep Properti dan Tata Artistik Pendukung Tari Kreasi yang Merefleksikan Fungsi Tari Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu merancang konsep properti dan tata artistik panggung pendukung tari kreasi yang merefleksikan fungsi tari tradisi (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak fungsi: menampilkan gambar Tari Piring (fungsi hiburan/ketangkasan dengan piring) dan Tari Gandrung (fungsi sosial pergaulan dengan kipas), kemudian meminta murid menyebutkan fungsi properti tersebut dalam tari tradisi (acuan: Tari Piring menggunakan properti piring porselen/keramik untuk atraksi ketangkasan dan lambang rasa syukur panen; Tari Gandrung menggunakan kipas untuk mempertegas gerak pergaulan sosial dan daya tarik estetis) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati tayangan video/gambar tentang 2 kategori unsur pendukung: properti tari (pakai dan lepas) serta tata artistik panggung (pencahayaan/latar) pada tari tradisi dan kreasi (10 menit).
  • Murid secara berpasangan berdiskusi menganalisis hubungan antara pilihan bentuk properti, bahan properti, serta pencahayaan dengan fungsi tarian yang dibawakan (misal: fungsi upacara/sakral cenderung bernuansa khidmat dengan properti simbolis, fungsi hiburan menggunakan properti atraktif dan pencahayaan dinamis) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas 'Tantangan Kotak Properti Unik': perwakilan kelompok mengambil 1 kartu skenario fungsi tari tradisi (Pilihan skenario: Kartu A = Fungsi Pergaulan/Pesta Rakyat; Kartu B = Fungsi Ketangkasan/Keprajuritan; Kartu C = Fungsi Ritual Syukur Panen) untuk memicu eksplorasi artistik yang menggembirakan (5 menit).
  • Murid dalam kelompok merancang konsep tertulis dan sketsa visual Lembar Kerja Rancangan Properti dan Tata Artistik Pendukung Tari Kreasi, yang memuat: (1) Nama dan bentuk properti, (2) Bahan dan teknik penggunaan properti yang aman, (3) Desain tata artistik panggung (pencahayaan dan latar belakang) yang selaras dengan fungsi tari yang dipilih (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling menukarkan lembar rancangan konsep dengan kelompok lain untuk memberikan masukan tertulis berbasis rubrik keselarasan fungsi tari tradisi (10 menit).
  • Murid memperbaiki dan menyempurnakan rancangan konsep properti serta tata artistik tari kreasi mereka berdasarkan masukan rekan sebaya dan catatan konfirmasi dari guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa properti dan tata artistik bukan sekadar hiasan panggung, melainkan penguat karakter dan fungsi tari kreasi yang berpijak pada tradisi (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa umpan balik cepat dan memeriksa kelengkapan Lembar Kerja Rancangan Konsep Properti dan Artistik kelompok (acuan kriteria: mencantumkan nama properti, alasan pemilihan bahan, dan deskripsi tata lampu yang sesuai dengan fungsi tari yang dipilih) (2 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Akhir Bab: Penilaian Portofolio Lengkap Rancangan Tari Kreasi) serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan visual ragam contoh properti tari tradisi nusantara (properti pakai/pegang seperti selendang, panah, kipas, bakul) dan alternatif tata artistik panggung untuk kelompok yang membutuhkan referensi tambahan.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan pendampingan diberikan bimbingan terarah melalui pertanyaan penuntun pada lembar kerja rumpang; kelompok mahir diarahkan merancang integrasi properti yang memiliki fungsi simbolis ganda dan efek pencahayaan bertingkat.
  • Produk: Rancangan konsep dapat dituangkan dalam bentuk deskripsi naratif terstruktur yang dilengkapi sketsa gambar manual atau diagram digital tata panggung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik: Mengidentifikasi fungsi properti pada 2 contoh tari tradisi. Acuan jawaban benar: (1) Tari Piring menggunakan piring porselen/keramik sebagai lambang rasa syukur hasil panen dan atraksi ketangkasan gerak; (2) Tari Gandrung menggunakan kipas untuk mempercantik estetika gerak tari pergaulan dan menarik perhatian penonton.

Proses:

  • Observasi keterlibatan kelompok dan penilaian formatif saat merancang Lembar Kerja Rancangan Konsep Properti dan Tata Artistik Tari Kreasi. Kriteria yang diobservasi: ketepatan pemilihan properti sesuai tema/fungsi gerak, kepraktisan dan keamanan bahan properti, serta keselarasan tata artistik panggung (latar dan pencahayaan) dengan fungsi tari tradisi yang direfleksikan.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil akhir Lembar Kerja Rancangan Konsep Properti dan Tata Artistik Pendukung Tari Kreasi. Kriteria penerimaan operasional: (1) Menuliskan minimal 1 nama properti utama beserta deskripsi bahan pembuatannya; (2) Menjelaskan kesesuaian properti dengan fungsi tari tradisi yang dipilih (upacara/pergaulan/hiburan); (3) Menuliskan konsep pencahayaan dan latar belakang panggung yang mendukung suasana gerak.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan tebak fungsi properti tari pada tahap pendahuluan
  • Lembar Kerja Rancangan Konsep Properti dan Tata Artistik Pendukung Tari Kreasi
  • Lembar asesmen sejawat (peer-assessment) pertukaran draf konsep antarkelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Properti Tari Kreasi yang Merefleksikan Fungsi Tari TradisiRancangan belum memuat nama properti, atau jenis bahan properti yang dipilih tidak aman/tidak relevan serta tidak merefleksikan fungsi tari tradisi.Rancangan memuat nama properti dan bahan, namun keterkaitannya dalam merefleksikan fungsi tari tradisi (upacara, hiburan, atau pergaulan) masih kurang jelas.Rancangan memuat nama dan bahan properti secara jelas, aman digunakan, serta tepat merefleksikan fungsi tari tradisi yang dipilih.Rancangan memuat nama, deskripsi bahan yang aman dan inovatif, cara pemakaian teknis, serta sangat harmonis dan mendalam dalam merefleksikan fungsi tari tradisi yang dipilih secara mandiri.
Rancangan Tata Artistik Panggung Pendukung Tari KreasiRancangan tata artistik belum memuat konsep pencahayaan maupun latar panggung pendukung gerak tari kreasi.Rancangan tata artistik memuat konsep pencahayaan atau latar panggung, namun belum terhubung harmonis dengan tema dan fungsi tari tradisi yang direfleksikan.Rancangan tata artistik memuat konsep pencahayaan dan latar panggung yang selaras dan mendukung penguatan fungsi tari tradisi yang direfleksikan.Rancangan tata artistik memuat rincian tata pencahayaan (warna/fokus) dan latar panggung yang sangat detail, efektif, dan memperkuat suasana serta fungsi tari tradisi secara utuh dan kreatif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada aktivitas eksplorasi kartu skenario properti dan perancangan tata artistik berjalan sesuai rencana?
  • Bagian mana dari konsep tata artistik (pencahayaan/latar) yang masih dirasa sulit dipahami oleh murid dalam merancang tari kreasi?
  • Bagaimana respons dan keaktifan murid saat berdiskusi merancang properti tari yang aman dan sesuai tradisi?

Murid:

  • Apa hal baru dan menarik yang kalian pelajari mengenai fungsi properti dan tata artistik dalam pertunjukan tari kreasi?
  • Apakah properti dan tata panggung yang kelompok kalian rancang sudah benar-benar mencerminkan fungsi tari tradisi yang kalian pilih?
  • Tantangan apa yang kalian hadapi saat memilih bahan properti dan bagaimana kelompokmu menyelesaikannya?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur utama tari
  • TP 8.2.2 Merancang konsep tari kreasi yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi dengan mempertimbangkan unsur pendukung tari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ke-7 adalah sesi asesmen sumatif mandiri berupa penyusunan dokumen portofolio rancangan konsep tari kreasi terpadu (5 menit).
  • Guru membagikan dokumen instrumen lembar portofolio asesmen sumatif yang terdiri atas Lembar Kerja 1 (Rancangan Unsur Utama Tari) dan Lembar Kerja 2 (Rancangan Unsur Pendukung Tari) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru terkait petunjuk teknis pengerjaan, batasan waktu pengerjaan mandiri, serta kriteria rubrik penilaian portofolio rancangan konsep tari kreasi terpadu (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Murid secara individual mengerjakan Lembar Kerja 1 asesmen sumatif dengan menyusun uraian tertulis rancangan konsep unsur utama tari kreasi yang mencakup 3 aspek wajib: (a) Pengolahan Ruang (level gerak: rendah/sedang/tinggi dan jangkauan ruang: sempit/luas), (b) Pengolahan Waktu (tempo gerak: lambat/sedang/cepat dan ritme ketukan), serta (c) Pengolahan Tenaga (kualitas intensitas tenaga: lembut/sedang/kuat) yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi acuan yang dipilih (30 menit).
  • Tugas 2: Murid secara individual melanjutkan pengerjaan Lembar Kerja 2 asesmen sumatif dengan menuliskan deskripsi rancangan konsep unsur pendukung tari kreasi yang mencakup 4 aspek wajib: (a) Pemilihan iringan musik tari (karakter tempo dan instrumen pengiring), (b) Rancangan tata busana tari (warna, bentuk potongan, dan makna simbolik), (c) Rancangan tata rias tari (jenis rias: korektif/karakter dan penegasan ekspresi), serta (d) Pemilihan properti dan tata artistik pendukung (nama alat, fungsi penggunaan, dan keselarasan panggung) yang selaras dengan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi acuan (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca ulang dokumen portofolio rancangan tari kreasi yang telah disusunnya secara teliti untuk memeriksa kelengkapan isi sebelum diserahkan kepada guru (3 menit).

Penutup:

  • Murid mengumpulkan lembar portofolio rancangan konsep tari kreasi terpadu kepada guru tepat waktu di meja penilaian (1 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi penutup singkat atas capaian penyelesaian rangkaian pembelajaran Bab 2 serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan format lembar portofolio dengan panduan garis penulisan yang lebih renggang bagi murid yang membutuhkan akomodasi motorik halus tanpa mengubah butir tagihan tugas.
  • Proses: Pemberian penegasan petunjuk secara lisan bagi murid yang membutuhkan penjelasan instruksi tugas asesmen tanpa memberikan bantuan jawaban konsep.
  • Produk: Format penulisan produk portofolio rancangan dapat berupa tulisan tangan rapi atau bagan skema tertulis terstruktur sesuai kenyamanan murid dengan tetap memuat seluruh komponen tagihan.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian produk rancangan tertulis: dokumen portofolio rancangan konsep tari kreasi terpadu yang memuat eksplorasi unsur utama (ruang, waktu, tenaga) serta deskripsi pemilihan unsur pendukung (tata busana, rias, musik, properti) yang selaras dengan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi acuan
  • penilaian produk rancangan tertulis: lembar kerja rancangan konsep yang memuat uraian eksplorasi unsur utama tari (pengolahan gerak berdasar ruang, waktu, dan tenaga) yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi acuan yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan konsep unsur utama)
  • penilaian produk rancangan tertulis: lembar kerja lanjutan yang memuat deskripsi pemilihan dan kesesuaian unsur pendukung tari (iringan musik, tata rias, busana, dan properti) yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi acuan yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan konsep unsur pendukung)

Sumatif:

  • penilaian produk rancangan tertulis: dokumen portofolio rancangan konsep tari kreasi terpadu yang memuat eksplorasi unsur utama (ruang, waktu, tenaga) serta deskripsi pemilihan unsur pendukung (tata busana, rias, musik, properti) yang selaras dengan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi acuan
  • penilaian produk rancangan tertulis: lembar kerja rancangan konsep yang memuat uraian eksplorasi unsur utama tari (pengolahan gerak berdasar ruang, waktu, dan tenaga) yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai dari tari tradisi acuan yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan konsep unsur utama)
  • penilaian produk rancangan tertulis: lembar kerja lanjutan yang memuat deskripsi pemilihan dan kesesuaian unsur pendukung tari (iringan musik, tata rias, busana, dan properti) yang merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi acuan yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (40 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan konsep unsur pendukung)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Konsep Unsur Utama Tari Kreasi (Ruang, Waktu, Tenaga)Merancang konsep unsur utama tari kreasi hanya memuat 1 dari 3 aspek wajib (ruang, waktu, atau tenaga) dan belum merefleksikan jenis, fungsi, maupun nilai tari tradisi acuan.Merancang konsep unsur utama tari kreasi memuat 2 dari 3 aspek wajib (ruang, waktu, tenaga) dengan uraian yang sebagian merefleksikan jenis, fungsi, atau nilai tari tradisi acuan.Merancang konsep unsur utama tari kreasi lengkap memuat seluruh 3 aspek wajib (ruang: level & jangkauan; waktu: tempo & ritme; tenaga: intensitas & kualitas) yang secara tepat merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi acuan.Merancang konsep unsur utama tari kreasi lengkap memuat seluruh 3 aspek wajib (ruang: level & jangkauan; waktu: tempo & ritme; tenaga: intensitas & kualitas) secara sangat rinci, terpadu, serta memberikan elaborasi keterkaitan yang mendalam terhadap jenis, fungsi, dan nilai filosofis tari tradisi acuan.
Rancangan Konsep Unsur Pendukung Tari Kreasi (Musik, Busana, Rias, Properti)Merancang konsep unsur pendukung tari kreasi hanya memuat 1-2 dari 4 aspek wajib (iringan musik, tata busana, tata rias, properti) dan belum selaras dengan konteks tari tradisi acuan.Merancang konsep unsur pendukung tari kreasi memuat 3 dari 4 aspek wajib (iringan musik, tata busana, tata rias, properti) dengan keselarasan yang cukup terhadap jenis, fungsi, atau nilai tari tradisi acuan.Merancang konsep unsur pendukung tari kreasi lengkap memuat seluruh 4 aspek wajib (iringan musik, tata busana, tata rias, properti) secara serasi dan tepat merefleksikan jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi acuan.Merancang konsep unsur pendukung tari kreasi lengkap memuat seluruh 4 aspek wajib (iringan musik, tata busana, tata rias, properti) secara sangat serasi, detail dalam deskripsi visual/auditori, serta selaras utuh memperkuat jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit asesmen sumatif mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan portofolio rancangan konsep tari kreasi secara mandiri?
  • Bagaimana capaian murid dalam memadukan unsur utama dan unsur pendukung tari yang merefleksikan nilai-nilai tari tradisi?

Murid:

  • Apakah rancangan konsep tari kreasi yang saya buat sudah menggambarkan secara utuh unsur ruang, waktu, dan tenaga yang selaras dengan tari tradisi pilihan saya?
  • Bagian rancangan manakah (unsur utama atau unsur pendukung) yang paling menunjukkan kreativitas dan orisinalitas ide saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Video cuplikan ragam tari tradisi upacara dan pergaulan Nusantara (Tari Saman, Tari Pendet, Tari Piring, dan Tari Perang).
  3. Lembar Aktivitas Siswa: Perancangan Konsep Gerak Tari Kreasi berdasarkan Unsur Ruang.
  4. Set Kartu Kasus Karakter Nilai Tari Tradisi (Kartu A: Upacara Sakral, Kartu B: Kepahlawanan, Kartu C: Pergaulan Remaja).
  5. Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek)
  6. Video cuplikan ragam gerak tari tradisi nusantara (Saman, Bedhaya, Randai)
  7. Lembar Kerja Siswa: Matriks Rancangan Konsep Unsur Waktu dan Tenaga Tari Kreasi
  8. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  9. Buku Panduan Siswa Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII
  10. Lembar Kerja Rancang Konsep Paduan Unsur Utama Tari Kreasi
  11. Kartu Studi Skenario Paduan Unsur Utama dan Nilai Tradisi (Skenario A: Kesopanan, B: Kegotongroyongan, C: Keberanian)
  12. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi)
  13. Rekaman audio iringan musik internal (contoh Tari Saman/Indang) dan eksternal (contoh Gamelan Jawa/Bali/Tari Piring)
  14. Lembar Kerja Murid: Rancang Iringan Musik Tari Kreasi
  15. Perangkat pemutar audio/speaker kelas
  16. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi)
  17. Video/gambar dokumentasi tari tradisi dan tari kreasi daerah setempat
  18. Lembar Kerja Siswa: Lembar Perancangan Artistik Tari Kreasi (Template Sketsa Siluet Tubuh dan Wajah)
  19. Set kartu 'Cocok Kartu Busana & Rias'
  20. Buku Panduan Guru Seni Tari SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  21. Buku Siswa Seni Tari SMP/MTs Kelas VIII
  22. Video dokumentasi pertunjukan tari tradisi nusantara (Tari Piring, Tari Gandrung, Tari Perang)
  23. Set kartu skenario fungsi tari tradisi dan Lembar Kerja Rancangan Konsep Properti & Tata Artistik
  24. Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI, Edisi Revisi)
  25. Lembar Instrumen Asesmen Sumatif Bab 2 (Portofolio Rancangan Konsep Tari Kreasi)
  26. Rubrik Penilaian Produk Portofolio Rancangan Seni Tari

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.